Articles
Model Kooperatif Tipe Word Square Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Rosiana Fajrin;
Sutrisno Sutrisno;
Fine Reffiane
Journal for Lesson and Learning Studies Vol. 4 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jlls.v4i1.28038
Pembelajaran yang masih cenderung menggunakan metode ceramah, dan cenderung menyampaikan terlalu banyak materi menggunakan sistem pembelajaran satu arah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis model pembelajaran word square terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pre-experimental design (nondesign) berupa one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sebanyak 22 siswa. Sampel digunakan dari penelitian ini adalah siswa kelas IV yang bersedia menjadi partisipan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari perhitungan t-test diperoleh thitung sebesar 17,8 dan ttabel sebesar 1,72 maka thitung lebih besar dari ttabel. Hasi pretest nilai terendah adalah 50 dan nilai tertinggi adalah 77. Siswa yang tuntas sebanyak 2 siswa dan siswa yang belum tuntas sebanyak 20 siswa. Untuk posttest nilai terendah adalah 77 dan nilai tertinggi adalah 97, dalam posttest ini semua siswa tuntas dan tidak ada yang tidak tuntas karena semua siswa memahami materi dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran word square efektif meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Terpadu Tipe Shared Berbantu Media Pop- Up Book Terhadap Hasil Belajar
Shofiatun Nikmah;
Harto Nuroso;
Fine Reffiane
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v2i2.17920
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Sukorejo 02 Semarang melalui model pembelajaran terpadu tipe shared berbantu media pop-up book. Sebelumnya hasil belajar siswa masih rendah dikarenakan dalam kegiatan belajar mengajar guru belum menggunakan model pembelajaran, guru hanya menggunakan metode ceramah dan dilanjut dengan mengerjakan soal pada buku sehingga siswa merasa cepat bosan.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Sukorejo 01 Semarang sebagai kelas kontrol dan SDN Sukorejo 2 Semarang sebagai kelas eksperimen yang memiliki jumlah keseluruhan 60 siswa.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuantitatif menggunakan Quasi Experimental Design dengan jenis Nonequivalent Control Grup Design.Desain ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara rondom (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan yang lain tidak diberi perlakuan. Kelompok yang diberi berlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament Berbantu Media Ledusa Tema 3
Ayu Parmawati;
Fine Reffiane;
Husnul Hadi
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 2 No. 3 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jp2.v2i3.19331
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament berbantu media ledusa terhadap hasil belajar, kepanjangan ledusa adalah lempar dadu raksasa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Kembangsari 01 Semarang, Karena pada penelitian ini jumlah populasinya kurang dari 100 siswa, maka jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sebanyak 24 siswa. Penelitian ini hanya menggunakan satu kelas saja dimana penelitian ini dapat menguji pengaruh model kooperatif tipe TGT berbantu media ledusa, dengan membandingkan hasil siswa sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan. Sebelum diberi perlakuan rata-rata nilai siswa dengan uji normalitas adalah 71,67, setelah diber perlakuan nilai rata-rata siswa menjadi 81,87. Model pembelajaran kooperatif tipe TGT memperoleh tanggapan positif yaitu siswa merasa senang dan tidak membosankan dengan pembelajaran team game tournament berbantu media ledusa dan dapat meningkatkan pemahaman pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup kelas VI. Simpulan dari penelitian ini yaitu model pembelajaran kooperatif tipe team game tournament berbantu media ledusa kelas VI SDN Kembangsari 01 Semarang berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar pada tema 3 peduli terhadap makhluk hidup kelas VI dan mendapat tanggapan positif dari siswa. Parmawati, A. 2019. Pengaruh Model Kooperatif Tipe Team game tournament berbantu media ledusa kelas VI SDN Kembangsari 01 Semarang. Kata Kunci: Model team game tournament, media ledusa, hasil belajar tema 3
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN RUMPIN DI RW 11 TAMBAKAJI KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG
Mudzanatun;
M Arief Budiman;
Heri Saptadi;
Ismatul Khasanah;
Fine Reffiane
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (417.946 KB)
|
DOI: 10.31949/jb.v1i4.307
RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah RUMPIN (Rumah Pintar) merupakan usaha non profit untuk membantu anak dalam mendapatkan pembelajaran secara gratis. Anak-anak yang mengikuti program RUMPIN distimulasi untuk belajar sambil bermain dengan berorientasi pada minat dan bakat yang dimiliki anak sehingga anak menjadi lebih betah berada di Rumpin, dan tanpa sadar, selain pengetahuan bertambah, anak juga terhindar dari kegiatan negative. Di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang belum terdapat RUMPIN. Tim Pengabdi ingin memberikan solusi untuk masalah ini dengan membantu mendirikan RUMPIN di RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pendampingan, pelatihan, dan workshop. Metode sosialisasi digunakan untuk mengenalkan RUMPIN kepada seluruh warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Metode pendampingan digunakan untuk membantu warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang membentuk pengurus dan program RUMPIN. Metode pelatihan dan workshop digunakan untuk membantu warga menciptakan tentor yang akan bekerja di RUMPIN. Dari program pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi menemukan bahwa warga antuasias dengan keberadaan RUMPIN, dan mereka juga menyatakan ketersediaannya dalam rangka ikut membantu pembentukan RUMPIN, ikut aktif menjadi pengurus, ikut aktif menciptakan program-program kerja, dan ikut aktif menjadi tentor. Kesimpulan dari kegiatan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa warga RW 11 Tambakaji Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang sadar tentang pentingnya keberadaan RUMPIN di lingkungan mereka karena hal tersebut bisa membantu anak-anak mereka untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan selain pengetahuan yang mereka dapatkan di bangku pendidikan formal.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnosains Terhadap Hasil Belajar IPA di Sekolah Dasar
Fiqih Amalia;
Fine Reffiane
BASIC Jurnal Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 1, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35473/dwijaloka.v1i3.694
Penelitian ini di latar belakangi kurangnya model yang digunakan dalam pembelajaran dikelas sehingga siswa menjadi cepat bosan dan kurangnya penerapan pembelajaran yang mengaitkan pengetahuan asli masyarakat dengan pengetahuan sains modern, sehingga menyebabkan siswa kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya. Model pembelajaran Problem Based Learning(PBL) berbasis Etnosains merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan pada siswa untuk berfikir lebih kritis, aktif dan belajar secara mandiri untuk menyelesaikan masalah. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah ada pengaruh model Problem Based Learning (PBL) berbasis Etnosains pada mata pelajaran IPA terhadap hasil belajar siswa kelas IV Tema 3 SDN Candirejo 01 Kab. Semarang?”. Penelitian ini menggunakan model one group pretest posttest design. Posttest dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnosains, sedangkan pretest dengan metode konvensional, lalu kelompok tersebut diukur dengan alat ukur yang sama. Dari hasil ketuntasan belajar siswa menunjukan presentase yang signifikan yaitu pretest mendapatkan 13(75%) siswa yang belum tuntas dan 7(35%) siswa yang tuntas setelah dilakukan dengan model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Etnosains mendapatkan ketuntasan hasil belajar posttest 17(85%) siswa yang tuntas dan 3 (15%) siswa yang belum tuntas. Sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas IV Tema 3 SDN Candirejo 01 Kab. Semarang.Kata Kunci : Model pembelajaran PBL; Etnosains; Hasil belajar.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model PBL untuk Siswa Kelas V SD di Kabupaten Rembang
Febry Puspita Diningtyas;
Fine Reffiane;
Ryky Mandar Sary
INVENTA: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5 No 2 (2021): Inventa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/inventa.5.2.a2700
The purpose of this study was to develop learning tools based on the PBL model on the sub-theme of ecosystem components for grade V elementary school students who meet the quality criteria: valid, practical and effective. This type of research is research and development using the ADDIE model which consists Abstract The purpose of this study was to develop learning tools based on the PBL model on the sub-theme of ecosystem components for grade V elementary school students who meet the quality criteria: valid, practical and effective. This type of research is research and development using the ADDIE model which consists of 5 stages, namely the analysis, design, development, implementation and evaluation stages. The data analysis techniques used in this study are quantitative and qualitative descriptions. The results showed that each product met the criteria of validity, practicality, and effectiveness. The product meets the valid criteria indicated by the percentage of the material and media expert validation test, the learning tools (syllabus and lesson plans) reach a percentage of 90.51% and the teaching material module reaches a percentage of 91.05%. The product obtained the criteria of practicality indicated by the percentage of teacher responses to learning tools (syllabus and lesson plans) reaching 89.52% and teaching material modules reaching 88% and the percentage of student responses of 86.06%. The product meets the effectiveness criteria based on the learning outcomes of students on the competence of attitudes, knowledge and skills. The percentage of students who reached the KKM for knowledge competencies exceeded the average of 83.78 with the “high” classification. In conclusion, the PBL model based learning tools are feasible to use.
