Articles
Analisis Kesalahan Siswa Berbasis Newman’s Error Analysis (NEA) dalam Memecahkan Permasalahan Soal Cerita Trigonometri
Juniyarti, Rena;
Hartoyo, Agung;
Nursangaji, Asep
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 3 (2024): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Mathematics Education Study Program
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cendekia.v8i3.3254
Penelitian berikut memiliki tujuan untuk menggambarkan kesalahan dan faktor penyebab kesalahan siswa saat memecahkan soal cerita trigonometri menggunakan pendekatan Newman’s Error Analysis (NEA) dengan metode deskriptif kualitatif. Lima siswa dari kelas XI Sekolah Menengah Atas tahun ajar 2023/2024 menjadi subjek penelitian ini. Soal cerita berupa tes diagnostik telah diberikan kepada siswa, dan setelah itu jawaban mereka dianalisis menggunakan NEA. Pengumpulan data berupa tes tertulis yang telah melewati tahap validasi dan wawancara berdasarkan kesalahan siswa saat memecahkan soal cerita trigonometri. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Mengacu pada hasil riset, ditemui bahwa para siswa melakukan beberapa jenis kesalahan, antara lain kesalahan membaca, memahami soal, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban. Kesalahan membaca yaitu kurangnya pemahaman terhadap kata kunci dan simbol yang terdapat pada soal, kesalahan memahami ialah karena siswa terburu-buru dalam menyelesaikan soal cerita trigonometri tanpa memahami pernyataan dengan baik, kesalahan transformasi yaitu kesulitan mengubah informasi dari soal cerita menjadi bentuk matematika, kesalahan keterampilan proses yaitu lemah dalam menerapkan konsep trigonometri yang tepat, dan kesalahan menuliskan jawaban akhir ialah karena terburu-buru dalam menyimpulkan jawaban serta beberapa faktor yang menjadi penyebab kesalahan. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran materi trigonometri perlu diberikan perhatian khusus pada soal-soal yang berkaitan dengan konsep dasar trigonometri dan situasi sehari-hari.
Kemampuan Koneksi dan Representasi Matematis Serta Cara Pembelajaran Matematika Di SMA
Rustam;
Dona Fitriawan Sunarti;
Zubaidah;
Asep Nursangaji
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 7 No 2 (2021): JUMLAHKU Vol. 7 No.2 Tahun 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v7i2.1414
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kemampuan koneksi dan representasi matematis siswa SMA pilihan pertama di pantai utara. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk deskriptif, yaitu dengan tahapan survey secara tak langsung (angket dan wawancara) terhadap siswa SMA tentang daya matematis dan cara guru mengajar dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran yang dilakukan guru dikaji dari pendekatan, metode, model, media pembelajaran dalam matematika. Di samping itu juga memperhatikan cara guru mengatasi permasalahan dalam pembelajaran matematika. Pelaksanaan penelitian dalam perolehan data melibatkan mahasiswa pendidikan matematika strata satu maupun dua. Beberapa mahasiswa yang terlibat diberikan pembekalan terlebih dahulu tentang cara memperoleh data serta aspek yang dijadikan kajian. Beberapa alat pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) angket siswa tentang proses pembelajaran matematika di kelas; (2) angket guru tentang proses pembelajaran matematika di kelas; dan (3) soal matematika dalam kajian daya matematis. Sedangkan yang dijadikan subyek penelitian adalah siswa kelas 10 IPA perwakilan dari SMA Swasta dan Negeri, masing-masing satu kelas. Pengambilan sekolah dilakukan pada tiga kabupaten pantai utara, yakni Sambas. Jadi banyak sekolah yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah enam sekolah. Sedangkan kelasnya sebanyak enam kelas. Data yang diperoleh berupa jawaban siswa dari hasil tes tentang daya matematis, hasil wawancara siswa dan hasil wawancara guru dianalisis dan dideskrpsikan. Sehingga memperoleh jawaban dari pertanyakan dalam penelitian.
