p-Index From 2021 - 2026
7.943
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Attoriolong El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam Al-Ulum Farabi Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam Al-Hikmah Jurnal Diskursus Islam Jurnal Adabiyah JAWI : Journal of Southeast Asia Islamic Contemporary Issues Intizar Rihlah Jurnal Sejarah dan Kebudayaan JICSA Journal of Honai Math JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Al-Qalam MUWAZAH: Jurnal Kajian Gender Pusaka : Jurnal Khazanah Keagamaan Pangadereng : Jurnal Hasil Penelitian Ilmu Sosial dan Humaniora Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi ISTIQRA: JURNAL HASIL PENELITIAN Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Borneo : Journal of Islamic Studies El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (JEPKM) Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Carita : Jurnal Sejarah dan Budaya Jurnal Nirta: Studi Inovasi Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Jurnal Ilmiah Falsafah Jurnal Pendidikan Agama Islam Jurnal Sejarah Peradaban Islam Archipelago Journal of Southeast Asia Islamic Studies Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan International Journal of Islamic Studies Jurnal Al-Mubarak: Jurnal Kajian Al-Qur'an dan Tafsir Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan Jurnal Cendekia Ilmiah PESHUM ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research Service Muwazah: Jurnal Kajian Gender ALADALAH: Jurnal Politik, Sosial, Hukum dan Humaniora JUTEQ (JURNAL TEOLOGI & TAFSIR)
Claim Missing Document
Check
Articles

Sejarah Pergerakan Nasional: Peran Nahdlatul Ulama dalam Dinamika Sosial-Politik dan Pembentukan Identitas Kolektif Bangsa Indonesia Nana Aprilia; Rahmi Damis; Syamzan Syukur
Jurnal Nirta : Inovasi Multidisiplin Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Nirta : Studi Inovasi
Publisher : Nirta Learning Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61412/jnsi.v5i1.253

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjaga tradisi keagamaan dan memperkuat identitas bangsa di tengah dinamika sosial-politik sejak masa penjajahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguraikan peran strategis NU dalam perjuangan nasional, pembentukan solidaritas sosial, dan konstruksi identitas kolektif bangsa Indonesia. Metode yang digunakan adalah library research dengan pengumpulan data melalui buku, literatur klasik, jurnal ilmiah, dan dokumen relevan. Analisis data dilakukan melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NU, yang lahir pada 31 Januari 1926 di Surabaya atas inisiatif para ulama pesantren seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Hasbullah, merupakan respon terhadap ancaman praktik keagamaan tradisional akibat pengaruh Wahabi serta kondisi kolonial Belanda. Melalui pembentukan Komite Hijaz dan pendirian NU, para ulama berupaya mempertahankan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) dan menjaga keberagaman Islam di Indonesia dengan organisasi yang terstruktur. Dalam perjalanannya, NU berperan signifikan dalam pergerakan nasional melalui penolakan Volksraad, keterlibatan di MIAI dan Masyumi pada masa Jepang, serta Resolusi Jihad 1945 yang memotivasi perjuangan kemerdekaan. NU juga berkontribusi pada pembentukan solidaritas sosial, penanaman nasionalisme, penyusunan UUD 1945, dan penguatan Pancasila. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa NU tidak hanya berjasa di bidang keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun identitas nasional dan kesejahteraan sosial-politik Indonesia.
Exploring the Medieval Relationship between Islam and Christianity: Historical Context, Cultural Exchange, Religious Conflicts, and Significance Barella, Yusawinur; Hasaruddin; Syukur, Syamzan
Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Alwatzikhoebillah : Kajian Islam, Pendidikan, Ekonomi, Humaniora
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/alwatzikhoebillah.v10i1.2469

