Claim Missing Document
Check
Articles

Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
Efektifitas Art Therapy Untuk Mengurangi Halusinasi Pada Pasien Skizoprenia Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20580

Abstract

ABSTRACT Schizophrenia is a psychotic disorder that can cause a person to have limitations in the process of thinking, communicating, interpreting reality, feeling emotions and expressing the emotions they feel. Hallucinations are a symptom of schizophrenia where sufferers experience disturbances in sensory perception and will feel sensations that actually do not exist or are not real, which can be in the form of sound, taste, sight, smell and touch. This research is to determine and analyze the effectiveness of Art therapy interventions in the recovery of schizophrenia patients. This research uses a literature study method with secondary data from previous research obtained from 535 journals adjusted to the inclusion and exclusion criteria, with the publication year 2014-2024, which was determined by the researcher through Search using online databases, namely Pubmed, Garuda, and Google Scholar search engine. The application of art therapy has proven effective in managing the symptoms that appear in schizophrenia patients, one of which is hallucinations. Art therapy can be carried out using various methods because art is abstract and very broad, and involves many senses, thus providing a way for patients to express hallucinatory experiences nonverbally. Art therapy or drawing therapy has been widely used in the medical environment, one of which is to treat mental disorders such as hallucinations because it functions to release emotions, express oneself through non-verbal means and build communication.  . It is hoped that it can become a reference for health practitioners, especially mental health nurses, to implement art therapy interventions as actions that are given routinely as non-pharmacological therapy Keywords: Art Therapy, Hallucinations, Schizophrenia.  ABSTRAK Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang dapat menyebabkan seseorang memiliki keterbatasan dalam proses berpikir, berkomunikasi, menafsirkan realitas, merasakan emosi dan mengekspresikan perasaan emosi yangdirasakannya. Halusinasi adalah gejala skizofrenia dimana penderita mengalami gangguan pada persepsi sensori akan merasakan sensasi yang sebenarnya tidak ada atau tidak nyata, dapat berbentuk suara, pengecapan, penglihatan, penghidu dan perabaan. Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisa efektivitas dari intervensi Art therapy dalam pemulihan pasien skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan data sekunder hasilpenelitian terdahulu yang didapatkan sebanyak 535  jurnal yang disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi , dengan tahun terbit 2014- 2024 ,yang ditetapkan oleh peneliti melalui pencarian menggunakan Database Online yaitu Pubmed, Garuda, dan search engine Google Scholar. Penerapan art therapy terbukti efektif untuk mengelola gejala yang muncul pada pasien skizofrenia, salah satunya halusinasi. Art therapy dapat dilakukan dengan berbagai metode karena seni itu abstrak dan sangat luas, serta melibatkan banyak indera sehingga memberikan cara bagi pasien untukmengekspresikan pengalaman halusinasi  secara nonverbal. Art theraphy atau terapi menggambar telah banyak digunakan dilingkungan medis, salah satunya untuk pengobatan penyakit gangguan jiwa seperti halusinasi karena berfungsi untuk melepaskan emosi, mengekspresikan diri melalui cara-cara non verbal dan membangun komunikasi. Diharapkan dapat menjadi referensi bagi praktisi kesehatan, terutama perawat Jiwa  untuk  menerapkan  intervensi Art terapi sebagai tindakan  yang diberikan secara  rutin  sebagai terapi non farmakologi. Kata Kunci: Art Terapi, Halusinasi, Skizoprenia.
Gambaran Pengetahuan, Sikap, Persepsi dan Perilaku Remaja Putri Mengenai Perineal Hygiene Saat Menstruasi di Pesantren SMP Al-Ma’soem Erita Cahya Purnama; Sukmawati Sukmawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24435

