p-Index From 2021 - 2026
10.788
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Bahasa Bali Undiksha Sosiohumaniora Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL) BAHASA DAN SASTRA Jurnal Penelitian Pendidikan LOKABASA Jurnal Sains Teh dan Kina Journal Of Vocational Health Studies RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching EDUCARE Tawarikh : Journal of Historical Studies Jurnal SOLMA Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Adabiyyat: Jurnal Bahasa dan Sastra Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior Media Karya Kesehatan Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Jurnal Syntax Imperatif : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Jurnal Teknik Informatika (JUTIF) Kalatanda : Jurnal Desain Grafis dan Media Kreatif Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Seni Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation Komitmen : Jurnal Ilmiah Manajemen eProceedings of Art & Design DIMASATRA MODERAT: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Jurnal Audit dan Perpajakan International Journal of Multidisciplinary Sciences Socius: Social Sciences Research Journal Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda International Journal of Language and Culture Aksara Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Ranah: Jurnal Kajian Bahasa JENTERA: Jurnal Kajian Sastra
Claim Missing Document
Check
Articles

Risiko Litigasi Audit Dalam Praktik Audit Modern: Tinjauan Literatur Sistematis Rahmada Kriswanto; Yayat Sudaryat; Agus Widarsono
Jurnal Audit dan Perpajakan (JAP) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research May 2026
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jap.v6i1.8517

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji dinamika risiko litigasi audit dalam praktik audit modern melalui pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap 30 artikel ilmiah terindeks Scopus dan Google Scholar periode 2021–2026. Penelitian ini secara khusus mengidentifikasi sumber utama risiko litigasi, menganalisis pengaruhnya terhadap perilaku auditor, mengkaji hubungannya dengan kualitas audit, serta membahas peran teknologi dan audit forensik dalam pengelolaan risiko litigasi. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan utama. Pertama, risiko litigasi mendorong auditor bersikap lebih konservatif melalui peningkatan audit effort, audit fee, dan pengungkapan audit. Kedua, risiko litigasi tidak selalu meningkatkan kualitas audit secara substantif. Ketiga, karakteristik klien seperti financial distress, discretionary accruals tinggi, koneksi politik, CSR abnormal, dan sengketa pajak merupakan sumber utama risiko litigasi auditor. Keempat, teknologi dan artificial intelligence berperan ganda sebagai alat mitigasi sekaligus sumber risiko litigasi baru. Kelima, konteks hukum dan regulasi memengaruhi kuat atau lemahnya respons auditor terhadap risiko litigasi. Secara teoritis, temuan ini sejalan dengan Agency Theory, di mana risiko litigasi memperkuat peran auditor sebagai mekanisme pengawasan independen dalam mengurangi asimetri informasi antara manajemen dan pemangku kepentingan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai risiko litigasi sebagai fenomena multidimensional yang mencakup aspek hukum, regulasi, teknologi, kualitas audit, dan perilaku auditor dalam konteks audit saat ini.
SOCIOPRAGMATIC STRATEGIES FOR SUNDANESE LANGUAGE PRESERVATION IN YOUTUBE VIDEOS FEATURING DEDI MULYADI Imas Melasari; Yayat Sudaryat; Temmy Widyastuti
Language Literacy: Journal of Linguistics, Literature, and Language Teaching Vol 10, No 1: June 2026 (In Progress)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara (UISU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ll.v10i1.13494

Abstract

The declining use of regional languages in Indonesia necessitates the search for innovative preservation strategies in the digital era. Unlike previous studies that have focused primarily on political communication and media framing, this study highlights the sociopragmatic dimensions of regional language preservation through digital communication. This study analyzes sociopragmatic communication strategies within Kang Dedi Mulyadi's YouTube content, focusing on the use of Sundanese and speech elements that enhance the vitality of regional languages. Using a descriptive qualitative approach, data from three of Kang Dedi Mulyadi's YouTube videos were transcribed and coded into relational, educational, and cultural/identity categories, and subsequently analyzed through thematic interpretation. This study substantiates the notion that the sociopragmatic practices of public figures on digital platforms can serve as a potential model for revitalizing regional languages. The findings extend sociopragmatic perspectives by demonstrating how digital discourse contributes to regional language revitalization through the integration of cultural identity, communicative practices, and audience engagement.
Proses Grafemik dalam Kata Serapan Bahasa Sunda dari Bahasa Sansekerta Yudistira Fitra Sabarudin; Yayat Sudaryat; Nunuy Nurjanah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8522

