p-Index From 2021 - 2026
10.178
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Buletin Peternakan UG Journal Prosiding Seminar Biologi Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) JOGED Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga Jurnal Teknosains International Journal of Education Prosiding Pendidikan Sains Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Jurnal Bioedukatika IJoLE: International Journal of Language Education Register Journal Argipa (Arsip gizi dan Pangan) UICELL Conference Proceeding Journal of English for Academic and Specific Purposes (JEASP) Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan YUME : Journal of Management Voices of English Language Education Society Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) JURNAL EKONOMI SAKTI (JES) Abdimas Galuh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Buletin KKN Pendidikan IJOEP : International Journal of Ecophysiology Pedagogy : Journal of English Language Teaching Ethical Lingua: Journal of Language Teaching and Literature BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Buletin Literasi Budaya Sekolah JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi International Journal of Educational Research and Social Sciences (IJERSC) Journal of Educational Learning and Innovation (ELIa) Komitmen : Jurnal Ilmiah Manajemen Proceeding Biology Education Conference Abdi Psikonomi Jurnal Impresi Indonesia Indonesian Community Journal Asian Journal of Health and Applied Sciences Journal of Trends Economics and Accounting Research Jurnal Abdi Masyarakat Multidisiplin Academic Journal Perspective : Education, Language, and Literature Journal of Educational Sciences Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) JEELS (Journal of English Education and Linguistics Studies) Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Innovative: Journal Of Social Science Research Influence: International Journal of Science Review Advances In Social Humanities Research Symbiotic: Journal of Biological Education and Science ENDLESS : International Journal of Future Studies Social Sciences Journal Jurnal Pendidikan Progresif Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Proceeding of International Conference on Biology Education, Natural Science, and Technology Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Tingkat Mortalitas Larva Nyamuk yang Terdedah Larvasida dari Ekstrak Daun Sirih dan Kemangi pada Konsentrasi 1,5% Anisa, Riska; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.935 KB)

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang tergolong Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan famili Flaviviridae. Data tiga tahun terakhir dari perkembangan kasus DBD menunjukkan bahwa jumlah penderita DBD pada 2017 sebanyak 68.407 orang, 2018 sebanyak 53.075 orang dan 2019 sebanyak 13.683 orang. Selama ini kasus peningkatan kasus DBD diatasi dengan menggunakan larvasida sintetis, sedangkan larvasida sintetis menimbulkan dampak negatif pada lingkunga. Untuk itu diperlukan adanya larvasida nabati untuk mengendalikan vektor melalui pemberantasan larva atau jentik nyamuk. Larvasida nabati biasanya berasal dari tanaman. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai larvasida nabati harus memiliki senyawa kimia khusus seperti senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri. Beberapa senyawa tesebut terdapat pada daun sirih dan daun kemangi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mortalitas larva nyamuk yang terdedah larvasida dari ekstrak daun sirih dan kemangi pada konsentrasi 1,5%. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dengan rancangan acak lengkap menggunakan satu perlakuan dan tiga kali ulangan. Ekstrak daun sirih dan kemangi di maserasi dengan etanol 96% dan di destilasi kemudian dibagi tiga perbandingan yaitu 1:1, 1:2 dan 2:1 selanjutnya masing-masing perbandingan diaplikasikan pada larva nyamuk. Parameter yang diamati yaitu gambaran tingkat mortalitas larva nyamuk yang terdedah larvasida nabati pada berbagai variasi perbandingan ekstrak. Data hasil pengamatan mortalitas dianalisis dengan cara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih dan kemangi pada konsentrasi 1,5% mampu membunuh larva nyamuk sebesar 80% pada kurun waktu 1440 menit pada perbandingan 1:1, 1:2 dan 2:1. Dari hasil penelitian tesebut dapat ditarik kesimpulan bahwa larvasida nabati dari ekstrak daun sirih dan daun kemangi dengan konsentrasi 1,5% dapat memberikan gambaran tingkat mortalitas larva nyamuk yang dinilai tinggi karena melebihi 50%.
Gambaran Mortalitas Larva Nyamuk yang Terdedah Larvasida Ekstrak Daun Sirih dan Serai pada Konsentrasi 0,3% Antiasari, My Nur; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.978 KB)

