p-Index From 2021 - 2026
13.699
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Dasar Jurnal Sains Materi Indonesia Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Journal of Consumer Science Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Journal of Consumer Sciences Momentum: Physics Education Journal Al-Mashlahah: Jurnal Hukum Islam dan Pranata Sosial EKONOMIS : Journal of Economics and Business Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JURNAL TEKNIK INFORMATIKA DAN SISTEM INFORMASI Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jurnal Biolokus: Jurnal Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science SEIKO : Journal of Management & Business Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Sosial Humaniora Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Ultima Management : Jurnal Ilmu Manajemen Aptisi Transactions on Technopreneurship (ATT) Jurnal Geologi Kelautan: Media Hasil Penelitian Geologi Kelautan Al-Qalam Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Jurnal Eduscience (JES) Performance : Jurnal Bisnis dan Akuntansi Revitalisasi : Jurnal Ilmu Manajemen Jurnal Sains dan Teknologi INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Kasaba: Jurnal Ekonomi Islam RESLAJ: RELIGION EDUCATION SOCIAL LAA ROIBA JOURNAL Journal of Energy and Electrical Engineering (JEEE) BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial STUDI PELAKSANAAN SELFMEDICATION PADA PENDERITA DIARE BERDASARKAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT PESISIR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE JTEIN: Jurnal Teknik Elektro Indonesia Computational and Experimental Research in Materials and Renewable Energy (CERiMRE) International Journal of Engineering, Science and Information Technology An-Nidhom : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jumat Keagamaan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Listrik, Instrumentasi, dan Elektronika Terapan International Journal of Economy, Education and Entrepreneurship (IJE3) Indonesian Journal of Economy, Business, Entrepreneuship and Finance (IJEBEF) International Journal of Engagement and Empowerment (IJE2) Madani Syari'ah : Jurnal Pemikiran Perbankan Syari'ah Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan IJCR (Indonesian Journal of Chemical Research) Cakrawala: Jurnal Pendidikan Indonesian Journal of Multidisciplinary Science International Journal of Multidisciplinary Research and Literature (IJOMRAL) Yudishtira Journal : Indonesian Journal of Finance and Strategy Inside Bussman Journal : Indonesian Journal of Business and Management International Journal of Science and Environment Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Fuse-teknik Elektro KOLONI DIKTUM: JURNAL SYARIAH DAN HUKUM Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Litek : Jurnal Listrik Telekomunikasi Elektronika Amkop Management Accounting Review (AMAR) Research Horizon Molekul: Jurnal Ilmiah Kimia Melior : Jurnal Riset Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi kawanad Jurnal Sains Materi Indonesia Jurnal Pengabdian Siliwangi Bina Bangsa International Journal of Business and Management Masyarakat Berkarya: Jurnal Pengabdian dan Perubahan Sosial AJCD Al-Infaq : Jurnal Ekonomi Islam Mizan: Journal of Islamic Law
Claim Missing Document
Check
Articles

MAKNA FII SABILILLAH SEBAGAI MUSTAHIQ ZAKAT PERSPEKTIF SAYYID ABU BAKAR ASY-SYATHO DAN YUSUF QARDHAWI Hazazi, Muhammad Hafizhuddin; Arif, Suyud; Sutisna, Sutisna
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 1 (2018): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i1.20222

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbedaan pendapat ulama terkait mustahiq zakat, khususnya mengenai golongan fii sabilillah. Terjadi perbedaan pendapat antara tokoh ulama klasik yaitu Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho dan tokoh ulama kontemporer yaituYusuf Qardhawi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kepustakaan. Sumber utama penelitian ini adalah kitab I’anah Ath-Tholibin karangan Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho dan KitabFiqh Al-Zakat karangan Yusuf Qardhawi. Dalam pembahasan tentang makna fii sabilillah mayoritas ulama fiqh klasik seperti Sayyid Abu Bakr Asy-Syatho mempersempit makna fii sabilillah sebagai jihad yang berorientasi pada jihad melalui peperangan secara fisik, sedangkan mayoritas ulama fiqh kontemporer meluaskan makna fii sabilillah dengan tidak mengkhususkannya dalam urusan jihad, dan tidak beriorientasi sebatas jihad melalui peperangan secara fisik.
DISPENSASI PERNIKAHAN ANAK DI BAWAH UMUR DALAM PENETAPAN PERKARA NOMOR 0049/PDT.P/2017/PA.JP DI PENGADILAN AGAMA JAKARTA PUSAT Muttaqina, Hikmah Mi’raj; Sutisna, Sutisna
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 6 No 2 (2018): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v6i2.20239

