Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penguatan Aparatur Kampung di Wilayah Pulau Terluar: Tantangan dan Solusi Inovatif di Kampung Rutum Distrik Kepulauan Ayau Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya Melyana Ratana Pugu
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2925

Abstract

Tata Kelola kampung yang baik dimulai dengan pemenuhan aparat kampung yang berkualitas dan inovatif sehingga berbagai program dan implementasinya dalam pelaksanaan pembangunan terutama di pulau-pulau terluar dapat terlaksana dengan baik. Kampung Rutum sebagai salah satu kampung di pulau terluar yang merupakan bagian Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya menjadi salah satu contoh betapa aparatur kampung harus menghadapi medan berat yang jauh ditengah samudera untuk melakukan pembangunan. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran keadaan aparat kampung di pulau terluar, tantangan yang dihadapi dan peluang serta solusi inovatif untuk membangun pulau terluar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data secara primer yaitu langsung mengamati keadaan kampung Rutum dan juga data sekunder melalui buku, jurnal dan media. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan mendapatkan Analisa yang menjadi luaran tulisan ini yaitu bahwa pengelolaan kampung yang baik membutuhkan Kerjasama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sehingga aparatur kampung dapat dikuatkan untuk menjalankan pemerintahan yang jauh dari rentang kendali. tata kelola adminstrasi pemerintahan kampung menjadi lebih tertata dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman yang terstandar, peningkatan kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) para perangkat kampung untuk menata administrasi pemerintahan dan pelayanan administrasi desa baik secara manual maupun digital dapat terlaksana dengan skill yang tercukupi oleh aparat kampung.
PENERAPAN KONSEP EKONOMI KREATIF PADA KOMUNITAS LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN I Made Marthana Yusa; Melyana R Pugu; Azy Athoillah Yazid; Al-Amin
JOURNAL OF COMMUNITY DEDICATION Vol. 5 No. 2 (2025): MEI
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to see how Application of the Creative Economy Concept to Local Communities for Sustainable Tourism Development. The method of this research is This research is a type of literature research; This means that the information materials used come from library sources in the form of books, encyclopedias, magazines, journals, newspapers, journals, and others. The form of this research is descriptive, analytical, and critical. The application of the green economy concept in the local agricultural sector can have a positive impact on increasing productivity, especially with an approach that focuses on sustainability and wise management of natural resources. By involving the community in the development of creativity-based products, as well as introducing educational and environmentally friendly tourism, local communities can become the main actors in creating tourism that is not only economically beneficial, but also socially and ecologically responsible. However, challenges such as access to capital, infrastructure, and managerial knowledge need to be addressed with support from governments, the private sector, and educational institutions to ensure that the creative economy can develop sustainably in context.
Regulatory Challenges in the Face of the Gig Economy and Cross-Border Remote Work R Pugu, Melyana; Sugiardi, Sigit; Thalib, Bahrun
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Vol. 4 No. 2 (2025): June
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sj.v4i2.510

Abstract

The development of the gig economy and cross-border remote work has significantly changed the face of the world of work but also poses complex regulatory challenges. This research aims to identify and analyse the regulatory challenges faced in the context of the gig economy and cross-border remote work and evaluate the policy responses from various countries. The method used is a literature review by examining scientific literature, national and international regulations, and related policy reports. The results showed that the unclear legal status of workers, differences in regulations between countries, taxation issues, and limited social protection are the main obstacles. This research recommends the need for adaptive regulatory reforms and international collaboration to create an inclusive and equitable legal framework to support sustainable growth of the digital economy and protect workers' rights.
The Role of the Jayapura City Border Management Agency in the Jayapura City Sister City Program with Vanimo and Wewak Papua New Guinea Pugu, Melyana Ratana; Sinaga, Melpayanti
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i1.989

Abstract

This study aims to analyze the role of the Jayapura City Border Management Agency in the Sister City program with Vanimo and Wewak, Papua New Guinea. This program is expected to strengthen bilateral relations and improve the welfare of people in border areas. The research method used is qualitative, with a case study approach, where data are obtained through in-depth interviews with various stakeholders, including government officials, local communities, and non-governmental organizations. Analysis of related documents is also carried out to explore existing policies and programs. The results of the study are expected to show that the Border Management Agency plays an important role in facilitating collaboration between the City of Jayapura and cities in Papua New Guinea. This role includes the development of the economic sector, the promotion of cultural exchanges, and the resolution of security issues arising in the border region. In addition, the study is expected to find that challenges such as lack of infrastructure and lack of accurate information can hinder the effectiveness of the program. The output of this research is in the form of strategic recommendations to increase the effectiveness of the Sister City program, including strengthening communication networks and cooperation between related institutions. Thus, this research is expected to make a significant contribution to the development of policies that support better border management, as well as improve the welfare of the people on both sides. These results can also serve as a reference for further research on inter-city cooperation in border areas.
Budaya Melanesia dalam Pandangan Siswa SMA di Kota Jayapura: Suatu kajian menuju 50 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Papua Nugini Pugu, Melyana Ratana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i3.2642

