Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK DAUN CENGKODOK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI PERENGGI PADA TANAH ALUVIAL Wijayanto, Titis; Surachman, Surachman; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58568

Abstract

Tanaman cabai menjadi salah satu komoditas sayuran yang penting di Indonesia. Ketergantungan terhadap rasa pedas pada cabai terbilang tinggi sehingga menjadikan Indonesia salah satu pengkonsumsi cabai terbesar. Cabai menjadi komoditas tanaman sayuran yang sangat prospektif dan handal, karena tanaman cabai mempunyai nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan terhadap cabai terus meningkat setiap tahun sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk dan perekonomian nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi pupuk organik daun cengkodok dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai perenggi pada tanah Alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Waktu pelaksanaan penelitian ini direncanakan selama ± 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan kombinasi pupuk organik daun cengkodok + pupuk NPK Mutiara dengan 4 kali ulangan dimana setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 100 % (1.000 g pupuk organik daun cengkodok), k2 = 80 % (800 g pupuk organik) + 20% (4 g pupuk NPK Mutiara), k3 = 60 % (600 g pupuk organik) + 40% (8 g pupuk NPK Mutiara), k4 = 40 % (400 g pupuk organik) + 60% (12 g pupuk NPK Mutiara), k5 = 20 % (200 g pupuk organik) + 80% (16 g pupuk NPK Mutiara), k6 = 100% (20 g pupuk NPK/ dosis anjuran). Variabel yang di amati pada penelitian ini antara lain : tinggi tanaman (cm), kadar klorofil daun (spad unit), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah pertanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pada variabel hasil menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi bokasi daun cengkodok dan NPK berpengaruh nyata terhadap berat buah per tanaman dan berat per buah dan berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah buah per tanaman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu 60% bokashi daun cengkodok (600 g/polybag) + 40% NPK (8 g/tanaman) di tolak, karena perlakuan yang optimal terdapat pada perlakuan 20% bokashi daun cengkodok (20 g/polybag) + 80% NPK (16 g/tanaman) pada variabel berat buah per tanaman dan berat buah perbuah.Kata Kunci : Bokasi daun cengkodok, pupuk organik, cabai perenggi
GROWTH AND YIELD OF GREEN BEANS RESPONSE ON GIVING NPK AND RICE HUSK BIOCHAR IN ALLUVIAL SOIL Mohri, Mohri; Astina, Astina; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60340

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L) Wilczek) is one of the important legumes or legumes and is widely consumed by the public, especially in Indonesia. Green beans are a source of vegetable protein, vitamins A, B1, C, and E, as well as several other substances that are very beneficial for the human body. Green beans can thrive in loose soil and proper fertilizer application. Rice husk biochar can improve soil physical properties, such as loosening the soil, increasing porosity, aeration, and soil microorganisms, so that roots in the soil can develop properly. NPK fertilizer functions as a supplier of macro nutrients to meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the interaction between NPK and rice husk biochar and to determine the best dose of NPK and rice husk biochar on the growth and yield of green beans in alluvial soil. This research was carried out at a location located in Jl. Sungai Raya Dalam, Pontianak, this research takes place from 22 May 2022 - 11 August 2022. This study used a Completely Randomized Design (CRD) Split Plot namely the effect of NPK fertilizer and rice husk biochar. In this study there are 2 factors, namely Biochar rice husk (b) as the main plot (main plot) as many as 3 treatment levels and NPK 16:16:16 (p) as subplots with 3 treatment levels so that there were 9 treatment combinations with 3 replications, and 5 plant samples. The total number of plants observed was 135 plants. The first factor is the main plot of rice husk biochar (b): b1 = 3 tons/ha, b2 = 5 tons/ha, b3 = 7 tons/ha. The second factor is NPK fertilizer (p): p1 = 400 kg/ha, p2 = 600 kg/ha, p3 = 800 kg/ha. The variables observed were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of pods per plant (fruit), dry seed weight per plant (g), and 100 seed weight (g). Based on the results of the study, it was shown that the effect of NPK and rice husk biochar interacted on the variables of plant height at 4 WAP, number of pods per plant and dry seed weight per plant. The administration of NPK at a dose of 600 kg/ha and rice husk biochar at a dose of 5 tons/ha was the best dose for growth and yield of green beans with an average weight value of fresh pods per plant, which was 36,5 g/plant. Keywords: Alluvial, Green Beans, NPK, Rice Husk Biochar, Response
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH AKIBAT PEMBERIAN LUMPUR MERAH DAN PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM PADA TANAH ULTISOL Shafira, Aqilla; Surachman, Surachman; Hadijah, Siti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62018

