Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian TPACK Framework Sebagai Dasar Pengembangan Model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Bagi Guru Yoki Ariyana; Aan Komariah; Johar Permana; Asep Suryana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework as a conceptual foundation for developing a Continuous Professional Development (CPD) model for teachers that is adaptive, collaborative, and sustainable. The study employs a qualitative approach using a literature-based research design, drawing on international scholarly articles, policy documents, and research reports published between 2020 and 2025 related to teacher professional development, TPACK, flexible delivery, and learning communities. Data were analyzed using thematic and content analysis to identify key patterns, conceptual gaps, and directions for model development. The findings indicate that effective CPD requires integration of technological, pedagogical, and content knowledge supported by flexible multimodal delivery and professional learning communities to ensure relevance and sustainability. Furthermore, the literature reveals a conceptual gap in existing CPD models, which often overlook the role of teachers’ professional attitudes and character in sustaining pedagogical change. Based on these findings, this study proposes an extended TPACK framework (TPACK-ChA) that integrates attitude and character knowledge as a basis for developing a more comprehensive CPD model for teachers. Keywords: TPACK, CPD, flexible delivery, learning community, teacher professional development. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) sebagai dasar konseptual dalam pengembangan model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bagi guru yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah internasional, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian periode 2020–2025 yang relevan dengan PKB guru, TPACK, pendekatan flexible delivery, dan komunitas belajar. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi pola temuan, kesenjangan konseptual, serta arah pengembangan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB yang efektif memerlukan integrasi pengetahuan teknologi, pedagogik, dan konten yang didukung oleh pendekatan multimoda yang fleksibel serta komunitas belajar profesional untuk menjamin keberlanjutan implementasi. Temuan studi literatur juga mengungkap bahwa sebagian besar model PKB belum mengintegrasikan dimensi sikap profesional dan karakter guru secara eksplisit. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan kerangka TPACK yang diperluas dengan integrasi pengetahuan sikap dan karakter (TPACK-ChA) sebagai dasar pengembangan model PKB guru yang lebih komprehensif. Kata kunci: TPACK, PKB, flexible delivery, komunitas belajar, pengembangan profesional guru.
Eksplorasi Model Kepemimpinan Transformasional dalam Penguatan Pengembangan Organisasi Perguruan Tinggi Siti Nurlatifah; Johar Permana; Aan Komariah; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The transformation of higher education institutions is inseparable from the role of leaders capable of driving change in a visionary, inclusive, and sustainable manner. Responding to this need, the present study explores how transformational leadership shapes and strengthens organizational development within universities, with a focus on Universitas Djuanda Bogor and Universitas Singaperbangsa Karawang. A qualitative exploratory approach was employed to capture the meanings, values, and leadership practices through in-depth interviews, document analysis, and data triangulation. Thematic analysis supported by NVivo 15 was used to identify patterns, categories, and core themes within the dynamics of leadership and organizational change. The findings reveal that transformational leadership enhances institutional performance through practices of humanism, role modeling, two-way communication, and the cultivation of a collaborative–innovative culture. This leadership model also strengthens the institution’s adaptive capacity toward national policies such as IKU and MBKM through structural flexibility, policy alignment, and strategic networking. The study additionally identifies constructive collaboration patterns among lecturers, students, and stakeholders, as well as the development of a prototype dashboard-based leadership measurement system. It concludes that transformational leadership serves as a strategic foundation for building adaptive, innovative, and competitive higher education institutions. Recommendations include enhancing leadership development programs, fostering collaborative cultures, implementing comprehensive leadership evaluation systems, and expanding reputation-building strategies grounded in social impact. Keywords: Transformational, Adaptive Organization, Leadership, Collaboration, Reputation. Abstrak: Transformasi perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan secara visioner, inklusif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional membentuk dan memperkuat pengembangan organisasi perguruan tinggi, dengan studi pada Universitas Djuanda Bogor dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan