Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS PEMUNGUTAN RETRIBUSI PASAR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Assyarif, Taslim; Raudah, Siti; Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1336

Abstract

Permasalahan yaitu banyaknya pedagang yang tidak membayarkan retribusi pasar saat dilakukan penagihan, Fasilitas pada Pasar Senin Kecamatan Amuntai Selatan yang kurang memadai. Kurangnya ketegasan petugas dalam menagih atau memungut retribusi pasar. Tujuan Penelitian yaitu mengetahui Efektivitas Pemungutan Retribusi Pasar Dalam Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Di Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode Penelitian Kualitatif Deskriptif. Sumber data dan teknik penarikan informan menggunakan purposive sampling sebanyak 10 orang informan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dianalisis dengan teknik data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kreadibilitas yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi dan mengadakan membercheck. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Pemungutan Retribusi Pasar Di Kecamatan Amuntai Selatan kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator Target belum efektif, Sumberdaya Manusia atau petugas belum memadai, sarana atau fasilitas belum memadai, komunikasi dan kerjasama dengan pedagang juga belum efektif, proses pelaksanaan pemungutan retribusi pasar belum efektif, kemampuan belum efektif karena kurang tegas. Faktor penghambat seperti Kurangnya Anggaran, Sumber Daya Manusia yang kurang, dan Kurangnya kesadaran wajib retribusi, serta adanya pungutan sewa tanah untuk los yang ditempati pedagang. Faktor pendukungnya seperti lingkungan kerja yang harmonis dan nyaman merupakan salah satu faktor pendukung yang mempengaruhi Evektifitas Pemunggutan Retribusi, Yaitu pemungutan retribusi dari petugas sudah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Kepada Petugas agar lebih tegas kepada pedagang yang tidak membayar retribusi karcis dan sering berkerjasama dengan pedagang. Kepada para pedagang agar lebih sadar terhadap pentingnya bayar retribus karcis untuk kenyamanan.
KUALITAS PELAYANAN DALAM PEMBUATAN SURAT PERNYATAAN PENGUASAAN FISIK BIDANG TANAH (SPPFBT) DI KELURAHAN TANJUNG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN TABALONG Robaiti, Ida; Barkatullah , Barkatullah; Raudah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1339

Abstract

Permasalahan berkaitan dengan implementasi Pelayanan Pembuatan Surat SPPFBT di Kelurahan Tanjung meliputi ketepatan waktu pelayanan yang masih belum optimal, sulitnya menghadirkan saksi-saksi batas tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Bagaimana Kualitas Pelayanan Dalam Pembuatan Surat Pernyataan Penguasaan Fisik Bidang Tanah (SPPFBT) di Kelurahan Tanjung Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan secara Accidental Sampling, teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan kualitas pelayanan dalam pembuatan SPPFBT di Kelurahan Tanjung tergolong cukup baik berdasarkan indikator keandalan petugas baik dalam kesigapan, ketepatan waktu masih kurang. responsivitas petugas cukup baik dan memberikan pelayanan sesuai prosedur. kompetensi petugas dinilai baik dan cukup baik dalam pengetahuan prosedur. aksesibilitas pelayanan cukup baik dengan kemudahan komunikasi. kesopanan petugas baik dalam bersikap hormat dan ramah. komunikasi masih kurang dalam penyediaan media informasi, kerja sama masyarakat cukup baik. Kredibilitas pelayanan dinilai baik dengan kepercayaan dan kejujuran petugas. Empati petugas juga baik dalam memahami kebutuhan masyarakat. Dari aspek fisik, ruang pelayanan cukup baik dengan fasilitas memadai, serta penampilan petugas yang rapi dan ramah. Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan pembuatan SPPFBT di Kelurahan Tanjung mencakup faktor penghambat dan pendorong. Penghambatnya adalah ketepatan waktu yang kurang optimal karena tidak sesuai dengan SOP, kurangnya koordinasi antara pemohon dan pihak batas tanah yang menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian SPPFBT, kurangnya sosialisasi terkait mekanisme dan prosedur pelayanan. faktor pendorongnya adalah kemampuan petugas yang sudah memadai dalam memberikan pelayanan.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI UPT PUSKESMAS AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Raudah, Siti; Riadi, Selamat; Aisyi, Rehadatul
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1346

