Articles
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI PERBATASAN PAPUA: UPAYA MENJAMIN HUMAN SECURITY DAN MELAWAN PERDAGANGAN ILLEGAL LINTAS BATAS
Melyana R Pugu;
Yanyan M. Yani;
Wahyu Wardhana
Masyarakat Indonesia Vol 45, No 1 (2019): Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia
Publisher : Kedeputian Bidang Ilmu Sosial dan Kemanusiaan (IPSK-LIPI)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.14203/jmi.v45i1.831
Selama ini pembangunan wilayah perbatasan, khususnya perbatasan Indonesia di Papua, dinilai tertinggal dari daerah lainnya. Sesungguhnya, wilayah perbatasan memiliki peluang untuk menjadi motor penggerak kegiatan ekonomi apabila ditunjang oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu artikel ini berupaya mengeksplorasi pembangunan wilayah perbatasan darat Indonesia-Papua Nugini. Konsep pembangunan perbatasan, khususnya pembangunan infrastruktur, diadopsi sebagai kerangka untuk mendiskusikan dinamika wilayah perbatasan Indonesia di Papua. Pembangunan wilayah perbatasan Indonesia di Papua dalam artikel ini akan dianalisa sebagai upaya untuk menjamin human security dan melawan perdagangan illegal. Maraknya perdagangan illegal di perbatasan Indonesia-Papua Nugini dapat mengancam human security masyarakat Indonesia di Perbatasan Papua. Oleh karena itu, pemerintah mengambil sejumlah kebijakan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perbatasan Papua melalui pembangunan infrastruktur perbatasan. Sungguhpun sejumlah kebijakan pemerintah tidak secara eksplisit menekankan human security, tetapi kebijakan yang telah diambil pemerintah menunjukkan upaya untuk menjamin human security masyarakat Indonesia di perbatasan Indonesia-Papua Nugini.
Pro dan Kontra Isu Pemekaran Papua Suatu Kajian Hubungan Internasional
Melyana R. Pugu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.832 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6656
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan analisa mendalam dari sisi hubungan internasional tentang isu pemekaran daerah otonom baru Papua setelah lahirnya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta berusaha menggambarkan sebab-sebab pemekaran, faktor-faktor pendukung dan penghambat pemekaran dan untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemerintah dalam mempersiapkan pemekaran daerah otonom baru di Papua. Metode Penelitian Kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data primer maupun sekunder yang diolah dan di analisa untuk mendapatkan kesimpulan. Luaran atas penelitian ini adalah mendapatkan pemetaan yang jelas terkait kelompok pro dan kontra atas isu pemekaran Papua serta dampak positip dan negatif atas pemekaraan Papua dari sisi geopolitik dan geostrategi dalam hubungan internasional.
Bebas Stunting sebagai Indikator Human Security Bagi Masyarakat di Provinsi Papua Barat Daya dalam Perspektif Hubungan Internasional
Melyana R. Pugu
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13850
This study aims to provide an analysis of the state of stunting in Sorong City, Papua Province. Stunting is a disease caused by lack of good nutritional intake for infant growth and development. Where babies with stunting conditions will have less or shorter height and are susceptible to disease. The fight against stunting has been waged worldwide spearheaded by the official international organization of the United Nations, the World Health Organization and approved in various international cooperation schemes including sustainable development schemes. This study uses qualitative research methods, namely research that describes and explains social phenomena with existing data and conditions to get answers to stunting conditions and stunting prevention in Sorong City. The results of this study found that the understanding of mothers and the number of facilities and infrastructure as well as medical personnel as well as a clean and healthy environment are the main factors in stunting prevention in Sorong City and the importance of the government's role to continue to protect citizens from the threat of stunting by providing nutrition and continuous socialization to the community so that the community is actively involved in handling stunting in Sorong City and the threat of stunting disease as a form of security threat Humans can be minimized and free from stunting conditions for a good future.