Abstract

Fase hidup nyamuk yang paling berpengaruh terhadap populasi nyamuk yaitu fase larva, pemberantasan larva paling tepat menggunakan larvasida alami karena penggunaan larvasida sintetis dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Daun sirih dan serai berpotensi sebagai larvasida alami karena memiliki kandungan yang tidak disukai oleh larva nyamuk. Daun Sirih mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan antrakinon sedangkan serai mengandung alkaloid, citronella, flavonoid, saponin, dan tannin. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran mortalitas larva nyamuk yang terdedah larvasida dari ekstrak daun sirih dan serai pada konsentrasi 0,3%. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Adapun faktor pertama yaitu konsentrasi ekstrak daun sirih dan serai (K),
Kadar Hemoglobin Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Jantan Strain Wistar yang Terdedah Asap Rokok Filter dan Non Filter Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.107 KB)

Abstract

Dampak negatif adanya kemajuan teknologi dapat berupa pencemaran. Di antara pencemaran yang kian hari semakin parah adalah pencemaran udara yang disebabkan oleh asap rokok. Asap rokok berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Salah satu gas yang ada dalam asap rokok adalah karbonmonoksida (CO). Tinggi rendahnya kadar gas CO dalam asap rokok dipengaruhi oleh beberapa hal di antaranya yaitu, ada tidaknya filter pada ujung batang rokok. Sistem respirasi dan sirkulasi adalah sistem utama tubuh yang berhubungan langsung dengan gas CO pada asap rokok. Darah merupakan komponen penting dalam kedua sistem tersebut yang dapat terganggu kerjanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendedahan asap rokok filter dan non filter terhadap kadar hemoglobin tikus putih (Rattus norvegicus L.). Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus L.) jantan strain Wistar, umur 2 bulan dengan berat sekitar 150-160 gram sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan : P1(10 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P2(10 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), P3(30 hari didedahkan asap rokok-berfilter), P4(30 hari didedahkan asap rokok-tanpa filter), dan kelompok kontrol (tanpa didedahkan asap rokok). Penelitian diteruskan dengan tanpa pendedahan asap rokok pada tikus putih selama 20 hari sebagai masa pemulihan. Sampel darah dan food intake diukur selama masa perlakuan dan masa pemulihan berlangsung. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan ANAVA, jika hasilnya berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola dua arah dengan 5 perlakuan dan setiap perlakuan 4 ulangan. Variabel yang diukur, yaitu kadar Hb dengan hemoglobinmeter. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan filter berpengaruh terhadap tinggi rendahnya kadar CO dalam asap rokok dan berpengaruh pula pada kadar Hb darah. Pendedahan dengan asap rokok dengan atau tanpa filter dapat meningkatkan kadar Hb. Selama masa pemulihan, kadar Hb dapat kembali ke kadar normal.
Pengelolaan Sampah Daun Menjadi Kompos sebagai Solusi Kreatif Pengendali Limbah di Kampus UMS Setyaningsih, Endang; Astuti, Dwi Setyo; Astuti, Rina; Nugroho, Dian
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2017: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.406 KB)

