p-Index From 2021 - 2026
13.229
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tajdida Suhuf JURNAL KEPEMIMPINAN DAN PENGURUSAN SEKOLAH Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Wacana Akademika : Majalah Ilmiah Kependidikan Educatio al-Afkar, Journal For Islamic Studies Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Kamaya: Jurnal Ilmu Agama IQRO: Journal of Islamic Education Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Imtiyaz : Jurnal Ilmu Keislaman INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Edunesia : jurnal Ilmiah Pendidikan Al-Muaddib : Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan International Journal of Educational Management and Innovation (IJEMI) Jurnal Dakwah dan Komunikasi SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Al-Fikru: Jurnal Ilmiah PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Abdi Psikonomi Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE) Jurnal Ilmiah Mahasiswa Raushan Fikr Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity) Jurnal Ilmu Multidisplin JURNAL PENGABDIAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (JPPM) Jurnal Pendidikan Islam Islamic Education Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Kartika: Jurnal Studi Keislaman AL ULYA: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Proceeding of International Conference of Islamic Education Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Journal of Innovative and Creativity Mujahada : Jurnal Pengabdian Masyarakat Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Culture and Religion Issues Studi Multidisipliner: Jurnal Kajian Keislaman PSIKOTES: JURNAL ILMU PSIKOLOGI, KOMUNIKASI DAN KESEHATAN EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran Journal of Islamic Education Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Profetika: Jurnal Studi Islam Ambarsa : Jurnal Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

The Role of Halaqoh Tarbawiyah in the Formation of Adolescents' Self-Concept at Muhammadiyah 10 Middle School Surakarta Asmara, Linda; Shobahiya, Mahasri; Sodikin, Aditya Wisnu
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 1 (2025): Vol 9, No1(2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i1.10973

Abstract

This study aims to examine the role of halaqoh tarbawiyah in shaping the self concept of adolescents at SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, Indonesia. Adolescence is a critical phase in identity development, where cultivating a strong self concept is essential. Halaqoh tarbawiyah, a group-based Islamic educational approach, is expected to serve as a medium for nurturing Islamic character in adolescents. This research employed a descriptive qualitative approach using a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving students, teachers, and halaqoh tarbawiyah facilitators. The findings indicate that halaqoh tarbawiyah plays a significant role in developing adolescents’ self concept through three main aspects: the internalization of Islamic values, the enhancement of self-confidence, and the cultivation of social awareness. Moreover, the halaqoh serves as a safe and supportive space for adolescents to share experiences, participate in discussions, and explore their identities. Therefore, the implementation of halaqoh tarbawiyah in Islamic schools functions as a strategic instrument for strengthening Islamic identity and addressing identity crises during adolescence.
Implementasi Pendidikan Humanis untuk Membentuk Karakter Unggul di Ma'had Darul Fikri Bringin Kauman Ponorogo Iyan Alan Setyawan; Mahasri Shobahiya; Mutohharun Jinan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (April–Mei 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i1.852

Abstract

Pendidikan humanisme merupakan pendekatan yang mengutamakan pengembangan potensi individu secara holistik, dengan menekankan nilai-nilai kemanusiaan, kebebasan individu, dan moralitas. Tujuan utama dari pendidikan ini adalah membentuk karakter peserta didik yang unggul, dengan menekankan pada aspek kognitif, afektif, dan moral. Penelitian ini berfokus pada implementasi pendidikan humanisme di Ma'had Darul Fikri, sebuah lembaga pendidikan Islam di Ponorogo, yang bertujuan untuk membentuk karakter unggul pada peserta didiknya. Pendekatan humanisme diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, memberikan penghargaan terhadap martabat peserta didik, dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis, integritas, serta pengendalian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menggali penerapan pendidikan humanisme di Ma'had Darul Fikri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendidikan humanisme berhasil menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan menghargai martabat peserta didik, terdapat tantangan besar dalam implementasinya. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan penerapan pendidikan ini antara lain adalah kurangnya pemahaman yang mendalam dari pendidik mengenai prinsip-prinsip dasar pendidikan humanisme, ketakutan terhadap dampak hukum terkait perlindungan anak, serta ketidakseimbangan dalam penegakan disiplin yang menyebabkan penurunan dalam pembentukan karakter unggul peserta didik. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan bahwa untuk mengoptimalkan penerapan pendidikan humanisme, perlu adanya penekanan lebih lanjut pada aspek kedisiplinan, tanggung jawab, serta pemahaman yang lebih mendalam bagi pendidik mengenai esensi pendidikan humanisme. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pendidikan humanisme tidak hanya menghindari kekerasan, tetapi juga secara efektif membentuk karakter yang kuat dan kritis pada peserta didik.
Internalization Strategy of Religiosity Values as an Effort to Prevent Bullying at Darul Qur'an Islamic Boarding School Surakarta Fadhia Ananda; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.14631