Abstract

Peran strategis Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan primer terletak pada penyediaan layanan kesehatan bermutu tinggi. Kualitas suatu layanan atau produk diukur dari seberapa baik layanan tersebut memenuhi harapan sasaran. Termasuk di dalamnya sejauh mana layanan atau produk tersebut menjawab kebutuhan dan keinginan sasaran. Kerbatasan sarana prasarana dan Kurang lengkapnya obat-obatan dan adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan dan kapasitas layanan yang tersedia merupakan salah satu faktor kurangnya kualitas yang diberikan oleh UPT Puskesmas Amuntai Selatan kepada Pengunjung dan pasien. Teknik deskriptif kuantitatif dipakai dalam studi ini, Metode Observasi, Metode Angket, Metode Dokumenter yang dipakai untuk menghimpun data. Menganalisa datanya dari pengamatan studi dengan melalui langkah-langkah pengumpulan informasi dari pengamatan, kuisioner, dokumntasi. Kepuasan pasien di UPT Puskesmas Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memperkuat hipotesis alternatif (Ha), sementara hipotesis nol (Ho) ditolak berdasarkan hasil riset. Dengan kata lain, temuan ini menepis anggapan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien dan membuktikan pengaruh signifikan kualitas layanan terhadap kepuasan tersebut. Untuk mening Peran strategis Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan primer terletak pada penyediaan layanan kesehatan bermutu tinggi. Kualitas suatu layanan atau produk diukur dari seberapa baik layanan tersebut memenuhi harapan sasaran. Termasuk di dalamnya sejauh mana layanan atau produk tersebut menjawab kebutuhan dan keinginan sasaran. Kerbatasan sarana prasarana dan Kurang lengkapnya obat-obatan dan adanya ketidak seimbangan antara kebutuhan dan kapasitas layanan yang tersedia merupakan salah satu faktor kurangnya kualitas yang diberikan oleh UPT Puskesmas Amuntai Selatan kepada Pengunjung dan pasien. Teknik deskriptif kuantitatif dipakai dalam studi ini, Metode Observasi, Metode Angket, Metode Dokumenter yang dipakai untuk menghimpun data. Menganalisa datanya dari pengamatan studi dengan melalui langkah-langkah pengumpulan informasi dari pengamatan, kuisioner, dokumntasi. Kepuasan pasien di UPT Puskesmas Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memperkuat hipotesis alternatif (Ha), sementara hipotesis nol (Ho) ditolak berdasarkan hasil riset. Dengan kata lain, temuan ini menepis anggapan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pasien dan membuktikan pengaruh signifikan kualitas layanan terhadap kepuasan tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada UPT Puskesmas Amuntai Selatan maka diharapkan mulai sedikit demi sedikit untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur puskesmas, serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai meningkatkan kualitas pelayanan dan Serta meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien. katkan kualitas pelayanan pada UPT Puskesmas Amuntai Selatan maka diharapkan mulai sedikit demi sedikit untuk memperbaiki fasilitas dan infrastruktur puskesmas, serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan pegawai meningkatkan kualitas pelayanan dan Serta meningkatkan kesadaran dan tanggungjawab dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada pasien.
EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (SIMPEG) BAGIAN KEPEGAWAIAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Shufiatie, Erna; Raudah, Siti; Herlinda, Sri Agusmila Anetha
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1353

