p-Index From 2021 - 2026
8.146
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Attoriolong Humanis : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Jurnal Jaffray QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini BAREKENG: Jurnal Ilmu Matematika dan Terapan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini Journal of Maritime Empowerment SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Jurnal Abdiraja BIOCHEPHY: Journal of Science Education Indo-MathEdu Intellectuals Journal Lani: Jurnal Kajian Ilmu Sejarah dan Budaya Waniambey: Journal of Islamic Education Society: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Human And Education (JAHE) Journal of Educational Sciences Jambura Journal Civic Education QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Literasi: Jurnal Pendidikan Guru Indonesia International Journal of Educational Research Excellence (IJERE) Jurnal Hukum Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Action Research Journal Indonesia (ARJI) Inisiatif: Jurnal Dedikasi Pengabdian Masyarakat Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Dirasah: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Ilmu Pendidikan dan Bahasa TEBAR SCIENCE (Jurnal Kajian Sosial dan Budaya) PESHUM Pelangi: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Attoriolong

Ico Ugi’ Adidie: Sejarah Industri Rokok di Kota Makassar 1962-2017 Sakaria, Sakaria; Ahmadin, Ahmadin; Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya pabrik Ico Ugi’ Adidie di Kota Makassar pada 1962 dan perkembangannya hingga berakhirnya masa operasional pabrik ini pada 2017. Awal mula pengenalan tembakau di Indonesia dipelopori oleh bangsa penjajah dan mulai ditanam dan dikembangkan. Haji Jamhari merupakan penemu kretek yang dimana berfungsi untuk menyembuhkan penyakit asma dan mulailah tersebak rokok kretek dan didirikannya beberapa pabrik di Indonesia. Ico Ugi’  Adide sendiri menurut hasil penelitian merupakan pabrik yang didirikan oleh H. Saide pada 1962. Pabrik ini didirikan masa terjadinya kekacauan pada kampung halamannya yakni di Soppeng dan melakukan perantauan di Kota Makassar. Perusahaan ini adalah industi rokok terbesar di kawasan Timur Indonesia  dan produknya tersebar di berbagai wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Tengah. Meskipun demikian, perusahaan besar sekaliber Ico Ugi’ Adidie ini harus harus menerima kenyataan pahit dan gulung tikar di penghujung 2017. Beberapa faktor menjadi pemicu antara lain kurangnya generasi pelanjut, cara menikmmati yang cukup ribet, kurangnya inovasi dalam produk, serta diserbu oleh rokok kretek.
Nelayan Bagan Tancap di Desa Waetuwoe Kecamatan Lanrisang 1960-2018 Haryono, Haryana; Ahmadin, Ahmadin; Asmunandar, Asmunandar
Attoriolong Vol 18, No 2 (2020): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang keberadaan Bagan Tancap di Desa Waetuwoe, sistem pengoperasian, pengolahan hasil tangkapan dan kondisi ekonomi masyarakat nelayan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Desa Waetuwoe merupakan daerah pesisir Pantai yang sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai nelayan, faktor yang mempengaruhi munculnya Nelayan di Desa Waetuwoe adalah faktor kemiskinan dan kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Nelayan menggunakan alat tangkap Bagan Tancap. Bagan tancap merupakan alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan pelagis kecil yang menggunakan cahaya lampu sebagai faktor penarik ikan. Pemasaran hasil tangkapan ikan dilakukan di daerah waetuwoe dan bahkan sampai ke luar daerah, setelah adanya Bagan Tancap kehidupan ekonomi masyarakat mengalami peningkatan, dan terjadi perubahan-perubahan yang mendasar pada pola hidup masyarakat Desa dari segi taraf ekonomi masyarakat. Penelitian ini bersifat deskiktif analitik menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber (kritik intern dan ekstern), interpretasi  dan historiografi.