untuk menangkap makna, nilai, dan praktik kepemimpinan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, serta triangulasi data. Analisis tematik berbantuan NVivo 15 digunakan untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema utama dalam dinamika kepemimpinan dan perubahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mendorong peningkatan kinerja institusi melalui praktik humanisme, keteladanan, komunikasi dua arah, dan penciptaan budaya kolaboratif–inovatif. Kepemimpinan ini juga memperkuat kapasitas adaptif organisasi terhadap kebijakan nasional seperti IKU dan MBKM melalui fleksibilitas struktural, sinkronisasi kebijakan, dan jejaring strategis. Penelitian juga menemukan pola kolaborasi dosen–mahasiswa–stakeholder yang konstruktif serta pengembangan prototipe sistem pengukuran kepemimpinan berbasis dashboard digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan fondasi strategis bagi terwujudnya organisasi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Direkomendasikan agar perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kepemimpinan, membangun budaya kolaboratif, mengimplementasikan sistem evaluasi kepemimpinan yang komprehensif, dan memperluas strategi reputasi berbasis dampak sosial. Kata kunci: Transformasional, Organisasi Adaptif, Kepemimpinan, Kolaborasi, Reputasi
Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Program Tatanén di Balé Atikan di Kabupaten Purwakarta dalam Konteks Disrupsi Pendidikan Global Iwan Mochamad Taufik; Aan Komariah; Nurdin Nurdin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how visionary leadership of school principals contributes to the development of the Tatanén di Balé Atikan program amid the context of global educational disruption, which demands high levels of innovation, creativity, and adaptability. Tatanén di Balé Atikan is a local education policy in Purwakarta Regency that embeds ecological, social, and spiritual values into the learning process to strengthen students’ character, independence, and environmental awareness. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving school principals and teachers as key informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and processed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals with visionary leadership are able to integrate the local values of Tatanén di Balé Atikan into a future-oriented educational vision that is adaptive to global changes. Principals act as innovators, motivators, and collaborators in fostering a school culture that is reflective, adaptive, and ecologically conscious. These findings affirm that visionary leadership strengthens school community participation, enhances the relevance of learning to real-life contexts, and positions the Tatanén di Balé Atikan program as a vehicle for educational transformation. The study recommends strengthening visionary leadership capacity through professional mentoring, continuous reflection, and the development of learning communities within schools. Keywords: visionary leadership; school principal; Tatanén di Balé Atikan; global educational disruption; local wisdom Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan dalam pengembangan program Tatanén di Balé Atikan di tengah konteks disrupsi pendidikan global yang menuntut tingkat inovasi, kreativitas, dan adaptabilitas yang tinggi. Program Tatanén di Balé Atikan merupakan kebijakan pendidikan lokal di Kabupaten Purwakarta yang menanamkan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah dengan kepemimpinan visioner mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Tatanén di Balé Atikan ke dalam visi pendidikan berorientasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan global. Kepala sekolah berperan sebagai inovator, motivator, dan kolaborator dalam menumbuhkan budaya sekolah yang reflektif, adaptif, dan berwawasan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner memperkuat partisipasi komunitas sekolah, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta menjadikan program Tatanén di Balé Atikan sebagai wahana transformasi pendidikan. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner melalui pendampingan profesional, refleksi berkelanjutan, dan pengembangan komunitas belajar di sekolah. Kata kunci: kepemimpinan visioner; kepala sekolah; Tatanén di Balé Atikan; disrupsi pendidikan global; kearifan lokal
Sinergi Manajerial dan Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Kinerja Guru Sekolah Dasar Yuda Prihatono; Aan Komariah; Deni Kadarsah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effects of principals’ managerial competence and transformational leadership on the performance of elementary school teachers in Purwakarta District. The research employed a quantitative approach using an explanatory research design. The sample consisted of 290 elementary school teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and Multi-Group Analysis (MGA) to identify differences in effects between public and private schools. The results indicate that elementary school teachers’ performance is generally in the good category, as reflected in lesson planning, instructional