Claim Missing Document
Check
Articles

In Silico Compounds Analysis in Ginger (Zingiber Officinale) as Candidate for Acute Coronary Syndrome Medication James Ibrahim; Dian Ratih Laksmitawati; Esti Mulatsari; Esti Mumpuni
East Asian Journal of Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/eajmr.v2i11.6790

Abstract

Based on the World Health Organization and other authorized health organizations, heart disease is one of the diseases with the largest contributor to death in the world, including Acute Coronary Syndrome with an estimated number of patients of 126 million in 2020. This research entails phytoconstituents of Zingiber officinale as possible Acute Coronary Syndrome medication with in silico methods by altering the activity of HMG-CoA Reductase, PPAR-α, PPAR-γ, NPC1L1, β1-AR, ACE and P2Y12R. This research used Molegro Virtual Docker 6.0 as tool to analyze the compounds with docking computation approach and also utilize Protein Data Bank (PDB) files : 1HWK, 2ZNN, 4EMA, 4AMJ, 2YDM, 4PXZ and 7DFZ. Chemdraw 3D was used in order to minimize the ligand’s energy. Furthermore, to analyze the pharmacokinetics aspects, this study involved pkCSM and SwissADME to predict a few parameters in each aspect, and finalized the research with Dynamic Molecular approach with YASARA.
UJI AKTIVITAS STIMULANSIA EKSTRAK DAUN BANGUN-BANGUN (Coleus amboinicus L.) DENGAN METODA ROTAROD Rikkit Sihombing; Muhammad Hanafi; Dian Ratih Laksmitawati
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i1.308

Abstract

ABSTRAK Daun bangun-bangun umum dikonsumsi oleh masyarakat di daerah Sumatera Utara dan dikenal memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai stimulansia. Daun bangun-bangun memiliki beberapa kandungan kimia seperti carvacrol, quarsetin, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas stimulansia ekstrak daun bangun-bangun dan dosis optimunnya dengan metode rotarod. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi. Ekstrak daun bangun-bangun (EDB) diuji stimulansia pada 30 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (cmc-na 5%), kontrol positif (kafein 0,36 mg) kelompok ekstrak etanol EDB12,8 mg/20g bb; EDB2 5,6 mg/20g bb; EDB3 8,4 mg/20g bb, EDB4 11,2 mg/20g bb. Hewan coba mencit diberikan perlakuan secara oral dan dilakuan pengujian setelah satu jam pemberian, mencit diletakkan di rotarod dan diamati durasi untuk bertahan di atas rotarod. Hasil analisis statistic menunjukkan bahwa durasi ketahanan mencit yang diberi EDB memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol negatif, hal ini menunjukkan bahwa EDB memiliki aktivitas sebagai stimulansia. EDB1 tidak menunjukkan perbedaan signifikan dengan kafein, berarti efeknya sebanding dengan kafein. Sementara itu, EDB2, EDB3, dan EDB4 menunjukkan durasi ketahanan lebih tinggi dan perbedaan signifikan dengan kafein, berarti dosis EDB ini lebih kuat efek stimulansianya daripada kafein. Tidak ada perbedaan signifikan antara EDB3 dan EDB4. ABSTRACT The leaves of the Coleus amboinicus commonly consumed in North Sumatra, are known for their diverse benefits, including their use as a stimulant. These leaves contain various chemical compounds such as carvacrol, quercetin, and alkaloids. This study aims to determine the effectiveness and optimal dosage of the stimulant effects of the bangun-bangun leaf extract using the rotarod method. The extraction method used was maceration. The bangun-bangun leaf extract (EDB) was tested as a stimulant on 30 male mice, divided into six groups: negative control (CMC-na 5%), positive control (caffeine 0.36 mg), and treatment groups given different doses of ethanol extract EDB1 2.8 mg/20g bw; EDB2 5.6 mg/20g bw; EDB3 8.4 mg/20g bw, EDB4 11.2 mg/20g bw. After oral administration and a one-hour interval, the mice were placed on a rotarod and the duration of their endurance was observed. Statistical analysis showed that the endurance duration of the mice given EDB significantly differed from the negative control, indicating that EDB has a stimulant effect. EDB1 showed no significant difference with caffeine, implying its stimulant effect is comparable to caffeine. Meanwhile, EDB2, EDB3, and EDB4 showed higher endurance duration and significant differences with caffeine, implying that these EDB doses have a stronger stimulant effect than caffeine. However, there was no significant difference between EDB3 and EDB4.
Analysis of Medication, Cost, and Clinical Outcome of Human and Analogue Insulins of Type 2 Diabetes Mellitus at MMC Hospital 2016-2017 Jayati, Turpuk Mannaria; Anggriani, Yusi; Laksmitawati, Dian Ratih; Waspadji, Sarwono
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 13 No 2 (2021): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v13i2.273

