p-Index From 2021 - 2026
8.196
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Semantik : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Edukasi: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Journal of Education and Instruction (JOEAI) Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Ide Bahasa Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Journal of Educational Experts (JEE) ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Pekemas IPI Garut Jurnal Cahaya Mandalika MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurnal Lazuardi J-KIP (Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Kode : Jurnal Bahasa eScience Humanity Journal Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Indonesian Journal of Community Empowerment Badranaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Journal of Authentic Research Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Abdimas
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA DALAM NASKAH DRAMA “AIR” KARYA ABDURROHIM AL-ATSARI Alia Annisa Nurpajriani; Aditya Ansor Alsunah; Lina Siti Nurwahidah; Cecep Dudung Julianto
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v6i1.309

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek sosial dalam naskah drama “Air” karya Abdurrohim Al-Atsari dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Fokus penelitian ini meliputi nilai-nilai sosial, peran konflik sosial, dan representasi lapisan sosial masyarakat melalui karakter-karakter tokoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dokumen dengan teknik catat terhadap dialog dan narasi dalam naskah drama. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menafsirkan makna sosial yang tercermin dalam konflik, tindakan tokoh, dan hubungan antartokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naskah drama “Air” karya Abdurrohim Al-Atsari mengandung nilai-nilai sosial berupa kepedulian sosial, solidaritas, dan gotong royong, serta perjuangan masyarakat dalam memperjuangkan hak-hak asasi manusia. Konflik sosial yang terdapat dalam naskah drama ini merepresentasikan ketimpangan sumber daya dan pertentangan antara masyarakat dengan pemegang kekuasaan. Selain itu, karakter tokokh dalam drama ini mencerminkan berbagai lapisan sosial masyarakat, mulai dari rakyat kecil hingga aparat pemerintahan. Dengan demikian, naskah drama “Air” ini mereflesikan realitas sosial masyarakat dan berfungsi sebagai media kritik sosial terhadap ketidakadilan. KATA KUNCI: Sosiologi, sastra, naskah drama, konflik sosial, nilai-nilai sosial >  ANALYSIS OF THE SOCIOLOGICAL APPROACH TO LITERATURE IN THE DRAMA SCRIPT “WATER” BY ABDURROHIM AL-ATSARI   ABSTRACT: This study aims to describe the This study aims to analyze the social aspects in the play “Air” by Abdurrohim Al-Atsari using a sociological approach to literature. The focus of this study includes social values, the role of social conflict, and the representation of social strata in society through the characters. This study uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques were carried out through document observation using note-taking techniques on the dialogues and narratives in the play script. Data analysis in this study was conducted by interpreting the social meanings reflected in the conflicts, characters' actions, and interpersonal relationships. The results of the study show that the play “Air” by Abdurrohim Al-Atsari contains social values such as social awareness, solidarity, and mutual cooperation, as well as the struggle of the community in fighting for human rights. The social conflict in this play represents the inequality of resources and the conflict between the community and those in power. In addition, the characters in this drama reflect various social strata of society, from the common people to government officials. Thus, the play “Air” reflects the social reality of society and serves as a medium for social criticism of injustice. KEYWORDS: Sociology, literature, drama scripts, social conflict, social values  
PROBLEMATIKA PERGAULAN TEMAN SEBAYA DALAM PERSPEKTIF PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL Ira Nurul Hotami; Lina Siti Nurwahidah; Yennie Indriati Widyaningsih
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13574

