p-Index From 2021 - 2026
8.725
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JDM JURNAL GIZI INDONESIA Jurnal Kesehatan Lingkungan indonesia Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Medula Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Produksi Tanaman Jurnal Plans : Penelitian Ilmu Manajemen dan Bisnis Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Jurnal Media Gizi Indonesia (MGI) JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya InfoTekJar : Jurnal Nasional Informatika dan Teknologi Jaringan Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Jurnal Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek) Argipa (Arsip gizi dan Pangan) Jurnal SOLMA Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal Physical Education, Health and Recreation JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Amerta Nutrition Jambura Health and Sport Journal Eksakta : Berkala Ilmiah Bidang MIPA Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Indonesian Journal of Education and Mathematical Science PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Journal SAGO Gizi dan Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat: Humanity and Medicine Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Journal of Academia Perspectives Hello World Jurnal Suara Pengabdian 45 Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Blend Sains Jurnal Teknik Tsaqofah: Jurnal Penelitian Guru Indonesia Wahana Priviet Social Sciences Journal Jurnal Pelita Sriwijaya Portal Riset dan Inovasi Sistem Perangkat Lunak Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Jurnal Pendidikan Progresif Journal of Islamic Guidance and Counseling Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Jurnal Pengabdian dan Inovasi Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Risiko Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Celikah Kabupaten Ogan Komering Ilir Bibah Novrita; Rini Mutahar; Indah Purnamasari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.277 KB)

Abstract

Latar Belakang: DBD merupakan salah satu dari banyak penyakit menular yang dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat mampu menimbulkan wabah. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten OKI tahun 2016, kasus di Puskesmas Celikah masih tinggi dan melebihi target nasional yang diharapkan (IR 51 per 100.000 penduduk). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor resiko yang mempengaruhi kejadian demam berdarah dengue. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi case control. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 114 sampel dari 57 kasus demam berdarah dengue dan 57 kontrol dengan rasio 1:1. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu Quota sampling. Analisa data yang dilakukan adalah menggunakan chi-square test dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model prediksi.Hasil Penelitian: Variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian DBD adalah umur (p-value= <0,001; OR=9,0; 95% CI:2,486-32,579), jenis kelamin (p-value=0,002; OR=5,6; 95% CI:1,934-16,337), pekerjaan (p-value=0,001; OR= 3,7; 95% CI:1,718-8,155), pengetahuan (p-value=0,015; OR=2,7; 95% CI: 1,284-5,889), menguras TPA (p-value=0,004; OR=3,6; 95% CI: 1,554-8,677), pemasangan kawat kassa (pvalue=<0,001; OR=7,8; 95% CI:3,247-19,142), pemanfaatan pelayanan kesehatan (p-value=0,012; OR=2,9; 95% CI:1,322-6,362). Variabel yang tidak berhubungan antara lain pendidikan, sikap, kebiasaan menggantung pakaian, tanaman sekitar rumah dan riwayat DBD. Umur merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh dengan kejadian DBD setelah dikontrol dengan variabel lainnya (p-value=0,007; OR=14,153; 95% CI: 2,062- 97,154).Kesimpulan: Umur merupakan faktor yang paling berpengaruh dengan kejadian DBD. Diharapkan bagi instansi terkait agar dapat lebih mengutamakan upaya pelayanan promotif agar dapat menurunkan angka kejadian DBD.
Determinan Penggunaan Kondom pada Hubungan Seksual Pertama Kali oleh Remaja Belum Menikah di Indonesia (Analisis Data SDKI KRR 2012) Yunis Adilah; Rini Mutahar; Indah Purnama Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.133 KB)

