Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi tentang Pengelolaan Kesehatan Mental pada Remaja di SMA Negeri Jatinangor Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23216

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode transisi, ditandai dengan perubahan fisik, mental, sosial dan emosional. Pada usia remaja sering kali menghadapi permasalahan  kesehatan mental. Kesehatan mental merupakan aspek yang kurang mendapat perhatian dikalangan siswa sekolah seperti stres akademik. Kesehatan mental remaja pada siswa sekolah dipengaruhi berbagai faktor seperti beban akademik yang tinggi, tuntutan untuk meraih prestasi dan persiapan ujian. Hal tersebut merupakan penyebab terjadinya stres pada remaja yang seringkali tidak disadari padahal sangat berdampak pada kualitas hidup mereka. Kondisi ini dimungkinkan kurangnya pemahaman remaja mengenai kesehatan mental sehingga tidak berusaha mencari bantuan professional. Hasil survey yang dilakukan di SMAN di Jatinangor menunjukkan bahwa pengetahuan siswa tentang kesehatan mental sebanyak 40% memiliki pengetahuan kurang. Sikapsiswa terhadap pengelolaan kesehatan mental sebanyak 58,33% memiliki sikap tidak mendukung. Persepsi tentang layanan konsultasi kesehatan mental di sekolah 45% memiliki perspektif negatif,  dan perilaku tentang koping mekanisme dari suatu keadaan 46,66%  siswa tidak melakukan perilaku yang baik. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, persepsi dan perilaku siswa dalam pengelolaan kesehatan mental pada remaja  di SMAN Jatinangor. Metode kegiatan yang digunakan adalah sosialisasi tentang pengelolaan kesehatan mental pada remaja di SMAN Jatinangor. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 35 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 55,73 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 77,85 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 22,12 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati sekolah adalah pemberdayaan guru Bimbingan dan Konseling dalam penanganan siswa yang mengalami masalah kesehatan mental.   Kata Kunci: Kesehatan mental, Sosialisasi, Siswa.  ABSTRACT Adolescence is a transitional period, marked by physical, mental, social, and emotional changes. Adolescence often faces mental health issues. Mental health is an aspect that receives less attention among school students, such as academic stress. Adolescent mental health in school students is influenced by various factors such as high academic loads, demands for achievement, and exam preparation. This is a cause of stress in adolescents that is often not recognized even though it has a significant impact on their quality of life. This condition is possibly due to adolescents' lack of understanding about mental health, so they do not try to seek professional help. The results of a survey conducted at a high school in Jatinangor showed that 40% of students had insufficient knowledge about mental health. 58.33% of students' attitudes towards mental health management were unsupportive. Perceptions about mental health consultation services in schools were 45% negative, and behaviors regarding coping mechanisms for a situation were 46.66% of students did not behave well. The aim of this activity is to increase students' knowledge, attitudes, perceptions, and behavior in managing mental health in adolescents at Jatinangor High School. The activity method used was socialization about mental health management in Jatinangor High School. A total of 35 students attended. The activity results showed an average pre-test score of 55.73 points and an average post-test score of 77.85 points. The conclusion was that there was a 22.12 point increase in knowledge after the health education. The school's agreed-upon follow-up plan is to empower guidance and counseling teachers to handle students experiencing mental health issues. Keywords: Mental Health, Socialization, Students.
Pengelolaan Sampah yang Produktif bagi Masyarakat Kelurahan Sukamentri Kabupaten Garut Rosidin, Udin; Shalahuddin, Iwan; Yamin, Ahmad; Lukman, Mamat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23325

