p-Index From 2021 - 2026
6.586
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Shaut Al-'Arabiyah Jurnal Adabiyah El-Mashlahah Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab JURNAL ILMU BUDAYA Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra alfazuna: Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Khazanah Pengabdian Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Proceedings of The International Conference on Social and Islamic Studies Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Arabic Education and Linguistics Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Islamic Studies Journal EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Claim Missing Document
Check
Articles

Leksikon ke Spiritualitas: Model Integratif Semantik Qur’ani dan Hermeneutika Sufistik dalam Memahami Konsep Cinta Ilahi Vina Vahira; Nidaul Hasanah; Abdul Rahman; Baso Pallawagau
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.582

Abstract

Kajian tentang cinta Ilahi dalam Al-Qur’an selama ini lebih banyak dipahami dalam kerangka teologis dan tasawuf normatif, sementara pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik masih jarang diintegrasikan secara sistematis. Padahal, konsep cinta dalam Al-Qur’an memiliki kedalaman makna yang tidak hanya bersifat leksikal, tetapi juga spiritual dan eksistensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep cinta Ilahi melalui model integratif antara semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik guna memahami transformasi makna dari dimensi kebahasaan menuju dimensi spiritualitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik. Data penelitian diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan konsep cinta, seperti ḥubb, mawaddah, dan raḥmah, serta ditunjang oleh literatur tafsir, karya tasawuf, dan kajian semantik modern. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menelaah relasi makna leksikal, konteks ayat, dan interpretasi sufistik terhadap konsep cinta Ilahi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta Ilahi dalam Al-Qur’an tidak hanya bermakna afeksi emosional, tetapi juga mencerminkan hubungan spiritual antara manusia dan Tuhan yang berorientasi pada penyucian jiwa, kedekatan eksistensial, dan transformasi moral. Integrasi semantik Qur’ani dan hermeneutika sufistik menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika makna cinta dalam Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam pengembangan studi semantik Al-Qur’an dan kajian spiritualitas Islam kontemporer.
Islamic Educational Values within the Curriculum of Love: A Semantic Analysis of Nasaruddin Umar’s Educational Thought Nurfadillah Nurfadillah; Abdul Jabbar Tahir; Baso Pallawagau
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 5: September-Oktober 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v6i5.667

Abstract

This study aims to analyze the values of Islamic education in the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) proposed by Nasaruddin Umar through a semantic review. The research seeks to explore the deep meanings of key terms in this concept and its relevance as a new paradigm for a more humanistic and transformative Islamic education in Indonesia. This study employs a qualitative approach using library research. Primary data were obtained from Nasaruddin Umar’s original works and official documents from the Ministry of Religious Affairs, while secondary data were drawn from relevant Islamic education literature. Data were analyzed using semantic analysis to examine the meanings of key terms such as cinta (love), rahmah (mercy), and Panca Cinta (Five Loves). The findings reveal that the Love-Based Curriculum is built upon an integrated theological-logos-ethos framework. Through semantic analysis, the terms mahabbah, rahmah, and Panca Cinta (love for Allah and His Messenger, love for self and others, love for knowledge, love for the environment, and love for the homeland) contain holistic meanings that integrate theological, spiritual, humanistic, ecological, and national dimensions. This concept shifts Islamic education from a formalistic approach to one centered on compassion and mercy (rahmatan lil ‘alamin). Theoretically, this study enriches the discourse of Islamic education thought with a semantic perspective. Practically, the Love-Based Curriculum has the potential to serve as a more humanistic and inclusive curriculum model. However, this research is limited to a literature study; therefore, further empirical research is needed to measure the effectiveness of its implementation in educational settings.  
MAHABBAH DALAM PEMIKIRAN SAID NURSI: ANALISIS SEMANTIK TERHADAP BAHASA CINTA ILAHIYAH Fausiah; Nurul Atira Muqmin; Baso Pallawagau
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.52250