Abstract

Penelitian ini akan menjelaskan tentang budaya Melanesia dalam pandangan siswa-siswi SMA di Kota Jayapura. Mengapa penelitian ini dilakukan didasarkan pada beberapa alasan yaitu Kota Jayapura secara geografis adalah bagian dari Provinsi Papua di Tanah Papua yang terdiri dari 6 Provinsi. Masyarakat asli penghuni tanah Papua memiliki ras Melanesia yaitu secara ciri ciri fisik berkulit hitam dan berambut keriting. Orang Melanesia yang ada di tanah Papua sudah ada sejak zaman dahulu kala dan memiliki budaya yang berbeda dengan ras lainnya di wilaayh Indonesia. Budaya yang dimiliki Ras Melanesia adalah budaya kekeluargaan dengan system patriarki yang kuat, memiliki beragam Bahasa per wilayah dan suku yang mendiami tanah ini. Memiliki kebiasaan bercocok tanam, berburu dan mencari ikan. Memiliki adat istiadat yang sangat kuat seperti upacara perkawinan, kematian, peperangan, dan juga berbagai jenis tari-tarian dengan kostum yang sangat unik dan menarik. Masyarakat Ras Melanesia juga menjadikan alam sebagai ibunya sehingga kedekatan manusia dengan alam sangat terlihat dalam kehidupan masyarakat Papua Ras Melanesia. Penelitian ini selanjutnya akan mencari tahu apakah pemuda Papua di kota Jayapura yang diwakili oleh siswa-siswi SMA di wilayah ini mengenal dan mengetahui budaya Melanesia, mengapa mereka perlu mengenal budaya Melanesia dan mengapa mereka tidak mengenal budaya Melanesia yang adalah budaya aslinya, factor pendorong dan penghambat serta solusi pelestarian budaya Melanesia di Kota Jayapura dan selanjutnya merujuk keseluruh wilayah Papua menjadi tujuan dari penelitian ini. Metode yang digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas adalah dengan menggunakan metode penelitian Kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung melalui observasi dan wawancara mendalam ke siswa-siswi di sejumlah sekolah menengah atas di Kota Jayapura. Setelah data diperoleh lalu data diolah dengan cara triangulasi data yaitu menguji kesahihan data hingga data yang digunakan benar-benar data yang valid. Luaran dari penelitian yang diharapan adalah mendapatkan Analisa mendalam terkait pandangan siswa-siwi SMA di Kota Jayapura terkait Budaya Melanesia sehingga tersusun simpul identitas yang kuat dan terwujudnya pemahaman tentang Budaya Melanesia yang baik bagi generasi muda Papua.
NAVIGATING THE INTERSECTION NEURO-MARKETING AND CONSUMER BAHAVIOR ANALYSIS: LEVERAGING INSIGHTS FOR EFFECTIVE CAMPAIGNS Ari Kristiana; Melyana Ratana Pugu; Deswita
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 2 No. 3 (2024): Maret
Publisher : ADISAM PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In addition to providing new tools, neuromarketing ushers in a new era of consumer behavior research. These discoveries have turned marketing from a guessing game into an art with strong neuroscientific foundations. Understanding the complexities of the consumer mind is made easier with the creative and powerful approach of neuromarketing. This innovative method paints a vivid picture of the feelings and ideas that influence consumers' choices. This inspires us to embrace the marketing of the future, in which data and intuition work together to provide more insightful understandings of customer behavior and, consequently, more successful marketing campaigns. The research was carried out using the literature study method. This research discusses the meaning of neuro-marketing, basic principles and techniques of neuro-marketing, understanding and factors that influence consumer behavior, methods of analyzing consumer behavior, neuro-scientific approaches in understanding consumer behavior, and integration of techniques, neuro-marketing with consumer behavior analysis.
SOCIAL NETWORK MARKETING SYSTEMS: THE USE OF INSTAGRAM IN THE FASHION INDUSTRY Nunu Andriani; Sidderatul Akbar; Melyana Ratana Pugu
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 2 No. 3 (2024): March
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In today’s digital age, where interactions between brands and consumers continue to adapt to the pace of technology, marketing strategies through social media, Instagram, have emerged as an important tool in building andining brand confidence in the fashion industry. The research method undertaken in this research is the study of literature by looking for literature that fits the context of the research. The findings of this research provide strategic insights for fashion industry practitioners in designing and implementing social network marketing strategies through Instagram to build and maintain brand confidence, by leveraging the power of visual content and influencer marketing effectively.
THE ROLE OF INFORMATION TECHNOLOGY IN BOOSTING ECONOMIC GROWTH IN BORDER TERRITORIES Melyana Ratana Pugu; Diego Romario De Fretes; Meyland S. F. Wambrauw
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 2 No. 4 (2024): April
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Border territories have strategic values in supporting the success of national development. One effort to improve the economy of border region communities is through empowering micro, small and medium businesses so as to encourage economic growth. Information technology introduces new opportunities and problems that are distinct from traditional approaches, changing the way business is conducted. One of the primary pillars supporting the modern civilization's progress is information technology, which has to be able to benefit the larger community. Border regions are increasingly being the focus of development efforts across all domains in the context of fair development. The research was carried out using the literature study method. This research discusses the definition of information technology and border areas, the relationship between information technology and economic growth, the concept of economic growth in border areas, the concept of the use of information technology to encourage economic growth, the relationship between economic growth in border areas and the use of information technology, and research implications for policy development.
Pulau Fani Di Provinsi Papua Barat Daya sebagai Pulau Terluar dan Posisi Geostrategisnya Bagi Kawasan Indo-Pasifik R. Pugu, Melyana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14605

