Articles
Pengaruh Media Loose Part Play Terhadap Kemampuan Berbicara melalui Metode Bercerita Anak Usia 5-6 Tahun
Isra Revenia;
Delfi Eliza
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3036
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum berkembang kemampuan berbicara anak dengan baik. Penelitian ini punya tujuan guna mengetahui bagaimana pengaruh pemakaian media loose part play terhadap kemampuan berbicara anak melalui metode bercerita anak usia 5-6 tahun di Taman Kanak-kanak Aisyiyah 5 Padang. Jenis penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif sementara metodenya quasi eksperimen. Penelitian dijalankan di TK Aisyiyah 5 Padang dengan melakukan di dua kelas, yakni kelompok eksperimen kelas B3 sebanyak 13 anak serta kelompok kontrol kelas B6 sebanyak 13 anak. Teknik dalam mengumpulkan data menggunakan instrument penelitian berupa indikator-indikator yang akan dicapai sebanyak 11 butir item, yang dilakukan melalui tes perbuatan. Teknik analisis data memakai uji normalitas, homogenitas serta hipotesis. Didasarkan analisis data, hasil rata-rata pre-test serta post-test kelompok eksperimen ialah 32,23 serta 42,08. Sementara pada kelompok kontrol, rata-rata hasil pre-test serta post-test adalah 34,23 dan 40,00. Data yang dihasilkan berdistribusi normal serta homogen. Lebih kecil Nilai sig (2-tailed) 0,048 dari 0,05, jadi data yang tersebut adanya pengaruh yang signifikan antara bercerita dengan memakai media loose part play dan perlakuan yang diberikan guru dengan media balok guna peningkatan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 5 Padang.
Analisis Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak
Rupnidah Rupnidah;
Delfi Eliza
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2826
Kepala Sekolah merupakan faktor penentu dalam lembaga pendidikan karena merupakan pemegang puncak pimpinan dan pembuat keputusan. Oleh sebab itu kepala sekolah harus mempunyai kemampuan manajerial yang baik sehingga mampu mengelola manajemen pendidikan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemampuan manajerial kepala sekolah di TK Al Huffazh Payakumbuh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan kondensasi data, tampilan data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian mendeskripsikan bahwa kepala sekolah TK Al Huffazh Payakumbuh memiliki kemampuan manajerial yang baik sesuai dengan prinsip manajemen kepemimpinan yaitu POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling). Dengan demikian kepala sekolah selalu merencanakan kegiatan, melakukan organisir, melaksanakan kegiatan sesuai dengan perencanaan awal dan melakukan pengawasan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dijalankan.
Membangun Guru yang Profesional melalui Pengembangan Profesionalisme Guru dalam Penerapan Profesinya
Delfi Eliza;
Regil Sriandila;
Dwi Anisak Nurul Fitri;
Syahreni Yenti
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2878
Guru adalah suatu profesi yang menuntut kompetensi khusus dan tidak bisa dilaksanakan jika orang tersebut tidak terlatih dalam bidang pendidikan. Guru yang professional menjadi elemen penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan siswa yang lebih baik. Pendidikan di abad 21 menekankan kualitas guru yang professional yang bertujuan melahirkan kualitas pendidikan yang lebih baik dan siswa yang unggul. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan langkah-langkah strategis dalam membangun guru yang profesional. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan dilakukan pengumpulan data dengani studi literatur terhadap penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 4 keterampilan yang harus dimiliki guru yang profesional yaitu memiliki pengetahuan yang tinggi, memiliki kemampuan mentransmisikan pengetahuan, memahami perkembangan peserta didik, dan memiliki inovasi dan selera humor yang tinggi. Selain itu, guru profesional juga harus memiliki 4 kompetensi yaitu pedagogic, sosial, kepribadian, dan profesional. Untuk mencapai keempat kompetensi tersebut diperlukan empat langkah diantaranya pelatihan yang berkesinambungan, senantiasa melakukan inovasi baru, membentuk kelompok diskusi, dan mempunyai dukungan
Studi Deskriptif Profesionalisme Guru PAUD Berdasarkan Prinsip-Prinsip Profesional Guru pada Undang-Undang No. 14 Tahun 2005
Delfi Eliza;
Amalia Husna;
Nuri Utami;
Yolanda Dwi Putri
Jurnal Basicedu Vol 6, No 3 (2022): June Pages 3200-5500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i3.2837
Guru mempunyai peranan yang sangat fundamental dalam memberikan stimulasi perkembangan bagi anak pada jenjang pendidikan PAUD. Untuk itu, guru harus terus mengembangkan profesionalismenya sebagai langkah dalam tercapainya tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini memiliki tujuan untuk melakukan studi deksriptif terhadap profesionalisme Guru PAUD berdasarkan prinsip-prinsip profesionalisme guru pada Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Data penelitian dijelaskan secara naratif atau deskriptif dari awal hingga kesimpulan. Jadi, penelitian ini tergolong pada penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dipilih dengan metode purposive sampling, subjek dipilih dengan tujuan ingin mengetahui tentang profesionalise guru di TK Aisyiah Desa Pasiran. Berdasarkan hasil penelitian, guru hampir memenuhi semua prinsip profesionalisme pada Undang-undang nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Namun, ditemukan juga beberapa prinsip profesionalisme yang belum terpenuhi diantaranya yaitu, pendidikan guru yang tidak linier dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan penghasilan guru yang ditentukan tidak sesuai dengan prestasi kerja serta belum sesuai dengan UMR yang ditetapkan.