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan kondom sebagai bagian dari pencegahan terhadap risiko kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012 menunjukkan peningkatan penggunaan kondom pada hubungan seksual pertama kali oleh remaja pria dan wanita belum menikah dalam kurun waktu lima tahun sebelum survei. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan kondom pada saat pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan menggunakan data sekunder dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2012. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Indonesia yang belum menikah berusia 15-24 tahun. Sampel penelitian ini adalah remaja berusia 15-24 tahun belum menikah yang pernah melakukan hubungan seksual dan menjawab lengkap pertanyaan sebanyak 1.419 remaja.Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat. Hasil Penelitian: Penggunaan kondom pada saat hubungan seksual pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia adalah 24,7% dari keseluruhan responden yang melakukan hubungan seksual. Hasil analisi bivariat menunjukkan bahwa ada hubunganyang signifikan antara status ekonomi(p-value=0,007), akses informasi (p-value=0,042) dan pengetahuan (p-value=0,009) dengan penggunaan kondom pada saat pertama kali oleh remaja belum menikah di Indonesia. Status ekonomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi penggunaan kondom saat melakukan hubungan seksual pertama kali oleh remaja belum menikah (RP=1,629 95% CI: 1,076-2,468; p-value=0,021). Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa yang paling berpengaruh terhadap penggunaan kondom pada saat melakukan hubungan seksual pertama kali adalah variabel status ekonomi.
Residential Factors of Pneumonia: A Literature Review Yustini Ardilla; Indah Purnama Sari; Iwan Stia Budi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.564 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.19.147-152

Abstract

Pneumonia remains a problem among children around the world and become deadly disease among children under five years of age. It contributed 16% of 5,6 millions death of children.UNICEF stated that 24000 children were dead because of pneumonia each day. this study aim was to explain residential factors of Pneumonia. This was a literature review from some journals and books. unadequate healthy house take part in spreading Pneumonia among children. Improving residential environment could be prioritized to prevent Pneumonia spreading bigger. Keywords: children pneumonia, residential
Access to Household Sanitation During the COVID-19 Pandemic: A Qualitative Study in Dense Settlement Area of Palembang Dahlia Margareth; Yustini Ardillah; Indah Purnama Sari; Anggun Budiastuti
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.007 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2022.13.1.97-111

Abstract

During the COVID-19 pandemic, access to sanitation is an important part of preventing COVID-19. Poor sanitation in the household has the potential to cause the spread of disease at the household level. Densely populated settlements are areas with the highest COVID-19 prevalence. The purpose of this research was to describe access to sanitation in households in densely populated residential areas. This study was Qualitative with descriptive design. Information was collected through in-depth interviews with informants and observations of sanitation facilities at the household level. People in densely populated settlements have access to clean water that meets the requirements of clean water for use in their daily life, however, the community had not fully provided hand washing facilities that meet standards, such as not equipped with soap and not having posters of information on how to wash hands. proper hand washing. Provision of temporary waste disposal facilities in community homes hds not met existing standards, such as not made of strong materials, easy to rust, not easy to clean and many are not equipped with covers. Some people did not carry out processing and sorting of waste before finally throwing it into the trash. In addition, the implementation of disinfection was no longer routinely carried out. People can not afford to buy disinfectant. Access to sanitation in densely populated settlements had not been maximally fulfilled, it is necessary to improve the quality of sanitation facilities at the household level
Factors Affecting Premarital Sexual Behavior in Adolescents in South Sumatra Indah Purnama Sari; Sri Lilestina Nasution; Lailatul Alfiah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.286 KB) | DOI: 10.26553/jikm.2022.13.1.50-61

Abstract

Adolescence is one of the stages of the individual growth and development cycle in the age range of 10-24 years and is not yet bound by marital status. One of the risky sexual behaviors that most teenagers do is dating. Dating in adolescence is part of the socialization process, learning intimacy and providing opportunities to create meaningful and unique relationships with the opposite sex, as well as being a context for sexual experimentation and exploration. This study’s aim was to determine various factors associated with premarital sexual behavior at risk in adolescents. This study uses secondary data with a cross sectional design from the 2018 Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (SKAP) with a total of 637 adolescents aged 15-24 years and unmarried were selected as a weighted samples. Data was collected through interviews using structured questionnaires, and data analysis was carried out using univariate, bivariate using Chi Square’s test, and multivariate using logistic regression tests. The proportion of risky premarital sexual behavior in adolescents in South Sumatra was 62,4%. Adolescents with higher knowledge about reproductive health had 2.7 times of risk of premarital sexual behavior than else after being controlled by knowledge of family planning, socioeconomic and residence (95% CI: 1.8 – 3.9). This study concludes that knowledge is one of the factors that influence premarital sexual behavior but is not a direct factor. Therefore, the advice that can be given is to involve various parties comprehensively in providing knowledge in a sustainable manner.
Demo Masak dan Lomba Masak Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Posyandu Melati, Plaju, Kota Palembang Anita Rahmiwati; Windi Indah Fajar Ningsih; Sari Bema Ramdika; Yuliarti Yuliarti; Desri Maulina Sari; Fatria Harwanto; Fatmalina Febry; Indah Purnama Sari; Indah Yuliana; Ditia Fitri Arinda; Ira Dewi Ramadhani
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 2 (2023): JAMSI - Maret 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.743

