Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac L.) dengan Teknik Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Sebagai Anti Jerawat: Nanoemulsion Formulation of Jasmine Flower Extract (Jaminum sambac L.) Using Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Technique as an Anti Acne Malahayati, Siti; Nastiti, Kunti; Audina, Mia; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i1.7236

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan yang disebabkan oleh infeksi bakteri Propionibacterium acne. Ekstrak bunga melati mampu menghambat pertumbuhan bakteri, namun pada sediaan krim tidak menunjukkan adanya daya hambat terhadap bakteri, sehingga perlu pengembangan formula dalam bentuk sediaan nanoteknologi yaitu nanoemulsi yang dibuat dalam sistem penghantaran obat Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas anti jerawat dan stabilitas sediaan, sehingga didapatkan formula yang optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan memformulasikan ekstrak bunga melati menjadi sebuah sediaan SNEDDS. Evaluasi yang dilakukan yaitu uji stabilitas, turbiditas, emulsification time, karakterisasi nanoemulsi, pH, dan uji aktivitas antibakteri. Hasil Penelitian diperoleh 5 formulasi yang memiliki stabilitas yang stabil, dilakukan evaluasi uji tubiditas F5 mendekati 100%, ukuran partikel paling kecil F8 dan paling besar F5, nilai zeta potensial F4 dan F8 memenuhi persyaratan, uji pH F1 memenuhi persyaratan, uji emulsification time dan uji indeks polidispersitas semua formulasi memenuhi persyaratan, serta formula yang memiliki daya hambat terbesar F5. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa formulasi 5 merupakan formulasi yang optimal dapat menghambat pertumbuhan bakteri P. acne.
Perbandingan Konsentrasi Adeps Lanae, Cera Alba dan Vaselin Album pada Basis Sediaan Krim Ekstrak Sarang Burung Walet (Aerodramus fuciphagus): Comparison of the Concentrations of Adeps lanae, Cera Alba, and Vaseline album on the Basis of the Preparation of Swallow’s Nest (Aerodramus fuciphagus) Extract Cream Mutaharah, Siti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7721

Abstract

Krim wajah pencerah menjadi pilihan umum masyarakat dalam memilih kosmetik yang diaplikasikan pada kulit wajah. Salah satu yang berpotensi sebagai pencerah yaitu ekstrak sarang burung walet yang memiliki efektivitas pencerahan kulit. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut terkait formulasi krim ekstrak sarang burung walet dengan perbandingan basis adeps lanae, cera alba, dan vaselin album. Tujuan untuk Mengetahui pengaruh perbandingan serta hasil evaluasi fisik dari sediaan krim dengan perbedaan basis yaitu adeps lanae, cera alba, dan vaselin album. Metode yang dilakukan adalah Evaluasi fisik dilakukan dengan pengujian organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan penentuan tipe emulsi yang kemudian datanya dianalisis menggunakan One Way Anova Test dilanjutkan ke uji Tukey jika normal dan homogen, jika tidak akan dianalisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil evaluasi fisik terhadap sediaan krim ekstrak sarang burung walet dengan perbedaan basis yaitu adeps lanae, cera alba, dan vaselin album memberikan pengaruh terhadap uji evaluasi fisik sediaan krim. Hasil evaluasi fisik dengan basis adeps lanae dan cera alba dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji tipe emulsi telah memenuhi persyaratan sebagai sediaan krim yang baik. Sedangkan sediaan krim dengan basis vaselin album hanya memenuhi persyaratan pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji tipe emulsi. Variasi basis memiliki pengaruh terhadap hasil evaluasi fisik sediaan krim. Basis cera alba lebih optimal jika digunakan sebagai basis sediaan krim jika dibandingkan dengan basis adeps lanae dan vaselin album berdasarkan hasil evaluasi fisik.
Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil Sebagai Antihipertensi: Formulation of Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System Celery Extract (Apium graveolens L.) with Various Concentrations of Virgin Coconut Oil as Antihypertensive Dilla, Khaliza Natasya; Adawiyah, Rabiatul; Putri, Nabila Chanisya; Noval, Noval; Mahdiyah, Dede
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7724