Abstract

This study aims to analyze the strategy of internalizing religiosity values as an effort to prevent bullying in the Darul Qur'an Islamic Boarding School in Surakarta. Bullying, which often appears in verbal and relational forms, is a problem that affects the mental health and social development of students. This study uses a qualitative approach with a case study design to explore an understanding of how religious values are applied in daily life in pesantren and how it contributes to preventing bullying behavior. Data collection was carried out through in-depth interviews with students and pesantren managers as well as the study of documents related to pesantren policies and religious activities. The results of the study show that routine religious activities, such as congregational prayers, dhikr, and learning the Qur'an, play an important role in shaping the character of students who prioritize positive moral and social values. However, although religiosity has a big role in preventing bullying, there are still challenges related to differences in perceptions among students about bullying behavior. In conclusion, the consistent and deep internalization of religiosity values can create a safer and more harmonious environment in Islamic boarding schools, while reducing the risk of bullying.
Prophetic Studies of Multiculturalism: A Coloring Grace or A Potential for Gnawing Division Agung Sulistiyo Nugroho; Musa Asy'arie; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.14938

Abstract

While contemporary studies on multiculturalism predominantly rely on secular political or educational frameworks, limited attention has been given to prophetic ethical paradigms as a systematic model for managing diversity. This study addresses this gap by examining multiculturalism in the era of the Prophet Muhammad SAW through a hermeneutical–prophetic approach grounded in Kuntowijoyo’s prophetic social science. Using qualitative library research, the study analyzes classical Islamic texts particularly the Medina Charteralongside relevant contemporary literature. The findings demonstrate that prophetic multiculturalism constitutes an ethical–political framework based on equality, religious freedom, social justice, and dialogical coexistence. Theoretically, this study reframes multiculturalism as a value-based moral system rather than a merely sociopolitical arrangement. Practically, it offers a normative reference for contemporary multicultural governance, education, and interfaith dialogue in plural societies facing increasing identity-based conflicts.
Model Transformasi Intelektual Muslim Berbasis Berpikir Profetik dalam Menghadapi Tantangan Era Digital Khamami Khamami; Musa Asy’arie; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.15097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model transformasi intelektual Muslim berbasis berpikir profetik sebagai solusi menghadapi tantangan era digital yang berkembang pesat, dengan menekankan keseimbangan antara pengetahuan akademik, spiritualitas, dan moralitas. Penelitian ini menggunakan Ilmu Sosial Profetik yang digagas oleh Kuntowijoyo, yang menekankan tiga nilai inti: transendensi, humanisasi, dan liberasi sebagai dasar dalam memahami dan mengatasi masalah social. Literatur menunjukkan bahwa banyak intelektual Muslim yang terjebak dalam pola pikir materialistik dan rasional, sehingga nilai-nilai keagamaan mulai terpinggirkan. Berpikir profetik menawarkan alternatif dengan mengintegrasikan wahyu dan nilai moral dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis berbagai sumber terkait berpikir profetik dan digitalisasi pendidikan Islam. Berpikir profetik mampu membentuk intelektual Muslim yang kritis, inovatif, berakhlak, serta mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif. Hasil penelitian ini penting untuk mengarahkan pendidikan Islam dalam menghadapi tantangan digital, dengan mengintegrasikan nilai-nilai profetik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan perspektif baru dalam menggabungkan nilai-nilai Islam dengan perkembangan teknologi untuk membentuk intelektual Muslim yang beretika.  
Bumi Kotak: Krisis Epistemologi Islam Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Islam di Era Disorientasi Pengetahuan Asep Sutisna; Musa Asy’ari; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.15099

