p-Index From 2021 - 2026
9.597
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah Jurnal Legalitas Al-Mizan (e-Journal) Jurnal Pamator : Jurnal Ilmiah Universitas Trunojoyo Madura Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM Journal of Indonesian Legal Studies Bina Hukum Lingkungan Jambura Law Review TSAQAFAH Jurnal Yudisial Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum JUSTISI Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences LEGAL BRIEF Journal De Facto Batulis Civil Law Review Jurnal hukum IUS PUBLICUM Sultan Jurisprudence : Jurnal Riset Ilmu Hukum Jurnal Konstitusi Jurnal Pustaka Mitra : Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat DAS SEIN: Jurnal Pengabdian Hukum dan Humaniora Journal Evidence Of Law JURIS (Jurnal Ilmiah Syariah) Akuntansi dan Humaniora: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Mandiri NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bacarita Law Journal Bina Hukum Lingkungan Protection: Journal Of Land And Environmental Law Innovative: Journal Of Social Science Research Jurnal Nusantara Berbakti Damhil Law Journal JPNM : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Jurnal Pelayanan Hubungan Masyarakat Jurnal Riset Ilmiah Indonesian Journal of Community Empowerment YUDHISTIRA : Jurnal Yurisprudensi, Hukum dan Peradilan Journal of Law and Legal Reform Referendum Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial JILS (Journal of Indonesian Legal Studies) Suara Edukasi Hukum
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Yuridis Konflik Pernikahan dalam Hukum Adat dan Hukum Nasional Ditinjau dalam Pasal 18B Ayat (2) UUD 1945 Dian Mentari Gobel; Wenny Almoravid Dungga; Mohamad Hidayat Muhtar
Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana Vol. 3 No. 2 (2026): Juni : Referendum : Jurnal Hukum Perdata dan Pidana
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/referendum.v3i2.1871

Abstract

This study aims to analyze the regulation of marriage in the customary and national legal systems and the legal implications of Article 18B Paragraph 2 of the 1945 Constitution on marriage. Given that Indonesia has a diverse society and is rich in traditions, customary law operates concurrently with national law, often giving rise to conflict. The research method used is a normative approach with descriptive analysis. The results show that customary law and national law have different characteristics, where customary law is flexible and contextual, while national law prioritizes the principles of equality and individual protection. Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010 is a crucial point in recognizing the rights of children born outside of marriage, creating a bridge between customary and national legal norms, and emphasizing the importance of harmonization between the two. This study is expected to provide deeper insight into the need for policies that support collaboration between customary and national law in regulating marriage.
DARI NORMA KE REALISASI: KRITIK TERHADAP ABSENNYA JAMINAN FISKAL DALAM PEMENUHAN HAK PENYANDANG DISABILITAS PADA PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 4 TAHUN 2023 Mohammad Syafril Rinaldy Hulalata; Zamroni Abdussamad; Mohamad Hidayat Muhtar
Jurnal Hukum Ius Publicum Vol 7 No 1 (2026): Jurnal Hukum Ius Publicum
Publisher : LPPM Universitas Doktor Husni Ingratubun Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55551/jip.v7i1.705

Abstract

This study aims to analyze the implications of the absence of fiscal guarantees on the effectiveness of fulfilling the rights of persons with disabilities under Regional Regulation of Gorontalo Province Number 4 of 2023. The research employs a normative juridical method using statutory, conceptual, and analytical approaches. The rights of persons with disabilities are categorized as social rights whose realization requires active fiscal intervention within the framework of a welfare state. The findings indicate that although the regional regulation has incorporated progressive norms concerning the protection and fulfillment of rights, the provisions on financing remain general and do not contain explicit fiscal guarantee schemes, such as minimum budget allocations or binding affirmative mechanisms. The absence of such fiscal guarantees results in the implementation of rights being highly dependent on the annual regional budgeting policy through the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD), which is political and dynamic in nature. This condition creates the risk of symbolic regulation, weakens legal certainty, and reduces the practical effectiveness of the norms. Therefore, an integration between substantive norms and a structured and sustainable fiscal design is required to ensure that the protection of the rights of persons with disabilities does not remain merely declaratory, but is realized concretely and consistently in accordance with the principles of the welfare state.
Navigating constitutional amendments between aspiration and under-standing substance Mohamad Hidayat Muhtar; Andi Bau Mallarangeng; Moh. Arpat Rasyid; Saharuddin Saharuddin
LEGAL BRIEF Vol. 14 No. 5 (2025): December: Law Science and Field
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/legal.v14i4.1461