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) dilaporkan memiliki efek sebagai antihipertensi. Namun pengobatan menggunakan ekstrak tanaman memiliki kelarutan dan bioavailabilitas yang kurang maksimal sehingga berpengaruh terhadap efektivitas. Upaya untuk mengatasi hal tersebut maka dibutuhkan pengembangan formulasi dengan teknik Self-Nanoemulsi Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS merupakan sediaan yang terdiri dari minyak surfaktan dan ko-surfaktan yang dapat menciptakan campuran isotropik yang stabil. Bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.) dan menganalisis pengaruh konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) pada formulasi SNEDDS ekstrak seledri (Apium graveolens L.). Metode yang digunakan ekstrak seledri (Apium graveolens L.) diformulasikan menjadi sediaan SNEDDS dengan variasi VCO. Evaluasi yang dilakukan meliputi pengujian organoleptis, pH, emulsification time, nilai transmitansi, ukuran partikel, distribusi partikel, zeta potensial, ketahanan, dan stabilitas. Formula SNEDDS terbaik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml), di mana hasil evaluasi memenuhi persyaratan nilai pH 5,26 (p 0,918), waktu emulsifikasi kurang dari 1 menit (p >0,05), persen transmitansi 91,2% (p 0,000), stabil pada pengujian ketahanan dan stabilitas (freeze thaw), memiliki ukuran globul 13,9 nm (p 0,020), nilai indeks polidispersitas 0,288 (p 0,000) dan zeta potensial -11,4 mV (p 0,000) dan adanya variasi konsentrasi VCO mempengaruhi transmitansi, ukuran partikel, distribusi dan nilai zeta potensial. Berdasarkan hasil evaluasi yang diperoleh bahwa konsentrasi VCO yang paling baik adalah formulasi 3 (VCO 0,5 ml).
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Acne Patch Ekstrak Etanol Kulit Luar Buah Cempedak (Artocarpus integer (Thunb). Merr) dengan Variasi Konsistensi Polimer HPMC dan PVP: Formulation and Test of Physical Properties Acne Patches Ethanol Extract of Cempedak Fruit Outer Skin (Artocarpus integer (Thunb.) Merr) With Variations of HPMC and PVP Polymer Concentrations Ananda, Nisrina Deanita; Noval, Noval; Zulfadhila, Muhammad; Audina, Mia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7726

Abstract

Kulit luar buah cempedak memiliki kandungan flavonoid yang dapat mengatasi jerawat. Salah satu metode pengobatan jerawat yaitu dengan menggunakan patch untuk mengobati jerawat yang dapat meningkatkan kepatuhan pemakaian. Patch dibuat dengan variasi konsenterasi polimer Hidroxy Propyl Methyl Celluolosa (HPMC) dan Polivinil Pirolidon (PVP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi yang optimal serta pengaruh Hidroxy Propyl Methyl Celluolosa (HPMC) dan Polivinil Pirolidon (PVP) terhadap patch ekstrak etanol kulit luar buah cempedak (Artocarpus integer (Thunb.) Merr). Evaluasi sifat fisik yang dilakukan meliputi uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji ketebalan, uji ketahanan lipatan, dan uji keleambaban. Hasil evaluasi sifat fisik uji organoleptis, uji keseragaman bobot, uji ketebalan, uji ketahanan lipatan, dan uji kelembaban patch pada F1, F2, dan F3 memenuhi persyaratan. Analisis data dengan One Way ANOVA dari uji keseragaman bobot, uji ketebalan, dan uji kelembaban didapatkan nilai signifikansi p < 0,05, sehingga terdapat pengaruh variasi konsenterasi polimer Hidroxy Propyl Methyl Celluolosa (HPMC) dan Polivinil Pirolidon (PVP). Berdasarkan hasil tersebut formulasi yang optimal terdapat pada F1 dengan perbandingan konsenterasi polimer Hidroxy Propyl Methyl Celluolosa (HPMC) dan Polivinil Pirolidon (PVP) (20:40) yang dilihat berdasarkan parameter uji sifat fisik antar formula lainnya. Hal ini menunjukkan variasi konsenterasi polimer HPMC dan PVP memiliki pengaruh terhadap uji sifat fisik patch.
Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Sungkai (Peronema canesces Jack) Terhadap Bakteri Escherichia coli: Antibacterial Activity of Sungkai Leaf Infusion (Peronema canescens Jack) Against Escherichia coli Bacteria Aisyiyah, Siti; D, Putri Vidiasari; Noval, Noval; Rohama, Rohama
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7728