implementation, classroom management, student participation, and learning assessment. Structurally, principals’ managerial competence has a positive and dominant effect on teacher performance, with a path coefficient of 0.512, while transformational leadership also shows a positive effect with a coefficient of 0.245. Together, both leadership dimensions explain 62.2% of the variance in teacher performance. The MGA results reveal differences based on school type, showing that managerial competence is more dominant in public schools, whereas transformational leadership has a stronger influence in private schools. This study concludes that improving teacher performance is most effective when school principals are able to integrate strong managerial competence as the foundation of school governance with transformational leadership as a driver of motivation and school culture. Therefore, leadership development programs for school principals should be designed holistically and contextually, taking into account the characteristics and needs of different school types. Keywords: Managerial capability, School principal, Teacher performance, Transformational leadership. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan manajerial dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel penelitian terdiri atas 290 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) serta Multi-Group Analysis (MGA) untuk mengidentifikasi perbedaan pengaruh berdasarkan jenis sekolah (negeri dan swasta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sekolah dasar berada pada kategori baik, ditinjau dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, partisipasi siswa, dan penilaian pembelajaran. Secara struktural, kemampuan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan paling dominan terhadap kinerja guru dengan koefisien jalur sebesar 0,512, sedangkan kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dengan koefisien sebesar 0,245. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 62,2% variabilitas kinerja guru. Hasil analisis MGA menunjukkan adanya perbedaan dominansi pengaruh berdasarkan jenis sekolah, di mana kemampuan manajerial lebih dominan pada sekolah negeri, sementara kepemimpinan transformasional lebih berpengaruh pada sekolah swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru akan optimal apabila kepala sekolah mampu mengintegrasikan kemampuan manajerial sebagai fondasi tata kelola sekolah dan kepemimpinan transformasional sebagai penggerak motivasi serta budaya kerja. Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan kepala sekolah perlu dirancang secara holistik dan kontekstual sesuai karakteristik sekolah. Kata kunci: Kepala sekolah, Kemampuan manajerial, Kepemimpinan transformasional, Kinerja guru.
Implementasi Komunikasi Internal Berbasis Kepemimpinan Transformasional di SMP Negeri 3 Purwakarta Andi Iswandi; Aan Komariah; Abubakar Abubakar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the implementation of internal communication within the framework of the principal’s transformational leadership and its implications for teacher performance and participation at SMP Negeri 3 Purwakarta. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving the principal, vice principals, and teachers. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and technique triangulation. The results of the study indicate that the principal implements an open, dialogical, and participative two-way communication pattern, which aligns with the dimensions of transformational leadership, particularly inspirational motivation, idealized influence, and individualized consideration. Effective internal communication is proven to enhance teachers’ work motivation, involvement in decision-making processes, and the development of a collaborative work culture within the school. In addition, the utilization of digital communication media supports the smooth flow of information and work coordination. The findings confirm that the success of transformational leadership is strongly influenced by the quality of internal communication that is built in a humanistic, open, and sustainable manner. Therefore, it is recommended that school principals continuously develop adaptive communication strategies, expand teacher participation in every school policy, and optimize the use of communication technology to improve the performance of educational organizations in a sustainable way. Keywords: transformational leadership, internal communication, teacher performance, school management, participation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi komunikasi internal dalam bingkai kepemimpinan transformasional kepala sekolah serta implikasinya terhadap kinerja dan partisipasi guru di SMP Negeri 3 Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pola komunikasi dua arah yang terbuka, dialogis, dan partisipatif, yang selaras dengan dimensi kepemimpinan transformasional, khususnya pada aspek inspirational motivation, idealized influence, dan individualized consideration. Komunikasi internal yang efektif terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja, keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di sekolah. Selain itu, pemanfaatan media komunikasi digital turut mendukung kelancaran arus informasi dan koordinasi kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan transformasional sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal yang dibangun secara humanis, terbuka, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kepala sekolah terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perubahan, memperluas partisipasi guru dalam setiap kebijakan sekolah, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kinerja organisasi pendidikan secara berkelanjutan. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, komunikasi internal, kinerja guru, manajemen sekolah, partisipasi guru
