p-Index From 2021 - 2026
16.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial El-Mashlahah Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Perisai : Islamic Banking and Finance Journal Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Edukasi AUD Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Hukum Lex Generalis Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Journal of Contemporary Islamic Education Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Kawanua International Journal of Multicultural Studies Jurnal Riset Ekonomi Syariah Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan EKSPEKTASy Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Tatsqif Maqolat: Journal of Islamic Studies An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Makkah: Journal Of Islamic Studies AL-ASHLAH Journal of Law and Nation Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought
Claim Missing Document
Check
Articles

KONSEP TOLERANSI DAN KEMATANGAN AGAMA DALAM KONFLIK BERAGAMA DI MASYARAKAT INDONESIA Anwar Hafidzi
Potret Pemikiran Vol 23, No 2 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/pp.v23i2.1003

Abstract

Tolerance may through tensions between religious communities and give rise to a different sense of Brotherhood. Tolerance in life is seen from two controversies, namely Islam and social psychology. A literary review with a descriptive analysis is the method used in this study. Two theories are discussed here, i.e. the internal and external discussion. Internally, address and maintain the agreed convictions of the principle of pluralism. In the mean time, existing behaviors may be given in compliance with the maturity or mature agreement of the religion. The idea embedded in society's definition of tawazun and tasamuh. Keywords: Concept; Tolerance; Islamic approach; Psychology of Religion Toleransi merupakan suatu hal yang dapat mengurangi konflik antar umat beragama dan memunculkan rasa persaudaraan meski berbeda keyakinan. Toleransi dalam kehidupan ini ditinjau dari dua pendekatan, yaitu dalam Islam dan psikologi agama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah telaah kepustakaan dengan kata kunci toleransi bermasyarakat dan berakidah. Pendekatan ini setidaknya akan menemukan dua teori pendekatan, yaitu pendekatan toleransi internal dan eksternal. Secara internal, toleransi dalam pendekatan agama mengakui adanya konsep pluralisme  dalam memilih keyakinan dan menjalankannya. Adapun secara eksternal, toleransi dapat diyakini berdasarkan kematangan sikap dalam beragama atau mampu dalam beradaptasi secara matang. Konsep yang ditemukan adalah konsep tasamuh dan tawazun dalam bermasyarakat dan berakidah. Kata kunci: Konsep; Toleransi; Pendekatan Islam; Psikologi Agama
Modern Law Aspect on Procedural Decision of Sultan Adam Law Ahmadi Hasan; Anwar Hafidzi; Yusna Zaidah
Al-Ahkam Vol 29, No 2 (2019): October
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.31 KB) | DOI: 10.21580/ahkam.2019.29.2.4285

Abstract

The main focus of this research was analyzing the normative procedural decision of Sultan Adam Law which was applied by Sultan Adam during 1835 AD. Its emergence was for strengthening Islam Aqeedah for its believers and clinging on to Syafii Madhhab. Sultan Adam Law was remarkable to scrutinize, especially when associated with the modern law aspect. By employing the law history approach, this research attempted to respond to Sultan Adam Law procedural decision document issues which were associated with the modern law aspect. It could be seen through several sides such as political law, law substance, arrangement system as well as procedural aspect. The research also responded on how several factors explained Sultan Adam Law included in modern law. Based on the analysis result, it could be concluded that Sultan Adam Law was a written law decision which its existence in Banjarese people contained principles and legal norms as well as several procedural law decisions in a modern way. Although it was simple systematics which did not classify based on article and section, it contained several decision or principles and legal norms.
Marriage Problems Because of Disgrace (Study of Book Fiqh Islam wa Adilâtuh and Kitâb al-Nikâh) Anwar Hafidzi; Norwahdah Rezky Amalia
AL-IHKAM: Jurnal Hukum & Pranata Sosial Vol. 13 No. 2 (2018)
Publisher : Faculty of Sharia IAIN Madura collaboration with The Islamic Law Researcher Association (APHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/al-lhkam.v13i2.1626