Abstract

Human insulin and analog insulin are available at RS.MMC. The use of analog insulin was more prevalent among doctors between 2016 and 2017. The data collection was conducted retrospectively, taking samples of 132 outpatients type 2 DM using insulin, of which 74 were evaluated for their clinical outcome. The study's goal is to provide information for developing insulin usage guidelines. The medication profile data were collected from the medicine administration at the Hospital Pharmacy Installation. The clinical outcome data, such as fasting plasma glucose (FPG), two-hour postprandial plasma glucose (2HPP), and Hemoglobin A1c (HbA1c), were garnered from the patients’ medical records. The cost data were collected from the outpatients’ payment receipts provided by the Hospital’s Financial Department. Kolmogorov Smirnov normality test was applied in this research. Statistical trials of differences in clinical outcomes and costs using the Kruskal-Wallis test, showed there was a significant difference between human insulin and insulin analogues in terms of clinical outcomes of GDP, GDPP, HbA1c, and cost after follow-up testing with Mann Whitney, showed average cost of using human insulin for 30 days was Rp1,597,066, and analogue was Rp2,497,535 shows that human insulin and analogues differ significantly in terms of cost (p = 0.015).
Inisiasi Ekonomi Kreatif Produksi Minuman Probiotik Pada Kelompok Masyarakat Penggerak Bank Sampah Kota Depok Marwati, Umi; Laksmitawati, Dian Ratih; Nurhidayati, Liliek; Noor, Laili Savitri
SULUH: Jurnal Abdimas Vol 4 No 1 (2022): SULUH: Jurnal Abdimas Agustus
Publisher : FEB-UP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/suluh.v4i1.3293

Abstract

Salah satu upaya peningkatan daya tahan tubuh adalah meningkatkan kesehatan saluran cerna dengan minuman kesehatan probiotik. Pembuatan minum kesehatan ini memerlukan teknik sederhana yang dapat dipraktekkan pada kelompok masyarakat. Masyarakat penggerak bank sampah adalah kelompok masyarakat yang peduli lingkungan melalui kegiatan pemilahan sampah sesuah konsep 3R (reuse, reduce dan recycle). Sebagai usaha untuk meningkatkan potensi diri dalam kesehatan dan ekonomi dilakukan inisiasi ekonomi kreatif melalui penyuluhan dan pelatihan produksi minuman probiotik selama 2 hari. Kegiatan partisipasi aktif terdiri dari edukasi dan praktek langsung. Hasil menunjukkan edukasi meningkatkan pemahaman responden mengenai kesehatan produk probiotik dan perhitungan dasar bisnis sebanyak 12 persen. Sebanyak 100% kelompok responden yang terbagi menjadi 3 kelompok berhasil membuat minuman probiotik menggunakan peralatan hibah dari kegiatan ini. Kegiatan ini berpotensi meningkatkan kesehatan dan ekonomi masyarakat penggerak bank sampah. Diperlukan dukungan standarisasi produksi dan pendampingan berkelanjutan oleh para akademisi dan pemerintahan khususnya di wilayah kota Depok.
SKRINING FITOKIMIA DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L.) Panca, Pra Panca Bayu Chandra; Ratih Laksmitawati, Dian; Rahmat, Deni
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.149

