p-Index From 2021 - 2026
9.236
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Scriptura MediaTor: Jurnal Komunikasi JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Jurnal Studi Komunikasi dan Media Jurnal Master Pariwisata (JUMPA) Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Promosi Pendidikan Ekonomi Jurnal Sosioteknologi Widyariset SIGMA: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ProTVF JRK (Jurnal Riset Komunikasi) Panggung PRofesi Humas SEIKO : Journal of Management & Business JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT JURNAL PETIK JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI PRoMEDIA AL-TANZIM : JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM Jurnal Common Pedagonal : Jurnal Ilmiah Pendidikan Jurnal Permukiman Jurnal Sosial Ekonomi Pekerjaan Umum Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) M A T H L I N E : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Kajian Jurnalisme To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat DIALEKTIKA PERSPEKTIF Wellness And Healthy Magazine Widyariset Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Fakultas Teknik UNISA Kuningan Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional MAHESA : Malahayati Health Student Journal Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Daengku: Journal of Humanities and Social Sciences Innovation ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR Jurnal Visi Komunikasi Scriptura : Jurnal Ilmiah Tedc Indonesian Journal of Community Empowerment eProceedings of Management Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran BERBAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Panggung Jurnal Istimā, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Inklusi Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Pendidikan MIPA J-Sil (Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan) Jurnal Bersama Ilmu Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa antara yang Mendapatkan Pembelajaran Group Investigation dengan Konvensional Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2018): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i2.503

Abstract

Matematika merupakan ilmu abstrak, untuk mempelajarinya diperlukan kemampuan yang memadai. Salah satunya memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikannya dalam bentuk ide, simbol, maupun bahasa matematika. Selain itu, komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam matematika. Untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis diterapkan pembelajaran Group Investigation. Pembelajaran ini menekankan pada keaktifan mahasiswa ketika pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini yaitu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Garut, dengan sampel dua kelas mahasiswa tingkat II yaitu kelas B sebagai kelas eksperimen dan kelas C sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes kemampuan komunikasi matematis, yang digunakan pada pretest dan posttest. Analisis data pada hasil pretest diawali dengan uji normalitas kemudian uji Mann Whitney. Sedangkan analisis data pada hasil posttest diawali dengan uji normalitas, uji homogenitas, kemudian uji t. Secara garis besar, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran Group Investigation lebih baik daripada mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional. Mathematics is an abstract science, to learn it requires adequate capability. One of which can communicate in the form of ideas, symbols, and math language. Besides, communication is a very important part of mathematics. To develop mathematical communication abilities applied Group Investigations learning. This lesson emphasizes student activeness. The research method used is quasi-experiment. The population in this research were students in one private college in Garut, with a sample of two classes of students of grade two that is class B as the experiment class and C as the control class. The instrument used in this research is a test of mathematical communication ability, used in pretest and posttest. Data analysis on the pretest result begins with the normality test and then the Whitney test. Data analysis on posttest results begins with a normality test, homogeneity test, and t-test. In general, the results of this study indicate that the mathematical communication skills of students who get Group Investigation learning are better than students who get conventional learning.
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa antara Think Pair Share dan Think Talk Write Hanifah, Hilmi Ramdayani Fauziah Nur; Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i1.600

Abstract

Perlu adanya upaya guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, karena fakta di lapangan menunjukkan rendahnya kemampuan matematis siswa tersebut. Salah satunya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Talk Write. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Think Talk Write. Metode penelitiannya adalah kuasi eksperimen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII MTs Negeri 1 Garut, dengan sampel sebanyak dua kelas yang terdiri dari 46 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian. Analisis data diawali dengan uji gain ternormalisasi, uji normalitas data gain ternormalisasi, kemudian uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Think Pair Share dan Think Talk Write. Teachers need help to improve students 'mathematical problem-solving skills because the facts in the field show the students' low mathematical ability. One of them is the use of Think Pair Share and Think Talk Write cooperative learning models. This research was conducted to analyze the differences in the improvement of students' problem-solving skills between those who get the cooperative learning model Think Pair Share and Think Talk Write types. The research method is quasi-experiment. The study population was all grade VII students of MTs Negeri 1 Garut, with a sample of two classes consisting of 46 students. The research instrument used was a description test. Data analysis begins with the normalized gain test, the normalized normality gain data test, then the Mann Whitney test. Based on the analysis results obtained from the research results obtained from the comparison between students' mathematical problem solving between those who get the Think Pair Share learning model and Think Talk Write.
Perbedaan Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Self-Confidence antara Siswa yang Mendapatkan DL dan PBL Dewi, Ranti Santika; Sundayana, Rostina; Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 3 (2020): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v9i3.629

