Claim Missing Document
Check
Articles

Koeksistensi Tinea Facialis, Tinea Corporis, dan Tinea Cruris pada Pasien dengan Immunocompromised: Laporan Kasus Dianisa Indira Putri; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea adalah infeksi jamur yang disebabkan oleh dermatofita, yang sering kali muncul pada badan, leher, lengan tangan, dan kaki, termasuk kulit kepala, wajah dan jenggot, pangkal paha, dan kuku. Penyebab utama infeksi ini adalah spesies Trichophyton. Ciri khas tinea adalah adanya lesi berbentuk cincin (annular) dengan tepi yang meninggi, eritem, berskuama, sementara bagian tengahnya tampak lebih jernih/hipopigmentasi, memberikan tampilan seperti target (central healing). Kami menyajikan laporan kasus tinea pada seorang wanita 26 tahun dengan HIV. Pasien datang dengan keluhan gatal dan bercak merah di wajah, kedua tangan, serta paha bagian atas dan inguinal. Pendekatan terapeutik yang perlu diberikan meliputi antifungi topikal dan sistemik, serta terapi simtomatik bila perlu. Kasus ini menekankan bahwa infeksi tinea lebih sering terjadi dan lebih parah pada pasien dengan imunosupresi seperti HIV, dan penatalaksanaan harus mempertimbangkan kondisi medis penyerta serta potensi interaksi obat.
Tinea Pedis et Corporis pada Pekerja dengan Mobilitas Tinggi Bilqis Herdian Alfiya Hasna; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea pedis et corporis merupakan infeksi jamur superfisial akibat dermatofita yang sering ditemukan pada individu dengan paparan lingkungan lembap, hiperhidrosis, serta gangguan fungsi sawar kulit, dan berisiko menimbulkan kekambuhan bila tidak ditangani secara adekuat. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan gambaran klinis, faktor predisposisi, metode diagnostik, serta respons terapi pada pasien dengan tinea pedis et corporis. Metode yang digunakan berupa laporan kasus deskriptif pada seorang laki-laki usia 52 tahun dengan keluhan gatal kronik, kulit kaki pecah-pecah, berskuama, dan lesi papular anular pada punggung. Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik dermatologis, serta pemeriksaan mikroskopis sediaan kalium hidroksida (KOH) 10% dari kerokan lesi yang menunjukkan hifa positif. Pasien mendapat terapi fluconazole oral, kombinasi antijamur-kortikosteroid topikal, antibiotik topikal, terapi simptomatik, dan edukasi perawatan kulit. Setelah dua minggu pengobatan, keluhan gatal berkurang, skuama dan fisura membaik, serta lesi kulit mengalami resolusi bertahap tanpa infeksi sekunder. Pendekatan terapi komprehensif disertai edukasi higiene terbukti memberikan perbaikan klinis yang baik dan membantu mencegah kekambuhan.
Penanganan Penyakit Kulit dan Kelamin di Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Boyolali melalui Edukasi dan Standarisasi Penanganan Awal di Unit Kesehatan Sekolah Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Saiful Hidayat; Listiana Masyita Dewi; Rochmadina Suci Bestari; Erika Diana Risanti; Ratih Pramuningtyas
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2550