Abstract

This research delves into the historical context, cultural exchange, religious conflicts, and significance of the relationship between Islam and Christianity during the Medieval. The study aims to gain an understanding of the complex dynamics, alliances, misunderstandings, and transformations that characterized this important era. By exploring primary sources, scholarly analysis, and historical records, this research uncovers the mutual influences, cultural exchanges, intellectual dialogues, and tensions arising from the coexistence and interaction of Islam and Christianity during the medieval period. The research contributes to a broader understanding of the historical legacies of Islam and Christianity, both separately and in relation to each other, highlighting the enduring consequences of their interaction on the development of religious traditions, intellectual thought, and cultural practices that continue to shape our world today. The author uses qualitative methods with literature study and documentation to collect historical information using historiography techniques. The results of the research show that this fluctuative relationship means that the relationship between the two religions cannot be fully generalized. There have been periods of cooperation and peace, but there have also been periods of tension and conflict between these two religions.
CONSIDERING TOLERANCE EDUCATION BETWEEN RELIGIOUS SECTS: A Case Study of Sunni-Syi'ah Sects in Karang Gayam and Blu'uran Villages of Sampang Wasik, Wasik; Rahman, Rahman; Syukur, Syamzan; Rohman, Moh. Mujibur
AL-TAHRIR Vol 23 No 2 (2023): Islamic Studies
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/altahrir.v23i2.5271

Abstract

In Islamic character education, tolerance is one of the values that must be grown as a person's primary virtue or exemplary character. This study aims to determine (1) the concept of tolerance character formation, (2) the process of applying tolerance values, and (3) supporting and inhibiting factors in the formation of tolerance. The method used in this research is a qualitative approach with a case study type. The research results are (1) Forming a community devoted to Allah SWT. based on the al-Quran and Hadith of the Prophet Muhammad and reviving da'wah and ukhuwah Islamiyah in their friendship interactions. (2) Providing understanding through tausiyah or Islamic studies from mu'allim, attending and actively participating in recitation events. (3) The supporting factors are public awareness of religion, support from the local apparatus, and the charismatic kiai. At the same time, the inhibiting factors are the busyness of each resident's work and the fanaticism of the Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah sect.
Metamorfosa Perahu Sandeq Sebagai Amriadi, Amriadi; Syukur, Syamzan; Sahabuddin, Wasilah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 1 No 01 (2024): Transformasi Nilai-Nilai Islam dalam Era Digital: Harmoni Tradisi dan Wahyu
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perahu Sandeq adalah transportasi tradisonal masyarakat yang ada di Mandar khususnya yang bermukim di wilayah pesisir, dengan struktur dan bentuknya yang khas. Perahu Sandeq diperkirakan masuk di Mandar sudah ribuan tahun lalu dengan warisan bangsa Austronesia. Kontribusi perahu Sandeq bagi masyarakat di Mandar mempermudah orang-orang Mandar dalam aktivitas penangkapan ikan, transportasi dan kepariwisataan sebagai minat khusus karena perahu Sandeq hanya ada di Mandar. Kedua Adapun model perubahan perahu Sandeq atau perkembangan bentuk perahu Sandeq diantaranya adalah olang mesa, Pakur kemudian Sandeq yang selanjutnya hasil penelitian ini melihat perkembangan perahu tersebut diatas lebih kepada fungsionalnya. Proses pembuatan perahu Sandeq memiliki serangkaian konstruksi yang dimulai dengan lambung Sandeq sampai dengan pemasangan sobal. Aktivitas syiar Islam dengan transportasi perahu Sandeq telah digunakan para ulama dalam melakukan dakwah Islam di abad ke-19 hingga abad ke-20. Implikasi dari penelitian ini, yaitu dapat dijadikan sebagai khazanah sejarah lokal yang memuat eksistensi Perahu Sandeq dalam perananya mendukung syiar Islam di Mandar. Selanjutnya dengan adanya penelitian ini semakin memperkokoh identitas orang-orang Mandar sebagai rumpun masyarakat yang piawai, kreatif, dan pelaut ulung. Dengan hasil cipta rasa dan karsa menjadikan perahu Sandeq sebagai warisan budaya untuk selalu dijaga serta dapat menjadi rujukan para penulis.
Sejarah Intelektual Islam di Bidang Tasawuf: Imam Al-Ghazali, Ibnu Arabi, dan Mulla Shadra Andriani, Hesti; Rahmawati, Rahmawati; Syukur, Syamzan
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 16 No 2 (2024): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v16i2.3376