Abstract

The phenomenon of the “Flat Earth” or “Bumi Kotak” emerging in digital public spaces today is not merely a debate about the Earth’s shape, but a symbol of the epistemological crisis within the Muslim community. This crisis reflects a disconnection between revelation (al-waḥy), reason (al-‘aql), and empirical experience (al-tajrībah), leading to disorientation in knowledge. This paper aims to describe the Bumi Kotak phenomenon as a manifestation of epistemological crisis, analyze its root causes, and propose a model for reconstructing the paradigm of Islamic education based on tauhidic epistemology. Using a qualitative-descriptive approach with a hermeneutic-philosophical paradigm, this study analyzes classical and contemporary Islamic works by scholars such as al-Attas, al-Faruqi, and Nasr. The findings reveal that the epistemological crisis stems from the loss of tauhidic awareness in modern fragmented and secular knowledge systems. Islamic education must reintegrate revelation, reason, and empirical knowledge into a unified tauhidic epistemology that emphasizes intellectual ethics and adab of thinking. Such reconstruction can guide Islamic education toward a more critical, civilized, and transformative framework in the digital age.
Dari Idealisme ke Realitas: Tantangan Penerapan Nilai Multikultural dalam Kehidupan Umat Islam di Era Modern Ria Nata Kusuma; Musa Asy’arie; Mahasri Shobahiya
Iseedu: Journal of Islamic Educational Thoughts and Practices Vol. 9 No. 2 (2025): Vol 9 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/iseedu.v9i2.15139

Abstract

Multikulturalisme Islam dijadikan gambaran prinsip secara universal. Prinsip yang dimaksud adalah ta'aruf, tasamuh, dan 'adl. Islam memfokuskan pada rasa hormat yang diberikan terhadap variasi ajaran Ilahi. Namun, tren sosial memperlihatkan beberapa aspek yang cukup tinggi seperti eksklusivisme, intoleransi, dan polarisasi identitas keagamaan. Disebabkan karena pendidikan multikultural dan media digital yang muncul dalam kehidupan manusia. Dalam mengatasi tantangan, perlu adanya implementasi nilai multikultural bagi setiap masyarakat Muslim. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis sastra menggunakan literature terdahulu. Hasil penelitian ini memperlihatkan adanya pengembangan dalam edukasi multikultural yang difokuskan secara Islam diperlukan sebagai upaya yang cukup strategis. Selanjutnya, diperlukan adanya penafsiran pada teks agama dan peran ulama dalam mengajarkan agama Islam kepada masyarakat. Literasi digital memainkan peran yang penting dalam membentuk komunitas Islam secara inklusif dan dialogis. Sehingga, multikulturalisme mampu membentuk komunitas Islam dengan keberagaman yang berkaitan dengan fenomena sosial dan wujud aktual berdasarkan ajaran profetik. Dalam hal ini, fokus utama adalah pada kondisi adanya tantangan kemanusiaan, kesetaraan dan transendensi pada hidup yang kontemporer.
MEMBANGUN EMOSI POSITIF ANAK MELALUI KEGIATAN OUTING CLASS DI TK AISYIYAH AL-AMIN SURAKARTA Sugiyanti Sugiyanti; Mahasri Shobahiya
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37340

Abstract

Pembelajaran dengan kegiatan outing class merupakan salah satu cara untuk mendekatkan anak-anak dengan kehidupan nyata, yaitu lingkungan sosial, yang kemudian berdampak positif pada kemajuan mereka secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kegiatan outing class dalam membangun emosi positif anak. Selain itu, penelitian ini berfokus pada emosi kegembiraan yang mengkodekan pembentukan emosi positif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspresi emosi di lingkungan sekolah berkaitan dengan penyesuaian akademik, dengan emosi positif mendorong penerimaan dan keterlibatan teman sebaya, sementara emosi negatif berkorelasi dengan konflik dan prestasi akademik yang lebih rendah. Selain perkembangan fisik dan kognitif, pengalaman outing class dapat meningkatkan kesejahteraan emosional anak (mengalami berbagai emosi positif), mulai dari merasa tenang dan rileks hingga bersemangat dan gembira. Lingkungan outing class adalah lingkungan yang merangsang sensorik, yang mengarah pada rasa ingin tahu dan dapat memberikan rasa hidup kepada anak-anak yang ingin meningkatkan keterampilan mereka. Wilayah outing class merupakan ekspresi sempurna dari kekayaan kognitif, lebih kompleks, jauh melampaui apa yang terbaik di dalam kelas, dapat memfasilitasi emosi positif anak.
PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI WAHANA PEMBENTUKAN SIKAP MULTIKULTURAL Asy'arie, Musa; Shobahiya, Mahasri; Agustin, Maulid
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/a1876220

