Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Buah Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940 : Formulation and Evaluation of Karamunting Fruit Extract Nano Spray Gel (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) with Carbopol 940 Concentration Variations Montella, Clara; Noval, Noval; Kurniawati, Darini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7733

Abstract

Masalah kulit bisa terjadi akibat radikal bebas maka diperlukan antioksidan yang bisa dimanfaatkan dari bahan alam yang memiliki potensi walaupun jarang diketahui atau digunakan seperti buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.). Perlu dilakukan evaluasi formulasi sediaan nano spray gel ekstrak buah dari tanaman karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) dengan variasi konsentrasi basis carbopol 940 untuk mengetahui pengaruh variasi basis carbopol 940 pada sediaan nano spray gel ekstrak buah tanaman karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.), sehingga digunakanlah metode true-ekperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan penelitian one-group posttest only design. Sediaan nano spray gel diformulasikan menjadi 3 formula dengan variasi konsentrasi basis gel, kemudian diuji evaluasi fisiko-kimia. Berdasarkan hasil evaluasi, pengujian fisiko-kimia seperti organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar lekat, pola penyemprotan, dan waktu kering, ketiga formulasi dengan variasi konsetrasi basis gel carbopol 940 pada ekstrak buah karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) telah memenuhi syarat, formulasi yang paling baik adalah formulasi 1 dan terdapat pengaruh dari variasi basis gel carbopol 940 terhadap beberapa uji evaluasi fisiko-kimia.
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel dengan Ekstrak Daun Sirih Merah (piper crocatum Ruiz & Pav) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Carbopol 940: Optimization Formulation and Evalution of Nano Spray Gel with Red Betel Leaf Extract (piper crocatum Ruiz & Pav) as Antioxidant with Variation of Carbopol 940 Concentration Karlina, Delva Warti; Noval, Noval; Yuwindry, Iwan
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7754

Abstract

Obat Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) mengandung senyawa metabolit sekunder flavonoid digunakan sebagai antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas. Nano spray gel ketika digunakan dapat mempercepat system pengantaran obat, lebih mudah dicuci. Karbopol 940 sebagai basis karena bersifat bebas iritasi dan tidak terserap kedalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi nano spray gel dan pengaruh variasi basis Karbopol 940 pada sediaan nano spray gel. Penelitian yang dilakukan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun sirih merah diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 sebanyak 3 formulasi yaitu 0,05%, 0,075, dan 0,1%. Kemudian dilakukan evaluasi meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH,Viskositas, daya lekat,pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Hasil formulasi dan evaluasi sediaan nano spray gel didapatkan formulasi 3 paling baik uji organoleptis dan homogenitas semua formulasi baik.Uji pH,viskositas dan daya sebar formulasi 3 paling baik, uji pola penyemprotan dan daya sebar semua formulasi memenuhi persyaratan, uji waktu kering semua formulasi memenuhi standar, dan uji ukuran partikel memenuhi syarat. Variasi konsentrasi karbopol 940 berpengaruh terhadap evaluasi sediaan nano spray gel. Berdasarkan evaluasi nano spray gel formulasi yang paling baik adalah formulasi 3 dengan konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,1 %.
Uji Stabilitas dan Efektivitas Formulasi Serum Gel Ekstrak Bunga Melati (Jasmine sambac (L)) Sebagai Anti Jerawat: Stability and Effectiveness Test of Serum Gel Formulation of Jasmine Flower Extract (Jasmine sambac (L)) as an Anti Acne Malahayati, Siti; Kurniawati, Darini; Novianty, Nadya; Noval, Noval
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7822