Abstract

Kelengkapan sarana prasarana di kampus swasta ternama Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu kunci keberhasilan UMS untuk menjadi peringkat ke-8 kampus swasta terbaik Indonesia. Banyaknya area hijau menjadikan kampus UMS menjadi tempat yang sangat nyaman dalam proses pembelajaran. Seiring dengan luasnya lahan hijau dikampus ini muncul masalah sampah daun yang tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Sampah daun yang dihasilkan dari setiap kampus sangat banyak untuk setiap harinya sekitar 250 kg per hari. Sampah ini dikumpulkan dengan bantuan staf dari pihak maintenance UMS. Sampah daun yang begitu banyak selama ini dikumpulkan begitu saja secara tercampur dan dibuang ditempat pembuangan sampah akhir dan belum termanfaatkan. Hal ini kemudian memunculkan perlakuan khusus pada sampah daun tersebut, yaitu dengan cara dibuat kompos yang dapat dihasilkan dari sampah ada 2 macam, yaitu kompos padat dan kompos cair. Kompos yang dKompos hasil pengelolaan sampah menjadi salah solusi kreatif masalah sampah di kampus UMS. Selain itu juga dapat bermanfaat bagi lingkungan kampus sendiri yang menjadi lebih bersih dan juga bagus dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kampus.
Potensi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) terhadap Beberapa Penyakit pada Sistem Cardiovascular Saraswati, Rahel Aulia; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.924 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara zamrud khatulistiwa yang memiliki banyak potensi tanaman obat. Belimbing wuluh merupakan salah satu tanaman kaya manfaat. Populasi tanaman ini sangat melimpah di masyarakat baik di pekarangan atau sebagai tanaman peneduh di halaman rumah. Tanaman ini merupakan tanaman tropis yang dapat berbuah sepanjang tahun. Semua bagian tubuh tanaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi) dari akar, batang, daun, buah sampai bunga yang memiliki manfaat. Bunga belimbing wuluh berkelompok, keluar dari batang atau cabang yang besar. Ukuran bunga kecil-kecil berbentuk bintang, warnanya ungu kemerahan. Saat ini bagian bagian dari tanaman ini belum banyak dimanfaatkan. Padahalkandungan zat kimia seperti kalium oksalat, tanin, pektin, flavonoid, asam galat dan asam ferulat yang terkandung dalam bunga belimbing wuluh dapat bermanfaat untuk pengobatan beberapa penyakit seperti batuk, penyakit cardiovascular seperti hipertensi, diabetes, hiperkolesterolemia dan dislipidemia. Setiap kandungan zat kimia pada bunga belimbing wuluh memiliki potensi tersendiri dalam pengobatan penyakit. Kajian tentang potensi tanaman belimbing wuluh ini didasarkan pada kajian beberapa literatur.
Kemampuan Technological Content Knowledge (TPK) guru IPA di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Surakarta Tahun Ajaran 2017 – 2018 Innaha, Ruri; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.926 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi menuntut guru tidak hanya dapat menguasai bagaimana cara membelajarkan peserta didik dan menguasai materi pembelajaran, namun guru juga harus menguasai teknologi guna mempermudah pemahaman peserta didik dalam pembelajaran. TPK (Technological Pedagogical Knowledge) merupakan kemampuan guru bagaimana memfasilitasi pembelajaran peserta didik dengan menggunakan teknologi. Kemampuan TPK ini sangat penting bagi guru , khususnya bagi guru sekolah inklusi yang mengajar peserta didik berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan TPK (Technological Pedagogical Knowledge) Guru IPA di Sekolah Inklusi SMP Negeri 23 Surakarta Tahun Ajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif , dengan teknik pengambilan sampel guru dilakukan secara purposive sampling dan mengambil 3 RPP dari masing-masing guru. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil yaitu kemampuan TPK guru IPA di sekolah inklusi SMP Negeri 23 Surakarta 25% yang termasuk dalam kategori tidak baik.
Hasil Belajar IPA Menggunakan LKS Materi Pewarisan Sifat pada Siswa Kelas IX di SMP Negeri 3 Cepogo Satu Atap Tahun Pelajaran 2017-2018 Anissa, Siti Nur; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2018: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.176 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil belajar IPA menggunakan LKS materi pewarisan sifat pada siswa IX di SMP Negeri 3 Cepogo Satu atap tahun pelajaran 2017-2018. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 3 Cepogo Satu Atap kelas IX Tahun Ajaran 2017/2018. Teknik penelitian yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Materi yang digunakan untuk penelitian yaitu pewarisan sifat. Prosedur pelaksanaan yaitu observasi penelitian, pelaksanaan penelitian, dan pelaksanaan pembelajaran. Analisis data menggunakan uji non parametrik 2 independent-sample test (mann whitney) melalui program SPSS 15.0 for Windows Evaluation Version. Hasil nilai pada perlakuan LKS mengalami peningkatan dari 30,40 menjadi 48,26. Dilihat dari hasil belajar siswa kelas dengan perlakuan LKS pada uji mann – whitney pada perlakuan LKS nilai signifikasi 0,000 < 0,025 maka H0 ditolak. Berdasarkan data hasil postest yang dimasukkan kedalam perhitungan Cohen’sdihasilkan nilai 0,930 > 0.8 sehingga pengaruh perlakuan nilainya tinggi. Kesimpulannya yaitu hasil belajar IPA yang menggunakan LKS pada kelas IX SMP Negeri 3 Cepogo Satu Atap Tahun Ajaran 2017-2018 signifikan sehingga terdapat pengaruh perlakuan terhadap hasil belajar siswa dan nilainya lebih baik.
Deskripsi Berat Badan Ayam Broiler Strain Hubbard yang Disubtitusi Pakan dari Limbah Kulit Pisang Setyaningsih, Endang; Sarosa, Anastasia Anggi
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.814 KB)

