p-Index From 2021 - 2026
8.331
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Edukasi AUD Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Kawanua International Journal of Multicultural Studies Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Makkah: Journal Of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

KEMITRAAN DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (ANALISIS TERHADAP POLA DAN TINGKAH LAKU ANAK USIA DINI DAN LINGKUNGAN) Hafidzi, Anwar; Putri, Hadisa
JEA (Jurnal Edukasi AUD) Vol 4, No 1 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.947 KB) | DOI: 10.18592/jea.v4i1.2568

Abstract

Abstract: Partnership is a cooperative relationship between several parties in achieving a certain work relationship. The partnership between the school and the family and community in building an educational ecosystem is in line with the Ministry of Education and Culture's vision of "the formation of education and cultural   human   beings   with   character   based   on   mutual cooperation". This partnership also aims to establish cooperation and alignment of educational programs in PAUD units, families, and communities  as  a  center  of  education  in  building  a  quality education   ecosystem.   Therefore,   it   is   necessary   to   have   a relationship or involvement from all parties to achieve the development of quality education for early childhood. Abstrak: Kemitraan merupakan hubungan kerjasama antara beberapa pihak dalam mencapai suatu hubungan kerja tertentu.Kemitraan  antara  sekolah  dengan  keluarga  dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan sejalan dengan visi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu ? terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong?. Kemitraan ini juga bertujuan untuk menjalin kerjasama dan keselarasan program pendidikan di satuan PAUD, keluarga, danmasyarakat sebagai tri sentra pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan yang bermutu. Maka dari itu perlu adanya hubungan atau keterlibatan dari semua pihak untuk mencapai pengembangan pendidikan bagi anak usia dini yang lebih berkualitas. 
KONSEP HUKUM TENTANG RADHA’AH DALAM PENENTUAN NASAB Hafidzi, Anwar; Safruddin, Safruddin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.429 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.1615

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang Konsep Radha?ah dalam Penentuan Nasab disertai dalil dan alasan Wahbah Zuhaily dan Sayyid Sabiq mengenai kemahraman dalam radha?ah serta apa saja syarat dan rukun dalam Radha?ah dalam penentuan nasab.Penulisan ini menganilisa tentang radha?ah dalam konsep fikih adilatu dan fikih sunnah tentang radha?ah dalam penentuan nasab menurut pandangan Wahbah Zuhaily Dan Sayyid SabiqPenelitian ini menggunakan bentuk penelitian kepustakaan (Library Research) bahan primernya kitab fikih Adilatu karangan prof Wahbah Zuhaily dan Fikih Sunnah karangan Sayyid Sabiq, sedangkan untuk bahan sekundernya penulis mengunakan literatur-literatur yang terkait tentang pembahasan yang akan dibahas, adapun metode analisa menggunakan metode deskriptif.hasil dari penelitian ini penulis menemukan adanya perbedaan antara kitab fikih adilatu dan fikih sunnah,   perbedaannya terletak pada jumlah ukuran susu yang menyebabkan mahram Sayyid Sabiq memahami bahwa satu susuan maksudnya maksudnya susuan dalam ukuran yang sedikit sedangkan wahbah Zuaily mensyaratkan kemahraman sepersusuan ukuranya lima kali susuan 
EKSISTENSI ADVOKAT SEBAGAI PROFESI TERHORMAT (OFFICIUM NOBILE) DALAM SISTEM NEGARA HUKUM DI INDONESIA Hafidzi, Anwar
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.206 KB) | DOI: 10.18592/khazanah.v13i1.517