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang termasuk dalam kelompok rempah dan digunakan sebagai rempah penyedap rasa masakan serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Lahan yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah salah satunya adalah pada tanah ultisol. Penggunaan tanah ultisol sebagai media tanam memiliki kendala seperti ketersediaan unsur hara yang rendah, dan pH relatif masam. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian lumpur merah dan pupuk kandang kotoran ayam, sehingga pH tanah ultisol dapat meningkat dan dengan pemberian pupuk kandang kotoran ayam dapat memperbaiki sifat fisik tanah dan membantu tersedianya unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari interaksi pemberian lumpur merah (Red mud) dan pupuk kandang kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah ultisol. Penelitian ini dimulai dari tanggal 22 Agustus 2022 hingga 15 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktorial. faktor pertama adalah lumpur merah /red mud (R) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni, r1 = 5,3 g/polybag setara dengan 1,32 ton/ha, r2 = 8 g/polybag setara dengan 2 ton/ha, dan r3 = 16 g/polybag setara dengan 4 ton/ha dan faktor kedua adalah pupuk kandang kotoran ayam (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yakni, a1 = 80 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = 120 g/polybag setara dengan 30 ton/ha, dan a3 = 160 g/polybag setara dengan 40 ton/ha. Masing-masing perlakuan dilakukan 3 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan , jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun (g), dan berat kering angin umbi (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap interaksi perlakuan yang diberikan berpengaruh tidak nyata pada variabel jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi, dan hanya berpengaruh nyata pada variabel tinggi tanaman 6 - 8 MST dan jumlah anakan 6 MST, sehingga efesiensi penggunaan dosis lumpur merah adalah 1,32 ton/ha dan pupuk kandang kotoran ayam 20 ton/ha.
PENGARUH KOMBINASI BOKASI KOTORAN WALET DAN PUPUK KCl TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Budiman, Agustinus Arif; Maulidi, Maulidi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62121

Abstract

Kubis bunga atau biasa disebut kembang kol (Brassica oleracea L.) merupakan salah satu komuditas tanaman hortikultura yang diminati masyarakat karena rasanya yang enak ketika dikonsumsi dan mengandung gizi yang baik bagi tubuh. Budidaya kubis bunga mempunyai prospek yang tinggi untuk diusahakan di Kalimantan Barat terutama di tanah aluvial. Tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman dihadapkan pada kendala antara lain sifat fisik yang kurang baik yaitu bahan organik rendah, struktur tanah kurang baik mengupal atau keras waktu kering, tanah yang lembab waktu basah serta aerasi yang kurang baik, sifat kima tanah masam seperti pH Tanah rendah dan miskin unsur hara salah satunya adalah unsur hara kalium. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan pemberian kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl sehingga dapat memperbaiki sifat fisik dan mengatasi kekurangan unsur hara kalium pada tanah yang tidak tersedia menjadi tersedia pada tanah untuk menunjang pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Pemberian bokasi kotoran walet dapat memperbaiki kerusakan tanah akibat penggunaan kalium anorganik yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatakan kombinasi yang terbaik dari bokasi kotoran walet dan pupuk KCl terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari tanggal 12 Agustus 2022 hingga 23 Oktober 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan kombinasi bokasi kotoran walet dan pupuk KCl. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu : P1 = 5 ton/ha bokasi kotoran walet + 350 kg/ha KClP2 = 10 ton/ha bokasi kotoran walet + 300 kg/ha KClP3 = 15 ton/ha bokasi kotoran walet + 250 kg/ha KCl P4 = 20 ton/ha bokasi kotoran walet + 200 kg/ha KCl P5 = 25 ton/ha bokasi kotoran walet + 150 kg/ha KCl. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), luas lingkar bunga (cm), dan berat segar bunga (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kombinasi bokasi kotoran walet 20 ton/ha dan pupuk KCl 200 kg/ha adalah perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah aluvial.
PENGARUH BOKASI KULIT NANAS DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH ALUVIAL Parmiati, Parmiati; Surachman, Surachman; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.62876