Abstract

Protein hewani merupakan salah satu bahan pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Protein ini salah satunya dapat diperoleh dari daging ayam broiler. Salah satu faktor penting untuk mencapai keberhasilan produktivitas ayam broiler yaitu melalui pakannya. Pemberian pakan dengan campuran kulit pisang dapat meningkatkan konsumsi pakan ayam broiler. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berat badan ayam broiler strain hubbard dengan adanya subtitusi pakan dari limbah kulit pisang. Penelitian ini merupakan metode eksperimen RAL (Rancangan Acak Lengkap) pola 1 arah dengan menggunakan 25 ekor DOC yang terbagi dalam 5 kelompok perlakuan, dan masing-masing perlakuan 5 ulangan dengan konsentrasi 0% (kontrol), 2,5%, 5%, 7.5% dan 10% kulit pisang. Hasilnya kemudian dianalisis dengan uji One Way ANAVA (analisis varian) dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil berat badan rata-rata dari P0 (0% kulit pisang)=86.086 g, P1 (2,5% kulit pisang)=89.1468 g, P2 (5% kulit pisang)=63.066 g, P3(7,5% kulit pisang)=85.12 g, dan P4(10% kulit pisang)=105.9746 g.
Potensi Senyawa Antimikrobia dari Organ Tanaman Ramuan Nginang Saraswati, Rahel Aulia; Safitri, Mila; Rahmah, Deana Nur Hafidzah; Camalin, Citra Monika Sainti; Putri, Chintami Setyawan; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.451 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya ragam budaya tradisionalnya. Keragaman budayanya tercermin dari adat istiadat yang diberlakukan dimasyarakat. Salah satu kebiasaan sehari-hari yang sering dilakukan oleh suku tertentu, yaitu kebiasaan mengunyah sirih dicampur dengan gambir, pinang dan kapur sirih. Kebiasaan ini dikenal dengan nama menginang. Seiring dengan perkembangan zaman, semakin sulit menemukan orang yang masih menginang disetiap daerah, dikarenakan bahan dalam ramuan menginang rasanya yang pahit dan getar di mulut. Bahan yang digunakan dalam menginang antara lain sirih, pinang, kapur sirih, dan gambir. Semua bahan menginang, memiliki kandungan senyawa kimia bermanfaat yang sangat banyak. Senyawa kimia atau zat aktif dalam bahan menginang, antara lain yaitu tannin, flavonoid, alkaloid, vitamin C, polifenol dan asam katekin. Campuran dari keenam bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai agen antibiotik ataupun antimikrobia. Antimikrobia diartikan pula sebagai antibakteri. Antimikrobia adalah zat yang dapat mengganggu pertumbuhan atau bahkan mematikan bakteri dengan cara mengganggu metabolisme mikroba yang merugikan. Mikroorganisme dapat menyebabkan bahaya karena memiliki kemampuan menginfeksi dan menimbulkan penyakit serta merusak suatu bahan pangan. Tujuan dari artikel kali ini yaitu untuk mengkaji potensi senyawa antimikrobia apa saja yang ada pada ramuan menginang khususnya pada gambir dan sirih. Pengkajian kedua bahan menginang yang berpotensi sebagai senyawa antimikrobia ini didasarkan pada kajian beberapa literatur yang berupa hasil-hasil penelitian relevan yang telah dipublikasikan pada skripsi, thesis, jurnal nasional terindeks, maupun jurnal internasional bereputasi.
Potensi Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) Untuk Mengatasi Masalah Ketombe Wijayanti, Megita; Puti, Tunjung Nala; Widowati, Desviyanti Wiwit; Wijayanti, Riyas Tri; Triasningrum, Mustika Juni; Setyaningsih, Endang
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.18 KB)