PEMAHAMAN KONSEP BANGUN DATAR SEGIEMPAT DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING
Silmi Ulani;
Agung Hartoyo;
Dona Fitriawan;
Edy Yusmin;
Asep Nursangaji
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 2 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v9i2.3392
Pemahaman konsep merupakan syarat yang wajib diraih oleh siswa. Sebuah model yang dianggap dapat memudahkan siswa dalam memahami konsep suatu materi adalah model discovery learning. Discovery learning adalah sebuah model yang digunakan guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan tujuan agar siswa dapat memahami materi melalui proses menemukan, menyelidiki serta menyimpulkan sendiri dari sebuah permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika. Bentuk penelitian ini adalah pre-experimental designs jenis rancangan one-group pretest-posttest. Alat pengumpulan data berupa: lembar pre-test dan post-test, lembar observasi, lembar angket, serta intrumen pendukung berupa: RPP dan LKPD. Metode analisis data berupa: analisis deskriptif dan inferensial. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil pencapaian seluruh siswa pada pemahaman konsep bangun datar segiempat yaitu: indikator “menyatakan ulang sebuah konsep” dari data pre-test tergolong kategori kurang dan dari data post-test tergolong kategori baik. Indikator “mengklasifikasikan objek menurut sifat – sifat tertentu” dari data pre-test tergolong kategori sangat baik dan dari data post-test tergolong kategori sangat baik, Indikator “mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah” dari data pre-test tergolong kategori kurang sekali dan dari data post-test tergolong kategori kurang, terdapat peningkatan antara sebelum dan setelah menggunakan model discovery learning, dan terjadi peningkatan dengan nilai n-gain 0,53 kategori sedang.
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN LITERASI NUMERASI SISWA
Hardiwan;
Asep Nursangaji;
Munaldus;
Halini;
Dona Fitriawan
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3708
Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa yang dikarenakan belum terbiasanya siswa menyelesaikan soal-soal literasi numerasi dan soal-soal literasi numerasi masih belum banyak tersedia sehingga guru kesulitan untuk memberikan soal literasi numerasi kepada siswa. Oleh sebab itu, perlu untuk dikembangkan soal matematika yang mampu mengukur kemampuan literasi numerasi siswa. Metode yang diterapkan pada penelitian ini yaitu Research and Development dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) tanpa menjalankan tahap keempat dan kelima. Proses pengembangan dimulai dari tahap analisis, yang meliputi analisis kurikulum, kebutuhan, serta materi dan soal. Setelah itu, pada tahap desain dirancang prototipe produk, kemudian pada tahap pengembangan produk tersebut dikonsultasikan kepada tiga orang ahli sebagai validator. Selanjutnya dilaksanakan uji coba produk kepada siswa untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh soal mempunyai koefisien validitas lebih besar dari 0,6 yang berarti kategori seluruh soal yang dikembangkan tergolong valid. Soal-soal yang dikembangkan juga sangat reliabel karena mempunyai koefisien reliabilitas sebesar 0,853. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penelitian pengembangan ini menghasilkan lima butir soal berbasis AKM untuk mengukur kemampuan literasi numerasi siswa materi statistika yang valid dan reliabel.
THE RELATIONSHIP OF SELF-CONFIDENCE WITH THE MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING ABILITY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS
Verminus, Verminus;
Rifat, Mohamad;
Nursangaji, Asep
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29100/jp2m.v11i1.6986
The purpose of this study is to describe the relationship between self-confidence and mathematical problem-solving ability in finding solutions to linear equations among junior high school students. This study utilizes a qualitative approach with a correlational design. The subjects of this study are the 32 students of class VIII D at SMP Negeri 12 Pontianak. The instruments are used including a self-confidence questionnaire and a test on the ability to solve problems related to linear equations. Data analysis employs the Pearson Product Moment correlation. The data shows that the students of class VIII D have a good level of self-confidence in learning mathematics. The majority of these students also possess good mathematical problem-solving abilities. Based on the calculation of the Pearson Product Moment correlation, the obtained correlation coefficient (r-value) between self-confidence and mathematical problem-solving ability for the students of class VIII D at SMP Negeri 12 Pontianak is 0.366, indicating a low correlation. However, there is a positive and statistically significant relationship between self-confidence and mathematical problem-solving ability, implying that an increase in self-confidence tends to correspond with an improvement in students' problem-solving skills.