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman terung pada tanah aluvial dengan pengaplikasian bokasi kulit nanas dan pupuk NPK yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas tanah secara fisik, kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi kulit nanas dan pupuk NPK yang terbaik dalam meningkatk pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Sepakat II Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, yang berlangsung dari 19 April sampai 14 Juli 2022. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama pemberian bokasi kulit nanas yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Faktor pertama yang dimaksud adalah 10, 20 dan 30 ton/ha, faktor yang kedua yaitu 400, 300 dan 200 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman, berat buah perbuah, panjang buah dan diameter buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antar pemberian bokasi kulit nanas dan pupuk NPK terhadap hasil tanaman terung pada tanah aluvial.
APLIKASI BAKTERI PGPR DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Onong, Charles; Purwaningsih, Purwaningsih; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63212

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting dan rempeyek. Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Pemberian PGPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman kacang tanah dan untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dikarenakan bakreti PGPR yang akan dipergunakan memiliki karakteristik sebagai pelarut P dan K selain itu juga bisa mengikat N dari udara. Pupuk kotoran kambing merupakan bahan organik yang memiliki kandungan hara yang mendukung kesuburan tanah, membuat lahan tetap produktif, berperan dalam pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air tinggi, memudahkan penetrasi akar untuk penyerapan hara di dalam tanah dan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis PGPR dan dosis pupuk kotoran kambing yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl.Reformasi Gg.Matematika. penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Juni sampai 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) . perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah jenis PGPR (p) dan faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing (k). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah jenis PGPR (P) terdiri dari :p1 = Paenibacillus alvei AK 4 SR, p2 = Bacillus cereus RH 8 SR, p3 = Bacillus cereus RH 8 SR + Paenibacillus alvei AK 4 SR (konsorsium). Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran kambing (K) terdiri dari :k1 = Pupuk Kotoran Kambing 10 ton/ha, k2 = Pupuk Kotoran Kambing 20 ton/ha ≈ (100 g/polybag, k3 = Pupuk Kotoran Kambing 30 ton/ha ≈ (150 g/polybag). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering, bobot polong segar tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan jumlah biji per polong. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dan pupuk kotoran kambing terjadi interaksi pada variabel tinggi tanaman dan bobot polong segar per tanaman.
PENGARUH PUPUK NPK DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME DI LAHAN PASANG SURUT DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sulistiorini, Sulistiorini; Nurjani, Nurjani; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63353

Abstract

Kedelai edamame merupakan jenis tanaman dalam sayuran (vegetable soybean), perbedaan dengan kedelai biasa yaitu ukuran yang lebih besar dan rasanya lebih manis. Guna pengembangan budidaya kedelai edamame maka perlu terobosan teknologi budidaya tanaman yaitu dengan memanfaatkan lahan pasang surut. Lahan pasang surut untuk budidaya tanaman kedelai edemame menghadapi beberapa hambatan dan masalah, di antaranya pada sifat fisika, kimia, dan biologi tanah diatasi dengan melakukan sistem budidaya jenuh air. Pupuk anorganik berbahaya bagi lingkungan apabila diberikan secara terus menerus maka pupuk hayati dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk NPK dan pupuk Hayati serta mengetahui dosis pupuk NPK dan pupuk hayati terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di lahan pasang surut tipe C dengan jenis tanah aluvial yang berada di Jl. Kalimas Tengah, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kuburaya, Provinsi Kalimantan Barat. Peneltian berlangsung selama 3 bulan mulai dari tanggal 15 Juni tahun 2022 sampai 26 September tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot) sebagai rancangan dasar yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama (main plot) yaitu pupuk hayati (h) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK (n) dengan 3 taraf perlakuan. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 9 kombinasi. Perlakuan yang dimaksud yaitu: Pupuk hayati (h) dari 3 taraf: h1= 5 ml/L air, h2= 10 ml/L air, h3= 15 ml/L air dan Pupuk NPK (n) dari 3 taraf: n1= 150kg/ha, n2= 225kg/ha, n3= 300kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian meliputi: tinggi tanaman (cm), Volume Akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah polong per tanaman (buah), jumlah polong isi per tanaman (buah) dan berat polong isi per tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk hayati dan pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 MST, jumlah polong per tanaman dan jumlah polong isi per tanaman. Pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4 MST, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 3 dan 4, jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan berat polong isi per tanaman. Pemberian pupuk NPK 150 kg/ha dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L air memberikan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame terbaik di lahan pasang surut dengan sistem budidaya jenuh air.
Respon Pemberian Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame Pada Tanah PMK. Pramudia, Dimas Trifasha; Hadijah, Siti; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65095

