Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pupuk Kotoran Sapi Yang Diperkaya Arang Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Panjang Pada Tanah Aluvial Putri, Yuliani Lia; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 7 No. 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.02 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kotoran sapi yang diperkaya arang tempurung kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kacang panjang pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 16 Nopember 2017 sampai dengan 15 Januari 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah p1= 7,5 % dari berat tanah (setara dengan 500 g pupuk kotoran sapi dan 12,5 g arang tempurung kelapa) p2 = 15 % dari berat tanah (setara dengan 1000 g pupuk kotoran sapi dan 50 g arang tempurung kelapa) p3= 22,5 % dari berat tanah (setara dengan 1500 g pupuk kotoran sapi dan 112,5 g arang tempurung kelapa) p4= 30 % dari berat tanah (setara dengan 2000 g pupuk kotoran sapi dan 200 g arang tempurung kelapa) dan p5 = 37,5 % dari berat tanah (setara dengan 2500 g pupuk kotoran sapi dan 300 g arang tempurung kelapa). Variabel yang diamati yaitu panjang batang utama, volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman dan panjang polong per tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pengaruh pupuk kotoran sapi yang diperkaya arang tempurung kelapa berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman dan panjang polong per tanaman dan berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, panjang batang utama, klorofil daun, luas daun, jumlah polong per tanaman dan berat polong per tanaman
THE EFFECT OF MANGGROVE FRUIT ORGANIC FERTILIZER CONCENTRATION (Abelmoschusesculentus L. Moench) OKRA CULTIVATION hasibuan, pria nugraha; zulfita, dwi; surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28861

Abstract

ABSTRACT This study aims to increase the pH of peat soil by giving mangrove fruit POC on peat soil. This research starts from May 31 to August 24 2018, The research was carried out in the great road VII block Y. The method used in the Completely Randomized Design consisted of 5 treatments, 5 replications and each replication there were 4 plant samples. The treatment was as follows: (P1) 5 ml / water, (p2) 10 ml / water, (p3) 15 ml / water, (p4) 20 ml / water and (p5) 25 ml / water. The variables observed in this study were root volume (cm3), Total Leaf Area (cm2) dry weight (g), leaf chlorophyll (sped unit), plant height (cm), number of fresh fruit (g) and weight of planting fruit (g ). The results showed that the administration of mangrove POC with a concentration of 15ml / liter of water showed the best growth and yield of okra on peat soil. Keywords:POC, peat soil, okra
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA MEDIA GAMBUT Prasetyo, sigit Gigih; astina, astina; surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.30445

Abstract

This study aims to determine the bestdosage of rice husk biochar and NPK fertilizer for the growth and yield of radishes on peat soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 6 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 72 plants. P1 = biochar 0 Kg / Ha + NPK 200 Kg / Ha is equivalent to (biochar 0g / polybag + 4g / polybag), P2 = biochar 0Kg / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 0g / polybag + NPK 8g / polybag), P3 = biochar 4ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 4g / polybag), P4 biochar 4ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 8g / polybag). P5 = biochar 8ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 4g / polybag), P6 = biochar 8ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 8g / polybag). The variables observed were tuber wet weight, leaf wet weight, plant dry weight, leaf area, number of leaves, tuber diameter, and tuber length. The results of this study indicate that the combination of rice husk biochar and NPK fertilizer had no significant effect on leaf wet weight, number of leaves, and tuber diameter. The combination of rice husk biochar and NPK fertilizer increased tuber fresh weight, plant dry weight, leaf area, and tuber length with the best dosage was 8 tons biochar / Ha + 400 kg NPK / ha or equivalent to biochar 160 g / polybag + 8 kg NPK / polybag )Keywords: peat soil, radish, rice husk biochar and NPK fertilizer
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS DI LAHAN GAMBUT Muhammad, Wahyu; Surachman, Surachman; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39476

