Claim Missing Document
Check
Articles

Persepsi, Sikap dan Tingkat Pengetahuan Siswa SMA 1 Padang Panjang Terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) Rinita Amelia; Melya Susanti; Yusti Siana
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1832

Abstract

Tercapainya maturasi seksual pada usia remaja akhir menunjukan dorongan seksual yang akan menstimulus remaja untuk memenuhi kebutuhan seksual nya, bahkan dapat melakukan hal yang tidak pantas apabila tidak tercapai sehingga remaja tersebut akan mengembangkan perilaku seksual yang menyimpang. Salah satu perilaku menyimpang yang mungkin terjadi adalah perilaku LBGT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan dan persepsi remaja terhadap LGBT melalui penelitian deskriptif observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Dari hasil penelitian terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 40% dan siswa perempuan 60%. Sebagian besar siswa sudah mendapatkan informasi tentang LGBT dan hanya 7.2% yang tidak pernah mencari/ memperoleh informasi tentang LGBT. Sebagian besar siswa mendapatkan informasi tentang LGBT ini dari media internet (75.3%). Tingkat pengetahuan mahasiswa terkait LGBT sebagian besar baik siswa laki-laki maupun perempuan adalah kurang (76.8%). Dibanding siswa laki-laki masih banyak siswa perempuan yang tingkat pengetahuan nya baik (16.8%) sedangkan siswa laki-laki hanya 6.4%. Rata-rata skor sikap menunjukkan bahwa sikap siswa yang masih cenderung positif terhadap LGBT Antara tingkat pengetahuan dan sikap siswa terhadap LGBT memiliki kategori hubungan yang sangat lemah.
Hubungan Indek Masa Tubuh dengan Derajat Hipertensi pada Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Air Dingin Padang Fidiariani; Melya Susanti; Salmi
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol 5 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Manusia dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v5i3.1834

