Articles
Perbandingan Tool Forensik pada Mozilla Firefox Private Mode Menggunakan Metode NIST
Sarjimin Sarjimin;
Herman Herman;
Anton Yudhana
Jurnal Algoritma Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Algoritma
Publisher : Institut Teknologi Garut
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (513.828 KB)
|
DOI: 10.33364/algoritma/v.18-1.873
Linux Operating System which is distributed as open source makes it an operating system that can be distributed massively by many companies. Linux-based PCs / Notebooks and smart devices are increasingly in demand by users because the distribution process is free of charge. Providing internet browsing services to users privately and leaving no digital footprint is one of the efforts made by the web browser as an effort to innovate the web browser to get as many service users as possible. The private mode web browser forensic investigation method is necessary to become a reference in conducting forensic cases / incidents of crime involving private browsing services. There are many tools that can be used to perform live forensics and data analysis. This research success to reveal that the private browsing service provided by Mozilla Firefox is not completely private. Digital artifacts can still be found in RAM and analyzed using a variety of forensic tools, Autopsy tools success to acquired 83% of web browser log. The results of these investigative artifacts can serve as a starting point for investigators in law enforcement to look for other suspects and explore a case that involves many parties.
Forensik Mobile pada Layanan Media Sosial LinkedIn
Imam Riadi;
Anton Yudhana;
Mushab Al Barra
JISKA (Jurnal Informatika Sunan Kalijaga) Vol. 6 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.46 KB)
|
DOI: 10.14421/jiska.2021.61-02
The research explores mobile forensic on LinkedIn social media. Forensic mobile finds digital evidence of job hoax cases in LinkedIn, investigation using the NIST (National Institute of Standard and Technology) method. Data collection techniques using Andriller tools in investigations. Data examination using tools Root Browser, Autopsy in the forensic process. data analysis using tools MOBILedit in the forensic process. The investigation found digital evidence of log activity, a status update on LinkedIn. Other results found in the investigation are 17 WiFi password, 117 download history, 263 phone calls, 1 file deleted, 1 file hidden, and 1 file raised, the research has reached the expected target.
Alat Deteksi Detak Jantung Pada Atlet Maraton Menggunakan Raspberry Pi 3B
Muhammad Irfan Pure;
Alfian Ma'arif;
Anton Yudhana
JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional) Vol 7, No 2 (2021): JTEV (Jurnal Teknik Elektro dan Vokasional)
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.992 KB)
|
DOI: 10.24036/jtev.v7i2.113526
Jantung adalah organ vital manusia yang berperan penting dalam kehidupan seseorang. Jantung berfungsi untuk memompa darah keseluruh tubuh melalui pembuluh darah. Pada ajang lari maraton, pelari terlatih detak jantungnya dapat naik hingga 170-180 bpm, sementara detak jantung pelari yang kurang terlatih dapat meningkat ke angka 200 bpm. Hal ini dikarenakan jantung memompa darah yang mengandung oksigen ke seluruh tubuh lebih cepat saat tubuh membutuhkan banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Jantung yang bekerja melebihi batas normalnya akan menyebabkan sakit jantung yang berakibat fatal hingga dapat menyebabkan kematian. Pada penelitian ini penulis membuat alat deteksi detak jantung pada atlet maraton untuk dijadikan sebagai indikasi dalam mengukur kondisi kesehatannya. Sistem yang dirancang menggunakan Raspberry Pi 3B sebagai pemrosesannya dan sensor MAX30102 yang bekerja menggunakan prinsip Photoplethysmography yaitu metode non-invasive untuk mengukur detak jantung dan saturasi oksigen dengan cara mendeteksi volume aliran darah di dalam nadi yang berada sangat dekat dengan kulit.
