Claim Missing Document
Check
Articles

Karakterisasi Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Daun Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes) dengan Variasi Konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO): Characterization of Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Water Hyacinth Leaf Extract (Eichhornia Crassipes) with Variation of Virgin Coconut Oil (VCO) Concentrations Ramadhani, Rizki Adhie; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9034

Abstract

Salah satu jenis tanaman obat yang dapat digunakan untuk terapi adalah eceng gondok (Eichhornia crassipes). Ekstrak daun eceng gondok (Eichhornia crassipes) pada uji fitokimia mempunyai aktivitas sebagai antidiabetes. Bahan alam memiliki beberapa kelemahan seperti bioavabilitasnya yang rendah, salah satu cara mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat sediaan Self Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). SNEDDS adalah sediaan yang terdiri dari minyak, surfaktan, dan ko-surfaktan dengan komposisi yang sesuai sehingga mampu menciptakan campuran isotropik yang stabil. Metode ini digunakan untuk menambah kelarutan, laju disolusi dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh. Metode peneltian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian yaitu post test only with control group design. Pembuatan SNEDDS ekstrak daun Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan variasi konsentrasi VCO. Karakterisasi SNEDDS meliputi penetapan ukuran droplet, zeta potensial, dan efisiensi penjerapan. Dihasilkan pada uji ukuran droplet F1 ukuran droplet sebesar (746,6 nm), F2 (286,2 nm), dan F3 (2.336 nm). Uji zeta potensial F1 (-8,2 mV), F2 (-32,3 mV), dan F3 (-34,3 mV). Uji efisiensi penjerapan >99%. Variasi konsentrasi VCO memiliki pengaruh terhadap karakteristik SNEDDS yang dihasilkan.
E Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) : Evaluasi dan Uji Aktivitas Formulasi Sediaan Peel-Off Mask Anti Jerawat Ekstrak Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Amelia, Norrahmi; Malahayati, Siti; Melviani, Melviani; Noval, Noval
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.419

Abstract

Background: Facial skin care for acne treatment is better formulated in topical form, this is due to the duration of the active substances that interact with the skin. One dosage form is a peel-off mask with active substances brotowali stems which contain flavanoids, tannins, alkaloids as antibacterial causes acne. Objective: Analyzing the effect of variations in the concentration of brotowali stem extract (Tinospora crispa L.) on physicochemical evaluation and antibacterial activity of optimal anti-acne peel-off mask preparation formulations Methods: The research method used is True Experimental with a posttest only control group design research design. Make peel-off mask formulations with variations in extract concentrations of 20%, 30%, and 40%. The evaluation then includes organoleptis, homogeneity, dispersion, adhesion, dry time, pH, viscosity, and antibacterial activity tests, statistically analyzed using One Way ANOVA Results: Qualify in the organoleptis test is formula II (30%) and III (40%), the dispersion test is formula I (20%) and II (30%) with a p-value of 0.022, the adhesion test of all formulations with a p-value of 0.014, the dry time test of all formulations with a p-value of 0.000, the pH test is formula I (20%) with a p-value of 0.000, the viscosity test is formula II (30%) with a p-value of 0.000. The diameter of the formula's third inhibitory zone against propionibacterium acnes was 8.61mm ± 0.19 respectively; 14.31mm ± 3.88, and 15.54mm ± 4.80 with a p-value of 0.012 Conclusion: Variations on concentration of brotowali stem extract have an influence on physicochemical evaluation and antibacterial activity, the most optimal formulation is formulation II (30%)
F Formulasi Dan Evaluasi Fast Disintegrating Tablet (FDT) Dari Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Dengan Variasi Konsentrasi AC-DI-SOL Sebagai Superdisintegran Kamalia, Hasna; Noval, Noval; Darsono, Putri Vidiasari
Jurnal Pelayanan Kefarmasian dan Sains Vol 4 No 1 (2023): Journal of Pharmaceutical Care and Sciences (JPCS)
Publisher : LPPM Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/jpcs.v4i1.483

