Claim Missing Document
Check
Articles

Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Menggunakan Model Project Beased Learning (PjBL) Pada Kelas X – E SMA Negeri 3 Pekat Junaidin, Junaidin; Karsina, Karsina; Putra, Andi; Raudah, Siti; Asiah, Asiah
PEDAGOGOS : Jurnal Pendidikan Vol 6 No 1 (2024): Pedagogos : Jurnal Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gg.v6i1.1849

Abstract

Sejarah merupakan pelajaran yang kurang begitu diminati oleh sebagian besar siswa. Yang katanya membosankan, banyak hafalanlah, bahkan yang paling menyedihkan karena tidak masuk dalam perhitungan untuk masuk perguruan tinggi negeri maupun swasta favorit melalui jalur raport, sehingga siswa terkadang mengikuti pelajaran asal-asalan, bahkan terkesan ogah – ogahan. Apalagi bagi peserta didik program MIPA, sejarah benar-benar bukan pelajaran favorit, sehingga mereka mengikutinya setengah hati. Apalagi kalau jam pelajaranya jatuh jam terakhir, banyak siswa yang terlalu sering menguap, ijin ke belakang, atau bahkan ada yang tertidur dengan sangat pulas. Sebagai guru sejarah, tentu saya sangat sedih menyadari pelajaran saya kurang diminati oleh Peserta Didik. Saya merasa benar – benar tertantang untuk menunjukkan jati diri sebagai guru sejarah, agar tidak di pandang sebelah mata. Saya juga mau pelajaran saya di minati dan di senangi, layaknya Fisika, Kimia, Bahasa Inggris, dan lain – lain yang semacam pelajaran vaforit. Berbeda dengan pelajaran-pelajaran lain yang masuk dalam deretan Mapel yang di OSN kan .Mereka terkesan sangat antusias karena mungkin mereka takut tidak terakui. Diskrimanasi terhadap pelajaran ini, tentu sebenarnya sangat tidak baik. Namun apa daya, pemerintah telah menetapkan hal tersebut. Sehingga sebagai guru mau tidak mau harus mengikuti aturan dan ketetapan yang ada. Meski terkadang rasa frustasi menyerang diri, ketika mengingat betapa tak menariknya pelajaran ini. Padahal materi telah kita persiapkan dengan sabaik mungkin. Kami sering bertukar pikiran dengan sesama guru sejarah, bahkan dengan guru – guru lain yang serumpun, ternyata keluhanya pun tidak berbeda. Terkadang kami terlibat diskusi panjang untuk mendapatkan pengetahuan pengalaman temen sejawat dalam aktifitas belajar mengajar. Sebenarnya kondisi ini tidak merata di semua kelas. Ada beberapa kelas yang memiliki antusias dalam belajar sejarah. Apapun metode yang digunakan dalam kelas tersebut mampu menarik minat siswanya. Namun sebaliknya, ada beberapa kelas yang kurang minat dalam belajar.
The Effectiveness Of Reading Aloud To Improve Students’ Reading Comprehension: Efektivitas Membaca Dengan Keras Untuk Meningkatkan Pemahaman Membaca Siswa Yuliani, Novi Dwi; Raudah, Siti; Apriliani, Halimah
Nusantara Journal of Education and Social Science Vol 1 No 1 (2024): Terbitan Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69959/nujess.v1i1.15

