p-Index From 2021 - 2026
5.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pendidikan Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Jurnal Kreatif Tadulako Online Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Perikanan dan Ilmu Kelautan Jurnal Arbitrer Cordova Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan SANGKEP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan PAKAR Pendidikan Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Promotif Preventif Jurnal Cahaya Mandalika Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan Empowerment : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Makara Human Behavior Studies in Asia Edumatica: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Ilmu Multidisplin International Journal of Education and Digital Learning (IJEDL) Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Lex Stricta : Jurnal Ilmu Hukum Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Langue Community Empowerment Journal Darma Diksani: Jurnal Pengabdian Ilmu Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia Science: Indonesian Journal of Science Journal of Social Science and Education Research
Claim Missing Document
Check
Articles

Bentuk Satuan Lingual dan Nilai Pendidikan Dalam Kearifan Lokal Pasatotang Suku Samawa Rahmani, Nanda Hafizhah; Mahsun, Mahsun; Burhanuddin, Burhanuddin; Saharudin, Saharudin
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i3.4294

Abstract

Language, culture, and education are interrelated in shaping the character of society. Language is the main tool for passing on culture and educational values, while culture shapes values ​​in education. Education plays a role in preserving language and culture through teaching history, literature, and local values. This study aims to describe the form of lingual units and educational values ​​in the local wisdom of the Pasatotang of the Samawa Tribe on Sumbawa Island, West Nusa Tenggara. Pasatotang, which means advice, is an oral tradition that contains moral messages, manners, and profound life values. This study combines structural linguistics and ethnolinguistic approaches to explore the language structure and cultural meaning contained in pasatotang, which plays a role in shaping the character and social behavior of society. The research data were obtained from the book Pasatotang by LATS Anorawi (2016), which consists of words, phrases, and sentences that function as lingual units in this tradition. Data collection methods include literature study techniques, reading techniques, and note-taking techniques to interpret lingual forms and educational values ​​in order to achieve the desired data with instruments in the form of table data analysis guidelines. Data analysis in this study was conducted by systematically reviewing documents through documentation techniques. The collected data were reduced, classified into themes and codes, then interpreted and presented in the form of narratives, tables, or images to illustrate the meaning behind the speech and support the research findings. This study found that the local wisdom of Pasatotang of the Samawa tribe contains lingual units in the form of words, clauses, and discourses, and contains religious, moral, and social educational values ​​that form noble and characterful characters that are associated with the theory of Ki Hadjar Dewantara.
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
Studi Kasus :Pengaruh Akupresur Titik P6 Dan St36 Pada Pasien Kanker Dengan Nausea Kharisna, Dendy; Saharudin, Saharudin; Putra, Ifon Dwiposwana; SS, Tison
Jurnal Keperawatan Komplementer Holistic Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 No. 2 2025
Publisher : Yayasan Healing and Healthcare Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12345/jkkhc.v3i2.118

Abstract

Nausea and vomiting are common side effects that plague cancer patients during chemotherapy, risking anorexia, dehydration, electrolyte disturbances and decreased quality of life. The treatment can be done pharmacologically and nonpharmacologically, one of which is acupressure at points P6 and ST36. This study aims to determine the effectiveness of acupressure in reducing nausea in cancer patients undergoing chemotherapy. The study was conducted in the Tulip room of Arifin Achmad Hospital, Riau Province in July 2025 with a pre-test and post-test design involving one cancer patient who received the intervention for three consecutive days within ±1-2 minutes. The results showed a significant reduction in the level of nausea based on the Indonesian Nursing Outcome Standards (SLKI). The Numeric Rating Scale (NRS) score showed a decrease from 4 (moderate) to 2 (mild). Other symptoms such as urge to vomit, decreased appetite, and pallor also improved after the intervention. These findings support the use of acupressure as an effective nonpharmacological complementary therapy, and are recommended to be considered in nursing practice, whether performed independently by patients or with the help of health workers.
LEKSIKON ETNOMEDISIN BUBUS PADA PENUTUR BAHASA SASAK DI KECAMATAN KERUAK LOMBOK TIMUR Pebriyanti, Baiq Sartika; Aswandikari, Aswandikari; Saharudin, Saharudin
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v6i1.2262

