p-Index From 2021 - 2026
16.525
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam Al-'Adalah YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum dan Hukum Islam Al-Ahkam An-Nuha : Jurnal Kajian Islam, Pendidikan, Budaya Dan Sosial Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial El-Mashlahah Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum EDUCATIO : Journal of Education EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Perisai : Islamic Banking and Finance Journal Risâlah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Al-Daulah : Jurnal Hukum dan Perundangan Islam Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran ASKETIK: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Jurnal Edukasi AUD Islamika : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Jurnal Profetik Justisia Ekonomika AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Potret Pemikiran Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Al-Syakhshiyyah : Jurnal Hukum Keluarga Islam dan Kemanusiaan Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Journal of Islamic Law El-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Hukum Lex Generalis Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies) VARIA HUKUM: Jurnal Forum Studi Hukum dan Kemasyarakatan Al-Munir : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Journal of Contemporary Islamic Education Muẚṣarah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer Kawanua International Journal of Multicultural Studies Jurnal Riset Ekonomi Syariah Journal of Islamic and Law Studies (JILS) Fikruna : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Kemasyarakatan Al Hurriyah : Jurnal Hukum Islam Asketik: Jurnal Agama dan Perubahan Sosial Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan EKSPEKTASy Sighat : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah Jurnal Tatsqif Maqolat: Journal of Islamic Studies An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan El-Mujtama: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak Sosial Simbiosis: Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik Journal of Shariah Economic Law Muta'allim: Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Al-Insyiroh: Jurnal Studi Keislaman Jurnal Dinamika Penelitian: Media Komunikasi Penelitian Sosial Keagamaan Journal of Islamic Economic and Law (JIEL) Jurnal Ekonomi Syariah International Journal of Multidisciplinary Reseach Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Interdisciplinary Explorations in Research Journal (IERJ) Makkah: Journal Of Islamic Studies AL-ASHLAH Journal of Law and Nation Mushaf Journal: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis (MJ) Al Arsy: Journal of Education, Management and Islamic Thought
Claim Missing Document
Check
Articles

Determination Of Sekufu In The Kitabun Nikah Al-Banjari Nor Ipansyah; Hamdan Mahmud; Ruslan Ruslan; Anwar Hafidzi
Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.753 KB) | DOI: 10.18592/sjhp.v21i1.6835

Abstract

Abstrak: Penelitian ini akan membahas tentang hak sekufu (kesetaraan antara suami dan istri dalam keluarga pada komponen-komponen tertentu) dalam perkawinan masyarakat Banjar dalam Kitab Nikah oleh Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Buku yang disusun oleh ulama Banjar abad ke-16 ini membuktikan bahwa persoalan kafa'ah yang diajarkan dalam hadits Nabi memiliki ciri khas tersendiri oleh para ulama Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini akan membuktikan apakah teori sekufu berdampak pada kelangsungan penentuan hak nikah calon pengantin pria yang akan melamar calon istrinya. Meskipun banyak yang meneliti tentang hak kafa'ah dalam pernikahan, penelitian ini belum membahasnya karena implikasi dari sekufu didasarkan pada adat Banjar. Tidak hanya itu, kafa'ah juga dijadikan sebagai tolak ukur atau standar dalam memilih pasangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan sumber utama kitab an-Nikah karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjary, serta penelitian lapangan berupa wawancara untuk menambah informasi yang relevan dengan hasil penelitian penulis. Penelitian ini menemukan bahwa menurut al-Banjari, kafa'ah merupakan hak bagi perempuan yang dapat menentukan pilihan dalam hal ijab kabul melalui hak-hak keluarga perempuan. Hal ini membuktikan bahwa hak sekufu terlihat dalam bentuk keluarga, bukan individuKata Kunci: Al-Banjari;Kitabun Nikah;Sekufu;Penentuan   Abstract: This research will discuss the right of sekufu (equality between husband and wife in a family on certain components) in marriage in Banjar society in the Kitabun Nikah by Shaykh Muhammad Arsyad al-Banjari. This book, which was compiled by the 16th-century Banjar cleric, proves that the issue of kafa’ah taught in the Prophet's Hadith has its characteristics by the scholars of Banjar, South Kalimantan. This study will prove whether the sekufu theory has an impact on the continuity of determining the marriage rights of the groom who will propose to his future wife. Although many have researched the right of kafa'ah in marriage, this research has not discussed it because the implications of sekufu are based on Banjar customs. Not only that but kafa'ah is also used as a benchmark or standard in choosing a partner. The method used in this research is a literature study with the primary source of the book an-Nikah by Sheikh Muhammad Arsyad al-Banjary, as well as field research in the form of interviews to add relevant information to the results of the author's research. This study found that according to al-Banjari, kafa’ah is a right for women who can make choices in terms of marital consent through the rights of the woman's family. This is evidenced that the rights of sekufu are seen in the form of a family, not an individual.Keywords: Al-Banjari;Kitabun Nikah;Sekufu;Determination
FIQH READING SKILLS OF SANTRI BASED OF COMMUNITY EDUCATION AT THE AL-FALAH ISLAMIC BOARDING SCHOOL, BANJARBARU, SOUTH KALIMANTAN Ruslan Ruslan; Nor Ipansyah; Hamdan Mahmud; Anwar Hafidzi
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 20 No. 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v20i2.7025

