Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KLAIM PEMBIAYAAN KEMENKES DAN BIAYA RIIL RS PADA COVID-19 DI RSUD CEMPAKA PUTIH JAKARTA Ana Yupita Liza; Dian Ratih Laksmitawati; Prih Sarnianto; Selvy Devita Anggeraini
Jurnal Kesehatan Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v13i2.323

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Kasus COVID-19 diperparah oleh beragam komorbid, menyebabkan biaya per pasien menjadi bervariasi. Pemerintah mengalokasikan dana yang tinggi sebagai strategi dalam upaya percepatan penanggulangan wabah COVID-19 yang teknis pengajuan klaimnya merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan 446/2020 dan 4344/2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui selisih biaya yang diterima oleh rumah sakit dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan biaya riil rumah sakit. Pada penelitian observasional ini, sampel (236 responden) diambil secara acak dari populasi pasien rawat inap COVID-19 derajat sedang periode Januari–Juni 2021 (597 pasien) menggunakan tabel Krejcie dan Morgan. Data restrospektif diambil dari rekam medis, casemix, dan penagihan (billing), secara potong-lintang. Hasil analisis deskriptif yang dilakukan menunjukkan bahwa pasien COVID-19 dalam penelitian ini sebagian besar adalah perempuan (139 orang, 58,9%), rentang usia 18–82 tahun dan sebagian besar dari kelompok usia 26–45 tahun (102 orang, 43,2%), tidak memiliki komorbiditas (121 orang, 51,3%), dengan rerata lama rawat-inap (LoS) 10 hari. Terkait biaya, total realisasi klaim pembiayaan periode Januari–Juni 2021 yang diterima dari Kemenkes mencapai Rp18.659.815, atau lebih tinggi secara signifikan dibanding total biaya riil rumah sakit (Mann-Whitney, p <0,05). Dari biaya riil rumah sakit Rp2.286.282.430, komponen terbesar adalah obat Rp557.193.006 (24,37%). Rerata selisih antara klaim dan biaya riil yang cukup tinggi, Rp57.860.630 -Rp76.870.587 per pasien tersebut belum memperhitungkan biaya investasi yang dikeluarkan rumah sakit dalam bentuk berbagai peralatan (seperti ventilator) dan fasilitas lainnya (ruang isolasi bertekanan negatif, penambahan ruangan ICU dan HCU) yang belum tentu produktif setelah pandemi berlalu, sehingga dapat dikatakan wajar. Selisih positif tersebut menurun setelah diberlakukannya Keputusan Menteri Kesehatan Nomer 4344/2021 untuk periode 20 April 2021 sampai 30 Juni 2021 sebagai bentuk evaluasi secara berkesinambungan dari pemerintah terhadap pembiayaan COVID-19.Kata Kunci: COVID-19; analisis biaya; realisasi klaim; biaya riil; selisih biaya AbstractCoronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Cases of COVID-19 are exacerbated by various comorbidities which lead to various per patient costs. The government allocates high funds as a strategy to accelerate the management of the COVID-19 outbreak, wherein the technical claims refer to the Decree of the Minister of Health number 446/2020 and 4344/2021. This study aims to determine the difference between costs received by hospitals from the Ministry of Health and the real costs incurred by the hospitals. This was an observational study which involved 236 respondents who were randomly selected from the population of moderate-degree COVID-19 inpatients for the period January–June 2021 (597 patients) by using Krejcie and Morgan table. Retrospective data were taken from medical records, casemix, and billing, cross-sectionally. The results of the descriptive analysis conducted showed that most of COVID-19 patients in this study were women (139 respondents or 58.9%). Age of respondents ranged from 18–82 years old and most of respondents were involved in the age group of 26–45 years (102 respondents or 43, 2%). Furthermore, most of respondents had no comorbidities (121 respondents or 51.3%), with the mean length of stay (LoS) of 10 days. Regarding costs, the total realization of financing claims for the period January–June 2021 from the Ministry of Health was IDR 18,659,815, or significantly higher than the total real hospital costs (Mann-Whitney, p < 0.05). Of the real hospital costs of IDR 2,286,282,430, the largest component was medicine by IDR 57,193,006 (24.37%). The mean difference between claims and real costs was quite high by IDR 57,860,630 – IDR 76,870,587 per patient, by not considering the investment costs incurred by the hospital in the form of various equipment (such as ventilators) and other facilities (negative pressure isolation rooms, as well as additional ICU and HCU wards) which are not necessarily productive after the pandemic has passed. Thus, it can be said that such difference was natural. The positive difference decreased after the enactment of Decree of the Minister of Health No. 4344/2021 for the period April 20, 2021 to June 30, 2021 as a form of continuous evaluation provided by the government towards COVID-19 financing.Keywords: COVID-19; cost analysis; claim realization; real cost; difference in cost
Evaluasi Penggunaan Antibiotika Pada Pengobatan Sepsis Neonatal Dengan Metoda Gyssens di RSAD Salak Bogor Tahun 2018 Patminingsih, Nanik; Ratih Laksmitawati, Dian; Utami Ramadaniati, Hesty
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.942 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i7.1468