Abstract

Acne vulgaris atau yang biasa disebut jerawat merupakan masalah kulit berupa infeksi dan peradangan pada unit pilosebasea. Salah satu alternatif terapi yang sudah terbukti efektif untuk mengatasi jerawat berdasarkan uji pra klinik adalah bunga melati putih. Ekstrak bunga melati putih (Jasminum sambac l.) mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acne. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil stabilitas dan efektivitas formulasi sediaan serum gel ekstrak bunga melati sebagai anti jerawat. Metode yang digunakan dengan cara membuat konsentrasi ekstrak bunga melati yang berbeda-beda yaitu 12%, 13,5% dan 15% kemudian ketiga formula ini akan dilakukan uji efektivitas formula menggunakan nutrient agar dengan bakteri jerawat yaitu Propionibacterium acne, kemudian dilakukan uji stabilitas menggunakan metode stabilitas dipercepat dimana uji stabilitas dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan dengan suhu 40±20C dan RH 75% ± 5% menggunakan Climatic Chamber selama selama 30 hari dimana tiap sebelum dan sesudah penyimpanan dilakukan evaluasi yang meliputi uji pH, uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya lekat, uji daya sebar, uji viskositas. Hasil yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan metode Paired T-Test Hasil penelitian dari uji aktivitas antijerawat diperoleh hasil ekstrak bunga melati termasuk kategori antibakteri yang kuat. Hasil evaluasi pada semua formulasi memenuhi persyaratan uji pH, daya lekat, dan viskositas. Pada uji daya sebar formula 2 dan 3 memenuhi persyaratan, tetapi pada formula 1 tidak memenuhi persyaratan. Berdasarkan hasil penelitian formula 3 merupakan formula yang paling optimal dengan konsentrasi 15%.
Evaluasi Fisik Formulasi Sediaan Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Taya (Nauclea subdita) Sebagai Antioksidan dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol dan Tween 80: Physical Evaluation of Taya (Nauclea Subdita) Leaf Extract Nanopartikel Cream Formulations as Antioxidant with Variations in Concentrations of Cetyl Alcohol and Tween 80 D. R, Setia Riadi; Noval, Noval; Rizali, Muhammad; Audina, Mia
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.8971

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penuaan dini. Radikal bebas dapat dicegah dengan antioksidan. Ekstrak daun taya (Nauclea subdita) memilki kandungan antioksidan yang kuat. Dalam memudahkan penggunaannya maka perlu dikembangkan sediaan farmasi. Krim merupakan sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel adalah suatu perkembangan dari nanoteknologi memiliki ukuran 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim diperlukan adanya emulgator dan agent pengental. Kombinasi setil alkohol dan tween 80 dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Tujuan penelitian mengetahui formulasi yang paling optimal dari sediaan krim nanopartikel serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan krim nanopartikel. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experiment design. Simplisia dibuat menjadi ekstrak kemudian dibuat sediaan krim nanopartikel dan dilanjutkan dengan evaluasi. Data dianalisis menggunakan one way anova. Ukuran partikel ekstrak daun taya sebesar 303,5 nm. Hasil evaluasi sediaan krim nanopartikel ekstrak daun taya dengan variasi setil akohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi krim. Dari hasil evaluasi didapatkan formula yang paling optimal untuk sediaan krim nanopartikel adalah formula III (setil alkohol 7 gram dan tween 80 4 gram). Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat.
Karakterisasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO): Characterization of Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Water Hyacinth Leaf Extract (Eichhornia Crassipes) with Variation of Virgin Coconut Oil (VCO) Concentrations Ramadhani, Rizki Adhie; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9034

Abstract

Salah satu jenis tanaman obat yang dapat digunakan untuk terapi adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes). Ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada uji fitokimia mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Bahan alam memiliki beberapa kelemahan seperti bioavabilitasnya yang rendah, salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat sediaan Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS adalah sediaan yang terdiri dari minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan dengan komposisi yang sesuai sehingga mampu menciptakan campuran isotropik yang stabil. Metode ini digunakan untuk menambah kelarutan, laju disolusi dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh. Metode peneltian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian yaitu post test only with control group design. Pembuatan SNEDDS ekstrak daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan variasi konsentrasi VCO. Karakterisasi SNEDDS meliputi penetapan ukuran droplet, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan. Dihasilkan pada uji ukuran droplet F1 ukuran droplet sebesar (746,6 nm), F2 (286,2 nm), dan F3 (2.336 nm). Uji zeta potensial F1 (-8,2 mV), F2 (-32,3 mV), dan F3 (-34,3 mV). Uji efisiensi penjerapan >99%. Variasi konsentrasi VCO memiliki pengaruh terhadap karakteristik SNEDDS yang dihasilkan.
E Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) : Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Amelia, Norrahmi; Malahayati, Siti; Melviani, Melviani; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.419