Metode Look-Up Table Pada Tampilan Jadwal Waktu Sholat Digital
Anton Yudhana;
Abdul Fadlil;
Safiq Rosad
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 1 (2019): Techno Volume 20 No.1 April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v20i1.3541
Penampil waktu yang menandakan informasi masuknya waktu sholat sering dijumpai di tempat-tempat peribadatan Umat Islam, sebagian besar masjid-masjid saat ini sudah memakai jadwal sholat digital. Namun sering ditemukan waktu sholat yang tertampil tidaklah diperuntukkan untuk daerah tersebut, sehingga kadang mempunyai selisih waktu yang cukup jauh dengan awal waktu sholat sesungguhnya, Hal ini dimungkinkan perbedaan metode dalam menentukan waktu sholat. Dalam penelitian ini,dibuat perangkat yang dapat menampilkan jadwal waktu sholat secara elektronikdengan metode Look-Up Table,metode ini lebih banyak mempunyai alternatif nilai yang didapat dengan menggantikan proses waktu perhitungan dengan operasi pengindeksan arrayyang lebih sederhana. Perangkat keras dibangun berbasis mikrokontroller AT89S52 dengan penanaman nilai jadwal sholat ke EEPROM dan menentukan tata letak alamat memori dari setiap data waktu sholat yang akan dimasukkan. Tampilan LED yang tersusun menjadi 7-segment berupa penanda waktu Jam, Menit, Tanggal, Bulan dan Tahun dengan sumber data waktu berasal dari RTC. Sedangkan sumber data waktu sholat Shubuh, Syuruq, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ berasal dari tabel data waktu sholat pada EEPROM. Hasil yang didapatkan adalah kecepatan dalam mendapatkan data waktu sholat dan keakuratan yang sesuai dengan sumber data jadwal sholat yang digunakan.
Perbandingan Metode Technique For Order By Similarity To Ideal Solution (Topsis) Dan A New Additive Ratio Assessmen (Aras) Dalam Penerapan Customer Relationship Management (CRM) Pada Kl Lazismu
Syinta Brata;
Anton Yudhana;
Herman Herman
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 22, No 2 (2021): Techno Volume 22 No.2 Oktober 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v22i2.8994
Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang mampu, Bagi Muzzaki, zakat berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan dan mensucikan harta serta dapat menumbuhkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap kaum miskin. Sedangkan bagi Mustahik, zakat dapat melepaskan mereka dari jerat kemiskinan menuju pada kehidupan yang lebih sejahtera. Data Pusat kajian Strategis Badan Amil Zakat menunjukkan serapan zakat di Indonesia masih rendah. Pada 2016, tercatat zakat masuk Rp 5 triliun. Jumlah ini hanya 1 persen dari potensi zakat di Indonesia sebesar Rp 217 triliun. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa potensi zakat di Indonesia belum dapat terserap dengan maksimal. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat seputar Lembaga Amil Zakat. Menjalin hubungan yang baik dan menciptakan pelayanan yang berkualitas dengan Muzzaki merupakan cara yang ditempuh untuk menarik minat para Muzzaki untuk mempercayakan zakat kepada Lembaga tersebut. Hal tersebut mendorong peneliti membuat Sistem Informasi dan melakukan perbandingan metode yang digunakan dalam penlitian ini agar mengetahui kepuasan Muzzaki terhadap layanan yang diberikan serta melakukan perbandingan metode yaitu TOPSIS dan ARAS. dari kedua metode yang digunakan dalam peneiltian ini memelikiki tingkat kepuasan yang berbeda, metode TOPSIS mendapatkan nilai 1 pada pilihan jawaban sangat puas di informasi zakat dan bangunan, dan nilai 1 pada pilihan puas untuk informasi zakat sedangkan menggunakan metode ARAS mendapatkan nilai 1 pada pilihan sangat puas di informasi zakat dan bangunan dan nilai 1 untuk pilihan Puas pada informasi zakat. Berdasarkan hal tersebut, perhitungan dari kedua metode yang digunakan dalam penelitian ini mendapatkan hasil yang diharapkankan oleh peneliti dan dapat disimpulkan para Muzzaki puas terhadap layanan yang diberikan oleh pengurus Kantor Layanan Lazismu Gamping serta hal tersebut diharapkan menumbuhkan hubungan baik antara Muzzaki dengan pengurus Kantor layanan Lazismu Gamping sehingga memungkinkan ada Muzzaki baru yang akan menyalurkan zakatnya ke Kantor Layanan Lazismu Gamping.
