p-Index From 2021 - 2026
8.154
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SAINS MEDIKA : JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN Jurnal Kedokteran Syiah Kuala Jurnal Anestesi Perioperatif Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Damianus Journal of Medicine Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Majalah Obstetri dan Ginekologi Majalah Kedokteran Sriwijaya Jurnal Keperawatan Sriwijaya Biomedical Journal of Indonesia Paediatrica Indonesiana JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan IJEMS (Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability) Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology (Majalah Obstetri dan Ginekologi Indonesia) SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE Jurnal Biomedika dan Kesehatan Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Ners Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Sriwijaya Journal of Surgery Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Majalah Kesehatan Indonesia Cendekia Medika : Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja CRJIM (Clinical and Research Journal in Internal Medicine) Journal of Community Development Archives of The Medicine and Case Reports Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) PHARMACOLOGY, MEDICAL REPORTS, ORTHOPEDIC, AND ILLNESS DETAILS (COMORBID) Journal of Anesthesiology and Clinical Research Lentera Perawat Majalah Anestesia & Critical Care (MACC) JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Neurona Multidisciplinary Indonesian Center Journal Stetoskop : The Journal Of Health Science Journal of Multidisciplinary Academic and Practice Studies Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Metanol Air Buah Kurma Ajwa (Phoenix Dactylifera) terhadap Berat, Histologi Epididimis, Dan Morfologi Spermatozoa Tikus Jantan (Rattus Norvegicus) Fitri Nurjanah; Salni; Legiran
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat infertilitas laki-laki diseluruh dunia berkisar 2,5 sampai 12% dan lebih dari 30 juta pria dunia tidak subur. WHO menyatakan lebih dari 50% penyebab infertlitas pihak pria yang terbesar disebabkan faktor semen. Buah kurma ajwa (Phoenix dactylifera) mampu mengobati infertilitas karena memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan gonadotropik. Tujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa terhadap berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus).Penelitian ini eksperimental menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 25 sampel tikus putih jantan dengan diberi perlakuan ekstak, fraksi metanol air kurma ajwa dan CMC 1% (kontrol) selama 35 hari, selanjutnya di ambil organ epididimisnya untuk dilakukan penimbangan organ, histologi dan penambilan semen. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan berat epididimis, tebal epitel epididimis dan morfologi spermatozoa dibandingkan kelompok kontrol. Fraksi metanol air dengan dosis 300mg/kgBB mempunyai pengaruh paling kuat. Disimpulkan bahwa ekstrak dan fraksi metanol air kurma ajwa (Phoenix dactylifera) dapat meningkatkan berat, histologi epididimis dan morfologi spermatozoa.
Hubungan Polimorfisme Gen XRCC1 Arg399Gln terhadap Kejadian Kanker Serviks pada Wanita Ras Melayu Mega Sary; Legiran; Mgs. Irsan Saleh
Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim, suatu daerah yang terletak pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim, letaknya antara rahim (uterus) dan liang senggama atau vagina. Insiden terjadinya kanker serviks dipengaruhi oleh Human Papiloma Virus (HPV), usia, usia terlalu muda berhubungan seksual, paritas, riwayat keluarga dan RAS. Gen XRCC1 sebagai perancah dalam BER yang terlibat dalam membantu memperbaiki kesalahan-kesalahan selama replikasi DNA serta menjaga integritas genom. Single Nukleotida Polymorphism (SNP) di XRCC1 telah dikaitkan dengan pengembangan yang terjadi pada kanker serviksyang dapat mengurangi aktivitas perbaikan DNA, meningkatkan terjadinya mutasi sehingga kerentanan terhadap kanker. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah hubungan polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dengan kejadian kanker serviks. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain case-controldengan jumlah sampel sebanyak 35 orang wanita kanker serviks dan 35 orang wanita normal yang setiap sampel memiliki RAS melayu Jambi. Identifikasi polimorfisme gen XRCC1 Arg399Gln dilakukan dengan teknik PCR-RLFPamplifikasi dengan primer spesifik yang digunakan untuk melihat mutagenesis. Hasil analisis dengan uji Chi-Squaregenotipe G/G (Wild Type), G/A (Mutant Heterozigot) dan G/A (Mutant Heterozigot) terhadap kanker serviks nilai ρ = 0,032 (OR : 10.074 ; CI : 1,186 -85,570). Kesimpulan ada hubungan polimorfisme genotip gen XRCC1 Arg399Glnterhadap kejadian kanker serviks pada wanita RAS Melayu Jambi.
Hubungan Kadar Serum Klotho dengan Kejadian Preeklamsia (Association of Serum Klotho Levels With The Incidence of Preeclampsia) Martinova, Vera; Legiran, Legiran; Yusrizal, Ferry
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.298 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5174