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L.) merupakan salah satu tanaman yang digunakan sebagai sayuran. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah buah. Buah okra mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai bahan alam yang berkhasiat sebagai obat. Penelitian tentang skrining fitokimia dan penetapan kadar flavonoid total dari ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus L.) telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia dan kadar flavonoid total ekstrak buah okra. Ekstraksi ini menggunakan metode maserasi pelarut etanol 70 %. Hasil ekstraksi maserasi kemudian dilakukan proses penguapan hingga diperoleh ekstrak kental. Ekstrak kental lalu di identifikasi secara kualitatif menggunakan pereaksi kimia. Hasil identifikasi kualitatif diperoleh bahwa ekstrak buah okra mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tannin, triterpenoid, kumarin, fenolik dan glikosida. Kandungan flavonoid total ditetapkan menggunakan metode kolorimetri-Aluminium Klorida dengan instrumen spektrofotometri UV-Vis diperoleh kadar flavonoid total ekstrak buah okra sebesar 319.18 mg/100 gram dengan nilai SD 0.18.
AKTIVITAS GEL EKSTRAK BUAH OKRA (Abelmoschus esculentus L.) TERHADAP LUKA MENCIT HIPERGLIKEMIK BERDASARKAN JUMLAH INFILTRASI NEUTROFIL Pra Panca Bayu Chandra; Ratih Laksmitawati, Dian; Rahmat, Deni
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.v8i1.169

Abstract

Luka diabetes akan mengalami fase inflamasi yang lebih lama dibandingkan luka normal, terjadinya gangguan peredaran darah besar dan kecil mengakibatkan sirkulasi darah menjadi kurang optimal, pemberian nutrisi dan oksigenasi berkurang sehingga proses penyembuhan luka diabetes menjadi lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas gel ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus L.) pada luka mencit dengan kondisi hiperglikemik berdasarkan indikator histopatologi yaitu jumlah infiltrasi neutrofil. Mencit jantan galur Mus musculus dikondisikan hiperglikemik dengan STZ dosis 0,06 mg/gBB. Mencit dibagi menjadi 8 kelompok (n=6). Kelompok 1 (Kontrol Non-DM), kelompok 2 (Kontrol DM), kelompok 3 sampai 8 (Uji). Dosis glibenclamide 5 mg/KgBB, dosis ekstrak buah okra 400 mg/KgBB serta dosis CMC Na 5 mL/KgBB. Terapi diberikan 1 kali sehari (oral dan topikal) selama 15 hari terapi yang dilihat pada hari ke-0, 5, 11 dan 15. Hasil penelitian jumlah infiltrasi neutrofil mengalami penurunan pada kelompok uji dibandingkan kelompok kontrol. Pemberian kombinasi gel ekstrak buah okra secara topikal dengan ekstrak buah okra secara oral selama 15 hari terapi mampu menurunan radang neutrofil dibandingkan dengan pemberian tanpa kombinasi atau hanya secara oral. Pemberian kombinasi antara topikal gel dan oral ekstrak buah okra mempercepat proses penyembuhan luka pada mencit hiperglikemik dibandingkan pemberian non kombinasi. Manajemen kadar glukosa darah puasa berpengaruh dalam keberhasilan proses penyembuhan luka diabetes.
Aktivitas Antiinflamasi Crude Extract Fukoidan dari Sargassum crassifolium pada Sel RAW 264.7 yang Diinduksi LPS Hikariastri, Pangartika; Winarno, Hendig; Kusmardi, Kusmardi; Laksmitawati, Dian Ratih; Abdillah, Syamsudin
Jurnal Kefarmasian Indonesia VOLUME 9, NOMOR 2, AGUSTUS 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/jki.v9i2.1547