Abstract

Background: One of the risk factors that can cause an increase in the incidence of morbidity and mortality in patients with hypertension is patient non-adherence in taking antihypertensive drugs. As we get older, there is a decrease in the function of the tongue in achieving muscle pressure to make effective movements, which can cause difficulty swallowing drugs in solid dosage forms. This can be overcome with FDT preparations which can be disintegrated in the mouth without having to use water. Objectives: To compare the evaluation results of fast disengtengrating papaya leaf tablet formulation (Carica papaya L.) and to determine the effect of Ac-Di-sol concentration from fast desingtengriting tablet (Carica papaya L.) preparation Method: The method used is a quasi-experimental design with a non-equivalent control group design by comparing the results of the intervention with a control group from the formulation evaluation. Results: The tablet hardness test (hardness tester) obtained a significance result of 0.17 <0.05, which means that there is a difference in tablet hardness in all formulas. In the friability tester, the significance results were obtained for formula I, namely in formula III with a significance value (sig) of 0.000 <0.05, which means that the fragility data did not spread normally in all formulas. At the time of disintegration, a significant result of 0.027 < 0.05 was obtained, which means that there was a difference in the disintegration time of the tablets in each formulation. In the disintegration time test, a significance result of 0.139 <0.05 was obtained, which means that there is a difference in each disintegration result in all formulas. In the wetting time test, the significance result was 1.7 < 0.05, namely the wetting test aimed to determine the time required for the tablet to be wetted by water. So it can be said that there are significant differences in each formulation. Conclusion: Based on the results of the organoleptic test, all of the tablet formulations produced had a brown color, with a bitter taste, smelled of mint and papaya extract and were round in shape. The combination of the concentration ratio of Ac-Di-Sol and Mannitol has the effect of evaluating friability, hardness, disintegration time and wetting time on Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.) Formulation III with 5 mg Ac-Di-Sol is the most effective formulation. optimal for Fast Disintegrating Tablets Papaya leaf extract (Carica papaya L.).  
Formulasi dan Evaluasi Nano Spray Gel Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L.) Dengan Variasi Konsentrasi Karbopol 940 Nisrina, Salwa; Noval, Noval; Audina, Mia; Budi, Setia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18345

Abstract

Sediaan Spray gel memungkinkan zat aktif untuk dihantarkan ke luka tanpa adanya kontak langsung dengan tangan yang dapat mengurangi risiko kontaminasi.  Nanopartikel merupakan partikel berukuran 10-1000 nm yang dapat meningkatkan bioavailabilitas yang rendah. Dalam pembuatan nano spray gel perlu adanya gelling agent. Nano spray gel dibuat dengan menggunakan esktrak daun bandotan sebagai zat aktif dan dibuat dengan variasi konsentrasi karbopol 940. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hasil evaluasi formulasi nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan menganalisis pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap hasil evaluasi sediaan nano spray gel. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasy Eksperimental. Ekstrak daun bandotan diformulasikan menjadi sediaan nano spray gel dengan variasi konsentrasi karbopol 940 dan kemudian dilakukan evaluasi fisikokimia. Hasil ukuran partikel nanoemulsi ekstrak daun bandotan didapatkan sebesar 135,13 nm. Hasil evaluasi sediaan nano spray gel formulasi I dan II memenuhi semua persyaratan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji daya sebar, uji pola penyemprotan, dan uji waktu kering. Namun, formulasi III tidak memenuhi persyaratan uji daya sebar dan pola penyemprotan. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan formulasi yang paling baik adalah formulasi II (karbopol 0,2%). Variasi konsentrasi karbopol 940 memiliki pengaruh terhadap evaluasi fisikokimia sediaan nano spray gel ekstrak daun bandotan.
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Acne Krim Nanopartikel Ekstrak Daun Gelinggang (Cassia alata L) Dengan Variasi Konsentrasi Setil Alkohol Dan Tween 80 Habibah, Nor; Noval, Noval; Melviani, Melviani; Audina, Mia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18358

