Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI IPAS SEIRING BERJALANNYA WAKTU Assyifa, Mahmada; Pratiwi, Martha Eka Ayu; Hakim, Sulthan Ali; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9985

Abstract

This study aims to analyze the evolution of instructional media in the IPAS subject in line with technological advancements, along with its impact on students’ conceptual understanding. A qualitative approach was employed using a literature review of scientific articles published between 2020 and 2025, sourced from Google Scholar and Garuda. Data analysis was conducted using content analysis techniques to identify types of instructional media and their influence on the IPAS learning process. The findings reveal a transformation of instructional media from conventional forms to digital and advanced technology-based formats, such as interactive applications, video animations, and augmented reality. These developments have a positive impact on improving students’ conceptual understanding, motivation, and engagement, particularly with abstract IPAS content. Technology-based media have proven to be more effective because they provide concrete and interactive visualizations. However, their implementation is still hindered by limitations in infrastructure and teacher skills. Therefore, it is necessary to strengthen teachers’ competencies in developing and utilizing innovative learning media to make IPAS learning more effective and meaningful.
Unplugged Coding Sebagai Strategi Penguatan Keterampilan Pengurangan Siswa Sekolah Dasar Naswa Tatbita Salsa Bila Naswa; Elvia Ardianti Ningrum Elvia; Kelvin Yayang Andaresta Kelvin; Surayanah Surayanah
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 2 No. 3: Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran pengurangan pada siswa kelas awal sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, terutama terkait pemahaman konsep dan keterampilan proses pengurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unplugged coding sebagai strategi penguatan keterampilan pengurangan siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan dominasi kuantitatif dan desain pra-eksperimen one-group pretest–posttest, yang diperkaya dengan data kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 6 siswa kelas I SD Negeri 1 Tanggung Kota Blitar yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil observasi awal dan tes diagnostik. Penerapan pembelajaran dilaksanakan melalui aktivitas unplugged coding berupa gerak terstruktur, simulasi transaksi sederhana, dan permainan papan berbasis aturan logis selama tiga pertemuan. Data kuantitatif diperoleh melalui tes kemampuan pengurangan, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui observasi keterampilan pengurangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pengurangan siswa, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata skor dari 56,7 pada pretest menjadi 78,3 pada posttest. Selain itu, hasil observasi menunjukkan perkembangan keterampilan siswa dalam mengikuti urutan langkah, merepresentasikan pengurangan secara konkret dan simbolik, serta menjelaskan proses pengurangan secara logis. Temuan ini menunjukkan bahwa unplugged coding efektif sebagai strategi pembelajaran untuk memperkuat keterampilan pengurangan siswa sekolah dasar.
MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DALAM MENDORONG KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DI ABAD KE-21 Sari, Keisya Dini Milan; Huda, Muchammad Survy Nur; Dwihanti, Nadine Qothrunnada; Firmansyah, Nezhatian Adi; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10692