Abstract

This paper discusses the intellectual history of Islam in the field of Sufism and its figures. This study uses library research with a qualitative approach. Sufism in the context of science refers to the spiritual dimension in Islamic teachings that focuses on achieving closeness to God through cleansing the soul. Over time, Sufism has experienced developments marked by the emergence of figures in the field of Sufism. Figures in the field of Sufism play an important role in the development of spiritual teachings in Islam, especially in the aspect of getting closer to God. The views of great figures such as Imam Al-Ghazali, Ibn Arabi, and Mulla Sadra in the field of Sufism have their own differences and uniqueness, although they all contributed greatly to the development of Islamic spirituality. Imam Al-Ghazali in his Sufism views on the purification of the heart, ethics, Sufism practices so as to produce harmony between sharia and Sufism. Ibn Arabi on Wahdat al-Wujud, Divine love. Mulla Sadra on the Integration of philosophy and Sufism (Hikmah Muta'aliyah). All three offer unique approaches that enrich the tradition of Sufism, connecting the spiritual dimensions of Islam with intellectual and ethical ones.
REFLEKSI TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA BARAT DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN NEGARA-NEGARA ISLAM Hutagaluh, Oskar; Syukur, Syamzan; Susmihara, Susmihara
Borneo : Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2023): BORNEO: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/borneo.v3i2.1598

Abstract

This research sets out the problems faced by Muslims. So great was the struggle of Muslims in fighting for Islam, but this could not be achieved by Muslims because the three major Islamic empires experienced decline in various fields, such as politics, military, economics, science, and culture. This study aims to reflect on western colonization in Islamic countries and then explore the positive side. This study applies a qualitative method. The approach used is the historical approach. Based on this research, it was revealed that the decline that occurred in the Islamic world was caused by the Islamic kingdoms no longer having militant rulers and tough militaries, resulting in rebellions that were difficult to control. Meanwhile, the progress experienced by Western nations was due to developments made in the fields of science and civilization, which were previously neglected during the advancement of the three great Islamic empires, especially the Ottoman Empire. The value of reflection from this research is that Muslims will return to glory if they are able to master all lines, be they military, science, culture, economics, politics, or other strategic fields.
The Continuity and Discontinuity of Visiting Sheikh Yusuf Tomb Tradition in Kobbang Gowa-South Sulawesi Syukur, Syamzan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i1.3500

Abstract

The findings of this paper show that the ritual tradition of visiting the tomb of Sheikh Yusuf in Kobbang from time to time amended. It was initially a strong ritual primarily influenced by the nuances of heresy, but on its further development the influence fades due to the efforts of Islamic preachers. The general motivation of the pilgrims is hoping the livelihood they can acquire, such as finding mates, sustenance, offspring, health and inner tranquility. Yet, some are visiting the tomb to appreciate the scholars or heroes or just for sightseeing. In the context of developing society, this tradition seems to be persisted as Sheikh Yusuf is regarded as having karomah, a guardian, scholars and a hero. His personality is considered to bring blessing to the pilgrims. Therefore, for most modern societies this tradition remains alive and serves as one alternative to find peace and cure severe diseases. Temuan tulisan ini menunjukkan bahwa ritual tradisi ziarah makam Syekh Yusuf di Kobbang dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Pada awalnya masih ditemukan ritual yang kental dengan nuansa bid’ah tapi pada perkembangan lebih lanjut nuansa bid’ahnya mulai terkikis berkat usaha para da’i Islam. Motivasi yang melatarbelakangi para peziarah pada umumnya agar hajat mereka dapat terpenuhi, seperti hajat mendapatkan jodoh, keturunan, rezeki, kesehatan dan ketenangan batin. Tetapi ada pula yang berziarah ke makam Syekh Yusuf karena motivasi menghargai ulama atau pahlawan atau sekedar berwisata. Dalam konteks masyarakat yang terus mengalami perkembangan, nampaknya tradisi ini tetap bertahan, karena Syekh Yusuf dianggap sebagai seorang yang memiliki karomah, seorang wali, ulama dan seorang pahlawan. Kepribadian yang dimiliki oleh Syekh Yusuf dianggap akan mendatangkan berkah bagi para peziarah. Karena itu, bagi sebagian masyarakat modern, tradisi ini tetap hidup dan dijadikan sebagai salah satu alternatif mencari ketenangan batin dan menyembuhkan penyakit yang tidak terjangkau oleh medis.
Peranan Andi Mappayukki Terhadap Perkembangan Islam di Kerajaan Bone Masniati, Masniati; Yunus, Abdul Rahim; Syukur, Syamzan; Paewai, Rusman
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.66