THE EFFECT OF PROJECT-BASED LEARNING MODELS ON STUDENT MOTIVATION AND LEARNING OUTCOMES
Capah, Doris Yunidar;
Mirza, Ade;
Asep Nursangaji;
Edy Yusmin;
Revi Lestari Pasaribu;
Agung Hartoyo
Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia Vol 13 No 1 (2025): JURNAL ILMU PENDIDIKAN INDONESIA
Publisher : Master of Science Education Program, Postgraduate Program of Cenderawasih University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31957/jipi.v13i1.4503
Abstract: This study was conducted at SMP Negeri 2 Pontianak to test the effect of project-basedlearning (PjBL) on students' motivation levels and learning outcomes, and to understand the extent towhich perceptions of mathematics learning are related to motivation and learning outcomes. The methodused was an experiment with a posttest-only control design. The analysis showed that applying the PjBLmodel significantly affected learning motivation (sig value = 0.045) and learning outcomes (sig value =0.000). In addition, there was a significant positive relationship between students' perceptions ofmathematics learning and their motivation to learn (sig value = 0.000), although the relationship was notfound with learning outcomes (sig value = 0.933). Overall, the interaction between students' perceptionsand motivation on learning outcomes did not show a significant effect (sig value = 0.358). Therefore, itcan be concluded that the use of the project-based learning model is effective in improving student’smotivation and learning outcomes.Keywords: Project-based learning, motivation, learning outcomes
Corrective Feedback, Self-Esteem and Mathematics Learning Outcomes
R, Zubaidah;
Fitriawan, Dona;
Yusmin, Edy;
Nursangaji, Asep;
Mirza, Ade
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12 No 1 (2021): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/ajpm.v12i1.8659
One of the strategies to respond the formative assessment results is corrective feedback. Through corrective feedback, it can be verified and elaborated the part of each items where an error occurs which must be reviewed and corrected by students based on the signs given. The purpose of this research is to review the effect of corrective feedback on formative evaluation and mathematics self-esteem on student’s mathematics learning outcome on junior high school by controlling the prior mathematics knowledge of students. The samples were 120 seventh grade students in junior high school on first semester chosen by using random sampling. The method in this research is quasi experiment by using the design of treatment by level 2 × 2. Data were analyzed by using analysis of covariance (ANCOVA). After controlling the prior mathematics knowledge of students, in general, direct corrective feedback was more suited to increase mathematics learning outcomes on junior high school student than indirect corrective feedback. There was an interaction effect on providing corrective feedback and self-esteem on the mathematics learning outcomes. For the student who have high self-esteem, indirect corrective feedback is more suitable to increase mathematics learning outcomes while for the students who have low self-esteem, direct corrective feedback is more suitable to increase mathematics learning outcomes. It is recommended to the mathematics teachers to provide corrective feedback after provision of formative assessment in their class.
Prospective mathematics teachers’ understanding of proof in mathematics for high school
Mirza, Ade;
Fitriawan, Dona;
R, Zubaidah;
Nursangaji, Asep
Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13 No 1 (2022): Al-Jabar: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Islam Raden Intan Lampung, INDONESIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24042/ajpm.v13i1.10089
Changes in the mathematics education curriculum affect the preparation of prospective teachers to learn as well as possible and provide extensive opportunities and experiences regarding mathematical proof in secondary schools, especially those reflecting the nature and role of proof in the field of mathematics. Teachers' ability to respond to this depends on their understanding of proof in a mathematical context. This research examined the understanding of 36 prospective mathematics teachers at Tanjungpura University regarding proof and their ability to prove problems in the context of high school mathematics. The data were collected through a series of interviews focused on their responses to the role of proof and from tests to prove math problems. This research is descriptive-analytical research, which describes the conception of prospective mathematics teachers as knowledgeable in mathematics about proof. However, some view proof as a tool for studying mathematics. This research also found that many of them had a limited view of the nature of proof. They lacked a clear understanding of the subject of demonstrating or explaining the process of proving a mathematical statement.