Abstract

ABSTRACT Peer relationships are one of the factors that influence individuals' social, emotional, and behavioral development. During the developmental stage, peers become a social environment that provides opportunities for individuals to learn communication, cooperation, self-identity formation, and the understanding of values and norms within society. However, peer relationships do not always produce positive outcomes, as unhealthy peer environments may trigger various problems, such as deviant behavior, bullying, low tolerance, and intergroup conflict. This study aims to examine the concept of peer relationships, their roles, impacts, and strategies for creating a positive peer environment through a literature review. The study employed a qualitative method using a literature review approach. Data were collected by searching scientific articles in the Google Scholar, Garuda, and Crossref databases using the keywords peer relationships, peers, peer group, peer influence, and adolescent social behavior. The data were analyzed using content analysis and thematic analysis through the stages of article identification, selection, thematic classification, synthesis, and interpretation. The findings indicate that peers play a significant role in enhancing social skills, self-confidence, adaptability, and character development. On the other hand, unhealthy peer relationships may lead to negative outcomes, including group exclusivity, social exclusion, interpersonal conflict, and bullying behavior. Therefore, collaborative efforts among families, schools, and communities are essential to foster a positive peer environment through the development of social skills, open communication, and emotional support, thereby promoting optimal individual development. ABSTRAK Pergaulan teman sebaya merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan sosial, emosional, dan perilaku individu. Pada masa perkembangan, teman sebaya menjadi lingkungan sosial yang memberikan kesempatan bagi individu untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, membangun identitas diri, serta memahami nilai dan norma yang berlaku di masyarakat. Namun, pergaulan teman sebaya tidak selalu memberikan dampak positif karena lingkungan pertemanan yang kurang kondusif dapat memicu berbagai permasalahan, seperti perilaku menyimpang, bullying, rendahnya toleransi, dan konflik antarkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, peran, dampak, serta solusi dalam menciptakan lingkungan pergaulan teman sebaya yang positif berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada database Google Scholar, Garuda, dan Crossref menggunakan kata kunci pergaulan teman sebaya, teman sebaya, peer group, peer relationship, peer influence, dan perilaku sosial remaja. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis dan analisis tematik melalui tahapan identifikasi, seleksi, pengelompokan tema, sintesis, dan interpretasi hasil kajian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teman sebaya memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan sosial, rasa percaya diri, kemampuan beradaptasi, serta pembentukan karakter individu. Di sisi lain, pergaulan yang tidak sehat dapat menimbulkan dampak negatif, seperti eksklusivitas kelompok, pengucilan, konflik sosial, dan perilaku bullying. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dari keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan teman sebaya yang positif melalui penguatan keterampilan sosial, komunikasi yang terbuka, dan dukungan emosional sehingga perkembangan individu dapat berlangsung secara optimal.
EFEKTIVITAS MEDIA ARTIFICIAL INTELLIGENCE GOOGLE GEMINI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPALANASI SISWA KELAS VIII SMPN 3 SODONG HILIR KABUPATEN TASIKMALAYA Dina Agustriani; Lina Siti Nurwahidah; Asep Setia Budi; Nina Siti Nurjanah
IdeBahasa Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Idebahasa Vol 7 No 2 Desember 2025
Publisher : Asosiasi dosen IDEBAHASA KEPRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37296/idebahasa.v7i2.324

Abstract

The ability to write explanatory texts is a crucial component of Indonesian language learning at the junior high school level. One of the common challenges is students’ low performance in organizing ideas and structuring texts coherently. This study aims to examine the effectiveness of the Artificial Intelligence-based media Google Gemini in improving students’ ability to write explanatory texts. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. The sample consisted of one class, namely class VIII-A of SMPN 3 Sodonghilir, with a total of 32 students. Research instruments included a writing test and a student motivation questionnaire. Data were collected through written tests and analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test and simple regression analysis. The results showed a significant improvement in scores from a pretest average of 28.97 to a posttest average of 87.97, with a significance value of 0.000. Regression analysis indicated that learning motivation did not significantly influence learning outcomes, with a significance value of 0.492. Google Gemini proved to be an effective tool for enhancing students’ ability to write explanatory texts.
KAJIAN UNSUR INTRINSIK NOVEL “PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM” KARYA DIAN PURNOMO: TINJAUAN STRUKTURAL Sofia Rahmawati; Lina Siti Nurwahidah; Iin Indriyani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44877

Abstract

This study aims to describe and structurally analyze the intrinsic elements that constuct the novel “Perempuan yang Menangis kepada Bulan Hitam” by Dian Purnomo. The analysis covers theme, plot, characterization, setting, point of view, style of language, and moral message. The method employed is descriptive qualitative with structural approach, focusing on the interrelationship among the novel’s constituent elements. The research data consist of narrative and dialogue excerpts collected through reading and note taking techniques. The findings reveal that the novel raises a central theme of resistance against gender injustice. The conflict centers on the main character, Magi Diela, who experiences gender-based oppression as a result of the practice of kawin tangkap in Sumba. The use of a progressive plot with a strong climax, supported by contrasting social and geographical setting, effectively constructs the character’s existential dilemma. Overall, the intrinsic elements of the novel are closely interconnected, forming a complex and reflective narrative about inner conflict and Magi’s struggle against the traditional system that restrains her freedom.
ANALISIS WACANA KRITIS KEBIJAKAN PENGHEMATAN ENERGI PEMERINTAH DALAM PERSPEKTIF VAN DIJK Suhendar Suhendar; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24786