Abstract

Preeklamsia merupakan penyakit multifaktorial yang memiliki berbagai faktor risiko, diantaranya usia ibu, jumlah anak (paritas) dan riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelumnya. α-Klotho (KL) larut lebih tinggi pada wanita hamil dibandingkan dengan wanita tidak hamil. Namun, Preeklamsia bersama dengan bayi kecil untuk usia kehamilan dikaitkan dengan tingkat yang lebih rendah dari normal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar serum Klotho dengan kejadian preeklamsia. Penelitian ini merupakan penelitian case control yang bertujuan untuk melihat hubungan kejadian preeklamsia dengan kadar serum KL pada ibu hamil dengan preeklamsia yang dibandingkan dengan kehamilan normal. Sebanyak 62 responden, pengumpulan sampel dilakukan pada bulan April-Juli 2020, dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 31 sampel pada kasus dan kontrol yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian ini didapatkan rerata kadar serum KL pada ibu hamil preeklamsia lebih rendah dibandingkan rerata kadar serum KL pada control, dari hasil tersebut ditemukan bahwa kadar serum KL menurun pada ibu dengan preeklamsia jika dibandingkan dengan ibu hamil normal. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara kadar serum KL dengan kejadian preeklamsia dengan nilai p = 0,024
Hubungan Polimorfisme Gen GAS6 (834+7G/A) dengan Kejadian Preeklamsia Dwi Ariska; Legiran Legiran; Ferry Yusrizal
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.808 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i12.5042

Abstract

Preeklamsia (PE) adalah kelainan multisistem spesifik padakehamilan yang ditandai oleh timbulnya hipertensi dan protein uria setelah umur kehamilan 20 minggu. Kelainan ini dianggap berat jika tekanan darah dan protein uria meningkat secara bermakna atau terdapat tanda-tanda kerusakan organ termasuk gangguan pertumbuhan janin. Faktor predisposisi dari Preeklamsia yaitu usia, paritas, status sosial ekonomi, genetik, komplikasi obtsetrik dan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Tetapi mekanisme yangmendasari patogenesis PE masih belum diketahui, Sehingga disfungsi endotel vaskular, aktivasi platelet, proses inflamasi dan koagulopatik yang saling terkait dianggap bertanggung jawab atas patogenesis PE. GAS6 mengerahkan aksi biologisnya dengan mengikat ketiga reseptor tirosinkinase dari keluarga TAM (Tyro-3 / Axl / Mer). GAS6 memberika efek anti-inflamasi dalam sel endotel (Endothial cel /EC). Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol (case control) yang bertujuan untuk melihat seberapa jauh pengaruh polimorfisme GAS6 (834 + 7G / A) dengan kejadian preeklamsia. Sebanyak 110 subjek dilibatkan dalam penelitian ini, pengumpulan sampel dilakukan pada bulan Februari-Agustus 2020, dengan jumlah sampel masing-masing sebanyak 55 sampel kasus dan 55 sampel control yang telah memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara polimorfisme genotip gen GAS6 (834+7G/A) dengan kejadian preeklamsia, dengan nilai p-value 0,020, OR 2,528 dan CI 95% lower 1,152-5,548 upperserta terdapat hubunganantara alel gen GAS6 (834+7G/A) dengan kejadian preeklamsia, dengan nilai ρ-value 0,011, odd ratio (OR) 2,065 dan confidence interval (CI) 95% dengan batas bawah (lower)1,175 dan batas atas (upper)3,629
Peran Polimorfisme Gen Gas6 C.834 + 7aa Pada Preeklamsia dan Normotensif di Kota Palembang Ariani Susanti; Legiran Legiran; Yusuf Effendi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.09 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8038