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence siswa berpengaruh terhadap prestasi dalam pembelajaran matematika. Perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan Self Confidence siswa salah satunya dengan menggunakan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis dan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 2 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu X MIPA 1 sebagai kelas eksperimen 1 sebanyak 35 siswa yang mendapat model Discovery Learning dan X MIPA 2 sebagai kelas eksperimen 2 sebanyak 33 siswa yang mendapat model Problem Based Learning. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Bandura. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematis antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning serta terdapat perbedaan peningkatan Self Confidence antara siswa yang mendapatkan model Discovery Learning dan Problem Based Learning.
Perbandingan Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis Melalui Model PBL dan IBL Berdasarkan KAM Indah, Puspita; Nuraeni, Reni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.650

Abstract

Kemampuan penalaran deduktif matematis yang dimiliki oleh siswa masih rendah. Sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa salah satunya menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dan model Inquiry Based Learning (IBL). Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kemampuan penalaran deduktif matematis antara siswa yang mendapatkan model PBL dengan IBL berdasarkan Kemampuan Awal Matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 17 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas XI-MIPA 1 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model PBL dan kelas XI-MIPA 2 sebanyak 34 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model IBL. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan penalaran deduktif matematis siswa yang memperoleh model PBL lebih baik daripada siswa yang memperoleh model IBL, Tidak terdapat perbedaan kemampuan penalaran deduktif matematis siswa dengan Kemampuan Awal Matematis tinggi, sedang, dan rendah antara yang memperoleh model Problem Based Learning dan Inquiry Based Learning. Mathematical deductive reasoning ability is one of the basic abilities that must be possessed by students. The fact shows that the mathematical deductive reasoning abilities possessed by students are still low. So it needs efforts to improve students' mathematical deductive reasoning skills, one of which is using the Problem Based Learning (PBL) model and the Inquiry-Based Learning (IBL) model. The purpose of this study is to determine the comparison of mathematical deductive reasoning abilities between students who get PBL and IBL models based on Mathematical Initial Ability. The research method used was quasi-experimental with a population of all class XI students at SMA Negeri 17 Garut. The sample in this study consisted of two classes, namely class XI-MIPA 1 as many as 34 students as the experimental class I who received the PBL model, and class XI-MIPA 2 as many as 34 students as the experimental class II who received the IBL model. The research instrument used was a test description. Based on the results of statistical analysis, it is concluded that the mathematical deductive reasoning ability of students who get the PBL model is better than students who get the IBL model. Learning and Inquiry-Based Learning.
Assessing Technological Pedagogical Content Knowledge Proficiency Among Prospective Mathematics Teachers in Micro-Learning Courses Nuraeni, Reni; Juandi, Dadang
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1196

Abstract

Calon guru wajib memiliki, menguasai, dan meningkatkan Pengetahuan Konten Pedagogis Teknologi (TPACK), yang diakui sebagai elemen penting dalam dekonstruksi pengetahuan guru. Penelitian ini berupaya menganalisis kemahiran TPACK siswa calon guru yang mengikuti mata kuliah Micro-Learning. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif, pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa ketiga peserta menunjukkan kemampuan TPACK yang patut dipuji, meskipun masih terdapat ruang untuk mengoptimalkan Pengetahuan Teknologi dalam konteks pembelajaran. Prospective teachers are required to possess, master, and enhance their Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), which is recognized as a pivotal element in the deconstruction of teacher knowledge. This study seeks to analyze the TPACK proficiency of prospective teacher students enrolled in a Micro-Learning course. Employing a descriptive qualitative research approach, data was collected through observation sheets and interviews. Data analysis encompassed reduction, presentation, and conclusion-drawing. The findings revealed that the three participants exhibited commendable TPACK abilities, although there is room for optimizing Technological Knowledge in the context of learning.
STRATEGI PEMASARAN JASA UMKM BOUQUET DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING (STUDI KASUS: TOKO DASOM FLORIST, PADALARANG BANDUNG BARAT): (STUDI KASUS: TOKO DASOM FLORIST, PADALARANG BANDUNG BARAT) Aristima, Iqbal; Nuraeni, Reni; Dinda, Nasywa; Indah, Mellyana; Sundari, Asri
Jurnal Istimā Vol 1 No 1 (2024): Jurnal Istimā - Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat: Inklusi Sosial dan Pemberday
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelita Nusa Bandung Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61612/jpkm.v1i1.89

