p-Index From 2021 - 2026
6.912
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Litera Majalah Ilmiah Peternakan Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN TEKNOLOGI: Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Diksa : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Jurnal Riset Akuakultur Media Akuakultur Jurnal Nasional Pendidikan Teknik Informatika (JANAPATI) PRoMEDIA Health Information : Jurnal Penelitian Gravitasi: Jurnal Pendidikan Fisika dan Sains Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Service) Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesian Journal of Laboratory Jurnal Kesehatan Tambusai Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Sinar Sang Surya: Jurnal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Mahasiswa Sistem Informasi (JMSI) JIKI (Jurnal Ilmu Komputer dan Informatika) Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat ABDIMAYUDA: Indonesian Journal of Community Empowerment for Health EDUCTUM: Journal Research DIMASATRA Jurnal Mahasiswa Ilmu Komputer Aceh International Journal of Science and Technology Indonesian Research Journal on Education Jurnal Multidisiplin West Science Bengawan :Jurnal Pengabdian Masyarakat West Science Interdisciplinary Studies IJLHE: International Journal of Language, Humanities, and Education West Science Interdisciplinary Studies Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Jurnal Ilmiah Sistem Informasi Jurnal Wicara Desa Journal of Culture, Literature, and Foreign Language Teaching Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya
Claim Missing Document
Check
Articles

Elements of German culture: An analysis of German language textbooks in Indonesian universities Mulyani, Retna Endah Sri; Santoso, Iman; Sudarmaji, Sudarmaji
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 52, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

German textbooks encompass various facets of German culture. However, teachers in Indonesia often overlook the significance of German culture. The primary objective of this study is to provide a comprehensive account of the German cultural components found within German language textbooks used in Indonesian universities. To achieve this goal, a descriptive qualitative methodology was employed, where the textbooks were analyzed according to Byram's theory of eight cultural dimensions. The utilised textbooks include Netzwerk A1, Netzwerk A2, and Netzwerk B1, which align with language skill levels A1, A2, and B1 according to the Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Each textbook set consists of a coursebook and a workbook. The findings of the analysis revealed that the most prevalent cultural elements encompassed social interaction, stereotypes and national identity, and socialization and life cycle. The implications of these findings indicate that social interaction, as the most prominent cultural aspect, reinforces the educational objectives of German language courses, specifically in terms of fostering the development of communicative competence. Aspek budaya Jerman: Analisis buku ajar bahasa Jerman di perguruan tinggi Indonesia Buku ajar bahasa Jerman mengandung berbagai aspek budaya Jerman. Namun demikian, keberadaan budaya Jerman tersebut sering kali diabaikan oleh para pengajar di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai komponen-komponen budaya Jerman yang terdapat dalam buku-buku ajar bahasa Jerman yang digunakan di perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini bersumber dari buku ajar bahasa Jerman yang mencakup tiga level penguasaan bahasa berdasarkan acuan kerangka kerja pembelajaran bahasa di Eropa (CEFR), yaitu Netzwerk A1, Netzwerk A2, dan Netzwerk B1. Ketiga buku tersebut dianalisis menggunakan teori Byram tentang delapan dimensi budaya. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa elemen budaya yang paling banyak ditemukan adalah interaksi sosial, stereotip dan identitas nasional, serta sosialisasi dan siklus hidup. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa interaksi sosial, sebagai aspek budaya yang paling menonjol, memperkuat tujuan pendidikan mata kuliah bahasa Jerman, khususnya dalam hal mendorong pengembangan kompetensi komunikatif.
CAMPUS DAY PENGABDIAN MASYARAKAT EDUKATIF UNTUK PELAJAR Siregar, Guna Yanti K.S; Sudarmaji, Sudarmaji; Mustika, Mustika; Irawan, Dedi; Hidayat, Arif; Anggoro, Dani; Prabowo, Danang
SINAR SANG SURYA Vol 9, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v9i2.4491

