Claim Missing Document
Check
Articles

Manajemen Sistem Pendidikan Perguruan Tinggi Islam di Indonesia: Sistematic Review Rodin, Rhoni; Hidayah, Jumatul; Endang; Harmi, Hendra; Fakhruddin; Sutarto
Dirasah : Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 (2025): DIRASAH
Publisher : Institut Agama Islam (IAI) Faqih Asy'ari Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/dirasah.v8i1.1644

Abstract

This study aims to comprehensively examine the management of education systems in Islamic higher education institutions in Indonesia using a systematic review approach. Islamic higher education institutions play a strategic role in fostering an excellent generation with strong Islamic character. Therefore, an effective, adaptive, and competitive education management system is essential. The research method used is a systematic review based on the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses) protocol. Data were collected through a search of scholarly articles in reputable databases such as Google Scholar, Scopus, and Sinta, using specific inclusion criteria. Thematic analysis was conducted to identify patterns, challenges, and solutions in education management. The findings indicate that the education management system in Islamic higher education institutions in Indonesia faces challenges, including a lack of synergy between government policies, internal management, and societal needs. Furthermore, the implementation of digital technology and the integration of Islamic values into the curriculum are key aspects for improving educational quality. Islamic higher education institutions in Indonesia encounter various challenges in implementing effective and sustainable education management systems. These challenges encompass diverse aspects of management, ranging from government policies and internal management quality to the ever-changing needs of society.
Uji Validitas Angket SLCQ-I pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Lampung Ahmad Zidane Sagareno; Sutarto Sutarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 9 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i1.197

Abstract

The learning process requires concentration in order to achieve the expected learning outcomes. Data from the measurement results of learning concentration will certainly be useful in evaluating learning. The availability of limited questionnaire makes research on the concentration of learning difficult to do on bachelor student. Therefore a valid questionnaire is needed to collect data. The aim of the study is to conduct a validity test of the learning concentration questionnaire on bachelor students. The method used invalidity test is observational analytic with a cross-sectional approach. The statistical test used is the Pearson Product Moment correlation and the reliability test with internal consistency. The results obtained for all items in the questionnaire validity test above 0.3 and the reliability test questionnaire value Cronbach alpha 0.924. The conclusion is SLCQ-I (Student Learning Concentration Questionnaire Indonesia Version) fulfills the validity and reliability requirements so it is declared valid and reliable.
Perceptions of Industry and Education Practitioners Regarding the Implementation of Digital Learning in Automotive Engineering Firdaus, Muhammad Dzaky; Sutarto; Mutohhari, Farid; Suyitno; Nurtanto, Muhammad
Journal of Education Technology Vol. 8 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jet.v8i1.55861

