Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan Insulin dan Tren Berdasarkan Jenis Kelamin pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Rawat Jalan di RS Islam Faisal: Insulin Use and Gender Based Trends in Type 2 Diabetes Mellitus Outpatients at Faisal Islamic Hospital Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Aprianto Paneo; Mohamad Tahir Palowa; Widi Susanti Abdulkadir; Andi Makkulawu
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pola penggunaan insulin pada pasien diabetes melitus tipe 2 rawat jalan di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar selama periode Februari hingga April 2025. Metode yang digunakan adalah desain observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan metode retrospektif, dengan data yang diperoleh dari laporan penggunaan insulin di DEPO rawat inap dan rawat jalan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan insulin Sansulin Rapid pada bulan Februari tercatat 43,75% pada laki-laki dan 56,25% pada perempuan, dengan peningkatan pada bulan Maret dan April (80% pada perempuan dan 20% pada laki-laki). Penggunaan Sansulin Log-G pada Februari adalah 35,29% untuk laki-laki dan 64,71% untuk perempuan, dengan persentase yang lebih seimbang pada bulan Maret dan April (42,85% laki-laki dan 57,15% perempuan). Uji one-sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar bulan (p < 0,001), mengindikasikan adanya variasi penggunaan insulin yang signifikan. Kesimpulannya, penggunaan insulin di RS Islam Faisal Makassar didominasi oleh pasien perempuan, dengan jenis insulin yang lebih sering digunakan adalah Sansulin Log-G. Penggunaan insulin tertinggi terjadi pada bulan Februari, menurun pada Maret, dan sedikit meningkat pada April, menunjukkan pola yang rasional dan adaptif dalam terapi insulin, meskipun diperlukan evaluasi lanjutan terhadap efektivitas terapi untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal.
Tingkat Ketersediaan Obat di Puskesmas Kota Selatan dan Puskesmas Piloloda’a Tahun 2024 Muhammad Ridho Jasin; Madania Madania; Teti Sutriyati Tuloli
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i3.2231

Abstract

Drug availability at community health centers is an important indicator of health service quality. Drug shortages or excesses may affect service effectiveness and budget efficiency. This study aimed to determine the level of drug availability at the South City Community Health Center and the Piloloda'a Community Health Center in 2024 based on compliance with the formulary, demand, receipt, and drug availability categories. This study used a descriptive analytical method with a cross-sectional approach. Data were obtained retrospectively from the 2024 Drug Use Report and Request Sheet (LPLPO). Data analysis was conducted by calculating the percentage of compliance with the formulary, demand, and receipt, and by determining drug availability levels using the Indonesian Ministry of Health (2010) formula and the classification of Carolien et al. (2017). The results showed that formulary compliance was 82% at the South City Community Health Center and 67% at the Piloloda'a Community Health Center, both below the 95% standard. Drug demand compliance scores were 151% and 199%, exceeding the 100–120% standard, while drug receipt compliance scores were 71% and 56%, below the 100% standard. Drug availability categories varied from adequate and insufficient to excess stock, with most drug items classified as insufficient stock. In conclusion, drug management at both community health centers has not been fully optimal. Improved coordination between community health centers and pharmaceutical facilities is needed to maintain stable drug availability and support service needs.
Perbandingan Kadar Glukosa Darah Puasa antara Peserta Prolanis dan Non-Prolanis pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Chindy Fachriany; Sunarto Kadir; Teti Sutriyati Tuloli
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 1 (2026): Februari 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i1.2425

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan pertumbuhan tercepat secara global dan menjadi tantangan besar bagi pelayanan kesehatan primer. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) diharapkan berkontribusi pada pengendalian glukosa darah melalui pendekatan edukasi, pemantauan, dan manajemen berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kadar gula darah puasa (GDP) antara pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang mengikuti Prolanis dan yang tidak mengikuti program tersebut di Puskesmas Ilangata. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 118 responden, terdiri atas 59 peserta Prolanis dan 59 non-Prolanis. Pemeriksaan GDP dilakukan setelah minimal delapan jam puasa. Data dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan kadar GDP antara kelompok Prolanis dan non-Prolanis (p < 0,001), dengan median GDP peserta Prolanis lebih rendah dibandingkan kelompok non-Prolanis. Temuan ini mengindikasikan bahwa keikutsertaan dalam Prolanis berpotensi berperan dalam pengendalian glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2.
The Effect of Centrifugation Test on the Physical Stability of Nanoemulsion Containing a Combination of Poloxamer 407, Tween 80, PEG 400, and DMSO Rani Orelia A. Unga; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Aprianto Paneo; La Ode Aman; Mohamad Adam Mustapa
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.272