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi yang tinggi. Diare disebabkan oleh Escherichia coli. Penemuan obat alternatif antibakteri untuk diare salah satunya dengan terapi non farmakologi yaitu infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli. Jenis penelitian yang digunakan adalah True Experimental dengan desain penelitian Posttest-only Control Group. Skrinning aktivitas antibakteri infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode difusi sumuran dan metode dilusi kemudian dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test dan Mann Whitney Test. Hasil Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dengan diameter zona hambat 14,46 mm dan nilai KHM pada konsentrasi 75%. Hasil analisis statistic menunjukkan terdapat perbedaan bermakna dengan p value 0,003 pada Kruskal-Wallis Test dan pada Mann Whitney Test menunjukkan p value 0,025. Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) tidak memiliki kemampuan daya bunuh terhadap Escherichia coli. Dapat disimpulkan bahwa Infusa daun sungkai (Peronema canescens Jack) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum sebesar 75%.
Pengaruh Konsumsi Jus Jambu Biji Kristal (Psidium Guajava L.) Terhadap Kenaikan Kadar Hemoglobin pada Iu Hamil di Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya : Effect of Consumption of Crystal Guava Juice (Psidium Guajava L.) Against the Increase in Hemoglobin Levels in Pregnant Women at the Puskesmas Kereng Bangkirai Palangka Raya City Panglipur, Putri Astuning; Meldawati, Meldawati; Noval, Noval; Mariani, Frani
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7730

Abstract

Di Indonesia pada setiap harinya ada 41 kasusu anemia, data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya pada tahun 2021 sampai 2022. Pada tahun 2021 kasus anemia sebanyak 30 ibu hamil. Tahun 2022 sebanyak 35 ibu hamil dengan anemia. Tinggi kandungan vitamin C dalam buah jambu biji kristal mampu membantu menyerapan tablet Fe yang dikonsumsi. Salah satu upaya menanganan anemia dengan alternatif non Farmakologi adalah dengan mengkonsumsi serupa jus jambu biji kristal dapat memperlancar proses pembentukan kadar hemoglobin dalam sel darah merah. Menganalisis pengaruh pemberian jus jambu biji kristal sebelum dan sesudah pemberian jus jambu biji kristal di Puskesmas Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian Eksperiment (True Eksperimen) dengan bentuk control grup pretest and posttest desaign. Total sampel sebanyak 20 responden dengan kelompok eksperimen sebanyak sebanyak 10 responden dan pada kelompok kontrol sebanyak sebanyak 10 responden. Rata-rata nilai kadar hemoglibin pada ibu hamil sebelum dilakukan perlakukan adalah 10.65 sesudah dilakukan perlakukan adalah 13.27. Hasil dari uji statistik paired sample t test pada kelompok kontrol di dapatkan Pvalue = 0.116 > 0.05 dan pada kelompok eksperimen didapatkan Pvalue = 0.004 < 0.005 ada pengaruh pemberian jus jambu jambu biji kristal terhadap kenaikan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Jus jambu biji kristal dapat meningkatkan kadar hemoglonim ibu hamil
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940 : Formulation and Evaluation of Karamunting Fruit Extract Nano Spray Gel (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) with Carbopol 940 Concentration Variations Montella, Clara; Noval, Noval; Kurniawati, Darini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7733