Abstract

The rapid development of digital technology in the 21st century has brought about a significant shift in the educational landscape, particularly in the use of media as a support for the learning process. This article aims to examine the extent to which digital learning media contribute to fostering learner autonomy. This study is built upon a literature review approach by analyzing 15 relevant scholarly sources, including recent journals and academic publications. The analytical technique employed is content analysis, which is used to identify key concepts, recurring patterns, and the interconnections between digital learning media and students’ learning autonomy. The findings reveal that digital learning media hold substantial potential in accelerating learning autonomy through flexible access, interactive learning experiences, and content that aligns with individual needs. The presence of digital media opens opportunities for learners to manage their learning pathways independently, from planning stages to evaluating learning outcomes. However, its effectiveness does not stand alone it is strongly influenced by the precision of the instructional design implemented, the readiness and competence of teachers as facilitators, as well as the availability of technological infrastructure and adequate digital literacy levels. Without well-crafted and measurable pedagogical planning, digital media risk being reduced to merely passive channels of information delivery. Therefore, the use of digital media in learning must be designed strategically and contextually to truly serve as a catalyst for optimal student learning autonomy amid the rapid current of digital transformation. ABSTRAK Pesatnya perkembangan teknologi digital di era abad ke-21 telah menghadirkan pergeseran yang cukup fundamental dalam lanskap pendidikan, terutama dalam hal pemanfaatan media sebagai penunjang proses pembelajaran. Artikel ini hadir dengan tujuan untuk menelaah sejauh mana media pembelajaran digital berperan dalam mendorong tumbuhnya kemandirian belajar pada diri peserta didik. Kajian ini dibangun di atas pendekatan studi literatur dengan menelaah 15 sumber ilmiah yang dipandang relevan, mencakup jurnal-jurnal serta publikasi akademik mutakhir. Adapun teknik analisis yang diterapkan adalah analisis isi, yang difungsikan untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, pola yang berulang, serta keterkaitan yang terjalin antara media pembelajaran digital dan kemandirian belajar peserta didik. Hasil kajian mengungkapkan bahwa media pembelajaran digital menyimpan potensi yang sangat besar dalam mengakselerasi kemandirian belajar, yakni melalui kemudahan akses yang fleksibel, pengalaman belajar yang interaktif, serta kesesuaian konten dengan kebutuhan masing-masing individu. Kehadiran media digital membuka peluang bagi peserta didik untuk mengelola perjalanan belajar mereka secara otonom, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi hasil belajar. Meski demikian, efektivitasnya tidak berdiri sendiri ia sangat dipengaruhi oleh kecermatan desain pembelajaran yang diterapkan, kesiapan dan kompetensi guru sebagai fasilitator, serta ketersediaan infrastruktur teknologi dan tingkat literasi digital yang memadai. Tanpa perencanaan pedagogis yang matang dan terukur, media digital berisiko tereduksi menjadi sekadar kanal penyampai informasi yang pasif. Atas dasar itulah, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran perlu dirancang secara strategis dan kontekstual agar benar-benar mampu menjadi katalisator kemandirian belajar peserta didik secara optimal di tengah derasnya arus transformasi digital.
EFEKTIVITAS MEDIA PEMBELAJARAN TIGA DIMENSI (3D) DALAM MENDUKUNG INOVASI PEMBELAJARAN DI ERA DIGITAL Farikha, Kamila Salma; Kusumaningrum, Nabila El Shafira Aghnia; Naqiya, Muhammad Fathikun; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10823

Abstract

Advances in digital technology have spurred the emergence of various learning innovations aimed at improving the quality of the learning process. One widely used innovation is three-dimensional (3D) learning media, as it can present objects in a more concrete, realistic, and interactive manner compared to conventional media. This study aims to analyze the effectiveness of three-dimensional learning media in supporting learning innovations in the digital age. The study employed a literature review method by examining various relevant journals, books, and scientific articles from 2022 to 2026. Data were analyzed based on aspects of conceptual understanding, learning outcomes, motivation, student engagement, and the application of 3D media across various subjects. The findings indicate that 3D learning media is effective in enhancing students’ conceptual understanding, particularly for abstract topics, as it provides more realistic and easily understandable visualizations. Additionally, 3D media has also been proven to enhance student motivation, engagement, and learning outcomes in science, mathematics, and civic education. The integration of technologies such as Augmented Reality (AR) and Virtual Reality (VR) further strengthens the effectiveness of 3D media by providing a more interactive, engaging, and meaningful learning experience. However, the implementation of 3D media still faces challenges in the form of limited resources and teachers’ readiness to manage technology-based learning. Therefore, the use of 3D learning media needs to be optimally designed to support effective, innovative learning that is relevant to the demands of the digital age. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong munculnya berbagai inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar. Salah satu inovasi yang banyak digunakan adalah media pembelajaran tiga dimensi (3D) karena mampu menyajikan objek secara lebih konkret, realistis, dan interaktif dibandingkan media konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran tiga dimensi dalam mendukung inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan pada rentang tahun 2022–2026. Data dianalisis berdasarkan aspek pemahaman konsep, hasil belajar, motivasi, keterlibatan siswa, serta penerapan media 3D pada berbagai mata pelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa media pembelajaran 3D efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa, terutama pada materi yang bersifat abstrak, karena mampu menghadirkan visualisasi yang lebih nyata dan mudah dipahami. Selain itu, media 3D juga terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS, matematika, maupun PPKn. Integrasi teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) semakin memperkuat efektivitas media 3D karena memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, menarik, dan bermakna. Namun, implementasi media 3D masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran 3D perlu dirancang secara optimal agar mampu mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan era digital.  
STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR Wardhani, Intan Ardian; Az-zahra, Merista Ayu; Huda, Muchammad Survy Nur; Ardiansyah, Muhammad; Muson, Muhammad; Surayanah, Surayanah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.10824

