Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : GIZI INDONESIA

PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI INDONESIA Baliwati, Yayuk Farida; Briawan, Dodik; Melani, Vitria
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v38i1.168

Abstract

Rumah tangga miskin merupakan kelompok yang berisiko mengalami rawan pangan karena keterbatasan akses secara ekonomi maupun secara fisik. Keragaman konsumsi pangan rumah tangga diduga mampu dijadikan sebagai indikator rawan pangan. Salah satu metode sederhana untuk menilai keragaman konsumsi pangan rumah tangga adalah Household Dietary Diversity Score (HDDS). HDDS mencerminkan kemampuan ekonomi rumah tangga dalam memperoleh berbagai jenis pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas konsumsi pangan rumah tangga miskin menggunakan skor HDDS dan validasi HDDS sebagai metode alternatif dalam mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Oktober 2013. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik rumah tangga dan konsumsi pangan di dalam rumah yang dikumpulkan menggunakan metode recall 1 x 24 jam. Wawancara dilakukan terhadap ibu yang memiliki peran penting dalam menentukan konsumsi pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan skor HDDS yang tinggi di seluruh lokasi penelitian (skor 6-12), yang berarti konsumsi pangan rumah tangga cukup beragam, namun secara kuantitas asupan energi dan proteinnya masih rendah. Terdapat 61,3 persen rumah tangga tergolong kelompok defisit energi tingkat berat ( 70% Tingkat Kecukupan Energi). Uji sensitivitas (Se) menunjukkan HDDS sensitif 26,95 persen untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Hasil uji spesifisitas (Sp) menunjukkan HDDS spesifik 85,16 persen untuk mendeteksi tahan pangan pada rumah tangga miskin. Setelah dilakukan modifikasi dengan mengategorikan kelompok pangan berdasarkan fungsi gizi, nilai Se meningkat menjadi 91,04 persen dan nilai Sp menurun menjadi 35,61 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa HDDS modifikasi memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin.ABSTRACT  THE DEVELOPMENT OF DIETARY QUALITY ASSESSMENT INSTRUMENT  IN POOR HOUSEHOLDS IN INDONESIA  Poor households were a risk group of food insecurity due to limited of economic and physic access. Household dietary diversity was predicted can be used as an indicator of food insecurity. Household Dietary Diversity Score (HDDS) is the method used to assess the dietary diversity. The purpose of this study was to determine dietary quality of poor households using HDDS scores and to test HDDS as an alternative method to identify food insecurity in poor households in Indonesia. Data collected from May until October 2013 included household characteristics and household dietary intake  at home using 1 x 24-hour recall. The results showed a high HDDS scores (scores 6-12) across the study sites, which means, household food consumption is quite diverse. In terms of quantity, energy and protein intakes of household members remained low despite HDDS scores indicated that consumption had been diverse. There were 61.3 per cent households which classified as severe level of energy deficit group (70%). The test of the sensitivity (Se) and specificity (Sp) showed that HDDS only 26,95per cent sensitive to identify food insecurity in poor households and 85,16% specific to identify food security in poor households. After modifications by grouping of food based on nutritional function, the Se values increased to 91.04per cent and Sp values decreased to 35.61per cent. These results indicated that the modified HDDS were able to identify food insecurity in poor households. Keywords: HDDS, dietary diversity, food insecurity, sensitivity, specificity
KONSUMSI MINUMAN DAN PREFERENSINYA PADA REMAJA DI JAKARTA DAN BANDUNG Briawan, Dodik; ., Hardinsyah; ., Marhamah; ., Zulaikhah; Aries, M.
GIZI INDONESIA Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v34i1.100