Abstract

ABSTRACT Adolescent girls’ reproductive health remains a public health concern, particularly related to perineal hygiene practices during menstruation. National data indicate that only 21.6% of adolescents practice proper hygiene behaviors, which increases the risk of reproductive tract infections and urinary tract infections. This study aimed to describe the levels of knowledge, attitudes, perceptions, and behaviors of adolescent girls regarding perineal hygiene during menstruation.This study employed a quantitative descriptive design. The sampling technique used was total sampling among female students in grades VII–IX who had experienced menstruation. Data were collected using a structured questionnaire covering knowledge, attitudes, perceptions, and perineal hygiene behaviors during menstruation. Data analysis was conducted using univariate analysis. The results showed that nearly half of the respondents had a low level of knowledge (43.5%). Most respondents demonstrated positive attitudes and perceptions, with proportions of 55.3% and 57.6%, respectively; however, more than half of the respondents still exhibited poor perineal hygiene behaviors (51.8%). These findings indicate that positive attitudes and perceptions are not yet fully accompanied by adequate knowledge and optimal perineal hygiene behaviors among adolescent girls. Keywords: Adolescent girls, Menstruation, Perineal hygiene, Schools, Religion and Education.  ABSTRAK Kesehatan reproduksi remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat, khususnya terkait praktik kebersihan perineal saat menstruasi. Data nasional menunjukkan bahwa hanya 21,6% remaja yang menerapkan perilaku hygiene dengan benar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya infeksi saluran reproduksi dan infeksi saluran kemih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku remaja putri mengenai perineal hygiene saat menstruasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada santriwati kelas VII–IX yang telah mengalami menstruasi.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, dan perilaku perineal hygiene saat menstruasi. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan kurang (43,5%). Sebagian besar responden memiliki sikap dan persepsi positif masing-masing sebesar 55,3% dan 57,6%, namun perilaku perineal hygiene masih tergolong kurang pada lebih dari setengah responden (51,8%). Temuan ini menunjukkan bahwa sikap dan persepsi yang positif belum sepenuhnya diikuti oleh tingkat pengetahuan dan perilaku perineal hygiene yang optimal pada remaja putri. Kata Kunci: Menstruasi, Perineal Hygiene, Pesantren, Remaja Putri.
Gambaran Kondisi Kesehatan Lingkungan Rumah Warga di RW 08 Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 1 (2025): Volume 7 Nomor 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i1.17669

Abstract

ABSTRACT The health of the home environment is one of the important factors that affect the quality of life of the community, especially in dense residential environments such as RW. A healthy home environment can prevent various diseases and support the overall well-being of society. To describe the health condition of the home environment in RW 08 and Analyze the factors that affect it and assess the impact of the home environment on the health of the local community. The research method uses quantitative descriptive. The research is focused on aspects of the home environment related to health, such as water quality, sanitation, ventilation, and household waste management. The community settlement of RW 08 Wetan City Village is a fairly densely populated settlement characterized by the distance between the houses and the other houses is quite close and there are several houses that have unifying walls. Almost all people have permanent houses (95.4%), with sufficient ventilation (50.8%), the floors of the houses are entirely made of cement / plaster / boards / ceramics (100%), the condition of the house is poorly lit (67.7%), and the condition of the house is humid with a percentage (64.4%). The health conditions of the home environment in RW 08 are very diverse, but the majority show significant health risks related to poor air quality, humidity, and sanitation. To improve this condition, intervention from the government and local communities is needed to improve the quality of the home environment in a sustainable manner Keywords: Health Conditions, Home Environment, Community Members, RW   ABSTRAK Kesehatan lingkungan rumah merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama di lingkungan pemukiman padat seperti RW. Lingkungan rumah yang sehat dapat mencegah berbagai penyakit dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Untuk mendeskripsikan kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 dan Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya serta menilai dampak kondisi lingkungan rumah terhadap kesehatan masyarakat setempat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Penelitian difokuskan pada aspek lingkungan rumah yang berhubungan dengan kesehatan, seperti kualitas air, sanitasi, ventilasi, dan penanganan limbah rumah tangga. Pemukiman masyarakat RW 08 Kelurahan Kota Wetan merupakan pemukiman yang cukup padat penduduk ditandai dengan jarak rumah dengan rumah yang lainnya cukup rapat dan ada beberapa rumah yang memiliki tembok menyatu. Hampir seluruh masyarakat memiliki rumah permanen (95,4%), dengan ventilasi mencukupi (50,8%), lantai rumah seluruhnya memakai semen / plester / papan / keramik (100%), kondisi rumah kurang terang (67,7%), dan kondisi rumah yang lembab dengan persentase (64,4%). Kondisi kesehatan lingkungan rumah di RW 08 ini sangat beragam, tetapi mayoritas menunjukkan adanya risiko kesehatan yang cukup signifikan terkait dengan kualitas udara, kelembapan, serta sanitasi yang buruk. Untuk memperbaiki kondisi ini, diperlukan intervensi dari pemerintah dan masyarakat setempat guna meningkatkan kualitas lingkungan rumah secara berkelanjutan. Kata Kunci: Kondisi Kesehatan, Lingkungan Rumah, Warga Masyarakat, RW
Pengaruh Karakteristik Siswa terhadap Pengetahuan tentang PHBS Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Nina Sumarni; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.20785

