p-Index From 2021 - 2026
8.053
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Muadalah JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) JURNAL CITRA KEPERAWATAN Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam jurnal syntax admiration Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi INVENTION: Journal Research and Education Studies Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of Digital Learning and Distance Education SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) The International Journal of Education Management and Sociology Journal on Research and Review of Educational Innovation Jurnal Internasional Al Manba ISLAMIC PEDAGOGY: Journal of Islamic Education Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Nusantara AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Classroom: Journal of Islamic Education Ulil Albab Journal of Elementary Education Research and Practice Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islamic Communication Quality Jurnal Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS (SOSPENDIS)
Claim Missing Document
Check
Articles

Menjamin Ketepatan Interpretasi Hasil Belajar: Analisis Komprehensif Uji Validitas dalam Evaluasi Pembelajaran Muhammad Rizqo Qolbiy; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1972

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Keakuratan hasil evaluasi sangat ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan, salah satunya melalui pemenuhan aspek validitas. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep, jenis, prosedur, dan implementasi uji validitas dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan validitas instrumen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa validitas tidak hanya berkaitan dengan ketepatan butir instrumen, tetapi juga menyangkut ketepatan interpretasi dan penggunaan skor yang dihasilkan. Bentuk validitas yang umum digunakan meliputi validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Selain itu, perkembangan evaluasi pendidikan modern menempatkan validitas sebagai proses pengumpulan bukti yang berkelanjutan untuk mendukung penggunaan instrumen secara tepat. Oleh karena itu, pelaksanaan uji validitas menjadi langkah fundamental dalam menjamin kualitas evaluasi pembelajaran, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan pendidikan, dan menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pengolahan Hasil Non-Test dalam Pendidikan Agama Islam (Angket dan Observasi) Munawarah; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan peran penilaian non-tes dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penggunaan instrumen angket dan observasi, prosedur pengolahan hasil penilaian, serta kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian non-tes memiliki peran penting dalam mengukur ranah afektif dan psikomotorik peserta didik, seperti sikap religius, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan praktik nilai-nilai Islam. Instrumen angket dan observasi mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan tes tertulis karena dapat menilai perilaku dan sikap peserta didik secara langsung. Pengolahan hasil penilaian non-tes dilakukan melalui penyusunan instrumen yang valid, pemberian skor sesuai skala yang digunakan, serta interpretasi hasil berdasarkan kriteria yang jelas. Kendala yang sering dihadapi guru meliputi keterbatasan kompetensi, waktu, dan potensi subjektivitas penilaian. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penggunaan instrumen terstandar, dan dukungan lembaga pendidikan agar penilaian non-tes dapat dilaksanakan secara objektif dan efektif.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS): Sebuah Kajian Pustaka Nursidah Arisca Putri; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1975

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi pembelajaran berbasis HOTS menjadi penting untuk mengukur pemahaman peserta didik secara lebih mendalam serta mendorong kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, dan strategi pengembangan evaluasi pembelajaran PAI berbasis HOTS melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, serta dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan evaluasi berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi berbasis HOTS mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah peserta didik melalui instrumen yang mengukur aspek analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pengembangan instrumen evaluasi HOTS dalam PAI perlu memperhatikan konteks kehidupan nyata, penggunaan stimulus yang autentik, serta integrasi nilai-nilai Islam. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS dan minimnya pelatihan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi pendidik serta pengembangan instrumen evaluasi yang inovatif agar pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
an article Pendekatan Acuan Norma dalam Pendidikan Agama Islam: Landasan Psikometrik, Implikasi Edukatif, dan Integrasinya dengan Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi Muhammad Alfi Hidayat; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1981