Abstract

Sepsis merupakan disfungsi organ yang mengancam kehidupan yang diakibatkan oleh disregulasi imun terhadap infeksi. Pemberian antibiotika yang sesuai merupakan salah satu kriteria dalam tata laksana sepsis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotika pada pasien sepsis neonatal. Penelitian dilakukan secara obsevasi analitik dengan alur prospektif. Sebanyak 34 sampel pasien sepsis neonatal dilakukan pemantauan terapi obat. Karakteristik dominan bayi yang mengalami sepsis adalah bayi laki-laki dengan prosentase 59%, terdapat 62% Berat Badan Bayi Cukup (BBLC), 59% jenis sepsis Early Onset Sepsis (EOS), kehamilan cukup bulan 79% dan riwayat persalinan normal 62%. Penggunaan antibiotika terbanyak adalah kombinasi seftriakson-gentamisin sebanyak 50%, kombinasi ampisilin-gentamisin sebagai lini pertama sebanyak 35%, ceftriakson tunggal 9% serta ceftazidim tunggal dan kombinasi seftazidim-gentamisin masing-masing 3%. Hasil evaluasi Gyssens menunjukkan hasil kerasionalan antibiotika 18%, ketidakrasionalan 82%. Hasil statistic menunjukkan bahwa nilai sig yang didapat sebesar 0.912 > alpha 0.05. Hal ini menunjukkan H0 diterima atau tidak adanya hubungan rasionalitas dengan lama hari sembuh. Penggunaan rasional atau tidaknya tidak ada hubungannya dengan seorang pasien lebih cepat atau lebih lama dalam penyembuhan. Kata kunci : Penggunaan antibiotika; sepsis neonatal; metoda Gyssens
Pengaruh Electronic Word of Mouth (e-WOM) dan Brand Image terhadap keputusan pembelian produk Immunomodulator (penelitian di wilayah DKI Jakarta) Novia Maulina; Sampurno Sampurno; Nurita Andayani; Dian Ratih Laksmitawati
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4386.433 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v11i2.5

Abstract

Data Top Brand Index tahun 2012-2018 menunjukkan grafik prosentase pertumbuhan yang stagnan dan cenderung menurun untuk beberapa produk immunomodulator. Untuk mengatasi permasalahan ini, para produsen produk immunomodulator harus gencar melakukan promosi dan memasang strategi pemasaran melalui electronic word of mouth (e-WOM) dan penguatan brand image terhadap keputusan pembelian produk immunomodulator. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) pengaruh e-WOM terhadap keputusan pembelian, (2) pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian, dan (3) pengaruh e-WOM terhadap brand image produk immunomodulator (penelitian dilakukan di wilayah DKI Jakarta). Penelitian  ini  menggunakan  metode  survey dan menyebarkan kuisioner kepada 384 orang responden di wilayah DKI Jakarta yang hasilnya kemudian diolah melalui program Structural Equation Modeling (SEM)-PLS (Partial Least Square) dengan software SmartPLS. Analisa menggunakan PLS ini menunjukkan bahwa hasil penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas melalui uji outer model (model pengukuran). Hasil pengujian hipotesis penelitian ini melalui inner model (model struktural) adalah bahwa (1) e-WOM berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk immunomodulator, (2) Brand Image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk immunomodulator, dan (3) e-WOM berpengaruh signifikan terhadap Brand Image produk immunomodulator. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh e-WOM dan brand image terhadap keputusan pembelian produk immunomodulator.
Aktivitas Penghambatan Xantin Oksidase Herba Tapak Liman, Biji Jintan Hitam, dan Daun Talok Secara In Silico dan In Vitro Marybet Tri Retno Handayani; Esti Mumpuni; Dian Ratih Laksmitawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.954 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i5.6911