Abstract

Abstrak:Tulisan ini akan mengungkap bahwa kemampuan membaca kitab kuning santri di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru menggunakan pendekatan yang berbeda dengan Teknik lainnya. Kemampuan membaca ini dilatih secara kontiniu dan berbasis pada konteks masyarakat menarik untuk diteliti sebagai ciri khas pondok pesantren. Meskipun banyak yang sudah membahas kemampuan membaca, tapi ciri khas membaca kitabkuning berbahasa tanpa baris/harakat menjadi penting dan layak untuk diteliti. Teori yang digunakan adalah teori behaviorisme sebagai dasar dalam mengungkap kemampuan yang didapat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analytic kualitatif berupa studi kasus di Pondok Pesantren Al-Falah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipan terhadap system Pendidikan dan pembelajaran di kelas. Temuan dari penelitian ini adalah system pengulangan dalam pembelajaran kitab kuning menjadi bagian termudah dalam mempercepat pemahaman santri dalam membaca kitabkuning secara konseptual.Kata kunci: Konsep, literasi, kitab kuning, Pesantren Abstract:The Al-Falah Islamic Boarding School in Banjarbaru employs a unique method for teaching its pupils how to read the Kitab Kuning (arabic book) that will be demonstrated in this essay. It's fascinating to research how Islamic boarding schools have this reading proficiency that is regularly practiced and dependent on the community environment. Though reading comprehension has been covered extensively, study should also focus on the peculiarities of reading kitab kunings in harakat, a language without lines. The theory used is the theory of behaviorism as the basis for revealing the abilities that students get in reading Kitab. The Al-Falah Islamic Boarding School in Banjarbaru, South Kalimantan, Indonesia served as the site for this qualitative descriptive analytic case study that served as the research methodology. The data collection technique in this study is participant observation of the education and learning system in the classroom. The repetition approach for learning the kitab kuning is the portion that makes it simplest for pupils to comprehend how to read it conceptually, according to the study's findings.Key words: Concept, literacy, kitab kuning, Islamic boarding school
KONSEP HUKUM TENTANG RADHA’AH DALAM PENENTUAN NASAB Anwar Hafidzi; Safruddin Safruddin
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i2.1615