Abstract

Budidaya tanaman jagung di tanah gambut dihadapkan pada masalah fisik dan kimia tanah yang kurang baik. Pemberian biochar sekam padi dan pupuk NPK pada tanah gambut diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah sehingga pertumbuhan tanaman jagung dapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui takaran dosis kombinasi terbaik antara biochar sekam padi dan pupuk NPK untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Petani di Desa Rasau Jaya II Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya dimulai sejak tanggal 12 Mei - 9 Agustus Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 6 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi (b1= 5 ton/ha, b2= 10 ton/ha, b3= 15 ton/ha), dan faktor kedua pupuk NPK (p1= 400 kg/ha, p2= 300 , p3= 200 kg/ha). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, luas daun total, volume akar, berat tongkol berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, diameter tongkol dan berat tongkol per petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan biochar sekam padi berpengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap variabel klorofil daun, tinggi tanaman, jumlah daun, berat tongkol berkelobot, dan panjang tongkol. Berdasarkan hasil pengamatan pemberian 10 ton/ha biochar sekam padi disertai dengan dosis pupuk NPK 200 kg/ha merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung yang baik pada tanah gambut. Kata Kunci : Biochar, Gambut, Jagung, Pupuk NPK, Sekam Padi
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY TERHADAP PEMBERIAN POC PADA MEDIA GAMBUT Papela, Analisa; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i3.47437

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 19 Juni sampai 8 Agustus 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 5 x 5 x 4 = 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah p1 = POC Nasa dengan konsentrasi 10 ml/liter air. p2 = POC Nasa dengan konsentrasi 15 ml/liter air. p3 = POC Nasa dengan konsentrasi 20 ml/liter air. p4 = POC Nasa dengan konsentrasi 25 ml/liter air. p5 = POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian yaitu jumlah daun (helai), luas daun total (cm2) ,volume akar (cm3), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Variabel pengamatan pendukung terhadap kondisi lingkungan yaitu pH tanah, suhu udara harian (0C), kelembaban udara harian (%) dan curah hujan harian (mm). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan POC Nasa berpengaruh nyata terhadap luas daun total namun berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, volume akar, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pemberian POC Nasa dengan konsentrasi 30 ml/liter air memberikan pertumbuhan dan hasil pakcoy terbaik pada tanah gambut. Kata kunci : Aluvial, POC, pakcoy
PEMBERIAN ABU KAYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Julia, Nye Putri; Budi, Setia; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48932

Abstract

Pemberian abu kayu dan NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai untuk tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu kayu dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP"™S Agro Jl. Sui Raya Dalam, Kota Pontianak berlangsung dari 4 Februari "“ 16 Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah abu kayu dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Masing-masing faktor diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Faktor pertama adalah Abu Kayu (A) a1 = Abu Kayu 310 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = Abu Kayu 430 g/polybag setara dengan 28 ton/ha, a3 = Abu Kayu 552 g/polybag setara dengan 36 ton/ha. Faktor kedua adalah pupukNPK (N) n1 = pupuk NPK 16 g/polybag setara dengan 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 24 g/polybag setara dengan 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 32 g/polybag setara dengan 400 kg/ha Variabel yang diamati yaitu, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya interaksi dari pemberian abu kayu dan NPK pada variabel volume akar yaitu abu kayu 28 ton/ha yang setara 430 g/polybag dengan NPK 400 kg/ha yang setara 32 g/polybag. Pemberian abu kayu dosis 36 ton/ha berbeda nyata dengan 20 ton/ha dan 28 ton/ha terhadap berat kering sedangkan pemberian NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : Abu kayu, baby mentimun, gambut, pupuk NPK.
PENGARUH BIOCHAR TONGKOL JAGUNG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG EDAMAME PADA TANAH GAMBUT PERES, CHUWING; MAULIDI, MAULIDI; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49142

Abstract

Pemberian biochar tongkol jagung dan pupuk NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai untuk tanaman kacang edamame. Tujuan penelitian untuk mengetahui dosis biochar tongkol jagung dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang terletak di Komplek Purnama Agung Permai Kota Pontianak, mulai dari Februari sampai April 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis biochar tongkol jagung dengan 3 taraf (4 ton/ha, 6 ton/ha, dam 8 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 180 kg/ha, dan 210 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian berbagai dosis biochar tongkol jagung dan pupu NPK tidak terdapat interaksi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang edamame pada tanah gambut. Biochar tongkol jagung 6 ton/ha merupakan dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan kacang edamame berdasarkan karakter tinggi tanaman 3 MST. Dosis pupuk NPK 210 kg/ha merupakan perlakuan terbaik dalam menghasilkan jumlah polong dan berat polong per tanaman. Kata Kunci : Biochar tongkol jagung, kacang edamame, pupuk NPK, tanah gambut
Respon Tanaman Buncis Akibat Pemberian Bokasi Eceng Gondok dan Pupuk NPK pada Tanah Aluvial huda, miftahul; ASTINA, ASTINA; SURACHMAN, SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51499