Abstract

Beberepa tahuan terahir ini terjadi peningkatan jumlah lansia disebabkan oleh perbaikan status kesehatan akibat kemajuan teknologi dan penelitian-penelitian kedokteran, perbaikan status gizi, peningkatan usia harapan hidup, pergeseran gaya hidup dan peningkatan pendapatan perkapita. Hal tersebut menyebabkan terjadinya transisi epidemiologi dari penyakit infeksi menuju penyakit degeneratif yang salah satunya adalah penyakit sistem kardiovaskular misalnya hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degenerative yang menjadi masalah kesehatan di dunia, baik dinegara maju maupun dinegara berkembang. Prevalensi hipertensi terus meningkat setiap tahunnya bahkan WHO memperkirakan pada tahun 2025 1,5 milyar dari populasi dunia terkena hipertensi. Peningkatan kejadian hipertensi tidak terlepas dari banyaknya factor resiko hipertensi. Fakor resiko terjadinya hipertensi dapat dikelompokkan menjadi factor resiko yang bisa dikendalikan diantaranya gaya hidup, obesitas, dan factor resiko yang tidak dapat dikendalikan diantaranya adalah usia, jenis kelamin, faktor genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara indeks massa tubuh dan derajat hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan pendekatan crossectional. Data dari pasien lansia di Puskesmas Air dingin, Padang dikumpulkan sebagai data penelitian. Hasil penelitian menujukkan bahwa hypertensi banyak ditemukan pada lansia dengan jenis kelamin perempuan (70%), rentang usia lansia (44%), dan lansia dengan riwayat genetik (58%). Hanya ada 25% lansia dengan hipertensi yang merokok. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh (IMT) normal (42%) dan menderita hipertensi sistolik (71%). Analisis secara statistik menggunakan uji Chi-square menujukkan bahwa tidak ada hubungan antara IMT dan derajat hipertensi (p<0.05). Tidak ada hubungan antara indeks masa tubuh dengan hipertensi pada lansia.
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI MENGGUNAKAN AROMATERAPI MINYAK ESENSIAL CANANGA ODORATA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 6-12 BULAN BERISIKO STUNTING Ira Suryanis; Melya Susanti; Rahma Triyana
Jurnal Doppler Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah tidur pada bayi merupakan masalah yang sering terjadi yaitu sekitar 44,2% bayi yang mengalami masalah tidur, namun 72% orang tua menganggapnya sebagai masalah kecil. Padahal masalah tidur dapat menganggu pertumbuhan bayi, menyebabkan fungsi kekebalan tubuh rentan dan menganggu regulasi sistem endokrin. Untuk memperbaiki kualitas tidur dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, maka pijat bayi bisa menjadi salah satu solusinya. Peningkatan kualitas tidur atau lama tidur bayi yang dilakukan pijat bayi disebabkan adanya peningkatan kadar serotonin yang merupakan zat yang transmiter utama yang menyertai pembentukan tidur dan menekan aktifitas otak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat bayi menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata terhadap kualitas tidur bayi yang cenderung stunting. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasieksperimental design. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only,non- equivalent control group design, yaitu rancangan ini mempunyai kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Penelitian dilakukan di kelurahan Aie Pacah Padang bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Jumlah sampel sebanyak 40 bayi yang diambil secara consecutive sampling yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu bayi cenderung stunting dan yang tidak stunting dengan rentan usia 6 - 12 bulan, data dianalisis dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian menemukan terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok yang diberikan perlakuan pijat bayi menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata dengan yang tidak diberikan aromaterapi minyak esensial cananga odorata terhadap kualitas tidur pada bayi yang dipijit dengan pada anak usia 6 – 12 bulan dengan nilai p 0,002 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan dari kualitas tidur pada bayi yang dipijit dengan menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata pada anak usia 6 – 12 bulan.
EFEKTIFITAS PIJAT BAYI MENGGUNAKAN AROMATERAPI MINYAK ESENSIAL CANANGA ODORATA TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 6-12 BULAN BERISIKO STUNTING Ira Suryanis; Melya Susanti; Rahma Triyana
Jurnal Doppler Vol. 6 No. 2 (2022): Jurnal Doppler
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah tidur pada bayi merupakan masalah yang sering terjadi yaitu sekitar 44,2% bayi yang mengalami masalah tidur, namun 72% orang tua menganggapnya sebagai masalah kecil. Padahal masalah tidur dapat menganggu pertumbuhan bayi, menyebabkan fungsi kekebalan tubuh rentan dan menganggu regulasi sistem endokrin. Untuk memperbaiki kualitas tidur dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak, maka pijat bayi bisa menjadi salah satu solusinya. Peningkatan kualitas tidur atau lama tidur bayi yang dilakukan pijat bayi disebabkan adanya peningkatan kadar serotonin yang merupakan zat yang transmiter utama yang menyertai pembentukan tidur dan menekan aktifitas otak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pijat bayi menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata terhadap kualitas tidur bayi yang cenderung stunting. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasieksperimental design. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only,non- equivalent control group design, yaitu rancangan ini mempunyai kelompok eksperimen dankelompok kontrol. Penelitian dilakukan di kelurahan Aie Pacah Padang bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Jumlah sampel sebanyak 40 bayi yang diambil secara consecutive sampling yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu bayi cenderung stunting dan yang tidak stunting dengan rentan usia 6 - 12 bulan, data dianalisis dengan menggunakan uji T. Hasil penelitian menemukan terdapat perbedaan yang bermakna antara dua kelompok yang diberikan perlakuan pijat bayi menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata dengan yang tidak diberikan aromaterapi minyak esensial cananga odorata terhadap kualitas tidur pada bayi yang dipijit dengan pada anak usia 6 – 12 bulan dengan nilai p 0,002 (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan dari kualitas tidur pada bayi yang dipijit dengan menggunakan aromaterapi minyak esensial cananga odorata pada anak usia 6 – 12 bulan.
PENYULUHAN PENTINGNYA PEMBERIAN MENU SEIMBANG DALAM PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA PADANG PANJANG Dian Puspita; Yusti Siana; Melya Susanti; Rinita Amelia; Mhd Nurhuda
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 7 (2022): Nusantara Hasana Journal, December 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition in which a child experiences growth disorders, due to that the child's height does not match his age, as a result of chronic nutritional problems, namely, lack of nutritional intake for a long time. Based on the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 2 of 2020 concerning anthropometric standards for assessing the nutritional status of children, stunting or stunting is a nutritional status based on the height-for-age index (TB/U) with a z score of less than -2 SD (standard deviation). Stunting is not only a problem of disrupting physical growth, but also causes children to get sick easily, besides that there are also disturbances in brain and intelligence development, so that stunting is a major threat to the quality of human resources in Indonesia. Indonesia is a country with multiple nutritional problems, marked by a high prevalence of stunting. Based on JME stunting data, UNICEF World Bank in 2020, Indonesia's prevalence of stunting is in 115th position out of 151 countries in the world (Ministry of Health 2020). Basic Health Research Riskesdas  data for 2018 shows the prevalence of stunting in Indonesia is 30.8%. Whereas in 2022 the prevalence of stunted is 24.4 in Indonesia, 23.3% in West Sumatra, and 20% in Indonesia (Ministry of Health 2022). The city government of Padang Panjang through the Health Service (Dinkes) in the strategic plan (Renstra) is trying to reduce the stunting rate to 15.5% in 2023 and 14% in 2024. This reduction is also an effort to support the National Action Plan to Accelerate Reducing Stunting Rates in Indonesia (RAN PASTI) launched by the government through the National Population and Family Planning Agency (BKKBN).  
Overview of the lipid profile of hypertension patients at the installation of the Siti Rahmah RSI Padang outpatient clinic in 2021 Prima Adelin Prima Adelin; Yolanda Rahma Donni; Fionaliza; Rahma Triyana; Melya Susanti
Science Midwifery Vol 10 No 6 (2023): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i6.1094