Abstract

This study discusses the problems of marriage due to the disgrace suffered by one married couple. The purpose of this study was to find out the basis of jurisprudence for those who married because of disgrace, because they had sexually transmitted diseases. The method for this research is library research with descriptive analytic comparative approach, the book of Fiqh al-Islâm wa Adillâtuhby Wahbah al-Zuhaylî and the book of Banjar locality, South Kalimantan Kitab al-Nikâh by Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjari. The findings of this study indicate that according to Wahbah al-Zuhaylî, the marriage of a person who has a sexual disease is unlawful even though the desire has required marriage. Meanwhile, according to Muhammad Arsyad al-Banjari only affirmed it, because according to him there is still a gap in maslahah in marriage and family. The academic position of the researcher is more in agreement with al-Banjari's opinion in formulating marriage rules. Comparison of this meeting gives the assumption that policy makers require each bride to check her health to a psychologically and health related hospital to achieve the purpose of marriage. (Penelitian ini membahas tentang problem-problem pernikahan dikarenakan aib yang diderita salah satu pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar fikih bagi mereka yang menikah karena aib pada diri, yaitu mengidap penyakit menular seksual. Metode yang digunakan adalah library research dengan pendekatan descriptive analytic comparative dalam tatanan telaah naskah kitab Fiqh al-Islâm wa Adillâtuh karya Wahbah al-Zuhaylî dan kitab lokal Banjar, Kalimantan Selatan Kitab al-Nikâh karya Syeikh Muhammad Arsyad al-Banjari. Temuan dari penelitian ini menunjukkab bahwa menurut Wahbah al-Zuhaylî, menikahnya seorang yang memiliki penyakit seksual adalah haram hukumnya meskipun hasrat sudah mewajibkan nikah. Sementara menurut Muhammad Arsyad al-Banjari hanya memakruhkannya, dikarenakan melihat masih ada celah maslahah dalam membina rumah tangga. Posisi akademik peneliti lebih menyetujui pendapat al-Banjari dalam merumuskan aturan perkawinan. Perbandingan dari temuaan ini memberikan asumsi bahwa pemangku kebijakan mengharuskan pada setiap mempelai untuk memeriksakan dirinya ke instansi kesehatan terkait psikis dan kesehatannya agar tercapai tujuan dari pernikahan)
Deliberating Marriage Payment through Jujuran within Banjarese Community Anwar Hafidzi
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 54, No 2 (2020)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.v54i2.911

Abstract

Abstract: In the Banjarese culture of marriage, besides dowry, jujuran is also paid by the man to the woman in a certain amount of money under the request of the women’s family. Many researchers have discussed dowry, but only a few have revealed the reality of jujuran as a sign of marriage. This study was conducted with a phenomenological approach as part of a qualitative approach. The study aims to understand and describe a phenomenon about the subjects’ experiences regarding the Banjar community's marriage system, South Kalimantan, Indonesia. The research argued that the Banjarese use jujuran as a sign of a marriage agreement. It also asserts that although jujuran aims to improve their children's economic standard when married, it reveals that this system determines who has the right to propose to their daughters. The paper also maintains that the local practice of jujuran payment has, to some extent, violated the rights of the women to their choice in marriage, mainly when the prospective grooms are unable to pay the jujuran. Abstrak: Dalam budaya perkawinan Banjar, selain mas kawin, jujuran juga dibayarkan oleh laki-laki kepada perempuan dalam jumlah tertentu atas permintaan keluarga perempuan. Banyak peneliti telah membahas tentang mahar, namun hanya sedikit yang mengungkap realitas jujuran sebagai tanda pernikahan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan fenomenologi sebagai bagian dari pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan fenomena sistem perkawinan di masyarakat Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Banjar menggunakan jujuran sebagai tanda akad nikah. Hal ini juga menegaskan bahwa meski tujuan jujuran adalah untuk meningkatkan taraf ekonomi anak-anak mereka ketika mereka menikah, tetapi sistem ini dapat menentukan siapa yang berhak melamar anak perempuannya. Penelitian ini juga menyatakan bahwa praktik pembayaran jujuran setempat sampai batas tertentu telah melanggar hak perempuan atas pilihan mereka dalam pernikahan, terutama ketika calon pengantin pria tidak mampu membayar jujuran.
Kewajiban Penggunaan Vaksin: Antara Legalitas dan Formalitas dalam Pandangan Maqashid Al-Syariah Anwar Hafidzi
YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Vol 11, No 2 (2020): Yudisia: Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/yudisia.v11i2.4076