Abstract

ABSTRAK Indonesia saat ini menghadapi berbagai masalah kesehatan masyarakat seperti muncul penyakit infeksi baru serta munculnya kembali penyakit infeksi lama, penyakit menular yang belum tertangani secara optimal, dan peningkatan jumlah kasus penyakit tidak menular (PTM).  Permasalahan tersebut, dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya faktor perilaku dan faktor lingkungan.  Selain itu munculnya permasalahan kesehatan juga diakibatkan oleh kondisi demografi seperti persoalan sampah. Hasil survey yang dilaksanakan di Kelurahan Sukamentri, menunjukan ibu rumah tangga yang membuang sendiri ke TPS sebanyak 61.5%, dibuang ke sungai sebanyak  11.8%, ditimbun sebanyak 0.1%,dibakar sendiri sebanyak 2.4%, dan diangkat petugas sebanyak  24.2%.  Terkait data pemilahan sampah rumah tangga sebanyak 91.6 % tidak melakukan pemilahan sampah dirumah tangganya. Hal itu terjadi dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif di Kelurahan Sukamentri. Metode kegiatan yang digunakan adalah edukasi kesehatan masyarakat tentang perilaku pengelolaan sampah yang produktif. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 76 orang ibu rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai hasil prestest sebesar 42,7 poin dan rata rata nilai posttest sebesar 67,9 poin. Kesimpulan ada peningkatan pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan  kesehatan sebesar 25,2 poin. Rencana tidak lanjut yang disepakati adalah memotivasi masyarakat untuk bergabung dengan bank sampah yang ada di Kelurahan Sukamentri.                                                                                                                                          Kata Kunci: Edukasi, Pengelolaan Sampah Produktif, Masyarakat.  ABSTRACT Introduction. Indonesia currently faces various public health problems such as the emergence of new infectious diseases and the re-emergence of old infectious diseases, infectious diseases that have not been optimally handled, and an increase in the number of non-communicable diseases (NCDs). These problems are influenced by various factors, including behavioral and environmental factors. In addition, the emergence of health problems is also caused by demographic conditions such as waste issues. The results of a survey conducted in Sukamentri Village, showed that 61.5% of housewives disposed of their own waste at the TPS, 11.8% threw it into the river, 0.1% buried it, 2.4% burned it, and 24.2% were collected by officers. Regarding household waste sorting data, 91.6% did not sort waste in their households. This occurred due to low public knowledge and awareness of the importance of health. The purpose of this activity was to increase public knowledge about productive waste management behavior in Sukamentri Village. The activity method used was public health education about productive waste management behavior. The number of participants who attended was 76 housewives. The results of the activity showed an average pre-test score of 42.7 points and an average post-test score of 67.9 points. The conclusion was that there was a 25.2 point increase in knowledge after the health education. The agreed-upon follow-up plan is to motivate the community to join the waste bank in Sukamentri Village. Keywords: Education, Productive Waste Management, Community.
Implementasi Walking Path sebagai Upaya Pencegahan Risiko Jatuh pada Lansia di Panti Wredha Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23426

Abstract

ABSTRAK Panti Wredha Garut adalah fasilitas perumahan untuk lansia dengan tingkat mobilitas yang bervariasi. Observasi mengidentifikasi beberapa faktor risiko jatuh, termasuk lantai licin, rute berjalan yang tidak terstruktur, dan kurangnya fasilitas pendukung seperti pegangan tangan (handrail) dan keset anti-slip. Kondisi ini secara signifikan meningkatkan kemungkinan jatuh, terutama di antara penghuni lansia dengan keterbatasan kemandirian dan keseimbangan tubuh yang buruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan berjalan dan mengurangi risiko jatuh dengan membangun jalur berjalan sebagai rute aman di dalam fasilitas tersebut. Program ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan penghuni, pengasuh, dan mahasiswa, serta mencakup pembersihan area, penandaan jalur dengan warna kontras, dan simulasi berjalan. Selain itu, keset anti-slip disediakan untuk dua unit hunian dengan risiko jatuh tertinggi. Hasilnya menunjukkan bahwa para penghuni lansia merasa lebih percaya diri dan aman saat berjalan, terutama di area penghubung seperti kamar tidur, ruang makan, dan aula kegiatan. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, terstruktur, dan ramah lansia yang mendukung peningkatan kualitas hidup penghuni di Panti Wredha Garut. Kata Kunci: Lansia, Risiko Jatuh, Walking Path, Panti Wredha Garut, Lingkungan Ramah Lansia.  ABSTRACT Panti Wredha Garut is a residential facility for the elderly with varying levels of mobility. Observations identified several fall risk factors, including slippery floors, unstructured walking routes, and a lack of supporting facilities such as handrails and anti-slip mats. These conditions significantly increase the likelihood of falls, particularly among elderly residents with limited independence and poor body balance. This community service activity aimed to enhance walking safety and reduce fall risk by constructing a walking path as a safe route within the facility. The program was conducted through a participatory approach involving residents, caregivers, and students, and included cleaning the area, marking the path with contrasting colors, and walking simulations. Additionally, anti-slip mats were provided for the two residential units with the highest fall risk. The results showed that residents felt more confident and secure when walking, especially in connecting areas such as bedrooms, dining rooms, and activity halls. This activity is expected to create a safer, more structured, and elderly-friendly environment that supports an improved quality of life for residents at Panti Wredha Garut. Keywords: Elderly, Fall Risk, Walking Path, Elderly Care Facility, Age-Friendly Environment.
Gambaran Celebrity Worship Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Padjadjaran Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni; DA, Iceu Amira; Eriyani, Theresia; Komariah, Mariah; Rosidin, Udin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18592