Abstract

This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.    
Implementasi Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Materi Daur Hidup Hewan pada Siswa Kelas III Sekolah Dasar Siti Robiah Adawiyah; Surayanah Surayanah
Jurnal Pembelajaran dan Riset Pendidikan Vol 6 No 2 (2026): Volume 6, Nomor 2, April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jprp.v6i2.2657

Abstract

Peneltian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran di kelas. Tujuannya adalah mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) pada materi daur hidup hewan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek 20 siswa kelas III SDN Kaweron 01. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persiapan pembelajaran, termasuk penyusunan RPP dan media permainan, telah dilakukan dengan baik. Pelaksanaan TGT yang meliputi penyajian materi, pembentukan tim, kerja sama kelompok, permainan, turnamen, dan pemberian apresiasi berjalan efektif. Dampaknya menunjukkan hasil yang positif. Siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran dan menunjang keterampilan kolaborasi melalui kerja sama dalam kelompok, serta mendukung pemahaman siswa terhadap materi daur hidup hewan. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti dominasi siswa tertentu, siswa pasif, dan keterbatasan waktu. Secara keseluruhan, TGT efektif meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mengasah keterampilan abad ke-21, khususnya keterampilan kolaborasi siswa di sekolah dasar. Kata Kunci: Daur Hidup Hewan, Pembelajaran Kooperatif,Team Games Tournament
ANALISIS PERAN ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN EMOSI ANAK Mahmada Assyifa; Muhammad Yahya Maulida Fahmi; Nabilah Khoirrun Nisak; Nadia Dwi Insani; Najwa Salsabila Putri Purwagita; Surayanah Surayanah
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.10793

Abstract

Emotional development in children is a crucial aspect that determines their future social intelligence and psychological well-being. Nevertheless, emotional regulation issues in children are still frequently encountered due to a lack of parenting synergy between the family and school environments. This study aims to analyze the roles and forms of collaboration between teachers and parents in supporting children's emotional development. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. The research stages include data collection through participatory observation at school, in-depth interviews with teachers and parents, and documentation study, which are then analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that parents play a foundational role in laying the groundwork for a sense of security, providing affection, and acting as the primary role models for emotional regulation at home. Meanwhile, teachers act as facilitators who manage and train children's socio-emotional skills within the context of structured group dynamics at school. The main conclusion of this study is that children's emotional development will reach an optimal level when there is consistent two-way communication and alignment of guidance strategies between the school and the family. ABSTRAK Perkembangan emosi pada anak merupakan aspek krusial yang menentukan kecerdasan sosial dan kesejahteraan psikologis mereka di masa depan. Meskipun demikian, masih sering ditemukan masalah regulasi emosi pada anak akibat kurangnya sinergi pola asuh antara lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serta bentuk kolaborasi antara guru dan orang tua dalam mendukung perkembangan emosi anak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data melalui observasi partisipatif di sekolah, wawancara mendalam terhadap guru dan orang tua murid, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memegang peran fondasional sebagai peletak dasar rasa aman, pemberi afeksi, dan teladan utama regulasi emosi di rumah. Sementara itu, guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola dan melatih keterampilan sosial-emosional anak dalam konteks dinamika kelompok yang terstruktur di sekolah. Simpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa perkembangan emosi anak akan mencapai tingkat optimal ketika terdapat komunikasi dua arah yang konsisten serta keselarasan strategi pendampingan antara pihak sekolah dan keluarga.  
Analisis Kondisi Psikologis Siswa dalam Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Ditinjau dari Kesiapan Belajar, Kualitas Pembelajaran, dan Dukungan Lingkungan di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar Rifatul Mahfida; Talitha Salsabila; Imel Rahmatul Alami; Siregar Trisnanda Aprilio; Surayanah Surayanah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 3 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i3.4328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap kondisi psikologis siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang diperkuat dengan data kualitatif melalui wawancara. Subjek penelitian terdiri atas 28 siswa kelas VI dan satu guru kelas di SDN 1 Tanjungsari Kota Blitar. Instrumen yang digunakan berupa angket skala Likert yang telah melalui proses pembalikan skor pada pernyataan negatif serta pedoman wawancara semi-terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek psikologis, tekanan lingkungan, dan dampak pelaksanaan TKA berada pada kategori tinggi, aspek kesiapan belajar berada pada kategori sangat tinggi, sedangkan aspek pembelajaran berada pada kategori rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa tidak mengalami tekanan psikologis yang signifikan dalam menghadapi TKA. Hasil wawancara memperkuat temuan tersebut bahwa siswa tidak mengalami stres berlebihan meskipun terdapat ketidaksesuaian antara ekspektasi siswa dan tingkat kesulitan soal. Dukungan dari orang tua dan guru serta strategi pembelajaran yang adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi psikologis siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa TKA tidak selalu berdampak negatif, melainkan dapat menjadi evaluasi yang konstruktif apabila didukung oleh lingkungan belajar yang kondusif.
Pengembangan Soal Numerasi Berorientasi AKM Berbasis Cagar Budaya Blitar untuk Kelas V Sekolah Dasar Miftakhul Hanifa; Surayanah Surayanah
FONDATIA Vol 10 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v10i2.6105

