Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : FARMASAINKES

FORMULASI DAN KARAKTERISTIK FISIK SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN CABAI (Capsicum Oleoresin)) A'dilah, Nur; Lubis, Minda Sari; Rafita Yuniarti; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3213

Abstract

Cabai (Capsicum sp) adalah tanaman perdu dari famili solonacae (suku terong-terongan) yang bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan capsaicin pada cabai disinyalir mampu meredakan rasa sakit atau nyeri. Sensasi panas dari capsaicin ini akan membantu mengurangi nyeri otot dan sendi yang dirasakan. Nyeri dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya adalah emulgel. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan sediaan emulgel oleoresin cabai (Capsicum oleoresin) dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pemeriksaan karakteristik fisik yang dilakukan meliputi organoletis, homogenitas, tipe emulsi, pH, daya sebar, daya lekat, stabilitas dan sentrifugasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan emulgel minyak cabai dapat diformulasikan dengan variasi konsentrasi propilen glikol dan span 80. Hasil karakteristik fisik sediaan emulgel minyak cabai menunjukkan bahwa F1 adalah formula paling baik dengan hasil pengujian yaitu sediaan homogen; tipe emulsi m/a; pH 6,51; daya sebar 5,9; daya lekat 1.96 detik; tidak memisah pada uji sentrifugasi dan stabil selama 4 minggu penyimpanan pada suhu ruang.
OPTIMASI SEDIAAN EMULGEL OLEORESIN LADA HITAM (Piper nigrum (L.)) SEBAGAI PEREDA NYERI DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Maulana Putri, Yasinta; Sari Lubis, Minda; Yuniarti, Rafita; Rani, Zulmai
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 1 (2024): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i1.3256

Abstract

Lada hitam merupakan buah dari tanaman Piper nigrum yang telah dikeringkan yang memiliki rasa dan aroma yang khas. Buah lada hitam mengandung senyawa metabolit salah satunya yatu piperin. Senyawa piperin disinyalir dapat meredakan rasa sakit atau nyeri. Nyeri yang dirasakan dapat diatasi dengan sediaan topikal salah satunya emulgel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan formula optimum sediaan emulgel oleoresin lada hitam (Piper nigrum (L.)) dengan campuran tween 80, span 80 dan propilen glikol yang dihasilkan dari metode Simplex Lattice Design. Tahapan penelitian ini meliputi identifikasi sampel oleoresin lada hitam, optimasi dengan metode Simplex Lattice Design menggunakan software Design Expert® versi 13. Respon yang digunakan meliputi uji pH, uji daya sebar dan uji daya lekat. Formula optimum yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design kemudian diverifikasi dengan SPSS® dengan metode one sapmle t-test. Selanjutnya sediaan emulgel formula optimum dilakukan uji karakteristik fisik, keamanan, kesukaan serta efektivitas sebagai pereda nyeri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa formula optimum emulgel ladaoleoresin lada hitam yang diperoleh dengan metode Simplex Lattice Design yaitu tween 80 1%, span 80 5%, dan propilen glikol 5%. Kata kunci : Emulgel, Piper nigrum (L.), Simplex Lattice Design, Formula Optimum, Pereda Nyeri
TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG ANTIBIOTIK DI KELURAHAN MANDAILING KECAMATAN TEBING TINGGI KOTA Septiana, Lilik; Hafizhatul Abadi; Sipahutar, Rizki Anjani; Zulmai Rani
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4006

Abstract

Antibiotics are a group of compounds, both natural and synthetic, that have the effect of suppressing or stopping a biochemical process in an organism, especially in the process of infection by bacteria. This study only describes the object of the study by collecting questionnaire data from the community to determine the knowledge and attitudes of the community about antibiotics in Mandailing Village, Tebing Tinggi District, City. The results of the study obtained from univariate analysis found that the level of knowledge of respondents in the high category was 34 people (35.79%), in the moderate category was 47 people (49.47%), and in the low category was 14 people (14.74%). The total score was 680. At the level of attitude, respondents in the good category were 21 people (22.10%), in the sufficient category were 22 people (23.16%), and in the less category were 52 people (54.74%); the total score was 529. At the level of community knowledge, it was in the moderate category (71.57%), community attitudes were in the less category (55.68%), and there was a relationship between age, education, and occupation with the level of knowledge; there was a relationship between education and occupation with community attitudes about antibiotics; there was a relationship between the level of knowledge and community attitudes about antibiotics in the use of antibiotics in Mandailing Village, Tebing Tinggi District, City.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORANT STICK EKSTRAK ETANOL DAUN SIRIH MERAH (Piper ornantum N.E.BR ) TERHADAP BAKTERI staphylococcus epidermidis Fitri, Nurul; Rani, Zulmai; Lubis, Minda Sari; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4163