Sejarah Masuk dan Perkembangnya Islam di Australia Pada Abad Ke 18-20 M Syachrir, Khumaerah; Najamuddin, Najamuddin; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 19, No 2 (2021): Attoriolog Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan awal masuknya Islam dan kondisi penduduk Muslim serta perkembangan Islam di Australia pada abad ke-18 hingga abad 20M. Jenis penelitian ini adalah penelitian sejarah yang sifatnya deskriptif naratif dengan pendekatan kualitatif untuk menjelaskan keadaan awal masuknya Islam dan proses perkembangan Islam di Australia. Dengan melalui tahap seperti heuristik, kritik sumber meliputi kritik internal dan eksternal, interpretasi dan tahap akhir yakni historiografi. Hasil analisis data yang bersumber dari buku-buku, jurnal maupun internet. Yakni Masuknya Islam ke Australia pertama kali dibawa oleh nelayan dari Sulawesi yang datang ke perairan Australia Barat, Australia Utara dan Queensland pada abad 17 M. Selanjutnya, Islam dibawa oleh penunggang unta dari Afghanistan yang didatangkan dalam ekspedisi ke padalaman Australia di abad 18 M. Kemudian, Islam dibawa oleh para Imigran dari berbagai daerah seperti Afghanistan, Malaysia, Lebanon, Turki, Bosnia, Pakistan, dan Indonesia di abad 19 dan 20 M. Kesimpulannya, Masyarakat Australia sekarang pada dasarnya adalah hasil dari proses pencampuran imigran yang memasuki Australia dalam tiga gelombang utama. Kondisi masyarakat sebagai melting pot itu tentu akan berpengaruh juga terhadap aspek kehidupan bangsa Australia. khususnya kehidupan beragama khususnya agama Islam, di mana Islam di Australia masih terbilang langka dan termasuk minoritas.
Perdagangan Rotan di Makassar 2011-2022 Liana, Lastri; Jumadi, Jumadi; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang muncul kembalinya perdagangan rotan di Makassar, dinamika, dan dampak perdagangan rotan di Makassar. Makassar sudah lama dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan dan pusat kekuatan ekonomi regional di Indonesia Bagian Timur. Adapun pemasok komoditas rotan di Makassar yaitu Mamuju, Palopo, Enrekang, Palu, Kendari, bahkan dari Kalimantan. Adapun jenis-jenis rotan yang dijadikan mebel yaitu rotan lambang, batang, tohiti, datu dan umbulu. Sekitar tahun 2005 pengangkutan bahan baku rotan yang di peroleh selama ini oleh pengrajin rotan dengan melalui mobil truk dan kapal melalui pelabuhan Makassar. Rotan yang ada di Makassar hanya diproduksi setengah jadi itu dikirim ke Surabaya dan dari sana di ekspor ke Negara tujuan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah, dengan 4 tahapan kerja yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa perdagangan rotan di Makassar ini dari tahun 2011 sampai tahun 2020 mengalami pasang surut dari waktu ke waktu. Adanya perdagangan rotan di Makassar memberikan dampak terhadap masyarakat maupun pemerintah, dengan tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat serta menambah pemasukan devisa Negara dengan adanya kegiatan ekspor rotan yang dilakukan baik di Indonesia maupun di Makassar khususnya.
Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Angkringan di Pantai Padongko Kabupaten Barru, 2010-2021. Putri, Jovita Oktaviani; Ahmadin, Ahmadin; Rifal, Rifal
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang adanya Angkringan di Pantai Padongko Kabupaten Barru, Dinamika Perkembangan Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Angkringan di Kabupaten Barru 2010-2021, serta Dampak Kehidupan Sosial Ekonomi Pedagang Angkringan di Pantai Padongko Kabupaten Barru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik (kritik intern dan ekstern), interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awalnya lokasi Angkringan tersebut berada di pinggir Pantai Sumpang Binangae, kemudian karena lokasinya yang berada sangat dekat dengan pantai dan menghalangi, akhirnya Pemerintah Kabupaten Barru memindahkan lokasi ke dekat Pantai Padongko karena di anggap lokasi tersebut sudah strategis untuk ditempati berdagang. Dalam perkembanganya Pedagang Angkringan mengalami banyak perubahan, di mulai pada masa awal tahun 2010, kemudian masa kejayaan, hingga masa suram. Adapun dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan oleh para pedagang Angkringan itu sendiri, serta pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disumpulkan bahwa Angkringan di Kabupaten Barru ini sudah berdiri lebih dari sepuluh tahun lamanya, dan para Pedagang Angkringan tersebut mengalami perekmbangan sosial ekonomi yang cukup baik serta dapat menghidupi kehidupan mereka sehari-harinya dengan berdangang Angkringan.
Eksistensi Gua Leang-Leang 2000-2020, Suatu Kajian Sejarah Pariwisata Radiatul, Radiatul; Ridha, M. Rasyid; Ahmadin, Ahmadin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lukisan di Gua Leang-Leang atau di kenal dengan sebutan Goa Leang-Leang. Goa ini merupakan situs bersejarah goa purba di Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Taman prasejarah Leang-Leang memberikan gambaran kehidupan manusia masa lampau. Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah: untuk mengetahui eksistensi dan menganalisis factor pendukung pengembangan Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros sebagai destinasi wisata sejarah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: heuristik (pengumpulan data/sumber), kritik sumber, interpretasi atau penafsiran sumber, dan historiografi (penulisan sejarah). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta analisis terhadap data yang diperoleh maka dapat dikatakan bahwa, letak Taman Prasejarah Leang-Leangsangat strategis dengan lingkungan alam yang masih asli kekhawatiran ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab serta ingin mengeksploitasi bebatuan yang usianya sudah ribuan tahun hanya untuk kepentingan diri sendiri dengan memanfaatkan situasi yang ada menjadi perhatian khusus. Selain itu masih terdapat fasilitas yang perlu adanya pembenahan maupun pemeliharaan demi kenyamanan pengunjung. 
DI/TII di Kaluppini Kabupaten Enrekang 1955-1965, Suatu Kajian Sejarah Sosial Mansur, Sri Indarwati; Ahmadin, Ahmadin; Amirullah, Amirullah
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang latar belakang masuknya DI/TII di Kaluppini, aktivitas-aktivitas yang dilakukan gerombolan DI/TII selama berada di Kaluppini serta dampak yang ditimbulkan dari keberadaan DI/TII di Kaluppini. Penelitian ini adalah penelitian sejarah dengan menggunakan metode sejarah, yaitu a) Heuristik artinya mengumpulkan data, b) Kritik yang dilakukan untuk mengetahui keaslian sumber, c) Interpretasi artinya menafsirkan data-data penelitian, d) Historiografi artinya penulisan sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DI/TII masuk ke Kaluppini karena letaknya yang strategis dan masih berkembangnya ritual-ritual keagamaan yang dianggap tidak sesuai dengan syariat Islam. Ketika berada di Kaluppini, gerombolan melakukan aksi pembakaran dan penculikan. Mereka juga berupaya menegakkan syariat Islam dengan menghimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan salat tepat waktu, berzikir dan berinfaq. Kehadiran DI/TII di Kaluppini menimbulkan dampak dalam kehidupan masyarakat khususnya dalam bidang sosial ekonomi serta agama dan budaya. Dalam bidang sosial ekonomi, keberadaan DI/TII mengharuskan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman dan setelah situasi mulai kondusif, warga kembali ke kampung namun adapula yang menetap. Hal seperti ini menghindarkan masyarakat dari perebutan lahan karena beberapa penduduk sudah pergi. Pasca kehadiran DI/TII, masyarakat mengalami kesulitan karena lahan mereka dirusak sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat harus membeli di pasar. Dalam bidang agama dan budaya, wanita diwajibkan untuk menggunakan jilbab agar aurat mereka tidak terlihat. Selain itu, warga juga dihimbau untuk berzikir serta melaksanakan salat berjamaah. Selama berada di Kaluppini, DI/TII tidak memperhatikan pendidikan masyarakat, lain halnya dengan di Benteng Alla dimana DI/TII menculik guru-guru di sekitar Enrekang untuk mengajar di SR VI Tahun Redak.
Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir di Dusun Taipa Kabupaten Takalar, 2009-2020. Mustari, Ulul Azmi; Ahmadin, Ahmadin; Patahuddin, Patahuddin
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat pesisir di Dusun Taipa memilih pekerjaan di sektor perikanan, dan menggambarkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pesisir di Dusun Taipa. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah sosial ekonomi dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode penelitian sejarah yang mencakup beberapa tahapan, yakni Heuristik, Kritik, Interpretasi, dan Historiografi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa ada beberapa alasan yang melatar belakangi masyarakat pesisir di Dusun Taipa memilih pekerjaan sebagai nelayan, yakni letak geografis, bangga akan kampung halaman, dan memiliki keahlian mumpuni. Kondisi Sosial-Ekonomi masyarakat pesisir di Dusun Taipa yakni stratifikasi sosial yang ada terbagi dalam 3 tingkatan, yakni nelayan juragan, pekerja dan pemilik. Memiliki pola hubungan kekeluargaan dan Patron-Klien, memiliki beberapa kepercayaan dalam melakukan pekerjaan sebagai nelayan, mengenyam pendidikan dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, serta  Dalam hal ekonomi, nelayan juragan lebih kaya dibanding nelayan pekerja dan pemilik. Selain itu, sistem barter juga masih didapati pada masyarakat pesisir di Dusun Taipa. Dapat disimpulkan bahwa berlimpahnya sumber daya alam, serta besarnya rasa cinta masyarakat atas laut menjadikan mereka sebagai nelayan yang ahli dibidangnya sehingga memilih berkerja sebagai Nelayan. Untuk kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pesisir di Dusun Taipa memiliki keunikan tersendiri dibanding daerah lainnya, yakni terdapat sekolah dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Selain itu, masih terdapat sistem barter yang berlaku ditengah masyarakat pesisir di Dusun Taipa.
Pallime Pada Masa Kolonial Belanda, 1905-1942 Hastuti, Yulia; Ahmadin, Ahmadin; Wati, Fitra Widya
Attoriolong Vol 23, No 1 (2025): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang masuknya Belanda di Pallime, dinamika Pallime pada masa Kolonial Belanda serta dampak kolonialisme Belanda di Pallime. Untuk merumuskan tujuan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari tahap: heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang masuknya Belanda di Pallime tidak bisa dipisahkan dari peristiwa rumpa’na Bone dan proses penaklukan Pelabuhan Pallime. Pallime dengan sumber daya alam terutama beras juga menjadi daya tarik pendukung bagi Belanda untuk menguasai daerah ini. (2) Kolonialisme Belanda di Pallime mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya, baik di awal pemerintahan hingga akhir kekuasaan. Setelah penguasaan Pallime tahun 1905, Belanda tidak langsung merealisasikan kebijakan pemerintahannya melainkan direalisasikan secara penuh dan menyeluruh pada 1908, dengan target utama kebijakan sosial ekonomi yakni pelabuhan dan pasar, juga adanya sekolah dan kebijakan politik Belanda yang menjadikan Pallime sebagai daerah yang mengalami perkembangan cukup pesat, hingga 1942 menjadi akhir Kolonial Belanda bersamaan dengan kemunduran Pelabuhan dan masuknya Jepang di Pallime (3) Kolonialisme Belanda di Pallime memberikan dampak dalam kehidupan masyarakat khususnya dalam bidang sosial ekonomi dengan adanya pengembangan aktivitas pelayaran dan perdagangan, menghidupkan pertanian rakyat, akulturasi budaya yang diadopsi dari Belanda, serta dampak politik pendidikan dengan diterapkannya sistem politik etis dan adanya sekolah.