Abstract

Hypertension is a health problem that occurs in both developed and developing countries. The risk factors for hypertension are divided into 2, namely modifiable and non-modifiable factors. Modifiable factors are obesity, stress, smoking, drinking alcohol, excessive salt consumption, and dyslipidemia. Factors that cannot be modified are genetics, age, and gender. Dyslipidemia is a condition of abnormal levels of lipid profiles in the blood, namely an increase in total cholesterol, triglycerides, LDL cholesterol (Low Density Lipoprotein) and or a decrease in HDL cholesterol (High Density Lipoprotein). This study aims to see a description of the lipid profile of hypertension patients at the outpatient installation of Siti Rahmah Hospital, Padang in 2021. This study uses a descriptive method with a cross-sectional data collection approach. Based on the research conducted, it was found that most hypertension patients had no complications, as many as 195 people (81.93%), Most hypertension patients had normal LDL (Low Density Lipoprotein) and HDL (High Density Lipoprotein) cholesterol levels as much as 81.09%. and 47.06%, most of the hypertensive patients had high triglyceride and total cholesterol levels as much as 79.83% and 69.33% respectively. Based on the results of the study, it can be concluded that the lipid profile that affects the occurrence of hypertension is triglyceride levels and total cholesterol levels.
Efek Infusa Daun Kunyit terhadap Kematian Larva Nyamuk Aedes Aegypti Instar III Rahma Triyana; Heru Herbianto; Muhammad Ivan; Melya Susanti; Prima Adelin; Yuni Handayani; Ruhsyahadati Ruhsyahadati; Rifkind Malik
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 5 (2023): Volume 5 Nomor 5 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i5.9972