Abstract

Constitutional amendments serve as the primary mechanism that guarantees the fundamental law's relevance amidst social, political, and economic changes. In the Indonesian context, this process consistently involves a conflict between public ambitions, representing the collective will, and the need to uphold the consistency and integrity of fundamental values. This research employs a normative juridical method, including philosophical and conceptual analysis, to investigate the interplay between popular desires and the comprehension of content, while also evaluating the possible hazards associated with amendments influenced by transient populist or elitist conservatism. The study's findings indicate that public ambitions provide significant social legitimacy for change; but, without a comprehension of content, modifications may disregard the concept of justice and jeopardize the stability of the legal system. Conversely, a strategy that prioritizes content while neglecting the desires of the populace jeopardizes the constitution's relevance to social reality. The equilibrium of the two necessitates an inclusive deliberative framework, ongoing constitutional education, and the sophistication of political culture. Consequently, seeing the constitution as a collective social compact is essential to ensure that constitutional change transcends immediate political reactions and evolves into a strategic initiative to fortify democracy and achieve real justice.
Model Pelegalan Peraturan Daerah Bernuansa Agama Nuvazria Achir; Janwar Hippy; Mohamad Hidayat Muhtar; Sofyan Piyo
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1832

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menemukan model maupun konsep terkait legalisasi pembentukan peraturan daerah bernuansa agama yang selama ini masih menjadi polemik antara kewenangan pusat dan daerah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah normative, dengan menelaah kajian pustaka dalam hal ini peraturan perundang-undangan yang relevan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian terkait model pelegalan pembentukan peraturan daerah bernuansa agama yaitu; melakukan amandemen konstitusi dan mempertegas pasal mengenai urusan agama yang menjadi ranah kewenangan pusat dan daerah; Penambahan uraian dalam klausul “Penjelasan” UU Pemerintahan Daerah tentang batasan pengaturan agama oleh pemerintah pusat. Tolok ukur pengaturan masalah hubungan sosial keagamaan dalam undang-undang ini dapat memberikan kepastian hukum dan pelegalan keberadaan perda benuansa agama agar tidak lagi menjadi polemik; dan Pembentukan perda bernuansa agama melibatkan tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama. Oleh karena itu, pemerintah pusat perlu membuat barometer sebagai ukuran sekaligus penegasan terhadap batasan masalah agama yang diatur pemerintah pusat secara nasional dan menyeluruh, dengan urusan publik dalam aspek mua’mallah (sosial kemasyarakatan). Penegasan ini mengingat ada aspek hubungan sosial keagamaan yang juga berkaitan dengan bidang pendidikan, ekonomi, budaya dan lingkungan yang merupakan tanggung jawab bersama dan menjadi urusan wajib pemerintah daerah. Batasan tersebut dapat dilakukan melalui revisi Undang-undang Pemerintahan Daerah maupun menambahkan dalam bagian “Penjelasan” UU dimaksud.
Hak Cipta Musik dan Keadilan Bagi Pencipta Sri Ajeng Sukmawati; Zamroni Abdussamad; Mohamad Hidayat Muhtar
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1843

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaturan dan implikasi hukum terkait pelanggaran royalti musik dalam performing rights di Indonesia dengan menyoroti dinamika regulasi, kelembagaan, serta praktik penegakannya. Fokus utama diarahkan pada analisis kewajiban pembayaran royalti terhadap pemanfaatan musik dalam ruang publik, baik secara langsung maupun melalui media digital, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta serta Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021. Kajian normatif yang digunakan menelusuri ketidaktegasan pengaturan tentang pihak yang bertanggung jawab, dualisme kewenangan antara LMK dan LMKN, serta kelemahan prosedural seperti kewajiban mediasi yang kerap diabaikan. Analisis terhadap beberapa kasus menunjukkan bahwa pelanggaran performing rights dapat menimbulkan konsekuensi perdata, administratif, dan pidana, yang seluruhnya bertujuan menjaga nilai ekonomi karya serta memberikan perlindungan yang layak bagi pencipta. Pengaruh perjanjian internasional, terutama Konvensi Bern, TRIPS, dan WIPO Copyright Treaty, menjadi landasan penting yang memperkuat urgensi harmonisasi regulasi nasional dengan standar global. Kajian ini menegaskan perlunya reformasi menyeluruh terhadap tata kelola royalti musik untuk mencapai sistem yang adil, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan industri kreatif.
UPAYA PEMBELAAN DIRI DALAM PERSPEKTIF PERSAMAAN DI HADAPAN HUKUM Supriyadi Arief; Mohamad Hidayat Muhtar; Geofani Milthree Saragih
Jurnal Yudisial Vol. 16 No. 1 (2023): NIETIG
Publisher : Komisi Yudisial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29123/jy.v16i1.475