Abstract

This study aims to explore the graphemic process in Sundanese loan words from Sanskrit and to document the graphemic process in Sundanese loan words from Sanskrit , The method used in this study is qualitative with a descriptive-analytical approach to Sundanese loan words from Sanskrit, the main data source used is the Danadibrata Sundanese Dictionary and two supporting data sources, namely the Sanskrit-Indonesian Dictionary and A Sanskrit-English Dictionary. The data collection technique uses the literature study technique, while the data processing technique uses the Immediate Constituent Analysis (ICA) technique, so that in this study the word elements analyzed from the data obtained are graphemes listed in Sundanese loan words from Sanskrit. The results of the study show that there are nineteen change processes, namely initial silnaan, middle silnaan, final silnaan, initial swarabakti, middle swarabakti, final swarabakti, metathesis, haplology, intervocalic voicing, nasal assimilation, loss of retraction, rotachism, platyphthongization, diphthongization, monophthongization, rising vowel, falling vowel, degemination, gemination, loss of aspiration, shortening, lenition, and vocalization. As well as two forms of grapheme change formation that need to be considered, namely loss of aspiratio and shortening. Abstrak Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi proses perubahan grafemik kata serapan bahasa Sunda dari bahasa Sansakerta dan mendokumentasikan perubahan bentuk kata-kata serapan bahasa Sunda dari bahasa Sanesekerta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap kata serapan bahasa Sunda dari bahasa Sansekerta, sumber data utama yang digunakan adalah Kamus Basa Sunda Danadibrata serta dua sumber data pendukung yakni Kamus Sansekerta-Indonesia dan A Sanskrit-English Dictionary. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka, sedangkan teknik mengolah data menggunakan teknik Immediete Constituent Analysis (ICA), sehingga pada penelitian ini unsur kata yang dianalisis dari data yang didapatkan adalah grafem yang tertera pada kata serapan bahasa Sunda dari bahasa Sansekerta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat Sembilan belas proses perubahan grafemik yakni sirnaan awal, sirnaan tengah, sirnaan akhir, swarabakti swarabakti awal, swarabakti tengah, swarabakti akhir, metatesis, haplologi, menyuarakan intervokalik, asimilasi nasal, hilang retraksi, rotakisme, platalisasi, diftongisasi, monoftongisasi, vokal naik, vokal turun, degeminasi, geminasi, hilang aspirasi, pemendekan, lenisi, dan vokalisasi. Serta dua bentuk formasi perubahan grafem yang perlu diperhatikan yakni hilang aspirasi dan pemendekan.
Eksplorasi Makna dan Nilai dalam Puisi Mantra Bakbrung Hariang Banga Yessi Hermawati; Yayat Sudaryat; Retty Isnendes; Usep Kuswari; Dede Kosasih
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4934.66-81

Abstract

This study aims to analyze the meaning of the Bakbrung Hariang Banga mantra poem using the pancacuriga approach and to examine its implications for character development in the eight-dimensional graduate profile. Research data were collected through observation, interviews, and documentation of mantra poems from the Cigugurgirang Village community. Data analysis was conducted qualitatively using the pancacuriga semiotic method, which includes five elements of interpretation: silib, sindir, symbol, siloka, and sasmita. The results show that each element of pancacuriga manifests religious, moral, social, and cultural values that are rich in meaning in the mantra poem text. These findings also reveal the connection between the symbolic meaning of mantra poetry and the dimensions of faith, critical reasoning, independence, and communication in the profile of deep learning graduates. The main contribution of this research is the development of the pancacuriga semiotic analysis approach as a comprehensive method in oral literature studies as well as an ethnopedagogical medium for character education based on local wisdom. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna puisi mantra Bakbrung Hariang Banga menggunakan pendekatan pancacuriga serta mengkaji implikasinya terhadap pengembangan karakter dalam profil lulusan delapan dimensi. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi teks puisi mantra dari masyarakat Desa Cigugurgirang. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode semiotik pancacuriga yang meliputi lima unsur interpretasi: silib, sindir, simbol, siloka, dan sasmita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing unsur pancacuriga memanifestasikan nilai-nilai religius, moral, sosial, dan kultural yang kaya makna dalam teks puisi mantra. Temuan ini juga mengungkap keterkaitan makna simbolik puisi mantra dengan dimensi keimanan, penalaran kritis, kemandirian, dan komunikasi dalam profil lulusan pembelajaran mendalam. Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan pendekatan analisis semiotik pancacuriga sebagai metode yang komprehensif dalam kajian sastra lisan sekaligus sebagai media etnopedagogik untuk pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.
Penguatan Branding UMKM melalui Perancangan Media Identitas Visual: Studi Kasus Bintang Motor Bandung Sudaryat, Yayat; Setya Putra, Putu Raka; Atamtajani, ASM
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Mei : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i2.414

