p-Index From 2021 - 2026
9.174
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Muadalah JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) JURNAL CITRA KEPERAWATAN al-Afkar, Journal For Islamic Studies Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Jurnal al-Ulum : Jurnal Pemikiran dan penelitian ke-Islaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Jurnal Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Madrosatuna: Journal of Islamic Elementary School Riayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Jurnal Pendidikan dan Kewirausahaan Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam jurnal syntax admiration Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Al-Ulum: Jurnal Pendidikan Islam Tadbiruna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Journal of Digital Learning and Distance Education SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) The International Journal of Education Management and Sociology Journal on Research and Review of Educational Innovation Jurnal Internasional Al Manba ISLAMIC PEDAGOGY: Journal of Islamic Education Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Jurnal Ilmiah Nusantara Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Keagamaan Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Kasyafa: Jurnal Pendidikan Agama Islam JIS: Journal ISLAMIC STUDIES Classroom: Journal of Islamic Education Ulil Albab Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Indonesian Journal of Islamic Communication Quality Tarbiyatul Ilmu (Jurnal Kajian Pendidikan) Jurnal Sosiologi Pendidikan dan Pendidikan IPS (SOSPENDIS) Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah
Claim Missing Document
Check
Articles

Paradigma dan Karakteristik Penelitian Positivistik/Kuantitatif dan Interpretatif/Kualitatif Alfisyah; Dina Hermina; Salamah
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1936

Abstract

Perdebatan antara paradigma positivistik dan interpretatif merupakan isu fundamental dalam metodologi penelitian ilmiah yang relevan bagi pengembangan ilmu di Indonesia. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dan membandingkan paradigma positivistik/kuantitatif dan interpretatif/kualitatif dari empat dimensi analisis secara integratif, yaitu ontologi, epistemologi, aksiologi, dan metodologi, serta mengkaji posisi mixed methods research sebagai pendekatan integratif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan metode analisis isi dan analisis komparatif-konseptual terhadap sumber-sumber kepustakaan primer dan sekunder yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa paradigma positivistik berpijak pada realisme objektif dengan pendekatan deduktif yang berorientasi pada pengujian hipotesis dan generalisasi, sementara paradigma interpretatif menganut relativisme dengan pendekatan induktif yang berorientasi pada pemahaman makna kontekstual. Kedua paradigma memiliki perbedaan mendasar pada level ontologis yang menentukan seluruh perbedaan epistemologis, aksiologis, dan metodologisnya, namun keduanya sama-sama berkomitmen terhadap rigour ilmiah. Dikotomi antara keduanya dapat dilampaui melalui mixed methods research yang berpijak pada landasan pragmatis. Kajian ini menyimpulkan bahwa tidak ada paradigma yang secara universal lebih unggul; pilihan paradigma harus didasarkan pada koherensi antara pertanyaan penelitian, ontologi, epistemologi, dan metodologi yang dianut peneliti.
Evaluasi Pendidikan Agama Islam dalam Proses Pembelajaran: Kajian terhadap Fungsi, Tujuan, Prinsip, Subjek, Objek, dan Manfaat Evaluasi Muhammad Fadhilah; Nursidah Arisca Putri; Mutia Rahmawati; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1958

Abstract

Evaluasi merupakan komponen integral dalam sistem Pendidikan Agama Islam (PAI) yang tidak hanya berfungsi mengukur capaian kognitif, tetapi juga menilai dimensi afektif dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep evaluasi pendidikan dalam konteks PAI, mencakup aspek fungsi, tujuan, prinsip, subjek, objek, dan manfaat evaluasi. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap sumber-sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi PAI memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari evaluasi mata pelajaran umum, yaitu orientasinya pada pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai Islam. Evaluasi PAI berfungsi secara diagnostik, formatif, selektif, dan sumatif, dengan prinsip-prinsip keadilan (al-'adl), objektivitas, menyeluruh (syumul), dan berkesinambungan (istimrār). Subjek utama evaluasi adalah pendidik dan lembaga pendidikan, sedangkan objeknya mencakup tiga ranah Taksonomi Bloom. Kajian ini menegaskan bahwa evaluasi PAI yang efektif harus mengintegrasikan standar ilmiah modern dengan nilai-nilai normatif ajaran Islam demi terwujudnya tujuan pendidikan Islam, yakni membentuk insan yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Test Reliability as A Foundation for Accurate and Objective Assessment in Islamic Education Mariana; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1970

