Articles
Reinterpretasi Hadis Eksistensi Wanita di Ranah Politik
Jumrotul Qawwim;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 1 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The inequality in the implementation of the roles of men and women due to cultural interpretations of the impression of gender differences will always be a topic of scientific study, including the skeptical attitude towards placing women in the political sphere. One of the factors that strengthens this skepticism is a reflection of the understanding of religious texts, the popular hadith with the paragraph saying that a people will not be lucky if led by a woman. This research is qualitative in nature with a text analysis method based on literature study. The aim is to adapt the understanding of the Koran and hadith regarding the existence of women in the political realm. The results showed that in the re-interpretation of the Qur'an and Hadith it was found that there were several techniques that needed to be mastered textually, contextually and intertextually by testing the reliability of the hadith with the Koran, other valid hadiths, historical facts and relevant scientific truths. The impression of the hadith which prohibits women from taking part in politics can be used as a preventive measure against people who are actually unfit to be leaders in order to minimize harm that will occur and Islam itself does not differentiate between men and women in political rights. The struggle to equalize women's rights in politics should not be seen as fighting against men but rather as normalizing justice in accordance with Islamic principles and sharia in particular. A woman's complete credibility must be prepared when she participates in politics because it concerns the rights of many people.
TAKABUR DALAM PERSPEKTIF HADIS
Amar Firdaus;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 1 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Takabur adalah prilaku yang merujuk pada sikap sombong, congkak, atau menyombongkan diri seseorang terhadap orang lain. Dalam Islam, takabbur disebut sebagai salah satu dari delapan dosa besar yang harus dihindari, karena menyimpang atau melanggar prinsip kerendahan hati dan pengakuan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah swt. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan prilaku takabbur berdasarkan hadis. Pembahasan didalamnya menjelaskan tentang prilaku takabur, dampak dan cara menghindarinya mengacu pada hadis nabi saw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tematik hadis kontemporer. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penting bagi setiap individu untuk menghindari takabbur dan berupaya untuk mengembangkan sikap rendah hati, kerendahan diri, dan kesederhanaan melalui penerapan hadis.
Studi Pemahaman Masyarakat Dusun Pasir Malang tentang Hadis Etika Memilih Pemimpin
Akhsa Alpar Mubarok;
Muhammad Faqih Choiruddin;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengkaji pemahaman masyarakat Dusun Pasir Malang terhadap etika memilih pemimpin dalam perspektif hadis. Etika memilih pemimpin merupakan hal yang krusial karena berpengaruh besar terhadap keberlangsungan kehidupan masyarakat. Namun, realitanya, masih banyak sekali masyarakat yang memilih pemimpin berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok tanpa memperhatikan nilai-nilai etis yang diajarkan oleh Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Temuan mengimdikasikan bahwa masyarakat Dusun Pasir Malang memiliki tingkat kesadaran yang rendah terhadap penerapan hadis dalam memilih pemimpin. Pemahaman hadis mengenai kriteria pemimpin, seperti sifat amanah, kejujuran, dan tanggung jawab, masih belum diaplikasikan secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pemimpin berdasarkan nilai-nilai etika Islam.
Living Hadis Tasyakuran Khatam Al-Qur’an di Yayasan Nuzhatul Muttaqien Tangerang
Arbi Nazhief Fauzan;
Muhammad Alif;
Masrukhin Muhsin
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
This study aims to explain how the tradition of Tasyakuran khataman Al-Qur'an in the community, especially in the Nuzhatul Muttaqien foundation. And also analyze what hadiths related to the tasyakuran khataman and the process of implementation, as well as analyzing the values contained therein such as religious values, friendship, charity and so on. This research uses a case study method, such as how the tasyakuran khatmil Qur'an is used in the community, as well as the hadith analysis method to find out the teachings of the Prophet about the appreciation of the Qur'an and its practice. The result is that each region's interpretation of the hadith reading is different, not fixed to just one feast. The most important thing is that the Muslim community can appreciate the Qur'an more because it is a gathering witnessed by thousands of angels and also the descent of Allah's Grace.