Penguatan Aparatur Kampung di Wilayah Pulau Terluar: Tantangan dan Solusi Inovatif di Kampung Rutum Distrik Kepulauan Ayau Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya
Melyana Ratana Pugu
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 10 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/comserva.v4i10.2925
Tata Kelola kampung yang baik dimulai dengan pemenuhan aparat kampung yang berkualitas dan inovatif sehingga berbagai program dan implementasinya dalam pelaksanaan pembangunan terutama di pulau-pulau terluar dapat terlaksana dengan baik. Kampung Rutum sebagai salah satu kampung di pulau terluar yang merupakan bagian Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya menjadi salah satu contoh betapa aparatur kampung harus menghadapi medan berat yang jauh ditengah samudera untuk melakukan pembangunan. Tujuan penulisan ini adalah mendapatkan gambaran keadaan aparat kampung di pulau terluar, tantangan yang dihadapi dan peluang serta solusi inovatif untuk membangun pulau terluar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data secara primer yaitu langsung mengamati keadaan kampung Rutum dan juga data sekunder melalui buku, jurnal dan media. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dan mendapatkan Analisa yang menjadi luaran tulisan ini yaitu bahwa pengelolaan kampung yang baik membutuhkan Kerjasama pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sehingga aparatur kampung dapat dikuatkan untuk menjalankan pemerintahan yang jauh dari rentang kendali. tata kelola adminstrasi pemerintahan kampung menjadi lebih tertata dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman yang terstandar, peningkatan kompetensi (pengetahuan dan keterampilan) para perangkat kampung untuk menata administrasi pemerintahan dan pelayanan administrasi desa baik secara manual maupun digital dapat terlaksana dengan skill yang tercukupi oleh aparat kampung.
Regulatory Challenges in the Face of the Gig Economy and Cross-Border Remote Work
R Pugu, Melyana;
Sugiardi, Sigit;
Thalib, Bahrun
International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Vol. 4 No. 2 (2025): June
Publisher : Lafadz Jaya Publisher
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54443/sj.v4i2.510
The development of the gig economy and cross-border remote work has significantly changed the face of the world of work but also poses complex regulatory challenges. This research aims to identify and analyse the regulatory challenges faced in the context of the gig economy and cross-border remote work and evaluate the policy responses from various countries. The method used is a literature review by examining scientific literature, national and international regulations, and related policy reports. The results showed that the unclear legal status of workers, differences in regulations between countries, taxation issues, and limited social protection are the main obstacles. This research recommends the need for adaptive regulatory reforms and international collaboration to create an inclusive and equitable legal framework to support sustainable growth of the digital economy and protect workers' rights.
The Role of the Jayapura City Border Management Agency in the Jayapura City Sister City Program with Vanimo and Wewak Papua New Guinea
Pugu, Melyana Ratana;
Sinaga, Melpayanti
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 1 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/jrssem.v5i1.989
This study aims to analyze the role of the Jayapura City Border Management Agency in the Sister City program with Vanimo and Wewak, Papua New Guinea. This program is expected to strengthen bilateral relations and improve the welfare of people in border areas. The research method used is qualitative, with a case study approach, where data are obtained through in-depth interviews with various stakeholders, including government officials, local communities, and non-governmental organizations. Analysis of related documents is also carried out to explore existing policies and programs. The results of the study are expected to show that the Border Management Agency plays an important role in facilitating collaboration between the City of Jayapura and cities in Papua New Guinea. This role includes the development of the economic sector, the promotion of cultural exchanges, and the resolution of security issues arising in the border region. In addition, the study is expected to find that challenges such as lack of infrastructure and lack of accurate information can hinder the effectiveness of the program. The output of this research is in the form of strategic recommendations to increase the effectiveness of the Sister City program, including strengthening communication networks and cooperation between related institutions. Thus, this research is expected to make a significant contribution to the development of policies that support better border management, as well as improve the welfare of the people on both sides. These results can also serve as a reference for further research on inter-city cooperation in border areas.