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada sektor jasa penyewaan kendaraan memerlukan branding yang kuat untuk meningkatkan kredibilitas usaha dan efektivitas promosi. Bintang Motor sebagai UMKM penyewaan sepeda motor di Bandung menghadapi permasalahan berupa belum adanya identitas visual yang konsisten serta media promosi yang mampu memperkuat citra usaha dan kepercayaan konsumen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat branding UMKM melalui perancangan media identitas visual berbasis prinsip Desain Komunikasi Visual. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, analisis kebutuhan, penyusunan konsep, perancangan identitas visual, produksi media, dan implementasi kepada mitra. Luaran kegiatan berupa logo baru, brosur, poster, kartu nama, daftar harga, invoice, kwitansi, stempel, dan neon box sebagai media branding yang terintegrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media identitas visual yang dirancang mampu meningkatkan profesionalisme usaha, memperkuat identitas merek, serta mendukung aktivitas promosi secara lebih efektif. Evaluasi terhadap mitra juga menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap kesesuaian program dengan kebutuhan usaha. Kegiatan ini membuktikan bahwa perancangan media identitas visual merupakan strategi yang efektif dalam memperkuat branding UMKM, meningkatkan kredibilitas usaha, dan mendukung keberlanjutan pengembangan bisnis.
Apakah Kita Benar-benar Menghidupi Sila Kemanusiaan? Menafsir Nilai Humanis Ungkapan Tradisional Sunda Yayat Sudaryat; Temmy Widyastuti; Hernawan Hernawan; Dede Kosasih; Zulfikar Alamsyah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 2 (Special Issue) (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91641

Abstract

Nilai kemanusiaan dalam budaya Sunda tidak hanya diwariskan melalui ajaran formal, tetapi juga melalui ungkapan tradisional yang hidup dalam praktik keseharian masyarakat. Ungkapan-ungkapan tersebut merefleksikan nilai humanisme yang sejalan dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab. Penelitian ini bertujuan mengungkap dan menganalisis nilai humanisme serta kearifan lokal Sunda yang terkandung dalam ungkapan tradisional Sunda dengan merujuk pada nilai moral sila kedua Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitik. Data penelitian berupa ungkapan tradisional Sunda yang diperoleh dari sumber tertulis, seperti buku peribahasa Sunda, kamus budaya, dan naskah budaya, serta sumber lisan melalui wawancara dengan informan budayawan dan tokoh masyarakat Sunda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutik untuk menafsirkan makna filosofis ungkapan. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan tradisional Sunda secara dominan merepresentasikan nilai kemanusiaan berupa keadilan sosial, kesetaraan martabat manusia, empati dan cinta kasih (silih asih), pengembangan potensi diri (silih asah), serta tanggung jawab sosial dan kepedulian (silih asuh), yang selaras dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Sunda berfungsi sebagai medium internalisasi nilai Pancasila yang kontekstual dan berkelanjutan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada penguatan pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya dalam pembelajaran Pancasila, bahasa, dan budaya Sunda, serta sebagai rujukan dalam pelestarian nilai-nilai humanisme dalam kehidupan bermasyarakat.
Unsur Budaya dalam Naskah “Wawacan Suluk Ki Ganda jeung Ki Sari” Deni Abdul Ghoni; Yeni Herlina; Yayat Sudaryat
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.7032