Kajian TPACK Framework Sebagai Dasar Pengembangan Model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan Bagi Guru Yoki Ariyana; Aan Komariah; Johar Permana; Asep Suryana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) framework as a conceptual foundation for developing a Continuous Professional Development (CPD) model for teachers that is adaptive, collaborative, and sustainable. The study employs a qualitative approach using a literature-based research design, drawing on international scholarly articles, policy documents, and research reports published between 2020 and 2025 related to teacher professional development, TPACK, flexible delivery, and learning communities. Data were analyzed using thematic and content analysis to identify key patterns, conceptual gaps, and directions for model development. The findings indicate that effective CPD requires integration of technological, pedagogical, and content knowledge supported by flexible multimodal delivery and professional learning communities to ensure relevance and sustainability. Furthermore, the literature reveals a conceptual gap in existing CPD models, which often overlook the role of teachers’ professional attitudes and character in sustaining pedagogical change. Based on these findings, this study proposes an extended TPACK framework (TPACK-ChA) that integrates attitude and character knowledge as a basis for developing a more comprehensive CPD model for teachers. Keywords: TPACK, CPD, flexible delivery, learning community, teacher professional development. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerangka Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) sebagai dasar konseptual dalam pengembangan model Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bagi guru yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kepustakaan, dengan sumber data berupa artikel jurnal ilmiah internasional, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian periode 2020–2025 yang relevan dengan PKB guru, TPACK, pendekatan flexible delivery, dan komunitas belajar. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dan analisis isi untuk mengidentifikasi pola temuan, kesenjangan konseptual, serta arah pengembangan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKB yang efektif memerlukan integrasi pengetahuan teknologi, pedagogik, dan konten yang didukung oleh pendekatan multimoda yang fleksibel serta komunitas belajar profesional untuk menjamin keberlanjutan implementasi. Temuan studi literatur juga mengungkap bahwa sebagian besar model PKB belum mengintegrasikan dimensi sikap profesional dan karakter guru secara eksplisit. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan pengembangan kerangka TPACK yang diperluas dengan integrasi pengetahuan sikap dan karakter (TPACK-ChA) sebagai dasar pengembangan model PKB guru yang lebih komprehensif. Kata kunci: TPACK, PKB, flexible delivery, komunitas belajar, pengembangan profesional guru.
Eksplorasi Model Kepemimpinan Transformasional dalam Penguatan Pengembangan Organisasi Perguruan Tinggi Siti Nurlatifah; Johar Permana; Aan Komariah; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The transformation of higher education institutions is inseparable from the role of leaders capable of driving change in a visionary, inclusive, and sustainable manner. Responding to this need, the present study explores how transformational leadership shapes and strengthens organizational development within universities, with a focus on Universitas Djuanda Bogor and Universitas Singaperbangsa Karawang. A qualitative exploratory approach was employed to capture the meanings, values, and leadership practices through in-depth interviews, document analysis, and data triangulation. Thematic analysis supported by NVivo 15 was used to identify patterns, categories, and core themes within the dynamics of leadership and organizational change. The findings reveal that transformational leadership enhances institutional performance through practices of humanism, role modeling, two-way communication, and the cultivation of a collaborative–innovative culture. This leadership model also strengthens the institution’s adaptive capacity toward national policies such as IKU and MBKM through structural flexibility, policy alignment, and strategic networking. The study additionally identifies constructive collaboration patterns among lecturers, students, and stakeholders, as well as the development of a