Abstract

Red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) is one of several plants that have antibacterial properties so that it can be selected as an active ingredient in deodorants because of its effectiveness as an antibacterial. Red betel leaf contains secondary metabolites, namely alkaloids, flavonoids, tannins and essential oils. The purpose of this study was to determine the formulation of ethanol extract of red betel leaf (Piper ornatum N.E.Br) made in the form of a deodorant stick preparation with good characteristics and to determine the concentration of the deodorant stick preparation in inhibiting Staphylococcus epidermidis bacteria. The study was conducted experimentally including the manufacture of extracts by the maceration method. In this study, ethanol extract of red betel leaf with concentration variations of 1, 2 and 3%. The preparation was tested for organoleptic, homogeneity, pH, melting time, melting point, and antibacterial activity. The content of the phytochemical screening results of the ethanol extract of red betel leaf showed that there were flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, and triterpenoids so that they have the potential to inhibit bacteria. The resulting deodorant stick meets the requirements of pH test, melting time test, melting point test and has bacterial inhibitory activity. At a concentration of 1% it is categorized as moderate with an inhibition zone of 6-10 while for a concentration of 2% and 3% it is categorized as strong with an inhibition zone of 10-20 mm.
FORMULASI, EVALUASI, DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) TERHADAP Staphylococcus aureus Widya, Rizka; Lubis, Minda Sari; Zulmai Rani; Nasution, Haris Munandar
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4164

Abstract

Nanopartikel merupakan salah satu hasil dari teknologi nano yang berkembang pesat. Sabun dapat digunakan untuk mengatasi penyakit, seperti penyakit kulit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memutus ikatan protein pada bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas antibakteri sediaan sabun padat terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan True Experimental Design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan ekstrak, pembuatan nano ekstrak, skrining fitokimia, pembuatan sabun padat, dan evaluasi mutu fisik sabun padat yang terdiri dari uji organoleptik, uji pH, uji stabilitas, uji kekerasan, dan uji daya bersih. Serta uji aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus dengan masing-masing konsentrasi yaitu F1 (Blanko), F2 (1,25%), dan F3 (12,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak mahkota nanas mengandung senyawa kimia berupa alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid, dan glikosida. Hasil pengujian ukuran partikel menunjukkan bahwa nano ekstrak memiliki ukuran 76 nm. Aktivitas antibakteri sabun padat terhadap Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa pada konsentrasi F1 memiliki efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 13,61 mm; pada konsentrasi F2 juga menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 16,46 mm; dan pada konsentrasi F3 menunjukkan efektivitas yang kuat dengan diameter zona hambat sebesar 19,38 mm dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Kata kunci: Nano ekstrak, Mahkota Nanas, Antibakteri, Sabun Padat
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN ORALLY DISSOLVING FILM (ODF) YANG MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber Officinale Var Rubrum) SEBAGAI PENYEMBUH SARIAWAN Fitri, Raissa; Rani, Zulmai; Ginting, Grace Anastasia Br; Mainal Furqan
FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 4 No. 2 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v4i2.4190