Abstract

Hiperurisemia adalah peningkatan kadar asam urat darah di atas normal yang merupakan faktor resiko penyakit gout. Allopurinol digunakan untuk terapi hiperurisemia, namun masyarakat Indonesia menyukai herbak sebagai alternatif terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas penghambatan xantin oksidase secara in silico dan in vitro pada tanaman herba tapak liman (Elephantopus scaber Linn), biji jintan hitam (Nigella sativa Linn) dan daun talok (Muntingia calabura Linn). Pada pengujian secara in silico, 70 senyawa bioaktif yang berasal dari herba tapak liman, biji jintan hitam dan daun talok diujikan sebagai ligan dan divisualisasikan interaksinya terhadap reseptor pada enzim yang berperan sebagai antihiperurisemia dengan metode Structure based ligand Dari hasil docking diperoleh 15 senyawa uji yang dapat menghambat enzim xantin oksidase kerena memperoleh score docking lebih kecil dari kontrol positif. Kemudian dilakukan penelitian secara in vitro untuk mengetahui aktivitas penghambatan xantin oksidase oleh ekstrak etanol 70% herba tapak liman, biji jintan hitan, dan daun talok, hasil menunjukkan adanya aktivitas penghambatan xantin oksidase masing-masing sebesar 41,08%; 34.92%; dan 31,57%. Tanaman herba tapak liman (Elephantopus scaber Linn), biji jintan hitam (Nigella sativa Linn) dan daun talok (Muntingia calabura Linn) mengandung senyawa yang memiliki aktivitas sebagai penghambat xantin oksidase pada hiperurisemia.
Analisis determinan terhadap Length of Stay (LoS) di ruang isolasi Covid-19 RSUD Jend. A. Yani Kota Metro Devina Harti Syaputri; Dian Ratih Laksmitawati; Prih Sarnianto; Andreas Infianto
Jurnal Ilmiah Farmasi Vol. 19 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jif.vol19.iss1.art7

Abstract

Abstract Background: The increasing incidence of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) in Indonesia affects the need for hospital inpatient services. One of the parameters of service quality and the use of hospital resources is the length of stay (LOS).Objective: To find the determinants of COVID-19 that affect LOS in hospitals.Methods: Retrospective observational data collection using a cross-sectional study design. The sampling method used was total sampling during the January-August 2021 hospitalization period in the Isolation Room of the General Hospital of Jend. A. Yani Metro City. The data used is medical record data. Bivariate analysis uses Chi Square, while multivariate analysis uses Multiple Logistics Regression.Results: The sample consisted of 443 patients who were treated during the period January-August 2021 in the COVID-19 isolation room at RSUD Jend. A. Yani Metro City. The median LOS is 6 days. Multiple logistic regression analysis shows that the determinants of LOS include severity, diabetes mellitus, heart disease, and D-Dimer.Conclusion: Severity, comorbid diabetes mellitus, comorbid heart disease, and D-Dimer value are the determinants of LOS in confirmed COVID-19 patients in the COVID-19 isolation room at General Ahmad Yani Hospital, Lampung Province.Keywords: Determinants, Coronavirus Disease, LOS, hospital Intisari Latar belakang: Angka kejadian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang mengalami peningkatan di Indonesia mempengaruhi kebutuhan layanan rawat inap rumah sakit. Salah satu parameter mutu layanan dan penggunaan sumber daya rumah sakit adalah length of stay (LOS).Tujuan: Untuk mencari determinan COVID-19 yang berpengaruh terhadap LOS di rumah sakit.Metode: Pengambilan data secara retrospektif observasional menggunakan desain studi cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan total sampling selama periode rawat Januari-Agustus 2021 di Ruang Isolasi RSUD Jend. A. Yani Kota Metro. Data yang digunakan adalah data rekam medis. Analisis bivariat dengan menggunakan Chi Square, sedangkan analisis multivariat menggunakan Regresi Logistik Ganda.Hasil: Sampel berjumlah 443 pasien yang di rawat selama periode Januari-Agustus 2021 di ruang isolasi COVID-19 RSUD Jend. A. Yani Kota Metro. Median LOS adalah 6 hari. Analisis regresi logistik ganda menunjukkan bahwa determinan LOS meliputi; tingkat keparahan, diabetes mellitus, penyakit jantung, D-Dimer.Kesimpulan: Tingkat keparahan, komorbid diabetes mellitus, komorbid penyakit jantung, nilai D-Dimer merupakan determinan terhadap LOS pasien COVID-19 terkonfirmasi di ruang isolasi COVID-19 RSUD Jenderal Ahmad Yani Provinsi Lampung.Kata kunci: Determinan, Coronavirus Disease, LOS, rumah sakit
KARAKTERISASI KOMPREHENSIF NANO PARTIKEL EKSTRAK DAUN SIRSAK Indah Zahara; Effionora Anwar; Dian Ratih Laksmitawati; Deni Rahmat
Binawan Student Journal Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Binawan (LPPM Universitas Binawan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54771/bsj.v5i1.874