Living Qur’an dan Hadis: Tradisi Kenduri Rasulan di Desa Ngampo Gunung Kidul Yogyakarta
Anisa Fitriyani;
Siti Padlah;
Ahmad Habibi Syahid;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 4 No. 2 (2024): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tradisi Kenduri Rasulan di Desa Ngampo merupakan sebuah perayaan budaya yang kaya akan nilai-nilai sosial dan religius, yang menggabungkan unsur-unsur budaya Jawa dengan ajaran Islam. Meskipun berakar pada kebudayaan lokal, fungsi tradisi tidak hanya sebuah acara sosial, namun sebagai sarana memperkuat hubungan sosial antar warga dan meningkatkan pemahaman agama. Masyarakat Desa Ngampo mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan ini, yang tercermin dalam sikap saling membantu, berbagi, serta sebagai rasa ungkapan syukur dari segala nikmat dari Allah Swt. Kenduri Rasulan menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat hubungan antar individu, dan memperkuat rasa kebersamaan dalam komunitas. Selain itu, tradisi ini juga menjadi wujud tindakan pengamalan ajaran islam untuk kehidupan sehari hari yang mengajarkan pentingnya hubungan baik antar sesama, serta kesadaran akan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, Kenduri Rasulan di Desa Ngampo bukan hanya sebuah ritual budaya, melainkan juga sebagai sarana untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial. Hal ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat dipertahankan sekaligus diharmoniskan dengan ajaran agama, berdampak positif dalam kehidupan sosial dan nilai spiritual masyarakat.
Andragogi Profetik: Telaah Konsep Pendidikan Orang Dewasa Perspektif Hadis
Vina Najariah;
Ernawati Erniwati;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2272/5
Andragogi yang didefiniskan sebagai seni dan ilmu mengajar orang dewasa merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan kemandirian, pengalaman, kebutuhan, dan motivasi pembelajar dewasa. Dalam praktik pendidikan Islam, pendidik (guru) menjadi salah satu komponen utama dalam menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara efektif. Perspektif hadis menunjukkan bahwa pembelajaran sepanjang hayat dan penghargaan terhadap pengalaman hidup merupakan bagian integral dari pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan orang dewasa berdasarkan hadis, serta menggali prinsip-prinsip andragogi yang dapat diterapkan dalam praktik pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap hadis-hadis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran orang dewasa dalam Islam mengutamakan pendekatan berbasis pengalaman, memenuhi kebutuhan aktual pembelajar, serta membangun motivasi internal untuk belajar. Selain itu, pentingnya kesabaran, penghargaan terhadap pengalaman, dan komunikasi efektif menjadi kunci keberhasilan dalam mendidik orang dewasa, yang cara berpikirnya berbeda dengan anak-anak. Studi ini mengembangkan konsep "andragogi profetik" sebagai model pendidikan transformatif berbasis nilai-nilai kenabian.
Transaksi Non Tunai dalam Perspektif Hadis: Antara Inovasi Digital dan Prinsip Syariah
Diva Pinara;
Muhammad Alif;
Repa Hudan Lisalam
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2302/5
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem transaksi ekonomi, termasuk maraknya penggunaan metode pembayaran non tunai seperti e-wallet, mobile banking, dan QR code. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji fenomena transaksi non tunai dalam perspektif hadis Nabi Muhammad saw., dengan menitikberatkan pada integrasi antara inovasi digital dan prinsip-prinsip syariah. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan prinsip keadilan, kejujuran, larangan gharar (ketidakjelasan), riba (bunga), dan amanah dalam muamalah. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun bentuk transaksi non tunai tidak secara eksplisit disebut dalam hadis klasik, namun nilai-nilai dan etika yang dikandung dalam hadis memberikan kerangka normatif yang relevan untuk menilai keabsahan dan kelayakan sistem transaksi digital kontemporer. Dengan pemahaman yang kontekstual, transaksi non tunai dapat diterima dalam Islam selama memenuhi prinsip transparansi, keadilan, dan tidak mengandung unsur yang diharamkan. Artikel ini menegaskan pentingnya pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dalam menilai inovasi ekonomi modern guna menjaga keselarasan antara perkembangan teknologi dan nilai-nilai Islam.