Abstract

Pendahuluan : Preeklamsia (PE) adalah sindrom multi sistemik yang ditandai dengan kerusakan endotel umum, sehingga berdampak negatif pada hampir semua organ wanita preeklamsia, termasuk potensi untuk mempengaruhi terjadinya penyakit kardiovaskular dan ginjal di masa depan bahkan beberapa dekade setelah kejadian penyakit. Polimorfisme GAS6 akan menghasilkan perbedaan dalam tingkat GAS6 yang dapat mempengaruhi regulasi atherogenesis atau aktivasi sel endotel dan sel otot polos pembuluh darah oleh protein ini. Tujuan : Membuktikan peran polimorfisme gen GAS6 c.834 + 7AA pada preeklamsia di kota Palembang dengan mengidentifikasi polimorfisme gen GAS6 c.834 + 7AA pada kehamilan preeklamsia dan normotensif di Kota Palembang dan menganalisis hubungan antara polimorfisme gen GAS6 c.834 + 7AA dengan preeklamsia di Kota Palembang. Metode : Desain penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain case control study dengan Teknik consecutive sampling (1:2) yang melibatkan 117 sampel yang memenuhi kriteria inklusi (39 sampel sebagai case group dan 78 sampel sebagai control group). Sampel darah dan data dilakukan di Laboratorium Bioteknologi FK Unsri Palembang. Analisis statistik tes normalitas data menggunakan Uji Shapiro-Wilk pada case group (39 sampel), dan Uji Kolmogorov-Smirnov pada control group (78 sampel), Uji Chi Square digunakan untuk menganalisis hasil observasi terdapat hubungan yang signifikan atau tidak dengan nilai kemaknaan jika p<0,05 dan menggunakan Uji Kolmogorov- Smirnov (uji alternatif table 2 x K) jika p>0,05 dan dilakukan Analisa Odds Ratio (OR)untuk mengukur kekuatan hubungan antara variabel yang diuji. Hasil penelitian : Dari hasil analisa univariat di dapatkan karakteristik responden usia pada PE mean 28,64 + 7,41 (16-43), normotensif median, minimum-maximum 27,00 (16-40); gravida median, minimum-maximum 3,0 (1-7), normotensif 2,00 (1-6); SBP pada PE 150,00 (140-220), normotensif 110,02 (80-130); DBP pada PE 100,00 (90-130), normotensive 70,00 (60-90). Hasil Analisa Bivariat pada genotip gen GAS6 teridentifikasi polimorfisme gen GAS6 c.834+7AA pada PE (9,1%) pada normotensif (2,6%), secara statistik tidak signifikan (p>0,05). Analisa Odds Ratio (OR) didapatkan kekuatan hubungan antara variable dengan nilai OR = 0,423 95% CI 0,129-1,381. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara polimorfisme gen GAS6 c.834 + 7AA dengan PE di Kota Palembang (p=0,149; OR=0,423, 95% CI =0,129-1,381) artinya alel A merupakan gen kandidat dengan probabilitas untuk PE sebesar 29,7% atau berperan ) protektif untuk varian GAS6 pada PE.
Sensitivity and Specificity Sputum Cytology Examination to Histopathology Examination of Lung Malignancy Suspect Patient in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang M. Afif Heldian Putra; Gama Satria; Dini Rizkie Wijayanti; Legiran; Bermansyah; Ahmat Umar; Aswin Nugraha
Sriwijaya Journal of Surgery Vol. 4 No. 1 (2021): Sriwijaya Journal of Surgery
Publisher : Surgery Department, Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/sjs.v4i1.46