Abstract

The low availability of AKM-oriented numeracy items in elementary schools, as reflected in the results of PISA 2022, TIMSS 2023, and Rapor Pendidikan 2025, indicates the need to develop assessment instruments that are more contextual and relevant. This condition is reinforced by the results of needs questionnaires, interviews, and observations at SDN Kesamben 07 and SDN Kesamben 04, which showed that all 41 students stated that they needed an AKM-oriented numeracy assessment instrument. This study aims to develop AKM-oriented numeracy items based on Blitar cultural heritage for fifth-grade elementary school students that are valid, practical, and have good item quality. This study employed a research and development method using the Borg and Gall model implemented through 10 stages. The research subjects included 44 students at the preliminary trial stage, 41 students at the field trial stage, and 61 students at the operational field testing stage at SDN Kesamben 04, SDN Kesamben 07, and SDN Kesamben 06. Data were obtained through interviews, observations, questionnaires, item responses analyzed for each item, and documentation. The results showed that the product obtained a validity percentage of 95.31% in the very valid category, and instrument expert validation of 92.18% in the very valid category. Practicality according to teachers increased consistently across the three stages, with an average percentage of 96.25% in the very practical category, while practicality according to students reached an average percentage of 92.58% in the very practical category. The item analysis conducted in stages produced 29 final items that met all feasibility criteria. Thus, the 29 developed items have met the criteria of validity, practicality, and good item quality as a numeracy assessment instrument. This study contributes theoretically to the development of AKM numeracy assessment instruments and practically recommends the use of local culture-based assessments aligned with the Kurikulum Merdeka. In addition, this study opens opportunities for further studies on the effectiveness of the product at other educational levels and in different cultural heritage contexts.
Pengaruh Media Pazar terhadap Pemahaman Konsep dan Karakter Mandiri Materi Peredaran Darah Manusia pada Siswa Kelas V SD Gabby Andriana Puspitasari; Surayanah Surayanah; Surayana Surayana
FONDATIA Vol 10 No 2 (2026): JUNI
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/fondatia.v10i2.6140