Abstract

The development of nanoemulsion-based drug delivery systems has gained significant attention due to their ability to enhance drug solubility, stability, and therapeutic effectiveness. Optimizing the combination of surfactants, co-surfactants, and penetration enhancers is essential to produce a kinetically stable nanoemulsion system. This study aimed to formulate and evaluate the physical stability of nanoemulsions prepared using Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and dimethyl sulfoxide (DMSO), and to determine the optimal formulation based on physicochemical characteristics and accelerated stability testing. Four nanoemulsion formulations (F1–F4) were prepared with varying concentrations of surfactant and co-surfactant. The formulations were evaluated for organoleptic properties, emulsion type, pH, viscosity, and physical stability using a centrifugation test at speeds up to 8000 rpm to detect phase separation, flocculation, or coalescence. The results showed that all formulations were classified as oil-in-water (o/w) nanoemulsions. No phase separation was observed after centrifugation, indicating good physical stability. However, F1 and F2 appeared turbid, whereas F3 and F4 demonstrated better clarity and overall stability. The pH values ranged from 6.6 to 7.4, which are acceptable for topical application, and viscosity values ranged from 405 to 427 cPs, indicating suitable rheological properties for topical use. In conclusion, the combination of Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and DMSO successfully produced a kinetically stable nanoemulsion system. Among the tested formulations, F3 and F4 exhibited the most optimal characteristics and show strong potential for further development in pharmaceutical nanoemulsion formulations.
Formulation and Antioxidant Activity Test of Emulgel Extract of Guava (Psidium Guajava Linn.) Using DPPH (2,2-Diphenyl-1- Picrylhydrazyl) Methods Nurain Thomas; Mohamad Aprianto Paneo; Teti Sutriyati Tuloli; Angreni Ayuhastuti; Lutfia Nurfadila Arifin
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i1.291

Abstract

Plants that have the potential to contain antioxidants are guava leaves (Psidium guajava Linn.) which contain one of the compounds, flavonoids, which have antioxidant activity that can reduce free radicals. Emulgel has advantages such as thixotropic, easy to spread, easy to clean, does not leave stains, durable and can be a delivery system for hydrophobic and hydrophilic substances. This study aims to formulate guava leaf extract emulgel and determine antioxidant activity using DPPH method. This research began with guava leaf extraction and base optimization with varying concentrations of stearic acid as an emulsifier consisting of F1 8%, F2 10% and F3 12%. The base that meets the requirements of good physical stability is F2. F2 base was made into emulgel preparations with 3 variations of guava leaf extract concentration, namely F2a 1%, F2b 2% and F2b 3%. The three formulas were tested for physical stability including organoleptic test, emulsion type, pH test, spreadability, adhesiveness, viscosity test, and freeze thaw test as well as antioxidant activity test with DPPH method. The results of the physical stability test showed that the preparations F2a, F2b and F2c met the requirements. The IC50 value in each formulation has a different antioxidant activity value. F2a formulation is 123.59 ppm and F2b is 107.08 ppm which is classified as moderate antioxidant activity, while F2c is 61.74 ppm which is classified as strong antioxidant activity. Guava leaf extract emulgel formula, especially the second formula (F2c), has great potential to be considered by the pharmaceutical industry to be developed into antioxidant products because the results of the evaluation that have been carried out meet the requirements in terms of physical evaluation and potential antioxidant strong.
Evaluation of the Physical Stability of a Grape Seed Oil Nanoemulsion Base Using a Centrifugation Test Siti Ruqaiyah Lakoro; Teti Sutriyati Tuloli; Mohamad Aprianto Paneo; Robert Tungadi; Ariani H Hutuba
Jurnal Farmasi Teknologi Sediaan dan Kosmetika Vol. 3 No. 2 (2026): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jftsk.v3i2.302