Abstract

This study examines the role of test reliability, particularly the test–retest method, in strengthening the quality of assessment within Islamic Education. The study is motivated by the growing need for accurate, consistent, and accountable assessment instruments to support meaningful learning evaluation. While previous studies have extensively discussed validity and authentic assessment, limited attention has been given to the contribution of test reliability as a foundation for objective assessment practices in Islamic Education. This research employed a qualitative approach using library research methods. Data were collected from books, scientific journal articles, and relevant academic publications published within the last ten years and analyzed through content analysis techniques. The findings reveal that test reliability plays a crucial role in ensuring the consistency, stability, and trustworthiness of assessment results. Furthermore, the test–retest method provides an effective framework for evaluating score stability over time and minimizing measurement errors. In the context of Islamic Education, reliable assessment instruments support fair evaluation, strengthen data-based decision-making, and align with Islamic values emphasizing accuracy, honesty, and accountability. The study concludes that test reliability serves as an essential component in developing high-quality assessment systems capable of supporting effective learning evaluation and improving educational outcomes in Islamic Education.
Menjamin Ketepatan Interpretasi Hasil Belajar: Analisis Komprehensif Uji Validitas dalam Evaluasi Pembelajaran Muhammad Rizqo Qolbiy; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1972

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Keakuratan hasil evaluasi sangat ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan, salah satunya melalui pemenuhan aspek validitas. Artikel ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep, jenis, prosedur, dan implementasi uji validitas dalam evaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah, buku, artikel jurnal, dan dokumen akademik yang berkaitan dengan validitas instrumen pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa validitas tidak hanya berkaitan dengan ketepatan butir instrumen, tetapi juga menyangkut ketepatan interpretasi dan penggunaan skor yang dihasilkan. Bentuk validitas yang umum digunakan meliputi validitas isi, validitas konstruk, dan validitas kriteria. Selain itu, perkembangan evaluasi pendidikan modern menempatkan validitas sebagai proses pengumpulan bukti yang berkelanjutan untuk mendukung penggunaan instrumen secara tepat. Oleh karena itu, pelaksanaan uji validitas menjadi langkah fundamental dalam menjamin kualitas evaluasi pembelajaran, meningkatkan akurasi pengambilan keputusan pendidikan, dan menghasilkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pengolahan Hasil Non-Test dalam Pendidikan Agama Islam (Angket dan Observasi) Munawarah; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep dan peran penilaian non-tes dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), penggunaan instrumen angket dan observasi, prosedur pengolahan hasil penilaian, serta kendala yang dihadapi guru dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai buku, jurnal, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian non-tes memiliki peran penting dalam mengukur ranah afektif dan psikomotorik peserta didik, seperti sikap religius, akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, dan praktik nilai-nilai Islam. Instrumen angket dan observasi mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif dibandingkan tes tertulis karena dapat menilai perilaku dan sikap peserta didik secara langsung. Pengolahan hasil penilaian non-tes dilakukan melalui penyusunan instrumen yang valid, pemberian skor sesuai skala yang digunakan, serta interpretasi hasil berdasarkan kriteria yang jelas. Kendala yang sering dihadapi guru meliputi keterbatasan kompetensi, waktu, dan potensi subjektivitas penilaian. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penggunaan instrumen terstandar, dan dukungan lembaga pendidikan agar penilaian non-tes dapat dilaksanakan secara objektif dan efektif.
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI Berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS): Sebuah Kajian Pustaka Nursidah Arisca Putri; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1975

Abstract

Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills atau HOTS) yang mencakup kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), evaluasi pembelajaran berbasis HOTS menjadi penting untuk mengukur pemahaman peserta didik secara lebih mendalam serta mendorong kemampuan berpikir kritis dalam mengkaji dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, karakteristik, dan strategi pengembangan evaluasi pembelajaran PAI berbasis HOTS melalui pendekatan kajian pustaka. Metode yang digunakan adalah library research dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, serta dokumen yang relevan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengembangan evaluasi berbasis HOTS dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa evaluasi berbasis HOTS mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah peserta didik melalui instrumen yang mengukur aspek analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Pengembangan instrumen evaluasi HOTS dalam PAI perlu memperhatikan konteks kehidupan nyata, penggunaan stimulus yang autentik, serta integrasi nilai-nilai Islam. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS dan minimnya pelatihan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kompetensi pendidik serta pengembangan instrumen evaluasi yang inovatif agar pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI lebih efektif dan sesuai dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
an article Pendekatan Acuan Norma dalam Pendidikan Agama Islam: Landasan Psikometrik, Implikasi Edukatif, dan Integrasinya dengan Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi Muhammad Alfi Hidayat; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1981

