p-Index From 2021 - 2026
15.412
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Equator Journal of Management and Entrepreneurship Journal of Educational, Health and Community Psychology KONSELI: Jurnal Bimbingan dan Konseling (E-Journal) Dimas: Jurnal Pemikiran Agama untuk Pemberdayaan Geoplanning : Journal of Geomatics and Planning Jurnal Dakwah Risalah KOMUNITAS JURNAL PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM REKAYASA PSYMPATHIC Jurnal Al-Ijtimaiyyah At-Taqaddum Isamic Communication Journal Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies International Journal Ihya' 'Ulum al-Din Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal SOLMA Journal Of Nursing Practice JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Kamaya: Jurnal Ilmu Agama JURNAL PAUD AGAPEDIA An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Jurnal Ilmu Dakwah Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi dan Sosial Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Revitalisasi : Jurnal Ilmu Manajemen Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan REMIK : Riset dan E-Jurnal Manajemen Informatika Komputer Widya Aksara: Jurnal Agmaa Hindu Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Jurnal At-Taghyir : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam TADBIR: Jurnal Manajemen Dakwah FDIK IAIN Padangsidimpuan Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Advanced Guidance and Counseling Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Acitya Bhakti Prosperity: Journal of Society and Empowerment Journal of Education Research Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah Jurnal Komunikasi Islam Pelita Teknologi : Jurnal Ilmiah Informatika, Arsitektur dan Lingkungan Jurnal Manajemen Dakwah Alhiwar: Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Jurnal Peradaban Masyarakat (JPM) Unisia Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi) Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling Ekalaya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia INDEV: International Journal of Islamic Community Development Innovative: Journal Of Social Science Research Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam HIKMAH: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam JAZIRAH: JURNAL PERADABAN DAN KEBUDAYAAN Islah: Journal of Islamic Literature and History Indev: Literasi Media Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat MEDIAKOM : Jurnal Ilmu Komunikasi TRJ (Tourism Research Journal) Refleksi: Jurnal Riset dan Pendidikan Journal of Arabic Studies Kolaborasi Masyarakat Journal of Nutrition and Public Health Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Jurnal empower : jurnal pengembangan masyarakat Islam Mawaizh : Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan
Claim Missing Document
Check
Articles

Abdurrahman Wahid Structural Da'wah Activities Awaludin Pimay; Agus Riyadi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 15, No 2 (2021): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v15i2.14787

Abstract

This study aims to see how Gus Dur's da'wah activities with the position of President and what da'wah policies he made. This qualitative research uses historical methods and documentation as the primary data sources. The results showed that Gus Dur, who served as President from 20 October 1999 to 23 July 2001, was based on a study of policies in the form of laws and regulations he signed, some of which included da'wah policies. These da'wah policies are related to Muslim worship (Keppres 8/2001, Presidential Decree 97/2000, Presidential Decree 22/2001), human rights (UU 1/2000, Presidential Decree 12/2001, Presidential Instruction 9/2000, Presidential Decree 1/2000, Presidential Decree No. 6/2000, Presidential Decree 69/2000), separatism (Presidential Decree 27/2000, Presidential Decree 75/2000, Presidential Decree 28/2000, Presidential Decree 47/2000), and corruption (PP 19/2000, PP 71/2000). Gus Dur used his power to preach democracy and humanity as the direction of his struggle.
Interpersonal Communication Model in the Book "Aisyah" by Sulaiman An-Nadawi Yunika Wigati; Agus Riyadi
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 13, No 2 (2019): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies (Accreditated of Sinta 2)
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v13i2.6204

Abstract

Interpersonal communication is very influential in people's lives. It is equally important to build good relationships between all actors of communication, both communicators and communicants. This study used a descriptive qualitative approach with the content analysis method of the Kripendorf model and the paragraph analysis unit. This research study focuses on the interpersonal communication model. Aisyah is a communicator in the book Aisyah by Sulaiman an-Nadawi. This study found the transactional interpersonal communication model most often used by Aisyah RA. Other models used by Aisyah with frequencies below interpersonal transactional communication, namely, sender-receiver, linear, and power.Komunikasi interpersonal sangat berpengaruh dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut juga sama pentingnya untuk membangun hubungan yang baik di antara setiap pelaku komunikasi, baik komunikator ataupun komunikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi model Kripendorf dengan unit analisis paragraf. Kajian penelitian ini focus kepada model komunikasi interpersonal. Aisyah merupakan komunikator di dalam buku Aisyah karya Sulaiman an-Nadawi. Penelitian ini menemukan model komunikasi interpersonal transaksional paling sering digunakan oleh Aisyah RA. Model-model lain yang digunakan oleh Aisyah dengan frekuensi dibawah komunikasi interpersonal transaksional yaitu, pengirim-penerima, linier, dan kekuasaan
Makna Simbolis Pesan Dakwah dalam Film Cahaya Cinta Pesantren Muhammad Syarifuddin; Agus Riyadi
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan Vol 12 No 1 (2021): Volume 12 Nomor 1, Januari-Juni 2021
Publisher : DEPARTEMENT OF COMMUNICATION AND ISLAMIC BROADCASTING STUDIES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/hikmah.v12i1.2719