Abstract

This research aims to describe the cultural elements in the Wawacan Suluk Ki Ganda jeung Ki Sari manuscript, which generally contains matters of Islamic monotheism. This research uses a descriptive qualitative approach with literature and document study methods. Data sources in the form of WSKGKS manuscripts were obtained from the National Library of Indonesia website with the number Plt. Plt 36 case 121. Then, the data was obtained using the seven elements of culture according to Koentjaraningrat. Of the seven cultural elements studied, only six elements appear in this manuscript, which include 1) religious system, 2) organizational system, 3) knowledge system, 4) language, 5) art, and 6) technology system, while the livelihood system does not appear at all. From the analysis of each of these cultural elements it shows that the elements or cultural systems that emerge are very attached and wrapped in Islamic principles. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur budaya yang ada dalam naskah Wawacan Suluk Ki Ganda jeung Ki Sari (WSKGKS) yang secara umum memuat perihal ketauhidan agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dari pemanfaatan langkah kerja filologi dan penggunaan teori tujuh unsur budaya menurut Koentjaraningrat. Sumber data berupa naskah WSKGKS yang didapatkan dari laman Perpustakaan Nasional RI dengan nomor Plt. Plt 36 peti 121. Dari tujuh unsur budaya yang diteliti, hanya enam unsur yang muncul dalam naskah ini, yaitu 1) sistem religi, 2) sistem organisasi, 3) sistem pengetahuan, 4) bahasa, 5) kesenian, dan 6) sistem teknologi, sedangkan sistem mata pencaharian tidak muncul sama sekali. Dari hasil analisis setiap unsur budaya tersebut terlihat bahwa unsur-unsur atau sistem-sistem kebudayaan yang muncul sangat melekat dan dibalut oleh prinsip keislaman.
Lirik Tembang Cianjuran Wanda Panambih dalam Kajian Struktur dan Etnopedagogik Noni Mulyani; Yayat Sudaryat
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 1 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i1.7317

Abstract

The lyric of Cianjuran Wanda Panambih (Complementary Type) is a kind of lyric that is much inspired by kawih and kesindenan. The use of barels include pelog degung, sorog, salendro, mandalungan, and wisaya.  This research aims to find out and determine the structure of lyric Cianjuran wanda panambih songs based on the structures and ethnopedagogics. In this research, a qualitative approach with a descriptive method is applied. Data is collected through documentation techniques and interview techniques. The source of this research data is the lyrics of Cianjuran song by Mang Bakang.  The results of the research find 33 (thirty-three) lyrics of the song Cianjuran wanda panambih by Mang Bakang, which are observed in terms of structure and ethnopedagogic value. In terms of structure, 10 lyrics are found in the form of pupuh, 18 lyrics in the form of free poetry, and 5 lyrics in the form of insertions. In the lyrics, most images are found, the most dominant theme is humanity, the most dominant tone is educating the reader or reminding the reader, and the most dominant figurative language is the paraphrasing base style. In terms of étnopédagogic, 71 characters are found that refer to the educational value of cultural and national characters based on the Curriculum Center, Research and Development Agency, Ministry of National Education. This research can add insight into the elements of poetry in Cianjuran songs and the emergence of a sense of pride from the community towards Cianjuran songs. AbstrakLirik Tembang Cianjuran Wanda Panambih (Tipe Pelengkap) merupakan tipe lirik tembang yang dipengaruhi oleh kawih dan kepesindenan. Laras yang digunakan meliputi pelog degung, sorog, salendro, mandalungan, dan wisaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memaparkan struktur lirik tembang Cianjuran wanda panambih yang dikaji dari struktur dan etnopedagogik. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan teknik wawancara. Sumber data penelitian ini adalah lirik tembang Cianjuran karya Mang Bakang. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 33 lirik tembang Cianjuran wanda panambih karya Mang Bakang yang dikaji dari segi struktur dan nilai etnopedagogik. Dari segi struktur ditemukan 10 lirik dalam bentuk pupuh, 18 lirik dalam bentuk puisi bebas, dan 5 lirik dalam bentuk sisindiran. Di dalam lirik tersebut, kebanyakan ditemukan imaji rasa; tema yang paling dominan, yaitu kemanusiaan; nada yang paling dominan, yaitu mendidik pembaca atau mengingatkan pembaca; dan bahasa figuratif yang paling dominan, yaitu gaya bahasa parafrase. Dari segi etnopedagogik ditemukan 71 karakter yang merujuk pada nilai pendidikan karakter budaya dan bangsa yang berdasar pada Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pendidikan Nasional. Penelitian ini bisa menambah wawasan tentang unsur puisi dalam tembang Cianjuran serta timbulnya rasa bangga dari masyarakat terhadap tembang Cianjuran.
Constructing a Part-of-Speech Tagging based on Lexicon and Rule-based for Sundanese Corpus Sutedi, Ade; Latifah, Ayu; Rodiansyah, Novan; Sudaryat, Yayat
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 7 No. 3 (2026): JUTIF Volume 7, Number 3, June 2026
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jutif.2026.7.3.5361