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep Mahabbah (cinta) dalam pemikiran Said Nursi sebagai solusi atas krisis spiritual dan kecemasan eksistensial masyarakat modern yang cenderung materialistis. Studi ini penting dilakukan untuk membuktikan bahwa integrasi antara akal dan hati dapat mengubah cinta yang bersifat fana menjadi cinta hakiki kepada Sang Pencipta. Argumen utamanya adalah bahwa cinta ilahiyah merupakan energi penggerak alam semesta yang dapat dicapai melalui pengenalan diri. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi tokoh dan analisis teks deskriptif-analitis terhadap mahakarya Said Nursi, Risale-i Nur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Said Nursi merumuskan empat langkah spiritual menuju cinta hakiki: al-‘ajz (kelemahan), al-faqr (kefakiran), al-syafaqah (kasih sayang), dan al-tafakkur (perenungan). Ditemukan bahwa cinta manusia terhadap objek duniawi dapat bertransformasi menjadi kenikmatan spiritual tertinggi (alladzdzah al-ruhiyyah) jika diposisikan sebagai cermin Nama-Nama Ilahi (Asmaul Husna). Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan dakwah moderat melalui strategi "Tindakan Positif" untuk melawan radikalisme dan materialisme.
Struktur Hierarkis dan Multidimensional Konsep Cinta dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Leksikal dan Kontekstual Sitti Fatima; Hasnawiah; Baso Pallawagau
JURNAL ILMU BUDAYA Vol. 14 No. 1 (2026): jurnal ilmu budaya
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/jib.v14i1.52251

Abstract

This study aims to conduct an in-depth analysis of the concept of love in the Qur'an through a semantic approach, emphasizing the integration of lexical and contextual analysis. This research is based on the characteristics of the Qur'anic language, which is dense in meaning and operates within a complex network of meanings, so that the term "love" cannot be reduced to a single equivalent meaning. The method used in this study is descriptive qualitative, using library research. The analysis was conducted following Toshihiko Izutsu's framework of identifying basic lexical meanings and relational meanings through contextual analysis. The results of the study indicate that the concept of love in the Qur'an has a hierarchical and multidimensional structure. This study concludes that the conceptual structure of love in the Qur'an is a complete unity that connects inner consciousness, social action, and intellectual truth within the framework of the Islamic worldview.
Islamic Educational Values within the Curriculum of Love: A Semantic Analysis of Nasaruddin Umar’s Educational Thought Nurfadillah Nurfadillah; Abdul Jabbar Tahir; Baso Pallawagau
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 5: September-Oktober 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v6i5.667

Abstract

This study aims to analyze the values of Islamic education in the Love-Based Curriculum (Kurikulum Berbasis Cinta/KBC) proposed by Nasaruddin Umar through a semantic review. The research seeks to explore the deep meanings of key terms in this concept and its relevance as a new paradigm for a more humanistic and transformative Islamic education in Indonesia. This study employs a qualitative approach using library research. Primary data were obtained from Nasaruddin Umar’s original works and official documents from the Ministry of Religious Affairs, while secondary data were drawn from relevant Islamic education literature. Data were analyzed using semantic analysis to examine the meanings of key terms such as cinta (love), rahmah (mercy), and Panca Cinta (Five Loves). The findings reveal that the Love-Based Curriculum is built upon an integrated theological-logos-ethos framework. Through semantic analysis, the terms mahabbah, rahmah, and Panca Cinta (love for Allah and His Messenger, love for self and others, love for knowledge, love for the environment, and love for the homeland) contain holistic meanings that integrate theological, spiritual, humanistic, ecological, and national dimensions. This concept shifts Islamic education from a formalistic approach to one centered on compassion and mercy (rahmatan lil ‘alamin). Theoretically, this study enriches the discourse of Islamic education thought with a semantic perspective. Practically, the Love-Based Curriculum has the potential to serve as a more humanistic and inclusive curriculum model. However, this research is limited to a literature study; therefore, further empirical research is needed to measure the effectiveness of its implementation in educational settings.  
Semantik Kata Rahmah Sebagai Kasih Sayang Universal: Relevansi Terhadap Krisis Ekologis Dan Pemanasan Global Surya Ningsih; Baso Pallawagau
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1894