Abstract

AbstrakTulisan ini membahas tentang Konsep Radha’ah dalam Penentuan Nasab disertai dalil dan alasan Wahbah Zuhaily dan Sayyid Sabiq mengenai kemahraman dalam radha’ah serta apa saja syarat dan rukun dalam Radha’ah dalam penentuan nasab.Penulisan ini menganilisa tentang radha’ah dalam konsep fikih adilatu dan fikih sunnah tentang radha’ah dalam penentuan nasab menurut pandangan Wahbah Zuhaily Dan Sayyid SabiqPenelitian ini menggunakan bentuk penelitian kepustakaan (Library Research) bahan primernya kitab fikih Adilatu karangan prof Wahbah Zuhaily dan Fikih Sunnah karangan Sayyid Sabiq, sedangkan untuk bahan sekundernya penulis mengunakan literatur-literatur yang terkait tentang pembahasan yang akan dibahas, adapun metode analisa menggunakan metode deskriptif.hasil dari penelitian ini penulis menemukan adanya perbedaan antara kitab fikih adilatu dan fikih sunnah,   perbedaannya terletak pada jumlah ukuran susu yang menyebabkan mahram Sayyid Sabiq memahami bahwa satu susuan maksudnya maksudnya susuan dalam ukuran yang sedikit sedangkan wahbah Zuaily mensyaratkan kemahraman sepersusuan ukuranya lima kali susuan 
Eksistensi Advokat Sebagai Profesi Terhormat (Officium Nobile) dalam Sistem Negara Hukum di Indonesia Anwar Hafidzi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 13, No 1 (2015)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v13i1.517

Abstract

As mentioned in 1945 Constitution of the Republic of Indonesia article 1(3), Indonesia is a country of law. Reformation era has changed law system in Indonesia and given a big opportunity for law enforcement, espe- cially for advocate profession other than judicial power. As we know, advo- cate profession has been regulated in Laws No. 18 Year 2003 about advocate. According to that provision, advocate is in position as law enforcement, free and Independent which is guaranteed by laws and regulations, so that the exist- ence has the logical consequence that the advocate is aofficium nobille and have the same or equal position with other law enforcement authorities whom au- thorities also been determined by the laws and regulations in Indonesia, such as judges, prosecutors, and police. Sometimes ago , there were problems in regu- lating professional advocate which had caused heated debate among legal ex- perts, legislators and legal practitioners. It is because a submission of a draft of Law to amend the provisions of Law No. 18 year 2003 about the advocate.Kata Kunci : Advokat, Profesi Terhormat (Officium Nobile), Sistem Negara Hukum Indonesia.
Peran Mahasiswa dalam Mengatasi Penyebaran Covid-19 Melalui Sektor Pendidikan dan Ekonomi Muhammad Torieq Abdillah; Anwar Hafidzi; Arie Sulistyoko
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.724 KB) | DOI: 10.18592/jils.v4i1.4563

Abstract

Abstract: The presence of the pandemic of Covid-19 in the world, especially in Indonesia create a new issue on all fronts of human life especially education sector and the economy. The problem faced is complicated enough that the government can't run itself for the sake of overcoming the spread of Covid-19. The presence of students surely make them are required in order to assist the government in addressing the problems of this new. The purpose of this study is to find out what is the role given by the student to assist the government in addressing the spread of Covid-19, especially in the education sector and the economy. This research uses the descriptive qualitative method. Data collection techniques in the form of a literature study. The results of this study show that the students have the idea that is very helpful and can be applied at this time so a little bit or the number able to help the government to confront Covid-19 so as not to spread widely. Abstrak: Hadirnya pandemi Covid-19 di dunia, terutama di Indonesia membuat masalah baru di semua lini kehidupan manusia terutama sektor pendidikan dan ekonomi. Masalah yang dihadapi cukup rumit sehingga pemerintah tidak bisa berjalan sendiri demi mengatasi penyebaran Covid-19. Adanya mahasiswa tentunya menjadikan mereka dituntut agar bisa membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan baru ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa peran yang diberikan oleh mahasiswa untuk membantu pemerintah dalam mengatasi penyebaran Covid-19 terutama dalam sektor pendidikan dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki gagasan yang sangat membantu dan bisa diterapkan saat ini sehingga sedikit atau banyaknya mampu membantu pemerintah untuk menghadapi Covid-19 agar tidak menyebar secara luas.
Menakar Perspektif Masyarakat Kalimantan Selatan Terhadap Rencana Pilkada Serentak di Masa Transisi Pandemi Covid-19 Muhammad Torieq Abdillah; Muhamad Ishaac; Siti Mukhalafatun; Anwar Hafidzi; Arie Sulistyoko; Bahran Bahran
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.435 KB) | DOI: 10.18592/jils.v4i2.4569

