Articles
Optimization of Health Cadres in Postpartum Maternal Management
Maryatun;
Indarwati, Indarwati;
Susilowati, Tri;
Hermawati, Hermawati
IJCS: International Journal of Community Service Vol. 3 No. 1 (2024): January-June
Publisher : PT Inovasi Pratama Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55299/ijcs.v3i1.715
Training of health cadres in postpartum maternal management has a crucial role in ensuring the health and well-being of mothers after childbirth. Postpartum mothers face a variety of physical and emotional changes that require proper attention and care. The training aims to increase the knowledge of cadres in the management of postpartum mothers. The method offered is to conduct socialization and knowledge improvement training for health cadres. This training covers important aspects such as understanding of postpartum physical changes, danger signs to watch out for, providing episiotomy or cesarean wound care, pain management, promotion of breast milk, as well as communicative and empathetic approaches in providing emotional support to postpartum mothers. This training also encourages health cadres to play a role as disseminators of health information that can help postpartum mothers in making informed decisions regarding self-care and their babies. Health Cadres are able to provide accurate information and provide comprehensive initial care to postpartum mothers in the community. This training also has a positive impact in reducing the number of postpartum complications, increasing exclusive breastfeeding, and increasing awareness of postpartum mothers to danger signs that require further medical attention. Result: increased knowledge of health cadres in the management of postpartum mothers. Conclusion: this training is able to increase the knowledge of health cadres in postpartum maternal management
Pemberdayaan Lansia Dalam Mengatasi Kesepian Pada Lansia di Kelurahan Bedoro, Sambungmacan, Sragen
Susilowati, Tri;
Prajayanti, Eska Dwi;
Indarwati, Indarwati
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31596/jpk.v6i4.379
Latar Belakang : World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa antara tahun 2015-2050 penduduk usia 60 tahun ke atas (lansia) akan meningkat dari 12% menjadi 22%. Proses menua tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisik / biologis saja. Salah satu masalah psikologis yang sering terjadi pada lansia yaitu adanya kesepian. Dengan seiring meningkatnya jumlah lansia maka angka kesepian pun semakin meningkat, diperkirakan 50% lansia saat ini mengalami kesepian. Kesepian pada lansia memberikan beberapa dampak psikologis dan perilaku. Banyaknya masalah yang terjadi pada lansia dibutuhkan perhatian untuk mengantisipasi permasalahan menjadi lebih lanjut yaitu dengan pemberdayaan lansia Tujuan : untuk melakukan pengabdian masyarakat pada lansia dengan memaksimalkan pemberdayaan lansia dalam mengatasi kesepian yang dialami lansia. Metode : memberikan penyuluhan dan memberdayakan lansia, yang dilaksanakan melalui kegiatan day care, kegiatan kreasi seni dan peer group (teman sebaya), pemberian terapi musik, serta pembinaan keagamaan/bimbingan mental-spiritual. Hasil : terjadi peningkatan jumlah kesepian lansia dalam kategori ringan yaitu dari 16 lansia ( %) menjadi 24 lansia ( %) dan terjadi penurunan kesepian lansia dalam kategori sedang yaitu dari 31 lansia ( %) menjadi 23 lansia ( %). Kesimpulan : Kegiatan pengabdian masyarakat yaitu pemberdayaan lansia dalam mengatasi kesepian memberikan hasil bahwa sebagian lansia yang mengalami kesepian berkurang dari kategori dari sedang menjadi ringan.