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk Campus Day: Pengabdian Masyarakat Edukatif untuk Pelajar dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan pengetahuan, motivasi, dan wawasan pelajar tingkat SMK di wilayah Lampung Timur. Kegiatan ini bermitra dengan SMK Muhammadiyah 1 Labuhan Maringgai, SMK IB Khalifah Bangsa, dan SMK Muhammadiyah 1, serta dilaksanakan pada tanggal 17–24 Juni 2025 bertempat di Gedung KH Mas Mansoer, Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Metro. Metode kegiatan meliputi seminar, diskusi interaktif, pelatihan motivasi, serta pengenalan lingkungan kampus sebagai upaya memperluas wawasan pelajar mengenai dunia perguruan tinggi dan karier masa depan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelajar memperoleh peningkatan pemahaman terkait pentingnya pendidikan lanjut, serta meningkatnya motivasi belajar dan minat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Program ini memberikan dampak positif terhadap pelajar dan diharapkan dapat menjadi program rutin tahunan.Kata kunci: pengabdian masyarakat, pelajar SMK, campus day, motivasi pendidikan, edukasi karier.
Pembuatan Alat Pengolah Sampah Botol Plastik Menjadi Filamen 3D Printer untuk Substitusi Bahan Habis Pakai di Laboratorium Mujiraharjo, Mujiraharjo; Fathurahman, Fathurahman; Samsudin, Mokhammad; Sudarmaji, Sudarmaji
Indonesian Journal of Laboratory Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v9i1.111342

Abstract

ABSTRAK. Penggunaan plastik yang terus meningkat berdampak langsung pada meningkatnya timbunan sampah plastik yang sulit terurai. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah pemanfaatan kembali sampah botol plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai bahan baku filamen 3D printer. Dari permasalahan sampah tersebut maka salah satu cara untuk menguranginya dengan membuat alat pengolah sampah botol plastik menjadi filamen 3D printer yang dapat menggantikan filamen pabrikan dalam proses cetak 3D print. Metode yang digunakan meliputi desain alat menggunakan perangkat lunak, pemilihan komponen mekanik dan elektronik, serta perakitan dan uji coba alat. Prinsip kerja alat adalah mengubah botol plastik menjadi potongan pipih dengan lebar 10 mm, kemudian dipanaskan dengan elemen pemanas dan diekstrusi melalui nozzle berdiameter 1,75 mm sehingga menghasilkan filamen 3D print berbentuk silinder siap pakai.Hasil pembuatan alat pengolah sampah menjadi filamen 3D print sudah berhasil dengan membuat filamen sesuai kebutuhan pada proses cetak 3D print. Spesifikasi filamen yang dihasilkan merujuk pada bahan PET sehingga setingan pada proses cetak 3D print menyesuaikan setingan bahan PET. Perhitungan efisiensi menunjukkan bahwa kebutuhan filamen sebesar 1 kg dengan harga beli Rp 200.000,00 sampai Rp 275.000,00 dapat ditekan melalui penggunaan filamen hasil daur ulang botol plastik jenis PET dengan biaya pembuatan berkisar ± Rp 60.000,00. Efisiensi biaya praktikum di laboratorium diperoleh dengan adanya alat pengolah sampah plastik menjadi filamen 3D print. Sehingga filamen pabrikan dapat disubtisusi dengan filamen dari botol plastik jenis PET. ABSTRACK. The escalating consumption of plastic directly contributes to the accumulation of non-biodegradable plastic waste. A viable solution to mitigate this issue is the repurposing of Polyethylene Terephthalate (PET) plastic bottle waste as a raw material for 3D printer filaments. Addressing this waste problem, this study proposes the development of a processing machine capable of converting plastic bottle waste into 3D printer filament, providing an alternative to commercial filaments in 3D printing applications.The methodology employed encompassed machine design utilizing software, the selection of mechanical and electronic components, followed by assembly and performance testing. The operational principle of the machine involves cutting plastic bottles into 10 mm wide strips, which are subsequently heated via a heating element and extruded through a 1.75 mm diameter nozzle to produce a ready-to-use, cylindrical 3D printing filament.The development of the waste-to-filament processing machine was successful, demonstrating the capability to yield filaments that meet the standard requirements for 3D printing processes. The specifications of the generated filament correspond to the properties of PET material; thus, the 3D printer configurations must be adjusted to align with standard PET printing parameters. Cost efficiency analysis indicates that the expense of procuring 1 kg of commercial filament, typically ranging from Rp 200,000.00 to Rp 275,000.00, can be significantly reduced by utilizing this recycled PET filament, which incurs an estimated production cost of ± Rp 60,000.00. The implementation of this plastic waste processing machine achieves significant cost efficiency for laboratory practicums. Consequently, commercial filaments can be effectively substituted with filaments derived from recycled PET plastic bottles.
The failure to overcome trauma: “Eyes” as a silent and silenced victim in the juvenile novel Heaven (2022) Rakhmawati, Yulia; Sudarmaji, Sudarmaji
LITERA Vol. 25 No. 1: LITERA (MARCH 2026)
Publisher : Faculty of Languages, Arts, and Culture Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ltr.v25i1.94918