Abstract

Acne vulgaris merupakan salah satu masalah kulit yang disebabkan bakteri penyebab jerawat, seperti P.acne. Daun gelinggang (Cassia alata L) memiliki potensi sebagai antibakteri yang dapat diformulasikan menjadi krim, yaitu sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang terlarut dalam bahan dasar yang sesuai. Nanopartikel memiliki ukuran partikel yaitu 10-1000 nm. Pembuatan sediaan krim memerlukan emulgator dan agen pengental yaitu setil alkohol dan tween 80 yang dapat meningkatkan stabilitas fisik sediaan krim. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi yang paling optimal serta mengetahui adanya pengaruh variasi setil alkohol dan tween 80 terhadap evaluasi fisik sediaan. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan desain quasy experimental dengan rancangan penelitian onegroup posttest-only design. Hasil yang didapatkan yaitu ukuran partikel ekstrak daun gelinggang 312,43 nm. Hasil evaluasi sediaan acne krim nanopartikel ekstrak daun gelinggang dengan variasi setil alkohol dan tween 80 memenuhi syarat uji evaluasi fisik sediaan krim. Berdasarkan penelitian, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi III. Variasi setil alkohol dan tween 80 memiliki pengaruh terhadap uji organoleptis, viskositas, daya sebar dan daya lekat.
Uji Stabilitas Sediaan Gel Deodoran Minyak Atsiri Kemangi (Ocimum basilicum) Dan Ekstrak Daun Teh (Camellia sinensis L.) Ramadhan, Puteri Wulan; Budi, Setia; Audina, Mia; Noval, Noval
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i1.18455

Abstract

kulit, yang dapat mengganggu kenyamanan diri sendiri serta orang di sekitar. Minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) memiliki kandungan antibakteri yang efektif terhadap bakteri penyebab bau badan S.epidermidis dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) memiliki kandungan astringen yang dapat menghambat munculnya keringat. Kedua bahan ini dapat diformulasikan menjadi sediaan gel deodoran dengan variasi konsentrasi Carbopol 940 yang kemudian dievaluasi dan diuji stabilitas dipercepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi basis Carbopol 940 dan menganalisis formulasi yang paling stabil pada sediaan gel deodoran kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) berdasarkan hasil evaluasi fisikokimia dan uji stabilitas dipercepat. Penelitian ini menggunakan metode quasy experimental dengan desain pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan ketiga formulasi sediaan memenuhi persyaratan seluruh evaluasi fisikokimia. Sediaan mengalami perubahan warna, penurunan daya sebar dan bobot sediaan, terjadi peningkatan pH, viskositas, dan daya lekat setelah pengujian stabilitas dipercepat. Berdasarkan analisis statistik, variasi konsentrasi Carbopol 940 berpengaruh terhadap pH, daya sebar, dan daya lekat sediaan sebelum dan sesudah sediaan diuji stabilitas. Terdapat pengaruh variasi konsentrasi Carbopol 940 terhadap hasil evaluasi pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat sediaan deodoran gel kombinasi minyak atsiri daun kemangi (Ocimum basilicum) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis L.) dan formula yang paling stabil adalah formula 1.
Edukasi Pengolahan Rebusan Daun Salam Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Sungai Baru Kota Banjarmasin [Edukasi Pengolahan Rebusan Daun Salam Untuk Penyakit Hipertensi Pada Masyarakat di Desa Sungai Baru Kota Banjarmasin] Aryzki, Saftia; Noval, Noval; Mubarak, Jaki; Sadlia, Fitri; Sien, Lim Lie; Pramadiyani, Naurinnissa; Nabila, Regina Syifa; Limah, Siti Sali
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261325

