Claim Missing Document
Check
Articles

Diversity and Structure of Insect Communities in Rice Paddy Ecosystems in Tanah Miring District Merauke Regency Gora Guratmana; Jefri Sembiring; Johana Anike Mendes; Anwar Anwar; Mani Yusuf; Rizki Al Khairi Barus
JURNAL AGRIMENT Vol. 11 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/jurnalagriment.v11i1.3865

Abstract

The objective of this study was to analyze insect diversity and community structure in rice plants across three ecosystem types: rice fields bordering forests, swamps, and settlements. The study was conducted from April to July 2025 in Tanah Miring District, Merauke Regency, South Papua Province. At each location, five observation plots measuring 5 × 5 m² were established. Sampling was carried out using the sweep net method during the vegetative and generative growth stages of rice. Data were analyzed using the Shannon–Wiener diversity index (H’), evenness index (E), and dominance index (C). The results showed that insect communities were dominated by pest groups across all ecosystem types. Rice fields bordering forests exhibited the highest insect abundance and natural enemy populations, while swamp-adjacent ecosystems showed lower abundance but more even distribution of individuals, indicating relatively stable community conditions. In contrast, ecosystems bordering settlements were strongly dominated by pests, particularly the family Cicadellidae, reflecting ecological imbalance due to environmental pressure, agricultural intensification, and pesticide use. The diversity index was moderate (H’ = 1.98–2.41), evenness was high (E = 0.73–0.91), and dominance was low to moderate (C = 0.14–0.24), indicating relatively stable community conditions.Varietal differences revealed that Cigelis and Agritan tended to have higher pest populations, whereas Inpari 32 and Inpari 42 exhibited a more balanced community structure. Landscape factors play a crucial role in shaping insect communities; therefore, ecologically based integrated pest management is essential to maintain the sustainability of rice agroecosystems.
Drone-assisted deep learning weed detection for sustainable agriculture and environmental resilience Agustan Latif; Handaru Jati; Herman Dwi Surjono; Mani Yusuf
IAES International Journal of Artificial Intelligence (IJ-AI) Vol 15, No 2: April 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijai.v15.i2.pp1428-1440

Abstract

Effective weed detection plays a crucial role in sustainable agriculture, boosting crop productivity and supporting environmental conservation. This study compares three deep learning models—YOLOv5, YOLO-NAS, and mask region-based convolutional neural network (Mask R-CNN)-against traditional methods in terms of accuracy, processing speed, and adaptability in tropical agricultural conditions, with Merauke, Indonesia, as the case study. The results show that YOLO-NAS delivers the highest accuracy at 96% with a processing time of 25 ms per image, making it suitable for high precision applications. YOLOv5 balances strong accuracy (94%) with faster processing at 12 ms per image, establishing it as the most effective for real time scenarios. Mask R-CNN also achieves 94% accuracy and provides advanced segmentation capabilities, but its slower processing speed of 31 ms limits large-scale implementation. Traditional methods perform poorly in comparison, with only 85% accuracy and processing time above 50 ms per image. These findings highlight the transformative potential of artificial intelligence (AI)-based weed detection for precision agriculture, particularly in tropical regions like Merauke. Adoption of models such as YOLOv5 reduces manual labor dependence while advancing efficient, eco-friendly weed management. Future research should expand datasets and explore newer models like YOLOv8, YOLO-NAS, vision transformers (ViTs), and hybrid approaches.
UJI MEDIA ALTERNATIF PENGGANTI PDA PADA PERBANYAKAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGENSI HAYATI Ade Kurniawan; Mani Yusuf; Jefri Sembiring; Anwar
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 21 No 3 (2025): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v21i3.12869