Abstract

Celebrity worship adalah ketertarikan berlebihan terhadap kehidupan pribadi selebriti yang dapat berdampak pada konsep diri dan kesejahteraan psikososial. Fenomena ini semakin meningkat seiring perkembangan teknologi dan media sosial yang memudahkan interaksi antara penggemar dan selebriti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat celebrity worship di kalangan mahasiswa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen Celebrity Attitude Scale (CAS) versi bahasa Indonesia. Sebanyak 257 mahasiswa yang dipilih melalui stratified random sampling berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 17–23 tahun dan sebagian besar adalah perempuan. Sebanyak 70,8% responden berada pada kategori Intense-Personal, 16% pada kategori Entertainment-Social, dan 13,2% pada kategori Borderline-Pathological. Temuan ini menunjukkan adanya keterikatan emosional yang kuat, keterlibatan dalam diskusi sosial mengenai selebriti, serta kecenderungan obsesif terhadap selebriti pada sebagian mahasiswa. Hasil ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap dampak psikososial dari celebrity worship di kalangan mahasiswa.
Art Therapy dan Terapi Aktifitas Kelompok dalam Mengurangi Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Wredha Garut Sumarni, Nina; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23719

Abstract

ABSTRAK Depresi pada lansia, khususnya yang tinggal di panti, sering dipicu oleh kesepian, keterbatasan fisik, dan rendahnya dukungan sosial. Intervensi berbasis seni, seperti Art Therapy dan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK), berpotensi menurunkan gejala depresi. Skrining menggunakan Geriatric Depression Scale (GDS) pada 63 lansia di Griya Lansia Garut menunjukkan 61,9% tidak depresi, 28,6% depresi ringan, 7,9% sedang, dan 1,6% berat, yang mengindikasikan perlunya intervensi psikososial. Program manajemen kesehatan dilaksanakan secara partisipatif melalui TAK melukis dengan musik, terapi musik, edukasi bagi 16 pegawai panti, serta rujukan lansia dengan depresi sedang–berat ke layanan kejiwaan. Hasil pretest–posttest GDS menunjukkan perbaikan kondisi mental, ditandai dengan meningkatnya jumlah lansia tanpa depresi (23 menjadi 34 orang) dan menurunnya depresi ringan (14 menjadi 8 orang), serta peningkatan skor pengetahuan pegawai (90 menjadi 98). Lansia menunjukkan respons emosional positif, peningkatan interaksi sosial, dan relaksasi. Intervensi ini efektif menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kesejahteraan emosional lansia, serta berpotensi menjadi program berkelanjutan. Panti disarankan meningkatkan frekuensi dan variasi terapi, menyediakan fasilitas seni–musik, serta melatih pegawai dalam intervensi psikososial. Dukungan lintas sektor diperlukan melalui kebijakan, pendanaan, skrining depresi rutin, dan pelatihan tenaga kesehatan, dengan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain longitudinal dan uji acak terkontrol berbasis komunitas untuk memperkuat generalisasi temuan.  Kata Kunci: Depresi Lansia, Terapi Aktivitas Kelompok, Art Therapy, Terapi Musik, Griya Lansia Garut.  ABSTRACT Depression among older adults, particularly those residing in nursing homes, is often triggered by loneliness, physical limitations, and low levels of social support. Art-based interventions, such as Art Therapy and Group Activity Therapy (Terapi Aktivitas Kelompok/TAK), have the potential to reduce depressive symptoms. Screening using the Geriatric Depression Scale (GDS) among 63 older adults at Griya Lansia Garut showed that 61.9% were not depressed, 28.6% had mild depression, 7.9% moderate depression, and 1.6% severe depression, indicating a need for psychosocial interventions.A participatory health management program was implemented through group painting with music, music therapy, education for 16 nursing home staff members, and referrals of older adults with moderate to severe depression to mental health services. Pretest–posttest GDS results demonstrated improvements in mental health, reflected by an increase in the number of non-depressed participants (from 23 to 34) and a decrease in mild depression (from 14 to 8), along with improved staff knowledge scores (from 90 to 98). Older adults showed positive emotional responses, enhanced social interaction, and relaxation. This intervention was effective in reducing depressive symptoms and improving emotional well-being among older adults, with potential for development as a sustainable program. Nursing homes are encouraged to increase the frequency and variety of therapeutic activities, provide art and music facilities, and train staff in psychosocial interventions. Cross-sectoral support is needed through policies, funding, routine depression screening, and health worker training, with the involvement of families and communities. Future research is recommended to employ longitudinal designs and community-based randomized controlled trials to strengthen the generalizability of the findings. Keywords: Depression in Older Adults, Group Activity Therapy, Art Therapy, Music Therapy, Griya Lansia Garut.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Perilaku Remaja Putri Mengenai Perineal Hygiene Saat Menstruasi di Pesantren SMP Al-Ma’soem Purnama, Erita Cahya; Sukmawati, Sukmawati; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24435