Abstract

Nanoteknologi telah merevolusi berbagai bidang, termasuk kedokteran, dengan memberikan peluang baru untuk penelitian dan aplikasi. Penelitian ini berfokus pada karakterisasi nanopartikel yang berasal dari ekstrak daun sirsak. Nanopartikel disintesis menggunakan polimer kitosan dan ekstrak daun sirsak, dan sifat-sifatnya dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan rentang ukuran partikel yang luas, dengan ukuran rata-rata 210,9 nm dan modus 161,4 nm. Nanopartikel menunjukkan potensial zeta negatif sebesar -31,5 mV, yang menunjukkan stabilitasnya dalam larutan. Efisiensi penyerapan ditemukan sebesar 87,90%, dan kapasitas muatan obat mencapai 37,92%. Mikroskop elektron pemindaian mengonfirmasi morfologi nanopartikel yang berbentuk bulat. Temuan ini menyoroti potensi nanopartikel dari ekstrak daun sirsak untuk pengiriman obat dan menekankan pentingnya karakterisasi komprehensif untuk aplikasi di masa depan.
Analisis Drug Related Problems dan Pengaruhnya terhadap Pengendalian Glukosa Darah pada Pasien Covid-19 dengan Komorbiditas Diabetes Melitus Tipe 2 Yoppy Mayrosa; Hesty Utami Ramadaniati; Dian Ratih Laksmitawati; Ivans Panduwiguna
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13955

Abstract

This study aims to anayze the effect of drug related problems (DRPs) on glycemic control in COVID-19 patients with comorbid diabetes mellitus type 2. This research is a cross-sectiona study using retrospective data obtained from secondary data from the medica records of Covid-19 patients. with type 2 diabetes mellitus. The research location was at Jati Padang Hospita. The sample consisted of 76 medica records with total sampling method. Data collected using PCNE V9.00 were then tested using the Wilcoxon test comparing initia GDS in hospita with GDS at the end of patient discharge, the Chisquare test which correlated changes in GDS with patient clinica outcomes and the Spearman test which linked changes in GDS with DRPs, characteristics of Covid-19 patients with diabetes mellitus predominant age 46-55 years (30.3%), predominant sex mae (51.3%), length of stay 6-10 days (64.5%), profile of drug use that is often used antivira, antibiotics, vitamins and supplements, symptomatic and antidiabetic (100%). The most common comorbidities were hypertension (60.4%), the incidence of DRPs (92.1%), the most common fina GDS was hyperglycemia (≥ 200 mg/dL) (65.8%). 58 patients were discharged with a negative sample (76.3%). The results of the Wilcoxon test on blood glucose showed differences in blood glucose at the beginning and at the end. The results of the Chi-square test between changes in blood glucose and the patient's clinica outcome (p>0.05) showed that there was no significant relationship between changes in blood glucose levels and the patient's clinica outcome. Spearmen's correlation test results (p>0.05) showed a significant relationship between DRPs and changes in patient's blood glucose. The correlation between the incidence of DRPS and blood glucose (0.169) shows a weak relationship. It can be interpreted that DRPs do not realy affect changes in blood glucose in patients at Jati Padang Hospital.
PRESISI UJI ANTIHIPERURISEMIA IN VITRO BERDASARKAN PENGUKURAN SERAPAN PADA DUA PANJANG GELOMBANG Liliek Nurhidayati; Dian Ratih Laksmitawati; Riska Eka Putri
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v3i2.102