Abstract

Film Cahaya Cinta Pesantren merupakan film yang mengangkat tema tentang perjalanan santri menempuh pendidikan. Isinya menyajikan makna simbolis dan nilai-nilai yang sangat religius. Film ini diproduksi oleh fullframe pictures, mengadopsi dari novel best seller karya Ira Madan, film ini sangat ampuh sebagai berdakwah melalui media. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana makna denotasi, konotasi dan mitos dalam film cahaya cinta pesantren? Selanjutnya, pesan-pesan dakwah apa saja yang terkandung dalam film cahaya cinta pesantren? Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif, dengan metode Analisis Semiotika Roland Barthes, maksudnya penulis meneliti dan mengkaji tanda-tanda dalam film dengan menganalisis simbol-simbol dan adegan-adegan yang menampilkan tentang dakwah, dalam hal ini pesan-pesan dakwah yang terkandung didalamnya. Semiotika Roland Barthes juga menekankan baik pada makna denotasi, konotasi dan mitos. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa pesan dakwah yang terkandung dalam film cahaya cinta pesantren diantaranya berkaitan dengan ajaran islam yakni Akidah, Syari’ah, akhlak.
The Islamic counseling construction in da’wah science structure Agus Riyadi; Hendri Hermawan Adinugraha
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2021.2.1.6543

Abstract

Purpose -  The purpose of this study was to describe the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Method - This study used a qualitative descriptive analysis especially library research. The researchers examined the amount of literature relevant to the problem in this study.Result - The results showed that guidance and counseling are disciplines occupies a specific area of the human relationship in terms of the relationship that needs and helps each other. Relationship patterns like this, in reality, are built by a person or group of people based on different motives and values. One of them is the foundation of religious spirit in the form of awareness of the sacred mission as the basis for one’s activities in establishing relationships with other people. On this basis, the guidance and counseling activities are very appropriate when it is integrated with Islamic da’wah activities so that it becomes clear that the construction of Islamic guidance and counseling is in the structure of da’wah science.Implications – This study can be used to improve the skills performance of the Islamic counseling construction in the da’wah science structure.Originality - This research is the first study that used literature deeply about Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah in da’wah science.***Tujuan - Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Metode - Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif khususnya penelitian kepustakaan. Peneliti mengkaji sejumlah literatur yang relevan dengan masalah dalam penelitian ini.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan dan konseling menempati wilayah tertentu dari hubungan manusia dalam hal hubungan yang saling membutuhkan dan membantu. Pola hubungan seperti ini pada kenyataannya dibangun oleh seseorang atau sekelompok orang berdasarkan motif dan nilai yang berbeda. Salah satunya adalah landasan spirit keagamaan berupa kesadaran akan misi suci sebagai landasan aktivitas seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Atas dasar itulah maka kegiatan bimbingan dan konseling sangat tepat bila dipadukan dengan kegiatan dakwah Islam sehingga menjadi jelas bahwa konstruksi bimbingan dan konseling Islam berada dalam struktur ilmu dakwah.Implikasi - Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja keterampilan konstruksi konseling Islam dalam struktur ilmu dakwah.Originalitas - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan literatur secara mendalam tentang Al-Nadzariyah Al-Syumuliyah Al-Qur’aniyah dalam ilmu dakwah.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT LOKAL BERBASIS MAJELIS TAKLIM DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG Agus Riyadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 38, No 1 (2018)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v38.1.3966