Abstract

Keterbatasan media tumbuh bakteri dan cendawan merupakan kendala utama dalam penelitian dan pengembangan mikroba di Kabupaten Merauke khususnya pengembangan mikroba potensial untuk peningkatan produksi dan pengendalian hayati. Oleh karena itu digunakan media alternatif yang berasal dari sumber hayati lokal dengan kandungan nutrisi yang sama dan bahkan lebih tinggi serta bernilai ekonomis dibandingkan dengan media PDA. Media alternatif berasal dari bahan jagung, gembili, singkong, keladi, ubi jalar,dan pisang yang mudah ditemui di Merauke, sedangkan media kontrol yakni media PDA berbahan baku kentang. Penelitian ini ditujukan untuk membandingkan parameter media dan hasil pertumbuhan Trichoderma dari media alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan media yaitu PDA (M1), jagung manis (M2), gembili (M3), ubi jalar (M4), keladi (M5), singkong (M6) dan pisang (M7). Setiap perlakuan terdiri atas 3 kali ulangan. Variabel yang diamati yaitu pH media, kekerasan media, diameter koloni dan kepadatan konidia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik media berupa pH masih dalam batas kemampuan tumbuh Trichoderma yakni pH tertinggi 6,2 pada media singkong, gembili, dan ubi jalar dan terendah denagan nilai pH 4,9 pada media pisang. Lama pengerasan media dengan waktu tercepat didapatkan pada media PDA, jagung, dan gembili pada menit ke 27 sedangkan terlama pada media pisang dengan lama waktu 46 menit. Sedangkan dari hasil inokulasi Trichoderma didapatkan luasan pertumbuhan miselium tercepat pada hari ketujuh pada media jagung, gembili, singkong, dan keladi sedangkan kerapatan konidia tertinggi dihasilkan pada media PDA dengan nilai 6,8x108 konidia/mg dan terendah pada media pisang dengan nilai 1,6x108 konidia/mg.
Artikel Reviu: Dampak Salinitas pada Kesuburan Tanah serta Respons Fisiologi Tanaman Mani Yusuf; Maya Sari Rupang; Jefri Sembiring; Anwar Anwar; Nurhening Yuni Ekowati; Yosehi Mekiuw; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Agroteknika Vol 9 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i1.555

Abstract

Produktivitas tanaman menurun akibat pengaruh cekaman abiotik, terutama salinitas. Salinitas menimbulkan gangguan fisiologis dan biokimia pada tanaman, termasuk perubahan pada fotosintesis, penyerapan air, serta respirasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pengaruh salinitas terhadap kesuburan tanah dan respon fisiologis tanaman. Kajian dilakukan melalui pendekatan literatur reviu terhadap 51 referensi yang terdiri dari jurnal internasional, prosiding, dan buku yang dianalisis secara deskriptif kualitatif dalam bentuk artikel reviu. Hasil kajian menunjukkan bahwa peningkatan kadar garam di tanah menyebabkan kerusakan struktur tanah, menurunkan konduktivitas hidrolik, mengganggu ketersediaan hara, dan menekan aktivitas mikroba tanah. Secara fisiologis, salinitas menurunkan rasio K⁺/Na⁺, menghambat fotosintesis, mengurangi penyerapan air, serta memicu pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang merusak sel tanaman. Pada fase perkecambahan, salinitas menurunkan laju respirasi melalui penghambatan glikolisis dan aktivitas enzim-enzim kunci seperti heksokinase (HK), fosfofruktokinase (PFK), dan piruvat kinase (PK). Sementara itu, pada fase vegetatif dan generatif, gangguan respirasi meluas ke tingkat mitokondria melalui penurunan efisiensi rantai transpor elektron, sintesis ATP, dan peningkatan ROS. Secara keseluruhan, salinitas terbukti menurunkan kesuburan tanah dan efisiensi metabolisme tanaman, yang berimplikasi langsung terhadap penurunan pertumbuhan dan hasil.
Edukasi Kebun Sehat untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Transmigrasi di Kampung Jaya Makmur Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Nurhening Yuni Ekowati; Anwar Anwar; Jefri Sembiring Sembiring; Abdul Rizal; Fredy Fredy; Adrianus Adrianus; Maya Sari Rupang Rupang; Riez Kifli Kolewora; Suarni S
Lebah Vol. 19 No. 4 (2026): Maret: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelompok TK-PPEG Mekar Jaya merupakan salah satu kelompok masyarakat yang mengelola ekosistem gambut di Kampung Jaya Makmur. Kelompok ini dibentuk sejak tahun 2024 dan telah melaksanakan berbagai jenis kegiatan budidaya tanaman baik tanaman jagung, padi, kacang tanah maupun tanaman lainnya dengan tanam monokultur. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampung Jaya Makmur pada bulan Tanggal 22 September - 22 November 2025 dengan peserta 2o orang. Tahapan kegiatan ini yakni 1) Sosilalisasi awal kegiatan, 2) Penyuluhan tentang Penerapan Inovasi Kebun Sehat Berbasis Zero Waste Plus, 3) Pendampingan Budidaya Tanaman Sayur dan Obat” dengan Desain Arsitektur Pertanaman, 4) Pelatihan Manajemen Pemasaran Tanaman Sayuran dan Obat Organik, 5) Monitoring dan Evaluasi Program. Kegiatan ini melibatkan mitra secara aktif baik dalam kegiatan penyuluhan dan demonstrasi pelaksanaan program. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menerapkan kebun sehat berbasis zero waste plus serta mampu meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya kelompok TK-PPEG Mekar Jaya di Kampung Jaya Makmur dengan rata-rata peningkatan sebesar 40% dibandingkan sebelum kegiatan dilaksanakan.
Pelatihan Perbanyakan Mikroorganisme pada Kelompok Tani di Distrik Semangga Kabupaten Merauke Abdullah Sarijan; Untari Untari; Edy H.P Melmambessy; David Oscar Simatupang; Adrianus Adrianus; Mega Ayu Yusuf; Anwar Anwar; Ade Kurniawan; Jefri Sembiring; Mani Yusuf; Hasianna Darmawati Samosir
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira, April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1807