Abstract

Introduction: Incidence of lung cancer highest in Indonesia and the fifth most abundant in female after breast cancer. Lung cancer is first cause of cancer related mortality in male (21.8%) and second cause of cancer related mortality in female (9.1%) after breast cancer (21.4%). The result of study in 100 hospitals in Jakarta showed that lung cancer was the most abundant in male and forth in female. The sputum cytology in lung cancer is an initial examination for diagnosis. The sputum cytology examination is a simple, accurate, cheap and non-invasive for initial diagnosis of lung disease including lung cancer. Methods: This study targeted lung malignancy suspect patient with sputum cytology examination in Dr. Mohammad Hoesin Hospital Palembang. The inclusion criteria were patients who will have a surgery and histopathology examination, patient >17 years old, patient that willingly take part in this research. The exclusion criteria were patient with sputum that can’t be retrieved. This study was using Cross Sectional method. The measurement of sensitivity and specificity of sputum cytology to histopathology examination calculated with Thornier-Remain formula. Results: The lung cancer patient found most in category of > 40 years (63.6%), male and smoking (77.3%). The sputum cytology’s result highest in non-malignancy (86.4%) and the histopathology examination’s result highest in malignancy (72.7%). Sensitivity of sputum cytology in this study is 28.75% and the specificity 100% Conclusion: The sensitivity of sputum cytology in 28.75% shown accuracy of sputum cytology method and specificity in 100% shown how often the sputum cytology method diagnoses the malignancy
Correlation of Serum Vitamin D Levels with the Severity of Diabetic Foot Ulcers in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia Vidro Alif Gunawan; Kemas Muhammad Dahlan; Legiran
Sriwijaya Journal of Surgery Vol. 6 No. 1 (2023): Sriwijaya Journal of Surgery
Publisher : Surgery Department, Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/sjs.v6i1.85

Abstract

Background: Vitamin D has a role in diabetes mellitus. Low levels of vitamin D are associated with the development of diabetic foot infections. Effects of vitamin D supplementation on wound healing, insulin resistance, inflammatory biomarkers, and oxidative stress are mediated by effects on induction of phagocytosis and bacterial killing by macrophages, suppression of interferon-gamma mediating macrophage activation, activation of insulin receptor expression, and downregulation from cytokines. This study aimed to determine the correlation between serum vitamin D levels and the severity of diabetic foot ulcers in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia. Methods: This study was an observational analytics study, where as many as 30 research subjects participated in this study. The study observed vitamin D levels and the severity of diabetic foot ulcers as assessed by the classification of the wound, ischemia, and foot infection (WIfI). Univariate and bivariate data analysis was carried out using SPSS. Results: The results of Sommer's correlation statistical test obtained a value of p = 0.001 (p <0.05) with a correlation strength of r = 0.564, which means sufficient strength (r = 0.40-0.70). This means that the higher the deficiency in serum Vitamin D levels, the higher the degree of WIfI classification experienced. Conclusion: There is a correlation between serum vitamin D levels and the severity of diabetic foot ulcers in Dr. Mohammad Hoesin General Hospital, Palembang, Indonesia.
Ultrasound vs Nerve Conduction Studies: A Comparative Analysis in Carpal Tunnel Syndrome Diagnosis Hasnawi Haddani; Henry Sugiharto; Afriani; Theresia Christin; Legiran; Ferawaty
Bioscientia Medicina : Journal of Biomedicine and Translational Research Vol. 8 No. 12 (2024): Bioscientia Medicina: Journal of Biomedicine & Translational Research
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/bsm.v8i12.1145