Abstract

At the junior high school level, English is a compulsory subject. Currently, there are many learning methods and media in teaching English, such as media images, slides, videos, etc. However, most teachers still use media in the form of text or reading. There are several techniques that can be used in reading skills, in this study the researcher focused on the 'reading aloud technique' as a teaching method to improve reading comprehension. This research was conducted on class VIII students of MTsN Al-Ikhwan Banjarmasin with a sample of 20 students who were divided into 2 classes, namely control and experimental classes. The test is carried out using multiple choice text. The study took place in 5 meetings with details: 1 pre-test and post-test for the experimental and control classes, 3 treatments using the reading aloud technique in the experimental class. The results of the study were processed using a quantitative approach, the following results were obtained: Average pretest value for the control class: 80, average posttest: 50. Meanwhile in the experimental class, average pretest: 70 and average posttest score: 75 Based on the results this average, it can be stated that the Reading Aloud technique is effective.
Chitosan From Haruan (Channa Striata) Fish Scale Accelerate Wound Healing By Promoting Angiogenesis And Fibroblast Proliferation Putri, Deby Kania Tri; Fitriyana, Annisa; Raudah, Siti; Wardhana, Agung Satria; Wydiamala, Erida; Sarifah, Norlaila; Budipramana, Melisa
Odonto : Dental Journal Vol 11, No 1 (2024): July 2024
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.11.1.%p

Abstract

Background: Damage to the integrity of some body tissues due to trauma commonly referred to as injury can occur intentionally or unintentionally. Angiogenesis and fibroblast proliferation are important stages in the proliferation stage in determining the success of the wound healing process. Chitosan from haruan fish scales has active functional groups in the form of anti-inflammatory and antioxidants that are effective in accelerating wound healing. Method: This study was a pure experimental study with a post-test only design with a control group design which was divided into a treatment group and a control group. The treatment group consisted of chitosan haruan fish scales at concentrations of 1%, 3%, and 5%. The control group consisted of povidone iodine as a positive control and no treatment as a negative control. All rats were injured on the back and then euthanized on days 3, 5, 7, and 14. Result: The chitosan from haruan fish scales affected the formation of new blood vessels and fibroblasts on day-3, increase the number of new blood vessels on day-5, decrease the number of new blood vessels accompanied by increase the number of fibroblasts on day-7, and also decrease the number of fibroblasts on day-14.Conclusion:  3%, and 5% chitosan from haruan fish scale proved to be effective against angiogenesis and fibroblast proliferation in wound healing. 
SOSIALISASI UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI JAMUR PADA PENDERITA DIABETIK DI KELURAHAN AIR PUTIH Kamil, Kamil; Raudah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abd_mlt.v2i1.1020

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a public health problem and is one of four non-communicable diseases that receive priority follow-up targets for world leaders. The incidence of DM increases with age. Chronic hyperglycemia in DM is associated with long-term damage, and dysfunction of several organs, including the eyes, kidneys, nerves, heart and blood vessels. In addition to these organs, the skin is one of the organs that is often affected by DM. Skin manifestations in the form of infection are one of the chronic complications that are often seen in DM patients. High blood glucose levels cause skin glucose levels in DM patients to increase and facilitate the emergence of skin manifestations in the form of dermatitis, bacterial infections, fungal infections, and others. Infections in people with diabetes differ from one place to another, depending on the type of infection acquired, the level of environmental sanitation, nutritional status, and the level of individual immunity. Chronic infection can cause pain loss, due to nerve damage neuropathy and/or foot ischemic. This community service aims to provide health education and see the existence of fungal infections in the form of hyphae and spores on the skin scrapings of DM patients in Air Putih Village.
Edukasi Prosedur Pengambilan, Penanganan Dan Pengiriman Spesimen Nasofaring Dan Orofaring Pada Pasien Covid-19 Kepada Petugas Puskesmas Remaja Kamil, Kamil; Raudah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus 2019 (Covid-19) is an infectious disease caused by acute respiratory syndrome coronavirus 2 (Sars-CoV-2). This disease was first discovered in December 2019 in Wuhan, the capital of China's Hubei Province, and has since spread globally worldwide, resulting in the 2019-2020 coronavirus pandemic. This virus is spread by coughing or sneezing (droplets) that come out of the mouth or nose hit someone or fall on the surface of nearby objects, and then are touched by other people. Covid-19 can cause pneumonia, acute respiratory syndrome, kidney failure, and even death in severe cases. Purpose: to increase knowledge regarding procedures for taking, handling and sending nasopharyngeal and oropharyngeal specimens in Covid-19 patients. Method: this activity is by conducting training on techniques for taking, handling and sending oropharyngeal and nasopharyngeal specimens in Covid-19 patients. Results: health workers have knowledge about the symptoms of Covid-19, ways of prevention, and procedures for taking, handling and sending nasopharyngeal and oropharyngeal specimens in Covid-19 patients. Conclusion: the importance of health workers' knowledge regarding the collection, handling and delivery of nasopharyngeal and oropharyngeal specimens in Covid-19 patients.
Edukasi Personal Hygiene Pemeriksaan Candida sp. Pada Siswa SMPN 13 Samarinda Raudah, Siti; Wahid, Rifky Saldi A.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abd_mlt.v2i1.1024