Abstract

Masalah kulit bisa terjadi akibat radikal bebas maka diperlukan antioksidan yang bisa dimanfaatkan dari bahan alam yang memiliki potensi walaupun jarang diketahui atau digunakan seperti buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.). Perlu dilakukan evaluasi formulasi sediaan nano spray gel ekstrak buah dari tanaman karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) dengan variasi konsentrasi basis carbopol 940 untuk mengetahui pengaruh variasi basis carbopol 940 pada sediaan nano spray gel ekstrak buah tanaman karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.), sehingga digunakanlah metode true-ekperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian one-group posttest only design. Sediaan nano spray gel diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi basis gel, kemudian diuji evaluasi fisiko-kimia. Berdasarkan hasil evaluasi, pengujian fisiko-kimia seperti organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar lekat, pola penyemprotan, dan waktu kering, ketiga formulasi dengan variasi konsetrasi basis gel carbopol 940 pada ekstrak buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) telah memenuhi syarat, formulasi yang paling baik adalah formulasi 1 dan terdapat pengaruh dari variasi basis gel carbopol 940 terhadap beberapa uji evaluasi fisiko-kimia.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (piper crocatum Ruiz & Pav) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940: Optimization Formulation and Evalution of Nano Spray Gel with Red Betel Leaf Extract (piper crocatum Ruiz & Pav) as Antioxidant with Variation of Carbopol 940 Concentration Karlina, Delva Warti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7754

Abstract

Obat Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid digunakan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Nano spray gel ketika digunakan dapat mempercepat system pengantaran obat, lebih mudah dicuci. Karbopol 940 sebagai basis karena bersifat bebas iritasi dan tidak terserap kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi nano spray gel dan pengaruh variasi basis Karbopol 940 pada sediaan nano spray gel. Penelitian yang dilakukan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun sirih merah diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 sebanyak 3 formulasi yaitu 0,05%, 0,075, dan 0,1%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH,Viskositas, daya lekat,pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Hasil formulasi dan evaluasi sediaan nano spray gel didapatkan formulasi 3 paling baik uji organoleptis dan homogenitas semua formulasi baik.Uji pH,viskositas dan daya sebar formulasi 3 paling baik, uji pola penyemprotan dan daya sebar semua formulasi memenuhi persyaratan, uji waktu kering semua formulasi memenuhi standar, dan uji ukuran partikel memenuhi syarat. Variasi konsentrasi karbopol 940 berpengaruh terhadap evaluasi sediaan nano spray gel. Berdasarkan evaluasi nano spray gel formulasi yang paling baik adalah formulasi 3 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,1 %.
Uji Stabilitas dan Efektivitas Formulasi Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac (L)) Sebagai Anti Jerawat: Stability and Effectiveness Test of Serum Gel Formulation of Jasmine Flower Extract (Jasmine sambac (L)) as an Anti Acne Malahayati, Siti; Kurniawati, Darini; Novianty, Nadya; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7822

Abstract

Acne vulgaris atau yang biasa disebut jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan pada unit pilosebasea. Salah satu alternatif terapi yang sudah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat berdasarkan uji pra klinik adalah bunga melati putih. Ekstrak bunga melati putih (Jasminum sambac l.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil stabilitas dan efektivitas formulasi sediaan serum gel ekstrak bunga melati sebagai anti jerawat. Metode yang digunakan dengan cara membuat konsentrasi ekstrak bunga melati yang berbeda-beda yaitu 12%, 13,5% dan 15% kemudian ketiga formula ini akan dilakukan uji efektivitas formula menggunakan nutrient agar dengan bakteri jerawat yaitu Propionibacterium acne, kemudian dilakukan uji stabilitas menggunakan metode stabilitas dipercepat dimana uji stabilitas dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan dengan suhu 40±20C dan RH 75% ± 5% menggunakan Climatic Chamber selama selama 30 hari dimana tiap sebelum dan sesudah penyimpanan dilakukan evaluasi yang meliputi uji pH, uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan metode Paired T-Test Hasil penelitian dari uji aktivitas antijerawat diperoleh hasil ekstrak bunga melati termasuk kategori antibakteri yang kuat. Hasil evaluasi pada semua formulasi memenuhi persyaratan uji pH, daya lekat, dan viskositas. Pada uji daya sebar formula 2 dan 3 memenuhi persyaratan, tetapi pada formula 1 tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan hasil penelitian formula 3 merupakan formula yang paling optimal dengan konsentrasi 15%.
Evaluasi Fisik Formulasi Sediaan Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Taya (Nauclea subdita) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol dan Tween 80: Physical Evaluation of Taya (Nauclea Subdita) Leaf Extract Nanopartikel Cream Formulations as Antioxidant with Variations in Concentrations of Cetyl Alcohol and Tween 80 D. R, Setia Riadi; Noval, Noval; Rizali, Muhammad; Audina, Mia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8971

