p-Index From 2021 - 2026
8.331
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Jurnal Edukasi AUD Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Kawanua International Journal of Multicultural Studies Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Makkah: Journal Of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Arisan Kurban Di Mushola Nurul Iman Karang Bintang, Batulicin Sari, Yumeida Riyana; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v3i4.1572

Abstract

Ibadah kurban merupakan ibadah yang mulia namun memerlukan biaya yang cukup besar, terutama saat mendekati hari raya idul adha. Di Musholla Nurul Iman karang bintang, Batulicin, masyarakat memiliki solusi kreatif agar tetap bisa berkurban, yaitu melalui sistem arisan. Arisan ini diikuti 42 peserta dengan iuran rutin sebesar Rp300.000 setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana praktik ini berjalan dan bagaimana pandangan Hukum Islam terhadapnya. Melalui wawancara dan pengamatan langsung, hasil penelitian menunjukkan bahwa arisan kurban ini adalah inovasi yang sangat baik. Secara aturan agama (Fikih Muamalah), praktik ini dibolehkan karena didasari semangat saling membantu (ta’awun). Meskipun dilakukan secara bergiliran dengan menyembelih 3 ekor sapi untuk 21 orang setiap tahunnya, manajemennya tetap sangat rapi di mana setiap satu ekor sapi tetap diperuntukkan bagi 7 orang peserta, sehingga memenuhi syarat sah kurban dalam Islam terkait kepemilikan dan jumlah pekurban.
Metode Istinbāt Dalam Fatwa DSN-MUI: Kajian Normatif Terhadap Pendekatan Nass Dan Maqāsid Rahmatika, Nadila; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode istinbāṭ yang digunakan oleh Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dalam menetapkan fatwa-fatwa ekonomi syariah, khususnya melalui pendekatan naṣṣ dan maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan konseptual dan analitis terhadap teori-teori ushul fikih klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DSN-MUI menerapkan pola istinbāṭ integratif, yaitu menempatkan nass sebagai dasar hukum utama dalam menentukan kehalalan atau keharaman suatu transaksi, sementara maqāṣid al-syarī‘ah digunakan untuk memahami kemaslahatan dan relevansi hukum dalam konteks perkembangan ekonomi modern. Dalam telaah penerapannya, DSN-MUI berhasil memadukan kedua pendekatan tersebut dalam berbagai fatwa, termasuk Fatwa No. 116/DSN-MUI/2017 tentang Uang Elektronik Syariah, yang menunjukkan bahwa metode istinbāṭ DSN-MUI mampu menjawab persoalan kontemporer tanpa keluar dari prinsip dasar syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode istinbāṭ DSN-MUI memiliki relevansi penting dalam pengembangan hukum Islam modern di Indonesia, karena selain menjaga kepastian hukum berbasis nash, juga memberi ruang adaptasi melalui maqasid sehingga fatwa dapat diterapkan dalam sistem keuangan nasional secara komprehensif dan berkelanjutan.
Implementasi Maqāṣid Al-Syarī’ah Dalam Kebijakan Hukum Nasional: Analisis Normatif Terhadap Prinsip Kemaslahatan Shofa, Lailatus; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1597

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi Maqāṣid al-Syarī’ah dalam kebijakan hukum nasional Indonesia, khususnya pada bidang hukum keluarga Islam, dengan menitikberatkan pada prinsip kemaslahatan. Salah satu isu penting yang dianalisis adalah revisi batas usia minimal perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, yang menimbulkan perdebatan antara pendekatan fikih klasik dan kebutuhan perlindungan hak anak serta perempuan dalam konteks sosial modern. Kebijakan ini dipandang sebagai bentuk ijtihād maqāṣidī yang berorientasi pada perlindungan jiwa (ḥifẓ al-nafs) akal (ḥifẓ al-‘aql), dan keturunan (ḥifẓ al-nasl). Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan analisis konseptual dan perundang-undangan untuk menelaah hubungan antara metodologi hukum Islam, maqāṣid al-syarī’ah, dan konstruksi hukum nasional yang pluralistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai maqāṣid telah terintegrasi secara substantif dalam regulasi hukum keluarga, meskipun tidak dinyatakan secara eksplisit. Namun, penerapannya masih menghadapi tantangan metodologis antara pendekatan formalis dan substantif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan ijtihād maqāṣidī yang kontekstual agar hukum keluarga Islam berkembang secara humanis, progresif, dan berkeadilan.
Pendekatan Doktrinal dan Rasional Dalam Penetapan Hukum Islam: Analisis Terhadap Praktik Ijtihad Kontempore Aryani, Sophia; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1603