Abstract

Personal hygiene is human self-care in order to maintain a healthy body. The maintenance of the cleanliness of each individual is very necessary for the comfort of the body, as well as for maintaining health. Candida sp. is a single-cell fungus, round to oval in shape, of all species found in humans, Candida albicans is one of the most pathogenic Candida species. Candida sp. grows as budding yeast cells and is oval (3-6 m in size) in culture or tissue. Fungi can cause quite severe diseases in humans, these diseases include candidiasis or candidosis, which is a fungal disease of the skin, nails, mucous membranes and internal organs caused by candida. Fungal infections are quite common in Indonesia because it is a tropical country with a hot and humid climate, especially if hygiene is not perfect. This community service aims to provide personal hygiene education and examination of Candida sp to students of SMPN 13 Samarinda.
SOSIALISASI PENCEGAHAN HIV PADA REMAJA DI SAMARINDA Wahid, Rifky Saldi A.; Raudah, Siti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/abd_mlt.v2i1.1028

Abstract

HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome) is the biggest health problem in the world today, including in Indonesia. The growing problem associated with HIV/AIDS infection is that the incidence rate tends to increase with a high mortality rate. The HIV virus is found in body fluids, especially blood, semen, vaginal fluids, and breast milk. This virus destroys the immunity of the human body and causes a decrease in the body's resistance so that it is easily exposed to infectious diseases. The incidence of HIV/AIDS is more prone to occur in adolescence. Where the emotional state is still unstable and the desire to try new things is very high. This activity is carried out by analyzing the results of research and explaining community service plans, this community service activity is a PowerPoint media in counselling. Regarding the Prevention of Human Immunodeficiency Virus (HIV) in adolescents in Samarinda by conducting counselling on Human Immunodeficiency Virus (HIV) and its prevention. The results obtained from this community service activity, the students participated in this health education activity with high enthusiasm and enthusiasm which was shown by a cheerful and conducive atmosphere during the activity. Most of the participants began to understand the Human Immunodeficiency Virus (HIV) and its prevention. And students' knowledge to carry out a healthy lifestyle, diet and unsafe sex in adolescent reproductive health can be implemented as one of the preventions of Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Pemeriksaan Kadar Hb pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Samarinda Raudah, Siti; Susanto, Zaenal Adi; Mawardhani, Maya Tamara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan suatu kondisi dimana tubuh memiliki jumlah sel darah merah (eritrosit) di bawah batas normal, sebagaimana diketahui bahwa sel darah merah mengandung Hb yang berfungsi untuk membawa oksigen ke seluruh jaringant tubuh. Kadar hemoglobin normal pada laki laki adalah 14 – 18 g/dL dan perempuan 12 g/dL. Remaja putri lebih mudah mengalami anemia karena umumnya lebih banyak mengkonsumsi makanan nabati