Analisis Live Forensics Aplikasi Media Sosial Pada Browser Menggunakan Metode Digital Forensics Research Workshop (DFRWS)
Anton Yudhana;
Imam Riadi;
Ikhsan Zuhriyanto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 2 (2019): Techno Volume 20 No.2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30595/techno.v20i2.4594
Perkembangan pada era teknologi informasi saat ini semakin pesat dan telah menimbulkan berbagai dampak positif dan juga negatif. Salah satu dampak positif yang dapat diambil dari perkembangan teknologi informasi adalah masyarakat lebih mudah dalam mengakses dan menggunakan informasi, serta lebih mudah berkomunikasi dengan masyarakat lainnya di belahan dunia manapun, disamping itu dampak negatifnya adalah tidak terkontrolnya sikap masyarakat dalam menggunakan aplikas-aplikasi yang dimiliki, sehingga menimbulkan suatu tindak kejahatan di dunia maya (cyber crime). Salah satu aplikasi sosial media yang banyak digunakan adalah aplikasi Twitter, namun belakangan ini aplikasi Twitter menjadi salah satu aplikasi sosial media yang digunakan untuk melakukan ujaran kebencian, pencemaran nama baik dan tindak kejahatan lainnya.Indikasi adanya kejahatan digital tersebut dapat dibuktikan dengan suatu metode forensik salah satunya Digital Forensics Research Workshop (DFRWS) dimana tahapan forensic ini meliputi identification, preservation, collection, examination, analysis dan presentation dalam menemukan bukti digital tindak kejahatan.
Integration of AHP and TOPSIS Methods for Small and Medium Industries Development Decision Making
Anton Yudhana;
Rusdi Umar;
Aldi Bastiatul Fawait Fawait
Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol 6 No 5 (2022): Oktober 2022
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (898.876 KB)
|
DOI: 10.29207/resti.v6i5.4223
Financial problems are one of the reasons why small and medium-sized industries (SMIs) in West Kutai have not developed optimally. Government assistance programs are one of the solutions. This program must be appropriate, so a decision-making tool is needed to help choose the right SMIs to be assisted later. The weight of the criteria was determined using the Analytical Hierarchy Process (AHP) technique, and the priority of the SMIs as the preferred proposal for the recipients of development assistance was determined using the Technique for Other Reference by Similarly to Ideal Solution (TOPSIS) approach. Labor, investment, production capacity, production value, and raw materials were used to determine the priorities of SMIs beneficiaries. Furthermore, TOPSIS prioritizes the development of alternative small and medium-sized industries with types of handicraft commodities. Integration of AHP and TOPSIS methods has been successfully used in the IKM Development Priority Determination Application, with 83.3% precision and 96.4% accuracy achieved by using a confusion matrix so that the IKM ranking can be known. The results of the study found that integration of the two methods was successfully used for Small and Medium Industries Development Decision Making.
Pengembangan Layanan Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Menggunakan Algoritma Naïve Bayes
Anton Yudhana;
Imam Riadi;
M Rosyidi Djou
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : STMIK Budi Darma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30865/jurikom.v9i4.4515
The “pick-up ball service” program or commonly called mobile services is a form of developing services for the Population and Civil Registration Service (disdukcapil), especially Alor NTT Regency, which aims to reach people who have difficulty getting services due to various obstacles, including due to long distances and difficult access to service centers. Disdukcapil is an implementing agency in the district that is obliged to ensure that all residents, both Indonesians and foreigners, are recorded in the population database, have a NIK, and population documents. In its implementation, not all villages can be served due to insufficient time and funds, so it is necessary to select villages that are worthy of being served by “ball pick up service” or mobile service programs. So far, the determination of villages that are worthy of the program is still determined manually so that it is inseparable from the element of subjectivity. In this study, a classification method was used in data mining using the naïve bayes algorithm. Naïve bayes is one of the algorithms that is able to predict well by calculating the probability of each class and comparing them, Naïve bayes is used to calculate probability values from training data so that it can predict which villages are feasible for the program. The study used 25 training data taken from previous dukcapil service data and data on the distance and difficulty of access to the village, which were tested and simulated using the naïve bayes algorithm of weka software. The purpose of this study was to obtain accurate information about the villages in Alor district that deserve the program. The results of the process using WEKA software found that from 25 tuples used as test data, it resulted in 100% accuracy .