Abstract

Peningkatan produksi tanaman buncis pada tanah aluvial dengan pemberian bokasi eceng gondok dan pupuk NPK dapat dicapai akibat meningkatnya kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi yang sesuai kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, mulai dari September sampai November 2020. Metode penelitian yaitu Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama pemberian berbagai dosis bokasi eceng gondok dengan 3 taraf (10 ton/ha, 15 ton/ha, dam 20 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian berbagai dosis pupuk NPK dengan 3 taraf (150 kg/ha, 250 kg/ha, dan 350 kg/ha). Variabel yang di amati yaitu tinggi tanaman 1 MST, 2 MST, 3 MST, dan 4 MST, volume akar, berat kering tanaman, panjang polong, jumlah polong dan berat polong per tanaman. Interaksi dari berbagai dosis bokasi eceng gondok dan pupuk NPK tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis kecuali pada variabel berat kering tanaman diperoleh hasil terbaik pada interaksi eceng gondok 15 ton/ha dan NPK 250 kg/ha.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI EDAMAME PADA PEMBERIAN BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK P DI TANAH GAMBUT Vebiola, Febriyati; Warganda, Warganda; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58210

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakan tanaman multiguna yang memiliki peluang cukup besar untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi lahan gambut untuk areal produksi kedelai edamame dapat dilakukan dengan penambahan biochar yang memiliki sifat khelat yang dapat mengikat asam "“ asam organik yang bersifat racun bagi tanaman dan dapat meningkatkan ketersedian P. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi biochar sekam padi dan pupuk P dan mengetahui berapa dosis biochar sekam padi dan pupuk P yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai edamame di tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu biochar sekam padi (b) sebagai petak utama yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua yaitu pupuk P (p) sebagai anak petak yang terdiri dari 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Jumlah keseluruhan tanaman terdapat 108 petak percobaan. Perlakuan tersebut terdiri dari b1p1 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b1p2 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b1p3 = biochar sekam padi 80 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b2p1 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b2p2 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b2p3 = biochar sekam padi 120 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag, b3p1 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 0,8 g/polybag, b3p2= biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,2 g/polybag, b3p3 = biochar sekam padi 160 g/polybag + pupuk P 1,6 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi : tinggi tanaman (cm), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar sekam padi 20 ton/ha dan pupuk P 150 kg/ha dapat meningkatkan jumlah polong yaitu 24,44 buah/tanaman, berat polong yaitu 75,61 g/tanaman, dan berat polong isi 67,58 g/tanaman.Kata kunci : Biochar, Gambut, Kedelai Edamame, Pupuk P.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN KALIUM PADA TANAH GAMBUT Sofiani, Zizi; Santoso, Eddy; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58283