Abstract

ABSTRACT The Aedes mosquito causes nearly 390 million people to be infected each year. Handling of dengue can be carried out by eradicating Aedes aegypti mosquito larvae through the application of insecticides and Turmeric which has the potential as a natural larvicide. The aim of this study was to determine the effect of turmeric leaf infusion on the mortality of Aedes aegypti mosquito larvae. The scope of this study covers the field of parasitology, especially the entomology section. This study was conducted in February 2020 - March 2020 at the Biomedical Laboratory of Baiturahmah University. The type of research used was experimental through the Post Test Only Control Group Design method. The affordable population in this study were 3rd instar larvae of Aedes aegypti obtained from colonization results at the Health Entomology Laboratory, Faculty of Veterinary Medicine, Bogor Agricultural University (f.140), the total sample required was 420 larvae, data analysis used the kruskall-wallis test and probit test. Based on the research results, after giving 1%, 2%, 4%, 8% and 16% concentration of turmeric leaf infusion in 1, 2, 3, 4 and 24 hours there was no mortality of Aedes Aegypti larvae or 0%, after giving the leaf infusion concentration turmeric by 30% in 1, 2, 3 and 24 hours, the mortality of Aedes Aegypti larvae is 2.5%, after giving the concentration of turmeric leaf infusion of 50% in 1, 2, 3 and 24 hours, the mortality of Aedes Aegypti larvae is 1, 25%, after giving the concentration of turmeric leaf infusion of 60% within 1, 2, 3 and 24 hours, the mortality of Aedes Aegypti larvae is 6.25%, after giving the concentration of turmeric leaf infusion of 100% within 1, 2, 3 and 24 The mortality of Aedes Aegypti larvae is 8.5%, after giving a 100% concentration of turmeric leaf infusion  within 1, 2, 3 and 24 hours, the mortality of Aedes Aegypti larvae is 17.5%, there is a comparison of the effectiveness of larvicides between turmeric leaf infusion and larvicide commercial (abate). sig 0.003 <0.05 and the average mortality rate of Aedes aegypti larvae at all concentrations of turmeric leaves (100%, 80%, 60%, 50% and 30%) had a significant difference with positive control (abate) (p <0, 05) and the probit results show that the LC50 value of the larvicide infusion of turmeric leaves is 169.281 with intervals of 125.889 and 1822.476 and the LC99 value of the larvicide infusion of turmeric leaves is 573.233 with an interval of 252.901 to 673585.866 and a very potent concentration of killing Aedes aegypti larvae is 100% with an average lethal rate of Aedes aegypti mosquito larvae, namely 3.5. There is a comparison of larvicide effectiveness between turmeric leaf infusion and commercial larvicide (abate). sig 0,000 <0.05. Keywords: Aedes Aegypti Larvae, Turmeric Leaf Infusion, LC 50, LC 99  ABSTRAK Nyamuk Aedes mengakibatkan nyaris 390 juta orang terinfeksi tiap tahunnya, Penanganan DBD mampu dilaksanakan melalui cara membasmi larva nyamuk Aedes aegypti melalui pemberian insektisida dan Kunyit yang berpotensi sebagai larvasida alami.Tujuan penelitian untuk mengetahui efek infusa daun kunyit terhadap kematian larva nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini mencakup bidang ilmu Parasitologi khususnya bagian Entomologi. Penelitian dilaksanakan pada februari – maret 2020 di Laboratorium Biomedik Universitas Baiturahmah Padang. Jenis penelitian yang digunakan ialah Eksperimental melalui metode Post Test Only Control Grup Design. Populasi terjangkau penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III yang di dapat dari hasil kolonisasi di Laboratorium Entomologi Kesehatan Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (f.140), total sampel yang dibutuhkan adalah 420 ekor larva, analisa data menggunakan uji kruskall-wallis dan uji probit. Berdasarkan hasil penelitian, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 1%, 2%, 4%, 8% dan 16% dalam waktu 1, 2,  3, 4 dan 24 jam tidak ada mortalitas larva Aedes Aegypti atau 0%, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 30% dalam waktu 1, 2, 3 dan 24 jam mortalitas larva Aedes Aegypti adalah 2,5%, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 50% dalam waktu 1, 2, 3 dan 24 jam mortalitas larva Aedes Aegypti adalah 1,25%, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 60% dalam waktu 1, 2, 3 dan 24 jam mortalitas larva Aedes Aegypti adalah 6,25%, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 100% dalam waktu 1, 2, 3 dan 24 jam mortalitas larva Aedes Aegypti adalah 8,5%, setelah pemberian konsentrasi infusa daun kunyit sebesar 100% dalam waktu 1, 2, 3 dan 24 jam mortalitas larva Aedes Aegypti adalah 17,5%, dan rata-rata kematian larva Aedes aegypti pada seluruh konsentrasi daun kunyit (100%, 80%, 60%, 50% dan 30%) memiliki perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif (abate) (p<0,05) dan hasil probit menunjukkan nilai LC50 dari larvasida infusa daun kunyit adalah 169,281 dengan interval 125,889  dan 1822,476 dan nilai LC99 dari larvasida infusa daun kunyit adalah 573,233 dengan interval 252,901 sampai 673585,866 serta konsentrasi yang amat ampuh mematikan larva nyamuk Aedes aegypti adalah 100% dengan rata-rata mematikan larva nyamuk Aedes aegypti yakni 3,5. Terdapat perbandingan efektivitas larvasida antara infusa daun kunyit dengan larvasida komersil (abate). sig 0,000 < 0,05. Kata Kunci: Larva Aedes Aegypti, Infusa Daun Kunyit, LC 50, LC 99
EDUKASI DESAIN ERGONOMIS FASILITAS BELAJAR BERDASARKAN DATA ANTROPOMETRI DI PAUD KELURAHAN AIE PACAH Melya Susanti; Ira Suryanis; Rinita Amelia; Raham Triyana
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 7 (2023): Nusantara Hasana Journal, December 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i7.1034