Analisis Forensik Aplikasi TikTok Pada Smartphone Android Menggunakan Framework Association of Chief Police Officers
Fitri Anggraini;
Herman Herman;
Anton Yudhana
JURIKOM (Jurnal Riset Komputer) Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022
Publisher : STMIK Budi Darma
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30865/jurikom.v9i4.4738
TikTok is the most popular social media app that ranks sixth in the world in January 2022 according to We Are Media & Hootsuite. Along with the increasing number of uses of this application, the negative impacts it causes are also increasing, ranging from fraud, cyberbullying, to the spread of fake news (hoax). This study focuses on the negative impact of defamation. The purpose of the research is to plan and implement a digital forensics process using the Association of Chief Police Officers (ACPO) framework to raise evidence of defamation cases on the TikTok application. The forensic process is carried out in the form of static forensics on cases that are intentionally made in the form of simulating TikTok postings using an android smartphone. This research combines the ACPO forensics framework with the Magnet Axiom forensics tools. The combination of the two succeeded in raising 77% of evidence in the form of data messages, videos, and hashtags. Where these data have been previously defined as initial data posted in the simulation process
Evaluasi Tata Kelola Layanan Jaringan Menggunakan COBIT 2019 Pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Satriya Dwi Putra;
Herman Herman;
Anton Yudhana
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 5, No 2 (2022): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/resistor.5.2.119-126
Tata kelola layanan teknologi informasi saat ini dan yang akan datang semakin berkembang sangat pesat. Penggunaan layanan teknologi informasi diimplementasikan pada semua bidang terutama pada bidang pendidikan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Guna Bangsa Yogyakarta merupakan salah satu institusi pendidikan yang menyelenggarakan pengembangan teknologi informasi dalam rangka mencapai visi, misi, dan tujuan institusi. Selain itu untuk mendukung kegiatan yang ada di sivitas akademika institusi harus menyediakan layanan jaringan internet maupun intranet yang berkualitas, sehingga dibutuhkan proses evaluasi. Evaluasi merupakan serangkaian proses pengumpulan data dan dokumen kemudian melakukan perbaikan dan diawasi untuk tercapainya kebutuhan pada institusi. Control Objectives for Information and Related Technology (COBIT 2019) merupakan standar internasional yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi tata kelola teknologi informasi proses pengembangan serta pengelolaan organisasi. Tujuan penelitian yaitu mengukur tingkat kematangan pada layanan jaringan institusi yang berfokus pada domain Delivery, Sevice, and Support (DSS) framework COBIT 2019. Hasil pengukuran maturity level DSS02 memperoleh nilai 3,06 dan DSS05 memperoleh nilai 2,90 sehingga disimpulkan berada pada level 3 artinya proses yang ada pada kondisi saat ini berada pada tahap established process yaitu proses mencapai tujuannya melalui penerapan serangkaian dasar, terorganisir, lengkap, yang dicirikan telah diimplementasikan. Sedangkan proses yang diharapkan menunjukkan tingkat 5 artinya proses yang diharapkan tingkat pencapaian layanan jaringan secara maksimal setiap proses mencapai tujuannya, didefinisikan dengan baik, kinerjanya diukur untuk meningkatkan kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan dapat dilakukan