Abstract

Realistic depiction and representation of harsh reality of life have markedly emerged in children’s literature. In the age of global conversation around bullying and sexual violence, investigating trauma—formerly a forbidden, delicate topic—has gained crucial momentum. Accordingly, this study (1) examines Eyes’ traumatic disorders in Heaven (2022) by Mieko Kawakami, and (2) unveils his result of trauma recovery journey. Applying a descriptive-qualitative approach, data were gathered through systematic close reading and note-taking and interpreted according to Judith Herman’s theory of trauma. It is revealed that Eyes’ trauma stems from chronic emotional and physical bullying, as well as non-direct sex violence, leading to extreme disassociation. His recuperation is represented as incomplete and precarious. There are moments of safety through a comforting letter-writing, yet they are unstable. Remembrance and mourning stages are constrained, as exemplified by a lack of self-consciousness, an absence of empathy from others, and no professional help. Reconnection falls through when he chooses a physical transformation through eye surgery over emotional recovery and relational reconciliation. To conclude, “Eyes” is an example of a silent and silenced trauma victim, whose continuous anonymity throughout the entire story functions as a form of personal, social, and narrative erasure, indicating unsuccessful trauma recovery. From this novel, the significance of performing open and honest discussion supportive environment, and empathetic team—among peers, between students-teachers, children-parents, and general public—emerge as a set of central educational message.
Co-Authors AAM GUNAWAN ABD. MALIK Abdu Fadli Assomadi Abdul Aziz Abidatul Izzah Adellini, Marcellina Adetrya, Dirga Adhifana Febrianti, Icha Kania Adi Heru Sutomo Aditya Rikfanto Aditya Sukma Pawitra Afriani, Novi Dian Agung Murti Nugroho Agus Suwarni Agustin, Avita Fitri Alfianita, Aulia Alfiawati, Riska Alghifari, Luth Fian Alif, Achmad Anggella, Fiqi Arfiani, Novi Ariani, Dinda Dwi Arif Hidayat Ayman, M. Alghiffari Ayu Puspita, Denes Wara Chetrine, Ema Corie Indria Prasasti Dani Anggoro Dani, Jeratallah Aram dedi irawan Dedi, Ahmad Dewi, Anggun Puspita Diki Kurniawan Dimjati Lusno, M Farid Dwi Agustin, Adjeng Retno Dzulfiqri, Achmad Ekaputri, Baiq Mayzahra Aulia Endah, Lely Endang Dwiyanti Endang Tri Wahyuni Eni Lestari Fathurahman, Fathurahman Fauziah, Farrah Hany Febrianto, Arry Fery S. Efendi, Fery S. Fitri