Abstract

Inflammation is known as the basic mechanism underlying various chronic diseases. Macrophage activation by inflammatory stimulus induces the release of inflammatory mediators, thus the mediators becoming a promising target of anti-inflammatory drug development. Previous studies indicated that fucoidan has anti-inflammatory activity by inhibiting the release of proinflammatory mediators. The aim of this study is determining anti-inflammatory activity of fucoidan crude extract form Sargassum crassifolium Garut waters by observing its effect on proinflammatory cytokines TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Fucoidan is a polysaccharide substance which has various characteristics, depending on the source and the extraction method which is influencing its bioactivity. Sargassum crassifolium collected from Garut-West Java is extracted using diluted HCl 0,1 M and precipitated with ethanol to obtain fucoidan crude extract. The crude extract is tested on LPS-induced RAW 264.7 cells to evaluate its effect on TNF-α, IL-1β, and IL-6 level using ELISA method. The result showed that fucoidan crude extract decreased the level of TNF-α by the dose of 25 and 50 μg/ml, and decreased the level of IL-1β and IL-6 by the dose of 25 μg/ml. The dose of 50 μg/ml failed to inhibit IL-1β and IL-6 production. This study showed that fucoidan crude extract derived from S. crassifolium has anti-inflammatory activity to RAW 264.7 cells by the dose of 25 μg/ml.
Inisiasi Produksi Minuman Probiotik untuk Meningkatkan Imunitas Masyarakat di Desa Cinangka, Banten Nadia Larasinta Heriatmo; Umi Marwati; Faradiba Faradiba; Dian Ratih Laksmitawati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i2.2555

Abstract

Sebagai upaya peningkatan daya tahan tubuh dan imunitas masyaratakat adalah dengan meningkatkan kesehatan saluran cerna yang salah satu caranya dengan mengkonsumsi minuman kesehatan yaitu minuman probiotik. Pembuatan minuman ini dapat dilakukan dengan cara sederhana dan menggunakan perlengkapan skala rumah tangga yang dapat dipraktekkan pada lingkungan masyarakat. Sebagai usaha dalam meningkatkan potensi yang dikembangkan pada lingkup kesehatan dan ekonomi maka dilakukan inisiasi ekonomi kreatif melalui penyuluhan dan pelatihan produksi minuman probiotik kepada anggota kader posyandu dari beberapa desa di Kecamatan Cinangka, Banten. Metode kegiatan ini berupa edukasi materi dan praktek langsung. Pelaksanaan dimulai dengan evaluasi awal (pretest) untuk menilai pengetahuan umum dari masyarakat, pemaparan edukasi materi yang diberikan dengan cara presentasi dan dilanjutkan praktek secara langsung cara pembuatan minuman probiotik. Hasil menunjukkan edukasi dapat meningkatkan pemahaman responden mengenai masalah kesehatan dan produk minuman probiotik. Hasil analisa menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman responden mengenai minuman probiotik sebanyak 29%. Seluruh responden berhasil membuat minuman probiotik menggunakan alat dan bahan yang diberikan langsung pada kegiatan ini. Kegiatan ini berpotensi dapat meningkatkan kesehatan dan pergerakan ekonomi masyarakat sekitar. Keberlanjutan dari kegiatan ini direkomendasikan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar senantiasa berperan dalam pergerakan ekonomi mandiri sehingga bisa tercapainya standarisasi produk dan pendampingan berkelanjutan oleh pada akademisi dan pemerintahan khususnya di wilayah Kecamatan Cinangka, Banten.
Peningkatan Aktivitas Antimikroba Ekstrak Nanas (Ananas comosus (L.). Merr) dengan Pembentukan Nanopartikel Deni Rahmat; Dian Ratih L.; Liliek Nurhidayati; Meilda Ayu Bathini
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i5.45