Abstract

Perkembangan pasar obat-obatan di Indonesia sangat pesat, khususnya obat herbal. Hal ini disebabkan karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan tanaman obat-obatan dari yang ditanam di pekarangan rumah sampai yang dibudidayakan secara khusus. Masyarakat Indonesia menggunakan produk herbal alami tidak hanya untuk pengobatan dalam tubuh tapi juga pengobatan luar tubuh. Salah satu contoh untuk pengobatan atau penanggulangan luar yaitu dalam bentuk handsaanitazer, produk salep, maupun shampoo. Khususnya produk shampoo herbal, biasanya digunakan untuk membuat rambut bebas dari masalah ketombe. Merek shampoo sintetis untuk mengatasi masalah ketombe telah beredar dimasyarakat. Bahan kimia sintetis yang ada dalam shampoo tersebut memiliki berbagai efek, seperti inflamasi (peradangan), radang kulit, bahkan dapat memicu terjadinya kanker. Bahkan ada produk shampoo yang apabila dipakai justru menimbulkan efek sampingan seperti memicu lebih cepatnya rambut menjadi uban atau rambut jadi berketombe. Hal ini membuka peluang bagi shampoo berbahan baku organik. Salah satu bahan organik yang dapat menghilangkan ketombe yaitu bahan yang memiliki kandungan asam sitrat yang tinggi. Senyawa asam sitrat ini ternyata banyak ditemukan pada kulit jeruk lemon 7-8 %, jeruk nipis 8,7 %, jeruk manis 1,4 %. Khususnya kulit jeruk manis, sekarang ini telah menjadi limbah yang hanya dibuang begitu saja dari tempat pembelian jus jeruk manis. Jeruk manis yang dikenal dengan Citrus sinensis memiliki kandungan asam sitrat yang mampu menghilangkan ketombe. Kulit jeruk manis merupakan salah satu bahan dasar shampo yang tepat untuk mengatasi keluhan masyarakat karena shampo ini terbuat dari bahan organik yang aman untuk digunakan. Tujuan artikel kajian ini mengetahui potensi kulit jeruk manis untuk mengatasi masalah ketombe. Pengkajian kulit jeruk manis yang berpotensi sebagai shampo anti ketombe ini didasarkan pada kajian beberapa literatur yang berupa hasil-hasil penelitian relevan yang telah dipublikasikan pada skripsi, thesis, jurnal nasional terindeks, maupun jurnal internasional bereputasi. metode penelitian yang digunakan yaitu dengan mengkaji berbagai literatur yang terkait dengan kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan hasil terhadap masalah ketombe pada rambut.
Co-Authors Ade Rachmawati Nurfitri Ade Rachmawati Nurfitri Adi Putra, Kristian Adnan, Mazlini Agni, Zango Anisa Ahmad Fahrudin, Taufik Ahmad, Che Nidzam Che Alanindra Saputra Alanindra Saputra Amanda Wahyu Kurniawan Ambar Winarti Ambar Yunita Ambar Yunita Nugraheni Ambarwati, Elsa Dwi Andi Saputro Anggitasari, Alya Anisa, Khairani Dian Anisa, Riska Anissa, Siti Nur Antiasari, My Nur Aringsih, Putri Silviana Ariyanti, Firma Arum Dyah Ripdiyanti Aryanti, Firma Atiek Zahrulianingdyah, Atiek Audi Tahta Aurellia Avira, Silvia Bagas Adityaradja Brainandiva Ade Fitria Cahya Rahma Utami Cahyo, Aji Nur Camalin, Citra Monika Sainti Che Nidzam Che Ahmad Choirunisa, Khusnul Cholisoh, Zakky Damayanti, Fury Yulia Damayanti, Nakumi Debby Kusmiasih Dedi Hanwar Dedy Yulianto Deni Setyowati Destama Einstein Shodiq Dewi Rochsantiningsih Dewi Sri Wahyuni, Dewi Sri Dhany Efita Sari Dimyati