Abstract

Abstract: Pandemic Covid-19, which has not yet ended in the area of South Kalimantan inhibit different agenda, one of which is the agenda of the simultaneous Pilkada scheduled to be held on December 9, 2020 in the middle of the fragility of the spread of Covid-19. Through Perppu No. 2 by 2020, the implementation of the simultaneous Pilkada is planned to be held by applying the protocol of health strictly to the community. The government believes the simultaneous Elections later will be a success upon acceptance of the community towards the implementation of government policy related to the implementation of the Elections simultaneously with the determination of the protocol strict health it. It can be said that the acceptance of the community towards the policy of the simultaneous Pilkada plays an important role in the success of the agenda of the government.This research uses qualitative research method with case study approach of exploratory against the perspective of the people of South Kalimantan against the implementation of Pilkada in the middle of the pandemic Covid-19, which the data taken from 83 South Kalimantan spread across 13 Districts/Cities in South Kalimantan, with the use of media Google Form as a means of surveys, interviews via WhatsApp, interviews face-to-face, and with the documents related to the discussion of the research.Abstrak: Pandemi Covid-19 yang belum berakhir di daerah Kalimantan Selatan menghambat berbagai agenda, salah satunya adalah agenda Pilkada serentak yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang di tengah rawannya penyebaran Covid-19. Melalui Perppu No. 2 Tahun 2020, pelaksanaan Pilkada serentak tersebut rencananya akan digelar dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat terhadap masyarakat. Pemerintah meyakini Pilkada serentak nanti akan sukses atas penerimaan masyarakat terhadap penerapan kebijakan pemerintah terkait pelaksanaan Pilkada serentak dengan penetapan protokol kesehatan yang ketat itu. Maka dapatlah dikatakan bahwa penerimaan masyarakat terhadap kebijakan Pilkada serentak tersebut memegang peranan penting dalam suksesnya agenda pemerintah itu. Namun, berbagai gelombang penolakan timbul dari berbagai kalangan, salah satunya dari kalangan tokoh masyarakat dalam sebagaimana disebutkan dalam penelitian Singgih dan Adam, banyak tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat menolak agenda Pilkada serentak tersebut. Keputusan pemerintah terkait penetapan Pilkada serentak digelar di tengah pandemi itu dinilai tidak tepat oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Hasil penelitian di lapangan menyebutkan 61,7% masyarakat Kalimantan Selatan tidak setuju dan bahkan 9,8% diantaranya sangat tidak setuju dengan dilaksanakannya Pilkada serentak di tengah pandemi itu. Mereka menilai keputusan yang diambil oleh pemerintah tidaklah tepat karena dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru Covid-19 pasca Pilkada. 75,9% dari mereka meyakini bahwa masyarakat tidak akan mau mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah ketika pelaksanaan Pilkada serentak berlangsung. Mereka berharap pemerintah kembali merevisi jadwal pelaksanaan Pilkada serentak tersebut dan melakukan penundaan terhadap pelaksanaan Pilkada serentak sampai pandemi benar-benar berakhir agar tidak ada lagi kekhawatiran dari timbulnya klaster baru pasca Pilkada.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksploratif terhadap perspektif masyarakat Kalimantan Selatan terhadap pelaksanaan Pilkada serentak di tengah pandemi Covid-19 yang diambil datanya dari 83 masyarakat Kalimantan Selatan yang tersebar di 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, dengan menggunakan media Google Form sebagai alat survei, wawancara melalui WhatsApp, wawancara secara tatap muka, dan dengan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan pembahasan penelitian.
PENDIDIKAN BERMUSYAWARAH DALAM KEHIDUPAN BERNEGARA (TELAAH TERHADAP HADITS-HADITS HUKUM TATANEGARA) Anwar Hafidzi; Dwi Aprilia Wahani; Nur Halisa
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.259 KB) | DOI: 10.18592/jils.v1i1.2648