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai dispensasi nikah dibawah umur terkait dengan penetapan perkara Nomor 0049/Pdt.P/2017/PA.JP. Permohonan dispensasi nikah diajukan untuk melindungi martabat keluarga dari segala perilaku yangmenyimpang dari nilai-nilai Agama, serta agar terhindar dari kemudhorotan yang lebih besar. Salah satu batas umur yang telah ditentukan di dalam Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 bahwasanya bagi laki-laki usia menikah yakni 19 tahun dan bagi perempuan yakni 16 tahun. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana prosedur pengajuan permohonan Dispensasi Nikah di Pengadilan Agama Jakarta Pusat serta apa saja pertimbangan Hakim dalam mengabulkan permohonan Dispensasi Nikah dibawah umur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, jenis data yang dipergunakan adalah data primer yaitu penetapan Pengadilan Agama Jakarta Pusat dengan Nomor perkara 0049 Pdt.P/2017/PA.JP, mengenai data penelitian penulis memperoleh dari hasil wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa prosedurpengajuan permohonan dispensasi nikah ke Pengadilan, Yakni Meja I, Kasir, Meja II, Penetapan Majelis Hakim (PMH) oleh Ketua Pengadilan, Penetapan Panitera Pengganti (PP), dan Penetapan Hari Sidang (PHS). Adapun yang menjadi dasar hukum pertimbangan Hakim dalam menetapkan Dispensasi Nikah yakni kompetensi relatif kewenangan Pengadilan Agama Jakarta Pusat, peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu PP. No. 9 Tahun 1975 atas penjelasan mengenai UU. Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, dan Inpres Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam, serta Kaidah Fiqh, lalu dasar kaidah fiqh Dar’ul mafasid muqaddamun ’ala jalbil mashalih Serta kaidah fiqh “Tasharruful imaam ‘ala raa’iyati manuutun bil mashlahat”. Pertimbangan hukum selanjutnya yakni atas dasar kepastian bahwa perempuan tersebut telah hamil diluar nikah dan mendesak untuk segera dinikahkan agar terhindar dari kemudhorotan yang lebih besar.
PANDANGAN HUKUM ISLAM TERHADAP HAK CIPTA Sutisna, Sutisna
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 9 No 1 (2021): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v9i1.20296

Abstract

Penelitian ini merupakan riset kepustakaan (library reseach) yang berupaya menjawab persoalan tentang hak cipta dalam pandangan Islam. Selain itu, penelitian ini membahas tentang prinsip Islam dalam melindungi hak cipta. Data diperoleh dengan menelaah literatur kepustakaan, file-file digital terutama pada Maktabah Syamilah, Hadits Asy-Syarif dan Jami’ Fiqh Al-Islam, serta situs-situs Open Library yang menyediakan akses buku-buku Islam klasik dan kontemporer. Penelitian ini juga memperkuat data yang telah dikumpulkan sebelumnya dengan data lapangan (field research) pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual di Jakarta, Perwakilan Buseniss Software Alliance Jakarta dan Kantor IKAPI Pusat Jakarta. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dalam khazanah hukum Islam hak cipta dikenal dengan istilah haq al-ibtikar yaitu hak atas suatu ciptaan yang pertama kali dibuat. Islam hanya mengakui dan melindungi karya cipta yang selaras dengan norma dan nilai yang ada di dalamnya. Jika karya cipta tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Islam, maka ia tidak diakui sebagai karya cipta bahkan tidak ada bentuk perlindungan apapun untuk jenis karya tersebut. Perlindungan terhadap hak cipta dalam Islam memiliki syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu karya cipta dapat diakui sebagai hak kepemilikan atas harta. Pertama, tidak mengandung unsur-unsur haram di dalamnya. Kedua, tidak menimbulkan kerusakan di masyarakat. Ketiga, tidak bertentangan dengan syariat Islam secara umum.
IMPLEMENTASI KONSEP KELUARGA SAKINAH MAWADDAH WARAHMAH PADA PERNIKAHAN USIA MUDA PERSPEKTIK ISLAM: STUDI KASUS ALUMNI PPMS ULIL ALBAAB Hofi, Abdul; Sutisna, Sutisna; kosim, Ahmad Mulyadi
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20352