Abstract

Hasil penelitian ini menemukan, pertama: Pada masa pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami banyak perubahan, seperti diadakannya “Pertemuan Ulama Celebes Sulawesi Selatan” pada tahun 1932 M. Tahun 1933 M didirikanlah Al-Madrasah Amiriyyah Al-Islamiyyah Watampone, politik dan ekonomi juga mengalami banyak perubahan, dan berkontribusi dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketiga: Andi Mappanyukki berkontribusi dalam bidang agama dan bidang edukasi dan moral, seperti, beliau mendirikan Masjid Raya Watampone. Madrasah yang berhasil didirikan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim memiliki banyak kontribusi terhadap masyarakat dan mampu melahirkan banyak tokoh-tokoh agama di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yakni: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Kritik sumber (verifikasi), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Implikasi penelitian ini yaitu: (1) Dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pengkajian dasar yang lebih mendalam. (2) Peneliatian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang positif untuk melestarikan nilai-nilai agama pada masyarakat Bone.
Kerajaan Turungeng di Sinjai: Sejarah, Politik, dan Intervensi Kolonial Musdalifah, Musdalifah; M. Dahlan M; Syamzan Syukur
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11955

Abstract

Penelitian ini menelaah Kerajaan Turungeng sebagai pusat kekuasaan lokal di Sinjai dengan tujuan mengungkap perannya dalam konfigurasi politik, sosial, dan budaya Sulawesi Selatan. Fokus diarahkan pada rekonstruksi sejarah, struktur pemerintahan, dinamika hubungan dengan kerajaan besar, serta dampak kolonialisme terhadap eksistensi Turungeng. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian sejarah, berbasis data primer dan sekunder berupa naskah lontara, arsip kolonial, literatur ilmiah, serta wawancara. Analisis dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan pendekatan historis, antropologis, sosiologi agama, dan politik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Turungeng merupakan kerajaan pertama di federasi Pitulimpoe, terbentuk melalui legitimasi To Manurung dan didominasi oleh kepemimpinan perempuan. Struktur pemerintahannya melibatkan Arung, Sullewatang, dan Gellarang, yang memperlihatkan sistem kekuasaan berbasis adat. Hubungan politik Turungeng dengan Gowa dan Bone mencerminkan posisi strategis Sinjai sebagai wilayah perbatasan. Intervensi kolonial Belanda pada abad ke-19 menandai fase krusial yang menghapus Turungeng dari peta politik lokal, namun resistensi masyarakat memperlihatkan pola solidaritas antarkerajaan. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya Turungeng sebagai representasi kearifan lokal dan basis identitas budaya Sinjai. Implikasi studi menekankan urgensi revitalisasi sejarah lokal dalam rangka memperkuat kesadaran historis dan memperkaya diskursus historiografi Nusantara.
Aktualisasi Jejak Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Rahmat; Syukur, Syamzan; Muh. Idris
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 13 No 02 (2025): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v13i02.61726