Abstract

Nanoemulsions are nanometer-scale dispersion systems used as bases for pharmaceutical and cosmetic preparations because they can improve the solubilization and physical stability of lipophilic ingredients. This study evaluated the physical stability of a grape seed oil nanoemulsion base containing Tween 80, PEG 400, Poloxamer 407, and Transcutol HP using an accelerated centrifugation test. Four formulations with different surfactant and co-surfactant concentrations were prepared and centrifuged at 2,000, 4,000, 6,000, and 8,000 rpm. Homogeneity, clarity, turbidity, and phase separation were assessed visually after each treatment. All formulations remained homogeneous without visible phase separation at 2,000 and 4,000 rpm. At 6,000 rpm, several formulations showed increased turbidity but no phase separation. At 8,000 rpm, the formulations remained homogeneous and showed no visible phase separation. The stability of the system may be associated with Tween 80 reducing interfacial tension, PEG 400 and Transcutol HP supporting solubilization of the oil phase, and Poloxamer 407 providing steric stabilization. These results demonstrate satisfactory physical stability under the applied centrifugation conditions and support further evaluation through droplet-size analysis, polydispersity index, zeta potential, rheology, and long-term storage studies.
Profile of Antidepressant Use and Drug Interactions among Psychiatric Outpatients at RSUD Ainun Habibie Nabila Husnunnisa Ismail; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Mohamad Aprianto Paneo
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 6, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v6i1.1447

Abstract

Mental disorders are commonly treated with antidepressants, antipsychotics, or their combination. Although combination therapy may improve therapeutic outcomes, it also increases the risk of potential drug–drug interactions (DDIs), which can affect drug efficacy and safety. This study aimed to evaluate the prescribing profile of antidepressants and the potential DDIs among patients attending the Mental Health Outpatient Clinic at Ainun Habibie Hospital. A retrospective descriptive study was conducted using medical records. Patients were selected through purposive sampling, and 161 records met the inclusion criteria. Potential DDIs were identified and classified according to their mechanism and severity. Of the 161 medical records reviewed, 160 patients (99.38%) had at least one potential DDI. A total of 479 potential interactions were identified, including 116 (24.22%) pharmacokinetic and 364 (75.83%) pharmacodynamic interactions. Pharmacodynamic interactions consisted of 353 (73.54%) synergistic and 11 (2.29%) antagonistic effects. Based on severity, 106 (22.13%) interactions were classified as major, 371 (77.45%) as moderate, and 2 (0.42%) as minor. The most common potential DDIs were clozapine–fluoxetine (44 cases, 9.17%), Merlopam–Sandepril (42 cases, 8.75%), and trihexyphenidyl–risperidone (38 cases, 7.92%). Potential DDIs were highly prevalent among psychiatric outpatients, with pharmacodynamic interactions of moderate severity predominating. Routine medication review and monitoring are essential to reduce the risk of clinically significant DDIs and improve patient safety.
Kelayakan Fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo Mohamad Adam Mustapa; Mentari Abdul Latif; Nurhayati Kadir; Indah Siti Hardiyanti; Anwar Ibrahim; Teti Sutriyati Tuloli; Rathiana K. Abdussamad
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 4 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i4.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Gorontalo dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan standar Badan Gizi Nasional (BGN). Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik melalui kajian literatur dan analisis dokumen kebijakan dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan resmi BGN, pemerintah daerah, media nasional, serta hasil inspeksi lapangan periode September 2025–Mei 2026. Data dianalisis menggunakan teknik triangulasi sumber berdasarkan aspek infrastruktur, sanitasi, keamanan pangan, distribusi, dan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 89 SPPG yang beroperasi di Provinsi Gorontalo, sebanyak 11 unit di Kota Gorontalo masih berstatus suspensi akibat belum memenuhi standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta ditemukannya pelanggaran keamanan pangan, seperti makanan berjamur, pengelolaan bahan baku yang tidak memenuhi standar, dan keterbatasan armada distribusi. Sebaliknya, SPPG Hutuo telah memenuhi sebagian besar standar BGN sehingga dapat dijadikan model pengelolaan fasilitas MBG. Program MBG telah menjangkau sekitar 131.679 penerima manfaat dan menyerap sekitar 3.780 tenaga kerja. Disimpulkan bahwa kelayakan fasilitas SPPG di Kota Gorontalo masih memerlukan peningkatan terutama pada aspek sanitasi, keamanan pangan, kapasitas distribusi, dan pengawasan operasional agar pelaksanaan Program MBG dapat berlangsung secara efektif, aman, dan berkelanjutan.
Studi Farmakovigilance Obat Herbal Di Kelurahan Tangikiki Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Dengan Metode Naranjo Teti Sutriyati Tuloli; nurain Thomas; Dizky Ramadhani Putri Papeo; Wiwit Zuriati Uno; Putri Fauzia Datunsolang
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.239