Abstract

Efektivitas merujuk pada sejauh mana tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai. Semakin dekat hasil pelaksanaan terhadap target yang ditetapkan, maka efektivitas sistem atau kegiatan tersebut dapat dikatakan semakin tinggi. SIMPEG merupakan aplikasi berbasis teknologi informasi yang dibuat untuk mengelola data kepegawaian secara terpadu dan sistematis. SIMPEG digunakan untuk mendukung pengelolaan sumber daya manusia, terutama dalam lingkup organisasi pemerintahan, dengan tujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi dalam administrasi kepegawaian. Tipe dalam penelitian yaitu mengunakan Tipe deskriptif kualitatif. Penelitian kualiatif bertujuan untuk menggambarkan bagaimana keadaan yang ada di lapangan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yang mencakup observasi langsung, wawancara mendalam, serta analisis dokumen pendukung. Sumber datanya diambil melalui pengambilan sampel secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Data yang telah diperoleh dianalisis melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian informasi, dan penarikan kesimpulan akhir kemudian dilakukan uji melalui kredibilitas data dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trigulasi, analisi kasus negatif, menggunakan referensi dan melalui membercheck. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif menurut teori yang dikemukakan oleh Richard M. Steers dalam tangkilisan (2015:22). terlihat dari indikator: Pertama, kecepatan pemrosesan informasi. Kedua, kemudahan dalam pembuatan laporan kepegawaian. Ketiga, Efektivitas Komunikasi Dan Koordinasi Melalui Sistem. Keempat, Kemampuan Sistem Menyesuaikan Dengan Perubahan Kebijakan. Kelima. Kemudahan Pembaruan Dan Pengembangan Sistem. Indikator yang kurang efektif yakni: Pertama, ketepatan dan kelengkapan data. Kedua, Aksesibilitas Sistem Bagi Unit Kerja Terkait. Ketiga, Sinkronisasi Data Antar Unit Kerja. Keempat, Tingkat Kesiapan dan Pemahaman Pengguna Terhadap Sistem. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Bagian Kepegawaian Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara. Faktor Pendukung yakni: Pertama, data yang terintegrasi. Kedua, Dukungan Kebijakan Pemerintah. Faktor Penghambat yakni: Pertama, Ketidakmutakhiran Data Pegawai. Kedua, Kurangnya Pemahaman dan Keterampilan Pegawai. Disarankan kepada Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara agar dapat memfasilitasi program pelatihan berkala untuk pegawai pengelola SIMPEG. Kepada Pegawai Pengguna dan Pengelola SIMPEG, memiliki tanggung jawab dalam meningkatkan kompetensi melalui pembelajaran mandiri, menjalin komunikasi dan koordinasi dengan rekan kerja.
PENGELOLAAN PASAR IKAN BANUA LIMA KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fahmi, Yusran; Raudah, Siti; Jannah, Miftahul
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1356

Abstract

Pengelolaan pasar adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengatur dan mengawasi pasar agar dapat berfungsi dengan baik dan efektif. Fenomena masalah yang terjadi yaitu terdapat pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk berjualan, ditemukannya pedagang lain selain menjual ikan ikut berjualan didalam pasar dan kurang memadainya fasilitas pendukung di pasar. Penelitian ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui pengelolaan pasar dan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melewati berbagai cara, seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penarikan sampel untuk memperoleh sumber data dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 13 orang. Data yang telah terkumpul, selanjutnya dianalisis melalui teknik analisis sebelum lapangan, reduksi data, penyajian data (Display) dan verification. Dengan uji kredibilitas data berupa perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi dan mengadakan membercheck. Hasil menunjukan bahwa pengelolaan pasar kurang optimal. Hal ini dilihat dari indikator pertama, rencana pengelolaan cukup optimal, karena adanya penyusunan rencana pengelolaan yang terstruktur dengan jelas. Kedua, strategi untuk mencapai tujuan cukup optimal, karena ditemukannya perencanaan yang terkonsep secara sistematis mengenai langkah-langkah yang akan diambil. Ketiga, pembagian tugas cukup optimal, karena ditemukannya pembagian tugas yang spesifik pada sistem kerja pengelolaan pasar. Keempat, pelimpahan wewenang cukup optimal, karena adanya pengambilan tanggung jawab oleh individu dalam menjalankan perannya masing-masing. Kelima, menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan fungsinya masing-masing cukup optimal, karena terdapatnya kesesuaian antar kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh individu. Keenam, menilai pelaksanaan kurang optimal, karena masih banyaknya kekurangan pada sistem kerja yang diterapkan petugas dalam pengelolaan pasar. Ketujuh, pemberian arahan kurang optimal, karena kurangnya inisiatif dari pihak pemerintah dalam memberikan pembinaan secara rutin ke masyarakat. Kedelapan, indikator komunikasi yang tepat kurang optimal, karena proses penyampaian informasi yang belum dapat diterima secara akurat oleh objek sasaran. Kesembilan, indikator pengawasan kurang optimal, karena proses pemantauan kegiatan masih kurang maksimal. Kesepuluh, indikator tindakan perbaikan kurang optimal, karena minimnya langkah pihak UPTD Pasar dalam mengatasi beberapa hal. Faktor pendukung pengelolaan yaitu adanya kerjasama dengan instansi terkait dan pihak instansi siap menerima keluhan dari masyarakat. Adapun faktor penghambat yaitu keterbatasan anggaran dan kurangnya pengawasan
Efektivitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara: Studi Kasus Pada Desa Danau Cermin, Desa Harusan, dan Desa Sungai Baring Siti Raudah; Muhammad Alwan Maulana
Jurnal Niara Vol. 16 No. 2 (2023): September
Publisher : FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/niara.v16i2.16334