yang kandungan zat besinya sedikit. Remaja putri ingin menjaga penampilan sehingga membatasi asupan gizi. Setiap hari manusia kehilangan zat besi 0,6 mg yang diekskresi, khususnya melalui feces, setiap bulan remaja putri mengalami haid, dimana kehilangna zat besi ± 1,3 mg perhari sehingga kebutuhan zat besi lebih banyak daripada laki-laki. Dampak dari gejala anemia tersebut adalah prestasi belajar remaja dapat menurun, malas berolahraga dan produktivitas kerja menurun, serta imunitas tubuh menurut sehingga tubuh mudah terinfeksi. Oleh karena itu perlu diberikan pemahaman bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu adanya keluhan atau kejadian sakit remaja putri. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah pemeriksaan screening dengan tes darah berupa pemeriksaan kadar Hb dalam darah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 26 Oktober 2022 2019 bertempat di SMU Negeri 1 Samarinda. Hasil ada sebanyak 179 remaja putri yang melakukan pemeriksaan Hb, dengan hasil pemeriksaan Hb normal sebanyak 34 orang (19%) dan Hb rendah sebanyak 145 orang (81%) Kesimpulan Nilai Hb rendah rentan terjadi pada remaja putri sehingga memiliki resiko tinggi anemia
Screening Pemeriksaan Hb Pada Remaja Putri SMP Negeri 7 Samarinda Raudah, Siti; Khoirul Anam; Kamil
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu suatu kondisi rendahnya kadar hemoglobin di dalam tubuh manusia. Kondisi ini terjadi ketika tidak adekuatnya kadar hemoglobin atau sel darah merah ditubuh sehingga didalam tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik. Anemia menjadi permasalahan gizi yang terjadi pada wanita, khususnya remaja putri. Kadar hemoglobin normal pada perempuan >12 g/dL. Remaja putri sepuluh kali sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan remaja laki-laki. Hal ini disebabkan remaja putri kurang mengkonsumsi makanan yang mengandung hewani dan zat besi (Fe). Selain itu remaja putri mengalami menstruasi yang menyebabkan hilangnya darah dan dan hemoglobin dalam darah. Dampak terjadinya anemia pada remaja putri adalah menurunnya daya tahan tubuh sehingga penderita anemia mudah terkena infeksi penyakit, menurunkan kebugaran dan ketangkasan berfikir, menurunnya prestasi belajar baik akademik dan non akademik. Sehingga perlu diberikan pemahaman bahwa melakukan pemeriksaan kesehatan tidak harus menunggu adanya keluhan atau kejadian sakit remaja putri. Salah satu cara untuk mendeteksinya adalah melakukan screening tes darah berupa pemeriksaan kadar Hb dalam darah. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 10 Maret 2023 bertempat di SMP Negeri 7 Samarinda. Screening pemeriksaan Hb diikuti remaja putri sebanyak 51 orang dan diperoleh hasil Hb normal >12 gr/dL. Kesimpulan Konsumsi makanan yang bergizi dan suplementasi TTD secara rutin dapat mengatasi masalah anemia pada remaja putri
Analisa Kadar Karboksihemoglobin (COHb) pada Darah Pedagang Kaki Lima di Pasar Tradisional Kota Samarinda: Analysis Of Carboxyhemoglobin (COHb) Levels In The Blood Of Street Vendors In The Traditional Market Of Samarinda City Wahid, Rifky Saldi A.; Rahman, Marisa Pajariah Septiani; Raudah, Siti; Utami, Rinda Aulia; Mawardani, Maya Tamara; Marsudi, La Ode
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7885