Abstract

menjadikan keduanya pasangan suami-istri untuk memenuhi kebutuhan biologis. Pernikahan dilakukan untuk membangun keluarga, khususnya membentuk keluarga SAMARA (SAkinah, MAwaddah, dan Rahmah). Maka konsep keluarga sakinah mawadddah warahmah adalah keluarga yang dibina atas dasar Syari’at Islam dan atas tuntunan Nabi Muhammad yang telah diperintahkan melalui proses perkawinan sebagai perjanjian kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang dilandasi oleh cinta, kasih sayang antara dua belah pihak dan juga kepercayaan antara keduanya. Membangun keluarga sakinah mawaddah wa rahmah adalah mengupayakan wujudnya keluarga yang haknya terpenuhi begitupun kewajibannya, serta saling mencintai, menyayangi, mengasihi dan menerima kekurangannya maupun kelebihannya satu sama lain.
IMPLEMENTASI ETIKA BISNIS ISLAM DALAM JUAL BELI ONLINE Sanusi, Muhammad Samsul Hidayatullah; Sutisna, Sutisna; Hakiem, Hilman
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20356

Abstract

Saat ini, oranglebih cenderung bertransaksi secara online. Transaksi online sama saja dengan transaksi offline. Hanya saja proses jual belinya berbeda dengan jal beli offline, jual beli offline penjual dan pembeli bertemu sedangkan jual belionline melalui melalui internet. Nyatanya beberapa konsumen kecewa dan dirugikan saat bertransaksi secara online, misal barang yang di pesan tidak sesuai atau tidak dikirim oleh penjual, terlebih lagi bagi konsumen yang mengalami penipuan dengan nominal yang besar. Oleh karena itu sangat penting untuk mempraktikan etika bisnis Islami saat bertransaksi di Tokopedia. Metodologi dalam skirpsi ini adalah metode kualitatif data diambil dari wawancara dan observasi. dari hasil penelitian, observasi dan wawancara menunjukkan, bahwa penerapan etika bisnis Islam di Tokopedia sesuai dengan beberapa prinsip etika Islam. Namun secara keseluruhan, penerapan etika bisnis Islam di Tokopedia belum sesuai spenuhnya. Sebab masih ada penjual yang melakukan penipuan, dan masih ada yang menjual produk berkualitas rendah dan produk yang diharamkan seperti produk tirun atau produk KW, minuman keras, alat bantu sex dan boneka sex.
NIKAH TANPA WALI DALAM PERSPEKTIF ULAMA MAZHAB DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM Syahrul, Ramadhan; Sutisna, Sutisna; Mulyadi, Mulyadi
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 10 No 3 (2022): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v10i3.20357