Abstract

Studi ini adalah cross-sectionalyangdilakukan di Jakarta (pantai) dan di Bandung (pegunungan) dengan suhu  rata-rata  harian  masing  masing  adalah  28 C  dan  22 C.  Sampel  dipilih  secara  acak  dari  sekolah berturut-turut  sebanyak  masing  masing  110  orang  dan 99  orang.  Data  dikumpulkan  melalui  pengisian kuesioner, dan recallselama satu minggu untuk konsumsi aneka jenis minuman. Sebagian besar (73,2%) remaja di Bandung lebih menyukai air minum tanpa kemasan. Namun kebiasaan tersebut berbeda untuk di Jakarta, yaitu proporsi remaja yang mengkonsumsiair minum tanpa kemasan relatif sama dengan air kemasan (52,3% dan 47,7%). Rata-rata konsumsi air minum tanpa kemasan per hari secara signifikan lebihrendah  di  Jakarta  (934  mL)  daripada  di  Bandung  (1038  mL)  (p0,05),  sedangkan  air  minum  kemasan secara  signifikan  berbeda,  yaitu  berturut-turut  1138  mL  dan  452  mL  (p0,05).  Remaja  di  pantai mengonsumsi air minum 500-600 ml lebih banyak dibandingkan di pegunungan. Lebih dari 16 kelompok minuman lainnya yang terdiri dari berbagai jenis minuman yang dikonsumsi oleh remaja, sehingga total asupan minuman per hari secara signifikan lebih besar di Jakarta (2787 mL) daripada di Bandung (2196 mL)  (p0,05).  Meskipun  asupan  air  minum  (plain  water)  remaja  di  pegunungan  hanya  sekitar  1500  mL, namun rata-rata total asupan cairan di kedua daerahsudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan anjuran minum air (PUGS) sebanyak 2 liter.Kata kunci: konsumsi minuman, preferensi minuman, asupan cairan, remaja
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KUALITAS KONSUMSI PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN DI INDONESIA Baliwati, Yayuk Farida; Briawan, Dodik; Melani, Vitria
GIZI INDONESIA Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.781 KB)

Abstract

Rumah tangga miskin merupakan kelompok yang berisiko mengalami rawan pangan karena keterbatasan akses secara ekonomi maupun secara fisik. Keragaman konsumsi pangan rumah tangga diduga mampu dijadikan sebagai indikator rawan pangan. Salah satu metode sederhana untuk menilai keragaman konsumsi pangan rumah tangga adalah Household Dietary Diversity Score (HDDS). HDDS mencerminkan kemampuan ekonomi rumah tangga dalam memperoleh berbagai jenis pangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas konsumsi pangan rumah tangga miskin menggunakan skor HDDS dan validasi HDDS sebagai metode alternatif dalam mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Bogor pada bulan Mei-Oktober 2013. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik rumah tangga dan konsumsi pangan di dalam rumah yang dikumpulkan menggunakan metode recall 1 x 24 jam. Wawancara dilakukan terhadap ibu yang memiliki peran penting dalam menentukan konsumsi pangan rumah tangga. Hasil analisis menunjukkan skor HDDS yang tinggi di seluruh lokasi penelitian (skor 6-12), yang berarti konsumsi pangan rumah tangga cukup beragam, namun secara kuantitas asupan energi dan proteinnya masih rendah. Terdapat 61,3 persen rumah tangga tergolong kelompok defisit energi tingkat berat (< 70% Tingkat Kecukupan Energi). Uji sensitivitas (Se) menunjukkan HDDS sensitif 26,95 persen untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin. Hasil uji spesifisitas (Sp) menunjukkan HDDS spesifik 85,16 persen untuk mendeteksi tahan pangan pada rumah tangga miskin. Setelah dilakukan modifikasi dengan mengategorikan kelompok pangan berdasarkan fungsi gizi, nilai Se meningkat menjadi 91,04 persen dan nilai Sp menurun menjadi 35,61 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa HDDS modifikasi memiliki sensitivitas yang baik untuk mendeteksi kejadian rawan pangan pada rumah tangga miskin.ABSTRACT  THE DEVELOPMENT OF DIETARY QUALITY ASSESSMENT INSTRUMENT  IN POOR HOUSEHOLDS IN INDONESIA  Poor households were a risk group of food insecurity due to limited of economic and physic access. Household dietary diversity was predicted can be used as an indicator of food insecurity. Household Dietary Diversity Score (HDDS) is the method used to assess the dietary diversity. The purpose of this study was to determine dietary quality of poor households using HDDS scores and to test HDDS as an alternative method to identify food insecurity in poor households in Indonesia. Data collected from May until October 2013 included household characteristics and household dietary intake  at home using 1 x 24-hour recall. The results showed a high HDDS scores (scores 6-12) across the study sites, which means, household food consumption is quite diverse. In terms of quantity, energy and protein intakes of household members remained low despite HDDS scores indicated that consumption had been diverse. There were 61.3 per cent households which classified as severe level of energy deficit group (<70%). The test of the sensitivity (Se) and specificity (Sp) showed that HDDS only 26,95per cent sensitive to identify food insecurity in poor households and 85,16% specific to identify food security in poor households. After modifications by grouping of food based on nutritional function, the Se values increased to 91.04per cent and Sp values decreased to 35.61per cent. These results indicated that the modified HDDS were able to identify food insecurity in poor households. Keywords: HDDS, dietary diversity, food insecurity, sensitivity, specificity
EFIKASI SUPLEMEN BESI-MULTIVITAMIN UNTUK PERBAIKAN STATUS BESI REMAJA WANITA Briawan, Dodik; ., Hardinsyah; ., Muhilal; Setiawan, Budi; Marliyati, Sri Anna
GIZI INDONESIA Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.977 KB)