Abstract

AbstrakMusyawarah adalah cara merumuskan atau memutuskan sesuatu berdasarkan kehendak banyak orang, meminta persetujuan dari banyak orang sehingga kebulatan dicapai, keputusan tidak harus didasarkan pada suara terbanyak, akan sesuai dengan keputusan yang dibuat berdasarkan kesepakatan dan mufakat. Keputusan adalah hasil dari penyelesaian masalah yang harus hadapi dengan tegas. Ini berkaitan dengan pertanyaan tentang "apa yang harus dilakukan" dan sebagainya tentang suatu perencanaan.  Penelitian ini menggunakan metode library research terhadap beberapa hadits tentang bagaimana bermusyararah yang sesuai dengan fikih Siyasah. Pengambilan Keputusan ada beberapa macam yaitu, Berdasarkan Intuisi, Pengambilan Keputusan Rasional, Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman,Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta, Pengambilan Keputusan Berdasarkan Wewenang.Kata kunci: Pendidikan, Musyawarah, Hukum Tatanegara.AbstractDeliberation is a way of formulating or deciding something based on the will of many people, asking for the approval of many people so that unanimity is reached, the decision does not have to be based on the majority vote, will be in accordance with decisions made based on agreement and consensus. Decisions are the result of resolving problems that must be dealt with firmly. It deals with questions about "what to do" and so on about a plan. This study uses the library research method for several hadiths about how to engage in jurisprudence in accordance with the fiqh of Siyasah. Decision Making has several types, Based on Intuition, Rational Decision Making, Experience Based Decision Making, Fact Based Decision Making, Decision Making Based on Authority. Keywords: Education, Deliberation, State Law. 
HUKUM ABORSI MENURUT IMAM AL-GHAZALI DAN YUSUF AL-QARDHAWI Siti Nur Rahmah; Anwar Hafidzi; Arie Sulistyoko
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.19 KB) | DOI: 10.18592/jils.v2i1.4560

Abstract

Abstract: Clear regulation is needed regarding the arrangement in term of Opinions on abortion have various views from many scholars as well as the law of abortion itself, because abortion is a controversy among scholars and society. From the opinions of Imam Al-Ghazhali and Yusuf Al-Qardhawi about abortion, it can be used as a reference for knowledge to address contemporary problems, such as this abortion. In the opinion of Imam Al-Ghazhali, he emphasized that abortion is absolutely forbidden and accepts the Ijab and Qobul Akad at the time of conception. Then according to Yusuf Al-Qardhawi's view regarding the law of permissible abortion, because in his opinion, he put forward the maslahah side to the soul of the conception itself, namely Mother, he accepts this with the existence of equality of legal causes.Abstrak: Pendapat terhadap aborsi memiliki berbagai pandangan dari banyak ulama begitupun hukum dari aborsi itu sendiri, sebab aborsi merupakan kontroversi dari kalangan ulama dan masyarakat. Dari pendapat imam Al-ghazhali dan Yusuf Al-Qardhawi tentang aborsi dapat dijadikan bahan rujukan pengetahuan untuk menyikapi masalah masalah kontemporer, seperti aborsi ini. Dalam pendapat Imam Al-ghazhali, beliau menekankan aborsi adalah mengharamkan secara mutlak dan mengqiyaskan dengan Akad Ijab dan Qobul pada saat terjadinya pembuahan. Kemudian menurut pandangan Yusuf Al-Qardhawi mengenai hukum aborsi ialah memperbolehkan, sebab dalam pendapatnya, beliau mengedepankan adanya sisi maslahah bagi jiwa dari pengandung sendiri yaitu Ibu, beliau mengqiyaskan hal ini dengan  adanya persamaan sebab hukum.
Keterkaitan Antara Hadis dan Politik di Indonesia pada Era Digital (Kajian Hadis Tentang Larangan Memberi Jabatan Bagi Orang yang Meminta Jabatan) Muhammad Torieq Abdillah; Noor Syifa Humairoh; Anwar Hafidzi; Sulaiman Kurdi
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.358 KB) | DOI: 10.18592/jils.v2i1.4562