Abstract

Penyakit kulit dan kelamin masih memiliki prevalensi tinggi di kalangan remaja terutama di lingkungan yang padat seperti pondok pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Manafi’ul Ulum Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin serta meningkatkan kapasitas pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dini dan penanganan awal penyakit dermatovenereologi. Pendekatan community-based intervention dilakukan melalui tahap identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, evaluasi pengetahuan, serta penyusunan SOP UKS. Setelah melakukan survei awal dan identifikasi masalah, kami kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri/santriwati. Setelah memberikan penyuluhan, hasil analisis kami menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan para santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin tergolong cukup baik, namun prevalensi penyakit tetap tinggi. Oleh karena itu, dilakukan upaya tambahan berupa penyusunan SOP sederhana bagi guru di UKS agar mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit kulit dan kelamin ringan di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan adherensi guru UKS terhadap SOP cukup baik. Kombinasi edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas UKS melalui SOP merupakan strategi potensial untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit dan kelamin di lingkungan pesantren.
Selulitis Pedis Berulang pada Pasien dengan Riwayat DVT (Deep Vein Thrombosis) Dyah Farhani Cahyaningrum; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selulitis merupakan infeksi bakteri akut pada kulit dan jaringan subkutan yang sering mengenai ekstremitas bawah dan dapat berulang, terutama pada pasien dengan gangguan sirkulasi. Riwayat Deep Vein Thrombosis (DVT) diketahui meningkatkan risiko terjadinya selulitis rekuren akibat gangguan aliran vena dan edema kronis. Dilaporkan satu kasus seorang wanita dengan riwayat DVT yang datang dengan keluhan bengkak, kemerahan, nyeri, dan demam pada tungkai bawah kiri yang memberat dalam beberapa hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan edema, patch eritema difus berbatas tidak tegas disertai bula, serta nyeri tekan lokal. Pemeriksaan penunjang menunjukkan leukositosis ringan, peningkatan D-dimer, dan anemia ringan. Pasien mendapatkan perawatan rawat inap dengan terapi antibiotik procaine penicillin, antiinflamasi nonsteroid, perawatan lokal luka, serta elevasi tungkai, yang menunjukkan perbaikan klinis bertahap. Kasus ini menegaskan bahwa selulitis pada pasien dengan riwayat DVT memerlukan kewaspadaan tinggi karena berisiko berulang dan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Penatalaksanaan yang tepat, dini, dan komprehensif sangat penting untuk mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, serta menurunkan angka rekurensi selulitis.
Hubungan Kejadian Tinea Corporis Et Cruris dengan Perbedaan Respon Imun pada Pasien Diabetes Melitus Dinda Dwi Agustina; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinea adalah infeksi jamur superfisial yang disebabkan oleh dermatofit, biasanya muncul dengan lesi central healing dengan tepi aktif berupa eritema, skuama, kadang papulovesikel, disertai pruritus. Faktor risiko meliputi lingkungan lembap, kebersihan yang buruk, dan kondisi imunosupresif seperti diabetes melitus. Laporan ini menyajikan kasus seorang wanita berusia 34 tahun dengan Tinea corporis et cruris dengan kadar gula tinggi yang mengalami perluasan lesi akibat terapi antijamur topikal yang tidak adekuat dan trauma mekanis akibat garukan. Penatalaksanaan meliputi cetirizine, ketoconazole topikal, mupirocin, dan mometason furoat. Penanganan kasus seperti ini memerlukan pendekatan komprehensif, termasuk terapi antifungal sistemik bila diperlukan, edukasi pasien untuk menghindari menggaruk, kontrol glikemik yang ketat, serta kepatuhan terhadap durasi terapi yang adekuat untuk mendapatkan eradikasi mikologis dan mencegah kekambuhan pasien kadar gula tinggi dengan dermatofitosis.
Indonesian Medical Students' Perceptions of Computer Based Test (CBT) Questions on Public Health Competency Test: An Evaluation Study Burhannudin Ichsan; Anika Candrasari; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas; Noval Gentha Mahesa; Schedar Shafrizal Amar
Journal of Health Policy and Management Vol. 11 No. 2 (2026)
Publisher : Master's Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/