Abstract

ABSTRAK Metode yang digunakan dalam skrining obat antihiperurisemia in vitro berdasarkan pada kemampuan suatu bahan menghambat enzim xantin oksidase dalam mengubah substrat xantin menjadi asam urat. Para peneliti mengukur aktivitas antihiperurisemia berdasarkan asam urat yang terbentuk atau xantin yang tersisa. Untuk mengetahui presisi kedua pengukuran tersebut, telah dilakukan pengujian aktivitas antihiperurisemia alopurinol berdasarkan pengukuran serapan pada panjang gelombang 291 nm dan 268 nm. Pada kondisi optimum diperoleh simpangan baku relatif persen penghambatan berdasarkan jumlah asam urat yang terbentuk 0,24-1,30%, sedangkan berdasarkan sisa xantin adalah 0,25-2,39%. Kata kunci : pengambatan, xantin oksidase, in vitro, alopurinol, presisi  ABSTRACT The method used in in vitro antihiperurisemia drug screening based on the ability of a substance  to inhibit the xanthine oxidase enzyme in converting the substrate xanthine to uric acid. The researchers measured the hyperuricemia treatment activity based on the formation of uric acid or the remaining xanthine. To determine the precision of the measurements, antihiperurisemia activity of allopurinol was conducted by measuring absorption at a wavelength of 291 nm and 268 nm. At the optimum conditions, the  relative standard deviation of percent inhibition based on the amount of uric acid was 0.24 to 1.30%, while based on the rest of the xanthine was 0.257 to 2.39%. Keywords : inhibition, xanthine oxidase, in vitro, allopurinol, precision
Pengaruh Fermentasi Umbi Suweg (Amorphophallus campanulatus) Terhadap Kadar Makronutrien Dan Nilai Indeks Glikemik Mencit Dian Ratih Laksmitawati; Umi Marwati; Vergie Indriani
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 6 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v6i1.124

Abstract

Bahan pangan berindeks glikemik rendah makin diminati masyarakat. Salah satu karbohidrat sebagai bahan pangan adalah umbi suweg. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh fermentasi bakteri asam laktat pada kadar makronutrien (protein, lemak, karbohidrat) dan indeks glikemik tepung umbi suweg (Amorphophallus campanulatus). Umbi suweg diiris tipis, difermentasi dengan 10% isolat bakteri asam laktat T1-2,isolat bakteri dari penelitian sebelumnya, kemudian diinkubasi pada suhu ruangan selama 4 hari. Hasil fermentasi kemudian dibuat tepung. Tepung suweg terfermentasi diuji untuk menentukan indeks glikemik menggunakan mencit percobaan. Kadar makronutrien karbohidrat, lemak dan protein ditentukan secara kimia.Hasil pengujian menunjukkan selama proses fermentasi BAL 0-4 hari terjadi peningkatan viabilitas BAL dari hari ke-0 sampai hari ke-2 (3,64x108- 20,38x108 sel/ml) dan mengalami penurunan setelah hari ke-2 (14,63x108-7,91x108 sel/ml), jumlah total asam semakin meningkat (0,2066%-1,2599%) seiring dengan pH yang menurun (5,43-4,37). Hasil penetapan kadar protein tepung suweg terfermentasi BAL 7,41%  dan tanpa fermentasi BAL 6,05%. Kadar lemak tepung suweg terfermentasi BAL 0,46% dan tanpa fermentasi BAL 0,38%. Kadar karbohidrat tepung suweg terfermentasi BAL 81,7% dan tanpa fermentasi BAL 82,15%. Nilai indeks glikemik tepung suweg terfermentasi BAL 64,6 dan tanpa fermentasi BAL 69,4. Berdasarkan uji statistik, kadar makronutrien (lemak, karbohidrat, protein) dan indeks glikemik menunjukkan tidak beda nyata (P>0,05).Fermentasi BAL 10% pada tepung suweg selama 4 hari dengan tidak berpengaruh pada nilai indeks glikemik dan kadar makronutrien karbohidrat, lemak dan protein. Kata kunci: Fermentasi, Bakteri Asam Laktat, umbi suweg, makronutrien, indeks glikemik.
In Silico Compounds Analysis in Ginger (Zingiber Officinale) as Candidate for Acute Coronary Syndrome Medication James Ibrahim; Dian Ratih Laksmitawati; Esti Mulatsari; Esti Mumpuni
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i11.6790