Abstract

Pendekatan Acuan Norma (PAN) merupakan salah satu pendekatan evaluasi pendidikan yang menafsirkan hasil belajar berdasarkan posisi relatif peserta didik dalam kelompoknya. Pendekatan ini banyak digunakan dalam kegiatan seleksi, pemeringkatan, dan pemetaan kemampuan akademik karena mampu memberikan gambaran mengenai distribusi kemampuan peserta didik secara objektif. Meskipun demikian, penerapan PAN dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih memerlukan kajian yang lebih mendalam karena tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan internalisasi nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan psikometrik Pendekatan Acuan Norma, mengkaji implikasi edukatif penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam, serta mengeksplorasi integrasinya dengan prinsip-prinsip evaluasi yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan, psikometri, pendidikan Islam, serta sumber-sumber normatif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAN memiliki fondasi psikometrik yang kuat melalui penggunaan distribusi normal, simpangan baku, persentil, dan skor baku yang memungkinkan pemetaan kemampuan peserta didik secara objektif dan sistematis. Dari perspektif pendidikan, PAN efektif digunakan untuk tujuan seleksi dan klasifikasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam mengukur tingkat penguasaan kompetensi secara absolut. Integrasi dengan prinsip evaluasi Qur’ani dan Nabawi menunjukkan bahwa implementasi PAN perlu dilandasi nilai keadilan, amanah, akuntabilitas, dan penghargaan terhadap kualitas amal agar proses penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan tanggung jawab moral peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan teori evaluasi modern dengan nilai-nilai pendidikan Islam guna mewujudkan sistem evaluasi yang objektif, adil, dan bermakna. Kata Kunci: Pendekatan Acuan Norma, Pendidikan Agama Islam, Psikometri, Evaluasi Pendidikan, Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi.
Beyond Academic Achievement: A Holistic Evaluation Model for Measuring Cognitive, Spiritual, and Character Development in Islamic Religious Education Siti Lufniyah; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1984

Abstract

Learning evaluation in Islamic Religious Education (IRE) has traditionally emphasized students’ cognitive achievement, while spiritual and character development core objectives of Islamic education have received limited and fragmented assessment. This study aims to develop a holistic evaluation model capable of measuring students’ cognitive, spiritual, and character development in an integrated manner within Islamic Religious Education. The study employs a qualitative approach using a library research method by examining scholarly literature, educational policies, and evaluation theories from both contemporary educational perspectives and Islamic educational thought. The findings indicate that a holistic evaluation model should integrate three primary dimensions: mastery of Islamic knowledge (cognitive development), internalization of religious values (spiritual development), and the cultivation of Islamic character (character development). Assessment of these dimensions can be conducted through a combination of academic tests, behavioral observations, reflective journals, self-assessment, peer assessment, and learning portfolios. The proposed model provides a more comprehensive approach than conventional assessment practices by evaluating not only academic outcomes but also students’ attitudes, behaviors, and spiritual awareness. The study contributes a conceptual framework for designing more meaningful and goal oriented evaluation systems in Islamic Religious Education, aligning assessment practices with the broader mission of Islamic education in the contemporary era.
DESAIN PENELITIAN GROUNDED THEORY: LOGIKA METODOLOGIS DAN KONSTRUKSI TEORI KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN Muhammad Abdillah; Salamah; Dina Hermina
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i6.2088

Abstract

Traditional positivist frameworks in educational and social research often over-rely on pre-existing grand theories, resulting in the reduction and "dehumanization" of unique social contexts. Grounded Theory emerges as a rigorous inductive-abductive methodology to construct systematic theories directly rooted in empirical field data. This study aims to analyze the fundamental concepts, philosophical origins (symbolic interactionism), and methodological procedures of Grounded Theory, and to formulate its operational steps within educational research contexts. Operating as a qualitative-descriptive inquiry, this library research critically analyzes primary literature from Glaser, Strauss, Corbin, and Charmaz, utilizing content analysis and comparative triangulation to map out its systematic coding processes. The findings demonstrate that Grounded Theory is a comprehensive research design—rather than a mere data analysis technique—guided by key principles: theoretical sensitivity, theoretical sampling, the constant comparative method, structured coding (open, axial, and selective), memo writing, and theoretical saturation. A rigorous operational simulation of coding regarding facility provisioning for educational needs assessments is provided to illustrate its practical mechanics. The study concludes that Grounded Theory effectively bridges the gap between abstract grand theories and empirical reality, offering a robust, scientifically rigorous, and contextually responsive pathway to develop localized educational theories that are highly relevant to contemporary Indonesian and Islamic education management.