p-Index From 2021 - 2026
6.184
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Karakter Politik Demokrasi Buya Hamka Dalam Membentuk Civic Disposition Pada Mahasiswa Ramsul Nababan; Ira Safitri; Junaidi Junaidi; Surya Dharma; Hodriani Hodriani
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.12395

Abstract

Saat ini, demokrasi di Indonesia belum secara maksimal terlaksana. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya pelanggaran-pelanggaran demokrasi. Untuk itu, agar demokrasi pada masa kini dan pada masa yang akan datang menjadi lebih baik, maka mahasiswa sebagai agen perubahan sangat diperlukan kehadirannya. Membentuk mahasiswa yang berkarakter demokrasi, salah satu hal yang dapat dilakukan ialah dengan menelusuri karakter politik demokrasi Buya Hamka. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakter politik demokrasi Buya Hamka dalam membentuk civic disposition (karakter kewarganegaraan) pada mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemikiran Buya Hamka memiliki relevansi kuat dalam membentuk civic disposition mahasiswa di era kontemporer. Tiga pilar utama yang ditekankan yaitu kepemimpinan berakhlak, musyawarah, dan ketakwaan sebagai landasan moral. Pilar-pilar ini membentuk karakter kewarganegaraan yang religius, bertanggung jawab, adil, dan menjunjung persatuan. Nilai-nilai tersebut dapat diinternalisasikan melalui aktivitas akademik dan sosial mahasiswa. Pemikiran Buya Hamka berkontribusi pada pengembangan demokrasi yang etis, humanis, dan berlandaskan Pancasila.
Implementasi Prinsip Diversi Dalam Penanganan Anak Berhadapan Dengan Hukum Berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2014 (Studi Kasus Lembaga Bantuan Hukum Medan) Friska Lorentina Br Purba; Sri Hadiningrum; Majda El Muhtaj; Parlaungan G Siahaan; Ramsul Nababan
Journal of Accounting Law Communication and Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jalakotek.v3i2.8381