Abstract

Obat tradisional sering kali dihubungkan dengan kepercayaan, tradisi, dan nilai-nilai budaya yang sudah turun-temurun dan untuk menyembuhkan penyakit dengan menggunakan ramuan-ramuan dengan bahan dasar dari tumbuh-tumbuhan dan segala sesuatu yang berada di alam. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya ADRs terhadap penggunaan obat herbal masyarakat di kelurahan tanggikiki kecamatan sipatana kota gorontalo dengan metode naranjo. Metode penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan Naranjo. Hasil Penelitian dari data karakteristik usia mayoritas umur 31-50 tahun 37 (38,1%), jenis kelamin mayoritas perempuan 64 (66%), status pendidikan mayoritas SMU/SMK 49 (50,5%), status pekerjaan mayoritas Ibu Rumah Tangga 44 (45,4%), Masyarakat mayoritas menggunakan obat herbal < 1 tahun 61 (62,9%), sumber informasi obat herbal dari keluarga 62 (63,9%), mayoritas masyarakat meracik sendiri obat herbal 51 (52,6%), mayoritas obat herbal direbus sebanyak 47 (48,5%) dan variasi penggunaan obat herbal 1 kali sehari sebanyak 48 (49,5%). Dari analisis kausalitas menggunakan algoritma Naranjo diketahui bahwa pasien yang menggunakan obat herbal pada kejadian ADRs sebanyak 6 subyek dengan kategori probable sebanyak 2 orang, kategori definite sebanyak 3 orang, dan kategori possible sebanyak 1 orang.
Pengaruh Leaflet Terhadap Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Penggunaan Amoxicillin/Ampicillin di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo Madania; Teti Sutriyati Tuloli; Nur Rasdianah; Multiani S. Latif; Chindy Marcela Mooduto
Journal of Community and Clinical Pharmacy Vol. 3 No. 2 (2026): Vol.3, No.2, 2026
Publisher : Jurnal Literasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70075/jccp.v3i2.241