Abstract

Background: Facial skin care for acne treatment is better formulated in topical form, this is due to the duration of the active substances that interact with the skin. One dosage form is a peel-off mask with active substances brotowali stems which contain flavanoids, tannins, alkaloids as antibacterial causes acne. Objective: Analyzing the effect of variations in the concentration of brotowali stem extract (Tinospora crispa L.) on physicochemical evaluation and antibacterial activity of optimal anti-acne peel-off mask preparation formulations Methods: The research method used is True Experimental with a posttest only control group design research design. Make peel-off mask formulations with variations in extract concentrations of 20%, 30%, and 40%. The evaluation then includes organoleptis, homogeneity, dispersion, adhesion, dry time, pH, viscosity, and antibacterial activity tests, statistically analyzed using One Way ANOVA Results: Qualify in the organoleptis test is formula II (30%) and III (40%), the dispersion test is formula I (20%) and II (30%) with a p-value of 0.022, the adhesion test of all formulations with a p-value of 0.014, the dry time test of all formulations with a p-value of 0.000, the pH test is formula I (20%) with a p-value of 0.000, the viscosity test is formula II (30%) with a p-value of 0.000. The diameter of the formula's third inhibitory zone against propionibacterium acnes was 8.61mm ± 0.19 respectively; 14.31mm ± 3.88, and 15.54mm ± 4.80 with a p-value of 0.012 Conclusion: Variations on concentration of brotowali stem extract have an influence on physicochemical evaluation and antibacterial activity, the most optimal formulation is formulation II (30%)
F Formulasi Dan Evaluasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Variasi Konsentrasi AC-DI-SOL Sebagai Superdisintegran Kamalia, Hasna; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.483

Abstract

Background: One of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in patients with hypertension is patient non-adherence in taking antihypertensive drugs. As we get older, there is a decrease in the function of the tongue in achieving muscle pressure to make effective movements, which can cause difficulty swallowing drugs in solid dosage forms. This can be overcome with FDT preparations which can be disintegrated in the mouth without having to use water. Objectives: To compare the evaluation results of fast disengtengrating papaya leaf tablet formulation (Carica papaya L.) and to determine the effect of Ac-Di-sol concentration from fast desingtengriting tablet (Carica papaya L.) preparation Method: The method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design by comparing the results of the intervention with a control group from the formulation evaluation. Results: The tablet hardness test (hardness tester) obtained a significance result of 0.17 <0.05, which means that there is a difference in tablet hardness in all formulas. In the friability tester, the significance results were obtained for formula I, namely in formula III with a significance value (sig) of 0.000 <0.05, which means that the fragility data did not spread normally in all formulas. At the time of disintegration, a significant result of 0.027 < 0.05 was obtained, which means that there was a difference in the disintegration time of the tablets in each formulation. In the disintegration time test, a significance result of 0.139 <0.05 was obtained, which means that there is a difference in each disintegration result in all formulas. In the wetting time test, the significance result was 1.7 < 0.05, namely the wetting test aimed to determine the time required for the tablet to be wetted by water. So it can be said that there are significant differences in each formulation. Conclusion: Based on the results of the organoleptic test, all of the tablet formulations produced had a brown color, with a bitter taste, smelled of mint and papaya extract and were round in shape. The combination of the concentration ratio of Ac-Di-Sol and Mannitol has the effect of evaluating friability, hardness, disintegration time and wetting time on Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.) Formulation III with 5 mg Ac-Di-Sol is the most effective formulation. optimal for Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.).  
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 Nisrina, Salwa; Noval, Noval; Audina, Mia; Budi, Setia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18345

Abstract

Sediaan Spray gel memungkinkan zat aktif untuk dihantarkan ke luka tanpa adanya kontak langsung dengan tangan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.  Nanopartikel merupakan partikel berukuran 10-1000 nm yang dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Dalam pembuatan nano spray gel perlu adanya gelling agent. Nano spray gel dibuat dengan menggunakan esktrak daun bandotan sebagai zat aktif dan dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi formulasi nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap hasil evaluasi sediaan nano spray gel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia. Hasil ukuran partikel nanoemulsi ekstrak daun bandotan didapatkan sebesar 135,13 nm. Hasil evaluasi sediaan nano spray gel formulasi I dan II memenuhi semua persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Namun, formulasi III tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan pola penyemprotan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan formulasi yang paling baik adalah formulasi II (karbopol 0,2%). Variasi konsentrasi karbopol 940 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisikokimia sediaan nano spray gel ekstrak daun bandotan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol Dan Tween 80 Habibah, Nor; Noval, Noval; Melviani, Melviani; Audina, Mia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18358

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang disebabkan bakteri penyebab jerawat, seperti P.acne. Daun gelinggang (Cassia alata L) memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi krim, yaitu sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel memiliki ukuran partikel yaitu 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim memerlukan emulgator dan agen pengental yaitu setil alkohol dan tween 80 yang dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi yang paling optimal serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experimental dengan rancangan penelitian onegroup posttest-only design. Hasil yang didapatkan yaitu ukuran partikel ekstrak daun gelinggang 312,43 nm. Hasil evaluasi sediaan acne krim nanopartikel ekstrak daun gelinggang dengan variasi setil alkohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan krim. Berdasarkan penelitian, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi III. Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Uji Stabilitas Sediaan Gel Deodoran Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) Dan Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis L.) Ramadhan, Puteri Wulan; Budi, Setia; Audina, Mia; Noval, Noval
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18455