Abstract

The research entitled " Lexicon Ethnomedicine Bubus for Sasak Language Speakers in Keruak District, East Lombok" aims to describe the lingual forms that mark the lexicon ethnomedicine bubus and the cultural views of the Sasak people in Keruak district. This type of research is qualitative research. Data was collected using observation and interview methods. Researchers conducted structured and non-structured observations and interviews in visits carried out in stages. Technically, this research utilizes componential analysis. From the research results it was found that the ethnomedicine lexicon of bubus in the form of siup-siup 'mixed ingredients' in making bubus consists of one element in the form of a noun word class, two elements in the form of a noun + noun word class, two elements consisting of a noun + adjective word class, and three elements consisting of the word class noun + noun + adjective/verb. Bubus ethnomedicines that are still used among the local community are bubus ulu, bubus rajê, bubus amar, bubus bidêdari ngamuk, bubus couples, and bubus têris nganak. Meanwhile, the community's view of bubus ethnomedicine is still considered as a very effective alternative medicine as a treatment for disease. strange, which people believe is caused by the actions of humans and ghost.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Terhadap Peningkatan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Hermawan, Nandang; Saharudin, Saharudin; Yoga Dhiatmika , Ida Bagus Gede
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i3.891

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI.1 SMAN 5 Mataram. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi belajar bahasa Indonesia di kelas XI.1 SMAN 5 Mataram tahun ajaran 2024/2025 dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terbagi menjadi 2 siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI.1 menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Pada siklus I peningkatan motivasi belajar sebesar 51%. Sedangkan pada siklus II peningkatan motivasi belajar siswa meningkat secara signifikan menjadi 82%. Berdasarkan penjelasan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dapat mempengaruhi peningkatan motivasi belajar bahasa Indonesia siswa kelas XI.1 SMAN 5 Mataram tahun ajaran 2024/2025.
Faktor Pendidikan dan Pengetahuan Terhadap Kepemilikan Jamban di Desa Silanga Kabupaten Parigi Moutong Hasanudin, Hasanudin; Amsal, Amsal; Saharudin, Saharudin
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1583

Abstract

Jamban merupakan fasilitas pembuangan kotoran manusia yang penting dalam memutus rantai penyebaran penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan dengan kepemilikan jamban. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional study untuk menganalisis hubungan pendidikan dan pengetahuan terhadap kepemilikan jamban keluarga. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2023 di Desa Silanga Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong, dengan populasi 372 KK dan sampel 79 KK yang dipilih secara acak dari 3 dusun. Data dikumpulkan berdasarkan survei dan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat kemudiandisajikan dalam tabel dan dinarasikan. Berdasarkan analisis data dari 79 responden, ditemukan bahwa mayoritas responden dengan tingkat pendidikan tinggi dan pengetahuan baik memiliki jamban. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value yang signifikan, pendidikan (pv=0,002) dan tingkat pengetahuan (pv=0,000) yang mengindikasikan adanya hubungan yang kuat antara variabel-variabel tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat memiliki jamban.
Menumbuhkan Budaya Literasi Tulis Santri di Pesantren Nurunnubuwah NW Repuk Buwuh Saharudin, Saharudin
Empowerment: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Empowerment
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang-NTB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51700/empowerment.v5i2.1304

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi tulis di kalangan santri Pesantren Nurunnubuwah NW Repuk Buwuh. Selama ini, kegiatan literasi di pesantren lebih menekankan pada tradisi membaca kitab dibandingkan menulis, sehingga kemampuan santri dalam mengungkapkan gagasan secara tertulis masih terbatas. Padahal, keterampilan menulis penting sebagai sarana dakwah, kekuatan akademik, dan ekspresi diri. Metode yang digunakan adalah pendekatan Partisipatiori Action Research (PAR) melalui beberapa tahapan, yakni identifikasi kebutuhan, pelatihan menulis, pendampingan, produksi karya, serta evaluasi. Kegiatan inti dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025 dengan bentuk workshop menulis kreatif, esai reflektif, dan artikel populer yang diikuti oleh 65 santri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan menulis dan motivasi santri. Terbentuknya Kelompok Menulis Santri menjadi indikator awal berkembangnya ekosistem literasi tulis di pesantren. Dengan demikian, program ini menunjukkan bahwa literasi tulis dapat tumbuh melalui kegiatan yang terarah, kontekstual, dan berkelanjutan.
Pendalaman Konsep Teori Kelinguistikan dan Kesastraan pada Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA di Sumbawa Besar Asyhar, Mochammad; Sudika, I Nyoman; Wahidah, Baiq; Saharudin, Saharudin; Hidayat, Rahmad
DARMADIKSANI Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v4i1.4589