Abstract

As mentioned in 1945 Constitution of the Republic of Indonesia article 1(3), Indonesia is a country of law. Reformation era has changed law system in Indonesia and given a big opportunity for law enforcement, espe- cially for advocate profession other than judicial power. As we know, advo- cate profession has been regulated in Laws No. 18 Year 2003 about advocate. According to that provision, advocate is in position as law enforcement, free and Independent which is guaranteed by laws and regulations, so that the exist- ence has the logical consequence that the advocate is aofficium nobille and have the same or equal position with other law enforcement authorities whom au- thorities also been determined by the laws and regulations in Indonesia, such as judges, prosecutors, and police. Sometimes ago , there were problems in regu- lating professional advocate which had caused heated debate among legal ex- perts, legislators and legal practitioners. It is because a submission of a draft of Law to amend the provisions of Law No. 18 year 2003 about the advocate.Kata Kunci : Advokat, Profesi Terhormat (Officium Nobile), Sistem Negara Hukum Indonesia.
CULTURAL EDUCATION AS AN EFFORT TO PREVENT RELIGIOUS-BASED RADICALISM ON SOCIAL MEDIA IN INDONESIA Hafidzi, Anwar
Potret Pemikiran Vol 24, No 1 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v24i1.1116

Abstract

This research begins with an understanding of the endemic radicalism of society, not only of the real world, but also of various online social media. This study showed that the avoidance of online radicalism can be stopped as soon as possible by accusing those influenced by the radical radicality of a secular religious approach. The methods used must be assisted in order to achieve balanced understanding (wasathiyah) under the different environmental conditions of the culture through recognizing the meaning of religion. The research tool used is primarily library work and the journal writings by Abu Rokhmad, a terrorist and radicalise specialist. The results of this study are that an approach that supports inclusive ism will avoid the awareness of radicalization through a heart-to-heart approach. This study also shows that radical actors will never cease to argue dramatically until they are able to grasp different views from Islamic law, culture, and families.Keywords: radicalism, deradicalization, multiculturalism, culture, religion, moderate.Penelitian ini berawal dari paham radikalisme yang telah mewabah di masyarakat, bukan hanya di dunia nyata, bahkan sudah menyusup di berbagai media sosial online. Penelitian ini menemukan bahwa cara menangkal radikalisme online dapat dilakukan pencegahan sedini mungkin melalui pendekatan konseling religius multikultural terhadap mereka yang terkena paham radikal radikal. Diantara teknik yang digunakan adalah melalui pemahaman tentang konsep agama juga perlu digalakkan agar memunculkan pemahaman yang moderat (wasathiyah) diberbagai keadaan lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah library research dengan sumber utama adalah karya dan jurnal karya Abu Rokhmad seorang pakar dalam masalah terorisme dan radikalisme. Temuan penelitian ini adalah paham radikalisasi itu dapat dihentikan dengan pendekatan hati ke hati dengan mengedepankan budaya yang multikultural. Kajian ini juga membuktikan bahwa pelaku paham radikal tidak akan pernah berhenti memberikan argumen radikal kecuali mampu memahami perbedaan pendapat yang bersumber dari syariat Islam, lingkungan sosial, dan keluarga.Kata kunci: radikalisme, deradikalisasi, multikultural, budaya, agama, moderat.
Pendidikan Ideal dalam Muqaddimah Ibn Khaldun Untuk Memberantas Pengangguran Melalui Minat dan Bakat Hafidzi, Anwar
Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2020): Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v6i2.157

Abstract

Abstract This thesis explores the idea that the students are able to understand even though they are not educated or accomplished. Some scholars assume, however, that the educational path must go through classrooms. At least this result will give anyone the potential to enhance strong listening skills. The book Diwan Al-Mubtada Wa Al-Khabar Fi Tarikh Al-'Arab Wa Al-Barbar Wa Man 'Asarahum Min Dzawi Al-Sha'ni Al-Akbar by' Abdurrahman Ibn Khaldun with hermeneutic methodology is study using library study with the key source. The outcomes of this research are the principle of fatqu al-lisan by giving preference to basic education abilities by learning soft skills and hard skills of special interest. Ultimately, this power would add to self-confidence in doing business individually and minimize unemployment. Keywords: education, interest, talent, alleviation, unemployment
Tradisi Maantar Patalian pada Perkawinan Masyarakat Adat Banjar Kalimantan Selatan (Telaah Antropologis dan Sosiologis) Sulistyoko, Arie; Hafidzi, Anwar
AN-NUHA: Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya dan Sosial Vol 7 No 1 (2020): July
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/annuha.v7i1.327