Abstract

This study shows that Indonesian Umrah or Hajj pilgrims have used the Meningitis Vaccine with the Maqashid al-Sharia approach. This study differs from other studies in the methodology used as a justification for the desire to use vaccinations as a pre-condition for carrying out worship in Mecca. Although this vaccine is permitted, researchers see that there are other loopholes that could expose the use of the vaccine for the purposes of sharia. This study is focused on normative analysis and the MUI Fatwa No: 06 of 2010 regarding the Use of Hajj and Umrah Pilgrim Meningitis Vaccines. This study demonstrates that meningitis vaccinations with different amounts and substances are conditionally approved. This condition is specified in the Saudi Arabia government's implementation and does not interfere with the Sharia aims that can endanger one another. Vaccines are not only a formality, they are often intended to protect and avoid infectious diseases and are compulsory before they are used for Hajj and Umrah in Saudi Arabia.Abstrak   Penelitian ini akan mengungkap pengunaan vaksin meningitis yang selama ini sudah digunakan oleh jamaah umrah atau haji Indonesia dengan pendekatan Maqashid al-Syariah. Penelitian ini berbeda dengan peneliti lainnya pada pendekatan yang digunakan sebagai alasan kebolehan menggunakan vaksin sebagai pra-syarat melaksanakan ibadah ke Mekkah. Meskipun vaksin ini diperbolehkan, tapi peneliti melihat bahwa ada celah lain yang dapat mengungkap penggunaan vaksin dari tujuan syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian normatif dan Fatwa MUI Nomor: 06 Tahun 2010 tentang Penggunaan Vaksin Meningitis bagi Jamaah Haji dan Umrah. Penelitian ini membuktikan bahwa kebolehan vaksin meningitis dengan berbagai kadar dan kandungan zatnya dianggap dibolehkan dengan syarat. Persyaratan ini dinyatakan dalam implementasi pemerintah Saudi Arabia dan tidak bertentangan dengan tujuan-tujuan syariah yang bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.
INTERPRETASI MAHKAMAH KONSTITUSI TERHADAP PENGUJIAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG Anwar Hafidzi; Panji Sugesti
AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Vol 4, No 2 (2019): Vol 4, No 2 Tahun 2019: Juli
Publisher : Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/imr.v4i2.2825

Abstract

Abstract: The Constitutional Court of the Republic of Indonesia has 4 (four) authorities and one obligation, as for those authorities, namely: (1) The Constitutional Court has the authority to adjudicate at the first and last level whose decisions are final to test the Law against the Constitution, (2) decide authority disputes of State Institutions whose authority is granted by the Constitution, (3) decide upon the dissolution of political parties, (4) and decide upon disputes about the results of general elections. The obligations, namely the Constitutional Court is obliged to give a decision on the opinion of the House of Representatives regarding the alleged violation by the President and / or Vice President. Beyond the specified authority, the Constitutional Court has increased its authority to test the Substitute Government Regulations. The research method used in this study is a type of normative legal research that is a literature study or documentary, by examining theories, concepts and legal principles. The results of this study found that there is indeed no rule that gives the Constitutional Court authority to test regulation in lie of law, but the Constitutional Court has the consideration that the legal norms contained in the Perppu are the same as the Law. The results of this study are that the interpretation used by constitutional justices to test Perppu is a teleological and sociological interpretation.Keywords: Interpretation; Test; PERPPU; Constitutional Court.
PENGARUH DAN DAMPAK PEMBAHARUAN HUKUM ISLAM TERHADAP KEWARISAN BEDA AGAMA (Study Komparatif Pemikiran Wahbah Az Zuhali dan Yusuf Al-Qaradhawi) Anwar Hafidzi; Ajeng Juniwanti; Lailan Mufthirah; Rina Mahdiana
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 19, No 2 (2019): Published in September of 2019
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v19i2.123