Abstract

Memformulasikan sediaan ODF ekstrak etanol jahe merah (Zingiber Officinale Var Rubrum Rhizoma) yang mengandung senyawa gingerol sebagai penyembuh sariawan. Penelitian ini untuk mengetahui apakah sediaan ODF memenuhi uji mutu sebagai sediaan ODF, dan dapat menghambat pertumbuhan jamur candida albicans yang menjadi penyebab utama sariawan. Metode penelitian ini merupakan suatu jenis penelitian eksperimental yang bertujuan untuk melihat pengaruh hasil formulasi sediaan ODF yang mengandung ekstrak jahe merah sebagai penyembuh sariawan. dengan cara membuat sediaan ODF dari ekstrak jahe merah dengan konsentrasi 1, 2 dan 3%. Sediaan ODF di uji mutu dan aktifitas antijamur pada jamur candida albicans. Berdasarkan hasil evaluasi yang sudah dilakukan pada sediaan ODF mempunyai bau yang khas, rasa manis dan permukaan yang halu, Ketebalan 0,2-0,3mm, nilai pH 6,50-7,06, nilai ketahanan lipat antara 318-373 kali, dan nilai waktu larut 21,60-28-64 detik. Pada pengujian aktivitas antijamur candida albicans memperoleh zona bening 4mm (F1), 13,6mm (F2), dan 20,3mm (F3). Kesimpulan pada sediaan ODF ektrak etanol jahe merah memenuhi uji mutu dan juga dapat menghambat pertumbuhan jamur.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI ESKTRAK ETANOLDAUN TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) DALAM KEBOCORAN DNA dan PROTEIN BAKTERI Staphylococcus aureus Nazuhra, Oca; Ningtias, Anggitha; Nasution, Haris Munandar; Rani, Zulmai
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.4995

Abstract

Daun terong belanda (Solanum betaceum Cav.) pada umumnya banyak masyarakat koonsumsi karena mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, glikosida, dan saponin, serta senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan apakah bakteri Staphylococcus aureus, yang menyebabkan penyakit umum di Indonesia, dapat dihambat atau dibunuh oleh ekstrak etanol daun terong belanda. Ekstrak etanol daun terong belanda berperan sebagai variabel bebas dalam penelitian eksperimental ini. Variabel terikat dalam penelitian ini meliputi skrining fitokimia, analisis spektroskopi inframerah transformasi Fourier, penentuan kadar flavonoid, uji konsentrasi hambat minimum dan konsentrasi bunuh minimum, uji kebocoran DNA dan protein, karakterisasi simplisia, serta uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun terong belanda. Pengujian antibakteri dilakukan pada ekstrak etanol dengan konsentrasi 3,125%, 6,25%, 12,5%, dan 25% menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram. Kontrol positif adalah kloramfenikol, sedangkan kontrol negatif adalah DMSO. Hasil uji KHM menunjukkan yang lebih baik pada konsentrasi 3,125% dan total kandungan flavonoid sebesar 44,9624 mg QE/gram ekstrak. Pada uji KBM, perkembangan koloni tidak diamati pada konsentrasi 12,5% dan 25%. Menurut penelitian ini, sel yang mengalami stres oksidatif menunjukkan kebocoran DNA dan protein, yang dapat menyebabkan 12,5% dan 25% sel mengalami apoptosis. Ekstrak etanol daun terong belanda pada konsentrasi 12,5% dan 25%, menunjukkan daya penghambatan terbesar terhadap Staphylococcus aureus, berukuran 12,5% (9,01 mm) dan 25% (16,13 mm).
PERSEPSI TENAGA KESEHATAN TERHADAP INTERPROFESSIONAL COLLABORATION (IPC) DIRUMAH SAKIT GRANMED LUBUK PAKAM Darmirani, Yosi
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5050

Abstract

Kolaborasi antar profesi (Interprofessional Collaboration/IPC) merupakan sebuah kemitraan antara tenaga kesehatan yang memiliki latar belakang profesi yang berbeda, yang bekerja bersama untuk mengatasi masalah kesehatan, memberikan pelayanan yang optimal, dan mencapai tujuan bersama. Kolaborasi ini terjadi ketika berbagai profesional medis bekerja sama dengan pasien, keluarga, dan komunitas untuk memberikan perawatan yang menyeluruh dan berkualitas. Tujuan penelitian adalah persepsi tenaga kesehatan interprofessional collaboration dirumah sakit grandmed lubuk pakam. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, data dikumpulkan dengan : Penyebaran quesioner secara online melalui google form,Responden diberikan waktu untuk mengisi quesioner dalam waktu kurang lebih 20 menit kemudian diolah data menggunakan spps dengan uji univariat. Persepsi tenaga kesehatan terhadap ipc dirumah sakit grandmed dilubuk pakam masih belum sepenuhnya dijalankan dengan baik setelah diuji. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, maka penulis menarik kesimpulan:Persepsi interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kemitraan yaitu dalam kategori selalu ( 76,7%) di Rs Granmed lubuk pakam, Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap kerja sama yaitu dalam kategori sering (66,6%) di Rs Granmed lubuk pakam .Persepsi Interprofessional Collaboration ( ipc ) terhadap koordinasi yaitu dalam kategori selalu (73,3%) di Rs Granmed lubuk pakam.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN ASMA RAWAT JALAN RUMAH SAKIT X KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 Hasti, Syilfia; Febrina, Mira; Lestari, Kurnia Dwi; Rani, Zulmai; Fitri, Aulia
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5076