Keefektifan Video Pembelajaran Berbantu Kinemaster pada Tema 7 Subtema 1 Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik SD N 02 Banjarsari
Tikhkamatul Khasanah;
Fine Reffiane;
Qoriati Mushafanah
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 4, No 4 (2021): Desember
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v4i4.1274
The purpose of this study was to determine whether or not the kinemaster-assisted learning video on the theme of 7 events in the life of subtheme 1 was effective on the learning outcomes of fifth grade students. This type of research is a quantitative study using experimental methods with a research design of One Group Pre-Test Post-Test Design. The population in this study were all fifth grade students of SD N 02 Banjarsari. using a non-probability sampling technique with saturated sampling type. Data collection techniques in this study were obtained through observation, interviews, tests and documentation. From the pretest value, it shows that the average value is 52.85 while the posttest value shows that the average value is 87.14 and based on the t-test analysis, it is obtained that tcount is 19.4210 with t table of 2.052. It can be concluded that arithmetic> ttable, meaning Ho is rejected. The analysis of completeness of learning before being treated is 14%, while after being given treatment is 93%. Thus, it can be concluded that the kinemaster-assisted learning video is overall effective on student learning outcomes.
ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATERI OPERASI HITUNG PEMBAGIAN PADA SISWA KELAS 3 SDN GEBANGSARI 02
Rizqi Fauziah;
Fine Reffiane;
Sukamto Sukamto
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (225.659 KB)
|
DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.177
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kesulitan Belajar Operasi Hitung Pembagian Kelas III SD Negeri Gebangsari 02 Semarang. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian ekperimen jenis kualitatif. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Gebangsari 02 bulan Mei 2019. Dalam penelitian ini digunakan uji keabsahan data triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kesulitan menulis puisi bebas kelas III SD Negeri Gebangsari 02 telah cukup berjalan dengan baik
Penerapan Model Discovery Learning Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Dasar
Novika Hapsari Susilo;
Fine Reffiane;
Karsono Karsono
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 4 No. 3 (2021): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jippg.v4i3.36169
Pengelolaan sistem informasi administrasi yang baik merupakan faktor penting dalam proses administrasi perpustakaan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem informasi perpustakaan sekolah berbais web dengan wordpress dan untuk mengimplementasikan sistem yang dirancang. Data-data yang digunakan dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara serta dokumentasi. Jenis metode pengembangan yang digunakan adalah Research and Develompment (R&D). Model pengembangan yang digunakan adalah model waterfall. Prinsip pendekatan sistem yang diterapkan model ini terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, disain, coding, pengujian serta implementasi & maintenance. Sedangkan platform CMS yang digunakan adalah Wordpress serta software phpMyAdmin sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai manajemen basis data (pengelola database). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi perpustakaan sekolah berbasis web dengan wordpress yang dirancang dinyatakan valid dan praktis untuk dapat digunakan sebagai sistem informasi perpustakaan sekolah. Secara keseluruhan, sistem informasi perpustakaan sekolah berbasis web ini akan mampu memberikan layanan perpustakaan yang lebih baik bagi siswa, guru dan staf. Sehingga keberadaan sistem informasi perpustakaan sekolah berbasis web dengan wordpress memberikan beberapa manfaat dalam proses pelaksanaan layanan perpustakaan.
Analisis Materi Bahasa Inggris Sebagai Pendukung Kurikulum Tematik di Kelas V SD 1 Jepang Kabupaten Kudus
Rieke Dwi Wulandari;
Muhammad Arief Budiman;
Fine Reffiane
DIKDAS MATAPPA: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Vol 5, No 2 (2022): Juni
Publisher : STKIP Andi Matappa Pangkep
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31100/dikdas.v5i2.1848
This study aims to determine whether there is a relationship between the English language material and the thematic learning material and what are the similarities and differences between the English language material and the thematic learning material. This type of research is a qualitative research, the data in the study were obtained through interviews with principals, English teachers, students, parents, observation sheets, and documentation. The results of the research that has been carried out are that English material can support thematic learning of class V. The similarity between English material and class V thematic material lies in the subject or topic where English material and thematic material usually contain vocabulary related to events. as well as daily activities. The difference between English material and thematic material lies in the presentation of the material because the presentation of English material usually only contains an introduction to vocabulary related to simple things in everyday life. While the presentation of material in thematic learning which consists of themes and subthemes is usually presented in detail and is more complex.