Abstract

Abstract: The hadith is one of the guidelines of muslims in the act in addition to the quran, also has a relationship with the travel of the implementation of the political as in Indonesia, especially in terms of power. Especially in this digital era of understanding and to-sharh (explanation) the contents of the hadith is already a little different from time immemorial. Like for example what happened today in Indonesia, the guidelines in politics seems to have forgotten the teachings in the quran and the hadith, with mutual pursuit of office. The purpose of this study was to determine whether the requested post is still relevant today especially in Indonesia using the system of democracy or the shift times will not change in the slightest understanding of the hadith. This research uses the descriptive qualitative method. Data collection techniques in the form of a literature study. The results of this study show that the facts and the reality of what happened in Indonesia often have differences and contrary to the depiction in the hadith, where according to a hadith regarding the provision of office or power, no post for people who ask for a position. While the reality on the political scene in Indonesia opposite happens, where people are a race and seeks to gain power and position which is considered high and features. Abstrak: Hadis yang merupakan salah satu pedoman umat Islam dalam bertindak selain alquran, juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan pelaksanaan politik seperti yang ada di Indonesia, khususnya dalam hal kekuasaan. Terlebih di era digital ini pemahaman dan men-syarh (menjelaskan) isi hadis sudah sedikit berbeda dengan zaman dahulu. Seperti contohnya yang terjadi saat ini di Indonesia, pedoman dalam berpolitik sepertinya telah melupakan ajaran dalam alquran maupun hadis, dengan saling mengejar jabatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah meminta jabatan masih relevan di zaman sekarang terkhusus di Indonesia yang menggunakan sistem demokrasi ataukah pergeseran zaman tidak akan merubah sedikit pun pemahaman tentang hadis tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fakta dan realita yang terjadi di Indonesia sering kali memiliki perbedaan dan bertolak belakang dengan penggambaran di dalam hadis, di mana menurut hadis mengenai pemberian jabatan atau kekuasaan, dilarang memberi jabatan bagi orang yang meminta sebuah jabatan. Sedangkan realita di kancah perpolitikan di Indonesia terjadi sebaliknya, di mana orang berlomba dan berusaha untuk mendapatkan kekuasaan dan jabatan yang dirasa tinggi dan bergengsi.
Does Kafa'ah Apply To The Descendants Of The Prophet Muhammad. Examine The Concept Of Kafaah Towards The Alawites In Martapura, Banjar Nadiyah Nadiyah; Norlaila Norlaila; Anwar Hafidzi
JOURNAL OF ISLAMIC AND LAW STUDIES Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Syariah UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.926 KB) | DOI: 10.18592/jils.v5i3.5985