Damayanti Ghania, Miftahul Habibie, Dian Halim, Saidah Hari Basuki Notobroto Haryani, Rini Hastuti Hastuti Hayatunnufus, Gina Hidayat, Farhan Imam Safawi Ahmad, Imam Safawi Iman Santoso Iswanto Iswanto Iyusnizar, Iyusnizar Izdihar, Hana’ J Mukono Jassey, Babucarr Jati Pamungkas, Kurniawan Jun, Samuel Jusup Subagja, Jusup Kalyana, Dyani Karin*, Khusmia Kencana, Yulfa Tiara Kholidin, Edy Barkat Khuliyah Candraning Diyanah Kurnia, Galuh Mega Kurniasih Kurniasih Kusuma Scorpia Lestari Kusuma Wardani, Ratnaningtyas Wahyu Labysta, Gyso Assykar Larashati, Larashati Leni Handayani Lestari, Kusuma Lestari, Sri Indah Liana, Eva Lilis Sulistyorini Lusno, Muhammad Maratawan, Guru Mawarni, Amalia Anisa Mawarni, Egi Miqraj, Gaosi Samdani Muhammad Abduh Muhammad Ardiansyah Muhammad Farid Dimjati Lusno Muhammad Ridwan Muhashonah, Izzuki Mujiraharjo, Mujiraharjo Mukono, Jojok Mulyani, Retna Endah Sri Mulyati, Retna Endah Sri Murniasih, Siti Mustika Mustika Muttaqin, Alfin Muzakky, Achmad Naser, Mhd Izzan Naser, Mhd. Izzan Neriza, Rizki Amalia Novi Dian Arfiani Nugraha, Afandi Setya Nugraha, Firman Pra Setia Nurfadzilah, Vina Nuzulul Kusuma Putri Pahu, Gunayanti Kemala Sari Siregar Pangestu, Dimas Parmawati, Rita Prabowo, Danang Pramesty, Kinkin Ayu Prasetyo, Kurniawan Adi Prasetyo, Purnomo Tri Prastowo, Ichwan Pujianto Pujianto Puspitasari, Stevani Christy Putri Lubis, Dwi Vidya Putri, Frestiany Regina R Azizah Rachmah Indawati Rachmawati, Adinda Jasmine Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahardjo, Sinung Rakhmawati, Yulia Ratna Dwi Puji Astuti Retno Adriyani Ridha, Yahdi Fitrah Rinaldi, Kelvin Ririh Yudhastuti Ririn Wulandari Rizaldi, M Addin Rohmah, Shofiyatur Rohmah, Siti Lailatul Saadah, Rahmawati Saleh, Tania Ardiani Samsudin, Mokhammad Saputra, Adang Saputra, Reza Aji Saputri, Yuni Sari, Gita Sagita Sari, Masita Sarumpaet, Irvan Setiawan, Aldi Januar Silalahi, Larry Lorica Br Siregar, Guna Yanti K.S Sirodiana, Sirodiana Sitompul, Ralando Soedjajadi Keman Sri Megawati Suhendra Suhendra Sumarmia, Sumarmia Sumitro Sumitro Susilo Hadi, Susilo Syafei, Arie Dipareza Syaifullah, Jahid Tampubolon, Lukman Tasya, Desy Anna Taukhid Taukhid, Taukhid Thania, Merlytya Timantha, Leo Eykel Trisna, Muhammad Destrayuda Utama, Michael Ivan Aji Wadjdy, Edy Farid Wahyudi, Denny Wardani, Ratnaningtyas Wibiyanto, Agung Widodo, Sri Insaf Wijaya, Hari Rachmat Wulandari, Prisca Kiki Yanti Harahap, Juli Yasmin, Faradiba Yeni Dhamayanti Yuniarto , Kurniawan Zahro, Alif Fatimatuz Zida Husnina