Jenis-Jenis Pelatihan Peningkatan Profesional Guru PAUD di Indonesia
Delfi Eliza;
Marisa Sardi;
Wilda Amalia;
Desi Karmila
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3055
Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini merupakan ahli professional dalam merancang, melakukan aktivitas belajar mengajar, dan mengevaluasi hasil proses belajar mengajar, juga melaksanakan bimbingan, mengasuh, merawat serta melindungi peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis jenis-jenis pelatihan yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kompetensi dan profesionalitas pendidik. Dalam penelitian ini, peneliti melaksanakan pengumpulan data dengan metode studi pustaka. Data yang dikumpulkan bertujuan mendapatkan informasi yang dibutuhkan guna tercapainya tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi pendidik dapat dilakukan dengan beragam metode pendidikan dan pelatihan (diklat) juga yang bukan diklat. Aktivitas Pelatihan (diklat) pendidik PAUD berguna mengembangkan tiga kompetensi jenjang pendidik PAUD (guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda) dengan cara berkelanjutan serta bertahap. Diklat tersebut terdiri dari diklat dasar, diklat lanjut dan diklat mahir. Diklat dibentuk atas kerjasama Dinas Pendidikan dengan Himpaudi. Ini dilaksanakan untuk usaha peningkatan kompetensi dna professional pendidik PAUD. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai salah satu solusi mengembangkan mutu serta profesionalisme guru PAUD.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KARAKTER BERBASIS CERITA TRADISIONAL MINANGKABAU UNTUK ANAK USIA DINI
Delfi Eliza
Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 3, No 3b (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.487 KB)
|
DOI: 10.30651/pedagogi.v3i3b.1072
Penelitian ini adalah pengembangkan model pembelajaran yang berbasis cerita tradisional Minangkabau sebagai kearifan lokal untuk pengembangan karakter anak usia 5-6 tahun. Cerita tradisional Minangkabau masih sangat jarang diperdengarkan khususnya di Taman kanak-kanak melalui penelitian ini dikembangkan sebuah model pembelajaran karakter menggunakan cerita tradisional Minangkabau, sebagai materi untuk pengembangan karakter AUD. Kedua mengintegrasikan cerita tradisional Minangkabau sebagai materi model pembelajaran ke dalam rencana pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). Model yang dihasilkan berupa model konseptual pembelajaran karakter yang berbasis kearifan lokal cerita tradisional budaya Minangkabau. Temuan penelitian bahwa nilai-nilai budaya yang terdapat di dalam cerita tradisional dapat diintegrasikan melalui kegiatan pembelajaran yang efektif untuk pengembangan karakter anak usia dini. Dalam artikel ini dijelaskankan bagaimana cerita tradisional Minangkabau merupakan bagian yang penting dalam pengembangan karakter pada pendidikan anak usia 5-6 tahun. Kata Kunci: model pembelajaran, pengembangan karakter, nilai-nilai budaya, cerita tradisionalMinangkabau
Pengembangan Literasi Bahasa Anak Usia Dini
Resti Yulia;
Delfi Eliza
Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 5, No 1 (2021): Golden Age: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29313/ga:jpaud.v5i1.8437
This study aims to describe the development of language literacy in early childhood, which is one of the skills needed in the 21st century. Early childhood is the focus of instilling 21st century skills because at this age it is the foundation age for the development of all aspects of child development. The development of aspects of child development will help children to have life skills and skills so that they can interact well in their environment. One aspect of child development that will help children in their interactions is language development. The method used in this research is literature review with sources of journals, articles and books. The literature review method was chosen with the aim of obtaining an in-depth theoretical picture of early childhood language literacy. Language literacy is one of the skills that must be possessed by early childhood. The results of the study found that the definition of language literacy is conventionally interpreted as literacy which has an effect on rigid development such as learning to read and write while sitting neatly and writing on the table. Nowadays, the definition of language literacy development has developed into literacy skills that are adapted to children's language development. Therefore, at the level of language literacy development in AUD, the expertise of teachers is needed in packaging learning and the school environment as a source and media for student learning.Keywords: Literacy; Development of Language Literacy; Early Childhood. AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengembangan literasi berbahasa pada anak usia dini, yang merupakan salah satu keterampilan yang dibutuhkan pada Abad 21. Usia dini menjadi fokus menanamkan kecakapan abad 21 karena pada usia ini merupakan usia pondasi pengembangan semua aspek perkembangan anak. Pengembangan aspek perkembangan anak akan membantu anak memiliki keterampilan dan kecakapan hidup agar dapat berinteraksi dengan baik di lingkungannya. Salah satu aspek perkembangan anak yang akan membantu