Abstract

Kebijakan penghematan energi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya energi dan mendukung efisiensi penggunaan energi nasional. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah mekanisme Work From Home (WFH) sebagai strategi untuk mengurangi konsumsi energi pada sektor transportasi. Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari berbagai pihak karena dinilai belum mampu menyentuh akar permasalahan konsumsi energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana kritik terhadap kebijakan penghematan energi pemerintah menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Data penelitian berupa pernyataan publik Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, yang mengkritik kebijakan penghematan energi melalui WFH. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan berdasarkan tiga dimensi analisis Van Dijk, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, tema utama yang dibangun adalah kritik terhadap efektivitas kebijakan penghematan energi yang dianggap tidak sistemik dan kurang komprehensif. Pada struktur superstruktur, teks disusun secara argumentatif melalui pola pengenalan kebijakan, penyampaian kritik, dan penawaran solusi alternatif. Pada struktur mikro ditemukan penggunaan unsur semantik, sintaksis, stilistika, dan retoris yang berfungsi membangun citra negatif terhadap kebijakan pemerintah sekaligus memperkuat legitimasi kritik yang disampaikan. Selain itu, wacana tersebut merepresentasikan relasi kekuasaan antara pemerintah dan legislatif dalam proses pengawasan kebijakan publik. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan sebagai instrumen untuk membangun makna, memengaruhi opini publik, dan merepresentasikan kepentingan tertentu dalam wacana kebijakan publik.
MARGINALISASI KORBAN DAN PENGABURAN PELAKU DALAM PEMBERITAAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL OLEH DRIVER TAKSI ONLINE: ANALISIS WACANA KRITIS ROGER FOWLER Uda Hudaya; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.25279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi korban dan pelaku dalam berita berjudul "5 Fakta Ulah Driver Taksi Online Lecehkan Penumpang Kini Jadi Tersangka" yang dimuat oleh media daring Detiknews. Penelitian menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Roger Fowler yang memandang bahasa sebagai praktik sosial yang tidak netral dan sarat dengan kepentingan ideologis. Data penelitian berupa teks berita mengenai kasus pelecehan seksual yang dilakukan seorang pengemudi taksi online terhadap penumpang perempuan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban direpresentasikan secara terbatas melalui penyebutan identitas yang minim dan tidak diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman maupun dampak psikologis yang dialaminya. Sebaliknya, pelaku direpresentasikan melalui strategi kebahasaan tertentu yang berpotensi mengaburkan tanggung jawabnya, seperti penggunaan nominalisasi, klasifikasi sosial, dan pengalihan fokus pemberitaan pada faktor eksternal seperti penggunaan narkoba. Temuan ini memperlihatkan bahwa bahasa media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga mereproduksi relasi kuasa dan ideologi tertentu dalam memahami realitas sosial.
HEGEMONI DAN KONTROL INFORMASI DALAM NARASI ANTI-HOAKS PROGRAM MBG: ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH Sopi Ali Mubarok; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.25929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi kekuasaan, ideologi, dan mekanisme kontrol informasi dalam narasi anti-hoaks pada pemberitaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fokus penelitian diarahkan pada teks berita ANTARA News berjudul BGN Gandeng Kemkomdigi Perangi Hoaks Program MBG yang dipublikasikan pada 28 Februari 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough yang mencakup tiga dimensi analisis, yaitu dimensi teks, praktik diskursif, dan praktik sosiokultural (Fairclough, 1992; Fairclough, 2001; Wodak & Meyer, 2016; Ulinnuha et al., 2013). Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis melalui identifikasi unsur linguistik, interpretasi produksi serta konsumsi teks, dan eksplanasi konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasi anti-hoaks dalam pemberitaan tersebut tidak semata berfungsi sebagai strategi melawan disinformasi, melainkan juga sebagai praktik diskursif yang mengonstruksi legitimasi negara dalam mengontrol ruang digital. Pada level teks, ditemukan penggunaan diksi militeristik, modalitas tinggi, nominalisasi, dan dominasi aktor negara sebagai subjek aktif (Machin & Mayr, 2012; Ledin & Machin, 2019). Pada level praktik diskursif, ANTARA sebagai media nasional berfungsi sebagai reproduktor wacana resmi pemerintah (Erwin & Susanto, 2019; Hapsari & Komariah, 2024; Pambudi et al., 2025). Pada level praktik sosiokultural, narasi anti-hoaks beroperasi sebagai instrumen hegemoni ideologis untuk mempertahankan stabilitas politik dan legitimasi kebijakan publik (van Dijk, 1998; van Dijk, 2008; Fuchs, 2020). Penelitian ini menegaskan bahwa bahasa dalam media tidak pernah netral, melainkan menjadi arena pertarungan kekuasaan, ideologi, dan kontrol sosial (Gee, 2014; KhosraviNik, 2017; Couldry & Mejias, 2019).
BAHASA, KEKUASAAN, DAN IDEOLOGI DALAM PEMBERITAAN MEDIASI INDONESIA : KAJIAN ROGER FOWLER PADA MEDIA DETIKNEWS Siti Nadiah; Agus Hamdani; Lina Siti Nurwahidah
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2026): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v10i2.24719

