Kapal ferry berperan penting dalam mendukung transportasi penyeberangan laut antar kepulauan Indonesia yang dapat mengangkut barang, kendaraan, dan penumpang, sebagai pengganti jembatan atau disebut juga Tol Laut. Operasional kapal ini menyesuaikan dengan rute yang sudah diatur dan beroperasi pulang pergi sebagai sebuah sarana penghubung yang dapat bergerak. Kapal ferry ini selama masa operasionalnya, mengalami degradasi material akibat paparan air laut, sinar ultraviolet, kelembapan tinggi, serta benturan mekanis. Salah satu bentuk degradasi yang paling umum adalah korosi pada badan kapal yang terbuat dari baja. Salah satu cara memperlambat korosi pelat kapal adalah dengan pengecatan. Pengecatan badan kapal yang tercelup air dilakukan pada saat kapal melaksanakan docking, dimana untuk kapal ferry ini harus melaksanakan docking setiap tahun untuk menjaga performa dan keselamatan kapal. KM. Titian Murni yang merupakan kapal jenis Ferry perlu melaksanakan pengecatan saat pengedokkan, sehingga perlu ada penghematan biaya dalam menentukan merek cat yang akan digunakan yaitu material cat dengan biaya yang lebih ekonomis. Dengan metode matematis kuantitatif, berdasarkan data-data yang ada, kesamaan ketebalan pengecatan dan jenis cat dari tiga merek cat, dihasilkan perhitungan bahwa cat merek Chugoku Marine Paint lebih ekonomis dibanding merek lain, dengan jumlat material cat dan thinner 1960 liter dan total biaya sebelum pajak Rp. 188.147.500,00