Penerapan Senam Nifas Terhadap Involusi Uteri Pada Ibu Postpartum Di Bidan Praktek Mandiri Desa Tanjungrejo
Anisa Zahra;
Tri Susilowati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perdarahan akibat terlambatnya proses involusi uterus selama nifas merupakan penyebab banyaknya angka kematinan ibu. Sekitar 50.7% kematian maternal terjadi pada waktu nifas karena terlambatnya proses involusi uteri. Upaya untuk melakukan pencegahan kegagalan dari involusi uteri adalah senam nifas. Senam nifas dapat membantu kontraksi pada uterus sehingga dapat berjalan normal. Tujuan: Untuk mengetahui perubahan tinggi fundus uteri pada 2 responden di BPM Desa Tanjungrejo.Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang dilakukan pada tanggal 26 Juni-8 Juli 2023 di Desa Tanjungrejo dengan masing-masing responden diberikan intervensi selama 3 Hari sekali selama 2 minggu. Instrumen yang digunakan adalah metline dan lembar observasi untuk mengukur dan mencatat perubahan tinggi fundus sebelum dan sesudah pemberian senam nifas. Hasil: Rata-rata tinggi fundus uteri pada 2 responden adalah 4-4,5 cm dan setelah dilakukan intervensi rata-rata tinggi fundus uteri pada 2 responden adalah 2-3 cm dengan selisih rata-rata penurunan 1-1,5 cm pada setiap pengukuran senam. Kesimpulan: Penerapan Senam Nifas dapat membantu Proses Involusi Uteri.
Penerapan Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kontrol Stress Fisiologis Dan Psikologis Pada Pasien Diabetes Melitus Di Ruang Akar Wangi Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali
Hani Mey Hastuti;
Tri Susilowati;
Panggah Widodo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 12 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes adalah penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu memproduksi insulin yang cukup, atau tidak ada, atau insulin yang diproduksi tidak berfungsi dengan baik, mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Hasil prevalensi penderita diabetes melitus di Kabupaten Boyolali adalah sebesar 2,2 %. Secara umum, perkembangan diabetes dipengaruhi oleh kurangnya olahraga atau aktivitas. Terapi relaksasi otot progresif diketahui dapat membantu menurunkan gula darah pada penderita diabetes dengan menghambat produksi hormon seperti adrenalin, kortisol, glukagon, hormon adrenokortikotropik (ACTH), kortikosteroid yang meningkatkan gula darah. Tujuan : Untuk menurunkan tingkat stress fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes mellitus. Metode : penerapan ini menggunakan metode study kasus deskriptif. Instrument pada penerapan ini menggunakan Numeric Fatigue Scale, Hamilton Anxiety Rating Scale/HARS. Hasil : Terdapat penurunan tekanan stress fisiologis dan psikologis pada klien diabetes mellitus setelah dilakukan penerapan selama 3 hari. Kesimpulan : Relaksasi otot progresif efektif dapat menurunkan stres fisiologis dan stres psikologis pada penderita diabetes mellitus.
PELATIHAN PEMANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI BAGI APARATUR DESA SEKECAMATAN WAY HILAU PESAWARAN UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI KERJA
Susilowati, Tri;
Taufik, Taufik;
Wulandari, Wulandari;
Puspita, Dian
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 06 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Meskipun otonomi daerah telah membangkitkan antusiasme yang luar biasa di tingkat desa, amun terdapat juga permasalahan serius yang berasal dari dalam desa itu sendiri. Situasi ini diperumit dengan fakta bahwa pengurusan dokumen di desa-desa di Kecamatan Way Hilau Pesawaran asih dilakukan secara manual, dimana sekitar 40% staf desa memiliki keterampilan komputer. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan aparat desa. Perangkat desa diharapkan memperoleh ilmu-ilmu yang dapat menunjang pekerjaan dan aktivitasnya, memperlancar kelancaran pemerintahan desa, dan mampu menularkan ilmu tersebut kepada masyarakat disekitarnya. Metode yang digunakan adalah format ceramah dan pendampingan praktik penggunaan Microsoft Office. Setelah menyelesaikan pelatihan, aparat desa dapat menggunakan komputer khususnya Microsoft Office dan dapat membantu masyarakat dalam menulis surat rekomendasi. Perubahan tempat tinggal, persiapan akta kematian, dll. dapat membantu. Pada pelatihan akhir, evaluasi hasil sosialisasi di seluruh tim pengabdian berjalan dengan baik, dengan lebih dari 80% peserta yang disurvei mampu menggunakan komputer.