Abstract

Pendekatan Acuan Norma (PAN) merupakan salah satu pendekatan evaluasi pendidikan yang menafsirkan hasil belajar berdasarkan posisi relatif peserta didik dalam kelompoknya. Pendekatan ini banyak digunakan dalam kegiatan seleksi, pemeringkatan, dan pemetaan kemampuan akademik karena mampu memberikan gambaran mengenai distribusi kemampuan peserta didik secara objektif. Meskipun demikian, penerapan PAN dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) masih memerlukan kajian yang lebih mendalam karena tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, penguatan spiritualitas, dan internalisasi nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landasan psikometrik Pendekatan Acuan Norma, mengkaji implikasi edukatif penerapannya dalam Pendidikan Agama Islam, serta mengeksplorasi integrasinya dengan prinsip-prinsip evaluasi yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis konseptual terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan evaluasi pendidikan, psikometri, pendidikan Islam, serta sumber-sumber normatif Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAN memiliki fondasi psikometrik yang kuat melalui penggunaan distribusi normal, simpangan baku, persentil, dan skor baku yang memungkinkan pemetaan kemampuan peserta didik secara objektif dan sistematis. Dari perspektif pendidikan, PAN efektif digunakan untuk tujuan seleksi dan klasifikasi, tetapi memiliki keterbatasan dalam mengukur tingkat penguasaan kompetensi secara absolut. Integrasi dengan prinsip evaluasi Qur’ani dan Nabawi menunjukkan bahwa implementasi PAN perlu dilandasi nilai keadilan, amanah, akuntabilitas, dan penghargaan terhadap kualitas amal agar proses penilaian tidak semata-mata berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mendukung pembentukan karakter dan tanggung jawab moral peserta didik. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual yang menghubungkan teori evaluasi modern dengan nilai-nilai pendidikan Islam guna mewujudkan sistem evaluasi yang objektif, adil, dan bermakna. Kata Kunci: Pendekatan Acuan Norma, Pendidikan Agama Islam, Psikometri, Evaluasi Pendidikan, Prinsip Evaluasi Qur’ani dan Nabawi.
Beyond Academic Achievement: A Holistic Evaluation Model for Measuring Cognitive, Spiritual, and Character Development in Islamic Religious Education Siti Lufniyah; Dina Hermina
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026): Mei-Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i2.1984

Abstract

Learning evaluation in Islamic Religious Education (IRE) has traditionally emphasized students’ cognitive achievement, while spiritual and character development core objectives of Islamic education have received limited and fragmented assessment. This study aims to develop a holistic evaluation model capable of measuring students’ cognitive, spiritual, and character development in an integrated manner within Islamic Religious Education. The study employs a qualitative approach using a library research method by examining scholarly literature, educational policies, and evaluation theories from both contemporary educational perspectives and Islamic educational thought. The findings indicate that a holistic evaluation model should integrate three primary dimensions: mastery of Islamic knowledge (cognitive development), internalization of religious values (spiritual development), and the cultivation of Islamic character (character development). Assessment of these dimensions can be conducted through a combination of academic tests, behavioral observations, reflective journals, self-assessment, peer assessment, and learning portfolios. The proposed model provides a more comprehensive approach than conventional assessment practices by evaluating not only academic outcomes but also students’ attitudes, behaviors, and spiritual awareness. The study contributes a conceptual framework for designing more meaningful and goal oriented evaluation systems in Islamic Religious Education, aligning assessment practices with the broader mission of Islamic education in the contemporary era.
DESAIN PENELITIAN GROUNDED THEORY: LOGIKA METODOLOGIS DAN KONSTRUKSI TEORI KONTEKSTUAL DALAM PENDIDIKAN Muhammad Abdillah; Salamah; Dina Hermina
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Juni 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i6.2088