Abstract

Bonggol nanas (Ananas comosus (L.). Merr) mengandung enzim bromelain dengan kadar tertinggi dibandingkan bagian nanas lainnya. Salah satu fungsi enzim bromelain adalah sebagai antimikroba. Ekstrak bonggol nanas dibuat dalam bentuk nanopartikel dengan menggunakan kitosan kemudian dikeringkan dengan metode freeze drying. Serbuk kering ekstrak ditentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) terhadap Staphylococcus aureus. Nanopartikel ekstrak kering dilakukan uji ukuran partikel, zeta potensial, dan morfologi partikel. Nanopartikel ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam bentuk sediaan gel. Tiap formula dilakukan uji mutu fisik antara lain organoleptik, homogenitas, viskositas dan sifat alir dan uji mutu kimia (pH). Hasil penelitian menunjukkan nanopartikel ekstrak memiliki ukuran partikel 60,8 nm dan bentuk partikel kering sferis. Ekstrak bonggol nanas memiliki KHM pada konsentrasi 1,25%. Gel formula IV menunjukkan DDH tertinggi yaitu 62,5 mm dan memiliki viskositas dan pH yang stabil. Dengan demikian pembuatan nanopartikel pada ekstrak bonggol nanas dapat meningkatkan aktivitas antimikroba dalam sediaan gel untuk penggunaan secara topikal
Pengaruh Penerapan Clinical Pathway pada Peresepan Antibiotik Pasien Tifoid Anak di Rumah Sakit Swasta X Kota Bogor: Effect of Clinical Pathway on Antibiotic Prescribing for Children Typhoid Patients at Hospital X Bogor Oriza Safrini; Dian Ratih Laksmitawati; Hesty Utami Ramadaniati
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i4.1581