SOSIALISASI PERATURAN DAERAH NOMOR 1 TAHUN 2016 PROPINSI LAMPUNG TENTANG REMBUG DESA PADA PEKON PRINGSEWU SELATAN
Susilowati, Tri;
Puspita, Dian;
Priyono, Priyono;
Hartati, Sri;
Andoyo, Andreas
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 2 No. 06 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2016 melalui kegiatan Rembug Desa adalah salah satu cara yang efektif untuk memastikan bahwa masyarakat di tingkat desa memahami isi dan tujuan dari peraturan tersebut. Perda No. 1 Tahun 2016 bisa saja terkait dengan berbagai kebijakan seperti tata kelola desa, pembangunan infrastruktur, atau program lain yang mendukung kesejahteraan dan kemajuan desa. Dengan melakukan sosialisasi dalam bentuk rembug desa, warga dan aparat desa dapat berdialog langsung, menyampaikan pendapat, serta bertanya mengenai penerapan Perda tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah: 1) memberikan pemahaman tentang isi perda Nomor 1 tahun 2016. 2) memberikan wawasan kepada masyarakat tentang pentingnya rebug desa dalam penyelesaian setiap konflik atau permasalahan yang terjadi dan 3) show penguatan peran DPD dalam mendukung sinergitas penyelenggaraan pemerintahan desa. Dalam pelaksanaanya pengabdian kepada masyarakat menggunakan metode ceramah dan diskusi. Plan pelaksanaan meliputi tiga tahapan yaitu : persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi diakhir kegiatan. Melalui Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemahaman masyarakat akan pentingnya musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan pencegahan konflik yang terjadi dan mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan setiap konflik yang terjadi di Masyarakat, saling menghargai perbedaan pendapatan, perbedaan adat, budaya dan agama sehingga tercipta kerukunan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
SOSIALISASI ETIKA KOMUNIKASI DAN PELAYANAN PUBLIK BAGI PERSONIL POLRES TANGGAMUS
Taufik, Taufik;
Wulandari, Wulandari;
Rinawati, Rinawati;
Susilowati, Tri;
Hartati, Sri
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penyelenggaraan layanan publik adalah usaha pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar serta hak-hak sipil setiap individu atas produk, layanan, dan administrasi yang ditawarkan oleh penyedia layanan publik. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia, terutama oleh Polres Tanggamus, yang berkomunikasi untuk memberikan layanan publik. Melalui layanan publik, kehadiran lembaga pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat dengan berbagai jenis komunikasi yang sesuai dengan fungsi kepolisian itu sendiri. Untuk mengumpulkan masukan mengenai cara komunikasi di Polres Tanggamus, berbagai langkah perlu diambil agar pelayanan publik bisa ditingkatkan dan diperbaiki. Salah satu pendekatan yang dicoba sebagai tanggapan atas hasil penelitian sebelumnya tentang pelayanan publik di Indonesia adalah dengan melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui sosialisasi tentang Etika Komunikasi dan Pelayanan Publik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan komunikasi serta layanan dari semua pihak, mulai dari dalam Polres hingga masyarakat luas. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai pentingnya etika komunikasi dan kontribusi anggota kepolisian. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui diskusi mengenai topik-topik terkait etika komunikasi dan pelayanan publik.