Abstract

Background: Carpal tunnel syndrome (CTS) is a prevalent entrapment neuropathy. While nerve conduction studies (NCS) remain the gold standard for diagnosis, ultrasound (USG) offers a non-invasive alternative. This study aimed to compare the diagnostic accuracy of USG and NCS in CTS at Dr. Mohammad Hoesin General Hospital Palembang, Indonesia. Methods: A cross-sectional study was conducted on patients presenting with CTS symptoms. Demographic and clinical data were collected. NCS and USG assessments were performed, blinded to each other's results. USG measurements included the cross-sectional area at the carpal tunnel inlet (CSAc), proximal to the carpal tunnel (CSAp), and the difference between them (∆CSA). Diagnostic accuracy was calculated, and agreement was assessed using Cohen's kappa. Results: A total of 86 wrists from 49 patients were included. The mean age was 52 ± 11 years, with a female predominance (86%). The majority had mild CTS based on NCS (55.8%). USG measurements showed mean CSAc of 13.1 ± 3.5 mm², CSAp of 10.6 ± 3.0 mm², and ∆CSA of 2.5 ± 0.9 mm². ∆CSA had the highest sensitivity (92.2%), specificity (88.9%), and accuracy (91.9%), with substantial agreement with NCS (Kappa = 0.65). Conclusion: USG, particularly using ∆CSA, demonstrates high diagnostic accuracy in CTS, comparable to NCS. It can serve as a valuable tool, especially in settings with limited NCS availability.
Association Of Awkward Wrist Posture With Symptoms of Carpal Tunnel Syndrome In Online Motorcycle Taxi Drivers In Palembang Islamia, Medina Putri; Adnindya, Msy Rulan; Legiran, Legiran; Laeto, Arwan Bin; Hasbi, Alfian
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.8031

Abstract

Carpal tunnel syndrome is a musculoskeletal disorder of the wrist caused by pressure on the median nerve as it passes through the carpal tunnel, resulting in symptoms such as pain, tingling, and numbness. One of the jobs that is at risk of causing CTS complaints is online motorcycle taxi drivers because the awkward posture of the wrist while driving can increase the occurrence of CTS. This research aims to determine there is a relationship between awkward wrist posture and Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) in online motorcycle taxi drivers in Palembang City. This research used a cross sectional method. The data obtained is primary data obtained from interviews using the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) to see Carpal Tunnel Syndrome, and Rapid Upper Limb Assessment (RULA) to measure awkward wrist posture. There is no significant relationship between awkward wrist posture (p=0.487) age (p=0.757), length of service (p=0.928), duration of work (p=0.761) with Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). While BMI has a significant relationship (p=0.043) with Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ). The conclusion is there is no significant relationship between awkward wrist posture and Carpal Tunnel Syndrome based on the Boston Carpal Tunnel Questionnaire (BCTQ) in online motorcycle taxi drivers in Palembang City.
The Role of Systematic Reviews in Hematological Diseases Treatment Kartika, Juspeni; Legiran, Legiran
Clinical and Research Journal in Internal Medicine Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1, May 2024
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.crjim.2024.005.01.08