Abstract

Abstract. Hypertension is a very important condition in all areas that can cause heart disease and stroke. Hypertension is a very important problem because we often do not realize it. Bay leaves contain tannins to relax the muscles in the arteries that can contain flavonoids have effects namely vasodilation, antiplatelet and anticoagulant due to oxidation that can reduce systole and diastole and improve body organs. The method used in this community service is a case study method by conducting a survey first to the Sungai Baru community environment to determine disease patterns in Sungai Baru using a questionnaire. The target for this community service activity is mothers aged 25-65 years. Abstrak. Hipertensi merupakan kondisi yang sangat penting di semua wilayah karena dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke. Hipertensi menjadi masalah yang sangat penting karena seringkali kita tidak menyadarinya. Daun salam mengandung tanin yang dapat merelaksasi otot pada arteri dan juga mengandung flavonoid yang memiliki efek vasodilatasi, antiplatelet, dan antikoagulan akibat oksidasi yang dapat menurunkan tekanan sistolik dan diastolik serta memperbaiki organ tubuh. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah metode studi kasus dengan melakukan survei terlebih dahulu ke lingkungan masyarakat Sungai Baru untuk mengetahui pola penyakit di Sungai Baru menggunakan kuesioner. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu berusia 25-65 tahun.
Formulasi dan Evaluasi Bath Bomb Essential Oil Chamomile dan Susu Kambing Qibtiyah, Mariatul; Budi, Setia; Atmaja, Dewi Susanti; Noval, Noval
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3379

Abstract

Kulit rentan mengalami kerusakan akibat paparan polusi, sinar UV, dan stres oksidatif yang menyebabkan kekeringan serta penuaan dini. Penggunaan bahan kimia dalam produk perawatan kulit berpotensi menimbulkan iritasi, sehingga diperlukan alternatif alami yang aman. Chamomile (Matricaria chamomilla L.) memiliki efek antiinflamasi dan aromaterapi, sedangkan susu kambing (Capra aegagrus hircus) kaya akan vitamin dan asam lemak yang berfungsi melembapkan kulit. Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal Bath Bomb Chamomile dan Susu Kambing berdasarkan variasi rasio asam sitrat dan sodium bicarbonate melalui evaluasi fisik. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental dengan tiga rumus, yaitu F1 (1:3), F2 (3:1), dan F3 (1:1). Evaluasi meliputi uji organoleptis, pH, waktu larut, tinggi busa, dan iritasi pada lima responden, analisis dengan Kruskal-Wallis. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi kriteria fisik dengan pH 4–7 dan waktu larut <5 menit tanpa menimbulkan iritasi. Formula 3 memberikan hasil paling optimal dengan keseimbangan pH, waktu larut, dan busa tinggi terbaik. Kesimpulannya menunjukkan bath bomb berbahan kamomil dan susu kambing dapat diformulasi dengan kualitas fisik yang memenuhi standar dan aman digunakan.
Formulation and Activity Test of Clay Mask Stick Preparation with Wheatgrass Extract (Triticum aestivum L.) as an Antioxidant Maharani, Tri Anita; Budi, Setia; Mustaqimah, Mustaqimah; Noval, Noval
PROMOTOR Vol. 8 No. 6 (2025): DESEMBER
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i6.1503

Abstract

Beauty is something that every woman desires. However, many women have problems with their facial skin. One of the causes of skin problems is free radicals. By utilizing plants as the basic ingredients of cosmetic care, namely wheatgrass which is formulated in the form of a clay mask stick preparation that can be effective as an antioxidant. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of wheatgrass extract on the physical evaluation of the preparation and to determine the antioxidant activity of the wheatgrass extract clay mask stick preparation. This study is a study with a true experimental posttest-only control design. Formulating wheatgrass extract with different extract concentrations, namely 6%, 8% and 10%, into a clay mask stick preparation. The evaluations carried out were organoleptic tests, homogeneity, pH, spreadability, drying time, irritation and antioxidant activity tests. The results of the study obtained 3 formulations that had good homogeneity, with a safe pH range, spreadability and drying time met the requirements and the preparation did not irritate the skin. Antioxidant activity testing obtained the results of clay mask sticks having antioxidant activity. Formulation 1 has an IC50 value of 29.69 µg/mL, formulation 2 has an IC50 value of 15.28 µg/mL and formulation 3 has an IC50 value of 6.02 µg/mL.
Hubungan nilai kadar feritin dan lama sakit dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia Trianjani, Yesa Septia; Fetriyah, Umi Hanik; Palimbo, Adriana; Noval, Noval
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/2n75ng49