Abstract

Part-of-Speech (POS) Tagging is the process of annotating word classes (nouns, verbs, adjectives, etc.) in a sentence, which is used as a basis for natural language processing and artificial intelligence. In this study, a corpus of word classes and word class annotating rules for the Sundanese language, which has limited resources, was developed. The experiments were conducted on an annotated corpus consisting of 104,696 tokens collected from Sundanese dictionaries, Sundanese Literature (Carita Pondok, Guguritan, Mantra, Pupujian, Sisindiran, Sajak, and Wawacan), Babasan and Paribasa, and social media X (Twitter). The annotation process is carried out in several stages that combine manual annotation based on cross-lingual transfer from Indonesian POS to Sundanese POS, then adjusted based on the word class rules in Sundanese. The results of this study are a POS annotation corpus containing Sundanese word-tag pairs and a basic rule-based model compared to the HMM and CRF models. The rule-based model achieves an F1-score of 0.867, the CRF model achieves an F1-score of 0.889, while the HMM model attains the highest score with an F1-score of 1.000. Analysis of POS distributions reveals that nouns (KB) consistently dominate across all models, reflecting the noun-rich nature of Sundanese literary texts. It also highlights the challenges of handling unknown words and the need for richer annotated resources, which are related to tag interoperability with Universal POS standards. This research contributes to the development of NLP resources for low-resource languages and provides a methodological foundation for future Sundanese NLP applications.
Abbreviation of Sundanese in Social Media Slang Variations: A Morphological Study Mutia Awaliyah; Yayat Sudaryat; Usep Kuswari; Haris Santosa Nugraha
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 19, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v19i2.85720