Abstract

Dalam Pengelolaan BUMDes sebagian masyarakat tidak mau bayar sewa tenda, kurangnya sumber daya manusia yang berkompeten, ada beberapa alat yang rusak dan kelalaian pengelola dalam memanajemen BUMDes. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas pengelolaan BUMDes di Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara dan untuk mengetahui upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi faktor-faktor yang menghambatnya. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling terdapat informan berjumlah 18 orang. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Pada Desa Danau Cermin, Desa Harusan, dan Desa Sungai Baring) belum berjalan baik. Hal ini dapat dilihat dari aspek sumber daya manusia, kualitas barang atau jasa yang dihasilkan, keuntungan yang diperoleh, target kerja, sosialisasi, prosedur kerja yang diambil, dan perumusan program kerja. Sedangkan aspek yang sudah berjalan baik adalah sarana dan prasarana, kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan, waktu yang diperlukan. Disamping itu faktor penghambat dalam efektivitas pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara (Studi Kasus Pada Desa Danau Cermin, Desa Harusan, dan Desa Sungai Baring) yaitu: kurangnya perawatan terhadap sarana dan prasarana. Adapun faktor pendorong yaitu: kuantitas barang atau jasa dari yang telah dihasilkan cukup bagus serta waktu yang dibutuhkan cukup cepat untuk pengguna jasa atau layanan BUMDes. Disarankan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa agar lebih sering memberikan dorongan kepada para kepala desa khususnya Desa Danau Cermin, Desa Harusan dan Desa Sungai Baring agar BUMDes yang kini terhenti bisa kembali bangkit dan berkembang, untuk BUMDes yang sudah berjalan bisa lebih berkembang lagi. Kepada kepala desa agar juga memilih pengurus BUMDes yang benar-benar memiliki kemampuan dan semangat wirausaha yang tinggi
PENGGUNAAN BAHASA NON VERBAL DAN ETIKET KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI PROFESIONAL PADA LINGKUNGAN KERJA KULINER UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PARIWISATA Raudah, Siti; Simarmata, Nada Farisya; Nurubay, Dayang Nisyrina; Fahmi, Muhammad; Maldin, Siska Amelia
JURNAL MATA PARIWISATA Vol. 4 No. 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : PUSLITABMAS - BATAM TOURISM POLYTECNIC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59193/jmp.v4i2.412

Abstract

This study examines the role of nonverbal language and communication etiquette in professional interactions within culinary work environments. Using a literature review approach, the study identifies that nonverbal communication, such as facial expressions, body posture, and hand gestures, as well as the implementation of communication etiquette, has a significant impact on customer satisfaction, team harmony, and business image. The findings reveal that training in nonverbal communication and etiquette can enhance professionalism, customer loyalty, and team effectiveness. In addition, the visual design of culinary spaces also functions as a medium of nonverbal communication that strengthens brand identity. This study emphasises the importance of integrating communication training into human resource development in the culinary industry to meet the demands of professionalism and cultural diversity.
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN MASALAH GELANDANGAN DAN PENGEMIS (GEPENG) (STUDY KASUS DI KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA) Raudah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 1 No. 1 (2019): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.1.1.11