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakantanaman leguminosa multiguna untuk berbagai macam jenis kebutuhan, baik untuk pangan, pakan, bahan baku industri manufaktur dan olahan. Edamame adalah kedelai sayur yang berasal dari Jepang, yang dapat dikonsumsi sebagai sayuranmaupun makanan ringan. Kedelai edamame mengandungkadar gizi yang cukup tinggi yaitu 582 kkal/100 g, protein 11,4g/100 g, karbohidrat 7,4 g/100 g, lemak 6,6 g/100 g, vitamin A 100 mg/100 g, B1 0,27 mg /100 g, B2 0,14 mg/100 g, B3 1 mg/100 g, dan vitamin C 27%, serta mineral-mineral seperti fosfor 140 mg/100 g, kalsium 70 mg/100 g, besi 1,7 mg/100 g dan kalium 140 mg/100g . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian kompos hijau dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanamanedamame di tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. hasi penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan kombinasi Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK yang efesien adalah dengan dosis 20 ton/ha bokashi limbah sayuran dan 50% pupuk NPK.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG GELATIK PADA TANAH ALUVIAL Dwi Aryanti, Anik; Surachman, Surachman; Listiawati, Agustina
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.67541

Abstract

Produktivitas terung gelatik di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah. Dengan hal ini perlu ditingkatkan yaitu dengan cara memperluas areal tanam dengan memanfaatkan lahan-lahan marginal seperti tanah aluvial. Penambahan biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK perlu ditambahan guna untuk mmperbaiki sifat kimia tanah. Agar mengefisiensi penyerapan unsur NPK maka perlu di berikan biochar tempurung kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui interaksi dan dosis interaksi terbaik biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK pada tanaman terung gelatik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak Gang Struktur, Reformasi Pontianak. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dari tanggal 15 Maret "“ 4 Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama dosis biochar tempurung kelapa yang dilambangkan dengan huruf (B) terdiri dari 3 taraf. faktor kedua adalah dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang dilambangkan dengan huruf (N) terdiri dari 3 taraf, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan seluruhnya dilakukan 3 kali pengulangan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman. Sehingga total sampel adalah sebanyak 108 tanaman. Perlkauan b1 = 4 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 120 g/polybag, Perlakuan b2 = 6 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 180 g/polybag perlakuan b38 ton/ha biochar tempurung kelapa setara dengan 240 g/polybag Faktor kedua yaitu : n1 = 400 kg NPK setara dengan 12 g/tanaman , n2 = 500 kg NPK setara dengan 15 g/tanaman dan n3 = 600 kg NPK setara dengan 18 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar (cm3), tinggi tanaman (cm), luas daun (cm), berat kering tanaman (g), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah pertanaman (g), berat buah per buah (g), diameter buah (cm). Berdasarkan hasil penelitian tidak ditemukan dosis terbaik pada pemberian biochar tempurung kelapa dan pupuk NPK namun pada dosis biochar tempurung kelapa 8 ton/ha dan pupuk NPK 400 kg/ha merupakan dosis yang efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung gelatik pada tanah aluvial.
PENGARUH PUPUK HAYATI PGPR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI PADA TANAH PMK Anugrah Pratama, Zulfika Apriaji; Surachman, Surachman; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69458