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan ini adalah: (a) untuk meningkatkan pemahaman mitra kegiatan tentang konsep-konsep teori kelinguistikan dan kesastraan, (b) menumbuhkan dan memperbarui motivasi belajar guru-guru yang tergabung dalam MGMP Bahasa Indonesia tingkat SMA, dan (c) menjalin kemitraan dengan guru-guru di wilayah Kabupaten Sumbawa Besar yang selama ini belum pernah dilaksanakan. Dalam kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan dua metode, yaitu metode ceramah dan tanya-jawab. Target luaran nonfisik pelaksanaan pengabdian ini adalah peningkatan pemahaman dan ketrampilan mitra. Dalam hal ini penguasaan mitra pengabdian tentang konsep-konsep teori kelinguistikan dan kesastraan menjadi lebih baik. Dari hasil kegiatan ini didapatkan fakta bahwa khalayak sasaran yang dalam hal ini adalah para guru bahasa Indonesia di SMA masih memiliki miskonsepsi terkait beberapa konsep teori dalam bidang sintaksis (linguistik) dan puisi (sastra). dapat dilaksanakan dengan lancar dan antusias peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat tinggi. Melalui kegiatan ini dengan menerapkan beberapa metode di atas para peserta diharapkan memliki penguasaan tentang konsep teori kelinguistikan dan kesastraan dapat lebih meningkat dan memiliki persepsi yang sama dalam pemahaman konsepnya. Di samping itu, penguasaan konsep teori ini diharapkan dalam pengaplikasiannya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah memiliki keseragaman konsep dalam penyampaiannya antara guru yang satu dan lainnya, khususnya terkait dengan materi kebahasaan dan kesastraan.
Sosialisasi Gangguan Belajar Spesifik (Disleksia) kepada Guru-Guru Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Jerowaru: Awareness Program on Specific Learning Disorders (Dyslexia) for Junior High School Teachers in Jerowaru Indonesia Saharudin, Saharudin; Musaddat, Syaiful; Susanti, Pipit Aprilia; Agusman, Agusman; Ramdhani, Marlinda; Hidayat, Wahyu
DARMADIKSANI Vol 5 No 1 (2025): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i1.6961

Abstract

Pengabdian ini dilatari oleh masih banyak guru yang tidak memahami jenis dan karakteristik gangguan belajar spesifik (disleksia) pada peserta didik sehingga mereka cenderung melabeli peserta didiknya dengan label “bodoh” atau semisalnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi kepada para guru mengenai gangguan belajar spesifik di kalangan peserta didik dengan melibatkan profesional psikolog sehingga para guru juga bisa mengambil langkah-langkah dalam menangani kasus gangguan belajar yang dialami peserta didiknya. Selain berbicara persoalan gangguan belajar, juga dibicarakan perihal pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik: pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran yang tanggap budaya. Berdasarkan hasil post-test, hasil sosialisasi menunjukkan bahwa para guru telah bisa mengetahui, memahami, dan menjelaskan jenis-jenis gangguan belajar pada peserta didik, ciri-ciri peserta didik yang mengalami gangguan belajar, dan asbab terjadinya gangguan belajar pada peserta didik. Adanya pengetahuan dan pemahaman tentang gangguan belajar (yang dialami peserta didik) berimplikasi pada kesadaran para guru SMPN 1 Jerowaru untuk melakukan pembelajaran yang berpihak pada peserta didiknya mulai dari penyususan perangkat pembelajaran hingga evaluasinya. Disarankan agar penyuluhan psikoedukasi kesehatan mental untuk para guru dan peserta didik semacam ini rutin dilakukan sebagai upaya menciptakan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan pembaharuan informasi terkait ragam kerangka strategi dalam pembelajaran, serta perlu melibatkan orang tua dan profesional untuk membantu guru dalam menghadapi peserta didik yang mengalami gangguan belajar spesifik disleksia ini.
MORFEM AFIKS BAHASA SASAK PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN DI PAUD KENANGA PERINA JONGGAT LOMBOK TENGAH Wakiah, Nurul; Rusdiawan, Rusdiawan; Saharudin, Saharudin
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Agustus)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i3.3400