Abstract

This study aims to explore the role of Islamic education in shaping multicultural attitudes within Indonesia, a nation characterized by rich cultural, religious, and ethnic diversity. Although Indonesia upholds the national motto Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity), challenges such as discrimination and intolerance continue to emerge as a result of primordial and exclusivist attitudes. Islamic education holds significant potential to cultivate multicultural values such as justice, tolerance, brotherhood, and respect for social plurality by integrating these principles into both the curriculum and classroom practices. Multicultural-oriented learning in madrasahs, implemented through contextual approaches, cross-cultural studies, and value-based instruction, functions as a moral mediation space and contributes to the development of an inclusive learning culture. This includes linking Qur’anic teachings on justice and compassion to real-life social issues. Teachers of Islamic Education (PAI) play a pivotal role as role models and agents of moderation, fostering tolerance and justice through social engagement and exemplary conduct. Foundational values such as justice (‘adl), brotherhood (ukhuwwah), compassion (rahmah), and respect for human dignity (karāmah insāniyyah), derived from the Qur’an and Hadith, serve as essential pillars for building a harmonious and inclusive society.Through adaptive curriculum design and participatory teaching methods, Islamic education can effectively nurture social competencies grounded in empathy and tolerance. As a result, younger generations are better equipped to live harmoniously within a multicultural society and to strengthen national unity and social justice in Indonesia.
PENGUATAN KESADARAN MULTIKULTURAL MELALUI STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS BERPIKIR PROFETIK Musa Asy’arie; Mahasri Shobahiya; Naqiba, Muhammad Izzan
AL-MUADDIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 8 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/sqft0t40