Abstract

Majlis taklim is a vehicle for strong interaction and communication between ordinary people with the mualim (teacher), and between fellow members of the assemblies taklim without being limited by place and time. Thus the majlis taklim become an alternative religious education institution for those who do not have enough energy, time, and opportunity to study the religion in formal education. This is what makes the majlis taklim has its own value compared to other religious institutions. Therefore, the development of teaching-based community-based society gives emphasis on process-oriented goals (process goals) where the community in this case is the board and teachers majelis taklim tried to be integrated and developed capacity in an effort to prevent their own problems and problems in the community, comparatively based on the willingness and ability to help oneself (self help) in accordance with democratic principles. The stages used to conduct community development based on majelis taklim through several stages, namely; preliminary study on the picture of majelis taklim, identification of problem and potential of majelis taklim, preparation of alternative action plan, structuring and implementation of action program, and evaluation****Majelis taklim merupakan wahana interaksi dan komunikasi yang kuat antara masyarakat awam dengan para mualim, dan antara sesama anggota jamaah majelis taklim tanpa dibatasi oleh tempat dan waktu. Dengan demikian majelis taklim menjadi lembaga pendidikan keagamaan alternatif bagi mereka yang tidak memiliki cukup tenaga, waktu, dan kesempatan menimba ilmu agama dijalur pandidikan formal. Inilah yang menjadikan majelis taklim memiliki nilai tersendiri dibanding lembaga-lembaga keagamaan lainnya. Oleh karena itu pengembangan masyarakat berbasis majelis taklim memberikan penekanan pada tujuan yang berorientasi pada proses (process goal) dimana masyarakat yang dalam hal ini adalah para pengurus dan pengajar majelis taklim dicoba untuk diintegrasikan serta dikembangkan kapasitasnya dalam upaya mencegah masalah mereka sendiri serta masalah di masyarakat, secara komparatif berdasarkan kemauan dan kemampuan menolong diri sendiri (self help) sesuai dengan prinsip-prinsip demokratis. Adapun tahapan-tahapan yang digunakan untuk melakukan pengembangan masyarakat berbasis pada majelis taklim melalui beberapa tahapan, yaitu; studi pandahuluan tentang gambaran majelis taklim, identifikasi masalah dan potensi majelis taklim, penyusunan alternative rencana aksi, penataan dan pelaksanaan program aksi, dan evaluasi.
METODE BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM DALAM MENANAMKAN KEDISIPLINAN SHOLAT DHUHA PADA ANAK HIPERAKTIF DI MI NURUL ISLAM NGALIYAN SEMARANG Hidayatul Khasanah; Yuli Nurkhasanah; Agus Riyadi
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 36, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v36.1.1623

Abstract

This research aimed to describe the characteristics of hyperactive children and analyze methods of Islamic guidance and counseling in instilling discipline of Duha prayer in hyperactive children in MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. This research is qualitative research. The data source is a teacher as well as a hyperactive child. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The results showed that hyperactive children have discipline problems in implementing the Duha prayer in congregation. Islamic guidance and counseling methods used to embed discipline of Duha prayer for hyperactive children consisting of four methods: the method of habituation, role model, motivation and supervision.***Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan karakteristik anak hiperaktif dan menganalisis metode bimbingan dan konseling Islam dalam menanamkan kedisiplinan shalat dhuha pada anak hiperaktif di MI Nurul Islam Ngaliyan Semarang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah guru serta anak hiperaktif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama anak hiperaktif memiliki problem kedisiplinan dalam melaksanakan shalat dhuha berjamaah. Kedua, metode bimbingan dan konseling Islam yang digunakan untuk menanamkan kedisiplian shalat dhuha bagi anak hiperaktif terdiri dari empat metode yaitu metode pembiasaan, metode tauladan, metode nasehat (motivasi), dan metode pengawasan ketika shalat dhuha berjamaah berlangsung.
FORMULASI MODEL DAKWAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM Agus Riyadi
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.716 KB) | DOI: 10.34001/an.v6i2.226