Abstract

Tumbuh kembang bayi merupakan hal penting yang harus diperhatikan karena masih dalam periode 1000 hari pertama kehidupan. Tumbuh kembang bayi yang optimal dapat mencegah terjadinya stunting. Namun, terdapat fase kritis bayi beresiko terjadi kekurangan gizi, yaitu pada usia 6-12 bulan. Pada fase ini bayi mulai diajarkan untuk mengkonsumsi makanan secara bertahap. Oleh karena itu pengetahuan tentang bahan pangan dan cara pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sangatlah penting untuk diketahui. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan mengusung tema MP-ASI dengan memperlihatkan secara langsung bagaimana pengolahan MP-ASI yang bergizi melalui demo masak. Demo dan lomba masak MP-ASI merupakan metode yang dilakukan untuk meningkatkan antusias para ibu dalam belajar menghidangkan MP-ASI yang bergizi. Selain itu, buku resep MP-ASI juga disusun dan dibagikan sebagai panduan sehari-hari bagi para ibu atau pengasuh. Buku resep MP-ASI ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi para Ibu agar selalu memasak MP-ASI yang bergizi untuk bayinya. Dengan demikian, pengabdian masyarakat ini telah berpartisipasi dalam pencegahan stunting di Indonesia.
Stunting dan Perkembangan Balita Usia 36-59 Bulan di Jakarta dan Papua Desi Intan Sari; Indah Purnama Sari
Nutri-Sains: Jurnal Gizi, Pangan dan Aplikasinya Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/ns.2022.6.2.9183

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stunting and child development of aged 36-59 months in Jakarta and Papua. This study used secondary data from the 2018 Indonesia Basic Health Survey with a cross-sectional design. The target population was mothers who have toddlers aged 0-59 months in Indonesia. The sample was mothers who have toddlers aged 36-59 months in Jakarta and Papua (335 children in Jakarta and 453 children in Papua). Samples were selected using the multistage random sampling method. This study used the Chi Square Test on bivariate analysis and the Multiple Logistic Regression Test on multivariate analysis with an alpha of 5%. The results showed that there was no significant relationship between stunting and child development in Jakarta (p=0.468). Meanwhile, the results of a study in Papua showed that there was a relationship between stunting and the development of children aged 36-59 months (PR=3.078; 95% CI=1.619-5.852) after controlling for age, sex, mother's education, environmental sanitation, and infectious disease. The recommendations in this study were increasing access to environmental sanitation and health as an effort to prevent stunting and developmental delays in children. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara stunting dan perkembangan anak usia 36-59 bulan di Jakarta dan Papua. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 dengan desain cross-sectional. Populasi target adalah ibu yang memiliki balita usia 0-59 bulan di Indonesia. Sampel adalah ibu yang memiliki balita usia 36-59 bulan di Jakarta dan Papua dengan jumlah 335 anak di Jakarta dan 453 anak di Papua. Pemilihan sampel dengan teknik multistage random sampling. Penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square pada analisis bivariat dan Uji Regresi Logistik Ganda pada analisis multivariat dengan alpha 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara stunting dan perkembangan anak di Jakarta (p=0,468). Sementara itu, hasil penelitian di Papua menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stunting dan perkembangan anak usia 36-59 bulan (PR=3,078; 95% CI=1,619-5,852). Hal itu didapatkan setelah dikontrol oleh umur, jenis kelamin, pendidikan ibu, sanitasi lingkungan, dan penyakit infeksi. Rekomendasi dalam penelitian ini yakni peningkatan akses sanitasi lingkungan dan kesehatan sebagai upaya pencegahan stunting dan keterlambatan perkembangan pada anak.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU MASYARAKAT DESA TANJUNG PERING KECAMATAN INDRALAYA UTARA Imelda Gernauli Purba; Dini Arista Putri; Rico Januar Sitorus; Indah Purnama Sari
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.19161