Abstract

Prophetic thinking from the perspectives of Kuntowijoyo and Musa Asy’arie needs to be re-examined to ensure its relevance in strengthening multicultural awareness through Islamic education strategies in the contemporary era. This study employs a qualitative method with a library research approach using descriptive-analytical analysis by examining various scholarly sources related to prophetic thinking and its application in Islamic education. The findings indicate that prophetic thinking which grounded in three core dimensions, namely humanization, liberation, and transcendence, as well as three fundamental principles : integrative, reflective, and transformational can serve as a moral and spiritual paradigm for developing inclusive and multicultural Islamic education. Educational strategies based on prophetic values can be internalized through curriculum design, teacher role modeling, and learning processes oriented toward the common good (maslahah) of the community. The formulation of an integrated framework between prophetic thinking and Islamic education thus represents an applicative strategy for fostering tolerant, just, and civilized multicultural awareness within a global society.
Co-Authors Abdul Hafeez VM Abdul Latif Abdulkarim Abdulkarim Zulfa Ahmadi Abdulkarim Zulfa Ahmadi, Abdulkarim Abdullah, Aji Abdur Rahman Mujahid Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi Abubaker Barry Agung Sulistiyo Nugroho Agung Wahyu Utomo Ahmad Akbar Fauzi Ahmad Baihaqi Esaputra Ahmad Fathun Qoriib Ahmad Mardalis Ahmadi Martha Habibi Aisyah Nur Kholifatun Jannah Akbar Waliyuddin Pakpahan Al Mubarok, Fahmi Ulum Alan Setyawan, Iyan Aldila Luthfiana Rahmadewi Alfan Rifai Alfarizi, Moch Salman Alfiyatul Azizah Alifazahro, Nadhifa Nur Amani, Nur Raihanah Ambarwati Ameen KC Anggraini, Fadhilla Nangroe Anisa Meilawati Annisah Safitri Anugrah, Abror Dikna Anwar Anwar Apriliano, Moza Ari Anshori Ari Priyono Arman Maulana Ridho Asep Sutisna Asman Asman Asmara, Linda Asy'arie , Musa Asy'arie, Musa Asy’arie, Musa Azzacky, Jafar Ihza Yuska Azzahra, Kayla Bagus Jamroji Bambang Sismedi Saputro Bayu Rahmat Setiyo Bella Ananda Chairunnisa Brahmantya Panji Prakosa Budihargo, Mushab Umar Chusniatun Dartim Demes Ilham Al Fikri Diah Priyawati Dini Zakia Zahra Elyana Nur Sholikhah Erlisa Sulistianingsih Fadhia Ananda Fahmi Ulum Al Mubarok Fahrudin Fahrudin Faizah, Intan Nur Faizal, Ihsan Fauzan Addinul Jihad Fauziyah Qurrota’Ayun Tamami Febri Bekti Pangestu Fitriana, Tri Anggraini Fitriyan, Yassir Hafidh Habibi, Ahmadi Martha Hadi, Abil Fida Muhammad Qois Al Hadi, Muhammad Wafi Hilman Luthfil Hafidz Hafidz Hakiem, Marsekal Rahman Hana Ayu Safitri Ibnu Abid Intan Dian Saputri Intan Nur Faizah Intana Syifa Nabila Ismail, Lentera Tazkiya Isnaya Arina Hidayati Istanto, I Iyan Alan Setyawan Jihad, Fauzan Addinul Jihad, Hanif Ruhul Jihan Nur Hidayah Junita Dwi Wardhani Kani Ulger Khamami Khamami Khotimah, Dewi Fitriah Khusnul Kurniawan, Fidaus Latutik Mukhlisin Lentera Tazkiya Ismail Lutfanudin Lutfi Zaki Al Manfaluthi Martarosa Maulidia Maulid Agustin Maulidia, Martarosa Merliana, Miranti Minhayati Saleh Minhayati Saleh Miranti Merliana Mirzam Arqy Ahmadi moch salman Mochammad Imron Awalludin Mohamed Iyas Valarthodi Mohammad Rifky Mohammad Zakki Azani Mufidatul Azizah Muh Nur Rochim Maksum Muhamad Faqihudin Muhamad Subhi Apriantoro Muhammad Muhammad Ali Muhammad Arifudin Muhammad Badat Alauddin Muhammad Farhan Muhammad Sulaiman Muhammad Wildan Shohib Muhammad, Norshafiqah Binti Muhtadi Muhtadi Muk Andhim Mukti, Oscharil Aji Musa Asy'arie Musa Asy'arie Musa Asy’ari Musa Asy’arie Musa Asy’arie Musa Asy’arie Musyaffa, Zaim Hilmi Mutohharun Jinan Muttaqin, M. Azhar Naqiba, Muhammad Izzan Nashiruddin Amin Novel Idris Abas Nur Afiffah Ragilia Nurul Asma Khoiriyah Nurul Latifatul Inayati Pakpahan, Akbar Waliyuddin Pambudi, Haning Lestari Dwi Putri Rahmawati Qo’idul A’dzham Qudsiyah, Yusfina Sekar Rahma Ayuningtyas Fachrunisa Rahmadewi, Aldila Luthfiana Rahmatullah, Arif Ramadhani Nur Hikmah Reyhan Aditya Julianto Ria Nata Kusuma Ridho, Arman Maulana Rio Ramadhon Risma Marno Lestari Risma Marno Lestari, Risma Marno Rizqianto Hermawan Rohmani, Annas Fajar Sabar Narimo Safitri, Ilham Nur Saputri, Intan Dian Sari, Muflihatul Laela Sasongko, Farah Adibah Sekar Ayu Aryani Shafwatun Nada Mohammad Siati, Is Silaning Sodikin, Aditya Wisnu Sri Slamet Sugiyanti Sugiyanti Syahrul Adam Salleh Ibrahim, Syahrul Adam Salleh Ibrahim Syamsudin Nawwar Hibatulloh T Taufik Tammam Sholahudin Triono Ali Mustofa Tutik Mursiti Vambudi, Viky Nur Viky Nur Vambudi Wachidi Wanda Alifi Wirawan Wardana, Dimas Wisnu Waston Woro Yustia Pratiwi Yansyah Yansyah, Yansyah Yassir Hafidh Fitriyan Yeti Dahliana Yogi Muhammad Saputro Yusfina Sekar Qudsiyah Zaki Afifi Zulfa Iftinani Muchtar