Abstract

Abstract Applying the concept of the new paradigm model of community development of Islam became a necessity that needs to be engaged. This is because the ??develop- ment? was considerably an important issue when the empirical reality of preach showed a deep concern, with more ??overwhelming? errors and simplifications are too deep to see and understand propaganda. Preach who has a strong impetus in empowering people (object of preach) become increasingly ??limp? and do not have a clear focus in the making. The fact that ??feels? getting worse, when the assumptions built into the meaning of propaganda has been less precise, such as: propaganda only be interpreted as a delivery from outside, rigor in defining the term propaganda, people only be treated as an static object. Seeing this, the call of the Islamic community development as one of the components of the ??spearhead? a touch of alternative models make propaganda with more propaganda society actors and being active, participatory and progressive framed by the principle-the principle of community development Islamic da??wah (PMI), they are the principle of integrity, principles of participation, principles of integrity, sustainable principles, principles of harmony and the principle of its own capabili- ties. Abstrak Menerapkan konsep paradigma baru model dakwah pengembangan masyarakat Islam menjadi sebuah keharusan yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan ??pengembangan? itu semakin menjadi penting manakala dalam realitas empirik masalah kedakwahan menunjukkan sebuah keprihatinan mendalam, dengan se- makin ??menjalarnya? kesalahan dan penyederhanaan yang terlalu dalam melihat dan memahami dakwah. Dakwah yang memiliki daya dorong yang kuat dalam memberdayakan masyarakat (objek dakwah), menjadi semakin ??lemas? dan tidak punya fokus yang jelas dalam penggarapannya. Kenyataan itu ??terasa? semakin parah, ketika asumsi-asumsi yang dibangun dalam memaknai dakwah selama ini kurang tepat, semisal: dakwah hanya diartikan sebagai suatu penyampaian dari luar, kekakuan dalam memaknai istilah dakwah, masyarakat sebagai objek dakwah hanya diperlakukan menjadi sesuatu yang statis. Melihat hal itu, dakwah pengem- bangan masyarakat Islam sebagai salah satu komponen ??ujung tombak? memberikan sentuhan alternatif model dakwah dengan lebih menjadikan pelaku dan masyarakat dakwah bersikap aktif, partisipatif dan progresif yang dibingkai oleh prisip-prinsip dakwah pengembangan masyarakat Islam (PMI), yaitu prinsip keutuhan, prinsip partisipasi, prinsip keterpaduan, prinsip berkelanjutan, prinsip keserasian dan prinsip kemampuan sendiri.
KONSEP RASIONALISME RENE DESCARTES DAN RELEVASINYA DALAM PENGEMBANGAN ILMU DAKWAH Agus Riyadi; Helena Vidya Sukma
An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2662.162 KB) | DOI: 10.34001/an.v11i2.1026

Abstract

Abstract Descartes proclaimed that only reason or ratio could be the only reliable basis, and not faith or revelation as always held by medieval times. Apart from that method of doubt, Descartes traced his philosophical thinking by doubting everything in an effort to achieve the ultimate certainty he always missed. Although in the end he realized that there really wasn’t anything right, except uncertainty itself. The revelation of Descartes’ thinking on the problem of ergo sum is seen as not inherent in the science of da’wah, which is still limited by the truth of the naqli argument. The thought of Descartes which is considered relevant to the science of da’wah lies in the theory of knowledge developed, of course by using the scientific methodology flow. The challenge of proving the truth of Islamic teachings in the field of da’wah is a necessity. Keywords: Rationalism Development, Da’wah. Descartes memproklamirkan bahwa hanya akal atau rasio sajalah yang dapat menjadi satu-satunya dasar yang dapat dipercaya, dan bukan iman atau wahyu sebagaimana yang selalu dipegangi oleh abad pertengahan. Selain itu metode keraguannya, Descartes menapaki pemikiran filosofisnya dengan menyangsikan segala sesuatu dalam upaya mencapai suatu kepastian hakiki yang selalu ia rindukan. Meskipun pada akhirnya ia menyadari bahwa sesungguhnya tidak ada sesuatu yang benar, kecuali ketidakpastian itu sendiri. Revelansi pemikiran Descartes dalam persoalan cogitu ergo sum dipandang tidak inheren dengan keilmuan dakwah, yang masih terbatasi dengan kebenaran dalil naqli. Pemikiran Descartes yang dianggap relevan dengan keilmuan dakwah terletak pada teori pengetahuan yang dikembangkan, tentunya dengan menggunakan alur metodologi ilmiah. Tantangan untuk membuktikan kebenaran ajaran Islam dalam kancah ilmu dakwah merupakan sebuah keniscayaan. Kata Kunci: Rasionalisme, Pengembangan, Ilmu Dakwah
MANAJEMEN PENGELOLAAN ZAKAT PRODUKTIF DALAM PERSPEKTIF BANK ISLAM Agus Riyadi
IQTISHADIA Vol 7, No 2 (2014): IQTISHADIA
Publisher : Ekonomi Syariah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/iqtishadia.v7i2.1093