Abstract

Kajian morfem afiks Bahasa  Sasak pada anak usia 4-6 tahun di PAUD kenanga Desa Perina Kecamatan Jonggat Lombok Tengah ini bertujuan untuk mengetahui bentuk morfem afiks Bahasa Sasak pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga, kategori kata dasar yang dibubuhi morfem afiks Bahasa Sasak pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga, dan proses morfofonemik yang terjadi pada morfem afiks yang dibubuhi kata dasar pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga. Metode pegumpulan data yang dipakai adalah metode simak (simak libat cakap dan catat)  dan metode wawancara (teknik pancing dan catat). Sementara itu, metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mununjukkan pertama, bentuk morfem afiks Bahasa Sasak pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga memiliki bentuk yang cukup bervariasi seperti prefiks {pə-},{bə-}, {ṅ-}, {ŋ-}, {m-}, dan {tə-}; sufiks {-an}; konfiks {pe-an} dan {bə-an}; serta Kombinasi afiks {te-+pə-}.  Kedua, kategori kata dasar yang dibubuhi morfem afiks Bahasa Sasak pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga terdiri dari empat kategori kata dasar ,yakni nomina, verba, adjektiva, dan numeralia yang mampu melekat pada afiks Bahasa Sasak Desa Perina. Ketiga, Proses morfofonemik yang terjadi pada morfem afiks yang dibubuhi kata dasar pada anak usia 4-6 tahun di PAUD Kenanga yang meliputi proses penghilangan fonem dan perubahan fonem. Proses penghilangan fonem seperti data bemas, boas, dan bajah, terjadi penghilangan fonem /ə/ dan /r/  yang sebenarnya dilafalkan beremas, beroas, dan berajah yang bermakna ‘beremas’, ‘mencuci’, dan ‘belajar’. Proses perubahan fonem /t/ mejadi /p/ pada data Pepinak dan Pepantok yang sebenarnya dilafalkan tepinak dan tepantok yang bermakna ‘dibuat dan ‘dipukul’. Terjadi perubahan  fonem /t/ menjadi /p/ pada prefiks {tə-}. Prefiks {tə-} tersebut diubah mejadi prefiks {pə-} yang sebenarnya prefiks {pə-} tersebut tidak ada pada Bahasa Sasak Desa Perina Kecamatan Jonggat.
Co-Authors Abrar, Mukhlas Ade Kusmana Agus Setyonegoro Agusman, Agusman Aini, Jusratul Amir, Safrullah Amsal, Amsal Aprizal Lukman Arianty, Ros Asrin Asrin Asyhar, Mochammad Baba, Nurul Mutia Bansa, Yorina An'guna Baral, Lekh Nath Boniesta Zulandha Melani Burhanuddin Burhanuddin Burhanudin Burhanudin Caniago, Risky Dahlan, Fathurrozi Darmiany Dendy Kharisna Dessy Yoswaty Dewi, Rina Kusuma Dini Eka Fitriani Djaafar, Tjitrowati Ekawarna Ekawarna, Ekawarna Ernaliana, Ernaliana Ervina Ervina Febtrina, Rizka Firman Firman Ghufron, Habibul Hariadi, Eka Putra Harsyah, Ahmad Syauqi Hartini, Dina Hasanudin Hasanudin Herman Budiyono Hermawan, Nandang Hidayati, Baiq Rosida Jaeka, Farida Jannah, Baiq Arihni Rohiatul Jauhari, Ade Jefri Marzal Jumarep, Jumarep jumratul akbar, jumratul Kamid Kamid Kristiyono, Santo Lana, Elsa Setia Luluk Sri Agus Prasetyoningsih Madina, Fitrisia Mahsun Mahsun maki, muhammad Malik, Adam Daisa Marina, Risqa Marlinda Ramdhani Martinis Yamin Meditamar, Mohd. Odha Mohamad Abdun Nasir Muhamad Hilmi, Muhamad Muhammad Rusdi Muhammad Sukri Muhammad Syaifuddin Musaddat, Syaiful Mustafa Nabila, Zahiratun Nahdiah, Fadhilatul Noviska, Della Wilza Nurfitria Ningsih Nursyirwani, Nursyirwani Pebriyanti, Baiq Sartika Puspayanti Puspayanti Putra, Ifon Dwiposwana Putri, Regita Riani Rahmani, Nanda Hafizhah Rahmayani, Dwina Rahmayati, Nisa Dwi Ramdhani, Marlinda Rayandra Asyhar Reli Handayani, Reli Rizki, Hedia Rizki, Hedia Robi Soma Rosmiati Rosmiati Rosmina Rosmina Rudi Hartono Rusdiawan, Rusdiawan S, Aswandikari Saleh, Mustakim Salsabila, Unik Hanifah Sangadjisowohy, Idayani Saniarti, Saniarti Saparudin Saparudin Sari, Indah Indreani Sirullhaq, Muhammad SS, Tison Suarni Suarni Subadi Subadi Subagyo, Indro Sudika, I Nyoman Sulistiyo, Urip sultanuddin, sultanuddin Suriati, Suriati Susanti, Pipit Aprilia Syarifah, Dzul Himmatus Syarifuddin Syarifuddin Tambak, Syahraini Udin, Udin Victoria, Rona Restu Wahidah, Baiq Wahyu Hidayat Waite, Vesna Wakiah, Nurul Wardah Wardah Yahya, Fizian Yoga Dhiatmika , Ida Bagus Gede Yuliana Yuliana