Analisis Hadis terhadap Fenomena Filial Crisis Kontemporer
Nadirotul Munawaroh;
Muhammad Alif;
Salim Rosyadi
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2305/5
The phenomenon of filial crisis—the weakening of children's respect, care, and responsibility toward their parents—has emerged as a significant moral and social challenge in the modern era. This crisis is driven by shifting cultural values, the rise of individualism, and the disruption of traditional family roles in contemporary society. This article aims to analyze the phenomenon from the perspective of the Prophet Muhammad’s hadiths using a thematic and contextual approach. Hadiths addressing filial piety (birr al-wālidayn), prohibitions against disobedience, and encouragement to honor and care for elderly parents are examined in light of today’s social realities. The study finds that these hadiths emphasize not only ethical norms—both vertical (relationship with God) and horizontal (social relationships)—but also provide a spiritual foundation for preserving family harmony. By recontextualizing these prophetic values, Islam offers both normative and practical solutions to address the filial crisis. This study recommends integrating hadith-based values into character education curricula and reinforcing family-based social systems.
Perbuatan dan Azab Neraka dalam Hadis: Analisis Tematik dan Etika Eskatologis
Nur Asyifa;
Muhammad Alif
Al-Mu'tabar Vol. 5 No. 01 (2025): Al-Mu'tabar
Publisher : Program Studi Ilmu Hadis STAIN Mandailing Natal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56874//almutabar.2025.v5i1/2328/5
This study analyzes the relationship between human actions and the threat of hellfire punishment from the perspective of the Hadiths of Prophet Muhammad (peace be upon him). Using a thematic (mawḍū‘ī) approach, this research explores authentic Hadiths that explicitly describe various reprehensible acts and the corresponding forms of hellish punishment warned as their consequences. The study employs the method of takhrij to verify the authenticity of the chains of transmission (sanad), followed by matan analysis to uncover the ethical messages and spiritual dimensions embedded within. Findings indicate that the majority of hellfire threats are rooted in violations of the rights of fellow humans (ḥuqūq al-‘ibād)—such as lying, corruption, injustice, and other social transgressions—rather than ritual violations. This article emphasizes that the eschatological understanding in Hadiths is not merely dogmatic, but serves as a moral character-building mechanism.
METODE PENDEKATAN STUDI HADIS TEMATIK DENGAN GROUNDED THEORY ANSELM STRAUSS DAN BARNEY GLASER
Ramadhan, Muhammad;
Alif, Muhammad
AL ISNAD: Journal of Indonesian Hadith Studies Vol. 6 No. 1 (2025): AL-ISNAD: Journal of Indonesian Hadist Studies
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51875/alisnad.v6i1.627
This study examines how Anselm Strauss and Barney Glaser’s Grounded Theory technique and the thematic hadith study (mawḍū‘ī) method can be combined. The purpose of this study is to use inductive and methodical methodologies to develop substantive theory based on hadith. While Grounded Theory provides a methodical approach to qualitative data analysis that includes open coding, axial coding, and selective coding, thematic hadith study allows for the categorization of hadith according to specific themes. This study examines the hadiths of the Prophet Muhammad SAW with a focus on religion and social concerns using qualitative methodology and textual analysis methods. The Grounded Theory method is used to evaluate primary data sources, namely original hadith books such as Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim. Documentation is used for data collection methods, and the open to selective coding stage is used for data analysis to identify categories and relationships between ideas. The in-depth analysis of this study reveals that religious values in Islam include important social components defined by empathy, accountability, and solidarity. The findings of this study indicate that this method produces ideas about Islamic Social Religion, namely ideas about religion expressed through empathy. These results show how hadith can be used as a source of contextual and useful social religious ideas when the analysis of themes and basic theories are combined. This study encourages an interdisciplinary approach that is more relevant to the current social reality of Muslims and offers a methodological contribution to current hadith studies.