Abstract

ABSTRACT School children's health is an effort that needs to be accustomed to in the learning process, so that children have an awareness of healthy behavior habits. This awareness must be instilled in all children, so that they can apply healthy behavior at school or in everyday life. Several studies have stated that health disorders in school-age children are susceptible to health problems caused by environmental factors and poor lifestyles. Based on the results of the initial survey, it was found that students often buy snacks around the school, brush their teeth only once a day, and students often suffer from diarrhea. This is possible because the implementation of clean and healthy living behaviors in schools is still low. One factor in the low implementation of clean and healthy living behaviors is knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of characteristics on students' knowledge about the implementation of clean and healthy living behaviors. The characteristics of the students studied were class level, gender and age. While the variables are student characteristics, namely class level, gender and age as independent variables while knowledge is the dependent variable. The research design developed was quantitative analytic. The population of this study was all students from grades I to VI of SDN 1 Sukamentri. The results of the study showed that class level with student knowledge p value 0.001 and OR value 4.375. gender with student knowledge p value 0.32 and OR value 0.85. Age with student knowledge p value 0.001 and OR value 5.327. Conclusion; there is an influence between class level and student knowledge. There is no influence between gender and student knowledge and there is an influence between age and student knowledge. Keywords: Knowledge, Clean and healthy living behavior, Elementary School Students  ABSTRAK Kesehatan anak sekolah merupakan upaya yang perlu dibiasakan dalam proses pembelajaran, sehingga anak memiliki kesadaran terhadap kebiasaan berperilaku sehat. Kesadaran tersebut harus tertanam pada semua anak, agar dapat menerapkan perilaku sehat di sekolah ataupun pada kehidupan sehari-hari. Beberapa penelitian menyebutkan gangguan kesehatan pada anak usia sekolah rentan timbulnya masalah kesehatan yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan pola hidup kurang baik. Berdasarkan hasil survey awal, ditemukan bahwa siswa sering jajan di sekitar sekolah, menggosok gigi hanya satu kali dalam sehari, dan siswa sering menderita penyakit diare. Hal ini dimungkinkan masih rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Salah satu faktor rendahnya pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat adalah pengetahuannya. Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh karakteristik dengan pengetahuan siswa tentang  pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Karakteristik siswa yang diteliti adalah tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia. Sedangkan variabelnya adalah karakteristik siswa yaitu tingkatan kelas, jenis kelamin dan usia sebagai variabel independen sedangkan pengetahuan sebagai variabel dependen. Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah analitik kuantitatif. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas I sampai dengan kelas VI SDN 1 Sukamentri. Hasil penelitian menunjukan tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 4,375. jenis kelamin dengan pengetahuan siswa p value 0,32 dan nilai OR 0,85. Usia dengan pengetahuan siswa p value 0,001 dan nilai OR 5,327. Kesimpulan ; adanya pengaruh antara tingkatan kelas dengan pengetahuan siswa. Tidak ada pengaruh antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa dan ada pengaruh antara usia dengan pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Siswa Sekolah Dasar
Norma Subjektif Perawatan Kaki Penderita Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Babakan Sari Syifa Nabilla Putri; Witdiawati Witdiawati; Udin Rosidin
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 3 (2026): Volume 8 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i3.24541