prototype dashboard-based leadership measurement system. It concludes that transformational leadership serves as a strategic foundation for building adaptive, innovative, and competitive higher education institutions. Recommendations include enhancing leadership development programs, fostering collaborative cultures, implementing comprehensive leadership evaluation systems, and expanding reputation-building strategies grounded in social impact. Keywords: Transformational, Adaptive Organization, Leadership, Collaboration, Reputation. Abstrak: Transformasi perguruan tinggi tidak dapat dilepaskan dari peran pemimpin yang mampu menggerakkan perubahan secara visioner, inklusif, dan berkelanjutan. Berangkat dari kebutuhan tersebut, penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional membentuk dan memperkuat pengembangan organisasi perguruan tinggi, dengan studi pada Universitas Djuanda Bogor dan Universitas Singaperbangsa Karawang. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan untuk menangkap makna, nilai, dan praktik kepemimpinan melalui wawancara mendalam, analisis dokumen, serta triangulasi data. Analisis tematik berbantuan NVivo 15 digunakan untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema utama dalam dinamika kepemimpinan dan perubahan organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional mendorong peningkatan kinerja institusi melalui praktik humanisme, keteladanan, komunikasi dua arah, dan penciptaan budaya kolaboratif–inovatif. Kepemimpinan ini juga memperkuat kapasitas adaptif organisasi terhadap kebijakan nasional seperti IKU dan MBKM melalui fleksibilitas struktural, sinkronisasi kebijakan, dan jejaring strategis. Penelitian juga menemukan pola kolaborasi dosen–mahasiswa–stakeholder yang konstruktif serta pengembangan prototipe sistem pengukuran kepemimpinan berbasis dashboard digital. Penelitian menyimpulkan bahwa kepemimpinan transformasional merupakan fondasi strategis bagi terwujudnya organisasi perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Direkomendasikan agar perguruan tinggi memperkuat program pengembangan kepemimpinan, membangun budaya kolaboratif, mengimplementasikan sistem evaluasi kepemimpinan yang komprehensif, dan memperluas strategi reputasi berbasis dampak sosial. Kata kunci: Transformasional, Organisasi Adaptif, Kepemimpinan, Kolaborasi, Reputasi
Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Program Tatanén di Balé Atikan di Kabupaten Purwakarta dalam Konteks Disrupsi Pendidikan Global Iwan Mochamad Taufik; Aan Komariah; Nurdin Nurdin
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze how visionary leadership of school principals contributes to the development of the Tatanén di Balé Atikan program amid the context of global educational disruption, which demands high levels of innovation, creativity, and adaptability. Tatanén di Balé Atikan is a local education policy in Purwakarta Regency that embeds ecological, social, and spiritual values into the learning process to strengthen students’ character, independence, and environmental awareness. This research employs a qualitative approach with a case study method, involving school principals and teachers as key informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and processed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that school principals with visionary leadership are able to integrate the local values of Tatanén di Balé Atikan into a future-oriented educational vision that is adaptive to global changes. Principals act as innovators, motivators, and collaborators in fostering a school culture that is reflective, adaptive, and ecologically conscious. These findings affirm that visionary leadership strengthens school community participation, enhances the relevance of learning to real-life contexts, and positions the Tatanén di Balé Atikan program as a vehicle for educational transformation. The study recommends strengthening visionary leadership capacity through professional mentoring, continuous reflection, and the development of learning communities within schools. Keywords: visionary leadership; school principal; Tatanén di Balé Atikan; global educational disruption; local wisdom Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan dalam pengembangan program Tatanén di Balé Atikan di tengah konteks disrupsi pendidikan global yang menuntut tingkat inovasi, kreativitas, dan adaptabilitas yang tinggi. Program Tatanén di Balé Atikan merupakan kebijakan pendidikan lokal di Kabupaten Purwakarta yang menanamkan nilai-nilai ekologis, sosial, dan spiritual dalam proses pembelajaran untuk memperkuat karakter, kemandirian, serta kesadaran lingkungan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kepala sekolah dengan kepemimpinan visioner mampu mengintegrasikan nilai-nilai lokal Tatanén di Balé Atikan ke dalam visi pendidikan berorientasi masa depan yang adaptif terhadap perubahan global. Kepala sekolah berperan sebagai inovator, motivator, dan kolaborator dalam menumbuhkan budaya sekolah yang reflektif, adaptif, dan berwawasan ekologis. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner memperkuat partisipasi komunitas sekolah, meningkatkan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, serta menjadikan program Tatanén di Balé Atikan sebagai wahana transformasi pendidikan. Studi ini merekomendasikan penguatan kapasitas kepemimpinan visioner melalui pendampingan profesional, refleksi berkelanjutan, dan pengembangan komunitas belajar di sekolah. Kata kunci: kepemimpinan visioner; kepala sekolah; Tatanén di Balé Atikan; disrupsi pendidikan global; kearifan lokal