Dimyati Dwi Purbowati Dwi Setyo Astuti Efri Roziaty Eko Purnomo Endang Fauziati Erindyah Retno Wikantyasning Eriza Putri Ayu Ning Tias Evy Setyowati Fathi Husna, Dhia Fauziah, Daniar Eka Nur Febrianti, Ulya Ananda Putri Febriyanti, Amalia Feby Istifarini Fidia Putri Utami Handayani, Ellisa Indriyani Putri Haniah, Amanda Ummu Hanifah Tria Intan Jelita Hanifah, Rahma Ainun Hanik, Asmah Hariyatmi Hariyatmi Hastin Puspitasari Hayati, Lu'lu'ul Rosyiqul I Ketut Suada Ika Trisharyanti Dian Kusumowati Ikham Widiyono Ikhsani, Sabila Dina Ilmita, Arnisa Nur Ima Aryani Innaha, Ruri Irewati, Titiek Irwandaru Dananjaya Iswanto, Perli Iyan Sofyan Iyan Sofyan, Iyan Jayanti, Indriyani Tri Joko Nurkamto Julius Nursyamsi Khafidhoh, Siti Nur Khairunnisa, Luthfiyah Khofidhoh, Siti Nur Khoirina, Dini Khoirunnisa Khoirunnisa Khoirussyihab, Naufal Kristian Adi Putra Kustiyani, Feti Luluk Ria Rakhma Mahadini, Monica Kristin Makmun Makmun Maryani Maryaningsih, Maryaningsih Mauziyyah, Meka Mila Safitri, Mila Muhammad Asrori Muhammad Galih Wicaksono Muhammad Ikhsan Al Af Ghani Muhammad Luthfi Hidayat Muhammad Reisa Andika Muti'ah Ngadiso Ngadiso Ngadiso Nofianti, Erfin Nugroho, Dian Nur Aisyiyah Nur Arifah Drajati Nur Arifah Drajati Nur Fauziah, Daniar Eka Nurmasari Situmeang Oktavia, Princes Orinta Permatasari, Nabila Wahyu Prabowo, Kus Alan Dhimas Puspitasari, Hastin Puti, Tunjung Nala Putri Agustina Putri Febrianti, Ulya Ananda Putri, Chintami Setyawan Putri, Septy Nur Amalia Rachmanda, Herlina Ayu Raden Ahmed Abdillah Rahayu Rahayu Rahel Aulia Saraswati Rahmah, Deana Nur Hafidzah Refsya Azanti Putri Rima Munawaroh Rina Astuti Rina Astuti Ringotama, Arrizalu Arsa Rofi'ah Rofi'ah, Rofi'ah Rony, Zahara Tussoleha Rosi Hayyu Anjani Rossi Septy Wahyuni Rosyada, Fani Yulia Rotama, Sigit Sagita, Ninit Pputry Sagita, Ninit Putry Salsabila, Aulia Firda Sania Nayasari Khoirunnisa Sania Rahayu Santhyami Santhyami Saputra, Harius Eko Saraswati, Rahel Aulia Sari, Alfyan Prastika Sari, Mustika Arum Mayang Sarosa, Anastasia Anggi Saryadi Saryadi Satrio, Jati Septana Nur Hidayat Septianing Putri, Yulinda Septy Nur Amalia Putri Setyo Nurwaini Shafardan, Yuma Setiaji Shinta Dwi Kurnia Shodiq, Destama Einstean Silvia Avira Siti Chalimah Siti Chalimah Siti Kartika Sari Sitti Retno Faridatussalam Siwi, Herwening Widya Sofyan Anif Sonia Bintang Hangoluan Simamora, Sonia Bintang Hangoluan Sri Haryati Sukmawati, Pramudita Dwi Sumardi Sumardi , Sumardi Sumardi . Suryadi, Adi Irma Suryandari Sedyo Utami Teguh Sarosa Terra Dewanto, Ardan Cahya Tias, Eriza Putri Ayu Ning Titik Sumarni Titik Suryani Tjuk Imam Restiadi Triasningrum, Mustika Juni Triastuti Triastuti Tyas, Eriza Putri Ayu Ning Utami, Suryandari Sedyo Wan Nasriha Wan Mohamed Salleh Wara Wahyuningrum, Dwi Wascita, Miranti Wati, Dini Prastyo Wibisono, Muh Arya Wicaksono, M Galih Wicaksono, M. Galih Wicaksono, Muhammad Galih Widjiati Widjiati, Widjiati Widowati, Desviyanti Wiwit Wijayanti, Megita Wijayanti, Riyas Tri Wijayanti, Siwi Sih Widhi Winarsih Winarsih Wrihatno, Anggi Yesa Martha Vita Simanungkalit, Yesa Martha Vita Yoga Yuniadi Yolanda, Ika Yasyinta Nindy Yuka Aulia Rahma Yuni Hariyanti Yusrina, Aletta Wening Zainnuri, Hasan