Abstract

In Islamic law, there are some reasons so that one can receive the inheritance of which is because of the Nasabiyah, marriage, and Wala al Itqi. But there are some exceptions to religious differences. The scholars differed about the ability or absence of a Muslim inheriting from nonmuslims and vice versa. The main focus of this research is the thought of the Wahbah Zuhaili and Yusuf Al-Qardawi as contemporary scholars. The method used in this study is the research method of Library Research, the method of approach used in this research is the approach of analytical approach (analytical approach) and historical Approach. The results obtained are analyzed to find how the scholars, in this case, are the Wahbah Zuhaili and Yusuf Al-Qardawi in interpreting the Nash and bring about the renewal of the law against religious inheritance issues as an obstacle to Inherited between Muslims and Nonmuslims. Keywords: renewal, law, inheritance, religious differences.
Nilai-nilai Pendidikan Optimisme pada Tradisi Tedhak siten di Masyarakat Jawa Anwar Hafidzi
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 3, No 2 (2020): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) December
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.713 KB) | DOI: 10.34007/jehss.v3i2.337

Abstract

This study aims to uncover the meaning behind the tedhak siten tradition and its relationship to the changes and structure of life in society. Although there are many studies that discuss this from its philosophical values, there is no character value that discusses it. These findings at least prove that tradition can provide a positive value in social life. This study uses descriptive-qualitative research with primary data researchers obtained from interviews and observations during the procession of Tedhak siten ceremony in Tanah Laut, South Kalimantan. The results of this study prove that the tedhak siten tradition practiced by the Javanese people still adopts Islamic teachings. The ceremony has a meaning related to the formation of the child's character, changes in attitude and self in life in society in the future. This tradition tends to bring up the values of goodness in the form of patterns of alms, giving thanks, praying, and being hopeful. This theory tends to be called Education optimism about what will and will be achieved later.
Konseling Teman Sebaya Berbasis Islam dalam mengurangi Kecemasan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Masyarakat Modern Mufida Istati; Anwar Hafidzi
Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 3, No 1 (2020): Al-Ittizaan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.241 KB) | DOI: 10.24014/0.8710505