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease with an increasing prevalence and a risk of various complications, including foot ulcers. The importance of foot care in preventing such complications is well-established, yet patient compliance remains influenced by a variety of psychosocial factors, including subjective norms. The objective of this study is to provide the description of subjective norms of diabetes mellitus patients related to foot care behaviour in the working area of the Babakan Sari Community Health Centre. This study used a quantitative, descriptive design with a sample of 79 diabetes mellitus patients, selected using purposive sampling. Data were collected using a questionnaire based on the modified Theory of Planned Behavior, and analysed descriptively. The results indicated that the majority of respondents (70.9%) exhibited poor subjective norms regarding foot care behavior. This finding suggests that individuals with diabetes may not perceive sufficient social support or normative pressure from their immediate environment, including family, peers, and health professionals, to engage in regular foot care practices.The subjective norms of people with diabetes mellitus regarding foot care remain relatively low. These findings emphasise the importance of strengthening social support and the role of the surrounding environment in improving foot care behaviour at primary healthcare level. Keywords: Diabetes Mellitus, Foot Care, Subjective Norms.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya ulkus kaki. Perawatan kaki merupakan perilaku yang diperlukan dalam pencegahan komplikasi tersebut, tetapi kepatuhan pasien masih dipengaruhi oleh berbagai faktor psikososial, termasuk norma subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perilaku perawatan kaki di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 79 penderita diabetes melitus yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis Theory of Planned Behavior yang telah dimodifikasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (70,9%) memiliki norma subjektif yang kurang baik terhadap perilaku perawatan kaki. Temuan ini mengindikasikan bahwa penderita diabetes belum merasakan dukungan sosial atau tekanan normatif yang cukup kuat dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, teman sebaya, dan tenaga kesehatan, untuk melakukan perawatan kaki secara konsisten. Norma subjektif penderita diabetes melitus terkait perawatan kaki masih relatif rendah. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan dukungan sosial dan peran lingkungan sekitar dalam upaya meningkatkan perilaku perawatan kaki di tingkat pelayanan kesehatan primer. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Norma Subjektif, Perawatan Kaki.
Upaya Pembentukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Sekolah Udin Rosidin; Iwan Shalahuddin; Dadang Purnama; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25899

Abstract

ABSTRAK Kesehatan siswa merupakan aspek penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas dan produktif. Sekolah sebagai institusi pendidikan memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengembangan aspek akademik, tetapi juga dalam membentuk perilaku hidup sehat sejak usia dini. Salah satu pendekatan yang efektif dalam mendukung upaya tersebut adalah melalui implementasi keperawatan kesehatan berbasis sekolah. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan disalah satu SMPN di Kabupaten Garut menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) siswa masih tergolong rendah. Kondisi ini dimungkinkan karena kurangnya pemahaman siswa dalam pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan pengetahuan siswa dalam pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Metode kegiatan yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan tentang pelaksanaan perilaku hidup bersih dan sehat. Jumlah peserta yang hadir sebanyak 294 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata nilai pres-test sebesar 55,9 poin dan rata rata nilai post-test sebesar 66,7 poin. Ada peningkatan pengetahuan siswa  setelah dilakukan penyuluhan kesehatan sebesar 10,8 poin. Rencana tindak lanjut yang akan di teruskan oleh pihak sekolah dan pihak puskesmas adalah mengaktifkan kembali program UKS dan pelatihan duta remaja sehat. Program UKS yang bisa dilaksanakan dalam membudayakan hidup sehat di sekolah adalah melaksanakan pendidikan kesehatan kepada siswa.  Kata Kunci: PHBS Sekolah, Penyuluhan Kesehatan, Siswa.  ABSTRACT Student health is a crucial aspect in shaping a healthy, intelligent, and productive generation. Schools, as educational institutions, play a strategic role not only in academic development but also in fostering healthy lifestyles from an early age. One effective approach to supporting these efforts is through the implementation of school-based health nursing. A study conducted at a junior high school in Garut Regency showed that students' clean and healthy living behaviors (PHBS) were still relatively low. This is likely due to a lack of student understanding of the implementation of clean and healthy living behaviors. The objective of this activity was to increase students' knowledge in implementing clean and healthy living behaviors at school. The method used was health counseling on the implementation of clean and healthy living behaviors. A total of 294 students attended. The results showed an average pre-test score of 55.9 points and an average post-test score of 66.7 points. There was a 10.8 point increase in student knowledge after the health counseling. The follow-up plan, which will be continued by the school and community health center, is to reactivate the UKS program and train healthy youth ambassadors. One UKS program that can be implemented to cultivate a healthy lifestyle in schools is health education for students. Keywords: School PHBS, Health Education, Students.
Kenali Gejala, Cegah Penularan: Bersama Lawan TBC di RW 03 RT 01 Desa Cileles Kecamatan Jatinangor Sumedang Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Ahmad Yamin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 6 (2026): Volume 9 Nomor 6 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i6.25880