Abstract

Pernikahan adalah salah satu jalan untuk bisa membangun keluarga yang sakinah, dengan tujuan menciptakan keturunan yang berkualitas, maka syarat dan rukun nikah harus terpenuhi salah satunya adanya wali yang memiliki hak dalam akad nikah seorang perempuan, di kalangan ulama ada yang berbeda pendapat tentang masalah nikah tanpa wali, ada yang mengatakan boleh dan ada juga yang tidak membolehkan serta di kalangan masyarakat juga masih banyak yang belum mengetahui hukum nikah tanpa wali. Oleh karena itu penulis mencoba mengkaji permasalahan tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka yang menggunakan sumber dari buku dan sumber yang lainnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil yang diperoleh dari peneliti adalah bahwasanya nikah tanpa wali ada dua pandangan besar yang berbeda yaitu ImamSyafi’i dan Imam Hanafi, pendapat Imam Syafi’i mengatakan bahwa nikah tanpa wali itu tidak sah karena wali adalah rukun dari pernikahan yang harus di penuhi sedangkan menurut pendapat Imam Hanafi mengatakan bahwa pernikahan tanpa adanya wali itu di bolehkan karena wanita yang sudah baligh dapat memilih pasangannya sendiri. dari analisis pendapat yang paling benar menurut peneliti adalah pendapat dari Imam Syafi’i karena wali adalah rukun dalam pernikahan begitu pula dengan pendapat dari KHI juga mengatakan bahwa pernikahan tidak dapat dilangsungkan sebelum rukun dan syarat terpenuhi dan menurut KHIwali termasuk dar rukun dan syarat pernikahan.
SEXUAL CONSENT IN THE ELIMINATION OF SEXUAL VIOLENCE PERSPECTIVES OF FEMINIST LEGAL THEORY AND ISLAMIC LAW: A COMPARATIVE STUDY. Ratih, Nala; Sutisna, Sutisna; Hambari, Hambari
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 11 No 1 (2023): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v11i1.20370

Abstract

The critical legal movement in Indonesia is called feminist legal theory (FLT). FLT criticizes laws that have masculine values, they limit social values because the dominant law against men oppresses women. This FLT movement produces the paradigm of sexual consent which is accepted in the laws and regulations in Indonesia. The study describes how sexual consent in the elimination of sexual violence perspective Feminist Legal Theory and Islamic law. The methodology of this study is normative legal research and literature with the approach of legislation (statute approach) and comparison (comparative approach). From this study it can be concluded that sexual consent in the elimination of sexual violence Flt perspective is a sexual activity that is carried out based on consent outside of the consent of one of the parties, including rape. While sexual consent in Islamic law is a relationship that can only be done in a marriage bond outside the marriage bond, the Act includes adultery even though it is done with consent or voluntarily. Sexual consent is not in accordance with the norms of Indonesian life and contrary to Pancasila. Sexual consent as a solution to eliminate sexual violence does not seem to be the answer to the elimination of sexual violence because sexual consent only focuses on “solving the consequences” not “preventing causes”.
ANALYSIS OF THE DECISION ON THE CASE OF WALI ADHAL IN THE MARRIAGE OF A GIRL IN THE BOGOR RELIGIOUS COURT Rossa, Annisa Destiana; Sutisna, Sutisna; Hambari, Hambari
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 1 (2024): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v12i1.20373

Abstract

Marriage is a sacred thing in carrying out worship to Allah, by entering into marriage, every thing that is done will produce extraordinary rewards on the side of Allah SWT. In a marriage, it is required to carry out several terms and conditions that have been widely explained in the Al-Quran and hadiths, one of which is the condition and obligation for the validity of marriage is the presence of the guardian (father and brother from the father's side) of the bride. The presence of this guardian in marriage is mandatory and if his presence cannot be done or the guardian is reluctant to attend his child's marriage then the guardian is included in the category of wali adhal. This study uses a research method by analyzing the decision on the marriage case of wali adhal in the marriage of a girl in the Bogor Religious Court, the method used is literature. The results of the decision the judges granted by listing several reasons, one of the reasons is because they already love each other and love each other and have been together for a long time, so the application for marriage is granted while the biological guardian is reluctant to allow her marriage to the prospective husband of her choice, so it is replaced by a guardian judge who is directly appointed by the head of the panel of judges at the Bogor Religious Court, namely the Head of the Religious Affairs Office of East Bogor District, Bogor City asa guardian judge who will marry the applicant with the prospective husband.
EFFECTIVENESS OF THE MEDIATION PROCESS IN RESOLVING DIVORCE CASES AT THE DEPOK RELIGIOUS COURT Basri, Rara Genta Munggarani; Malik, Ibnu; Sutisna, Sutisna; Hambari, Hambari
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 1 (2024): JUNI
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v12i1.20376