Abstract

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALESThe study was aimed to analyze the efficacy of supplementation iron-multivitamin for improvingthe iron status of adolescent females through the double-blind trial. Subjects were 224 of the firstgrade university students (IPB) who were randomly allocated to three study groups through adouble blind trial. The first group received only placebo (control group); the second group received60 mg iron, 250 ug folate (B-F group); the third group received 60 mg iron,800 ug folate, 4200 ugretinyl acetate, 500 mg vitamin C, and 16.8 ug vitamin B12 (B-MV group). All supplements weredistributed and consumed weekly during 25 weeks. The mean changes in Hb, STfR and SFamong the groups were tested with Ancova and adjusted with BMI; capsule compliance;food/snack compliance; adequacy of energy, protein, vitamin A, vitamin C, iron; and baselinevalue of Hb, STfR, SF. The results showed the demographics and nutritional characteristics ofsamples were not significantly different. At the baseline, the mean of haemoglobin(Hb=126.2±13.1 g/l) and serum ferritin (SF=18.3±15.9 ug/l) were not significantly different amongthe three groups (p<0.05). However, the serum transferrin receptor (STfR) was lower in the control(5.8 ± 3.2 mg/l) than B-F (7.9 ±4.4 mg/l) and B-MV (11.8±5.5 mg/l). After 25 week ofsupplementation, the mean change of hemoglobin was not different among the three groups (10.1g/l; p>0.05). The B-MV group significantly lower decreased in STfR (-4.2 mg/l) and higherincreased in SF (+13.4 ug/l) compared to B-F and control group (p<0.05). Meanwhile, only theSTfR in B-F group (-1.3 ug/l) was significantly lower than control group (p<0.05). This implied theimportant of the multi-vitamin to complement the iron supplementation.Keywords: haemoglobin (Hb), serum transferrin receptor (STfR), serum ferritin (SF), iron status, iron-multivitamin, iron-folate, adolescent female
KONSUMSI MINUMAN DAN PREFERENSINYA PADA REMAJA DI JAKARTA DAN BANDUNG Briawan, Dodik; ., Hardinsyah; ., Marhamah; ., Zulaikhah; Aries, M.
GIZI INDONESIA Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.029 KB)