Abstract

Abstract: This study emerged when there were problems among Habib and Syarifah in re -interpreting the concept of kafa'ah in marriage for the Alawiyin in the city of Martapura, South Kalimantan. This study is different from other researchers because the problem of endogamy is seen from sekufu or not in the sociological approach of society. The method used in this study is an empirical study with a sociological legal approach to the Alawiyin community who will hold a marriage. The finding of the research is that Kafa'ah in the alawiyin approach is as blood and as a descendant of the Prophet. If no similarity is found, then a discussion approach will be conducted on the agreement of all relatives to determine whether kafa'ah or not for the prospective companion later. Abstrak: Penelitian ini muncul Ketika ada permasalahan di kalangan Habib dan Syarifah dalam memaknai ulang konsep kafa’ah dalam pernikahan bagi kaum Alawiyin di Kota Martapura, Kalimantan Selatan. Penelitian ini berbeda dengan peneliti lainnya karena permasalahan endogami dilihat dari sekufu atau tidaknya dalam pendekatan sosiologi masyarakat. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian empiris dengan pendekatan sosiologi hukum terhadap masyarakat alawiyin yang akan melangsungkan pernikahan. Temuan penelitian adalah bahwa Kafa’ah dalam pendekatan alawiyin adalah sedarah dan senasab dzuriyat Rasulullah. Jika tidak ditemukan yang senasab, maka akan dilakukan pendekatan diskusi terhadap kesepakatan semua kerabat untuk menentukan apakah kafa’ah atau tidak bagi calon pendampingnya nanti.
Co-Authors A, Enny Ratnawati Abda Abda Abdul Hamid Karim Abrar, Muhammad Tajally Abrar Achmad Azhar Basyir Afif Khalid Afif, Muhammad Wildan Ahda Fithriani Ahmad Muhajir Ahmad Rifandi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Sukris Sarmadi Ahmad Supiannor Ahmadi Hasan Ainorridho’e, Muhammad Ajeng Juniwanti Akh. Fauzi Aseri Akhmad Faisal Akhmad Jamaluddin Fikri Akhmad Sukris Sarmadi Akhmad Zuhad Haekal Al Adawiyah DND, Pp Rabiah Al-'Aina, Nadhrah al-Amruzi, M. Fahmi al-Amruzi, Muhammad Fahmi Ali Banaeian Esfahani Ali, Mohd Hatta Mohamed Alifya Zhafira Ananda, Rizqa Anida Yuspa Anida Yuspa Annisa Az Zahra Annisa Hamdah Anshari, Mukhlis Ardian Trio Wicaksono ARIE SULISTYOKO Arie Sulistyoko Arie Sulistyoko Arie Sulistyoko Aryani, Sophia Asep Sutarmin Aseri, Akh Fauzi Astutik, Trining Puji Ayu Natasya Azizah, Laila Azzahra, Nelia Badrian Badrian Bagus Pambudi Bahran Bahran Bahran Bahran Basri Bangun Wardana, Ade Bawaihi Benjammour, Mounir Budi Agung Sudarmanto Diana Rahmi Diana Rahmi Dita Dr. H. Hamdan Mahmud, M.Ag Dr. H. Jalaludidin, M. Hum Dwi Aprilia Wahani Dyah Indraswati Eka Hayatunnisa El Wafa, Faqih Emiril Rozaq Endika Permana Putra Fakhrie Hanief fatimah Fatimah Fatya, Alvian Ikhsanul Fauzati, Naila Fauziyah Hayati Fithriana Syarqawie Fitri Ariani Siregar Fitri, Annida Fiyona, Putri Fuad Luthfi Ghina Sanniya, Jasmine Gina Sabila Gunawan, Prananda Satria Gusti Muhamad Shadiq Gusti Muzainah Hadi Rahman, Ibnu Hadisa Putri Halimatus Sakdiah, Halimatus Hallymah Thussadyah Maura Putri Hamdan Mahmud Hamdan Mahmud Hamdi, Fahmi Hamidi Ilhami, Hamidi Hanafiah HARUM Hayati, Fauziah Hayatun Na`Imah Hayatun Na’imah Hayatunnisa, Eka Hayatunnisa, Eka Inawati Mohammad Jainie Jarajap Indradewa, Rhian Indraswati, Dyah Iqbal