Abstract

Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia. Resistensi antibiotik mengakibatkan bakteri tidak merespon obat yang akan membunuhnya. Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan antibiotik dalam mengobati penyakit infeksi pada manusia. Salah satu upaya mengurangi angka resistensi antibiotik yaitu dengan cara memberikan informasi melalui suatu media. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat dalam penggunaan amoxicillin/ampicillin di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo. Metode yang digunakan yaitu quasi eksperimental dengan bentuk one group pre test-post test. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan dengan jumlah sampel sebanyak 266 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan media leaflet tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori kurang (24,10%), cukup (40,20%), dan baik (35,70%). Setelah diberikan media leaflet tingkat pengetahuan masyarakat dalam kategori cukup (25,60%) dan baik (74,40), yang artinya terdapat pengaruh media leaflet terhadap tingkat pengetahuan masyarakat di Desa Hutada’a Kecamatan Talaga Jaya Kabupaten Gorontalo (p<0,05).
Co-Authors A Muthi Andi Suryadi Abdulkadir, Widi Susanti Adam Mustapa, Muhammad AinunSusanto, Iffanda Nur Akuba, Juliyanti Alamri, fahira rais Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andi Makkulawu Andi Nabirah Asriastuti Anggai, Rifka Anggraini Anggraini, Diva Nur Angreni Ayuhastuti Anwar Ibrahim Ariani H. Hutuba Ariani H. Hutuba Asriana Basrudin Astuti, Karunita Ika Bahtiar, Safitri Bakululu, Lesmiyati bangol, asnia asnia Cecy Rahma Karim Chindy Fachriany Chindy Marcela Mooduto Datu, Novanza L.M.N Datu, Yunita Derina Dwifrila Ridhani Gubali Devie Ariany Daud Divia Handayani Mudjidu Dizky Ramadhani Putri Papeo Djayadi Azis Djuarno, Endah Nurrohwintah Dwi Eka Putri Nusu dwi pratiwi, susi Endah Nurrohwinta Djuwarno Ervan Djafar Evania P. Tuli Faradila Ratu Cindana Faramita Hiola Fika Nuzul Ramadhani Gledys Puti Hamzah, Alifiah Ramawaty Herlina Jusuf Hidayat Ahmad Hiola, Faramita Hutuba, Ariani Igirisa, Fitriwiah Indah Pramesty Gobel Indah Siti Hardiyanti Jihan Indriatawati Julianti, Natasya Melly Julianty Akuba Jumantrin, Nur Fitriah Kujiman, Kerin Vivian La Ode Aman Lairi, Nurain Lamalani, Alia Nur Larastiyas Pulukadang LATIF, MULTIANI S Latif, Multiani S. Lisa Efriani Puluhulawa Lutfia Nurfadila Arifin Madania, Madania Maghfiroh, Adinda Nur Mahdalena Sy Pakaya Makkulawu, Andi Manno, Mohamad Reski Manno, Mohammad Reski Margaretha Solang Marsela Idrus Mohamad MAYANG, NURUL HANDAYANTI Mentari Abdul Latif Moh. Rivai Nakoe Mohamad Adam Mustapa Mohamad Aprianto Paneo Mohamad Reski Manno Mohamad Tahir Palowa Mo’o, Faradila Ratu Cindana Muhammad Ridho Jasin Muhammad Taupik Multiani S Latif Musawir, Sadam Mutia Alamri Nabila Husnunnisa Ismail Najmiyah S. Tuti Nanda Putri Israhwati Tuna Nensy Toban Rombe Nikmasari Pakaya Nur Ain Thomas Nur Rasdianah Nurain Abdullah Nurain Thomas Nurchamidin Gobel Nurhayati Kadir Nurkamiden, Sri Devi Maharani Nurtirsya Aprilyani M. Tantu Otoluwa, Siti Zahra Pakaya, Adela pakaya, Handriansyah Pakaya, Lutfiah Palowa, Mohamad Tahir Panu, Karmila Papeo, Dizky Ramadani Putr Papeo, Dizky Ramadani Putri Papeo, Dizky Ramadhani Putri Paputunngan, Mitha Puce, Faradilla Puhi, Melly Agustin Is Puluhulawa, Lisa Efriani Putri Fauzia Datunsolang Putri Kartika Adhilia Kahar R. Moko, Delviyanti Rahmayani, Siti Farah Rani Orelia A. Unga Rasdiana, Nur Rasdianah, Nur Rasdianah Rathiana K. Abdussamad Rauf, Shalwa Azahrah Reski Manno, Mohamad Ridya Patricia Rivanda Ratoe Rita Bambang Robert Tungadi Sabrina, Putri Salvarinho Binsasi Sapiun, Zulfiayu Sarinah Basri K Selong, Siti Ruwaida D. Siti Fauziah Kadullah Siti Marhamah Siti Rakhmatia Paramita Th. Kum Siti Ruqaiyah Lakoro Sitti Rahmawaty Sisilia Mursidi Sri Noviani Tolulu Sumaga, Khairunnisa Alya Sunarto Kadir Sunarto Kadir Susilawaty Mantulangi Suswanti Tahir, Sry Megawaty Tesalonika Tudja Tri Bella Angraini Suwandi Tudja, Tesalonika tuna, nindiyani Usuli, Tirta Chanisa Vivien Novarina A. Kasim Widi Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widy Susanti Abdulkadir Widysusanti Abdulkadir Wiwit Zuriati Uno Yahya, Fiantika Ambadar Yusuf, Wahyuni Adrian Zulkifli B Pomalango