Budaya Melanesia dalam Pandangan Siswa SMA di Kota Jayapura: Suatu kajian menuju 50 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Papua Nugini
Pugu, Melyana Ratana
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 3 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/irje.v5i3.2642
Penelitian ini akan menjelaskan tentang budaya Melanesia dalam pandangan siswa-siswi SMA di Kota Jayapura. Mengapa penelitian ini dilakukan didasarkan pada beberapa alasan yaitu Kota Jayapura secara geografis adalah bagian dari Provinsi Papua di Tanah Papua yang terdiri dari 6 Provinsi. Masyarakat asli penghuni tanah Papua memiliki ras Melanesia yaitu secara ciri ciri fisik berkulit hitam dan berambut keriting. Orang Melanesia yang ada di tanah Papua sudah ada sejak zaman dahulu kala dan memiliki budaya yang berbeda dengan ras lainnya di wilaayh Indonesia. Budaya yang dimiliki Ras Melanesia adalah budaya kekeluargaan dengan system patriarki yang kuat, memiliki beragam Bahasa per wilayah dan suku yang mendiami tanah ini. Memiliki kebiasaan bercocok tanam, berburu dan mencari ikan. Memiliki adat istiadat yang sangat kuat seperti upacara perkawinan, kematian, peperangan, dan juga berbagai jenis tari-tarian dengan kostum yang sangat unik dan menarik. Masyarakat Ras Melanesia juga menjadikan alam sebagai ibunya sehingga kedekatan manusia dengan alam sangat terlihat dalam kehidupan masyarakat Papua Ras Melanesia. Penelitian ini selanjutnya akan mencari tahu apakah pemuda Papua di kota Jayapura yang diwakili oleh siswa-siswi SMA di wilayah ini mengenal dan mengetahui budaya Melanesia, mengapa mereka perlu mengenal budaya Melanesia dan mengapa mereka tidak mengenal budaya Melanesia yang adalah budaya aslinya, factor pendorong dan penghambat serta solusi pelestarian budaya Melanesia di Kota Jayapura dan selanjutnya merujuk keseluruh wilayah Papua menjadi tujuan dari penelitian ini. Metode yang digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan diatas adalah dengan menggunakan metode penelitian Kualitatif yaitu dengan mengumpulkan data secara langsung melalui observasi dan wawancara mendalam ke siswa-siswi di sejumlah sekolah menengah atas di Kota Jayapura. Setelah data diperoleh lalu data diolah dengan cara triangulasi data yaitu menguji kesahihan data hingga data yang digunakan benar-benar data yang valid. Luaran dari penelitian yang diharapan adalah mendapatkan Analisa mendalam terkait pandangan siswa-siwi SMA di Kota Jayapura terkait Budaya Melanesia sehingga tersusun simpul identitas yang kuat dan terwujudnya pemahaman tentang Budaya Melanesia yang baik bagi generasi muda Papua.
Pulau Fani Di Provinsi Papua Barat Daya sebagai Pulau Terluar dan Posisi Geostrategisnya Bagi Kawasan Indo-Pasifik
R. Pugu, Melyana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i1.14605
Penelitian bertujuan untuk memberikan analisa terkait pentingnya pengelolaan pulau-pulau terluar diantaranya pulau Fani yang terletak di Provinsi Papua Barat Daya. Pengelolaan pulau-pu;au terluar bagi suatu negara dikarenakan pulau terluar seperti Pulau Fani merupakan batas negara terluar dari Indonesia yang ada di wilayah samudera pasifik, secara geografis letak wilayah Pulau Fani berdekatan dengan negara Palau dan juga dengan negara Filipina. Berbagai aktivitas laut di perairan ini akan memberikan dampak baik positip maupun negative bagi Indonesia. Untuk itu upaya pengelolaan perlu dilakukan sehingga stabilitas dan kedaulatan negara tetap terjamin dan melindungi masyarakat dan bangsa. Selain itu pulau Fani juga memiliki pemandangan yang indah dan dapat dijadikan persinggahan bagi nelayan-nelayan dan kapal-kapal sehingga perlu dikelola untuk meningkatkan ekonomi wilayah ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kualitatif yaitu mendeskripsikan dan mencari jawaban atas permasalahan sosial atas penelitian ini dengan data-data sekunder yang dipilah dan dipilih sehingga mendapatkan jawaban atas pentingnya pengelolaan pulau Fani sebagai pulau terluar di Provinsi Papua Barat Daya. Luaran penelitian ini menunjukan bahwa pulau Fani yang letaknya sangat dekat dengan beberapa negara di wilayah Indo-Pasifik perlu dikelola sehingga secara internal dan eksternal bermanfaat bagi negara, bagi masyarakat local, tetapi juga bagi dunia internasional dalam hal ini perdagangan yang melintasi wilayah ini.