Abstract

The application of Islamic-based peer counseling to help students reduce anxiety in facing the challenges of modern society is based on the concept of cosmopolitan Islamic education which aims to achieve a balance between normative tendencies and freedom of thought. The method used is literature study with a qualitative approach to the relevance of the theory of counseling based on Q.S. Al-Insyirah verses 1-8. Peer counseling is designed through a halaqah approach. The findings of this study were peer counseling through the stages of the halaqah approach which functioned preventively preventive), curative (healing), preservative (maintenance) and development (development). The halaqah mechanism in increasing the ability to face problems through an internalization process which consists of three stages, namely ta'lim/ transformation, takwin/ transaction, and tanfidz/ transinternalization. The result of these three processes is the formation of the ability to cope with stress, namely thinking positively, acting positively, and expecting positively.ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang penerapan konseling teman sebaya berbasis Islam untuk membantu mahasiswa mengurangi kekurangan dalam menghadapi tantangan masyarakat modern berdasar konsep pendidikan Islam kosmopolitan yang mencapai keseimbangan antara kecenderungan normatif dan kebebasan berfikir. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif terhadap relevansi teori konseling berdasar dari Q.S. Al-Insyirah  ayat 1-8. Temuan penelitian ini adalah konseling teman sebaya melalui tahapan pendekatan halaqah yang erfungsi secara preventif (pencegahan), kuratif (penyembuhan), reservatif (pemeliharaan) dan pengembangan (pengembangan). Sementara itu, halaqah dalam meningkatkan kemampuan menghadapi masalah adalah melalui proses internalisasi yang terdiri dari tiga tahap yakni ta’lim/ tranformation, takwin/ transaction dan tanfidz/ transinternalisasi. Hasil dari ketiga proses tersebut adalah terbentuknya kemampuan dalam coping stres yaitu berpikir positif, bertindak positif dan harapan positif.
Kriteria Poligami serta Dampaknya melalui Pendekatan Alla Tuqsitu Fi al-Yatama dalam Kitab Fikih Islam Wa Adillatuhu Anwar Hafidzi; Eka Hayatunnisa
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 17, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.962 KB) | DOI: 10.18592/sy.v17i1.1967