anak dalam interaksinya adalah perkembangan bahasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literature dengan sumber jurnal, artikel dan buku. Metode kajian literatur dipilih dengan tujuan mendapatkan gambaran teoritis secara mendalam tentang litarasi berbahasa anak usia dini. Literasi berbahasa merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh anak usia dini. Hasil kajian menemukan bahwa definisi literasi bahasa secara konvensional ditafsirkan sebagai kemampuan baca tulis berefek pada pengembangan yang kaku seperti belajar membaca dan menulis dengan duduk rapi dan menulis diatas meja. Pada zaman sekarang definisi pengembangan literasi bahasa mengalami perkembangan menjadi kemampuan baca tulis yang disesuaikan dengan perkembangan bahasa anak. Oleh sebab itu, dalam tataran pengembangan literasi bahasa pada AUD diperlukan kepiawaian guru dalam mengemas pembelajaran dan lingkungan sekolah sebagai sumber dan media belajar siswa.Kata Kunci: Literasi; Pengembangan Literasi Berbahasa; Anak Usia Dini.
Analisis Faktor Penghambat dalam Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Anak di Taman Kanak-kanak
Desi Karmila;
Delfi Eliza
Jurnal Family Education Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Family Education
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (217.044 KB)
|
DOI: 10.24036/jfe.v1i4.19
Interpersonal intelligence is very important for children to be easily accepted in the community because children with interpersonal intelligence have many skills, namely the ability to empathize (sharing, helping and helping others), the ability to recognize other people's thoughts, the ability to make friends, and establish social relationships so that they can build relationships. positive relationships with others. Some of the inhibiting factors for children's interpersonal intelligence include the child's individual home environment, parenting patterns that are too authoritarian and overprotective. Therefore, teachers and parents should pay attention to every development and interpersonal intelligence of children so that children have good interaction skills in their daily lives
Strategi Perkembangan dan Indikator Pencapaian Bahasa Reseptif dan Bahasa Ekspresif pada Anak Usia Dini
Amalia Husna;
Delfi Eliza
Jurnal Family Education Vol. 1 No. 4 (2021): Jurnal Family Education
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (250.941 KB)
|
DOI: 10.24036/jfe.v1i4.21
This study aims to determine language development strategies and indicators of achievement of receptive and expressive language in early childhood. This type of research is qualitative descriptive research, research using literature study research methods or literature study. Studying literature in this study, researchers used various written sources, namely, books, articles, journals and various documents that were relevant to the issues studied. There are several languages that must be developed in children, some of which are receptive language and expressive language. Receptive language is related to the ability to distinguish meaningful and meaningless sounds, receptive language is the ability to listen and read. Children's expressive language is the ability to express language verbally and non-verbally. From the research results, there are several strategies to help the development of receptive language, namely: (1) Storytelling activities; (2) Flashcards; (3) Language games (rehearse words, listen-do, listen-guess, whisper chain and tell stories). And some strategies to help children's expressive language development are: (1) Finger Puppet Play; (2) Role Playing.
Pengembangan Profesionalisme Guru Melalui Peningkatan Kompetensi Profesional dan Pedagogik di Taman Kanak-kanak Pratiwi III Ladang Panjang
Desi Karmila;
Delfi Eliza
Jurnal Family Education Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Family Education
Publisher : Universitas Negeri Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2512.294 KB)
|
DOI: 10.24036/jfe.v2i2.61
This study aims to determine the professional development of teachers at TK Pertiwi III Ladang Panjang through increasing professional and pedagogic competence. Furthermore, this research was conducted in TK Pertiwi III Ladang Panjang. This research methodology uses a qualitative study with a case study approach. Respondents include the head of TK Pertiwi III Ladang Panjang, along with all teachers. Based on the results of research on teacher professional development through increasing professional and pedagogic competencies, namely: First, there is an increase in pedagogic abilities, learning design abilities, students' understanding abilities, process and outcome assessment abilities, ability to carry out learning processes, and ability to develop students' potential. Second, increasing professional abilities can be described by the ability to master the field of study according to the teacher's educational background based on academic qualifications and teaching teachers according to their expertise and majors, as well as having the ability and understanding of students, the ability to master educational learning through the ability to understand the types of subjects. lessons, organize subject matter and utilize learning resources