Haitami Irwanda Fikri istiqomah istiqomah Ixsir Eliya Jasimah Jayawarsa, A.A. Ketut Jiyad Asyrafi Jubaidah Khairanor Khairatun Hisanah Alpasa Khairun Nisa Khairunnisa Khairunnisa Khotimatul Husna Khulda Azizah Ladraa, Kamel Lailan Mufthirah Latifah Abd Majid Layli Nor Syifa LESTARI, BUNGA Lia Nofitasari Lutfi Lutfi Luthfi, FuaD Luthfia Dwi Putri Luthfiana, Anik Priamita M. Ade Nugraha M. Fahmi Al Amruzi, M. Fahmi M. Fahmi al-Amruzi M. Hanafiah M. Hanafiah Magfur, Achmad Mahmud Yusuf Makmun Makmun Maksym Korniienko Masyitah Umar Masyitah Umar Masyithah Umar Maulida, Noor Sipa Maulidita Safitri Maulidiya Rahmah Mey Atren Nursasi Mohamed Ali, Mohd Hatta Mohd Hatta Md Hani Mohd Hatta Mohamed Ali Mohd Hatta Mohd Hani Mohd Hatta Mohd. Hani Mohd. Hani, Mohd Hatta Mohd. Hatta Mohamed Ali Mohlis Mohlis Monawarah, Monawarah Mufida Istati Mufti Wardani Muhamad Ishaac Muhammad Anshari Muhammad Fadhil Muhammad Fahmi Al Amruzi, Muhammad Fahmi Muhammad Fahmi al-Amruzi Muhammad Fajri Muhammad Fauji Muhammad Fazrianur Arridho Muhammad Gunawan Bahran Muhammad Hanafiah Muhammad Ilham Nadhir Muhammad Iqbal Muhammad Nasrullah Muhammad Nasrullah Muhammad Noor Ridani Muhammad Rahman Firdaus Muhammad Ramli Muhammad Rizky Ramadhan Muhammad Torieq Abdillah Muhammadie, Muhammad Fakhril Muhdi Muhdi Musaddiq, M Azhar Musaddiq, M. Azhar Musthafa, Alwi Muthia Nur Aziza Mutia Anisah Mutthiah Muzdalifah Muzdalifah Nadiyah Khalid Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nadiyah Nahdia Nazmi Naimah Naimah Najla Amaly Najla Amaly, Najla Najwa Salya Rahmadina Nasrullah Nasrullah Nazwa Nabila Nida Fitriani Nisa Adelia Noor Khalisah Noor Syifa Humairoh Nor Ipansyah Nor Ipansyah Norhaifa Norhaifa Norhaliza Norhaliza Norjannah Normadina, Najwa Normalasari, Normalasari Norwahdah Rezky Amalia Novita Novita Nur Afidah, Rohmatun Nur Halisa Nur Nazefa Adela Nurdin Nurdin Nurdin, Nurdin Nuril Khasyi'in Nuril Khasyi’in Nurul Listiyani Nurun Nida Waddiny Oleksandr Yunin Panji Sugesti Pati Matu Zahra Penti Pepriyanti Prasetya, Debby Eka Putri Adhalia Mariza Putri, Hadisa Putri, Hadisa Putri, Sabrina Ardani Rabiatul Adawiah Rabiatul Adawiah Radifa Nazhma Muntazhira Rahma, Nur Paidha Rahman Helmi Rahmat Sholihin Rahmatika, Nadila Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Helda Raihan, Ahmad Ramadhan, Syahrin raudatul jannah Raudatun Nazwa Riah, Juai Riani, Khafifah Anjar Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rimayanti Rina Mahdiana Rina Septiani Rina Septiani Rizali, Muhammad Rizki Nurramadhina Rosyid, Maskur RUSDIYAH RUSDIYAH Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah Rusdiyah Ruslan Ruslan Ruslan Ruslan Sa'adah, Sa'adah Safruddin Safruddin Salma, Siti Saputra, Agus Aditya Arisandi Sari Indriyani Sari Ramadhana Sari, Yumeida Riyana Sarmiji Sarmiji Sauri, Supian Seff, Nadiyah Selvi Marcellia Sembiring, Rinawati Shabrina, Fauzia Nur Shofa, Lailatus Shopia Al-Khairina Fitri Siswahyudianto Siti Hajar Siti Khadijah Siti Mukhalafatun Siti Nur Rahmah Subahan Sugesti, Panji Sukarni Sukarni Sulaiman Kurdi Syafrida Hafni Sahir syawaliana, anisa Syifa, Nazwa Syufiya Putri Tasyaa Syadini Maharani Taupik Rahman Tetiana Kolomoiets Tiya Husaen, Mazena Ulfah, Rizqa Qiftia Veithzal Rivai Zainal Whulansari, Sisca Wicaksono, Ardian Trio Yusna Zaidah Zaida Hayati Zaki Aqil Nashrullah Zulfa Jamalie Zulpa Makiah