Abstract

Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun tidak berwarna yang terbentuk dari pembakaran bahan bakar karbon atau bahan organik yang mengandung sedikit oksigen. Pedagang kaki lima merupakan pedagang yang menjual barang dagangnya di pinggir jalan atau di tempat umum sehingga berpotensi terpaparnya CO yang berikatan dengan hemoglobin (Hb) yang akhirnya menjadi COHb. Mengetahui kadar COHb dalam darah pedagang kaki lima. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 26 responden dengan metode pengambilan sampel yaitu quota sampling. Pengukuran kadar COHb menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan metode Hinsberg-Lang dan analisis menggunakan Uji Kolerasi Pearson . Pada 26 pedagang kaki lima, di peroleh 25 responden dengan hasil kadar COHb meningkat dengan rentang kadar COHb mulai dari 4,25% hingga 11,34%, melebihi nilai batas toleransi yaitu < 3,5% dan hanya 1 responden yang memiliki hasil kadar COHb normal dengan nilai 2,52%. Hasil uji kolerasi kadar COHb dengan masa kerja diperoleh hasil sig.(2-tailed) = 0,229, waktu kerja diperoleh hasil sig.(2-tailed) = 0,038 dan kualitas tidur diperoleh hasil sig.(2-tailed) = 0,007. Kesimpulan kadar COHb dalam darah pedagang kaki lima rata-rata diatas ambang batas dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dalam darah dengan masa kerja (p > 0,05), sedangkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar COHb dalam darah dengan waktu kerja (p < 0,05) dan kualitas tidur (p < 0,05).
Co-Authors ., Nadira Abdilah, Adam Satria Aidillah, Muhammad Rafli Aisyi, Rehadatul Amalia, Risna Amelia, Ria Andi Putra Anjani, Anjani Anjasmari, Ni Made Musiyani Apriliani, Halimah Arif Budiman Arpandi, Arpandi Asiah Asiah Assyarif, Taslim Baktiansyah, Baktiansyah Barkatullah , Barkatullah Barkatullah, Barkatullah Beny Rahman Hakim Berliana Berliana Buti Styawan Damayanti, Firda Dharma, Agus Surya Embron, Faisal Fachri, Fachri Fahmi, Yusran Fauziah, Melly Diva Fitriani, Nisa Ayu Fitriyana, Annisa Hafidah, Hafidah Haji Ahmad Makie Handayani, Ramona Hariadi , Joko Helyati, Helyati Herlinda, Sri Agusmila Aneta Herlinda, Sri Agusmila Anetha Hermansyah Hermansyah Husaini, M. Huzaimah Huzaimah Jelita, Teya Permata Jiki Romadoni Joriska, Delia Okta Junaidin, Junaidin Kamil Kamil Kamil Kamil, Kamil Karsina, Karsina Khoirul Anam KHOIRUL ANAM latifah . Latifah ., Latifah Lewa, Octavia Fransiska Rosario M. Arsyad, M. Mahdalina, Mahdalina Maldin, Siska Amelia Malkhan, Ibnu Marthapati, Nurhasanah Marzuki Mawardani, Maya Tamara mawardhani, maya tamara Maya Wulandari Melisa Budipramana, Melisa Mey, Ananda Miftahul Jannah Muhammad Alwan Maulana MUHAMMAD FAHMI Muhammad Iqbal Muhammad Kamil Mujahadah, Siti Nadira . Najmiah, Lailatun Neti Eka Jayanti NETI EKA JAYANTI Nida, Hayatun Nida, Khairun Noorliansyah, Noorliansyah Noormilasari, Noormilasari Nor Hadi Nor, Hazizah Nordiansyah, Nordiansyah Nurhayati Nurhayati Nurubay, Dayang Nisyrina Nurwijayanti Pajrian Noor Praptomo, Agus Joko Pratiwi, Ayu Rizky Puspitasari, Dwi Ida Rahmadi, Muhammad Rahman, Marisa Pajariah Septiani Rahmi, Amelia Nor Risna Amalia Robaiti, Ida Rut, Laurika Ananta Salsabila, Zulfa Zahra Saprul , Muhammad Sarifah, Norlaila Sarnubi, Muhammad Said Say’ah, Say’ah Selamat Riadi Setiawan, Irza Shufiatie, Erna Simarmata, Nada Farisya Sinaga, Hakim Siti Fatimah Zahara Sulistyarini, Wahyu Dewi Sulistyorini, Candra SUMIATI Susanto, Zaenal Adi Tri Putri, Deby Kania Trisha, Dedra Urahmah, Nida Utami, Rinda Aulia Wahid, Rifky Saldi A. Wardhana, Agung Satria Wydiamala, Erida Yuliani, Novi Dwi Yulianti, Lysa