Abstract

Early childhood, the golden age of growth and development for children, is a very critical period in the stage of human development. Since 2003, the government has issued Law No. 20 of 2003 concerning the national education system, including the PAUD education system (early childhood education). According to the Ministry of Education and Culture, in the 2020–2021 school year, 6,346,193 early childhood education students in Indonesia were members of private and public educational institutions. According to early childhood education statistics, more classrooms are lightly damaged than good. The learning process in early childhood education institutions takes place actively and involves children who are at the most active and energetic stage, so they need ergonomic learning facilities whose size is determined by the child's body size and which are comfortable and safe. The ergonomic design of this learning facility also aims to maintain bone health and early childhood posture because it is still vulnerable and easy to change. After all, it is still in its infancy. Evaluation of school benches, measurement of children's anthropometric data, and education on the importance of using ergonomic school equipment have been carried out in one of the PAUD/TK locations in the Koto Tangah sub-district. The results obtained by the school bench used are quite ergonomic when compared to the anthropometric size of students at the school.
Hubungan Kadar Ferritin Serum pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir di RSI Siti Rahmah Padang Tahun 2018-2019 Meiriska, Indri Putri; Anggraini, Debie; Susanti, Melya
Scientific Journal Vol. 1 No. 1 (2022): SCIENA Volume I No 1, January 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.896 KB) | DOI: 10.56260/sciena.v1i1.12

Abstract

Latar Belakang:Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat kekurangan zat besi sehingga pembentukan sel – sel darah merah serta fungsi yang lain mengalami gangguan. Anemia yang paling sering terjadi pada ibu hamil adalah anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi selama kehamilan memiliki dampak negatif bagi ibu dan janin salah satunya bayi dapat lahir dengan berat yang rendah. Alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui defisiensi besi yaitu kadar ferritin.  Tujuan:untuk mengetahui hubungan kadar ferritin serum pada ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018-2019.Metode:Ruang lingkup mencakup bidang ilmu obstetri dan pemeriksaan laboratorium pada kehamilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Populasi terjangkau dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III yang memeriksa kehamilannya di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018- 2019 dengan 95 sampel menggunakan teknik simple ramdom sampling. Analisis data univariant disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan presentase sedangkan analisis bicariant menggunakan uji chi square dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS. Hasil: Hasil penelitian usia terbanyak adalah usia 20-35 tahun sebanyak 90 ibu hamil (94,7%) , kadar hemoglobin terbanyak adalah<11 gr/dl (rendah) sebanyak 50 ibu hamil (52,6%) , kadar ferritin serum terbanyak adalah<30 μg/L (defisiensi besi) sebanyak 65 ibu hamil (68,4%) , berat badan bayi baru lahir terbanyak adalah>2500 – 4000 gram sebanyak 87 bayi (91,6%) , tidak terdapat hubungan bermakna  antara kadar ferritin serum pada ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018-2019didapatkan p=0,225 (p>0,05). Kesimpulan:Tidak terdapat hubungan bermakna  antara kadar ferritin serum pada ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir di RSI Siti Rahmah Padang tahun 2018-2019.
Hubungan Status Pekerjaan dengan Kejadian Pterigium di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 – 2022 Ashan, Haves; Ainun Nabila, Syafa; Susanti, Melya; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 3 No. 3 (2024): SCIENA Volume III No 3, May 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i3.130