KLARIFIKASI PERHITUNGAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN APLIKASI I WARIS TERINTEGRASI HUKUM WARIS
Nadya Febriani Meldi;
T, Ahmad Yani;
Bistari, Bistari;
Sugiatno, Sugiatno;
Nursangaji, Asep
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v9i1.1540
Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan perhitungan waris secara manual dengan bantuan aplikasi I-Waris sebagai sarana klarifikasi untuk melihat kembali permasalahan perhitungan perbandingan dalam hukum waris. Namun, ia tidak difokuskan untuk melatih kemampuan berpikir secara holistik sesuai dengan tujuan dari aplikasi ini dikembangkan. Untuk mencapai klarifikasi perhitungan manual, dilakukan dengan mengecek menggunakan aplikasi. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mengklarifikasi hasil perhitungan yang dibantu oleh aplikasi I-Waris dengan pekerjaan manual sesuai dengan ketentuan hukum waris. Perhitungan manual maupun klarifikasi menggunakan aplikasi memiliki kelebihannya tersediri. Uraian perhitungan manual yang dihasilkan menjadi rekomendasi untuk melatih kemampuan berpikir dan pemecahan masalah. Adapun penggunaan aplikasi lebih efektif dalam proses dan sangat membantu dalam memastikan kebenaran penghitungan. Dari dua permasalahan yang dibahas, koherensi hasil perhitungan manual maupun aplikasi diperoleh senilai.
KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF DITINJAU DARI KECERDASAN EMOSIONAL
Lestari, Ayu;
Nursangaji, Asep;
Hamdani, Hamdani;
Mirza, Ade;
Halini, Halini
Jurnal Numeracy Vol 11 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46244/numeracy.v11i1.2580
Kajian ini membahas terkait deskripsi kemampuan penalaran induktif siswa yang ditinjau dari kecerdasan emosional. Kemampuan penalaran induktif siswa yang masih rendah diduga dipengaruhi salah satunya oleh keadaan emosi yang ada pada diri siswa. Maka perlu adanya kajian guna mengungkapkan kemampuan penalaran induktif ditinjau dari kecerdasan emosional pada tingkat tinggi, sedang dan rendah yang ada pada siswa saat menjawab soal. Metode yang digunakan yakni deskriptif berbentuk survei dengan subjek sebanyak 29 siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Sungai Raya. Data diperoleh melalui teknik komunikasi langsung dan tidak langsung, serta pengukuran dengan tertulis dengan alat bantu berupa angket kecerdasan emosional, tes kemampuan penalaran induktif dan wawancara. Data selanjutnya diolah dengan mengumpulkan, mereduksi, menyajikan dan menyimpulkan. Hasil yang diperoleh yaitu siswa pada tingkat kecerdasan emosional tinggi dan sedang memiliki kecenderungan dapat memenuhi kedua indikator kemampuan penalaran induktif yakni kemampuan menganalisis dari pola hubungan guna membuat dugaan (conjecture) dan kemampuan melakukan generalisasi dari pengamatan pada sejumlah data. Namun, tidak ditemukan siswa dengan tingkat kecerdasan emosional rendah.AbstractThis study discusses the description of students' inductive reasoning abilities in terms of emotional intelligence. Students' inductive reasoning abilities are still low, and it is suspected that one of them is influenced by the emotional state of students. So, it is necessary to have a study to reveal inductive reasoning abilities in terms of emotional intelligence at high, medium and low levels that exist in students when answering questions. The method used was descriptive in the form of a survey with 29 students in class VIII B at SMP Negeri 1 Sungai Raya as subjects. Data were obtained through direct and indirect communication techniques and written measurements with tools such as emotional intelligence questionnaires, tests of inductive reasoning abilities and interviews. The data is then processed by collecting, reducing, presenting and concluding. The results are that students at high and moderate levels of emotional intelligence tend to fulfill the two indicators of inductive reasoning ability, the ability to analyze patterns of relationships to make conjectures and the ability to generalize from observations on several data. However, no students with low emotional intelligence were found.