Abstract

The marriage in Indonesia is usually done with customary rules, one of which is the Banjar tribe who still has a strong culture in the process of marriage ceremony. In practice in Indonesia, in addition to following religious regulations, tradition also becomes important, as practiced by the people of Banjar when conducting marriages filled with various customs both before, shortly or after marriages are conducted. The application of the procession, the benchmark is honesty itself, where if the total honesty requested is not met by men, then the girl's family prefers to cancel it. In this condition, the local people's customary approach is the benchmark in the traditional Banjar marriage system
Kewajiban Penggunaan Vaksin: Antara Legalitas dan Formalitas dalam Pandangan Maqashid Al-Syariah Hafidzi, Anwar
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 11, No 2 (2020): Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v11i2.4076

Abstract

This study shows that Indonesian Umrah or Hajj pilgrims have used the Meningitis Vaccine with the Maqashid al-Sharia approach. This study differs from other studies in the methodology used as a justification for the desire to use vaccinations as a pre-condition for carrying out worship in Mecca. Although this vaccine is permitted, researchers see that there are other loopholes that could expose the use of the vaccine for the purposes of sharia. This study is focused on normative analysis and the MUI Fatwa No: 06 of 2010 regarding the Use of Hajj and Umrah Pilgrim Meningitis Vaccines. This study demonstrates that meningitis vaccinations with different amounts and substances are conditionally approved. This condition is specified in the Saudi Arabia government's implementation and does not interfere with the Sharia aims that can endanger one another. Vaccines are not only a formality, they are often intended to protect and avoid infectious diseases and are compulsory before they are used for Hajj and Umrah in Saudi Arabia.Abstrak   Penelitian ini akan mengungkap pengunaan vaksin meningitis yang selama ini sudah digunakan oleh jamaah umrah atau haji Indonesia dengan pendekatan Maqashid al-Syariah. Penelitian ini berbeda dengan peneliti lainnya pada pendekatan yang digunakan sebagai alasan kebolehan menggunakan vaksin sebagai pra-syarat melaksanakan ibadah ke Mekkah. Meskipun vaksin ini diperbolehkan, tapi peneliti melihat bahwa ada celah lain yang dapat mengungkap penggunaan vaksin dari tujuan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian normatif dan Fatwa MUI Nomor: 06 Tahun 2010 tentang Penggunaan Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah. Penelitian ini membuktikan bahwa kebolehan vaksin meningitis dengan berbagai kadar dan kandungan zatnya dianggap dibolehkan dengan syarat. Persyaratan ini dinyatakan dalam implementasi pemerintah Saudi Arabia dan tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan syariah yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Modern Law Aspect on Procedural Decision of Sultan Adam Law Hasan, Ahmadi; Hafidzi, Anwar; Zaidah, Yusna
Al-Ahkam Volume 29, Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.31 KB) | DOI: 10.21580/ahkam.2019.29.2.4285

Abstract

The main focus of this research was analyzing the normative procedural decision of Sultan Adam Law which was applied by Sultan Adam during 1835 AD. Its emergence was for strengthening Islam Aqeedah for its believers and clinging on to Syafii Madhhab. Sultan Adam Law was remarkable to scrutinize, especially when associated with the modern law aspect. By employing the law history approach, this research attempted to respond to Sultan Adam Law procedural decision document issues which were associated with the modern law aspect. It could be seen through several sides such as political law, law substance, arrangement system as well as procedural aspect. The research also responded on how several factors explained Sultan Adam Law included in modern law. Based on the analysis result, it could be concluded that Sultan Adam Law was a written law decision which its existence in Banjarese people contained principles and legal norms as well as several procedural law decisions in a modern way. Although it was simple systematics which did not classify based on article and section, it contained several decision or principles and legal norms.
ANALISIS PERSPEKTIF SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI DALAM KITABUN NIKAH TENTANG LAKI-LAKI YANG JAHIL SEKUFU DENGAN PEREMPUAN YANG ALIM. Hafidzi, Anwar; Raihan, Ahmad; Musaddiq, M. Azhar
Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Vol 4, No 2 (2023): Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v4i2.29093