Abstract

Perkembangan masyarakat modern memunculkan berbagai persoalan baru yang belum ditemukan dalam literatur fikih klasik, sehingga penetapan hukum Islam membutuhkan pendekatan metodologis yang lebih adaptif. Penelitian ini membahas bagaimana pendekatan doktrinal dan pendekatan rasional dapat dipadukan dalam praktik ijtihad kontemporer untuk menjawab kebutuhan hukum masa kini. Pendekatan doktrinal menyediakan landasan normatif melalui al-Qur’an, hadis, ijma’, dan qiyas, sementara pendekatan rasional memungkinkan hukum Islam dianalisis secara lebih kontekstual sesuai dengan perkembangan sosial. Melalui metode penelitian hukum normatif, penelitian ini menemukan bahwa integrasi keduanya mampu memberikan solusi terhadap isu-isu seperti zakat profesi, pencatatan pernikahan oleh KUA, transaksi digital syariah, dan kesetaraan gender. Penelitian ini menegaskan bahwa perpaduan doktrin dan rasionalitas penting untuk menjaga relevansi hukum Islam agar tetap aplikatif, fleksibel, dan sejalan dengan prinsip kemaslahatan.
Etika Dan Hukum Dalam Islam: Analisis Normatif Terhadap Relasi Hasan Wa Qabih Dalam Fiqh Kontemporer Nisa, Khairun; Hafidzi, Anwar
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1605

Abstract

Konsep hasan (baik) dan qabih (buruk) merupakan fondasi krusial dalam filsafat etika dan hukum Islam karena menentukan dasar proses pembentukan hukum (istinbath al-ahkam). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara normatif relasi antara etika dan hukum Islam melalui konsep hasan wa qabih dalam kerangka Maqasid al-Syari’ah kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual dan perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam fiqh kontemporer, penilaian baik-buruk tidak hanya bersumber dari otoritas wahyu, tetapi juga melibatkan pertimbangan akal dan prinsip kemaslahatan (maslahah). Studi kasus terhadap pernikahan anak menunjukkan adanya pergeseran nilai dari hasan (dibolehkan dalam fiqh klasik) menjadi qabih (buruk dalam konteks modern). Pergeseran ini didasarkan pada temuan bahwa dampak buruk (mafsadah) yang ditimbulkan bertentangan secara signifikan dengan prinsip perlindungan jiwa (hifz al-nafs), perlindungan akal (hifz al-’aql), dan perlindungan keturunan (hifz al-nasl). Penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum Islam adalah sistem moral-legal yang dinamis dan adaptif untuk mewujudkan keadilan serta kemaslahatan umat.
Negotiating Islamic Law and Customary Practice: Fiqh al-Aqalliyyat and Restorative Justice in Banjar Inheritance Disputes Sarmadi, Ahmad Sukris; Hafidzi, Anwar; Mohlis, Mohlis; Yunin, Oleksandr; Korniienko, Maksym
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 23, No 2 (2025)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v23i2.3673

Abstract

Inheritance disputes in Banjar customary society extend beyond material distribution and are closely connected to kinship relations, moral obligations, and communal harmony. When such disputes are resolved exclusively through state law, particularly the Compilation of Islamic Law (KHI), the outcomes often fail to accommodate the social and cultural realities of indigenous Muslim communities. Formal litigation, with its adversarial structure and procedural rigidity, may intensify conflict rather than restore family relationships. This study adopts a normative legal research design using conceptual, doctrinal, and comparative approaches to examine Banjar customary inheritance mechanisms, namely bacu’ur (genealogical tracing), basuluh (moral and religious consultation), and bapatut (consensus-based deliberation). These mechanisms are analyzed through the perspectives of restorative justice and fiqh al-aqalliyyat as frameworks of contextual Islamic legal reasoning. The analysis relies on primary legal sources, including the 1945 Constitution, the KHI, and legislation on alternative dispute resolution, as well as secondary literature from legal anthropology and restorative justice studies, without employing empirical methods. The findings indicate that the Banjar karakatan system embodies restorative justice principles such as dialogue, collective responsibility, and relational repair. From the perspective of fiqh al-aqalliyyat, these practices constitute legitimate forms of Islamic legal reasoning that prioritize maslahah, islah, and social cohesion within plural legal settings. This study argues that Banjar customary inheritance resolution offers a normatively grounded model for integrating Islamic law, customary practices, and restorative justice within Indonesia’s alternative dispute resolution framework, contributing to broader debates on legal pluralism and the contextual application of Islamic law.
HARMONIZATION OF NATIONAL LEGAL RIGHTS WITHIN THE FRAMEWORK OF SHARIA AN CUSTOMARY LAW IN INDONESIA Azizah, Laila; Hafidzi, Anwar
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 1 No. 5 (2025): Desember
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian law is the result of interaction among three major legal systems, namely customary law, Islamic law, and positive law. Within this context of legal pluralism, there is an ongoing need to harmonize Islamic normative values with the national legal system in order to develop a legal order that is both religious in character and responsive to modern demands. This study aims to analyze the conceptual and practical relationship between sharī‘ah, fiqh, and positive law within the framework of legal pluralism, as well as to assess the extent to which Islamic values can be substantively integrated into the Indonesian national legal system. This research employs a normative legal method using conceptual, comparative, and Islamic law approaches. The study relies on secondary data sources, including scholarly literature, statutory regulations, and relevant legal documents. The findings indicate that the integration of Islamic normative values into national law has been realized through several legislative instruments, such as the Law on Hajj and Umrah Administration, the Marriage Law, the Zakat Law, and the Halal Product Assurance Law. These legal frameworks reflect a dynamic synergy between the principles of maqāṣid al-sharī‘ah and the doctrine of ius constitutum in shaping laws that promote justice and public welfare (maṣlaḥah). However, this harmonization process continues to face significant challenges, particularly in the form of inconsistencies in legal politics and the tendency toward the formalization of sharī‘ah norms. This study argues that a substantive approach—through the internalization of Islamic ethical values within legal policies—is more ideal than a formalistic approach. Such an approach is essential to realizing a national legal system that is pluralistic, humanistic, and aligned with the universal spirit of raḥmatan lil ‘ālamīn.
Community-Oriented Graduate Competency Development in Islamic Higher Education: The Role of Diploma Supplement and Industry Collaboration Rusdiyah, Rusdiyah; Anshari, Mukhlis; Hafidzi, Anwar
Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Vol. 25 No. 2 (2025): Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan
Publisher : LP2M UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/dinamika.2025.25.2.138-157