Peningkatan Pengetahuan Lansia tentang Penanganan Pertama Luka Bakar di Desa Bedoro, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah
Susilowati, Tri;
Prajayanti, Eska Dwi;
Mulyani, Sri
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 4 No 6 (2024): JAMSI - November 2024
Publisher : CV Firmos
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54082/jamsi.1405
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memprediksi lansia di Indonesia meningkat mencapai 1,5 miliar jiwa di tahun 2050. Lansia perlu mengetahui informasi yang benar dalam mengatasi masalah yang dihadapi ketika anggota keluarga tidak berada di sampingnya. Masalah yang dijumpai lansia adalah kecelakaan rumah tangga seperti luka bakar yang disebabkan memasak, terkena barang elektronik yang mengeluarkan panas atau paparan sinar matahari. Studi pendahuluan bulan Januari 2024 pada 15 lansia di Desa Bedoro tentang penanganan pertama luka bakar diperoleh hasil bahwa 12 lansia mengatakan jika luka bakar diolesi pasta gigi (odol), 2 lansia mengatakan disiram dengan minyak tanah dan 1 lansia mengatakan diberi lidah buaya. Metode : Pendidikan Kesehatan dilakukan dengan 4 tahap. Tahap pertama : pertemuan dengan lansia dan keluarga/pendamping, membentuk grup WA, perkenalan, brain storming / apersepsi, pembagian kuesioner dan kontrak kegiatan. Tahap kedua : melakukan Pendidikan Kesehatan dengan tema penanganan pertama pada luka bakar. Tahap ke tiga : review materi yang telah disampaikan dipertemuan sebelumnya, demonstrasi penanganan pertama pada luka bakar. Tahap ke empat evaluasi lansia dan keluarga/pendamping dengan kuesioner. Hasil kegiatan terjadi peningkatam pengetahuan lansia tentang penanganan pertama luka bakar. Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan lansia, agar lansia mampu menolong dirinya sendiri jika mengalami luka bakar.
Dynamics and Challenges of Legal Regulation concerning Human Smuggling with Refugee Objects in Indonesia
Kukuh Kharisma, Lalu;
Susilowati, Tri;
Tohari, Mohamad
Journal of Management, Economic, and Financial Vol. 2 No. 6 (2024): Journal of Management, Economics and Finance
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46799/jmef.v2i6.65
This research discusses the dynamics and challenges in legal regulation related to human smuggling, focusing on refugees in Indonesia. Despite Indonesia being a significant transit country for refugees, the existing legal framework, particularly Law No. 6 of 2011 on Immigration, does not specifically regulate the status and protection of refugees. Consequently, refugees are often viewed as illegal immigrants, leading to human rights violations and legal uncertainty. The first subsection analyzes how dynamic legal regulations interact with the challenges faced in the context of human smuggling. It further explores necessary efforts to create legal certainty, including the need for more specific regulations and transparent procedures. This research is expected to contribute to the development of better policies and practices in dealing with human smuggling cases and protecting the rights of refugees in Indonesia.
The Green Marketing Model in Umrah Bureaus: A Satisfaction-Based Approach
Suryawan, Ryan Firdiansyah;
Maulina, Evaf;
Setiawan, Edhie Budi;
Septiano, Renil;
Susilowati, Tri
International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Vol. 5 No. 6 (2024): International Journal of Economics Development Research (IJEDR)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37385/ijedr.v4i6.6775
Intense competition among umrah service providers in Jakarta and Bogor emphasizes the importance of effective digital marketing as well as a focus on consumer trust, service quality, and green marketing initiatives to increase e-loyalty. This study aims to analyze the effect of green marketing, consumer trust, and service quality on e-loyalty with customer satisfaction as an intervening variable. Data were collected from 150 umrah service users at five umrah bureaus in Jakarta and Bogor using purposive sampling method. Partial Least Square Structural Equation Model (SEM-PLS) 3.0 was used for data processing and testing. The results showed that green marketing, consumer trust, and service quality have a positive and significant effect on e-loyalty, both directly and through customer satisfaction as a mediator. Interestingly, although green marketing and consumer trust have a positive influence on customer satisfaction, service quality does not have a significant impact on satisfaction. This research highlights the importance of targeted digital marketing strategies and efforts to build consumer trust to increase loyalty in the umrah service sector.