Abstract

Latar belakang: Pterigium adalah pertumbuhan fibrovaskular konjungtiva yang berbentuk sayap yang dapat mencapai kornea. Daerah tropis seperti Indonesia, memiliki resiko 44 kali lebih tinggi terkena Pterigium di bandingkan dengan daerah non-tropis. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di rumah sakit islam siti rahmah tahun 2021-2022. Metode: Jenis penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan menggunakan Metode Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang tahun 2021-2022 sebanyak 86. Hasil: Analisis univariat menujukkan usai terbanyak adalah 18-65 tahun yaitu 54 orang (62,8%), jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan yaitu 50 orang atau (58,1%), status pekerjaan terbanyak adalah indoor yaitu 65 orang (75,6%), dan pasien yang mengalami pterigium sebanyak 43 orang (50,0%). Analisis bivariat dengan uji chi square mendapatkan nilai p value sebesar 0,045 yang mejelasakan ada hubungan yang signifikan status pekerjaan dengan kejadian ptarigium. Kesimpulan: Terdapat hubungan status pekerjaan dengan kejadian pterigium di Poli Mata Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Kota Padang Tahun 2021 - 2022.
Co-Authors Ade Teti Vani Adelin, Prima Ahmad Dzaki Ainun Nabila, Syafa Akbar, Resti Rahmadika Alif Dhuha Anggraini, Debie Anita Darmayanti Aryaldy Zulkarnaini Ashan, Haves Astrid Siska Pratiwi Aulia J Anna Aprilia Meysa Chandra Adilla Denny Rifsal Siregar Dessy Abdullah Dewi, Nadia Purnama Dhuha, Alief Dian Puspita Dian Puspita Dinda Muthia Ferry Iskandar Kahrisma Fidiariani Fikri Alamsyah Fionaliza Fitra Deny Ghaniyyatul Khudri Hansah, Rendri Bayu Helmizar, Roland Heru Herbianto Ika Waraztuty Insil Pendri Hariyani Intan Sesri Winarni Ira Astuti Irma Primawati Irwan Triansyah Irwan Triansyah, Irwan Jefri Henky Jelmila, Sri Nani Kendall Malik Khomeini Khomeini Kurnia Maidarmi Handayani Laura Zeffira liana, nana M. Reyhan Daffa Abdullah Malik, Rifkind Mashdarul Ma’arif Meiriska, Indri Putri Meta Oktora Mhd Nurhuda Mhd Nurhuda Muhammad Ivan Muhammad Ivan Muhammad Rizki Saputra Nadia Purnama Dewi Nana Liana Nani Jelmila, Sri Nasywa Yudeldi Nilas Warlem Nurwiyeni Nurwiyeni Nurwiyeni, Nurwiyeni Pera Siska Raham Triyana Rahma Triana Y Rahma Triyana Revivo Rinda Pratama Riki Nova Rinita Amelia Roland Helmizar Rosmaini Rosmaini, Rosmaini Ruhsyahadati Ruhsyahadati Ruhsyahadati Ruhsyahadati, Ruhsyahadati Safara Innas Salmi Salmi Salmi Sari, Widia Seres Triola Sri Nani Jelmila Tati khairina Thesa Andria Putri Tri Septiana, Vina Tri Yana, Rahma Utari Felia Anggaraini Vani, Ade Teti Vina Tri Septiana Widjaja, Sry Suryani Wisda Widiastuti Yanti Fitri Yasa Yolanda Rahma Donni Yuliza Birman Yuni Handayani Yusti Siana YUSTI SIANA Yusti Siana Yustisiana Yustisiana Zakirullah Zamsari Chan Zukhri Zainun