Abstract

This study is an effort to introduce the leadership of Ali bin Abi Talib through a     descriptive narrative and analytical disclosure, both the principles of leadership, the challenges in carrying out duties as a ruler, and the actualization of his leadership in a contemporary perspective. In order to elaborate on the leadership of this caliph, this study uses historical methods and approaches with an emphasis on modern historiography. The results of this study show All bin Abi Talib as the fourth caliph, the successor to the leadership of the Prophet Muhammad (peace be upon him), he is considered a figure who actualizes the temporal leadership of the Messenger of Allah based on the concepts of fatanah, siddiq, amanah, and tablik. This is evident in the principles of leadership that he implemented. In carrying out his duties as a leader, he faced very heavy challenges as a legacy from his predecessors. However, with the firmness of holding on to leadership principles in governance, he became a figure worthy of emulation in the contemporary era filled with turmoil.   Kajian ini adalah upaya memperkenalkan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib melalui pengungkapan secara deskriptif naratif dan analitis, baik prinsip kepemimpinan, tantangan dalam menjalankan tugas sebagai penguasa maupun aktualisasi kepemimpinannya dalam perspektif kontemporer. Dalam rangka mengelaborasi kepemimpinan khalifah tersebut, kajian ini menggunakan metode dan pendekatan sejarah dengan penekanan historiografi modern. Dari hasil kajian ini menunjukkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat, pengganti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. beliau dianggap sosok yang mengaktualisasikan kepemimpinan temporal Rasulullah dengan berdasar pada konsep fatanah, siddiq, amanah dan tablik. Hal ini terlihat pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang dijalankannya. Dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin beliau menghadapi tantangan yang amat berat sebagai warisan dari pendahulunya. Namun dengan keteguhan memegang prinsip kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan menjadikannya sosok yang patut ditiru pada era kontemporer yang penuh dengan pergolakan.
Co-Authors Abd Rizal Abd. Bashir Fatmal Abd. Rahim Yunus Abdulkahar Agri Arisa Ahmad M Sewang Aili Liila Alamshah, Anisah Amhardianti Amhardianti Amriadi, Amriadi Amrudin Amrudin Amrudin Amrudin Ana Fergina Anawagis, Fian Andi Alif Afwan Andi Alif Afwan Andriani, Hesti Asnawi Hidayatullah Astaman Astaman Ayu Nuraeni Sunggu Busrah, Zulfiqar Dahlan M Desi Yuniarti Enik Sartika Fatmal, Abd. Bashir Ferdhiyadi N Haerani Nur Hafsah Harisa, Rahmawati Hasaruddin Hasaruddin Hasaruddin Hutagaluh, Oskar Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ismail Hannanong Jurrahmah AB. Yasin Jusmiati Juwika Afrita Kadril, Kadril Kamariah Kamariah, Kamariah Kholifatun, Umi Nur M. Dahlan M. Dahlan M. Dahlan M M. Dahlan. M Maharani, Nur Afifa Makkelo, Ilham Daeng masniati masniati Mastanning, Mastanning Mauizatul Hasanah Melinea Putri, Ilma Mira, Sumirah Moh Mujibur Rohman Muh. Idris Muh. Idris Muh. Kaswin Muhammad Andi Syarifuddin Muhammad Arif Muhammad Idris Murniati . Musafir Pababbari Musdalifah Musdalifah Muslimah Muslimah Nana Aprilia Nuraeni Nuraeni Nurhayati Nurhijrah, Nurhijrah Nurlisa Nurlisa Nurul Fadilah, Nurul NURWAHIDAH NURWAHIDAH Paewai, Rusman Pathuddin, Hikmawati Permata, Srianti Rahman Rahman Rahman Rahman Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmat Rahmatul Yushar Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Rahmi Damis Rasyid, Surayah Reynaldo Reynaldo Rizkayadi Ruslan Ruslan Sahabuddin, Wasilah Saidin Hamzah Saripah Saripah, Saripah Sera Yuliantini Sri Nilawati Sri Rezky Meiliana, Sri Rezky Meiliana st. hajar hajar Sumiati Tomadehe Sumirah Sumirah Sumirah Supratman Supratman, Supratman Suraya Rasyid Susmihara Syakur, Nur Aksan Syamhi Muawwan Djamal Syamsudduha Saleh Syarif, Aidil Akbar Syarifah Fauziah Tarhan, Raden Muhammad Teguh Murdianto Umar Sulaiman Wa Ode Zalmatin Wa Ode Zalmatin Wahyu Wahyuddin G, Wahyuddin Wahyuddin Gudang Wasik wasik Yunus, Abdul Rahim Yusawinur Barella Yusdiansyah, Yusdiansyah Zahrani, Gina