Abstract

This study examines the semantic meaning of the Qur’anic term rahmah as a concept of universal compassion and its relevance to the ecological crisis and global warming. The modern environmental crisis reflects humanity’s loss of spiritual awareness toward the sanctity of nature as a manifestation of divine mercy (?y?t All?h). This research applies Seyyed Hossein Nasr’s ecotheological framework, which views nature as the tajall? (manifestation) of divine mercy, using a qualitative descriptive approach through lexical-semantic analysis of Qur’anic verses containing the term rahmah (e.g., QS. Al-Anbiy?’ [21]:107; QS. Al-A‘r?f [7]:156; QS. Ar-Ra?m?n [55]:1–13). The analysis was conducted in three stages: lexical, semantic-conceptual (based on Toshihiko Izutsu’s theory), and theological-ecological. Data validity was ensured through source triangulation and expert judgment. The findings reveal four main dimensions of rahmah: theological (rahmah il?hiyyah), social (rahmah ins?niyyah), cosmological (rahmah kauniyyah), and contemporary ecological (rahmah ekologiyyah mu‘??irah). These dimensions collectively form the foundation of an Islamic ecological ethic that situates compassion as the core principle in environmental management and preservation. The study concludes that a spiritual approach grounded in the value of rahmah offers an alternative paradigm for addressing ecological crises by emphasizing balance and harmony between God, humanity, and nature.
Rekonstruksi Makna Cinta Dalam Tradisi Sufistik: Pendekatan Semantik Terhadap Teks dan Konteks Muh Al Fadhil Romadhan; Muhammad Amienulazis; Baso Pallawagau
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): December 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i2.8861

Abstract

Cinta (al-ḥubb) dalam tradisi tasawuf yang sering mengalami reduksi dalam pembacaan modern menjadi sekadar emosi atau simbol romantik. Padahal, dalam khazanah sufistik, cinta memiliki dimensi yang lebih luas, mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan etis. Oleh karena itu, diperlukan upaya rekonstruksi makna cinta yang tidak hanya bertumpu pada analisis leksikal, tetapi juga mempertimbangkan konteks historis dan kultural dari teks-teks sufistik klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merekonstruksi makna cinta dalam tradisi tasawuf melalui pendekatan semantik yang integratif antara teks dan konteks. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan semantik dan analisis teks (textual analysis). Sumber data utama berupa teks-teks klasik sufistik seperti Fuṣūṣ al-Ḥikam, Mathnawi, dan Iḥyā’ ‘Ulūm al-Dīn. Teknik analisis dilakukan melalui identifikasi istilah kunci yang berkaitan dengan konsep cinta, kemudian dianalisis relasi maknanya dalam konteks tekstual dan historis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna cinta dalam tasawuf mengalami transformasi dari dimensi emosional menuju dimensi ontologis sebagai prinsip kosmik yang mendasari keberadaan. Selain itu, cinta juga berfungsi sebagai jalan spiritual yang terstruktur dalam maqāmāt dan aḥwāl, serta memiliki keterkaitan erat dengan konsep ma‘rifah dan fanā’. Analisis kontekstual mengungkap adanya perbedaan ekspresi cinta antara tradisi Arab yang cenderung normatif dan Persia yang lebih simbolik dan puitis. Rekonstruksi makna menunjukkan bahwa cinta dalam tasawuf dapat dipahami sebagai energi ontologis, epistemologi spiritual, dan etika transformatif. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa cinta dalam tradisi sufistik bukan sekadar emosi, melainkan struktur makna yang kompleks dan multidimensional yang mencakup aspek ontologis, epistemologis, dan etis secara simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan studi tasawuf melalui integrasi pendekatan semantik dan analisis kontekstual, serta membuka peluang bagi kajian lanjutan yang lebih interdisipliner dalam memahami konsep cinta dalam Islam.
الظاهرة العنصرية على المرأة في فيلم "المرشحة المثالية" (دراسة أدبية نسوية) Baso Pallawagau; Khaerun Nisa Nuur; Hasriani Hasriani; Fadlil Yani Ainusyamsi
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 8 No 1 (2025): Hijai - Journal on Arabic Language and Literature
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v8i1.40934