Abstract

Tulisan ini menganalisis tentang peluang pengelolaan zakat melalui bank syariah. Zakat produktif disadari memiliki peranan penting dalam  mengentaskan kemiskinan  dari pada zakat konsumtif. Argument tulisan ini adalah bahwa zakat produtif akan lebih efektij jika dikelola oleh bank syariah. Sebagai institusi berbasis Islam, bank syariah bisa mengelola dana zakat dengan produk bank yang bebas riba. Lembaga dan organisasi perbankan syariah yang sehat  akan mampu mengelola  zakat secara professional. Proses pengelolaan  zakat produktif  bisa dilakukan dengan tiga cara: penerima  zakat menjadi kreditur dan debitur  sekaligus; transaksi dicatat dalam sistem bagi hasil; zakat diserahkan secara penuh.Kata Kunci: Menejemen, Zakat, Perbankan.MANAGEMENT  OF   PRODUCTIVE ZAKAT  IN   THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC BANKING. This article analyzes the probability of zakat management by sharia banking. Productive Zakat considered having  a big  role in alleviating poverty than consumptive zakat. This article argues that it will be more effective if administered by Islam banking. Islam banking as an economic missionary institution can manage  productive  zakat through banking products free of usury. Moreover, a good organization and balance of Islamic banking makes it potential to manage zakat professionally. The management process of productive zakat  can be done by three alternatives; the recipient of zakat at the same time serves as creditor as well as debtor, creditor clients are included in the transaction of profit share, or that the zakat of debtor under the bank assistance is fully given.Keywords: Management, Zakat, Banking.
Konseling Individual dalam Memotivasi Ibadah Shalat Jama’ah bagi Siswa MTs NU 02 Al- Ma’arif Boja Kendal Agus Riyadi; Saerozi Saerozi
Al-Hiwar : Jurnal Ilmu dan Teknik Dakwah Vol 10, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-hiwar.v10i2.7100