Abstract

Studi ini adalah cross-sectionalyangdilakukan di Jakarta (pantai) dan di Bandung (pegunungan) dengan suhu  rata-rata  harian  masing  masing  adalah  28 C  dan  22 C.  Sampel  dipilih  secara  acak  dari  sekolah berturut-turut  sebanyak  masing  masing  110  orang  dan 99  orang.  Data  dikumpulkan  melalui  pengisian kuesioner, dan recallselama satu minggu untuk konsumsi aneka jenis minuman. Sebagian besar (73,2%) remaja di Bandung lebih menyukai air minum tanpa kemasan. Namun kebiasaan tersebut berbeda untuk di Jakarta, yaitu proporsi remaja yang mengkonsumsiair minum tanpa kemasan relatif sama dengan air kemasan (52,3% dan 47,7%). Rata-rata konsumsi air minum tanpa kemasan per hari secara signifikan lebihrendah  di  Jakarta  (934  mL)  daripada  di  Bandung  (1038  mL)  (p<0,05),  sedangkan  air  minum  kemasan secara  signifikan  berbeda,  yaitu  berturut-turut  1138  mL  dan  452  mL  (p<0,05).  Remaja  di  pantai mengonsumsi air minum 500-600 ml lebih banyak dibandingkan di pegunungan. Lebih dari 16 kelompok minuman lainnya yang terdiri dari berbagai jenis minuman yang dikonsumsi oleh remaja, sehingga total asupan minuman per hari secara signifikan lebih besar di Jakarta (2787 mL) daripada di Bandung (2196 mL)  (p<0,05).  Meskipun  asupan  air  minum  (plain  water)  remaja  di  pegunungan  hanya  sekitar  1500  mL, namun rata-rata total asupan cairan di kedua daerahsudah lebih tinggi jika dibandingkan dengan anjuran minum air (PUGS) sebanyak 2 liter.Kata kunci: konsumsi minuman, preferensi minuman, asupan cairan, remaja
EFIKASI SUPLEMEN BESI-MULTIVITAMIN UNTUK PERBAIKAN STATUS BESI REMAJA WANITA Dodik Briawan; Hardinsyah .; Muhilal .; Budi Setiawan; Sri Anna Marliyati
GIZI INDONESIA Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v30i1.39