Abstract

Peningkatan produksi kedelai di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah marjinal Podsolik Merah Kuning (PMK). Kendala sifat fisik tanah dapat diperbaiki dengan pemberian pupuk hayati PGPR dan pupuk kandang ayam sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, kemudian hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi PGPR dan Pupuk Kandang Ayam terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kedelai pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 8 taraf perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari p0k1 = Tanpa PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p0k2 = Tanpa PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p0k3 = Tanpa PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, p0k4 = Tanpa PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam, p1k1 = dengan PGPR dan 200 g pupuk kandang ayam, p1k2 = dengan PGPR dan 150 g pupuk kandang ayam, p1k3 = dengan PGPR dan 100 g pupuk kandang ayam, dan p1k4 = dengan PGPR dan 50 g pupuk kandang ayam. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, umur berbunga, berat kering tanaman, presentase jumlah bintil akar efektif, berat 100 biji kering tanaman, jumlah polong isi pertanaman, berat biji kering pertanaman, volume akar, dan eksplorasi dan karakterisasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan pemberian PGPR dan pupuk kandang ayam dengan dosis 150 g/polybag memberikan pertumbuhan hasil kedelai yang terbaik pada tanah Podsolik Merah Kuning.
Co-Authors 'Azizah, Nur Wafiq Abdul Wahid Nuruddin Aditya Nugroho agus ruliyansyah Agustina Listiawati Ahmad, Thami Raihan Dhia Ainur Rofiq Alan Nuari, Alan Alvi Furwanti Alwie Ananda Sabil Hussein Andarwati Andarwati Anjasmara, Anjasmara Anugrah Pratama, Zulfika Apriaji Apriani, Salbina Archendy, Andre Doggy Ardianto, M. Rafi Armanu Thoyib ASFAR, ANDI HASRYNINGSIH Asnawati Asnawati Astina Astina, Astina Ayas, Yustianus Dandi Basuni, Basuni Benget Tambunan, Benget Budiman, Agustinus Arif Darojatin, Kharisma Darussalam Darussalam, Darussalam Demero, Alexander Frengky Dini Anggorowati Djabbar, Azhar Rizteki Djaya, Yansor Djumahir Djumahir Djumilah Hadiwidjojo Djumilah Zain dupa bandem, putu Dwi Aryanti, Anik Dwi Zulfita Eddy Santoso Eka Afnan Troena Eko Ariyanto Eko Siswanto Endo, Petrus Evi Dora Sembiring Evi Gusmayanti Fadilla, Zulifa fatoni, malik Febriana Febriana, Febriana Febrianti, Cantika Berliana Februanto, Heru FRANSISKA, EVA Fristiwa, Yudika Fuad Achmadi Ghazali, Fardhoni Grace, Christantia Adventi Guido, Adrianus Haithami, Ibnu Handayani, Umi Mafida Ustahiroha Hanifah, Cahyarani Adi Hari Irawan, Hari Hariyanti, Agus Harum, Dwi Asih Sekar hasibuan, pria nugraha Henny Sulistyowati I Nyoman Pujawan Ibrohim Iis Nurasiah Iwan Sasli Jefri Jefri Julia, Nye Putri Juliani Junianti, Clara Magdalena Karimah, Yenny Dewi Khadijah, Ina Khaeruman Komariyati Komariyati Kristina Lusiana, Kristina Kurniawan, Yohanes Jordy Laila Zulhijja Layyinah, Layyinah LENI TRIANA, LENI LIANTI, LIANTI Linda, Linda - Mahadewi, Lufina Manshur Awalludin Margono Setiawan MARSELA, ASTERIA ANDRIANTI Masulah, Masulah Maulidi Maulidi Miftahul Huda Mohri, Mohri Mugiono Mugiono, Mugiono Muhammad, Wahyu Mulyadin, Mulyadin Murti Astuti Mustakim Mustakim Nasir Widha Setyanto Nazara, Jefirstino Nazhmy, Fazlin Nur Khusniyah Indrawati Nurfadillah Nurfadillah Nurfitriana, Rizqi Nurjani Onong, Charles Padmarsari, W. Pambudi, Rian pamungkas, Bintang Putra Papela, Analisa parmiati, parmiati PERES, CHUWING PONDIKA, KIKI Pramudi Harsono Pramudia, Dimas Trifasha Prasetyo, sigit Gigih Purwaningsih - Putri, Yuliani Lia Raden Irna Afriani Radiansyah, Rino Rahayu, Noviyani Rahmawati, Aulia Yumnaa Rahmidiyani Rahmidiyani, Rahmidiyani Rasyid, Mentari Resi, Resi Retno Purwani Setyaningrum Rifkidananto, Ardhana RIKA KARTIKA Rini Susana Rio, Kornelius Riska Riska Rohim, Mulyadi Romli, Ombi Rudy Soenoko ryan, ryan Safira, Ratu Sella Salapudin, Salapudin sandra, edi Sapari, Miftahul Sarbini Wono Setia Budi Shafira, Aqilla Sinaga, Dewi Betharia Siragah, Kristian Sakti Siti Aisjah Siti Hadijah Soedjito Soeparman Sofiani, Zizi Sri Palupi Prabandari SRIDEVI, GITA SUARNI, ET Sugiono Sugiono Sukmawan, Irwan Sulakhudin Sulakhudin Sulistiorini, Sulistiorini Sumarsid, Sumarsid Sunaryo Sunaryo Supriadi, Ardi Surti Zahra Susanti, Lis Tabroni Tantri Palupi Tarigan, Monika Febriani Tatang Abdurrahman, Tatang Titis Wijayanto TRIS HARIS RAMADHAN Vebiola, Febriyati Warganda Warganda Wisma Soedarmadji, Wisma Wiyogo Wiyogo Yassyir Maulana Yollanda Octavitri Yudhianto, Achdian Yusuf Dwi Zarima, Adisty Zulfita, Dwi -