Abstract

This study aims to identify the forms, formation patterns, and characteristics of Sundanese abbreviations in youth slang variations on social media. Using a qualitative descriptive method with a morphological approach, data were collected through observation of Instagram, Facebook, X (Twitter), and WhatsApp from September to December 2025, yielding 86 purposively sampled abbreviation data confirmed through unstructured interviews with Sundanese speakers. The results show that Sundanese abbreviations in social media exhibit four dominant forms: acronym, contraction, clipping, and initialism. Acronym formation is the most productive and varied, with six formation patterns identified; the most distinctive is the retention of the final syllable of each component (e.g., nasteung from panas beuteung, hanupis from hatur nuhun pisan), which differs markedly from Indonesian abbreviation patterns that tend to retain initial syllables. Clipping is dominant in kinship terms, while initialism displays a polysemy phenomenon in which a single form carries more than one expansion depending on context (e.g., GWS, STMJ). Beyond communicative efficiency, Sundanese abbreviations function as markers of group identity, vehicles for language play and humor, and as seen in culinary terms such as cireng, cimol, and comro yavidence of the language's creative adaptation in digital communication. This research contributes to Sundanese morphology studies and offers insight into the dynamics of regional-language use in the digital era.
Co-Authors , R.Didi Djadjuli A Rustamsyah A Rustamsyah, A Ade Sutedi, Ade ADE SUTISNA, ADE Afifah Rahmawati Agus Suherman Agus Widarsono Ahmad Juliarso AI PARIDAH, AI Ainun Nadhifah, Ainun Alaida Maharani, Nazwa Alghifari, Akeyla Yudha Ammirulhaz, Moch Dhymas Andika Putra, Hanif Akbar Ardi Rustamsyah Ardi Rustamsyah Atamtajani, ASM Ayu Puspitasari, Annisya Dyah Ayuni, Rhea A’dhawiah, Ira Robbaitul Baharsyah, Sang Balakosa, Zhafif Belliny Manullang, Tryastuti Irawati Citra Ratu Pelangi Citra Ratu Pelangi, Citra Ratu Dadan Rohdiana Dadang Sunendar Danan Darajat Dea Widiari, Ni Kadek Dede Farhan Mubarok Dede Kosasih Dede Kosasih Dedi Koswara Deni Abdul Ghoni Deni Abdul Ghoni Dhani Rahman, Mahendra Rama Dharmawan, Aliefki Pradithya Dicki Bakhtiar Purkon Dingding Haerudin Dwi Lisyana Aufa Rahmadhia Eet Saeful Hidayat Elvi Trinovani, Elvi Faizah Min Fadhlillah Fatimah, Cucu Fitriah, Nurul Aeni Ghoni, Deni Abdul Haq, Razzan Dhiya Ul Haris Santosa Nugraha Hendrayana, Dian Herawati, Auliana Herdiana, Irfan Herlina, Yeni Hermawan Hermawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hernawan Hidayat, Neng Tanti Septiani I Gusti Bagus Wiksuana Imas Diana Aprilia Imas Melasari Iskandar, Muhammad ISKANDARWASSID ISKANDARWASSID, ISKANDARWASSID Isti Agnia Lutfiah Isti Agnia Lutfiah, Isti Agnia Kusumah, Raden Minda Latifah, Ayu Lavinia Marchela Prabawati Lina Marliani Maigoda, Tonny Cortis Maria Immaculata Iwo Maryanika, Leni Mimin Kusmiyati, Mimin Miza Rohmani Putri Mohammad Roseno Mulyani, Noni Mutia Awaliyah Nia Kurniasih nia kurniasih Noni Mulyani Noni Mulyani Nonong Rowiyah Novelia, Chelsy Nugraha, Triya Nunuy Nurjanah Nurhadi, Jatmika Nurhuda, Denny Adrian Nursolah, Mila Nurwansah, Illam O. SOLEHUDIN, O. Pratama, Krisna Setya Prawira, Naufal Lukita Putra, Putu Raka Setya Putri Fathiyyah Firmanda Riza Putri, Shafa Shafira Adinda Rabiussani, Rani Rahmada Kriswanto Rahmadhia, Dwi Lisyana Aufa Rahmah, Firda Aulia Rahman Rahmatuloh, Gani Raihan Akbar Raihan Fadhilah, Sania Raisya Revalia Putri Rama Kurnia Santosa Retty Isnendes Rhamadianto, Muhamad Iqbal Riky Taufik Afif Rila Muspita Rizki Muhammad Nur Rodiansyah, Novan Roseno, Mohammad Rostika Srihilmawati RUHALIAH Dr., RUHALIAH Rully Sumarlin Salma Atsriya Setiani Sandiansyah, Sandri Sandya, Cathleen Setiani, Puspa Endah Shakina, Intan Nazla SISKA PERTIWI, SISKA SITI MARYAM MAULIDA, SITI MARYAM Soemardji, Adreanus Andaja Sofia, Poppy Sofyan, I Wahyudi Sondari, Dea Srihilmawati, Rostika Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Syihabuddin Tanika Miatul Hadid Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti Temmy Widyastuti TIANAWATI, YANTI Tri Agustini Gandaresmi Tri Indri Hardini Tri Widyastuti Tryastuti Irawati Belliny Manullang Usep Kuswari Wafi, Abdurrahman Widyastiwi Widyastiwi Wikramaditya, I Made Phalguna Winci Firdaus Wiwin Setiawati Wulandari, Sri Rizki YANTI TIANAWATI Yeni Herlina Yessi Hermawati Yogi Yogaswara Yosa Fiandra Yudistira Fitra Sabarudin Yulianeta Zahra Anggraeni Zaini Ramdhan Zuhdi, Hafidz Ali Zulfikar Alamsyah