Abstract

يركز هذا البحث علي الظاهرة العنصرية على المرأة في فيلم المرشحة المثالية لهيفاء المنصور، و يحدف إلى كشف أشكل الظاهرة العنصرية على المرأة في فيلم المرشحة المثالية من خلال الدراسات الأدبية النسوية. وفي هذا البحث تستحدم الباحثة البحث المكتبي وتستخدم المنهج الوصفي الكيفي، وفي تطريقة جمع البيانات الطريقة التي تستحدم الباحثة بقراءة الكتاب الأدب الاجتماعي ومقالات والمؤلفات العلمية فأكمل الباحثة وتقتبس منها مباشر وغير مباشر. وتحليل كل أشكال الظاهرة العنصرية على المرأة  في فيلم المرشحة المثالية بالاستماع كلمة تلو كلمة لكل مشهد أو حركة جسدية، ثم تسجيل وتصنيف وإبداء النتائج التي تعتبر مهمة ومثيرة للاهتمام والمتعلقة بشكل الظاهرة العنصرية على المرأة ، ثم تصنيفها بناء على النظرية والبيانات الموجودة. أشكال الظاهرة العنصرية على المرأة في هذا الفيلم هي: التهميش والتبعية والتنميط والعنف. إن الأثر المترتب على هذا البحث هو توفير الفهم والمعلومات المفيدة لطلاب اللغة العربية بشكل خاص والمجتمع بشكل عام وكذلك توفير المعلومات للجمهور والقراء حول حقوق المرأة وأهمية المساواة بين الجنسين من خلال وسيط الفيلم
Co-Authors Abdillah Abdul Jabbar Tahir Abdul Muiz Amir, Abdul Muiz Abdul Rahim Abdul Rahim Muhammad Achmad Abubakar Aditya, Alfikri Rausen Afifuddin Ahmad Ahmad Ahmad, Muhsin Ahyia, Dwian Saktiawati Al Bahar, Ali Hasan Albshkar, Hajer Abdallah Ali Hasan Al Bahar Ali Hasan Al Bahar Alsadiq, Sherif Muhammad Alsayd, Abdulnasir Dhaw Alzletni, Naima Salem Amrah Kasim Andi Abdul Hamzah Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andriani, Sarina Anwar Abd Rahman Aqidahtul Jannah Asriyah Asriyah Audia, Ihya Rizky Bugis, Manal Erwin Hafid Fadlil Yani Ainusyamsi Farhah, Ummi Fathimah Azzahra Ilyas Fausiah Fauziah, St. Fauziah Firdaus Firdaus Gadallah, Muhammad Sa'ad Abdel Khaliq Haerudin Hajar, Sulistia Hamzah, Nur Afifah Harisah, Afifuddin Hasnawiah Hasriani Hasriani Hasyim Haddade Husain, Muhammad Zakir Husni Mubarak Ibnu Rawandhy N. Hula Ihya Rizky Audia Jahantab, Zakirah Kamaluddin Abunawas Kartini Kartini Khaerun Nisa Nuur Khaerun Nisa Nuur Khusniyati, Itsna La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M. Husni T M. Taufiq Hidayat Pabbajah Maya Sari Moh Rafli Mohamad Harjum Mowafg Abrahem Masuwd Muammar Bakry Mugy Nugraha Muh Al Fadhil Romadhan Muhammad Ali Rusdi Bedong Muhammad Amienulazis Muhammad Nur Abduh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Walidin MUHAMMAD YUSUF Muhammad Zakir Muhsin Munawarah Munzir, Muhammad Musafir Pababbari Nawawi, Aksa Muhammad Nidaul Hasanah Novianti , Lisa Nur, Chamdar Nurfadillah Nurfadillah Nurkhalis A Gaffar Nurul Atira Muqmin Nuur, Khaerun Nisa Pamessangi, Andi Arif R. Saleh, Sriwahyuningsi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Anwar Abd. Rahmi, Nur Laelatul Rasna Rasna Rasna, Rasna Rasyid, Muhammad Dirman Ridwan, Andi Muhammad Rifai, Alimudin Rifan Basahona Rifan Basahona Rustam Rustam Sa'adah, Rd. Siti Sakka, Abdul Rahman Seida, Najwa Sinar, Sinar Sitti Fatima Sochra, Siti Dyah Islamiaty Surya Ningsih Surya Ningsih Syakir, Muhammad Wildan Syatar, Abdul T, M. Husni Thalib, Abdullah Vina Vahira Wahibah, Wahibah Wahyudi, Awal Yamin, Yelsa Putri ZAENAL ABIDIN Zubair Zubair Zubair, Zubair