Abstract

This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer groups in Semangga District, Merauke Regency in propagating microorganisms as biological agents in agriculture. The program was motivated by farmers’ high dependence on chemical fertilizers and pesticides, which negatively affect soil quality and the environment. The methods included laboratory-based microorganism propagation, interactive lectures, simulation practices, and group discussions and reflections. The results indicated increased farmers’ understanding of the roles and benefits of microorganisms such as Trichoderma sp. and Bacillus sp., as well as their ability to propagate them independently. The application of this technology has the potential to reduce chemical inputs, lower production costs, and improve soil fertility sustainably. This activity is important as a model for empowering farmers through environmentally friendly biological technology.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.
Pemanfaatan Pekarangan Berbasis Ember Herba SEKULEJA (Serai, Kunyit, Lengkuas, Jahe) dan Biopori pada Kelompok Tani Orang Asli Papua Anwar Anwar; Ade Yuni Sahruni; Parjono Parjono; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v5i1.211

Abstract

Pemanfaatan pekarangan pada Kelompok Tani Musamus di Kampung Yanggandur belum optimal, terutama untuk budidaya tanaman herba dan pengelolaan limbah organik rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan menerapkan model pemanfaatan pekarangan berbasis Ember Herba SEKULEJA dan biopori sekaligus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya tanaman serta pengelolaan limbah organik. Kegiatan dilaksanakan selama lima bulan pada tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif melalui survei awal, sosialisasi, pembagian brosur, demonstrasi, praktik langsung, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Teknologi diterapkan menggunakan ember 35 liter, pipa PVC 4 inci sebagai komponen biopori, rak sederhana, media tanam berbasis sumber daya lokal, serta tanaman serai, kunyit, lengkuas, dan jahe. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya 150 unit Ember Herba Biopori SEKULEJA dengan 600 tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman pangan, rempah, dan herbal. Penerapan teknologi juga mengubah pekarangan yang sebelumnya belum tertata menjadi ruang budidaya yang lebih produktif sekaligus menyediakan sarana pemanfaatan limbah organik rumah tangga. Keterlibatan mitra dalam praktik pembuatan, penanaman, pemeliharaan, dan pengelolaan biopori meningkatkan kapasitas teknis serta mendukung kemampuan pengelolaan secara mandiri. Model ini berpotensi dikembangkan melalui pemeliharaan rutin, perbanyakan bibit, penambahan unit, dan replikasi pada pekarangan masyarakat lainnya. Integrasi Ember Herba SEKULEJA dan biopori dapat menjadi teknologi tepat guna yang sederhana, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan produktivitas pekarangan serta kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya lokal.
SINERGITAS PUPUK HAYATI  BIOFRESH PLUS DAN DOSIS PUPUK ANORGANIK NPK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BEBERAPA VARIETAS KEDELAI (Glycine max L. Merrill) DI TANAH ULTISOL Anwar Anwar; Andi Khaeruni; Vit Neru Satrah; Tri Endrawati; Mani Yusuf; Wa Ode Asryanti Wida Malesi
Viabel : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pertanian Vol 19 No 2 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Islam Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/r9g9kv06