Abstract

Based on the World Health Organization and other authorized health organizations, heart disease is one of the diseases with the largest contributor to death in the world, including Acute Coronary Syndrome with an estimated number of patients of 126 million in 2020. This research entails phytoconstituents of Zingiber officinale as possible Acute Coronary Syndrome medication with in silico methods by altering the activity of HMG-CoA Reductase, PPAR-α, PPAR-γ, NPC1L1, β1-AR, ACE and P2Y12R. This research used Molegro Virtual Docker 6.0 as tool to analyze the compounds with docking computation approach and also utilize Protein Data Bank (PDB) files : 1HWK, 2ZNN, 4EMA, 4AMJ, 2YDM, 4PXZ and 7DFZ. Chemdraw 3D was used in order to minimize the ligand’s energy. Furthermore, to analyze the pharmacokinetics aspects, this study involved pkCSM and SwissADME to predict a few parameters in each aspect, and finalized the research with Dynamic Molecular approach with YASARA.
Co-Authors . Syamsudin Ahmad Faried Ana Yupita Liza Andayani, Nurita Andreas Infianto Ani Retno Prijanti Annisa Septyana Putri Ayu Werawati Bagus Bahtiar Bambang Ponco Priosoeryanto Cahyaning Riski Wijayanti Caroline Tan Sardjono CAROLINE TAN SARDJONO Chandra, Pra Panca Bayu Claudia Tiffani Dedy Kurniawan Deni Rahmat Deni Rahmat Devina Harti Syaputri Diah Kartika Pratami Diar Gustianti Istita Edwin Tomasoa Effionora Anwar Effionora Anwar Elisabeth Ninung Yuliarti Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni, Esti Faradiba Faradiba Faridah Faridah Ferry Sandra Hanna Sari W Kusuma Hanna Sari Widya Kusuma HARI PURNOMO Hendig Winarno Hendig Winarno Hesti Utami Ramadaniati Hesti Utami Ramadaniati Hikariastri, Pangartika Indah Zahara Ivans Panduwiguna James Ibrahim Jayati, Turpuk Mannaria Jeanette Mangiwa Jeanne A. Pawitan Jeanne Adiwinata Pawitan Juliana Irem Adriana Purukan Katharina Aditya Candra Utukaman Kusmardi Kusmardi Kusmardi Kusmardi Laili Savitri Noor Laksono Trisnantoro Larasinta, Nadia Lia Warti Liliek Nurhidayati Magdalena Niken Oktovina Marwati, Umi Marybet Tri Retno Handayani Meilda Ayu Bathini Mita Restina Moch Futuchul Arifin Mohamad Sadikin Mohammad Sadikin Mokhamad mahroji Muhammad Hanafi Mulatsari, Esti Noor, Laili Savitri Novia Maulina Novia Maulina Nuraini Nuraini Nurita Andayani Okta, Fauzia Noprima Oriza Safrini Oriza Safrini Panca, Pra Panca Bayu Chandra Pangartika Hikariastri Partana, Citra Prastuti Partomuan Simanjuntak Patminingsih, Nanik Pra Panca Bayu Chandra Pra Panca Bayu Chandra Prasasta Sutedjo Prih Sarnianto Prih Sarnianto Prih Sarnianto Prilasari, Sharon Alia Rachmawati Noverina RAHMAT, DENI Rahmawati, Siti Irma Ramadaniati, Hesty Utami Ranald Irwanto Ratih Rinendyaputri Renni Septini Rikkit Sihombing Rilianawati Rilianawati Riska Eka Putri, Riska Eka Rizal Rizal Rizal Rizal Ronald Irwanto Ronald Irwanto Natadidjaja Ros Sumarny Ros Sumarny ROS SUMARNY Rudi Asmajaya Sahat Saragi Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno Sarwono Waspadji Seila Arumwardana Selvy Devita Anggeraini Shelly Taurhesia Simbolon, Roslan Simbolon, Roslan Siti Umroh Noor Sutarno Syamsudin Abdillah Teulis Sumiartini Tomasoa, Edwin Trisna Lestari Umi Marwati Utukaman, Katharina Aditya Candra Vergie Indriani Wahono Sumaryono Wahyu Widowati Wahyu Widowati Wireni Ayuningtyas Yoppy Mayrosa Yudha Sukowati Yusi Anggraini Yusi Anggriani Yusi Anggriani Zahara, Indah