Abstract

Penelitian bertujuan untuk memberikan analisa terkait pentingnya pengelolaan pulau-pulau terluar diantaranya pulau Fani yang terletak di Provinsi Papua Barat Daya. Pengelolaan pulau-pu;au terluar bagi suatu negara dikarenakan pulau terluar seperti Pulau Fani merupakan batas negara terluar dari Indonesia yang ada di wilayah samudera pasifik, secara geografis letak wilayah Pulau Fani berdekatan dengan negara Palau dan juga dengan negara Filipina. Berbagai aktivitas laut di perairan ini akan memberikan dampak baik positip maupun negative bagi Indonesia. Untuk itu upaya pengelolaan perlu dilakukan sehingga stabilitas dan kedaulatan negara tetap terjamin dan melindungi masyarakat dan bangsa. Selain itu pulau Fani juga memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan persinggahan bagi nelayan-nelayan dan kapal-kapal sehingga perlu dikelola untuk meningkatkan ekonomi wilayah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif yaitu mendeskripsikan dan mencari jawaban atas permasalahan sosial atas penelitian ini dengan data-data sekunder yang dipilah dan dipilih sehingga mendapatkan jawaban atas pentingnya pengelolaan pulau Fani sebagai pulau terluar di Provinsi Papua Barat Daya. Luaran penelitian ini menunjukan bahwa pulau Fani yang letaknya sangat dekat dengan beberapa negara di wilayah Indo-Pasifik perlu dikelola sehingga secara internal dan eksternal bermanfaat bagi negara, bagi masyarakat local, tetapi juga bagi dunia internasional dalam hal ini perdagangan yang melintasi wilayah ini.
Era Baru Kemitraan Indonesia-Pasifik Mungkinkah Papua menjadi Hub dalam Kerangka Diplomasi Indonesia di Pasifik R. Pugu, Melyana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15342

Abstract

Tujuan Penulisan ini adalah untuk mendapatkan analisa kemitraan Indonesia dengan negara-negara Pasifik dan prospek Papua menjadi Hub atau penghubung antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik. Dalam rangka meningkatkan semangat kerjasama dan membangun hubungan baik dengan negara tetangga dan negara-negara sekitar kawasan Pasifik maka Indonesia memandang penting melakukan berbagai kerjasama dan memberikan perhatian terhadap negara-negara pasifik terutama negara negara pasifik selatan. Kepentingan nasional Indonesia memungkinkan juga menjadikan Papua sebagai salah satu lokasi strategis untuk menjadi pintu gerbang dalam skema kerjasama yang akan terbangun dalam kerangka Pacific Elevation yang di perkenalkan Indonesia tahun 2019 di New Zealand bagi politk luar negeri Indonesia ke negara-negara Pasifik. Dari sini konsep “Pacific elevation” secara sederhana dapat dimaknai sebagai upaya Indonesia secara berkelanjutan untuk meningkatkan dan semakin mengkokohkan persahabatan dan kemitraan dengan berbagai mitranya di kawasan Pasifik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif yang didalamnya menemukan data-data berdasarkan data sekunder melalui studi pustaka dan literatur baik media cetak maupun elektronik termasuk data-data melalui internet. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisa Triangulasi data yaitu mengumpulkan, memverifikasi dan menemukan kebenaran dalam data untuk disajikan. Luaran dari penelitian ini adalah pentingnya Indonesia membangun hubungan kemitraan dengan negara-negara Pasifik selatan dalam rangka pencapaian tujuan nasional Indonesia sehingga terbangun hubungan harmonis di kawasan ini dan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya terutama budaya Melanesia dapat terbangun dengan baik dengan negara-negara ini. Disisi lain,era baru kemitraan Indonesia dengan Pasifik ini memungkinkan menjadikan Papua sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya dengan negara-negara Pasifik Selatan sehingga semangat Pacific Elevation ini diharapkan dapat meminimalisir isu-isu terkait Papua merdeka yang akan mengganggu stabilitas dalam negeri Indonesia dan juga di fora internasional.