Abstract

Background: The Indonesian Medical Competency Standards (SKDI) are the educational standards for doctors in Indonesia. To prove that students have met the competency requirements, a competency test is necessary. Research results show that CBT of Public Health questions fall into the moderate-difficult category. This means that institutions must have a specific strategy to guide students. Subjects and Method: This qualitative study conducted in-depth interviews with Indonesian medical students who had passed or failed the Indonesian Medical Competency Test. The interviews were conducted online using Zoom. Informants were selected from various regions in Indonesia. Results: The study identified five themes. The five themes are: 1) varying perceptions of the difficulty level of public health questions, 2) lack of focus, 3) question patterns and reference books, 4) sources and methods of learning for the public health question, and 5) examinees' expectations. Conclusion: Students' perceptions of the difficulty level vary. This is also related to the students' own preparedness. Students have specific expectations regarding certain questions, such as those related to Indonesian national health insurance (BPJS), epidemiology, and others
Co-Authors . Suswardana . Suswardana, . Abiyya Fathanita Adzhani, Muhammad Pria Aflit Nuryulia Praswati Agus Sri Wardoyo Amalia, Shafira Nurul Anang Endaryanto Andini, Putri Dwi Andri Rianawati, Andri Andri Sugeng Prasetyo Anggelina Aiyoslla Nabilla Putu Pratomo Anik Enikmawati Anika Candrasari Anis Nuristiqomah Ardhana Januar Mahardhani Arief Hidayat Ariyanti, Rika Asmirati Yakob Auria Silalahi B, Nia Awanis, Ghina Shabrina Aziz, Yusuf Abdullah Bayu Hendro Wicaksono Bilqis Herdian Alfiya Hasna Budi Prasetyo Budi Utomo Burhannudin Ichsan Cita Rosita Sigit Prakoeswa Dadi Rosadi Dahlia Winda Nurarifah Devi Usdiana Rosyidah Dewi, Listiana Masyta Dian Ardifah Iswari Dianisa Indira Putri Dianisa Indira Putri Dimawan, Rully Setia Agus Dinda Dwi Agustina Dominicus Husada Dyah Farhani Cahyaningrum Dyah Puji Astuti Dykall Naf'an Dzikri Dzikri, Dykall Naf'an Dzikri, Dykall Naf’an Ekayanti, Septi Rismala Em Sutrisna Erika Diana Risanti Erika Diana Risanti Erma Widyastuti Ersi Dwi Utami Siregar Fanani Firdaus Faradiba Maharani Fathanita, Abiyya Fathiyya Noor Afifah FATIMAH, Lina Nur Fauziah, Isnaeni Nur Febriani Aldila Safitri Febrianty, Astrida Fesky Fithriyah, Sa’idatul Geofany Hargi Findawan Hardyanto Soebono Hari Basuki Notobroto Harun Joko Prayitno Hazimah, Jihan Naufa Hindun Luthfia Rosyida Hindun Luthfia Rosyida Husna, Az zahra Miftahul Ida Betanursanti Ida Untari Iin Novita Nurhidayati Mahmuda Indira Putri, Dianisa Inggrit Thalasavia Utami Ishmah Nur Faizah Islamuddin, Tri Kurnia Ahmad Isnaniyanti Fajrin Arifin Josafat Pondang Kencana, Nabila Safhira Titan Kharisma, Annisa Nur Khoirunisya, Vina Kumala, Aswa Arsa Kumalaningtyas, Martdwitanti Ajeng Kurniasih, Rahmi Kurniawati, Pipit Melyana Lenny Puspita Dewi Lina Alfiyani Listiana Masyita Dewi Listiana Masyita Dewi Listiana Masyta Dewi Luky Muktasim Luthfia Rosyida, Hindun M. Yulianto Listiawan Maharani, Annisa Rizki Maharani, Faradiba Marchelina, Sherly Maureen, Raden Roro Nadya Mita Nuriza Maharani Mitha Amelia Rahmawati Mulyono, Didik Muthiah, Suci N. Juni Triastuti Nafasadila, Fatma Naira Ramadhani Nia Auria Silalahi B Nining Lestari Nisa, Siti An Noor Alis Setiyadi Noval Gentha Mahesa Noviaty Kresna Darmasetiawan, Noviaty Kresna Nur Alfi Khoirul Fajriati Nur Mahmudah Nuristiqomah, Anis Nuriza Maharani, Mita Nurwina, Hasna Syifa Oki Wihardiyanto Prameswari, Elza Puspitasari, Erlita Putri, Elsya Nur Fadhilla Putri, Salma Febrina Raafika Studiviani Dwi Binuko Rahma, Sitta Rahmawati, Dita Rahmi Kurniasih Ramadhani, Naira Ratih Pramuningtyas Ratih Pramuningtyas Ratih Pramuningtyas Ratih Pramuningtyas Rika Ariyanti Rika Ariyanti Rima Munawaroh Rizqi, Mohammad Fathur Rochmadina Suci Bestari Rochmadina Suci Bestari Rohmat rohmat Rosyida, Hindun Luthfia Rully Setia Agus Dimawan Safitri, Febriani Aldila Saiful Hidayat Saiful Hidayat Saiful Hidayat Santi Martini Santi, Tika Melandya Santoso, Kohar Hari Santoso Hari Saputri, Nada Ayu Sari, Winda Atika Satria, Yohanes Aditya Adhi Schedar Shafrizal Amar Setyawati, Yayuk Sherly Marchelina Shintia Suci Pratama Dewi Sidiq Diwa Montella Siregar, Ersi Dwi Utami Siti Soekiswati Sitta Rahma Sumaji, Muhammad Anis Sutedjo, Mazaya Bilqiis Deswynand Trias Mahmudiono Vianti, Melita Febry Virgil Zelindrah Wahidah Wahidah Wahidah Wahidah Widyatmoko, Yudha Pratama Winda Atika Sari YAN ADITYA PRADANA Yohanes Aditya Adhi Satria Yulia Intan Kania Yundari, Yundari Yusuf Alam Romadhon Zamawi, Zamawi Zelindrah, Virgil Zufara, Iffa Maulida