Abstract

Implementation of Regional Regulation Number 17 Year 2015 on Efforts to Overcome Problems of Villagers and Beggars (Case Study in Banjang Sub-District Hulu Sungai Utara). The increasing number of homeless and beggars in Amuntai City of Hulu Sungai Utara Regency is 119 people, and the addition is due to other areas coming from 23 people, that is from Banjarbaru, Tenggarong, Banjarmasin, Malang and Barabai so that the total is all 142. The number will disturb the name of the smooth development of the region, for example, the problem of security and public order. The purpose of this research is to identify and analyze the implementation of Local Regulation and to analyze the obstacles in implementing Local Regulation Number 17 year 2015 on Efforts to Overcome Problems of Villagers and Beggars in Amuntai City of Hulu Sungai Utara Regency. The research method is descriptive qualitative, type and source of data that is primary data through observation, interview while secondary data through existing data at Social Service and Satpol PP of Hulu Sungai Utara Regency, technique used in sampling that is Snow-Ball sampling technique snowball sampling).  From the results of the research shows that In the implementation of Regional Regulation Number 17 year 2015 on the Prevention of Problems of Beggars and Beggars in Amuntai City of Hulu Sungai Utara Regency, still not fully implemented, it is seen that shelter houses for street children and homeless shelters are not built when this is an effort in tackling the widespread problem of the Homeless and the Beggar. However, persuasive guidance has been done by the Social Service and Satpol PP at the time of capturing or patrolling for controlling the street children.  The suggestions provided for the input materials include Building Homes for the shelter of homeless and beggars who have no home, and can provide guidance on skills training to be more independent, Must have the attention and support from the Regent of Hulu Sungai Utara related problems the provision of budget funds in terms of supporting efforts to overcome the problems of homeless and beggars in Amuntai City so that security and order be better and achievement of regional development goals. 
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN PUSKESMAS RAWAT INAP HARUYAN KECAMATAN HARUYAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Raudah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 2 No. 1 (2020): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.2.1.19

Abstract

In the Haruyan Health Center, Haruyan Sub-District, Hulu Sungai Tengah Regency, the number of patients who have been served both outpatient and inpatient throughout 2019 reached 12749 patients. The purpose of this study is to uncover, analyze and predict the magnitude of the effect of the quality of health services on patient satisfaction at the Haruyan Health Center, Haruyan District, Hulu Sungai Tengah District. The method used is quantitative research that is intended to provide a clear picture of the problems under study in interpreting and explaining data systematically. The basis of this research is a survey, which is the distribution of questionnaires to respondents containing questions about matters relating to the quality of health services in the Haruyan Inpatient Health Center Haruyan District Hulu Sungai Tenga Regency. From the results of the study showed that the quality of health services affect patient satisfaction in the Haruyan Health Center with Tangibles dimensions in the form of physical services, Reliability dimensions namely service officers, Resvonsivbess dimensions namely responses from service officers, Assurance dimensions namely in the form of service guarantee for patients, and the Empathy dimension, namely the care of service officers to patients so far can provide patient satisfaction at the Haruyan Inpatient Health Center. The advice given for input material is to provide a place for consultation and complaints of problems in service, adding medical personnel such as general practitioners, specialists, medicine and administrative officers in the service, further increasing the exception or responsiveness of service personnel to patient complaints .
Chitosan From Haruan (Channa Striata) Fish Scale Accelerate Wound Healing By Promoting Angiogenesis And Fibroblast Proliferation Putri, Deby Kania Tri; Fitriyana, Annisa; Raudah, Siti; Wardhana, Agung Satria; Wydiamala, Erida; Sarifah, Norlaila; Budipramana, Melisa
Odonto : Dental Journal Vol 11, No 1 (2024): July 2024
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.11.1.%p