Abstract

National soybean demand reaches 2.3 million tons per year, but domestic production is only around 800,000–900,000 tons with farmer productivity of 0.6–2.0 tons/ha, still below the potential of 2–3 tons/ha. Low yields are primarily influenced by inappropriate fertilization techniques, especially since most land in Southeast Sulawesi is nutrient-poor Ultisol. Productivity can be increased through a combination of biofertilizers, balanced inorganic fertilizers, and superior varieties. The effectiveness of biofertilizers is optimal when supported by local organic materials such as manure or agricultural waste, for example through the application of Biofresh. The purpose of this study was to determine the synergistic effect of Biofresh Plus biofertilizer and NPK inorganic fertilizer dosages on the productivity of several soybean varieties in Ultisol land. The research design used a split-plot design with the main factor being soybean varieties (Argomulyo, Anjasmoro, Dering-1, and Dena-1), and subplot factors in the form of fertilizer combinations: A1 (Biofresh + bokashi), A2 (Biofresh + bokashi + 25% NPK), A3 (Biofresh + bokashi + 50% NPK), and A4 (100% NPK). The treatment was repeated three times, resulting in 48 treatment units. The observed variables included the number of productive branches, the number of pods per plant, the weight of seeds per plant, the weight of 100 seeds, and the yield (ton ha⁻¹). The results showed that the synergy of biofresh, bokashi, and inorganic NPK fertilizers on various soybean varieties significantly affected the number of productive branches, the number of pods, the weight of seeds per plant, and the yield per hectare. The Dering-1 (Q3A3) variety treated with Biofresh, bokashi, and 50% of the recommended NPK dose provided the highest productivity, namely 2.40 tons ha⁻¹. Keywords: Plant Productivity, Soybeans Varieties, Biofresh, NPK, Ultisol
Co-Authors A Anwar Abdul Madiki Abdul Rizal Abdul Rizal Abdul Rizal, Abdul Abdullah Sarijan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Kurniawan Ade Yuni Sahruni Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Adrianus Aprilius Adryani Moento, Paul Agustan Latif Amelia Agustina Limbongan, Amelia Agustina Amelia Limbongan Amin Mbusanggo Aminuddin Mane Kandari, Aminuddin Mane Andi Awaluddin Andi Awaluddin Andi Khaeruni Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Anwar Apri Irianto Apri Irianto Barus, Rizki Al Khairi Daud Andang Passali David Laiyan David Oscar Simatupang Dewanto Talubun Diana Sri Susanti Diana Susanti EDY H.P. MELMAMBESSY Eka Febrianti Ekowati, N. Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Ekowati, Nurhening Yuni Endrawati, Tri Fajar Islam Febri Nur Pramudya, Febri Nur Fredy Fredy Fredy Fredy Gora Guratmana Gusti Ayu Kade Sutariati Haerudin Tao Handaru Jati Hasianna Darmawati Samosir Hasriati Hasriati Herman Dwi Surjono Heru Nugroho Hijria Hijria Hutabarat, Desmina Kristiani I Kadek Pande Prasetia W Irba Djaja Irba Djaja, Irba Irine Ike Praptiwi, Irine Ike J Panga, Nurhaya Jalal, Nur Jefri Sembiring Jefri Sembiring Sembiring Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes Johana Anike Mendes, Johana Anike Johana Mendes Kusumah, Rangga La Harudin La Karimuna La Malesi LA MUDI, LA Laode Muhammad Harjoni Kilowasid Lilik Sumaryanti Malesi, Wa Ode Asriyanti Wida Mariana Lusia Resubun Mariana Resubun Maya Sari Rupang Maya Sari Rupang Rupang Mega Ayu Yusuf Mendes, J. Anike Mendes, Johana Moento, Paul Adryani MUKRIMIN MUKRIMIN Musdalifah, Nurul N Y Ekowati Natsir Sandiah Nina Maksimiliana Ginting Nini Mila Rahni Nini Mila Rahni Nongtit, Nikodemus Novita Pramahsari Putri Nurcholis Nurcholis Nurcholis Nurcholis Nurhaya Panga Nurhening Yuni Ekowati Nurhening Yuni Ekowati Nurul Musdalifah Parjono Parjono Parjono, Parjono Passali, Daud A Pongkendek, Jesi Jecsen Prisca Rosumbre Purwanto, Aldi R Kusumah Rachmawati Hasid Rachmi Hariaty Hasan Rasul Mandia Reny Sianturi Resman Resman Resubun, Mariana Resubun, Mariana Lusia Rian Arini Rian Arini Riez Kifli Kolewora Riez Kifli Kolewora Rizal , Abdul Rizki Al Khairi Barus Rizki Al Khairi Barus Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti Rosmala Widijastuti, Rosmala Rupang, Maya Sari Rusmini Sajriawati Sarawa, Sarawa Sarawan, Devida Sarijan, Abdullah - SITTI LEOMO Sitti Leomo Suarni S Sulle, V. Yanti Suriani, Wa Ode Suwarjono Suwarjono Suwarjono Syaiful Nugraha Timba, Yohanes Onaltus Tresjia C Rakian Tresjia C Rakian Tresjia Corina Rakian Tresjia Corina Rakian TRESJIA CORINA RAKIAN Tri Endrawati Untari Untari Vit Neru Satrah Waode Nuraida Waode Nuraida Waode Nuraida Wida, Wa Ode Asryanti Widiastuti, Maria MD Yosefina Mangera Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw Yosehi Mekiuw, Yosehi Yus Witdarko, Yus Zahrima Zahrima