Abstract

Evidence-based medicine utilizes medical literature to guide clinical decisions, diagnose and treat patients. Practitioners use evidence-based guidelines to support or oppose a medical intervention. Therefore, systematic reviews of high-quality randomized controlled trials are the highest quality reviews, as these investigations are at the top of the hierarchy of evidence-based medicine. In continuing medical education, systematic reviews are used to inform medical interventions that should be used or avoided in order to protect patient safety and improve health services based on evidence5. In addition, systematic reviews produce empirical and focused answers. Regarding the explanation above, the author would like to explain further regarding the role of systematic reviews in therapeutic approaches in the field of hematology.
Co-Authors Abdul, Zabidah Achmad Ridwan, Achmad Ade Dian Anggraini Ade Permana Adinda Adinda Adinda Adnindya, Msy Rulan Afriani Ahmat Umar Alibasyah A. Chakra Andrina, Hana Angella, Gita Ansyori Hatta Ariani Susanti Arwan Bin Laeto Asri Maharani Astuti, Syurmi Aswin Nugraha Ayeshah A Rosdah Baehaqi Bella Ria Astuti Benny Kusuma Bermansyah Bernhard Arianto Purba Bunga Anggreini Sari Chandra, Novy Rosalia Christin, Theresia Danny Amos Tarigan Desi Arlindia Dian Wahyuni Diana Dewi Sartika, Diana Dewi Diana Polania Dini Rizkie Wijayanti Dini Rizkie Wijayanti Dwi Ariska Eddy Mart Salim Eddy Mart Salim, Eddy Mart Edi Susanto Effendi, Kms. Yusuf Efman EU Manawan Efrieni Yusuf Eka Febri Zulissetiana Elvi Sunarsih Erial Bahar Febrianto, Yohanes Ferawaty Ferawaty, Ferawaty Ferry Yusrizal Fitri Nurjanah Fitri Nurjanah Fitriani Fitriani Fredi Heru Irwanto Fredy Ferdinand Carol Furqan Indah Gama Satria Gama Satria Ghanie Abla Hafid Komar Handayani, Sri Harun, Yusril Hasbi, Alfian Henry Sugiharto Indah, Furqan INDRA FRANA JAYA KK Indra, Bima Indrajaya, Taufik Indri Seta Septadina Irfannuddin Irfannuddin Irsan Saleh Irsan Saleh, Muhammad Islamia, Medina Putri Jayawarsa, A.A. Ketut Joneri, Alrahman KAMILA, YURI Kartika, Juspeni Kemas Muhammad Dahlan Kesty, Cindy Kgs. M. Rosyidi Kms Yusuf Effendi Kms. Yusuf Effendi Kurniawan, Didy Layal, Kamalia Lubis, Fadhyl Zuhry M. Afif Heldian Putra M. Zalili Azis Mahardika Putri, Sima Asmara Dewa Marya Malahayati, Putri Martinova, Vera Mediarty Mega Sary Mega Sary Meirisa Rahma Pratiwi Mgs. Irsan Saleh Mgs.Muhammad Irsan Saleh Misnaniarti Misnaniarti Muhammad Arma Muhammad David Riandy Muhammad Hasnawi Haddani Muhammad Ikhsan Kartawinata Muhammad Irsan Saleh Muhammad Reagan MUSTIKA FATIMAH Mutiara Budi Azhar Nadia Maharni Nadya Aviodita Nedya Bellinawati Nopriyati Nova Kurniati Novy Rosalia Chandra Nur Qodir Nur Qodir Nur Riviati, Nur Nurjanah, Fitri Odiesta, Muhammad Ramadhan Okta Emilia Patiyus Agustiansyah Patresia, Retta Pirma I.R.M Precelia Fransiska Puspa Zuleika, Puspa Putri Mirani Qodir, Nur Radema Pranata Rasidi, Syafran Reagen, Muhammad Ria Nova Rico Januar Sitorus Ridho Surya Putra Rika Purnama Sari Rini Nindela, Rini Rizal Sanif Rizal Zainal Rizma Adlia Syakurah Rose Mafiana Safyudin Saleh, Muhammad Irsan Salni Salni Sari, Sagita Darma Sary, Mega Sepiwiryanti, Wika Shafira Irmayati Sima Asmara Dewa Marya Mahardika Putri Siti Nurmaini Siti R. Nanin Siti Rusdiana Puspa Dewi Soenarto Kartowigno Sugiharto, Henry Suly Auline Rusminan Surya Dharma Susila Arita Syifa Alkaf Taufik Indrajaya Taufik Kurrohman Theresia Christin Tri Suciati Tri Suciati Vidro Alif Gunawan Wahyuni, Devi Azri Wardiansah Wardiansah, Wardiansah Wiria Aryanta Yangtjik Yangtjik Yuli Kurniawati Yuniarti, Fifi Yunindyawati Yunindyawati Yuniza Yusni Puspita Yusuf Effendi Yusuf, Khaidir Zakaria Mukalla Zen Hafy Zulkhair Ali Zulkifli