Sinergi Manajerial dan Kepemimpinan Transformasional dalam Mendorong Kinerja Guru Sekolah Dasar Yuda Prihatono; Aan Komariah; Deni Kadarsah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effects of principals’ managerial competence and transformational leadership on the performance of elementary school teachers in Purwakarta District. The research employed a quantitative approach using an explanatory research design. The sample consisted of 290 elementary school teachers selected through proportional random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) and Multi-Group Analysis (MGA) to identify differences in effects between public and private schools. The results indicate that elementary school teachers’ performance is generally in the good category, as reflected in lesson planning, instructional implementation, classroom management, student participation, and learning assessment. Structurally, principals’ managerial competence has a positive and dominant effect on teacher performance, with a path coefficient of 0.512, while transformational leadership also shows a positive effect with a coefficient of 0.245. Together, both leadership dimensions explain 62.2% of the variance in teacher performance. The MGA results reveal differences based on school type, showing that managerial competence is more dominant in public schools, whereas transformational leadership has a stronger influence in private schools. This study concludes that improving teacher performance is most effective when school principals are able to integrate strong managerial competence as the foundation of school governance with transformational leadership as a driver of motivation and school culture. Therefore, leadership development programs for school principals should be designed holistically and contextually, taking into account the characteristics and needs of different school types. Keywords: Managerial capability, School principal, Teacher performance, Transformational leadership. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan manajerial dan kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kinerja guru sekolah dasar di Kecamatan Purwakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research. Sampel penelitian terdiri atas 290 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) serta Multi-Group Analysis (MGA) untuk mengidentifikasi perbedaan pengaruh berdasarkan jenis sekolah (negeri dan swasta). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru sekolah dasar berada pada kategori baik, ditinjau dari aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, partisipasi siswa, dan penilaian pembelajaran. Secara struktural, kemampuan manajerial kepala sekolah berpengaruh positif dan paling dominan terhadap kinerja guru dengan koefisien jalur sebesar 0,512, sedangkan kepemimpinan transformasional juga berpengaruh positif dengan koefisien sebesar 0,245. Kedua variabel tersebut secara simultan menjelaskan 62,2% variabilitas kinerja guru. Hasil analisis MGA menunjukkan adanya perbedaan dominansi pengaruh berdasarkan jenis sekolah, di mana kemampuan manajerial lebih dominan pada sekolah negeri, sementara kepemimpinan transformasional lebih berpengaruh pada sekolah swasta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kinerja guru akan optimal apabila kepala sekolah mampu mengintegrasikan kemampuan manajerial sebagai fondasi tata kelola sekolah dan kepemimpinan transformasional sebagai penggerak motivasi serta budaya kerja. Oleh karena itu, pengembangan kepemimpinan kepala sekolah perlu dirancang secara holistik dan kontekstual sesuai karakteristik sekolah. Kata kunci: Kepala sekolah, Kemampuan manajerial, Kepemimpinan transformasional, Kinerja guru.
Implementasi Komunikasi Internal Berbasis Kepemimpinan Transformasional di SMP Negeri 3 Purwakarta Andi Iswandi; Aan Komariah; Abubakar Abubakar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to describe and analyze the implementation of internal communication within the framework of the principal’s transformational leadership and its implications for teacher performance and participation at SMP Negeri 3 Purwakarta. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving the principal, vice principals, and teachers. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source and technique triangulation. The results of the study indicate that the principal implements an open, dialogical, and participative two-way communication pattern, which aligns with the dimensions of transformational leadership, particularly inspirational motivation, idealized influence, and individualized consideration. Effective internal communication is proven to enhance teachers’ work motivation, involvement in decision-making processes, and the development of a collaborative work culture within the school. In addition, the utilization of digital communication media supports the smooth flow of information and work coordination. The findings confirm that the success of transformational leadership is strongly influenced by the quality of internal communication that is built in a humanistic, open, and sustainable manner. Therefore, it is recommended that school principals continuously develop adaptive communication strategies, expand teacher participation in every school policy, and optimize the use of communication technology to improve the performance of educational organizations in a sustainable way. Keywords: transformational leadership, internal communication, teacher performance, school management, participation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi komunikasi internal dalam bingkai kepemimpinan transformasional kepala sekolah serta implikasinya terhadap kinerja dan partisipasi guru di SMP Negeri 3 Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta guru. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan pola komunikasi dua arah yang terbuka, dialogis, dan partisipatif, yang selaras dengan dimensi kepemimpinan transformasional, khususnya pada aspek inspirational motivation, idealized influence, dan individualized consideration. Komunikasi internal yang efektif terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja, keterlibatan guru dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di sekolah. Selain itu, pemanfaatan media komunikasi digital turut mendukung kelancaran arus informasi dan koordinasi kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinan transformasional sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi internal yang dibangun secara humanis, terbuka, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, disarankan agar kepala sekolah terus mengembangkan strategi komunikasi yang adaptif terhadap perubahan, memperluas partisipasi guru dalam setiap kebijakan sekolah, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk meningkatkan kinerja organisasi pendidikan secara berkelanjutan. Kata kunci: kepemimpinan transformasional, komunikasi internal, kinerja guru, manajemen sekolah, partisipasi guru
Co-Authors Aah Ahmad Syahid Abdul Azis Wahab Abu Bakar Abubakar Abubakar Adriantoni Adriantoni, Adriantoni Aedi, Nur Ahmad Kultur Hia Alfian Alfian Andi Iswandi Anggita Bayu Putri Anggraini Anis Saleh Anisa Isti Yuslimah Arifin, M Bahri Asep Sudarsyah Asep Suryana Atika Mei Fani Siregar Badrudin Badrudin Badrudin Badrudin Cantika Kusuma Septiani Cece Sutia Cepi Triatna, Cepi Cicih Sutarsih Cucun Sunaengsih, Cucun Dadan Djuanda Dadang Suhardan Danny Meirawan David I. Philippov Dedi Suhardi Dedy Achmad Kurniady Deni Kadarsah Desmawati Dhineu Herawati Sejati Diding Nurdin Diding Nurdin Diding Nurdin, Diding Djaman Satori Djam’an Satori Edo Djati Santoso Eka Prihatin Eka Prihatin Elena Romanenko Elva Zuleni Endang Herawan Endang Herawan Endang Herawan Eri Kurniawan Erlani Pertiwi Erlian Eka Damayanti Eva Devi Sofyawati Evi Gusliana Ferta Nurfadyaningsih Firman Suryadi Rahman Fitriyana Fitriyana Gena Aghnia Fadhilah Gevorg T. Malashenko Hamidah Hamidah Hana Lestari Helina Apriyani Herlan Suherlan Herlina Permata Sari Hirawati Oemar Ima Rahmawati Imam Sibaweh Imam Sibaweh Inna N. Rykova Inna Rykova Intan Silvana Maris Irma Anggraeni Irni Diniati Ius Rusnati Ius Rusnati Iwan Mochamad Taufik Izabella Elyakova Johar Permana Junaina Junaina Junihot M. Simanjuntak Kholifatul Husna Asri Kholifatul Husna Asri Konstantin Ordov Leni Lesnawati Li Kun Mei Li Kunmei Lili Abdullah Rozak Lina Herlina Lusi Tetrasari M. Taufiq Marina Gladysheva Marina Podzorova Marnita Maulana Malik Ibrahim Mawardi Mawardi Mawardi Mawardi Merita Diana Meriyanti Mikhail E. Kosov Mikhail E. Kosov Mikhail E. Kosov Mikhail Kosov Mochammad Devi Cahya Ruhimat Mohamad Najib Mohammad Faisal. A Ghani Mohammad Fakry Gaffar Muhamad Taufik Bintang Kejora Muhammad Agrian Nugrah Pratama Muhammad Kristiawan Muthahharah Thahir Mutia Alviena Sari Natalia V. Lazareva Natalya I. Nikitina Nirva Diana Nirva Diana Nova Nova Nova Nova Novebri Novebri Nugraha Suharto Nugraha Suharto Nuphanudin . Nuphanudin Nuphanudin Nuphanudin Nuphanudin Nur Aedi Nur Aedi Nurani Nurdin Nurdin Olesya Dudnik Olesya V. Dudnik Olga A. Grishina Rahmat Fadhli Rahmawati Rahmawati Raspatiningrum, Liris Ratih Yuniarti Richard Jonathan O. Taduran Rika Yosepa Riri Marfilinda Riyaldi Dithia Permana Rizal Zamaludin Rizki Satria Nugraha Rois Abdul Fatah Roni Indra safitri agustina Safwandi Safwandi Samsul Hadi Saprolla Rollie Cale Deporos Sarah Yunizar Setiyadi, Bradley Sibaweh, Imam Siti Khaulah Siti Nurlatifah Solly Aryza Sonny Muhammad Ikhsan Mangkuwinata Sri Mulyani Sri Wulansari Sumarto Sumarto Sururi . Sururi Sururi Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Suryapriadi, Yudi Ekka Susilawati Susilawati Syifa Hanifa Salsabil Tatiana Shvetsova Taufani C Kurniatun Taufani Chusnul Kurniatun Tiara Mona Liza Udin Syaefuddin Sa’ud Ulima Alifani Vadim V. Ponkratov Veronica M. Grebennikova Yan Orgianus Yayah Rahyasih, Yayah Yoki Ariyana Yuda Prihatono Zaini Hafidh Zhanna Gardanova