Co-Authors Abd Rahman Abdul Haris Abdul Rahman Abdul Syukur Abni, Ahmad Ade S. Anhar Agusta Fahlevie, Rinaldi Ahmad, Amal hidayat Akbar, Abyan Daffa Al Islami, Achmad Idrus Alfiniyah, Cicik Alvira, Evi Amirullah -, Amirullah Ananda, Sri Devi Andryani , Yani ARIF FAUZI Arsaf, Nur Fajar Ashari Ashari Asiah Asiah Asmunandar, Asmunandar Ayubi, Adim Isral Azis, Nurafifahtul Khasanah Bahri bahri Baiq Sri Handayani Bakhtiar Bakhtiar Baso Intang Sappaile, Baso Intang Cahyati, Cucu Dahlia Pinem Dandi Bahtiar Darminto, Ardianto Raharjo Desy Ningsih Komalasari Dewi Lestari Didit Haryadi Edy Wibowo Endang Kurniawati, Endang Fachry Abda El Rahman Farida Hariani Fatmawati, Fatmawati Fatwa, Magfirah Eka Firdaus, Muhammad Aryan Fitra Widya Wati Fitri, Novita Mariana Fitria Wulandari H, St Hasmawati Hajar, Nurfahmi Haryono, Haryana Hasana , Fauziatul Hendra Hendra Hidayat, Sugih Akbar Ibrahim Ibrahim Ichwan Erlangga Ruhushandy Iftitah, Iftitah Ihlas, Ihlas Ishak, Wahyudi Ita Musfirowati Hanika Jamilah, Sri Jejen, Atep Jumadi Jumadi Junaeda, St. Junaedy Junaedy Kamaruddin, Syamsu A Kamaruddin, Syamsu A. karmila karmila Khaeruddin Khaeruddin La Ode Sidu Marafad, La Ode Sidu Lajiba, Saipul Bachri S. Liana, Lastri Lindawati Lindawati LUKMAN, LUKMAN M. Jayadin Ilham M. Rasyid Ridha Malihu, La Mansur, Sri Indarwati MASITHA, DEWI Migu, Didimus Misbawati, Misbawati Muh. Akhyar Al Haris All Muhammad Rasyid Ridha Mulyadin, Wahyu Musfira, Nurul Muslim Muslim Mustari, Ulul Azmi Najamuddin Najamuddin, Najamuddin Natri, Siti Nazifa, Syuhada Noprianto, Noprianto Nur, Ahmad Nuraini Nuraini Nurfidianty Annafi, Nurfidianty Nurnenongsih, Nurnenongsih Nuryadin, AM. Alfauzan Paramitha, Dyan Putri, Jovita Oktaviani Putri, Muspira Riana Radiatul, Radiatul Rahmat, Andika Ramadhan , Syahru Rasyid Ridha Rasyid Ridha, Rasyid Ridha Rifal, Rifal Rifal, Rifal Rostinah Rostinah, Rostinah S, Nurul Dwiayu Sahi, Yayan Sanur, Ilham Samudra SATRIYAS ILYAS Setiamin, Asnah Sofyan, Hady Sri Jamilah sriwahyuni Sriwahyuni Stephen Laoemuri, Jhon Suhartini Salingkat Sujana, Jana Sukma, Izza Melati Sulfiah, Sulfiah sumardin, sumardin Syachrir, Khumaerah Syahru Ramadhan Syamsiar, Syamsiar Syamsu A Kamaruddin Syarief, Syarifuddin Tamrin, Sopian Tati, Andi Dewi Riang Wahyudin, Mokhammad Wardani, Happy Kusuma Wulandari, Satria Yulia Hastuti, Yulia Zulkifli Zulkifli