Abstract

ABSTRAK Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada tingkat komunitas dengan kepadatan penduduk tinggi dan tingkat pengetahuan kesehatan yang masih terbatas. Upaya pencegahan penularan TBC memerlukan pendekatan promotif dan preventif berbasis masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran akan gejala serta cara penularannya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai gejala TBC dan langkah-langkah pencegahan penularannya di RW 03 RT 01 Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta pembagian media informasi berupa leaflet. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia produktif dan keluarga yang berjumlah 45 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Materi yang disampaikan meliputi tanda dan gejala TBC, cara penularan, pentingnya deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta perilaku hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan masyarakat, dimana rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56,4% pada pre-test menjadi 85,7% pada post-test. Selain itu, terjadi perubahan sikap positif masyarakat dalam upaya pencegahan, seperti penggunaan masker saat batuk, peningkatan ventilasi rumah, serta kesadaran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait TBC. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi strategi berkelanjutan dalam menekan angka penularan TBC di tingkat lokal. Diperlukan dukungan lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat untuk mencapai eliminasi TBC secara optimal. Kata Kunci: Tuberkulosis, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penularan, Deteksi Dini, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Tuberculosis (TB) remains a major public health concern in Indonesia, particularly at the community level where population density and limited health literacy contribute to ongoing transmission. Community-based preventive efforts focusing on early symptom recognition and transmission control are essential to reduce TB incidence. This study aimed to improve community knowledge and awareness regarding TB symptoms and prevention strategies in RW 03 RT 01, Cileles Village, Jatinangor Subdistrict, Sumedang Regency. A community-based health education intervention was conducted involving 45 participants from productive age groups and households. The intervention included health counseling sessions, interactive discussions, and distribution of educational leaflets. Knowledge assessment was performed using a pre-test and post-test design. Educational materials covered TB signs and symptoms, modes of transmission, early detection, treatment adherence, and clean and healthy lifestyle practices.The findings demonstrated a significant improvement in participants’ knowledge, with the mean score increasing from 56.4% (pre-test) to 85.7% (post-test). Additionally, positive behavioral changes were observed, including increased use of masks when coughing, improved household ventilation, and greater willingness to seek medical examination at healthcare facilities. Community-based health education is effective in enhancing knowledge and awareness regarding TB prevention and control. This approach can serve as a sustainable strategy to reduce TB transmission at the local level. Strengthening cross-sector collaboration and active community participation is crucial to achieving TB elimination goals. Keywords: Tuberculosis, Health Education, Disease Prevention, Early Detection, Community Empowerment.
Co-Authors Aat Sriati Adelse Prima Mulya Ahmad Yamin Ahmad Yamin Ajeng Fajriati Nurul Fatimah Alam, Ismailah Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Anggi Putri Ariyani Ariyani, Anggi Putri Astiani, Santi Aulia, Syifa Nurul Cah Soniman Nitema Gea Cecep Eli Kosasih Citra Sari Citra Windani M.S Dadang Purnama Desy Indra Yani Ema Arum R. Ema Arum Rukmasari Erita Cahya Purnama Erna Herawati Fatmaningsih, Nurul Khotimah Fauziyah, Shafira Fitri Furkon Nurhakim Furkon Nurhakim Habsyah Saparidah Agustina Haelena Wibowo, Gita Amoria Hartiah Haroen Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Iceu Amira Iceu Amira Iceu Amira D.A Iceu Amira DA Ikeu Nurhidayah Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahhudin Iwan Shalahuddin Iwan Sholahhudin Iwan Sholahuddin Iwan Sholahudin Iwan Sholahudin Iwan Suhendar Iyus Yosep Jatiningtyas, Kurnia Jemi Rahmani A Jemi, Jemi Rahmani A Komariah, Mariah Kosim Kosim Kurniawan Yudianto Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Lisfa Asifah Luthfi, Wazirul Luthfiyani, Nida M Noor, Rohmahalia Mamat Lukman Maziyya, Nur Mediawati, Ati Surya Mira Trisyani Koeryaman Mohammad Abdul Mubaroq, Bagja Al Neti Juniarti Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nida Luthfiyani Nina Sumarni Noor, Rohmahalia M. Noor, Rohmahallia M Pristasari, Sheizi Purba, Avrilia Roroarta Wahyuni R, Ema Arum Rahmawati, Sephia Raini Diah Susanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalia M. Noor Rohmahalian M. Noor Rohman Hikmat Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sandra Restuti Sena Yudipaty Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan, Sobur Shalahhudin, Iwan Sholahudin, Iwan Sobur Setiawan Sopia Marlina Sri Amanda Sri Hendrawati Sukma Senjaya Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Sumarna, Umar Sumarna, Umar Syifa Nabilla Putri Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Umar Sumarna Windani, Citra Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Witdiawati, Witidiawati Yuli Yani