Abstract

Latar Belakang: Thalasemia dengan transfusi berulang dapat menurunkan kualitas hidup anak akibat penumpukan zat besi. Kadar feritin dan lama sakit diduga berhubungan dengan kualitas hidup.Metode: Penelitian cross-sectional pada 48 anak thalasemia. Kualitas hidup diukur dengan PedsQL 4.0, data feritin dan lama sakit dari rekam medis, dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Tidak ada hubungan antara kadar feritin dengan kualitas hidup anak penyandang thalasemia (p = 0,836; r = 0,031). Tidak terdapat hubungan antara lama sakit dengan kualitas hidup anak (p = 0,513).Kesimpulan: Kadar feritin dan lama sakit tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup anak penyandang Thalasemia. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas hidup anak dipengaruhi oleh faktor lain di luar dua variabel tersebut.
Co-Authors A. Syatir Sofyan Abdurrahman Mansyur Adriana Palimbo, Adriana Ahmad Faisal Aisya, Sitti Ali Rakhman Hakim Amelia, Norrahmi Ananda, Nisrina Deanita Aprima Tirsa, Aprima Ardisya, Pinky Alifanda Armilawati, Karien Fitria Aryzki, Safti Aryzki, Saftia Asmoro, Windu Aulia Rahmah Auliyani, Nurul Bachmid, Sofyan Budi, Seria D, Putri Vidiasari D. R, Setia Riadi Damayanti, Linda Meydigret Dede Mahdiyah, Dede Dewi Susanti Atmaja Dharmawan, Muhammad Rifqi Dilla, Khaliza Natasya Dora, Nuriza Dwi Salmarini, Desilestia Fauzah Fauzah, Fauzah Febriani, Noor Rahmi Fitriah, Sita Fitriani, Widia Rahayu Gunawan Pamudji Widodo Habibah, Nor Harliantika, Yenny Hermawan, Gt Yudha Indah Purnamasari Indriani, Erika Irawan, Angga Iwan Yuwindry Jayanti, Tri Dewi Juliansyah, Mhd Kamalia, Hasna Karlina, Delva Warti Kasmayuda, Muhammad Khadijah, Nor Khairunnisa Khairunnisa Khairunnisa, Aisya Fitri Komaliya, Risyda Kristiana, Isha Desty Kurniawati, Darini Laili, Rofiatul Limah, Siti Sali Lisda Handayani, Lisda Maharani, Tri Anita Malahayati, Siti Maleh, Arie Mariani, Frani Marsellino, Doni Irawan Prancisco Mayna, Mayna Meldawati Meldawati Melviani, Melviani Mia Audina, Mia Montella, Clara Mubarak, Jaki Mustaqimah Mustaqimah Mutaharah, Siti Nabila, Regina Syifa Narpilla, Suci Dahlya Nasiroh, Nasiroh Nastiti, Kunti Nisrina, Salwa Norliani, Rahma Noval Novianty, Nadya Nur Hidayah Nurfitriani Nurfitriani, Nurfitriani Nurislamiyah, Nurislamiyah Nursyamsu, Nursyamsu Nurwanita Nurwanita Octaviani, Olivia Oktavia, Regina Panglipur, Putri Astuning Perkasa, Ripho Delzy Pramadiyani, Naurinnissa Putri Vidiasari Darsono, Putri Vidiasari Putri, Mela Julia Putri, Nabila Chanisya Qibtiyah, Mariatul R.A. Oetari, R.A. Rabiatul Adawiyah Rahmadani Rahmadani Rahmawati, Nanda Hesti Ramadhan, Puteri Wulan Ramadhani, Rizki Adhie Ramadina, Najwa Rizali, Muhammad Rohama, Rohama Rosyifa, Rosyifa Rufi'i Sadlia, Fitri Safitri, Bella Salsabila, Nabila Samsul Hadi Sarah, Devi Setia Budi Sien, Lim Lie Siti Aisyiyah, Siti Siti Sarah, Siti Sofyan, Syaakir Trianjani, Yesa Septia Tuti Alawiyah Ulfah, Nahdiati Umi hanik Fetriyah, Umi hanik Wilujeng, Wilujeng Winda, Nadia Oktavia Wulan Ramadhan, Puteri Yasir Yasir Yesika, Yesika Yulianti, Silvia Yuniarti, Ainun Yuwindry, Iwan Zidane, Ramandha Zulfadhila, Muhammad