Abstract

Kecocokan (kafa'ah) memegang peranan penting dalam menunjang kehidupan perkawinan yang sesuai dengan tujuan agama Islam. Dalam penelitian ini, penulis bertujuan untuk mengungkap kafa'ah dari sudut pandang Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari dalam bukunya “an-Nikah”. Kategorisasi kafa'ah oleh Syekh Arsyad berbeda dengan empat mazhab besar. Kajian ini didasarkan pada analisis tekstual dan fokus mengkaji kitab “Kitab an-Nikah” karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dalam bentuk tinjauan pustaka, yang melibatkan penelaahan berbagai sumber literatur seperti kitab-kitab, nash-nash fikih, dan sumber-sumber lain yang relevan yang berkaitan dengan topik yang diteliti. Dalam pandangan Syekh Arsyad, ada pembedaan dengan mazhab Syafi'i yang dianutnya. Perspektif ini didasarkan pada pemahaman urf (tradisi) yang berlaku saat itu. Dalam konteks ini, Syekh Arsyad berpendapat bahwa laki-laki yang kurang ilmu agama dapat dianggap sejajar dengan perempuan yang berilmu agama baik jika ia unggul dalam mencari nafkah atau rezeki. Kemahiran yang dimaksud oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari adalah kesanggupan mencari nafkah atau rezeki. Kata Kunci : Kafa'ah, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, Kitab an-Nikah.
Optimizing Banjar Community Fiqh: Bahilah Practice for the Deceased in South Kalimantan Jarajap, Inawati Mohammad Jainie; Anshari, Mukhlis; Naimah, Naimah; Hafidzi, Anwar; Lutfi, Lutfi
Potret Pemikiran Vol 28, No 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v28i1.3179

Abstract

This study examines the optimization of societal fiqh understanding within the Banjar community, focusing on the bahilah practice related to the payment of fidyah for missed prayers and fasting by the deceased in the Pahuluan community, South Kalimantan. The purpose of this research is to analyze how bahilah—a local tradition for fulfilling religious obligations for the deceased—is conducted and to understand its legal implications within the framework of Islamic law. The research employs a qualitative approach, utilizing observation, in-depth interviews, and document analysis. Data was collected from the Pahuluan community to gather primary insights into the practice of bahilah and the challenges faced by heirs in fulfilling fidyah obligations. The findings indicate that the practice of bahilah often involves the use of the concept of hilah (legal stratagem) to ease the burden on the heirs. However, this practice also raises issues, such as the validity of fidyah payments when the recipients do not meet the criteria of being impoverished, and the execution of grants that do not always comply with the essential requirements of Islamic law. The implications of this study highlight the need for increased community understanding of the proper implementation of bahilah in accordance with Islamic legal principles, as well as the necessity for oversight and guidance from religious scholars or authorities to ensure that this tradition aligns with the applicable Sharia regulations.
Co-Authors A, Enny Ratnawati Afif, Muhammad Wildan Ahmad Rifandi Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Akhmad Faisal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali, Mohd Hatta Mohamed Anshari, Mukhlis ARIE SULISTYOKO Aryani, Sophia Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Aziza, Muthia Nur Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Benjammour, Mounir Diana Rahmi Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fithriana Syarqawie Fiyona, Putri Gunawan, Prananda Satria Gusti Muzainah Hafizah, Nurul Haitami, Iqbal Halimatus Sakdiah, Halimatus Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hayati, Fauziah Hayati, Zaida Hayatun Na`Imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Hisanah Alpasa, Khairatun Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jainie, Inawati Mohammad Jarajap, Inawati Mohammad Jainie Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Korniienko, Maksym Ladraa, Kamel Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maulida, Noor Sipa Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohlis, Mohlis Monawarah, Monawarah Muhammad Fadhil Muhammad Fajri Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Ramli Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly, Najla Nasrullah Nasrullah Nor Ipansyah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Nur Afidah, Rohmatun Nurdin Nurdin Prasetya, Debby Eka Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rizali, Muhammad RUSDIYAH RUSDIYAH Sa'adah, Sa'adah Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari, Yumeida Riyana Sarmadi, Ahmad Sukris Sauri, Supian Seff, Nadiyah Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Siregar, Fitri Ariani Siti Hajar Sudarmanto, Budi Agung Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yunin, Oleksandr Yusna Zaidah Zahra, Pati Matu Zulpa Makiah