Abstract

Perbedaan perlakuan di depan hukum masih terjadi, misalnya pada dua kasus pembelaan diri yang dialami oleh MIB dan ZA. Satu kasus dihentikan oleh kepolisian, sedangkan pada kasus lainnya tidak dijadikan sebagai pertimbangan hukum. Pada Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Kpn, persoalan tindakan pembelaan diri dalam perspektif persamaan di hadapan hukum, serta proses penyelesaiannya melalui keadilan restoratif menjadi bermasalah. Metode penelitian yang digunakan merupakan jenis penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undang dan kasus. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan proses hukum dalam kasus pembelaan diri yang dialami oleh MIB dan ZA tidak mencerminkan adanya persamaan di hadapan hukum. Intervensi terhadap salah satu kasus, yakni kasus MIB dan adanya klasifikasi tertentu yang ditetapkan dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/8/VII/2018 dan Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 menyebabkan upaya keadilan restoratif tidak dapat dijalankan pada proses penyidikan dan penuntutan di kasus ZA. Hal ini juga ditambah dengan penafsiran hakim yang keliru terhadap unsur pembelaan diri ZA, yang tidak mempertimbangkan ancaman pelecehan dan pemerkosaan terhadap kekasih ZA. Upaya mengakomodir keadilan restoratif melalui Putusan Nomor 1/Pid.SusAnak/2020/PN.Kpn merupakan upaya terakhir yang dapat dilakukan oleh pengadilan dalam proses peradilan. Tindakan pembelaan diri yang dilakukan oleh seseorang seharusnya dapat menerapkan konsepsi keadilan restoratif. Namun, hal tersebut masih belum dapat diterapkan sepenuhnya dan secara komprehensif.
Co-Authors Adnan, Raihan Sahrul AH. Asari Taufiqurrohman Ahmad Ahmad Ahmad Ahmad Amer, Nabih Andi Bau Mallarangeng Anna Triningsih Apripari, Apripari Arief Fahmi Lubis Awad Al Khalaf BAKUNG, Dolot Al Hasni Bendriss, Halima Beni Setiawan Benseghir, Mourad Bentria, Maamar Bintang Idrus, Muhammad Ch. Thalib, Mutia Chami Yassine Chinatra Manoppo, Mohammad Raphael Deby Fatria Ntobuo Dede Agus Dian Ekawaty Ismail Dian Mentari Gobel Diharjo, Nugroho Noto Dolot Alhasni Bakung Dungga, Weny A Enny Agustina Erman I. Rahim Erman I. Rahim Farida Tuharea Fathullah Fathullah Fence M Wantu Fenty U. puluhulawa Fitran Amrain Fitran Amrain Geofani Milthree Saragih Geofani Milthree Saragih Grenaldo Ginting Huruji, Rahmat I Rahim, Erman Irma Suryani Irsan Irsan Rahman, Irsan Janwar Hippy Jaya, Belardo Prasetya Mega Jufryanto Puluhulawa Julius T Mandjo Julius T. Mandjo Lahmado, Novia Grace Luh Putu Vera Astri Pujayanti M Mongdong, Novita Mamu, Karlin Z Mantali, Avelia Rahma Y. Meinarni, Ni Putu Suci Mexsasai Indra Misnah Irvita Moh. Arpat Rasyid Moh. Ihsan Husnan Moh. Ihsan Husnan Moha, Rivaldi Mohammad Syafril Rinaldy hulalata Moodoeto, Fayza Khairunnisa Muhamad Khairun Kurniawan Kadir Muhamad Rusdiyanto Puluhuluwa Mustapa, Muhammad Iqbal Mutia Cherawaty Thalib Nabih Amer Naue, Karmila Ngabito, Rafyanka Ivana Putri Nijam Hiliwilo Nirwan Junus Novendri M Nggilu Nugrahayu, Zainun Zakya Nur Mohamad Kasim Nurkhalifah Kaharu, Siti Nursyahbani Komendangi, Rivanka Amelia Nurul Fazri Elfikri Nuvazria Achir Nuvazria Achir Pakaja, Rahman Pakaya, Dian Paputungan, Mardiono Pham, Thanh Nga Pujayanti, Luh Putu Vera Astri Puluhulawa, Moh Rusdiyanto U Putri, Viorizza Suciani Rahman, Aprilinda RAHMAT SETIAWAN Rahmat Teguh Santoso Gobel Raihan Sahrul Adnan Razak, Askari Rio Akmal Syahbana Rivera, Kevin M Rivera, Kevin M. Rusdiyanto U Puluhulawa, Mohamad Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saharuddin Saragih, Geofani Milthree Siburian, Henry Kristian Sofyan Piyo Sofyan Piyo Sofyan Piyo Sri Ajeng Sukmawati Sri Nanang Meiske Kamba Sri Nurnaningsih Rachman Sri Olawati Suaib Suciani Putri, Viorizza Supriyadi Arief Suwitno Yutye Imran Swarianata, Vivi Umar, Supriandi Utama, Liza Vica Jillyan Edsti Saija Wenny Almoravid Dungga Weny A Dungga Weny Almoravid Dungga Wiwik Widyo Widjajanti Yassine, Chami Yogi Muhammad Rahman Yuniar Supu Yustiana Yustiana, Yustiana Yusuf, Arni Zainal Abdul Aziz Hadju Zainal Abdul Aziz Hadju Zainal Hadju Zainun Zakya Nugrahayu Zamroni Abdussamad Zamroni Abdussamad Zerara, Aouatef