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi bahasa, relasi kekuasaan, dan ideologi dalam pemberitaan mengenai kesiapan Presiden Indonesia menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada media detikNews. Pemberitaan tersebut menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog dan Presiden bersedia bertolak ke Teheran apabila disetujui pihak terkait sebagai upaya menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Di sisi lain, pemberitaan juga menampilkan pernyataan tokoh nasional yang memperingatkan bahwa konflik tersebut sangat kompleks, dipengaruhi ketimpangan kekuatan global, serta berpotensi berdampak pada ekonomi Indonesia, termasuk kenaikan harga minyak dan gangguan logistik perdagangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis Roger Fowler yang berfokus pada analisis kosakata, struktur transitivitas, nominalisasi, dan modalitas dalam teks berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan bahasa media membangun representasi Indonesia sebagai aktor diplomasi perdamaian yang aktif, namun secara simultan menampilkan keterbatasan kekuasaan melalui penggunaan modalitas bersyarat dan representasi ketimpangan geopolitik. Dengan demikian, bahasa media tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang membentuk persepsi publik mengenai posisi politik Indonesia dalam konflik internasional.
Co-Authors Abdul Hasim Aditya Ansor Alsunah Aditya Ansor Alsunah Agus Hamdani Agus Hamdani Agus Haris Ai Delin Alia Annisa Nurpajriani Alsunah, Aditya Ansor Amar, Anton Dermawan Ambarwati Anggela, Inggit Ansor Alsunah, Aditya Anwar Hidayatulloh Ardi Mulyana Ari Kartini Arief Loekman Aryanti Asep Nurjamin Asep Setia Budi Asiah, Lisantika Nur Aulia, Azka Cecep Dudung Julianto Cecep Dudung Julianto Dadang Sunendar Deasy Aditia Damayanti Deasy Aditya Damayanti Deasy Aditya Damayanti Dela Ayu Puspita Desi Sugiarti Destiani, Risma Fitri Dewi Rahma Anjani Didin Sahidin Didin Sahidin Dina Agustriani Dini Windarini Dita Aulia Nafisah Dodi Misbah Ejen Jenal Mutaqin Elisa Elisa Endah Pujianti Engkos, Engkos Erik Kurniawan, Erik Erni Fitriani Fajar Nugraha Fakri Hamdani Fakry Hamdani Fatmawati Fatmawati Fiam Musahlah Fitri Ayu Febrianti Fitri Ayu Febrianti Gantini, Syalwa Romantika Hasim, Abdul Hidayani, Silva Tresna Hopi Siti Syaripah Iin Indriyani Indriyani, Iin Ira Nurul Hotami Jamilah Jamilah Jihan Rizki Anisa Julianto, Cecep Dudung Karimah, Iik Kartini, Ari Lasmidewi, Reni Noviani Lestari, Anggia Septin Dwi Masrini, Imas Maulida Aulia Rahman Mulyana, Yuyun Mustopa, Endang Nabella Alani Naida, Winka Nazmi, Alya Neneng Hartini Neni Nadiroti Muslihah Nina Siti Nurjanah Nisa, Annida Firdaus Nisha Marsha Shonia Nur Alyani Salsabila Nuralyani Nuralyani Nurhasanah, Mila Nurhasanah, Syifa Aulia Nurjatini, Tintin Nurlia, Nani Nursalamah, Rita Pelapory, Khirst David Permana, Ajeng Ratna Pitriani, Pipit Popon Rohaeti Puspita, Ghariza Putri Rahmadini, Suci Nur Rahmalia, Rika Rismawati, Irma Rivan Syahrul Falah Rostina Sundayana Ruhyati, Ruhyati Salma, Mardiatu Sela, Ai Selvi Nurul Hidayati Sholeh, Asep Haris SITI MARIYAH Siti Musyarofah Siti Nadiah Siti Nur Halimah Sofia Rahmawati Solihat, Ai Sopi Ali Mubarok Sufyani Prabawanto, Sufyani Suhendar Suhendar Sulaiman, Zoni Sumiati Agphyra Supardi, Chris Novika Tanjung, Ramdani Tatang Herman, Tatang Tri Indri Hardini Uda Hudaya Umi Kulsum Widaningrum Widaningrum, Widaningrum Widdy Sukma Nugraha Wulandari Wulandari Yanti Susanti Yennie Indriati Widyaningsih Yennie Indriati Widyaningsih Yosi Yolanda Maulani Yuli Nurhayati Yuli Yulianti Yulliandri Amelia Yulyanti, Caci Selfi Zainah Asmaniah ZAINAH ASMANIAH, ZAINAH Zaira Aulia Nurjanah