Era Baru Kemitraan Indonesia-Pasifik Mungkinkah Papua menjadi Hub dalam Kerangka Diplomasi Indonesia di Pasifik
R. Pugu, Melyana
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i5.15342
Tujuan Penulisan ini adalah untuk mendapatkan analisa kemitraan Indonesia dengan negara-negara Pasifik dan prospek Papua menjadi Hub atau penghubung antara Indonesia dengan negara-negara Pasifik. Dalam rangka meningkatkan semangat kerjasama dan membangun hubungan baik dengan negara tetangga dan negara-negara sekitar kawasan Pasifik maka Indonesia memandang penting melakukan berbagai kerjasama dan memberikan perhatian terhadap negara-negara pasifik terutama negara negara pasifik selatan. Kepentingan nasional Indonesia memungkinkan juga menjadikan Papua sebagai salah satu lokasi strategis untuk menjadi pintu gerbang dalam skema kerjasama yang akan terbangun dalam kerangka Pacific Elevation yang di perkenalkan Indonesia tahun 2019 di New Zealand bagi politk luar negeri Indonesia ke negara-negara Pasifik. Dari sini konsep “Pacific elevation†secara sederhana dapat dimaknai sebagai upaya Indonesia secara berkelanjutan untuk meningkatkan dan semakin mengkokohkan persahabatan dan kemitraan dengan berbagai mitranya di kawasan Pasifik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif yang didalamnya menemukan data-data berdasarkan data sekunder melalui studi pustaka dan literatur baik media cetak maupun elektronik termasuk data-data melalui internet. Data yang dikumpulkan kemudian diolah dengan menggunakan teknik analisa Triangulasi data yaitu mengumpulkan, memverifikasi dan menemukan kebenaran dalam data untuk disajikan. Luaran dari penelitian ini adalah pentingnya Indonesia membangun hubungan kemitraan dengan negara-negara Pasifik selatan dalam rangka pencapaian tujuan nasional Indonesia sehingga terbangun hubungan harmonis di kawasan ini dan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya terutama budaya Melanesia dapat terbangun dengan baik dengan negara-negara ini. Disisi lain,era baru kemitraan Indonesia dengan Pasifik ini memungkinkan menjadikan Papua sebagai pintu gerbang aktivitas ekonomi, sosial dan budaya dengan negara-negara Pasifik Selatan sehingga semangat Pacific Elevation ini diharapkan dapat meminimalisir isu-isu terkait Papua merdeka yang akan mengganggu stabilitas dalam negeri Indonesia dan juga di fora internasional.
Workshop Peningkatan Pemahaman Siswa/i SDN II Abepura tentang Budaya Melanesia di Wilayah Pasifik
Pugu, Melyana Ratana;
Fretes, Diego.R.de
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Alesha Media Digital
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59025/0k3tqz98
Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan dukungan tambahan dan menambah wawasan pengetahuan kepada siswa dan siswi SDN II Abepura terkait Melanesia sebagai keluarga serumpun yang ada diwilayah Pasifik. Mengapa perlu dilakukan? Karena sebagai generasi Papua yang ada di Kota Jayapura, maka para siswa dan siswi ini perlu mengenal dan memahami wilayah Papua dan negara yang berbatasan dengan wilayah kota ini yaitu Papua Nugini maupun wilayah Pasifik lainnya yang adalah keluarga serumpun Melanesia. Dengan mengenal, mengetahui dan memahami terkait Melanesia sebagai keluarga serumpun di wilayah Pasifik termasuk sebarannya di negara mana saja di Pasifik maka akan memperkuat jati diri siswa-siswi sebagai generasi muda dan menanamkan nilai nilai budaya yang diharapkan mampu meningkatkan dan melestarikan budaya Melanesia dalam kehidupan sehari-hari. Manfaat lainnya dari kegiatan pengabdian ini adalah Universitas Cenderawasih mendapatkan mitra strategis yaitu SDN II Abepura yang merupakan sekolah terdepan di kota Jayapura dengan jumlah siswa yang mayoritas adalah anak-anak asli Papua. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi ceramah dan diskusi, tanya jawab, dan show aktivitas budaya yang ada di sekolah ini seperti tarian Papua Melanesia. Hasil yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini adalah terbentuknya semangat melestarikan budaya Melanesia melalui aktivitas tari dan budaya lainnya serta terbentuk pemahaman siswa-siswi terkait Melanesia sebagai keluarga serumpun di wilayah Pasifik. Selain itu juga kegiatan pengabdian ini akan dipublikasikan di jurnal pengabdian.