Abstract

Saat ini, jasa pembuatan bouquet menjadi produk yang potensial dalam dunia bisnis. Adanya peningkatan pada minat masyarakat terhadap bisnis bouquet, menjadi faktor meningkatnya berbagai ide serta inovasi yang dihasilkan guna memenuhi kebutuhan konsumen terhadap jasa pembuatan bouquet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi pemasaran Toko Dasom Florist dalam meningkatkan daya saing. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pemasaran menggunakan tiga strategi yaitu segmentation marketing, targeting, positioning. Strategi pemasaran lainnya yang digunakan yaitu bauran pemasaran yang diantaranya Product, Price, Place, Promotion, and Packaging. Adapun faktor determinan dalam penerapan strategi pemasaran yaitu faktor pendukung yang terdiri dari kualitas produk dan sosial media. Adapun faktor penghambatnya terdiri dari biaya pemasaran, bahan baku, faktor harga, dan faktor persaingan (Bakhtiar, Muh. Rizal S, Risma Niswaty, dkk. Analisis Strategi Pemasaran).
Persepsi Masyarakat terhadap Penegakan Hukum Lingkungan di Kota Bandung Nuraeni, Reni; Purnama, Wulan; Puannandini, Dewi Asri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.31542

Abstract

Penegakan hukum lingkungan memiliki peran strategis dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kota, terutama di wilayah urban seperti Bandung yang menjadi pusat aktivitas warga dan wisatawan. Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan hukum lingkungan di Kota Bandung, khususnya dalam pengelolaan sampah. Lokasi penelitian difokuskan di kawasan Gasibu Run Track, dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap tiga kategori responden: warga lokal, pendatang, dan aparatur pengelola lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa warga Bandung umumnya menilai positif upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah, seperti adanya jadwal pengangkutan dan kebersihan rutin. Namun, perantau justru menganggap Bandung belum bersih dan cenderung kotor, karena kurangnya informasi mengenai sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan. Penelitian ini menyoroti pentingnya komunikasi publik dan edukasi lingkungan yang merata agar kebijakan hukum lingkungan dapat dipahami dan dijalankan secara partisipatif oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pola Komunikasi Pelaku Nikah Sirri Di Kecamatan Telagasari Karawang Pratiwi, Dinni Nurul; Nuraeni, Reni
eProceedings of Management Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi yang terjadi pada pelaku nikah sirri di Kecamatan TelagariKarawang. Terdapat empat pola komunikasi antara suami istri menurut Josept Devito (2007:27-278) yang digunakanterkait permasalahan suamiistri yang melakukan nikah sirri yaitu, pola keseimbangan, pola keseimbangan terbalik,pola pemisah tidak seimbang dan pola monopoli. Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan wawancaramendalam dengan informan-informan yangmelakukan nikah sirri di Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang.Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigm naturalistic, sedangkan untuk metode yangdigunakan adalah metode deskriptif – analitik. Hasil penelitian dan analisis yang dilakukan menunjukan bahwapasangan suami istri yang melakukan pernikahan sirri telah memenuhi syarat-syarat pernikahan yang ada dalam aturanagama islam. Seperti adanya calon mempelai pria dan wanita, ijab dan qabul, adanya wali, saksi dan mahar. Namunproses pernikahan mereka tidak tercatat di Kantor Urusan Agama, tetapi dinikahkan oleh orang yang dianggapmemahami islam, seperti kyai. Kesimpulan dari penelitian polakomunikasi yang dilakukan oleh suami istri dalamhubungan rumah tangga. Terdapa empat pola komunikasi antara suami dan istri menurut Joseph Depito (2007:277-278) terkait dengan permasalahan yang menikah sirri: 1. Pola komunikasi keseimbangan 2. Pola keseimbanganterbalik 3. Pola pemisah tidak seimbang 4. Pola monopoliKata Kunci-pola komuniksi pelakunikah sirri
Analisis Semiotika John Fiske Pada Representasi Pola Komunikasi Interpersonal Dalam Film Fauzan, Muhammad Rizki; Nuraeni, Reni
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini membahas tentang bagaimana pola komunikasi interpersonal yang dilakukan Ted dalam melatih klub sepak bola AFC Richmond. Penelitian ini bertujuan untuk melihat level relitas, level representasi, dan level ideologi yang terdapat dalam film <Ted Lasso=. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan level realitas, level representasi, dan level ideologi yang terdapat dalam film <Ted Lasso=.Penelitian ini menggunakan teori semiotika John Fiske. Subjek pada penelitian ini adalah berupa potongan enamadegan yang terdapat dalam film <Ted Lasso=. Hasil penelitian ini menunjukan level rea litas pola komunikasiinterpersonal yang dimiliki Ted digambarkan dengan sikap, ekspresi wajah, gerak tubuh, dan karakteristik Ted sebagai pelatih sepak bola. Lalu level representasi digambarkan mela lui pengambilan gambar dan suara untukmendukung aspek audio-visual pada penceritaan. Sedangkan level ideologi dalam film <Ted Lasso= menggunakanideologi demokrasi guna untuk memberikan perhatian kepada para pemainnya pentingnya sebuah demokrasihidup dalam sebuah organisasi, klub, keluarga, dan komunitas.Kata Kunci-Semiotika John Fiske, Komunikasi Interpersonal, Film
Kritik Sosial Terhadap Pemerintah Melalui Bentuk Video Pada Akun TikTok @Stevansyoung (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Eska, Fulky Irham Prasetyo; Nuraeni, Reni
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam video yang berjudul <Mic Mati= yang diunggah oleh StevansYoung pada akun TikToknya, terdapat penggambaran kritik sosial terhatap pemerintah yang membawakan 3 karakter dengan berbagai peran serta kritiknya. Tujuan Untuk mengetahui makna pesan representasi, objek, serta interpretan kritik sosial terhadap pemerintah pada akun TikTok @stevansyoung semiotika Charles Sanders Peirce tentang Kritik Sosial tentang pemerintah pada akun TikTok @Stevansyoung). Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan melalui semiotika Charles Sanders Peirce. Peneliti menggunakan trikotomi tanda Charles Sanders Peirce, yang seperti representamen (qualisign, sinsign, legisign), objek (ikon, indeks, simbol), dan interpretan (rheme, decisign, argument). Dalam video TikTok <Mic Mati= yang diunggah StevansYoung memunculkan beberapa scene yang menggambarkan kritik sosial kepada pemerintah khususnya DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) yang dimana ketua DPR RI mematikan mic anggota dpr lain saat berpendapat. Kesimpulan dari peneltian ini adalah terdapatnya tanda dan makna mengenai kritik sosial yang digambarkan melalui dialog, ekspresi dan warna.Kata Kunci-Kritik Sosial, Pemerintah , Semiotika Charles Sanders Peirce.