Abstract

The issuance of the Supreme Court Regulation of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures indicates that the mediation process has received special attention by the Judiciary Institution because this process is a process that has a positive impact on the parties and is linear with the principles of the judiciary, namely fast, simple and low cost. Mediation is a way of resolving disputes through a negotiation process to obtain an agreement between the parties assisted by a mediator. This study used qualitative research methods. The type of research used is a case study, by taking a survey approachand conducting direct observations as well as conducting interviews with mediators and litigants. The research consists of field studies and literature studies (Field Research and Library Research). The Depok Religious Court has carried out the Mediation Process in accordance with the rules Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1 of 2016 concerning Mediation Procedures in Courts. The mediation process at the Depok Class 1 A Religious Court in accordance with PERMA No.1 of 2016 is still not effective with a success rate of only achieved about 2% Success with the issuance of a peace certificate, 8% Success by revoking the divorce case and 23% succeeded in peace but still choose Divorce.
ANALYSIS OF MARRIAGE DISPENSATION CASE DECISIONS IN BOGOR REGENCY: REVIEW OF LAW AND SOCIAL ASPECTS Purbayu, Faisal; Sutisna, Sutisna; Hambari, Hambari
JURNAL ILMU SYARIAH Vol 12 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/mizan.v12i2.20382

Abstract

Marriage dispensation is a complex issue that raises questions regarding the legal and social aspects of it. This research explores marriage dispensation decisions in Bogor Regency, by taking a case study from the Cibinong Class 1 A Religious Court. The analytical method includes legal and social approaches to understand the factors that influence marriage dispensation decisions. Through a normative juridical approach, this research identifies the legal basis underlying marriage dispensation decisions, exploring the legal criteria and considerations used by the Cibinong Class 1 A Religious Court. In addition, a sociologicalapproach is used to uncover the social impact of dispensation decisions, including the role of society and norms that influence the judicial process. Results This research provides an in-depth understanding of how the justice system, especially at the Cibinong Religious Court, handles marriage dispensation cases. Findings suggest that marriage dispensation decisions are influenced by a combination of legal factors and social considerations, paying particular attention to the dissatisfaction and stability of the marital relationship. This research has the potential to provide a more holistic view of the problem of marriage dispensation at the local level, especially in Bogor Regency. The implications of the findings can help improve policies at the regional level and provide a basis for a better understanding of the balance between legal and social aspects in handling marriage dispensation cases.