Abstract

Digital learning (DL) in vocational education has become a crucial issue that continues to be developed for innovation, including in the automotive engineering department. However, the problem is related to the relevance of the competencies to be achieved in accordance with industry qualifications. In addition, the stages of DL have not been fully understood by various educational practitioners. This study aims to analyze the perceptions of industry and education practitioners regarding the implementation of DL in automotive engineering (DL-AE). Sixteen key informants were involved in data collection through semi-structured interview techniques. Qualitative data were analyzed thematically with the help of the NVivo 12 Plus Software. The findings in this study are classified into three main aspects, namely activities prior to DL-AE implementation (Pre-DL-AE implementation), activities during DL-AE implementation, and evaluation of the DL-AE program. However, the lack of accessibility tools and the lack of intensive monitoring during the DL-AE was an obstacle that had to be solved. During the implementation of DL-AE, roles and responsibilities are needed which include aspects of facilitating, guiding and teaching material according to the portion. Evaluations regarding adjustments or changes to methods and ensuring equitable accessibility are also special considerations in increasing the effectiveness and efficiency of DL-AE in the future. These results have important implications in the development of digital learning that takes into account the aspects found in this research.
Faktor Lingkungan, Perilaku dan Penyakit Malaria Sutarto Sutarto; Eka Cania B
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 1 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria. Secara teoritis dan beberapa penelitian bahwa, faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan dan genetik merupakan determinan yang berhubungan erat dengan risiko penduduk terserang malaria. Sumber penyakit malaria berasal dari kondisi lingkungan yang cocok bagi kehidupan nyamuk Anopheles, sehingga populasi nyamuk meningkat maka risiko terserang malaria semakin besar. Sektor pelayanan kesehatan juga menjadi penting, karena mempunyai peran untuk mengatasi masalah dengan segera dalam jangka waktu yang pendek. Kedua hal tersebut sangat dipengaruhi oleh tipe perilakuyang ada di masyarakat, sehingga menjadi sangat penting dalam pengendalian malaria.
Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M-Plus sebagai Upaya Pengendalian Vektor dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue Nur Aina Rahmania; Sutarto Sutarto; Reni Indriyani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2015, tercatat terdapat sebanyak 126.675 penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di 34 provinsi di Indonesia dan 1.229 orang di antaranya meninggal dunia. Bandar Lampung merupakan daerah endemis DBD. Data Dinas Kesehatankota Bandar Lampung menyebutkan pada tahun 2012 mencapai 1.111 orang dan yang meninggal 11 orang, jumlah tersebut merupakan angka tertinggi dibandingkan kabupaten lain. Diperlukan suatu pencegahan untuk menangani kasus DBD.Pencegahan dan pengendalian DBD bergantung pada tindakan pengendalian vektor yang efektif. Manajemen lingkungan, pengendalian biologis, pengendalian kimiawi, perlindungan individu merupakan pengendalian DBD. Pemberantasan SarangNyamuk (PSN) adalah langkah konkrit dalam mencegah penyakit DBD, tindakan aplikatif dalam PSN yang paling mungkin adalah kegiatan 3M-plus. Pada pelaksanaan masih tidak seutuhnya dilakukan, hanya sebagian poin yang dilakukan. Tindakan PSN dan 3M-Plus dapat digunakan sebagai upaya pengendalian vektor dalam pencegahan penyakit DBD.Kata kunci: DBD, pencegahan, pengendalian vektor
Stunting, Faktor Resiko dan Pencegahannya Sutarto Sutarto; Diana Mayasari; Reni Indriyani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai masalah gizi yang cukup berat yang ditandai dengan banyaknya kasus gizi kurang. Malnutrisi merupakan suatu dampak keadaan status gizi. Stunting adalah salah satu keadaan malnutrisi yang berhubungan dengan ketidakcukupan zat gizi masa lalu sehingga termasuk dalam masalah gizi yang bersifat kronis. Prevalensi stunting di Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara lain di Asia Tenggara, seperti Myanmar (35%), Vietnam (23%), dan Thailand (16%) dan menduduki peringkat kelima dunia. Stunting disebabkan oleh faktor multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita. Intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi pervalensi stunting oleh karenanya perlu dilakukan pada 1.000 HariPertama Kehidupan (HPK) dari anak balita. Pencegahan stunting dapat dilakukan antara lain dengan cara 1.Pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. 2.ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan diberi makanan  pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya. 3.Memantau pertumbuhan balita di posyandu. 4.Meningkatkan akses terhadap air bersih dan fasilitas sanitasi, serta menjaga kebersihan lingkungan.Kata kunci: stunting, gizi, balita