Abstract

This study was motivated by students’ low conceptual understanding and independent character in science learning, particularly on the topic of human blood circulation in fifth grade of elementary school. The abstract nature of the material, along with still-conventional learning practices, causes students to experience difficulties in understanding concepts in depth and to demonstrate low learning independence. This study aims to analyze the effect of PAZAR media (Augmented Reality-based Puzzle) on students’ conceptual understanding and independent character. This study employed a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design in the experimental class and the control class. Data were collected through a conceptual understanding test and an independent character questionnaire, and were then analyzed using a paired sample t-test and MANOVA after fulfilling the prerequisite tests of normality and homogeneity. The results showed that PAZAR media had a significant effect on students’ conceptual understanding (0.000 < 0.05), students’ independent character (0.002 < 0.05), as well as simultaneously on both based on the MANOVA test (0.000 < 0.05). The conclusion of this study confirms that PAZAR media has an effect on improving students’ conceptual understanding and independent character on the topic of human blood circulation. These findings contribute to the development of innovative learning media that support the strengthening of students’ cognitive and character aspects in science learning in elementary school.
Co-Authors Abidah, Dina Nur Ahmad Saifudin Ahmad Syawaludin Al Farizza, Rifqi Amalia, Fany Febriana Anggraini, Dhaina Listia Dwi Assyifa, Mahmada Az-zahra, Merista Ayu Bintarti, Lilik Cahyani, Fitriana Kurnia Cahyaningrum, Elaesa Putri Indah Cholida, Nur Dadari, Agung Wahid Surya Dani Irawan Dinmas Surya Birru Walidain Dwihanti, Nadine Qothrunnada Elvia Ardianti Ningrum Elvia Esti Untari Faadilah, Fatwa Fadhillah, Ahzalia Zulfiqi Farikha, Kamila Salma Fauziah, Aisyah Hanif Febianti, Naina Fitri Fikriyah, I'anah El Firmansyah, Nezhatian Adi Gabby Andriana Puspitasari Hakim, Sulthan Ali Hardhita, Rizki Septa Hidayah, Farihatul Huda, Muchammad Survy Nur I Wayan Dasna I Wayan Sadia I Wayan Suastra Imam Rofiki Imandia Nisai Nabila Imel Rahmatul Alami Jannah, Aisyahna Rizqita Nur Jihan Ayu Fame Liasari Kelvin Yayang Andaresta Kelvin Khusnul Khotimah khusnul khotimah Kirana, Rida Nanda Kurnia, Isnatul Kurniawan, Fika Habib Kusumaningrum, Nabila El Shafira Aghnia Latifah, Lia Lestariningsih Lestariningsih Lestariningsih Lestariningsih Lewa Karma Lilik Bintartik Listiawan, Danang Luqmana, Annisa Anggun M. Anas Thohir M. Zainuddin M. Zainuddin Mahmada Assyifa Maulidiawati, Tasya Miftakhul Hanifa Mirayanti Mirayanti Mirayanti Mirayanti, Mirayanti Mohammad Zainuddin, Mohammad Mohammad Zainudin Muhammad Ardiansyah Muhammad Yahya Maulida Fahmi Muhammad Zainuddin Muson, Muhammad Nabilah Khoirrun Nisak Nadia Dwi Insani Najwa Salsabila Putri Purwagita Naqiya, Muhammad Fathikun Naswa Tatbita Salsa Bila Naswa Ni Luh Sakinah Nuraini Nisaa, Roisatun Nur'aini, Ayunda Sekar Oksa Falaza Oktaviani Adhi Suciptaningsih Oktaviani, Reynata Pramudya, Stansa Senia Pratiwi, Martha Eka Ayu Puguh Darmawan Pusporini, Henny Putpitasari, Devi Restu Putra, Kevin Ravendra Henitto Putri, Anandha Noviyanti Putri, Marsanda Avilia Putri, Melvina Khahanaya Rahmadani, Hesti Rahmawati, Isna Rizkita Ramadhani, Octa Ramila, Audiza Asssyifa Ramila, Audiza Assyifa Ratna Lestari Reynata Oktaviani Rifatul Mahfida Rika Mellyaning Khoiriya Rizky, Teddyanti Ummi Salsabilla, Khurun Lailatus Salma Sani, Mutiara Sari, Keisya Dini Milan Setyaningrum, Lailatul Nur Abidah Sigit Wibowo Siregar Trisnanda Aprilio Siti Mas’ula Siti Robiah Adawiyah Slamet Arifin Sri Rahyuni Sri Untari Sulistiana Dyah Kartika Putri Surayana Surayana Talitha Salsabila tartik, Lilik bin Tohir, M. Anas Wardhani, Intan Ardian Yohannes Kurniawan Barus Yuniawatika Yuspitasari, Meirin Dwi Zahra, Ananda Zainuddin, M Zainudin, M Zainudin, Mohammad