Co-Authors Abdul Fadli Kalaloi Adi Bayu Mahadian Adi Wiguna ADRIO KUSMAREZA ADIM Agus Aprianti Ahmad, Annisa Nuraini Ahsan, Nur Isya Awaliah Ai Suryani AINA, QORRI Al Jupri Alila Pramiyanti Amallia Ashuri Ananda Rayhan Anisa Diniati Annisa, Ulfah Anwari, Bunga Rachmilia Putri Aprilia Shesarita Arina, Jia Aristima, Iqbal Asep Sapei Astuti, Sri Wahyuning Azaria, Rahma Azmikanaura, Hassya Bobbi Rahman Dadang Juandi Damayanti, Desi Deddy Sofyan, Deddy Denisa, Alya Dety Mulyanti Dewi, Martha Wida Kusuma Dewi, Ni Wayan Vidya Warimaga Dewi, Ranti Santika Dian Mardiani, Dian Dimas Satrio Wijaksono Dinda, Nasywa DINDIN DIMYATI Dini Salmiyah Eka Tri Wulandari, Eka Tri Ekasatya Aldila Afriansyah Elah Nurlaelah Elis Hastuti Elis Hastuti Elsa Noviani Eska, Fulky Irham Prasetyo Fanji Fakhru Zaman Farah Dhiba Putri Liany Fauzan, Muhammad Rizki Fauzia Octaviani Fikri Fikri Fildzah Jonerd Ramadhani Finola Marta Putri Fiona Suwana Fiqie Lavani Melano Fitrijani Anggraini Fitrijani Anggraini, Fitrijani Freddy Yusanto Gede Agung Ary Hadid, Al Araaf Nur Hanifah, Hilmi Ramdayani Fauziah Nur Harmika Pradnya Rosediana Hasanudin Hasanudin Hesty Marwani Siregar Huwaidi, Muhammad Hasyim Idola Perdini Putri Ihsan Hadiansah Indah, Mellyana Indah, Puspita Ira Dwi Mayangsari Irena Puji Luritawaty Iriani, Lia Yulia Irna Yuniar Iryana Muhammad IYAM MARYATI Jaelani, Jeje Jalesita Putri Pramitha Jarnawi Afgani Dahlan Jejen Jejen, Jejen Kadia Sandi Kastaman, Kastaman Ketut Chintya Adnyaswari Kristiantoro , Julian Lalana, Siti Akilah Labitta Larasati Indhita Sugianto Lesi, Alpia Nadia Lesmana, Andi Lestari, Liya Manggala, Trisna Saputra Marhami, Marhami Maryani Maryani Maudyakasih, Prabawati Yusandra Medawaty, Ida Meiske Widyarti Meitha Dwi Lestari Miftakhul Fikri Mochamad Adam Fauzi Muhammad Daffa Hauzan Muriah, Muriah Mutmainah, Nur Afifah N. Nurjanah Nabila Syawitri Nadya Winefadila Nadya Winefadila Neng Sri Lathifah Zulfa Nisriina, Mayzahra Rosema Nofha Rina Noordina, Mega Achdisty Nurazhari, Luthfiah Nurjanah Nurmeliyanti, Astri Permatasari, Rani Prabawati Yusandra Maudyakasih Pramitha, Jalesita Putri Pratiwi, Dinni Nurul Prayogo, Dimas Ageng Priendamingtyas, Ajeng Puannandini, Dewi Asri Puji Savvy Dian Faizati Puspitarini, Dinda Sekar Puspitasari, Nitta Qomaruddin, Daffaa Esh-Shidqy Rafi Nafis Rah Utami Nugrahani Rah Utami Nugrahani Raihanah, Yasmin Neza Rana Akbari Fitriawan Rani Martalisa Taorina Raswyshnoe Boing Kotjoprayudi Ratih Hasanah Sudrajat Renzakiatus, Rizki Resya Fikriyah Febriyanti Rima Aksen Cahdriyana Rindi Antika Rizca Haqqu Rizky Rosjanuardi Rostina Sundayana Rozaq, Miftahul Saadah Saadah, Saadah Sardin Shalsyabilla, Shafira Silmi Salimah Simorangkir, Noel Yecsen Siti Maesaroh Sri Darwati Sudartono, Tiris Sumia, Sumia Sundari, Asri Supriyadi Supriyadi Sylvie Nurfebiaraning Talisadika Serrisanti Maifa Tarida Elisabet Christina S Tasya Arlina Thoibah, Sufaira Tiara Angelica Tita Melia Milyane Tonra, Wilda Syam Wahyu Setiawan Widayanti, Asti Willy Abdul Ghany Wulan Purnama, Wulan Wulandari, Riana Trisna Yasinta Firdaus Yulinawati, Alti Yuni Nurhalimah YUYUN SITI ROHMAH Zaxrie, Shifa Ainun Zhafran, Tandya Rayhan