Resistensi Insektisida pada Aedes aegypti Sutarto Sutarto; Annisa Yulida Syani
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh vi rus dan ditularkan melalui perantara nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus semakin meningkat. Nyamuk Ae. aegypti ini hidup dan berkembang dengan baik di daerah tropis yaitu pada garis isotermis 200 yang terletak di antara 450 LU dan 350 LS dengan ketinggian kurang d ari 1000 meter di atas permukaan laut. Penyakit DBD mengalami perkembangan kejadian yang cepat. Setiap tahunnya diperkirakanterjadi sekitar l ima puluh juta kasus infeksi DBD baru dengan angka kematian di atas 20.000 jiwa. Tujuh puluh persen dari seluruh populasi dunia yang berisiko terhadap DBD tinggal di area Asia Tenggara dan wilayah Pasifik Barat. World Health Organi zation (WHO) menetapkan Indonesia sebagai negara dengan kasus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Pengendalian DBD terutama ditujukan untuk memutus rantai penularan, antara lain den gan pengendalian vektorn ya. Pembasmian vektorpenyakit ini dilakukan dengan penggunaan insektisida. Di Indonesia penggunaan insektisida seperti malathion dari tahun 1972 dan Temephos dari tahun 1976 mengakibatkan kemungkinan terjadinya resistensi, begitu p ula pada jenis insektisida jenis lainnya. Umumnya penggunaan insektisida kimia, secara bertahap akan menimbulkan masalah teknis (munculnya strain baru yang tolerasnsi dan resistensi terhadap senyawa tersebut). Frekuensi dan durasi dari penggunaan pestisida jugasangat berpengaruh terhadap mekanisme terjadinya resistensi dari insektisida.Kata kunci: Aedes aegypti, insektisida, resistensi insektisida
Penatalaksanaan Holistik dan Komprehensif Tuberkulosis Paru Kasus Baru pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 TA Larasati; Nida Nabilah Nur; Sutarto Sutarto
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Pengendalian TB paru menjadi semakin sulit seiring dengan peningkatan jumlah penderita diabetes melitus (DM). Hasil pengobatan TB pada penderita dengan DM lebih banyak mengalami kegagalan dibandingkan dengan yang tidak memiliki DM. Studi ini menerapkan pelayanan dokter keluarga berbasis evidence based medicine dengan mengidentifikasi faktor risiko, masalah klinis, diagnosis holistik, serta penatalaksanaan komprehensif pasien dengan pendekatan patient centered dan family approach. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan rumah. Data sekunder diperoleh dari rekam medis pasien. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, hingga akhir studi secara kualitiatif dan kuantitatif. Pasien laki-laki berusia 48 tahun dengan keluhan batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh sejak ±1 bulan yang lalu. Pasien sudah menderita DM sejak 7 tahun yang lalu. Hasil pemeriksaan dahak Sewaktu/Pagi/ Sewaktu (SPS) +/+/+ dan gula darah sewaktu (GDS) 355 mg/dL. Pasien didiagnosis TB paru pada penderita DM dan mendapat terapi obat anti tuberkulosis 4 fixed drug combination (OAT 4FDC) 4 tablet sehari, metformin 500 mg 3 tablet sehari, serta dilakukan 4 kali kunjungan rumah. Proses perbaikan dan perubahan perilaku pada pasien dan keluarga terlihat setelah dilakukan evaluasi dan intervensi.Kata Kunci: Diabetes Melitus tipe 2, holistik, komprehensif, tuberkulosis paru, tatalaksana
Obesitas pada pasien dengan COVID-19 Afifah Rizqy Nurfaiza; Sutarto Sutarto; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas adalah suatu kondisi yang dapat disebabkan oleh kelebihan asupan makanan atau perubahan pengeluaran energi. Selama pandemi COVID-19, obesitas dikaitkan dengan risiko keparahan yang lebih tinggi dan hasil klinis yang lebih buruk dari infeksi SARS-COV-2. Selain respon imun deregulasi terkait obesitas, peradangan kronis, ketidakseimbangan endotelium, disfungsi metabolik, dan komorbiditas, sel punca mesenkimal disfungsional/sel punca mesenkim yang diturunkan dari adiposa juga dapat memainkan peran penting dalam memicu inflamasi sistemik yang berkontribusi terhadap badai sitokin dan mempromosikan fibrosis paru yang menyebabkan kegagalan fungsional paru-paru, karakteristik COVID-19 yang parah. Selain itu, obesitas juga dapat membahayakan silia motil pada sel epitel saluran napas dan mengganggu fungsi eskalator mukosiliar, mengurangi pembersihan virus corona sindrom pernapasan