Abstract

kulit, yang dapat mengganggu kenyamanan diri sendiri serta orang di sekitar. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kandungan antibakteri yang efektif terhadap bakteri penyebab bau badan S.epidermidis dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki kandungan astringen yang dapat menghambat munculnya keringat. Kedua bahan ini dapat diformulasikan menjadi sediaan gel deodoran dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 yang kemudian dievaluasi dan diuji stabilitas dipercepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Carbopol 940 dan menganalisis formulasi yang paling stabil pada sediaan gel deodoran kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia dan uji stabilitas dipercepat. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formulasi sediaan memenuhi persyaratan seluruh evaluasi fisikokimia. Sediaan mengalami perubahan warna, penurunan daya sebar dan bobot sediaan, terjadi peningkatan pH, viskositas, dan daya lekat setelah pengujian stabilitas dipercepat. Berdasarkan analisis statistik, variasi konsentrasi Carbopol 940 berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat sediaan sebelum dan sesudah sediaan diuji stabilitas. Terdapat pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 terhadap hasil evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat sediaan deodoran gel kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dan formula yang paling stabil adalah formula 1.
Co-Authors Abdurrahman Mansyur Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Faisal Ahmed, Ishfaq Aisya, Sitti Ali Rakhman Hakim Amelia, Norrahmi Ananda, Nisrina Deanita Ardisya, Pinky Alifanda Armilawati, Karien Fitria Aryzki, Safti Aryzki, Saftia Asmoro, Windu Aulia Rahmah Auliyani, Nurul Bachmid, Sofyan Budi, Seria D, Putri Vidiasari D. R, Setia Riadi Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Dewi Susanti Atmaja Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya Dora, Nuriza Dwi Salmarini, Desilestia Ermawati Ermawati Fauzah Fauzah, Fauzah Febriani, Noor Rahmi Fitriah, Sita Gunawan Pamudji Widodo Habibah, Nor Hadi, Samsul Samsul Harliantika, Yenny Hermawan, Gt Yudha Indah Purnamasari Indriani, Erika Irawan, Angga Iwan Yuwindry Jayanti, Tri Dewi Juliansyah, Mhd Kamalia, Hasna Karlina, Delva Warti Kasmayuda, Muhammad Khadijah, Nor Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Aisya Fitri Kristiana, Isha Desty Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Limah, Siti Sali Lisda Handayani, Lisda Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Maleh, Arie Mariani, Frani Marsellino, Doni Irawan Prancisco Mayna, Mayna Meldawati Meldawati Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Montella, Clara Mubarak, Jaki Mustaqimah Mustaqimah Mutaharah, Siti Nabila, Regina Syifa Narpilla, Suci Dahlya Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Nisrina, Salwa Norliani, Rahma Noval Novianty, Nadya Nur Hidayah Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurislamiyah, Nurislamiyah Nursyamsu Nursyamsu Nursyamsu, Nursyamsu Nurwanita Nurwanita Octaviani, Olivia Oktavia, Regina Panglipur, Putri Astuning Perkasa, Ripho Delzy Pramadiyani, Naurinnissa Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Putri, Nabila Chanisya Qibtiyah, Mariatul R.A. Oetari, R.A. Rabiatul Adawiyah Rahmadani Rahmadani Rahmawati, Nanda Hesti Ramadhan, Puteri Wulan Ramadhani, Rizki Adhie Ramadina, Najwa Rizali, Muhammad Rohama, Rohama Rosyifa, Rosyifa Rusanti, Ega Sadlia, Fitri Safitri, Bella Salsabila, Nabila Sarah, Devi Setia Budi Sien, Lim Lie Siti Aisyiyah, Siti Siti Sarah, Siti Sofyan, Syaakir Sofyan, Syathir Trianjani, Yesa Septia Tuti Alawiyah Ulfah, Nahdiati Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Wilujeng, Wilujeng Winda, Nadia Oktavia Wulan Ramadhan, Puteri Yasir Yasir Yesika, Yesika Yulianti, Silvia Yuniarti, Ainun Yuwindry, Iwan Zidane, Ramandha Zulfadhila, Muhammad