Abstract

Background: Damage to the integrity of some body tissues due to trauma commonly referred to as injury can occur intentionally or unintentionally. Angiogenesis and fibroblast proliferation are important stages in the proliferation stage in determining the success of the wound healing process. Chitosan from haruan fish scales has active functional groups in the form of anti-inflammatory and antioxidants that are effective in accelerating wound healing. Method: This study was a pure experimental study with a post-test only design with a control group design which was divided into a treatment group and a control group. The treatment group consisted of chitosan haruan fish scales at concentrations of 1%, 3%, and 5%. The control group consisted of povidone iodine as a positive control and no treatment as a negative control. All rats were injured on the back and then euthanized on days 3, 5, 7, and 14. Result: The chitosan from haruan fish scales affected the formation of new blood vessels and fibroblasts on day-3, increase the number of new blood vessels on day-5, decrease the number of new blood vessels accompanied by increase the number of fibroblasts on day-7, and also decrease the number of fibroblasts on day-14.Conclusion:  3%, and 5% chitosan from haruan fish scale proved to be effective against angiogenesis and fibroblast proliferation in wound healing. 
Co-Authors ., Nadira Abdilah, Adam Satria Aidillah, Muhammad Rafli Aisyi, Rehadatul Amalia, Risna Amelia, Ria Andi Putra Anjani, Anjani Anjasmari, Ni Made Musiyani Apriliani, Halimah Arif Budiman Arpandi, Arpandi Asiah Asiah Assyarif, Taslim Baktiansyah, Baktiansyah Barkatullah , Barkatullah Barkatullah, Barkatullah Beny Rahman Hakim Berliana Berliana Buti Styawan Damayanti, Firda Dharma, Agus Surya Embron, Faisal Fachri, Fachri Fahmi, Yusran Fauziah, Melly Diva Fitriani, Nisa Ayu Fitriyana, Annisa Hafidah, Hafidah Haji Ahmad Makie Handayani, Ramona Hariadi , Joko Helyati, Helyati Herlinda, Sri Agusmila Aneta Herlinda, Sri Agusmila Anetha Hermansyah Hermansyah Husaini, M. Huzaimah Huzaimah Jelita, Teya Permata Jiki Romadoni Joriska, Delia Okta Junaidin, Junaidin Kamil Kamil Kamil Kamil, Kamil Karsina, Karsina KHOIRUL ANAM Khoirul Anam latifah . Latifah ., Latifah Lewa, Octavia Fransiska Rosario M. Arsyad, M. Mahdalina, Mahdalina Maldin, Siska Amelia Malkhan, Ibnu Marthapati, Nurhasanah Marzuki Mawardani, Maya Tamara mawardhani, maya tamara Maya Wulandari Melisa Budipramana, Melisa Mey, Ananda Miftahul Jannah Muhammad Alwan Maulana MUHAMMAD FAHMI Muhammad Iqbal Muhammad Kamil Mujahadah, Siti Nadira . Najmiah, Lailatun NETI EKA JAYANTI Neti Eka Jayanti Nida, Hayatun Nida, Khairun Noorliansyah, Noorliansyah Noormilasari, Noormilasari Nor Hadi Nor, Hazizah Nordiansyah, Nordiansyah Nurhayati Nurhayati Nurubay, Dayang Nisyrina Nurwijayanti Pajrian Noor Praptomo, Agus Joko Pratiwi, Ayu Rizky Puspitasari, Dwi Ida Rahmadi, Muhammad Rahman, Marisa Pajariah Septiani Rahmi, Amelia Nor Risna Amalia Robaiti, Ida Rut, Laurika Ananta Salsabila, Zulfa Zahra Saprul , Muhammad Sarifah, Norlaila Sarnubi, Muhammad Said Say’ah, Say’ah Selamat Riadi Setiawan, Irza Shufiatie, Erna Simarmata, Nada Farisya Sinaga, Hakim Siti Fatimah Zahara Sulistyarini, Wahyu Dewi Sulistyorini, Candra SUMIATI Susanto, Zaenal Adi Tri Putri, Deby Kania Trisha, Dedra Urahmah, Nida Utami, Rinda Aulia Wahid, Rifky Saldi A. Wardhana, Agung Satria Wydiamala, Erida Yuliani, Novi Dwi Yulianti, Lysa