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dikonsumsi manusia sebagai campuran bumbu masak setelah cabe. Selain sebagai campuran bumbu masak, bawang merah juga dijual dalam bentuk olahan seperti ekstrak bawang merah, bubuk, minyak atsiri, bawang goreng bahkan sebagai bahan obat untuk menurunkan kadar kolesterol, gula darah, mencegah penggumpalan darah, menurunkan tekanan darah serta memperlancar aliran darah. Sebagai komoditas hortikultura yang banyak dikonsumsi masyarakat maka diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi bawang merah, salah satunya adalah pemanfaatan lahan gambut sebagai areal tanam bawang merah. Tanah gambut memiliki beberapa masalah berupa rendahnya ketersediaan unsur hara, terutama kalium. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas lahan gambut adalah dengan pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis interaksi pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan faktor pertama adalah pupuk kotoran sapi dan faktor kedua adalah kalium. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat interaksi terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan kalium pada semua variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah gambut.Kata Kunci : Bawang Merah, Gambut, Kalium, Pupuk Kotoran Sapi
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq Abdul Wahid Nuruddin Aditya Nugroho agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad, Thami Raihan Dhia Ainur Rofiq Alan Nuari, Alan Alvi Furwanti Alwie Ananda Sabil Hussein Andarwati Andarwati Anjasmara, Anjasmara Anugrah Pratama, Zulfika Apriaji Apriani, Salbina Archendy, Andre Doggy Ardianto, M. Rafi Armanu Thoyib ASFAR, ANDI HASRYNINGSIH Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Ayas, Yustianus Dandi Basuni, Basuni Benget Tambunan, Benget Budiman, Agustinus Arif Darojatin, Kharisma Darussalam Darussalam, Darussalam Demero, Alexander Frengky Dini Anggorowati Djabbar, Azhar Rizteki Djaya, Yansor Djumahir Djumahir Djumilah Hadiwidjojo Djumilah Zain dupa bandem, putu Dwi Aryanti, Anik Dwi Zulfita Eddy Santoso Eka Afnan Troena Eko Ariyanto Eko Siswanto Endo, Petrus Evi Dora Sembiring Evi Gusmayanti Fadilla, Zulifa fatoni, malik Febriana Febriana, Febriana Febrianti, Cantika Berliana Februanto, Heru FRANSISKA, EVA Fristiwa, Yudika Fuad Achmadi Ghazali, Fardhoni Grace, Christantia Adventi Guido, Adrianus Haithami, Ibnu Handayani, Umi Mafida Ustahiroha Hanifah, Cahyarani Adi Hari Irawan, Hari Hariyanti, Agus Harum, Dwi Asih Sekar hasibuan, pria nugraha Henny Sulistyowati I Nyoman Pujawan Ibrohim Iis Nurasiah Iwan Sasli Jefri Jefri Julia, Nye Putri Juliani Junianti, Clara Magdalena Karimah, Yenny Dewi Khadijah, Ina Khaeruman Komariyati Komariyati Kristina Lusiana, Kristina Kurniawan, Yohanes Jordy Laila Zulhijja Layyinah, Layyinah LENI TRIANA, LENI LIANTI, LIANTI Linda, Linda - Mahadewi, Lufina Manshur Awalludin Margono Setiawan MARSELA, ASTERIA ANDRIANTI Masulah, Masulah Maulidi Maulidi Miftahul Huda Mohri, Mohri Mugiono Mugiono, Mugiono Muhammad, Wahyu Mulyadin, Mulyadin Murti Astuti Mustakim Mustakim Nasir Widha Setyanto Nazara, Jefirstino Nazhmy, Fazlin Nur Khusniyah Indrawati Nurfadillah Nurfadillah Nurfitriana, Rizqi Nurjani Onong, Charles Padmarsari, W. Pambudi, Rian pamungkas, Bintang Putra Papela, Analisa parmiati, parmiati PERES, CHUWING PONDIKA, KIKI Pramudi Harsono Pramudia, Dimas Trifasha Prasetyo, sigit Gigih Purwaningsih - Putri, Yuliani Lia Raden Irna Afriani Radiansyah, Rino Rahayu, Noviyani Rahmawati, Aulia Yumnaa Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Rasyid, Mentari Resi, Resi Retno Purwani Setyaningrum Rifkidananto, Ardhana RIKA KARTIKA Rini Susana Rio, Kornelius Riska Riska Rohim, Mulyadi Romli, Ombi Rudy Soenoko ryan, ryan Safira, Ratu Sella Salapudin, Salapudin sandra, edi Sapari, Miftahul Sarbini Wono Setia Budi Shafira, Aqilla Sinaga, Dewi Betharia Siragah, Kristian Sakti Siti Aisjah Siti Hadijah Soedjito Soeparman Sofiani, Zizi Sri Palupi Prabandari SRIDEVI, GITA SUARNI, ET Sugiono Sugiono Sukmawan, Irwan Sulakhudin Sulakhudin Sulistiorini, Sulistiorini Sumarsid, Sumarsid Sunaryo Sunaryo Supriadi, Ardi Surti Zahra Susanti, Lis Tabroni Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Titis Wijayanto TRIS HARIS RAMADHAN Vebiola, Febriyati Warganda Warganda Wisma Soedarmadji, Wisma Wiyogo Wiyogo Yassyir Maulana Yollanda Octavitri Yudhianto, Achdian Yusuf Dwi Zarima, Adisty Zulfita, Dwi -