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls’ reproductive health remains a public health concern, particularly related to perineal hygiene practices during menstruation. National data indicate that only 21.6% of adolescents practice proper hygiene behaviors, which increases the risk of reproductive tract infections and urinary tract infections. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, perceptions, and behaviors of adolescent girls regarding perineal hygiene during menstruation.This study employed a quantitative descriptive design. The sampling technique used was total sampling among female students in grades VII–IX who had experienced menstruation. Data were collected using a structured questionnaire covering knowledge, attitudes, perceptions, and perineal hygiene behaviors during menstruation. Data analysis was conducted using univariate analysis. The results showed that nearly half of the respondents had a low level of knowledge (43.5%). Most respondents demonstrated positive attitudes and perceptions, with proportions of 55.3% and 57.6%, respectively; however, more than half of the respondents still exhibited poor perineal hygiene behaviors (51.8%). These findings indicate that positive attitudes and perceptions are not yet fully accompanied by adequate knowledge and optimal perineal hygiene behaviors among adolescent girls. Keywords: Adolescent girls, Menstruation, Perineal hygiene, Schools, Religion and Education.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait praktik kebersihan perineal saat menstruasi. Data nasional menunjukkan bahwa hanya 21,6% remaja yang menerapkan perilaku hygiene dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku remaja putri mengenai perineal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada santriwati kelas VII–IX yang telah mengalami menstruasi.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku perineal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,5%). Sebagian besar responden memiliki sikap dan persepsi positif masing-masing sebesar 55,3% dan 57,6%, namun perilaku perineal hygiene masih tergolong kurang pada lebih dari setengah responden (51,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap dan persepsi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat pengetahuan dan perilaku perineal hygiene yang optimal pada remaja putri. Kata Kunci: Menstruasi, Perineal Hygiene, Pesantren, Remaja Putri.
Norma Subjektif Perawatan Kaki Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari Putri, Syifa Nabilla; Witdiawati, Witdiawati; Rosidin, Udin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24541