Abstract

Asma merupakan penyakit tidak menular yang ditandai dengan penyempitan dan peradangan saluran pernafasan. Penderita asma mempunyai peluang besar untuk mengalami komplikasi yang akan menambah kompleksitas pengobatan pada pasien, komplikasi yang terjadi pada pasien asma menyebabkan penderita menerima terapi beberapa obat sekaligus (polifarmasi) sehingga memiliki risiko terjadinya interaksi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat potensi kejadian interaksi obat pada pasien asma rawat jalan selama periode Januari-Desember 2022. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif dengan melihat rekam medis pasien asma. Hasil yang didapat dianalisis secara deksiptif dengan penapisan secara media online menggunakan situs Drugs.com dan Medscape.com serta penapisan dengan buku teks DIH dan Stockley’s Drug Interaction. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi interaksi obat sebanyak 412 kasus. Jenis interaksi farmakokinetik sebesar 19,3%, farmakodinamik sebesar 58,9% dan unknown sebesar 21,8%. Berdasarkan severity terdapat interaksi major sebesar 2,4%, moderate sebesar 61,4% dan minor sebesar 36,2%.
FORMULASI DAN EVALUASI MASKER GEL PEEL-OFF NANOEKSTRAK BONGGOL NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) SEBAGAI ANTI-AGING Husna, Miftahul; Lubis, Minda Sari; Dalimunthe, Gabena Indrayani; Zulmai Rani
JURNAL FARMASI, SAINS, dan KESEHATAN Vol. 5 No. 1 (2025): FARMASAINKES: JURNAL FARMASI, SAINS dan KESEHATAN
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/farmasainkes.v5i1.5080

Abstract

Bonggol nanas mempunyai kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat melindungi kulit dari penuaan dini. Masker gel peel-off mampu meningkatkan kelembapan kulit dan mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variasi pengolahan ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas dapat diolah menjadi masker gel peel-off serta untuk mengevaluasi aktivitas anti-aging dari produk tersebut. Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental. Dalam studi ini, bonggol nanas diekstraksi menggunakan metode maserasi dan diubah menjadi nanoekstrak, kemudian beberapa pengujian dilakukan, termasuk karakterisasi simplisia, skrining fitokimia pada ekstrak dan nanoekstrak bonggol nanas, pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, serta evaluasi masker gel peel-off yang meliputi uji homogenitas, pH, waktu pengeringan, daya sebar, dan daya lekat. Efektivitas anti-aging diuji menggunakan alat skin analyzer dengan parameter kadar air, elastisitas, dan warna kulit. Hasil dari karakterisasi simplisia bonggol nanas menunjukkan bahwa ia memenuhi kriteria simplisia yang baik. Ekstrak dan nanoekstrak dari bonggol nanas mengandung senyawa metabolit sekunder. Nilai IC50 pada ekstrak bonggol nanas tercatat sebesar 5. 804,72 µg/mL, sedangkan masker gel peel-off dari ekstrak bonggol nanas memiliki warna coklat muda hingga coklat pucat, aroma khas, homogen, pH stabil, dengan waktu pengeringan 15-30 menit dan daya sebar 5-6 cm. Hasil uji aktivitas antioksidan dari sediaan menunjukkan nilai IC50 masing-masing yaitu (F0) 171,4434 µg/mL, (F1) 137,7746 µg/mL, (F2) 155,1636 µg/mL, dan (F3) 146,9484 µg/mL, dengan hasil terbaik diperoleh dari F3. Pengujian statistik dengan One Way Anova menunjukkan hasil yang signifikan.
Co-Authors A'dilah, Nur Abadi, Hafizhatul Adjelie, Tiara Adli Nuzula Rahmah Adyani Maulinda Afridah, Nurul Ilmi Ahmad Rasyid Ridho Alviana, Liya Amelia Kudadiri Andjelie, Tiara Ani Sutiani Ani Sutiani Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Anny Sartika Daulay Aprilia, Hijjatun Arifin, Khairil Fikri Arrosty, Muflizah Asep Trizaldi Athaillah, Athaillah Audry Pratiwi Aulia Fitri Aulia Fitri, Aulia Auza , Maharani Azhar, Gustika Bambang Hermanto Bambang Hermanto Beby Noplya Wulandari BJ Sutrisna Chandra, Putra Christica Ilsanna Surbakti Daulay, Anny S. Dea Anggreini Denny Satria Dewi, Sri Harti Dikki Miswanda Dinda Sari Utami Emma Susanti Erma Susanti Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Evi Depiana Gultom Fadhlah Al-Uyun Nasution Fajri, Fajrilda Aqilah Fatma Dwi Jati Fauziah Erna Witular Panggabean Ferendina, Imelda Fithri Pulungan, Ainil Fitri, Nurul Fitri, Raissa Gabena Indrayani Dalimunthe Ginting, Grace Anastasia br Ginting, Ovalina Sylvia Br Ginting, Ovalina Sylvia Br. Hanafis Sastra Winata Harahap, Sumiyarni Haris Munandar Nasution Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hariyadi Dharmawan Syahputra Hasibuan , Fika Miah Sasmitha Hasibuan , Nabila Hasim Hasibuan, Zulfiana Ramadhani Hindri Syahputri Humaira, Annisa Husna, Miftahul Indrayani, Gabena Inna Myesha Julia Reveny Karo Sekali, Elva Swandi Kasta Gurning Khairunnisa , Ardina Khan, Sahrani Nazwa Kiki Rawitri Kiki Rawitri Lestari, Amanda Putri Lestari, Kurnia Dwi Lilik Septiana Lilik Septiana Linda, Rosa Lubis, Minda Sari Lubis, Nurazizah M. Alfaruqi Maghfirah, Dini Mainal Furqan Maryanti Yuza Matondang , Fikriyah Hafni Maulana Putri, Yasinta Mira Febrina, Mira Monica Suryani Moondra Zubir Muhammad Agus Muljanto Muhammad Amin Nasution Muhammad Fauzan Lubis Muhammad Yunus Muhammad Yunus Mukti, Ridho Munandar, Verissa Nadila Indra Sepvina Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri Nasri, Nasri Nazuhra, Oca Nia Novranda Pertiwi Nindya Indah Damayanti Ningtias, Anggita Ningtias, Anggitha Nomi Noviani Nur Ain Thomas Nur, Hijrotun Nurdalilah, Nurdalilah Nurhayati Nurhayati Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Ovalina Sylvia Br. Ginting Parapat , Anjarlit Romiyuliana Br Pasar Maulim Silitonga Pertiwi, Rahma Pitaloka, Syifa Amilia Puteri, Cut Intan Annisa Putra, Andhika Dharma Putri Khairani Rafita Yuniarti Rahma Dona Raissa Fitri Rambe, Robiatun Ratih Paramitha Rawitri, Kiki Reza Irma Ricky Andi Syahputra Ricky Andi Syahputra Ridho, Ahmad Rasyid Ridwanto Ridwanto Rinda Sari, Sylvi Ritonga , Nur Sakina Rizki, Dewi Rizki, Vitri Dea Robiatun Rambe Rukmana, Siti Sagala, Hasel Untung Bersinar Samran, Samran Sari Lubis, Winda Sari, Farida Sari, Syilvi Rinda Sari, Sylvi Rinda Sartika Daulay, Anny Savitri, Novia Herma Septiana, Lilik silalahi, zahra salsabila Sindi, Sindi Sipahutar, Rizki Anjani Siregar , Misbah Siti Anisa Siti Rahmah Siti Rahmi Ningrum Sony , Suyefri Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suci, Nurul Sulwiyatul K Sani Supiyani, Supiyani Syafa Nadira Ashiilah Syahputra, Ricky Andi Syarifah Nadia Syilfia Hasti Tania, Chyntia Glori Tarigan, Eni Surabini Urip Harahap Uswatun Nisa, Uswatun Vera Estefania Kaban Virda Nurmazela Widya, Rizka Yayuk Putri Rahayu Yayuk Putri Rahayu Yuli Haryani Yuliatil Adawiyah Harahap Yuniarti , Rafita Yuniarti, Rafita Zahira Ahmad, Madani Ziza Putri Aisyia Fauzi Zulfikri Zulfikri Zulhij, Fizrya