Abstract

Typhus occurs almost all over the world. To reduce the variation of antibiotics in hospitals, especially for inpatients, a Clinical Pathway was created. This study aims to determine the effect of the application of a clinical pathway on antibiotic prescribing in pediatric typhus patients in the inpatient room of X Private Hospital, Bogor. This research is a comparative observational study that compares the prescribing of antibiotics before the implementation of the clinical pathway and after the application of the clinical pathway. The Chi-square test was used to compare the rationality of antibiotic use, length of stay, and solubility of antibiotic choices with guidelines. A sample of 81 people was obtained before the application of the clinical pathway and 78 people after the application of the clinical pathway. Before the implementation of the clinical pathway, the rational use of antibiotics was 48.88% and after the application of the clinical pathway, it increased to 67.05%. (p = 0.016). Based on the results of statistical tests, there were 52 patients (64.19%) who had a length of stay ? 5 days before the implementation of the clinical pathway and 68 patients (87.17%) before the implementation of the clinical pathway (p=0.001). As much as 68.89% of the selection of antibiotics before the application of clinical pathways according to management guidelines and after the application of clinical pathways increased to 88.64%. (p = 0.001). The conclusion from this study is that the application of a clinical pathway at Hospital X Bogor City has increased the rationality of using antibiotics Keywords: Antibiotic, Clinical pathways, Gyssen, Typhoid Abstrak Tifoid terjadi hampir di seluruh dunia. Untuk mengurangi variasi antibiotik di rumah sakit khususnya pada pasien rawat inapmaka dibuatlah Clinical pathway. Adapun tyjuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh implementasi clinical pathway terhadap peresepan antibiotik untuk pasien Tifoid anak di ruang rawat inap Rumah Sakit Swasta X di Bogor. Penelitian ini bersifat observasional comparative study membandingkan peresepan antibiotik sebelum penerapan clinical pathway dan setelah penerapan clinical pathway. Uji Chi square digunakan untuk membandingkan rasionalitas penggunaan antibiotik, lama rawat dan kesesuaian pilihan antibiotik dengan pedoman. Diperoleh sampel sebanyak 81 orang sebelum penerapan clinical pathway dan 78 orang setelah penerapan clinical pathway. Sebelum penerapan clinical pathway penggunaan antibiotik rasional sebanyak 48.88% dan setelah penerapan clinical pathway meningkat menjadi 67.05%. (p = 0,016). Berdasarkan hasil uji statistik menujukkan pasien yang memiliki lama rawat ? 5 hari sebelum penerapan clinical pathway sebanyak 52 pasien (64.19%) dan sebelum penerapan clinical pathway sebanyak 68 pasien (87.17%) (p = 0,001). Sebanyak 68,89% pemilihan antibiotik sebelum penerapan clinical pathway telah sesuai dengan pedoman tata laksana dan setelah penerapan clinical pathway meningkat menjadi 88.64%. (p = 0,001). Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi clinical pathway di Rumah Sakit X di kota Bogor telah meningkatkan rasionalitas penggunaan antibiotik. Kata Kunci: Antibiotik, Clinical pathway, Gyssen, Tifoid
Co-Authors . Syamsudin Ahmad Faried Ana Yupita Liza Andayani, Nurita Andreas Infianto Ani Retno Prijanti Annisa Septyana Putri Ayu Werawati Bagus Bahtiar Bambang Ponco Priosoeryanto Cahyaning Riski Wijayanti Caroline Tan Sardjono CAROLINE TAN SARDJONO Chandra, Pra Panca Bayu Claudia Tiffani Dedy Kurniawan Deni Rahmat Deni Rahmat Devina Harti Syaputri Diah Kartika Pratami Diar Gustianti Istita Edwin Tomasoa Effionora Anwar Effionora Anwar Elisabeth Ninung Yuliarti Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni Esti Mumpuni, Esti Faradiba Faradiba Faridah Faridah Ferry Sandra Hanna Sari W Kusuma Hanna Sari Widya Kusuma HARI PURNOMO Hendig Winarno Hendig Winarno Hesti Utami Ramadaniati Hesti Utami Ramadaniati Hikariastri, Pangartika Indah Zahara Ivans Panduwiguna James Ibrahim Jayati, Turpuk Mannaria Jeanette Mangiwa Jeanne A. Pawitan JEANNE ADIWINATA PAWITAN Juliana Irem Adriana Purukan Katharina Aditya Candra Utukaman Kusmardi Kusmardi Kusmardi Kusmardi Laili Savitri Noor Laksono Trisnantoro Larasinta, Nadia Lia Warti Liliek Nurhidayati Magdalena Niken Oktovina Marwati, Umi Marybet Tri Retno Handayani Meilda Ayu Bathini Mita Restina Moch Futuchul Arifin Mohamad Sadikin Mohammad Sadikin Mokhamad mahroji Muhammad Hanafi Mulatsari, Esti Noor, Laili Savitri Novia Maulina Novia Maulina Nuraini Nuraini Nurita Andayani Okta, Fauzia Noprima Oriza Safrini Oriza Safrini Panca, Pra Panca Bayu Chandra Pangartika Hikariastri Partana, Citra Prastuti Partomuan Simanjuntak Patminingsih, Nanik Pra Panca Bayu Chandra Pra Panca Bayu Chandra Prasasta Sutedjo Prih Sarnianto Prih Sarnianto Prih Sarnianto Prilasari, Sharon Alia Rachmawati Noverina RAHMAT, DENI Rahmawati, Siti Irma Ramadaniati, Hesty Utami Ranald Irwanto Ratih Rinendyaputri Renni Septini Rikkit Sihombing Rilianawati Rilianawati Riska Eka Putri, Riska Eka Rizal Rizal Rizal Rizal Ronald Irwanto Ronald Irwanto Natadidjaja ROS SUMARNY Ros Sumarny Ros Sumarny Rudi Asmajaya Sahat Saragi Sampurno Sampurno Sampurno Sampurno Sarwono Waspadji Seila Arumwardana Selvy Devita Anggeraini Shelly Taurhesia Simbolon, Roslan Simbolon, Roslan Siti Umroh Noor Sutarno Syamsudin Abdillah Teulis Sumiartini Tomasoa, Edwin Trisna Lestari Umi Marwati Utukaman, Katharina Aditya Candra Vergie Indriani Wahono Sumaryono Wahyu Widowati Wahyu Widowati Wireni Ayuningtyas Yoppy Mayrosa Yudha Sukowati Yusi Anggraini Yusi Anggriani Yusi Anggriani Zahara, Indah