akut (SARS-CoV-2). Jaringan adiposa pada orang obesitas mengekspresikan reseptor dan protease secara berlebihan untuk entri SARS-CoV-2, yang berimplikasi pada kemungkinan perannya sebagai reservoir dan akselerator virus yang memperkuat peradangan sistemik yang hebat dan respons imun. Akhirnya, sitokin anti-inflamasi seperti anti-interleukin 6 dan pemberian sel stroma/induk mesenkim dapat berfungsi sebagai terapi modulator imun potensial untuk mendukung memerangi COVID-19. Obesitas berbanding terbalik dengan perkembangan COVID-19 melalui berbagai mekanisme molekuler dan individu dengan obesitas termasuk dalam populasi rentan COVID-19 yang membutuhkan tindakan perlindungan lebih. Penelitian menunjukan bahwa kemungkinan dikarenakan peradangan kronis tingkat rendah, gangguan respon imun dan gangguan metabolisme pada pasien obesitas. Dalam tinjauan pustaka ini, telah merangkum hubungan antara obesitas dan COVID-19 dan membahas potensi patogenesis pada orang dengan obesitas.Kata kunci: Covid-19, Obesitas, SARS-COV-2
IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO HERNIATED NUCLEUS PULPOSUS (HNP) Susan Yulia Laura Howay; Sutarto Sutarto; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 8 No. 2 (2021): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Penelitian ini menggunakan metadata analisis dengan tinjauan literatur (literature review) yang mencoba menggali tentang faktor risiko Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Insiden HNP di beberapa negara berkembang sekitar 15-20% dari populasi keseluruhan. Penyakit ini paling sering menyerang orang dewasa dengan usia 30-50 tahun dan perbandingan kejadian antara laki-laki dan perempuan adalah 1:2. HNP dapat dicegah dan diatasi dengan menghindari faktor risiko yang menjadi pencetus terjadinya penyakit tersebut. Beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya HNP adalah usia, gender, Indeks Massa Tubuh(IMT), kebiasaan merokok, dan pekerjaan. Hasil literature menunjukkan bahwa HNP sering terjadi pada usia 40-60 tahun sebesar 59,6%, jenis kelamin perempuan dengan presentase 73,3%, IMT berlebih dengan presentase 86,7%, kebiasaan merokok dengan p value 0,000, dan pekerjaan berat yang mengangkat beban berlebih. Diantara faktor-faktor tersebut, usia, IMT, kebiasaan merokok , dan pekerjaan memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian HNP.   Kata Kunci : faktor risiko , Herniated Nucleus Pulposus, insiden 
Co-Authors Abdullah Ardi Adekamisti, Revi Adri Hadi Afifah Rizqy Nurfaiza Aframa Yeni Agung Harjoko AGUNG SETIAWAN Agus Abdul Gani Agus Muliadi Agus Triyono Ahmad Zidane Sagareno Ahmad Zukri Alrasyid Aida Rahmi Nasution Aida Rahmi Nasution, Aida Rahmi Aida Rahmi Nasution4 Akka Latifah Jusdienar Albertus Djoko Lesmono Alex Harijanto Amalia Tirzaningrum Amirah Onne Oktavia ANDRI KURNIAWAN Anggi Pradana Anis Luthfiyani Annisa Yulida Syani Ari Dwi Handrian Arifin Sihombing Arifudin Idrus Aris Prasetyo Hadi Aris Singgih Budiarso Asmawati Asri Karolina Asriani Bagus Dwi Jaya Baso Intang Sappaile Bayu Anggileo Pramesona Besti Rohana Simbolon Bucky Wibawa Karya Guna Candra Pratama Hervianto Daryl Hanna Desella Inna Rahmatina Destriani Dewi Purnama Sari Dewi Purnamasari Dian Novia Pangestika Diana Mayasari Eka Cania B Endang Eny Lestari Ermis Suryana Erna Dwi Listiari Fakhruddin Febriansyah Febriansyah Fendrikus Laia Ferdian, Ferdian Ferina Tri Wulandari Fimatu Rizka Erviani Firdaus, Muhammad Dzaky Franz M Meyer Gani Abdul Agus Gerard Krzic ‎ Hafizah, Tamama Haniifan Musliman Harmi, Hendra Haryo Aji Pambudi Hendrina Widiastuty Hilya Wildana Sofia I Ketut Mahardika Ida Ayu Putu Sri Widnyani Idi Warsah Idy Wardah Ifnaldi Ifnaldi Indrawati Indrawati Indrawati Ine Heidiani Ikasari Insani Mahardika Intan Dwi Hastuti Irana Astutiningsih Irham Rosadi Jayanti Oktaviana Jekti Prihatin Juli Anis Jumatul Hidayah, Jumatul Khairun Nisa Kiftiyah Kiftiyah Lucas D Setijadji M. Yamin Mardiansyah Mardiansyah Marinda Resti Sari Mochammad Imron Awalludin Mohammad Edy Nurtamam Muhammad Ichsan Abda Muhammad Nurtanto Mutohhari, Farid Najib Sholakhudin Neneng Khoirunnisa Nida Nabilah Nur Novianty Djafri Novianty, Elva Novita Carolia Nur Aina Rahmania Nur Imama Puji Nurcahyanti Rama Danny Rani selviani Reni Indriyani Retno Irawati Revi Permanasari Rhischa Assabet Shilla Rhoni Rodin Rifanto Bin Ridwan Rio Tri Setiyawan Roja Saputra Rusmawan Sapto Putranto Sarwoedi Septya Rohmatillah Sholihah Faridatus Slamet Hariyadi Sri Astutik Subiki Subiki Suhono Suhono, Suhono Sulifah Aprilya Hariani Supiastutik Supiastutik Susan Yulia Laura Howay Suyitno Syaiful Bahri TA Larasati Tomi Apra Santosa Tri Handayani Unpris Yastanti Wicaksono, Iwan Yeni Lusiana Yushardi Yushardi Zainal Abidin