Abstract

This article analysed the implementation of individual counseling in motivating students to pray and to analyze the implementation of individual counseling in motivating congregational prayers at school for class VIII students at MTs NU 02 Al-Ma'arif Boja in terms of the perspective of the objectives of Islamic guidance and counseling. This research is included in the type of qualitative descriptive research. Data collection techniques using interviews, observation and documentation studies. Data analysis includes data reduction, data presentation, conclusion drawing and verification. The research findings are (1) In carrying out individual counseling, MTs NU 02 Al-Ma'arif Boja surrenders entirely to the BK teacher. scolded, but the BK teacher called the student to be assistanced by being guided, given advice, and motivation (2) Several factors that influence the motivation for praying are associations with friends who are not good, families who do not set an example, an environment that is not conducive. (3) The implementation of individual counseling in motivating congregational prayers at school for class VIII students at MTs NU 02 Al-Ma'arif Boja in terms of the perspective of Islamic guidance and counseling goals, the implementation of individual counseling is following the general goals and specific goals of guidance and Islamic counseling. The general goal is to help individuals realize themselves as fully human beings to achieve happiness in life in this world and the hereafter. Specific goals are to help individuals overcome the problems they are facing, to help individuals to maintain and develop situations and conditions that are good or that have been good so that they remain good or become better so that they will not be a source of problems for themselves and others.  
Co-Authors Aat, Aat Abdul Karim Abdul Karim Abdul Rozak Abdul Rozaq Abdullah Hadziq Achmad Tubagus Surur Adawiyah Adawiyah, Rabiya Tul Adawiyah, Umi Robiatul Adelina Hasyim Adeni, Adeni Adi Slamet Kusumawardana Adissa, Kurnia Nur Afiani, Kiki Dhea Agus Nurhadi Ahmad Anas Ahmad Faqih Ahmad Faqih Ahmad Khumaidi Alamsyah, Sirhan Ali Murtadho Ali Murtadho Ali, Mukti Alif, Aslikhatul Ummah Sofi Amalia, Nadwa Mutiara Andri Firmansyah ANDRIANI, KIKI Anggun Sari, Putri Apriliani, Alma Arief Ajie Pamungkas Emnoor Aroyandini, Elvara Norma Artamevia, Neng Syifa Aryapranata, Aryawan Asaniah, Alwah Asep Firmansyah Aulia, Sulthon Awaludin Pimay Azhari, Faiz Baehaqi Barokah, Sulih Nur Bilqis Amalia Hasna Budiman, Surya Fajar Dedy Susanto Devita Gantina Dyah Yulia Ningsih Elda Nurmalinda Elma Fitriani, Nanda Endarto Adi Nugroho Fachrur Rozi Fajriani, Sania Dina Fania Mutiara Savitri Fatimah, Titim Siti Fetty Asmaniati Fuat Rejeki Haeruddin Hamid, Nur Hamsa Haryono, Joko Hasanuddin, H. Muh. Iqbal Hashim, Mohmadisa Hasyim Hasanah Hatta Abdul Malik Helena Vidya Sukma Hendri Hermawan Adinugraha Heni Fitrianti Hidayatul Khasanah Hikmah, Nadia Nur Hilwa Widad Hutagalung, Husen Ilma’nun, M. Lulu Ilyas Supena Imam Anas Hadi, Imam Anas Intan Lestari Irfal, Irfal Isnani Jauza', Nur Faridatul Juhadi Juhadi Kamelia Cindy Astuti Karim, Abdul Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Karmiati, Karmiati Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri Kasmuri, Kasmuri Khasanah, Hidayatul Labib, Refa Mughni Leengaedayee, Paisul Lijea, Isma. Ae. Lintang Mustika Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Lutfiyanah Lutfiyanah Mahat, Hanifah Malik Ibrahim Masruroh, Emas Matori, Matori Maulidah, Sopi Napilah Mawarni, Aprilia Tri Melinda Sandra Aeni Mochammad Imron Awalludin Mudhofi, M. Mudhofi, Mudhofi Muhamad Ridwan Muhammad Anam Alhakim Muhammad Syaifudin Muhammad Syarifuddin Muhammad Syarifuddin Mukaromah, Muslikatul Munadi Munadi Mursyid, Achmad Yafik Murthado, Ali Mustafirin Mustafirin, Mustafirin Mustolehudin Mustolehudin Musyafak, Najahan Nada, Winda Qotrun Najwa Sulthon Najwa Zain, Aulia Nanda Arinal Haqi Neng Fitria Nida, Nushrotun Nilam Sari, Dewi Nisa Aulia Ningsih Nova Indriyanti Nugraha, Rahmat Mulya Nur Ariyanto Eva Nuriatulfajr Nur Chamidah NUR HAMID Nurbaeti Nurbaeti Nurbini Nurhidayanti, Nisa Nurohman, Nurohman Octarina, Dian Oktavia, Riska Pangkerego, Eduard R Parida, Hasna Pradhipta, RMW Agie Puadah, Sri Samrotul Purwo susongko Pusparani, Pusparani Putra, Muhammad Rinaldy Putri, Fitri Ariana Rachman, Arief Faizal Rahayu, Nurti Rahmani, Tafida Kayla Rahmat Ingkadijaya Raihan, Muhammad Respati, Iklima Nur Reyza, Fadilla Arfa Rianto Rianto Rifqi Syauqi Nur Rina Susanti Riska Amelia Rizqi , Anggi Maulana Rizqi, Anggi Maulana Robiatul Adawiyah Rohmah, Umi Amanatur Rusmadi Rusmadi Rusmadi Rusmadi Saerozi Saerozi Saerozi Saerozi Sahib, Muzdalipah Samsul Bahri Saputri, Jihan Irwana Sari, Nur Nilam Sari, Putri Anggun Setyastama, R. Shulthoni , Muhamad Siti Nur Aisa Sobaruddin, Miftah solihat, siti Sugeng, Novita Widyastuti Sugiarso Sugiarso Sugiarso, Sugiarso Sugirin Sugirin Sulistio Sulistio Sulistio Sulistio Sulton Djasmi Suprihatiningsih, Suprihatiningsih Syahrul Ganda Sukmaya Syifa Mardhiyah Toha Saifudin Tri Djoko Sulistiyo, Tri Djoko Verdino, Fadhel Wahyuni, Andi Indri Wigati, Yunika Indah Winastu, Hadna Trie Winda Qotrun Nada Windy Ernaeny Wisnu Wardani, Dewi Ayu Wulandari, Ayu Niken Yudan Hermawan Yuli Nurkhasanah, Yuli Yuliani, Trika Yulianti Yulianti Yunika Indah Wigati Yunika Wigati Yusup Iswanto, Ahmad Zamroni, Hakim Zulfikar Ganna Priyangga