Abstract

This study explores the role of the Diploma Supplement (Surat Keterangan Pendamping Ijazah / SKPI) and academic–industry collaboration in strengthening graduate competencies in Islamic higher education from a community-based socio-religious perspective. Using a mixed-methods approach, the research involved 111 respondents consisting of study program managers, students and alumni, and industry partners at UIN Antasari Banjarmasin. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative responses were examined thematically. The findings indicate that SKPI implementation and sustained collaboration with industry effectively enhance graduates’ professional readiness and practical skills. Beyond employability outcomes, the study reveals that competency documentation and institutional collaboration also strengthen graduates’ social legitimacy, ethical responsibility, and capacity to contribute to community development within Muslim society. The study concludes that Islamic higher education institutions play a strategic role in integrating professional competence, Islamic values, and community engagement to support sustainable socio-religious development.
KAJIAN NORMATIF PASAL 173 KOMPILASI HUKUM ISLAM DALAM PENERAPAN SYARIAT ISLAM (TATHBIQ AL-SYARIAH) Hayati, Zaida; Hafidzi, Anwar
Makkah: Journal Of Islamic Studies Vol. 1 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Makkah: Journal Of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the application of Islamic law principles in Article 173 of the Compilation of Islamic Law (KHI) regarding inheritance barriers (mawāni‘ al-irts) in the context of Islamic inheritance law in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the Sharia basis, social relevance, and legal rationality of the expansion of inheritance barriers in Article 173 of the KHI through the ijtihad tathbîqî approach within the framework of tahqîq al-manâṭ. This study uses a literature review method with a normative juridical approach, accompanied by an analysis of shar‘i texts and contemporary social realities. The results of the study show that the expansion of mawāni‘ al-irts—which includes attempted murder, severe abuse, and slander against the heir—has shar‘i legitimacy through the stages of istinbâth min al-nushûsh, idrâk al-wâqi’, and tanzîl al-ahkâm, and is in line with maqāṣid al-syarī‘ah, particularly the protection of life and honor. In addition, this provision serves as a preventive measure through the application of the principle of sadd al-dzarî‘ah. Thus, Article 173 of the KHI represents a contextual and adaptive renewal of Islamic inheritance law to the needs of contemporary Indonesian society
Co-Authors A, Enny Ratnawati Afif, Muhammad Wildan Ahmad Rifandi Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Akhmad Faisal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali, Mohd Hatta Mohamed Anshari, Mukhlis ARIE SULISTYOKO Aryani, Sophia Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Aziza, Muthia Nur Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Benjammour, Mounir Diana Rahmi Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fithriana Syarqawie Fiyona, Putri Gunawan, Prananda Satria Gusti Muzainah Hafizah, Nurul Haitami, Iqbal Halimatus Sakdiah, Halimatus Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hayati, Fauziah Hayati, Zaida Hayatun Na`Imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Hisanah Alpasa, Khairatun Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jainie, Inawati Mohammad Jarajap, Inawati Mohammad Jainie Jayawarsa, A.A. Ketut Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Korniienko, Maksym Ladraa, Kamel Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maulida, Noor Sipa Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohlis, Mohlis Monawarah, Monawarah Muhammad Fadhil Muhammad Fajri Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Ramli Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly, Najla Nasrullah Nasrullah Nor Ipansyah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Nur Afidah, Rohmatun Nurdin Nurdin Prasetya, Debby Eka Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rizali, Muhammad RUSDIYAH RUSDIYAH Sa'adah, Sa'adah Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari, Yumeida Riyana Sarmadi, Ahmad Sukris Sauri, Supian Seff, Nadiyah Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Siregar, Fitri Ariani Siti Hajar Sudarmanto, Budi Agung Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yunin, Oleksandr Yusna Zaidah Zahra, Pati Matu Zulpa Makiah