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penuaan dini. Radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan. Ekstrak daun taya (Nauclea subdita) memilki kandungan antioksidan yang kuat. Dalam memudahkan penggunaannya maka perlu dikembangkan sediaan farmasi. Krim merupakan sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel adalah suatu perkembangan dari nanoteknologi memiliki ukuran 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim diperlukan adanya emulgator dan agent pengental. Kombinasi setil alkohol dan tween 80 dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Tujuan penelitian mengetahui formulasi yang paling optimal dari sediaan krim nanopartikel serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan krim nanopartikel. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experiment design. Simplisia dibuat menjadi ekstrak kemudian dibuat sediaan krim nanopartikel dan dilanjutkan dengan evaluasi. Data dianalisis menggunakan one way anova. Ukuran partikel ekstrak daun taya sebesar 303,5 nm. Hasil evaluasi sediaan krim nanopartikel ekstrak daun taya dengan variasi setil akohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi krim. Dari hasil evaluasi didapatkan formula yang paling optimal untuk sediaan krim nanopartikel adalah formula III (setil alkohol 7 gram dan tween 80 4 gram). Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat.
Co-Authors A. Syatir Sofyan Abdurrahman Mansyur Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Faisal Aisya, Sitti Ali Rakhman Hakim Amelia, Norrahmi Ananda, Nisrina Deanita Aprima Tirsa, Aprima Ardisya, Pinky Alifanda Armilawati, Karien Fitria Aryzki, Safti Aryzki, Saftia Asmoro, Windu Aulia Rahmah Auliyani, Nurul Bachmid, Sofyan Budi, Seria D, Putri Vidiasari D. R, Setia Riadi Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Dewi Susanti Atmaja Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya Dora, Nuriza Dwi Salmarini, Desilestia Fauzah Fauzah, Fauzah Febriani, Noor Rahmi Fitriah, Sita Fitriani, Widia Rahayu Gunawan Pamudji Widodo Habibah, Nor Harliantika, Yenny Hermawan, Gt Yudha Indah Purnamasari Indriani, Erika Irawan, Angga Iwan Yuwindry Jayanti, Tri Dewi Juliansyah, Mhd Kamalia, Hasna Karlina, Delva Warti Kasmayuda, Muhammad Khadijah, Nor Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Aisya Fitri Komaliya, Risyda Kristiana, Isha Desty Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Limah, Siti Sali Lisda Handayani, Lisda Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Maleh, Arie Mariani, Frani Marsellino, Doni Irawan Prancisco Mayna, Mayna Meldawati Meldawati Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Montella, Clara Mubarak, Jaki Mustaqimah Mustaqimah Mutaharah, Siti Nabila, Regina Syifa Narpilla, Suci Dahlya Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Nisrina, Salwa Norliani, Rahma Noval Novianty, Nadya Nur Hidayah Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurislamiyah, Nurislamiyah Nursyamsu, Nursyamsu Nurwanita Nurwanita Octaviani, Olivia Oktavia, Regina Panglipur, Putri Astuning Perkasa, Ripho Delzy Pramadiyani, Naurinnissa Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Putri, Nabila Chanisya Qibtiyah, Mariatul R.A. Oetari, R.A. Rabiatul Adawiyah Rahmadani Rahmadani Rahmawati, Nanda Hesti Ramadhan, Puteri Wulan Ramadhani, Rizki Adhie Ramadina, Najwa Rizali, Muhammad Rohama, Rohama Rosyifa, Rosyifa Rufi'i Sadlia, Fitri Safitri, Bella Salsabila, Nabila Samsul Hadi Sarah, Devi Setia Budi Sien, Lim Lie Siti Aisyiyah, Siti Siti Sarah, Siti Sofyan, Syaakir Trianjani, Yesa Septia Tuti Alawiyah Ulfah, Nahdiati Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Wilujeng, Wilujeng Winda, Nadia Oktavia Wulan Ramadhan, Puteri Yasir Yasir Yesika, Yesika Yulianti, Silvia Yuniarti, Ainun Yuwindry, Iwan Zidane, Ramandha Zulfadhila, Muhammad