Abstract

Garbage dumps are still an environmental problem both globally, nationally, and regionally to this day. The issue of solid waste in Tanjung Pering Village is complex in terms of the minimization and handling of the garbage. Poor waste management is caused by lousy handling behavior and the unavailability of infrastructure and facilities, such as temporary waste shelters, so that waste pollutes the surrounding environment. This community service aimed to increase public knowledge in waste management, namely efforts to minimize and handle the waste. These community service methods were presentations and demonstrations. The results of this service show that 67% of the community has increased knowledge about waste management and making biopori. It was concluded that this community service activity was beneficial in increasing the knowledge and skills of the community in waste management, so the sustainability of this activity needed to raise public awareness of improving the health of the residential environment.  ---  Timbunan sampah masih tetap menjadi masalah lingkungan baik secara global, nasional maupun regional hingga saat ini. Permasalahan persampahan di Desa Tanjung Pering termasuk kompleks baik dalam hal minimasi maupun penanganan sampah. Upaya penanganan sampah yang buruk selain disebabkan perilaku penanganan yang buruk juga oleh karena tidak tersedianya pra sarana dan sarana seperti tempat penampungan sampah sementara sehingga sampah mencemari lingkungan sekitar. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah yaitu upaya minimasi dan penanganan sampah. Metode pengabdian ini ialah presentasi dan peragaan. Hasil pelaksanaan kegiatan  pengabdian ini menunjukkan sebesar 67% masyarakat memiliki peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan sampah dan pembuatan biopori. Disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, sehingga perlu adanya keberlanjutan dari kegiatan ini dalam meningkatkan kepedulian masyarakat akan peningkatan kesehatan lingkungan pemukiman.
Peningkatan Keterampilan Mahasiswa dalam Membaca Label Informasi Nilai Gizi Menggunakan Media Booklet Digital Indah Yuliana; Indah Purnama Sari; Fatmalina Febry
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 3 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i3.16370

Abstract

Kurangnya perhatian masyarakat dalam membaca label informasi nilai gizi pada produk kemasan dapat berdampak buruk pada kesehatan, salah satunya terjadi pada kalangan mahasiswa. Mahasiswa dapat membaca label informasi nilai gizi agar tidak mengkonsumsi suatu zat gizi tertentu secara berlebihan, yang mana bisa berdampak pada kelebihan gizi atau malah kekurangan zat gizi tertentu yang dibutuhkan oleh tubuh. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam membaca label informasi nilai gizi dengan menggunakan booklet digital. Kegiatan ini dilakukan pada mahasiswa yang berjumlah 31 orang dengan menggunakan media zoom cloud meeting dan e-booklet.  Secara umum, edukasi dan praktek membaca label informasi nilai gizi dinilai berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan pengetahuan peserta saat dilakukan pre-test dan post-test serta kemampuan mengerjakan contoh kasus pada saat evaluasi tambahan. Dari hasil kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan membaca label informasi nilai gizi ini dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam pengaturan pola makan.
The Correlation Between the Household Food Security and the Incidence of Stunting in Toddlers 6-59 Months in Seberang Ulu I Palembang Indah Purnama Sari; Windi Indah Fajar Ningsih; Desri Maulina Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM)
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2023.14.2.198-209