Abstract

Anak di bawah umur yang melakukan tindak pidana atau berkonflik dengan hukum, seharusnya mendapat bantuan hukum secara otomatis oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kerana seorang anak belum mempunyai pemahaman tentang hukum tidak seperti orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip diversi dalam penanganan anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana pelaksanaan diversi di lapangan, kendala yang dihadapi, serta efektivitas peran LBH dalam mendampingi anak selama proses diversi. Jenis penelitian hukum normatif – empiris yaitu dengan mengkaji peraturan perundangan – undangan dan bagaimana pelaksanaan nya di tengah masyarakat. Metode yang digunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Lembaga Bantuan Hukum dalam proses diversi sangat lah penting yang mengutamakan kepentiangan anak, namun dalam mendampingi anak yang berhadapan hukum LBH banyak mengalami kendala salah satunya perbedaan kepentingan dari korban, walaupun banyak kendala banyak upaya yang dilakukan oleh LBH demi adanya kesepakatan dalam proses diversi tanpa merugikan pihak manapun. Kata Kunci: Diversi, Anak , Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Keadilan Restoratif, Perma No. 4 Tahun 2014
Upaya Perempuan Karo dalam Memperoleh Kesetaraan Hak Waris di Desa Bukit Makmur Kabupaten karo Devi Permata Br Bangun; Reh Bungana Beru PA; Ramsul Nababan; Parlauangan G. Siahaan; Taufiq Ramadhan
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v8i2.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan serta upaya yang dilakukan oleh perempuan Karo dalam memperoleh kesetaraan hak waris di Desa Bukit Makmur, Kabupaten Karo. Dalam sistem kekerabatan patrilineal Karo, hak waris secara tradisional diberikan kepada anak laki-laki sebagai penerus marga, sementara anak perempuan hanya menerima pemere yang sifatnya tidak pasti dan tidak dianggap sebagai warisan. Kondisi ini sering menimbulkan ketidakadilan serta kesenjangan hak antara laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif-empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini juga mengkaji pertentangan antara ketentuan adat Karo dan hukum nasional, khususnya Putusan Mahkamah Agung Nomor 179 K/SIP/1961 yang telah di Yurisprudensi Mahkamah Agung No. 03/Yur/Pdt/2018 yang menegaskan kesetaraan hak waris bagi perempuan. Penelitian ini memperoleh data melalui wawancara dengan tokoh adat, perempuan Karo dan pemerintahan desa di Desa Bukit Makmur. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara hukum adat Karo dan hukum nasional dalam pembagian warisan, di mana hukum adat masih dominan sehingga hak perempuan belum sepenuhnya setara. Upaya perempuan Karo dalam memperoleh hak waris umumnya dilakukan melalui musyawarah keluarga karena keterbatasan akses dalam forum adat. Kesimpulan penelitian ini adalah kesetaraan hak waris perempuan Karo belum sepenuhnya terwujud dan masih bergantung pada keputusan keluarga, meskipun mulai terlihat adanya perubahan menuju kesetaraan. Kata Kunci: Perempuan Karo, Hak Waris
Peran Kader Sekolah Lansia Mandiri Dalam Mewujudkan Lansia Tangguh Di Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah Kota Medan Elsa Prida Br Tarigan; Hodriani Hodriani; Ramsul Nababan; Julia Ivanna; Yakobus Ndona
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1049-1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kader Sekolah Lansia Mandiri dalam mewujudkan lansia tangguh di Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Lurah Petisah Tengah, pembina Sekolah Lansia Mandiri, kader Sekolah Lansia Mandiri, peserta Sekolah Lansia Mandiri, serta keluarga lansia di Kelurahan Petisah Tengah. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader Sekolah Lansia Mandiri memiliki peran yang penting, antara lain sebagai pengelola kelompok, penyuluh, pembina, pelaksana kunjungan rumah, penghubung rujukan layanan, serta pelaksana pelaporan kegiatan. Dalam menjalankan perannya, para kader juga menghadapi beberapa tantangan. Meskipun demikian, kader tetap berupaya memberdayakan lansia agar mampu menjadi lansia tangguh melalui penerapan tujuh dimensi lansia tangguh, yaitu dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, vokasional, dan lingkungan.
Peran Sila Kedua Pancasila dalam Menjamin Hak Atas Kesetaraan di Hadapan Hukum Ade Tiyo Warman; Ameytia Rizka Aulia; Josua Armando Tamba; Nurul Fazira Damanik; Thessa D Triputri Manurung; Ramsul Nababan
Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain Vol. 3 No. 3 (2026): Juli: Realisasi : Ilmu Pendidikan, Seni Rupa dan Desain
Publisher : Asosiasi Seni Desain dan Komunikasi Visual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/realisasi.v2i2.597

Abstract

This research discusses equality before the law in Indonesia by highlighting the role of the second principle of Pancasila, “Just and civilized humanity,” as the philosophical foundation of law enforcement. Although the constitution and various policies have affirmed the principle of equality, practice on the ground still shows injustice and discrimination, especially against low-income groups and those from certain social backgrounds. This study highlights the structural and cultural challenges, as well as the weak resources and integrity of law enforcement officials, that have led to suboptimal law enforcement. In addition, this study also evaluates the effectiveness of government policies in integrating Pancasila values into the legal system and highlights the importance of policy reforms to ensure fair treatment for all citizens. The findings of this research recommend the need to strengthen the implementation of Pancasila values and supervise the implementation of the law to realize substantive justice in Indonesia.
Analisis Implementasi Permendikbud Ristek Nomor 46 Tahun 2023 Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Bullying di Lingkungan SMP Negeri 2 Medan Nisa Andriani Regar; Majda El Muhtaj; Ramsul Nababan; Parlaungan Gabriel Siahaan; Arief Wahyudi
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.8563