Abstract

Poligami merupakan ketentuan hukum Islam yang membolehkan beristeri lebih dari satu. Permasalahan ini disinggung dalam al quran dan ada ayat-ayat yang memberikan dasar hukum pada poligami. Pada dasarnya Islam membolehkan poligami yang dalam al quran disebutkan bahwa poligami maksimal di berikan batasan sampai 4 org isteri.  Mengenai hal ini terdapat berbagai persoalan dan problematika yang dipahami secara beragam oleh beberapa ulama, terutama mengenai dampak poligami di era modern sekarang ini. Oleh karena itu penelitian ini akan berfokus pada kajian terhadap 2 kitab fikih yakni Fikih Islaam wa Adillatuhu dan Fikiih Sunnah, yang keduanya membahas tentang dampak poligami. Penulis mencoba mengkontestualisasikan cara pandang kedua kitab ini dalam memahami poligami yang terjadi di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif analitik terhadap dua kitab yang telah disebutkan di atas. Melalui tulisan ini, tampak bahwa dampak poligami sangat merugikan pihak perempuan, lebih dari itu ia juga justru menimbulkan masalah baru di lingkungan masyarakat. 
Co-Authors A, Enny Ratnawati Abda Abda Abdul Hamid Karim Abrar, Muhammad Tajally Abrar Achmad Azhar Basyir Afif Khalid Afif, Muhammad Wildan Ahda Fithriani Ahmad Muhajir Ahmad Rifandi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Supiannor Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Ajeng Juniwanti Akh. Fauzi Aseri Akhmad Faisal Akhmad Jamaluddin Fikri Akhmad Sukris Sarmadi Akhmad Zuhad Haekal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah Al-'Aina, Nadhrah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali Banaeian Esfahani Ali, Mohd Hatta Mohamed Alifya Zhafira Ananda, Rizqa Anida Yuspa Anida Yuspa Annisa Az Zahra Annisa Hamdah Anshari, Mukhlis Ardian Trio Wicaksono ARIE SULISTYOKO Arie Sulistyoko Arie Sulistyoko Arie Sulistyoko Aryani, Sophia Asep Sutarmin Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Ayu Natasya Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Bahran Bahran Basri Bangun Wardana, Ade Bawaihi Benjammour, Mounir Budi Agung Sudarmanto Diana Rahmi Diana Rahmi Dita Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag Dr. H. Jalaludidin, M. Hum Dwi Aprilia Wahani Dyah Indraswati Eka Hayatunnisa El Wafa, Faqih Emiril Rozaq Endika Permana Putra Fakhrie Hanief fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fauziyah Hayati Fithriana Syarqawie Fitri Ariani Siregar Fitri, Annida Fiyona, Putri Fuad Luthfi Ghina Sanniya, Jasmine Gina Sabila Gunawan, Prananda Satria Gusti Muhamad Shadiq Gusti Muzainah Hadi Rahman, Ibnu Hadisa Putri Halimatus Sakdiah, Halimatus Hallymah Thussadyah Maura Putri Hamdan Mahmud Hamdan Mahmud Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hanafiah HARUM Hayati, Fauziah Hayatun Na`Imah Hayatun Na’imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Inawati Mohammad Jainie Jarajap Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Iqbal Haitami Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jasimah Jayawarsa, A.A. Ketut Jiyad Asyrafi Jubaidah Khairanor Khairatun Hisanah Alpasa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khotimatul Husna Khulda Azizah Ladraa, Kamel Lailan Mufthirah Latifah Abd Majid Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lia Nofitasari Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD Luthfia Dwi Putri Luthfiana, Anik Priamita M. Ade Nugraha M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Fahmi al-Amruzi M. Hanafiah M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maksym Korniienko Masyitah Umar Masyitah Umar Masyithah Umar Maulida, Noor Sipa Maulidita Safitri Maulidiya Rahmah Mey Atren Nursasi Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd Hatta Md Hani Mohd Hatta Mohamed Ali Mohd Hatta Mohd Hani Mohd Hatta Mohd. Hani Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohd. Hatta Mohamed Ali Mohlis Mohlis Monawarah, Monawarah Mufida Istati Mufti Wardani Muhamad Ishaac Muhammad Anshari Muhammad Fadhil Muhammad Fahmi Al Amruzi, Muhammad Fahmi Muhammad Fahmi al-Amruzi Muhammad Fajri Muhammad Fauji Muhammad Fazrianur Arridho Muhammad Gunawan Bahran Muhammad Hanafiah Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Iqbal Muhammad Nasrullah Muhammad Nasrullah Muhammad Noor Ridani Muhammad Rahman Firdaus Muhammad Ramli Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Torieq Abdillah Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Muthia Nur Aziza Mutia Anisah Mutthiah Muzdalifah Muzdalifah Nadiyah Khalid Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly Najla Amaly, Najla Najwa Salya Rahmadina Nasrullah Nasrullah Nazwa Nabila Nida Fitriani Nisa Adelia Noor Khalisah Noor Syifa Humairoh Nor Ipansyah Nor Ipansyah Norhaifa Norhaifa Norhaliza Norhaliza Norjannah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Norwahdah Rezky Amalia Novita Novita Nur Afidah, Rohmatun Nur Halisa Nur Nazefa Adela Nurdin Nurdin Nurdin, Nurdin Nuril Khasyi'in Nuril Khasyi’in Nurul Listiyani Nurun Nida Waddiny Oleksandr Yunin Panji Sugesti Pati Matu Zahra Penti Pepriyanti Prasetya, Debby Eka Putri Adhalia Mariza Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Radifa Nazhma Muntazhira Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Raudatun Nazwa Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rina Mahdiana Rina Septiani Rina Septiani Rizali, Muhammad Rizki Nurramadhina Rosyid, Maskur RUSDIYAH RUSDIYAH Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sa'adah, Sa'adah Safruddin Safruddin Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari Indriyani Sari Ramadhana Sari, Yumeida Riyana Sarmiji Sarmiji Sauri, Supian Seff, Nadiyah Selvi Marcellia Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Shopia Al-Khairina Fitri Siswahyudianto Siti Hajar Siti Khadijah Siti Mukhalafatun Siti Nur Rahmah Subahan Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Sulaiman Kurdi Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Syifa, Nazwa Syufiya Putri Tasyaa Syadini Maharani Taupik Rahman Tetiana Kolomoiets Tiya Husaen, Mazena Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yusna Zaidah Zaida Hayati Zaki Aqil Nashrullah Zulfa Jamalie Zulpa Makiah