Abstract

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALESThe study was aimed to analyze the efficacy of supplementation iron-multivitamin for improvingthe iron status of adolescent females through the double-blind trial. Subjects were 224 of the firstgrade university students (IPB) who were randomly allocated to three study groups through adouble blind trial. The first group received only placebo (control group); the second group received60 mg iron, 250 ug folate (B-F group); the third group received 60 mg iron,800 ug folate, 4200 ugretinyl acetate, 500 mg vitamin C, and 16.8 ug vitamin B12 (B-MV group). All supplements weredistributed and consumed weekly during 25 weeks. The mean changes in Hb, STfR and SFamong the groups were tested with Ancova and adjusted with BMI; capsule compliance;food/snack compliance; adequacy of energy, protein, vitamin A, vitamin C, iron; and baselinevalue of Hb, STfR, SF. The results showed the demographics and nutritional characteristics ofsamples were not significantly different. At the baseline, the mean of haemoglobin(Hb=126.2±13.1 g/l) and serum ferritin (SF=18.3±15.9 ug/l) were not significantly different amongthe three groups (p0.05). However, the serum transferrin receptor (STfR) was lower in the control(5.8 ± 3.2 mg/l) than B-F (7.9 ±4.4 mg/l) and B-MV (11.8±5.5 mg/l). After 25 week ofsupplementation, the mean change of hemoglobin was not different among the three groups (10.1g/l; p0.05). The B-MV group significantly lower decreased in STfR (-4.2 mg/l) and higherincreased in SF (+13.4 ug/l) compared to B-F and control group (p0.05). Meanwhile, only theSTfR in B-F group (-1.3 ug/l) was significantly lower than control group (p0.05). This implied theimportant of the multi-vitamin to complement the iron supplementation.Keywords: haemoglobin (Hb), serum transferrin receptor (STfR), serum ferritin (SF), iron status, iron-multivitamin, iron-folate, adolescent female
Co-Authors . Hartoyo A'immatul Fauziyah Abdul Razak Thaha Abdul Razak Thaha Abdul Salam Abdul Salam Adriyani, Ari Agus Triwinarto Aisyah Fathul Jannah alfiah alfiah Alfiah, Elma Ali Khomsan Ali Rosidi Amelia, Leily Amelia, Leily Andi Imam Arundhana Andri Susanti Anggiruling, Dwikani Oklita Anita Christina Sembiring Anna Febritta Intan Sari Ari Adriyani Aris Sulaeman Aslis Wirda Hayati Baiq Fitri Rahmiati Betty Yosephin Simanjuntak Budi Iman Santoso BUDI SETIAWAN Budi Setiawan Budi Setiawan Budi Setiawan Cesilia M Dwiriani Clara M Kusharto Dadang Sukandar Daus, Firdaus Firdaus Dewi Permaesih Dewi, Mira Dewi, Mira Dewi, Mira Dian Herawati Dias Indrasti Dondin Sayuthi Drajat Martianto DWI HASTUTI Dyah Umiyarni Purnamasari Eko Hari Purnomo El Zenitia Villa Rinjani Elvandari, Milliyantri Elvira Syamsir Emmy S Karsin Eneng Nunuz Rohmatullayaly Ermita Arumsari Erni Rukmana Ernis Asanti Erry Yudhya Mulyani Erry Yudhya Mulyani Evy Damayanthi Fahim M. Taqi Farida Dwi Rokhmah Fasli Jalal Fauziah, A'immatul Febiani Riskika Fitrah Ernawati Galih Purnasari Hadi Riyadi Hanifah Nuryani Lioe Hardinsyah Heldi, Ilza Wahyuni Heldi, Ilza Wahyuni Heryanda, Mahfuzhoh Fadillah Hidayat Syarief Hidayat Syarief Hidayat Syarif Hidayat Syarif Husnul Mar&#039;ah I Gusti Bagus Wiksuana Ikeu Ekayanti Ikeu Tanziha Ikeu Tanziha Imas Destiara Iriyani Harun Irmaida Irmaida Irman Hermadi Iskari Ngadiarti Jus'at, Idrus Karlina Nurcahyo Kartika Annisa Khomsan, Khomsan Kudang Boro Seminar Leily Amalia Leily Amelia Leily Amelia Lilik Kustiyah Lilik Kustiyah Lilik N Yuliati Lilis Nuraida Linda Riski Sefrina Listyani Hidayati Listyani Hidayati M Muchtar M. Aries, M. M. Taqi, Fahim Madaniyah, Siti MADE ASTAWAN Mar'ah, Husnul Marhamah . Mei Rini Safitri Mewa Ariani Migi Barunawati Miskiyah, Ainiyah Mohamad Yulianto Kurniawan Mohamad Yulianto Kurniawan Mufidah, Amna Muhamad Rizal Martua Damanik Muhammad Rivai Muhilal . Muhilal ., Muhilal Nadiyah Nadiyah Nasution Nasution Netta M. Putri Ni Made Putria Sukma Febriyani Nida Nadia Rifsyina Nita Yulianis Nunung Cipta Dainy Nur Hikmawaty Syarifuddin Nuradhiani, Annisa Nuri Andarwulan Nurpratama, Widya Lestari Nurul Muslihah Oktaviana Purnamasari Paramitha Rachma Pramita Ariawati Putri Pranita, Rani Fitri Pudji Muljono Purwiyatno Hariyadi Pusparini Pusparini Pusparini Pusparini Pusporini Pusporini Pusporini, Pusporini Putri Putri, Putri Putri, Dini Rizkiani Putri, Pramita Ariswati Putri, Pramita Ariswati Putri, Widya Ayu Kurnia Rahmaniya, Liya Putri Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmasari, Nisya Cesaryani Rahmawati Rahmawati Rahmawati, Rahmawati Ratu Diah Koerniawati Refdanita Refdanita Refdanita, Refdanita Rekyan Hanung Puspadewi Rezzy Eko Caraka Rimbawan , Rokhmah, Farida Dwi Sedayu, Tyas Rara Siti Aisyah Solechah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madanijah Siti Madaniyah Sri Anna Marliyati Sri Mustika Srirezeki, Yulia Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Sudikno Surlitah, Sutemy Sutanti, Yeti Syifa, Nisa Hidayatus Tetty Herta Tin Herawati Tiurma Sinaga Tjahja Muhamdri Tonny C Maigoda Tonny C Maigoda Tyas Permatasari Tyas Permatasari Tyas Rara Sedayu Vera Uripi Vitria Melani, Vitria Widya Ayu Kurnia Putri Wilda Yunieswati Wirawanti, Ika Wirya Woro Riyadina Woro Riyadina Yayat Heryatno Yayuk Farida Baliwati Yekti H Effendi Yekti Widodo Yekti Widodo Yosepha Mextiany Ganella Gurang Yulina Eva Riany Yuni Pradilla Fitri Zulaikhah ., Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah Zulaikhah, Zulaikhah Zulhadiman