Abstract

This study aims to analyze the role and challenges of the Violence Prevention and Handling Team (TPPK) in implementing the Regulation of the Minister of Education, Culture, Research, and Technology (Permendikbud Ristek) Number 46 of 2023 at SMP Negeri 2 Medan. The research employed a qualitative descriptive method with an empirical juridical approach through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the TPPK has performed its role quite effectively in preventing, handling, and recovering from cases of violence, particularly verbal and non-verbal bullying. These efforts are manifested through socialization activities, character education, student behavior guidance, and the strengthening of communication among schools, teachers, and parents through class association groups. However, the implementation of this policy still faces several challenges, such as the low awareness among students regarding the impacts of verbal bullying and the limited involvement of some parents in mediation and guidance processes. Overall, the TPPK is considered to be on the right track in policy implementation; nevertheless, there is a need to strengthen educational and collaborative strategies to ensure that the policy can be carried out more effectively and sustainably.
Co-Authors Abdinur Batubara Ade Tiyo Warman Adelina Martha Aritonang Agustin Pratama Sihotang Ahmad Aridho Al Firman Mangunsong Ali Nurman Alissa P. Simbolon Alti Laksana Simaremare Ameytia Rizka Aulia Andreas Tampubolon Andri Pratama Pencawan Anjelika Andriani Anugerah Chrisjon Natalis Simanjuntak Apni Nurita Saragih Ardilla Sulvina Batubara, Abdinur Bayhaqi Sitorus, Al Fariz Br Sembiring, Feby Florenza Budi Ali Mukmin Chairun Nisa Dahlia Natalia Lumban Gaol Daniel R Sihite Depi Yohana Manurung Devi Permata Br Bangun Dewi Romantika Tinambunan Dhea Amanda Nasution Eka Putriani Sihombing Elsa Prida Br Tarigan Ertika Susanti Pasaribu Esra Julita BR PA Esra Natasya Br Sitepu Fani Nolpiana Nadapdap Fatimah, Ulfa Faudzi, Wan Shazmien Daniel bin Mohamed Fazli Rachman Fazril Anshari Febriana Febriana Florensia Silaban Friska Lorentina Br Purba Friska Lorentina Purba Gadis Prasiska Gadis Prasiska Sembiring Ginting, Desy Brema Sevriani Halking Halking Hanifa Putri Ramadhani Hary Fitra Ramadani Herlide Purba Hodriani Hodriani Ibrahim, Maulana Indah Puja Claudia Damanik Indah, Novita Ira Safitri Iren Br Bangun Ivanna, Julia Iwain Oktaviona Nababan Johan Pardamean Simanjuntak Johan Pardamean Simanjuntak Johana Andriani Nainggolan Jojor Mindo Manullang Josua Armando Tamba Joy Novi Yanti Lumbantobing Jufri Darma Julia Ivanna Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Kaerul Saleh Kanaka Wirasana Pradityo Kania Nova Ramadhani Kania Nova Ramadhani Khairunnisa Wahidah Laras Sati Sintania Latifah Hannum Gultom Limra G.M. Nababan M Farouq Ghazali Majda El Muhtaj Majda El Muhtaj Manotar Leryaldo Sinaga Mantasia Hasibuan Manurung, Egrin Mario Fany Manurung Maryatun Kabatiah Maulana Ibrahim Maulana Ibrahim Mima Defliyanti Saragih Mima Defliyanti Saragih Muhammad Hafis Faisal Murniwati Lase Nabila Syalita Naila Ghinaya Damanik Nasywa Yasmin Purba Ndona, Yakobus Nike Margaretha Br Sembiring Nisa Andriani Regar Novita Sari Nur Anisa Simbolon Nurhalimah Br Ginting Nurul Fazira Damanik Parlauangan G. Siahaan Parlaungan G Siahaan Parlaungan G. Siahaan Parlaungan Gabriel Siahaan Pebryna Riosa Siburian Pingky Monica Hasugian Prayetno Prayetno Putri Andini Putri Apriani Harahap Putri Widia Ningsih Rahma Dhani Fitria Sinaga Rahmi Siregar Rani Oktavia Purba Reh Bungana Beru PA Reh Bungana Beru Perangin-angin Reylan Silverius Sinaga Rini Armianti Berutu Ruth Yessika Siahaan Salsabila Balqis Salwa Andini Samadam Boangmanalu San Mikael Sinambela Saparutdin Brutu Sarah Lestari Tampubolon Sayyidina, Sayyidina Shaerleen Naviry Br Kembaren Siahaan, Parlaungan Gabriel Simamora, Anggiat P. Simamora, Roy Martin Simbolon, Herti Noita Siregar, Salsabila Balqis Sri Hadiningrum Surya Dharma Surya Dharma Talita Sembiring Taqiyyah Nabila Putri Taufiq Ramadhan Tawarika M. Pandiangan Thereza Dwi Ningrum Siburian Thessa D Triputri Manurung Tri Bayu Armanda Ture Ayu Situmeang Wahyudi , Arief Wulan Ayu Trisna Yana Sebha Pasaribu Zoan Gaharu Perangin-angin