Abstract

Traditional positivist frameworks in educational and social research often over-rely on pre-existing grand theories, resulting in the reduction and "dehumanization" of unique social contexts. Grounded Theory emerges as a rigorous inductive-abductive methodology to construct systematic theories directly rooted in empirical field data. This study aims to analyze the fundamental concepts, philosophical origins (symbolic interactionism), and methodological procedures of Grounded Theory, and to formulate its operational steps within educational research contexts. Operating as a qualitative-descriptive inquiry, this library research critically analyzes primary literature from Glaser, Strauss, Corbin, and Charmaz, utilizing content analysis and comparative triangulation to map out its systematic coding processes. The findings demonstrate that Grounded Theory is a comprehensive research design—rather than a mere data analysis technique—guided by key principles: theoretical sensitivity, theoretical sampling, the constant comparative method, structured coding (open, axial, and selective), memo writing, and theoretical saturation. A rigorous operational simulation of coding regarding facility provisioning for educational needs assessments is provided to illustrate its practical mechanics. The study concludes that Grounded Theory effectively bridges the gap between abstract grand theories and empirical reality, offering a robust, scientifically rigorous, and contextually responsive pathway to develop localized educational theories that are highly relevant to contemporary Indonesian and Islamic education management.
KAJIAN KONSEPTUAL METODE BELAH DUA (SPLIT-HALF) DAN BENTUK PARALEL (EQUIVALENCE) DALAM EVALUASI PEMBELAJARAN PAI Riduan Iksan; Dina Hermina
Tarbawi Vol. 14 No. 01 (2026): TARBAWI
Publisher : STIT Darul Hijrah Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62748/pac45249

Abstract

Test reliability is a fundamental requirement in organizing educational evaluation instruments, especially in Islamic Religious Education (PAI), to ensure consistency and fairness in student assessment. This study aims to conceptually examine test reliability through the split-half method and parallel forms (equivalence) as well as its relevance to Islamic educational values. This study uses a qualitative approach with a literature review method. Data collection was carried out by documenting and analyzing secondary sources in the form of books, scientific articles, and related references. The literature selection was limited to publications from 2018–2025 sourced from national and international indexed journals and standard textbooks on psychometrics and educational evaluation. The results of the study show that the split-half method is effective for measuring internal consistency in a single test, where its correlation is corrected using the Spearman-Brown formula. Meanwhile, the parallel form method emphasizes cross-form consistency by arranging two equivalent test packages, which require a high level of test developer competence to minimize measurement error and prevent practice effects. In the context of PAI learning, the application of both reliability methods is not only an academic requirement but also reflects Islamic moral values such as justice, thoroughness, accountability, and professionalism as emphasized in the Qur'an and Hadith. PAI teachers are expected to improve their technical competence in statistical evaluation to produce objective and accountable learning assessments.
Co-Authors Abdi Yusuf Radinata Agustina Rahmi Ahmad Ahmad Ahmad Salabi Ahmad, Ahmad Aida, Aida Alfisyah Ali Akbar Andi Irlina Apriana Afifah Ardian Arif Wahyudi Arpani Arpani Assya'bani, Ridhatullah Assya’bani, Ridhatullah Desyana Mustafa Dhiya Aulia Dilah bin Tuah Fadli Rahman, Fadli Hamli, Haji Imraan, Mohd Indah Rahmawati Irlina, Andi Jamal Syarif Khairunnisa Khairunnisa Kurnia Syiffa’ul Husnah Ladia Lyindira Putri M, Nurhidaya M. Miftah Arief Mahathma Rizal Alhadad Mahyuddin Barni, Mahyuddin Mariana Mariani Mariani Misda Ariyani Mubaraq, Muhammad Zaki Muhamad Sabirin Muhammad Abdillah Muhammad Alfi Hidayat Muhammad Alfiannur Muhammad Fadhilah Muhammad Ferdy Anshori Muhammad Naufal Baehaki Muhammad Qusairi Muhammad Rizqo Qolbiy Mulyadi, Rida Munawarah Mushofa Mushofa Mustafa, Desyana Mutia Rahmawati Mutia Rahmawati Nina Arifa Noor, Ahmad Sugian Norlaila Norlaila Norlaila Norsiva, Norsiva Nugroho Widi Susanto Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Nuril Huda Nursidah Arisca Putri Nursidah Arisca Putri Nurul Huda Nurul Husna Padlianor Padlianor Qamaruzzaman, Muhammad Rabbi, Mim Fadhli Rachmat Hidayat Rahmah Rahmah Rasyidi Rasyidi Reza Setya Rachman Riduan Iksan Risqiatul Hasanah Rony, Zahara Tussoleha Rukayah Rukayah Sa'idah, Siti Sadriah, Sadriah Salamah Salamah Salamah Salsabila, Rofiqa Zulfa Sheila Rosalia Sholeh, Makherus Siswahyudianto Siti Lufniyah Siti Nur Syafaah Siti Saidah Sugiharto, Muhammad Samuel Sumiati Sumiati Surya Eka Priyatna Syarniah, Syarniah Tahdianoor, Muhammad Umar Umar Wahdatul Ramadani Yahya Mof Yeni Amalia Yuliani Yuliani ZA, Ali Muammar Zahrah, Zahrah