Abstract

Toddlers are one of the vulnerable groups experiencing stunting nutritional problems. Households with good food security can prevent toddlers from nutritional problems such as stunting. The purpose of this study was to analyze the relationship between food security and the incidence of stunting in toddlers in Palembang City, especially in the Seberang Ulu 1 area. The cross-sectional study designs with a sample of 200 toddlers aged 6-59 months in Seberang Ulu I District who were taken by purposive sampling. Data were analyzed of bivariate used the Chi-Square Test (crude) and multiple logistic regression analysis was used as a multivariate analysis (adjusted). The incidence of stunting under five occurs more in households with food insecure conditions, high food expenditure, low income and low maternal education. There was a relationship between household food security and the incidence of stunting (p<0.05) and there was no relationship between food expenditure, family income and mother's education with the incidence of stunting in toddlers in Seberang Ulu I District (p>0.05). Multivariate analysis showed that toddlers in households in food insecure conditions had a 1.7 times higher risk of experiencing stunting than toddlers in households in food secure conditions after controlling for family income. Food insecurity is a risk factor for stunting in toddlers. Based on the results of this study, it is suggested that the government provide guidance to increase family income through improving entrepreneurship skills for families in Seberang Ulu 1 to prevent stunting.
Co-Authors Agi Ginanjar Ahmad Adi Suhendra Ahmad Sadiq Al Khowarizmi Alfarisi, Faisal Ali Djamhuri Andy Satria Anggun Budiastuti Anita Rahmiwati Antarini Idriansari, Antarini Aprinawati, Aprinawati Arie Kusumaningrum Arroihan, Mohammad Ayik Rosita Puspaningtyas1 Baihaqi Siddik Lubis Barus, Devi Marsella Basri, Mhd. Bibah Novrita Bornok Sinaga Carolina, Thabita Carrissima, Ikken Permata Dahlia Margareth Dahmiri Darmawan Saptadi, Darmawan Desi Intan Sari Desri Maulina Sari Dewi Nur Fiana Dewi Saragih, Sri Rahmah Diana Mayasari Dicky Apdilah Dini Arista Putri Dwi Inda Sari, Dwi Inda Dwi Kurniawan, Dwi Dwi Septiawati, Dwi Edi Syahputra Eka Yulia Fitri Eko Febri Syahputra Siregar Elviera Gamelia Erlangga, Farizi Fatmalina Febry Fatria Harwanto Febbryanti, Ririn Fratiwi Fenny Etrawati Feranita Utama Feranita Utama Fidha Ramayani Fitri, Ika Rahma Haerawati Idris, Haerawati Hafni, Aisya Isnur Hariani, Pipit Putri Hidayatullah Ismail, Hidayatullah Imelda Gernauli Purba, Imelda Gernauli Indah Margarethy Indah Permatasari Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Indah Yuliana Inoy Trisnaini Intanri Kurniati Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ira Dewi Ramadhani Ismail Hanif Batubara Iwan Stia Budi Iwan Stia Budi Jasmine Raihana Kasih, Mutiara Lailatul Alfiah Maharani, Sheril Mandra Saragih, Mandra Manurung, Asrar Aspia Miftahul Jannah Mochamad Zakky Mubarok MUDZAKIR, DICKY OKTORA Muhammad Hikam, Muhammad Muhammad Yusuf N, Waode Faizah Zahra Nafira, Tri Nazwa Najmah, Najmah Nazly Hanim Nazly Hanim, Nazly Neviyarni, Neviyarni Ningsih, Nining Ade Ningsih, Windi Indah Fajar Nissa, Eldha An Nur Alam Fajar Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi Nurranto, Heri Oris Krianto Sulaiman Pahlevi, M.Reza Panjaitan, Desi Prautami, Erike Septa purba, oktaviana nirmala Putri Andini, Putri Qarni, Waizul Rahayuda, Rahayuda Rahma, Tri Inda Fadhila Ramadhan, Riki Ramadhani, Fanny Ramdika, Sari Bema Ratu, Mutiara Kemala Rico Januar Sitorus Rifalia, Grachefa Asyel Rini Mutahar Ririn Fratiwi Febbryanti S Rizki Hanriko Roro Rukmi Windi Perdani, Roro Rukmi Rosmaini Rosmaini, Rosmaini Rully Mufarika Rumaikewi, Carolin Enjelin Sabila, Virgina Putri Sahat Saragih Sari Bema Ramdika Sartono Sartono Sembiring, Aldira Lidwina Septiani, Riana Setiyawan, Aries Siti Masfiah Siti Rachmi Indahsari Sri Hariani Manurung, Sri Hariani Sri Lilestina Nasution Suciati, Raihana Tresna Suharyono, Heru Suherman, Dias sulaeman, riki Sulistiawati sulistiawati Sundari, Susanti Surya Wisada Dachi Susanti Sundari Susmita, Devi Fachraini Susyani Susyani Suwarni, Putri Endah Syafrayani, Putri Rizki Syahriani, Nurul Syifa, Ahmad Tanwirotun Ni’mah tri wahyuni Tripermata, Lukita Tua Halomoan Harahap, Tua Halomoan Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Windi Indah Fajar Ningsih Wulandari, Molas Maryunisa Salsabila Yuanita Windusari Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yuliarti Yunis Adilah Yustini Ardilla Yustini Ardillah Yustini Ardillah Yustini Ardillah Yustini Ardillah, Yustini Zaeni Miftah