Co-Authors Abdillah, Gipari Pradina Abdul Chobir Abrar Abrar Adnan, Kemal Afifah, Hafshah Nur Agustian, Doni Ahmad Mulyadi Kosim Al Islam, Hanif Mufti Ali Akbar Allwar Allwar Ameruddin, Amira Saryati Aminarti, Dhiny Amrullah, Wahyu Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anas, Sahrun Anda Juanda Anggraeni, Dwi Retno Annisa, Annisa Destiana Anto Purwanto Ari Handayani Arinal, Veri Aripin Aripin Arrosyid, Muhammad Wildan Aryanto, Rudi Asep Andang, Asep Asep Gunawan Asep Mulyana Asih Handayanti Azizah, Faridah Nafa Azyumardi, Muhammad Maliki Bachrudin Bachrudin, Bachrudin BAHITS, ABDUL Betty Yel, Mesra Busaeri, Nundang Cahyono, Bowo Eko Dadang Iskandar Mulyana` Dalillah, Assyifa Dani Ahmad Ramdani Dayan Hakim Natigor Dempo, Sri Rahayu Sangra Deny Saputra Dodie Tricahyono Dwiarso Rubiyanto Edvin Priatna Edy Wibowo Egi Arvian Firmansyah Eka Fitriah Empung Empung Endah Djuwendah Endang Sri Utami, Endang Evan Edo Prasetya Fachry Abda El Rahman Fajar, Andriyana Faridah, Linda Febiantoro, Muhamad Rony firmansyah maualana sugiartana nursuwars Fitriyah, Nusaibah Hafiduddin, Fata Hambari, Hambari Hamdani, Deni Hamidah . Hanif, Ibrahim Hasim As'ari Hazazi, Muhammad Hafizhuddin Hazbullah, Rifaldi Helvantriyudo, Whibatsu Herawati, Upi Hidayat, Selamet Hilman Hakiem Hofi, Abdul I Komang Wahyu Wiguna Ibdalsyah Ibdalsyah Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ifkar Usrah Ikhtiono, Gunawan Ikhwan Hamdani Indriya, Indriya Irfan Firdaus, Irfan Firdaus Ismudiati Puri Handayani Istiqlal, Muhammad Farisha Jaka Wijaya Kusuma Juwita Juwita, Juwita Kholil, Moh. Laksana, Angga Lutfi Rohman Malik, Ibnu Mamat Rokhmat Mamay Komarudin Manggala, R. Simo Seto Bagoes Patra Maulana, Rija Rizqi miftahul khairani Milah, Milah Miransyah, Giri Gintang Mochamad Saefullah, Mochamad Moerdyanto, Adjie Wongso Muchtar, Nouval Hidayat Muhammad Zikri Muhyani, Muhyani Mukhammad Fauzi Mukhtar Mukhtar Mulyadi Mulyadi Muttaqina, Hikmah Mi’raj Nana, Nana nanda, afri Nauval, Kurniawan Irfan Nawawi, Kholil Nawawi, M. Kholil Nawawi, Muhammad Kholil Neni Yulianita Nindha Ayu Berlianti Novita Andarini Nugraha, Asep Tri Mulyana Nugroho, Tulus Setyo Nundang Busaeri Nunung Ayu Sofiati (Efi) NUR KHOLIFAH Nur Mala Hayati Nur Widiyasono, Nur Nurprayasha, Veisya Afra Nurul Hiron Nurul Hiron, Nurul Nurwulan Fitriyanti Otniel, Fredo Pangestu, Hadi Baku Paryadi Permana, Muhammad Alwi Permana, Rizki Aditya Pratomo, Tommy Wahyu Prinantin Saputra, Dimas Purbayu, Faisal Purnama, Anggit Purtiningtyas, Lilis Rahayu, Reza Ajeng Rahmaddeni Rahmaddeni Rahman, Sulaeman Rahmayanti Kiram Ramdani, Dani Ahmad Rara Genta Munggarani Basri Rasiban Ratih, Nala Ratna Safitri Rendy, Pras Rhini Fatmasari, Rhini Rinaldi Rinaldi Risnandar, Muhammad Aris Rodiya, Farid Robby Rossa, Annisa Destiana Rully Setiawan Rustandi, Tata Sahroni, Sahroni Saifullah, Firman Sanjaya, Abe Sanjaya, Ikhwan Muliana Sanusi, Muhammad Samsul Hidayatullah Sari, Gema Ika Saryati Saryati Sayani, Ayi Abdurahman Shafira Zahra Nur Ghifari Sholichah, Inti Ulfi Siti Mardiah, Siti Siti Suprapti Slamet Suyanto Soni Sisbudi Harsono, Soni Sisbudi SOPAN ADRIANTO Sri Nurul Milla Sudarmadi Sudarmadi SUDARYANTO SUDARYANTO Sugiyono Sugiyono Sujito Sujito Sulaeman Rahman Nidar Sulaiman, Dede Sumardjo suryana, Dede Suryana, Dede Suseno, Bambang Dwi Suwardiyanto Suwardiyanto Suyud, Suyud Syahroni, Mukhamad Faizal Syahrul, Ramadhan Syamsul Hidayat Syarifah Gustiawati Mukri Tahir, Arib Nawwar Tajudin, Ahmad Tanti Haryati Udin Suadma Ulya, Naily Umalihayati Umalihayati Wa Ode Zusnita, Wa Ode wahyu, haditya Wahyudi, Ahmad Arif Wenny Maulina, Wenny Widiasih, Widiasih Wijayanti, Intan Dwi Wirawan, Shafwan Abiyu Yono Yono Yoyo Sudaryo Yudi Aris Sulistiyo, Yudi Aris Yulistia, Zahrah Nazhifah Yuniar, Mirsandi Nazar Yunizar Yunizar, Yunizar YUYUN ELIZABETH PATRAS, YUYUN ELIZABETH Zahid Mubarok Zakaria, Helmy Ahmad