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease with an increasing prevalence and a risk of various complications, including foot ulcers. The importance of foot care in preventing such complications is well-established, yet patient compliance remains influenced by a variety of psychosocial factors, including subjective norms. The objective of this study is to provide the description of subjective norms of diabetes mellitus patients related to foot care behaviour in the working area of the Babakan Sari Community Health Centre. This study used a quantitative, descriptive design with a sample of 79 diabetes mellitus patients, selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire based on the modified Theory of Planned Behavior, and analysed descriptively. The results indicated that the majority of respondents (70.9%) exhibited poor subjective norms regarding foot care behavior. This finding suggests that individuals with diabetes may not perceive sufficient social support or normative pressure from their immediate environment, including family, peers, and health professionals, to engage in regular foot care practices.The subjective norms of people with diabetes mellitus regarding foot care remain relatively low. These findings emphasise the importance of strengthening social support and the role of the surrounding environment in improving foot care behaviour at primary healthcare level. Keywords: Diabetes Mellitus, Foot Care, Subjective Norms.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki. Perawatan kaki merupakan perilaku yang diperlukan dalam pencegahan komplikasi tersebut, tetapi kepatuhan pasien masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, termasuk norma subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perilaku perawatan kaki di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 79 penderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Theory of Planned Behavior yang telah dimodifikasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (70,9%) memiliki norma subjektif yang kurang baik terhadap perilaku perawatan kaki. Temuan ini mengindikasikan bahwa penderita diabetes belum merasakan dukungan sosial atau tekanan normatif yang cukup kuat dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan, untuk melakukan perawatan kaki secara konsisten. Norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perawatan kaki masih relatif rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan sosial dan peran lingkungan sekitar dalam upaya meningkatkan perilaku perawatan kaki di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Norma Subjektif, Perawatan Kaki.
Gambaran Tingkat Caregiver Burden pada Keluarga dengan Anak Cerebral Palsy Usia 0-12 Tahun di Bandung Raya Fortuna, Amanda Dwi; Rosidin, Udin; Mulya, Adelse Prima
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24824

Abstract

ABSTRACT Cerebral palsy is a non-progressive neurodevelopmental disorser causing long-term motr impairment in children and requiring ongoing care, placing families at risk of cargiver burden across physical, emotional, social, financial, and family relationships domains. This quantitative descriptive study aimed to describe the level of caregive burden among families of children with cerebral palsy in Greater Bandung Area. A total of 142 caregivers of children aged 0-12 years, members of Komunitas Keluarga Cerebral Palsy, were selected using stratified random sampling. The instrument used was the Zarit Burden Interview (22 items), which has been translated and tested for validity and reliability. The results showed that the level of caregiver burden in most caregivers (58.5%) was in the mild-moderate category, with the financial burden as the heaviest burden category (40.8%). The physical aspect was dominated by the mild-moderate (39.4%) and moderate-heavy (38.7%) burden categories. The majority of caregivers experience mild to moderate emotional burden (57%), while the majority experience no burden or mild burden in terms of social aspects (44.4%). In terms of family relationships, mild to moderate burden is the most common category (66.9%). These findings indicate the potential role of social support from the community in reducing the burden of caregiving. Responsive social support for caregivers' needs, such as home visit services, respite care, and psychological support from health workers, needs to be strengthened continuously and adjusted to the level of caregiver burden, especially to reduce the burden on the financial and physical aspects. Keywords: Caregiver Burden, Cerebral Palsy, Family, Greater Bandung Area.  ABSTRAK Cerebral palsy merupakan gangguan neurodevelopmental non-progresif yang menyebabkan disabilitas motorik jangka panjang pada anak. Anak dengan cerebral palsy memerlukan perawatan yang kompleks dan berkelanjutan, sehingga keluarga sebagai pengasuh utama berisiko mengalami caregiver burden yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, finansial, dan hubungan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan menggambaran tingkat caregiver burden pada keluarga anak cerebral palsy di Bandung Raya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan 142 caregiver anak cerebral palsy usia 0-12 tahun yang tergabung dalam Komunitas Keluarga Cerebral palsy, dengan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Zarit Burden Interview (22 item) yang telah diterjemahkan dan teruji valid dan reliabel untuk digunakan. Hasil penelitian menunjukkan tingkat caregiver burden pada sebagian besar atau 83 caregiver (58,5%) berada pada kategori beban ringan-sedang, 34 caregiver (23,9%) merasakan beban sedang-berat, 20 responden (14,1%) merasa tidak ada beban/beban ringan, dan 5 responden (3,5%) merasakan beban pengasuhan yang berat. Temuan ini menunjukkan kemungkinan peran dukungan sosial dari komunitas dalam menekan beban pengasuhan. Dukungan sosial yang responsif terhadap kebutuhan kebutuhan caregiver, seperti layanan home visit, respite care, dan dukungan psikologis oleh tenaga kesehatan, perlu diperkuat secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan tingkat beban caregiver, terutama untuk menurunkan beban pada aspek finansial dan fisik. Kata Kunci: Bandung Raya, Cargiver Burden, Cerebral Palsy, Keluarga.
Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Fortuna, Amanda Dwi Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Mulya, Adelse Prima Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni Purnama, Erita Cahya Putri, Dea Sephia Putri, Syifa Nabilla R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani