p-Index From 2021 - 2026
7.128
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan Proyeksi: Jurnal Psikologi Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Humanika Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) LATERNE Jurnal Kreatif Tadulako Online Journal of Education and Learning (EduLearn) Serat Acitya Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial Psychopreneur Journal Variabel Frontiers Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang DWIJENAGRO: JURNAL ILMIAH Jurnal Scientia Indonesia Berdaya Timorese Journal of Public Health SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Literacy: Jurnal Pendidikan Ekonomi ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Empiricism Journal Haumeni Journal of Education JURNAL PENDIDIKAN INDONESIA: Teori, Penelitian, dan Inovasi Teaching English as a Foreign Language Overseas Journal (TEFLO) Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Emasains : Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Gatranusantara Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Innovative: Journal Of Social Science Research Gema Lingkungan Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Joong-Ki Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar IRDH International Journal of Social Sciences & Humanities (IRDH IJSCH) Joong-Ki Warta Penelitian Perhubungan Media Sains Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Claim Missing Document
Check
Articles

Civic Resilience di Era VUCA: Peran Literasi Bahasa dalam Pembentukan Warga Negara Reflektif di Kota Kupang Fadil Mas'ud; Izhatullaili Izhatullaili; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Irham Wibowo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi bahasa dalam memperkuat civic resilience atau ketangguhan kewarganegaraan di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) dengan fokus pada konteks sosial multikultural Kota Kupang. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan pendidikan serta aktivitas literasi publik. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi bahasa berperan penting dalam membentuk warga negara reflektif yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi etis, dan bertindak bermoral. Integrasi literasi bahasa dalam pendidikan kewarganegaraan memperkuat tiga kompetensi utama: civic literacy, civic communication, dan civic empathy. Praktik pembelajaran berbasis teks reflektif, analisis wacana media, dan dialog etis terbukti meningkatkan kemampuan menalar dan kesadaran moral siswa. Civic resilience di Kupang tumbuh melalui sinergi antara rasionalitas, bahasa, dan moralitas yang menopang kohesi sosial dalam masyarakat majemuk. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model civic-linguistic education sebagai paradigma baru pendidikan kewarganegaraan berbasis literasi bahasa reflektif untuk memperkuat ketangguhan warga negara di era VUCA.
Inovasi Metode Pembelajaran Inquiry untuk Penguatan Nilai-Nilai Karakter Kewarganegaraan pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Anjulin Yonathan Kamlasi; Fredik Lambertus Kollo; Thomas Kemil Masi; Dorkas Yufice Aryanti Kale; Melinda Ratu Radja; Fadil Mas'ud; Makarius Erwin Bria; Kevi Listiana Fransisca Taneo
Haumeni Journal of Education Vol 5 No 3 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/haumeni.v5i3.25982

Abstract

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam pembentukan warga negara yang berkepribadian, berintegritas, dan memiliki kesadaran moral tinggi. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, penanaman nilai-nilai karakter kewarganegaraan sering kali masih bersifat teoritis dan kurang menyentuh aspek pengalaman belajar siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis inovasi metode pembelajaran inquiry sebagai strategi efektif dalam penguatan nilai-nilai karakter kewarganegaraan pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran inquiry mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, rasa ingin tahu, kerja sama, dan kepedulian sosial melalui kegiatan penyelidikan aktif terhadap masalah-masalah sosial yang relevan dengan kehidupan nyata. Inovasi pembelajaran ini juga memperkuat kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Oleh karena itu, metode inquiry terbukti relevan sebagai pendekatan pedagogis yang mendorong transformasi nilai karakter kewarganegaraan secara kontekstual dan bermakna.
Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Yang Interaktif Dan Edukatif Di Sekolah Dasar di Desa Tomra Louisa Sarah Kamanasa; Jean Tarisa Bakker; Dorkas Valeria Lukmetiabla; Feronika Leksair; Matias Tetiwar; Asnat Windi Tutupahar; Ayub B. Leklora; Alva Alvino Suikeno; Ary Untajana kosaplawan; Wastry Larwuy; Yanti Makuku; Marsanda Maulotal; Herlina N.E Lolkary; Jonathan Imkokmey; Bendisin Matena
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ejexwd76

Abstract

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang interaktif dan edukatif dilakukan sebagai upaya pengabdian KKN untuk mengatasi tantangan rendahnya partisipasi siswa, minimnya minat literasi, dan suasana pembelajaran yang cenderung konvensional di SD Inpres Tomra, SD Kristen 1 Tomra, dan SD Kristen 2 Tomra, daerah 3T Maluku Barat Daya. Metode yang diterapkan meliputi pembelajaran interaktif berbasis diskusi dan permainan edukatif, penguatan literasi dan numerasi kontekstual menggunakan cerita rakyat lokal, serta penggunaan alat bantu visual sederhana buatan tangan. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dirancang untuk menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Hasil pengabdian menunjukkan dampak positif yang signifikan, meliputi peningkatan partisipasi dan antusiasme siswa di kelas, pemahaman materi yang lebih baik, serta perubahan pola pembelajaran guru ke arah yang lebih interaktif. Selain itu, minat baca dan tulis siswa juga mengalami peningkatan. Meskipun terdapat tantangan keterbatasan fasilitas, solusi adaptif dan kolaborasi dengan guru berhasil menciptakan pembelajaran yang efektif dan menarik. Kesimpulannya, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi dalam pendidikan dapat diimplementasikan secara berhasil ditengah keterbatasan dan mampu mendorong transformasi pembelajaran yang berkelanjutan, demi terciptanya generasi yang aktif dan berdaya saing
PENDIDIKAN MORAL PANCASILA MEMBENTUK GENERASI MUDAH INDONESIA BERINTEGRITAS Mariam Clarita Mauko; Maria Yunita Aek; Ledy Longina Badz; Yuliana Sua Sota
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.10555

Abstract

As the ideological foundation of the Indonesian nation, Pancasila plays a significant role in shaping the moral education and character of the younger generation. In this era of globalization and rapid technological advancement, young people face numerous moral dilemmas that can influence how they behave and view the world. The purpose of this article is to examine how the values ​of Pancasila serve as a foundation for the moral education of young people. This research was conducted through a literature analysis through a review of various relevant sources. The study shows that the values ​​contained in Pancasila, such as divinity, humanity, unity, democracy, and social justice, can serve as guidelines for developing the character of a young generation with noble character, responsibility, and love for the homeland. Therefore, strengthening Pancasila-based education must continue in educational institutions.
PENERAPAN MODEL PROJEK BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS METERI EKONOMI KREATIF DI KELAS IXA SMP NEGERI 1 SANGALLA SELATAN . Dorkas; Freddy .S Kawatu; Ferry Slat; Allen Ch. Manongko Manongko
Literacy: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol 5 No 1s (2024): Special Isuee
Publisher : Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpeunima.v5i1s.8697

Abstract

ABSTRAK< strong>< p> Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa kelas IX SMP Negeri 1 Sangalla Selatan khususnya pada mata pelajaran IPS Dimana permasalahan dalam pembelajaran IPS adalah banyaknya hafalan materi terlalu banyak siswa cenderung pasif aktifitas rendah hanya sebagai pendengar dan malu bertanya Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan minat belajar siswa kelas IX nbsp; dengan model Project Based Learning< em> pada mata pelajaran IPS materi Ekonomi Kreatif Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas kolaborasi yang terdiri dari 2 siklus Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IXA SMP Negeri 1 Sangalla Selatan yang berjumlah 25 orang Teknik pengumpulan data adalah wawancara observasi angket dan dokumentasi Data yang dikumpulkan merupakan hasil angket minat belajar kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model Projek Based Learning < em>dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan minat belajar siswa mulai dari kondisi awal prasiklus siklus I dan siklus II telah mencapai target yang ditargetkan oleh peneliti Hasil penelitian siklus I diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 20 orang sedangkan hasil penelitoan siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah siswa yang tuntas secara individu sebanyak 25 orang Berdasarkan hasil penelitian tersebut pembelajaran dengan menggunakan model Projek Based Learning< em> dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas IXA SMP Negeri 1 Sangalla Selatan Sehingga nbsp; hasil belajar yang diharapkanpun dapat meningkat < p> Kata Kunci : Model Project Based Learning Minat Belajar< strong>< p> nbsp;< strong>< p> ABSTRACT< strong>< p> This research was motivated by the low interest in learning of class IX students at SMP Negeri 1 Sangalla Selatan especially in social studies subjects Where the problems in social studies learning are a lot of memorization too much material students tend to be passive have low activity are only listeners and are embarrassed to ask questions This research aims to increase class IX students interest in learning with the Project Based Learning model in Social Sciences subjects Creative Economy material The type of research is collaborative classroom action research which consists of 2 cycles The subjects of this research were 25 class IXA students at SMP Negeri 1 Sangalla Selatan Data collection techniques are interviews observation questionnaires and documentation The data collected was the result of a learning interest questionnaire and then analyzed using quantitative descriptive techniques The results of this research show that the Project Based Learning model can increase students interest in learning in social studies subjects which can be proven by an increase in students interest in learning starting from the initial conditions pre cycle cycle I and cycle II which have achieved the target targeted by the researcher The results of the first cycle of research showed that 20 students completed individually while the results of the second cycle of research increased with the number of students completing individually amounting to 25 people Based on the results of this research learning using the Project Based Learning model can increase students interest in learning in class IXA of SMP Negeri 1 Sangalla Selatan So that the expected learning outcomes can increase < p> Keywords: Project Based Learning Model Interest in Learning< strong>< p>
Pergeseran Paradigma Kebudayaan Kewargaan: Dekonstruksi Nilai Gotong Royong Pada Tradisi Pesta Sekolah Di Desa Golo Langkok Venansius Gabur; Dorkas Yufice Ariyanti Kale; Thomas Kemil Masi; Fadil Mas’ud; Anif Istianah
De Cive : Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 5 No. 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/decive.v5i8.4407

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan sudut pandang masyarakat terhadap tradisi Pesta Sekolah di Desa Golo Langkok serta mengidentifikasi faktor penentu transformasi budaya tersebut menjadi sarana pencarian keuntungan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dihimpun melalui observasi dan wawancara terhadap tokoh adat, penyelenggara, serta warga penyumbang. Landasan teoretis yang digunakan untuk membedah fenomena ini adalah teori solidaritas sosial Emile Durkheim dan teori dinamika kebudayaan Pitirim Sorokin. Hasil penelitian mengungkapkan terjadinya penurunan nilai ketulusan menjadi orientasi materi yang praktis, di mana tradisi kini lebih berfungsi sebagai alat pengumpulan uang dan pembuktian status sosial daripada dukungan pendidikan murni. Temuan menunjukkan adanya penyimpangan alokasi dana yang dialihkan untuk kebutuhan konsumtif, sehingga memicu risiko putus sekolah bagi mahasiswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis kritis mengenai peralihan motif pengabdian sosial menjadi kepentingan ekonomi pribadi berdasarkan penurunan etika kewargaan lokal. Studi ini berkontribusi pada bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui implikasi penguatan nilai karakter dan kebajikan sipil (civic values). Direkomendasikan adanya revitalisasi norma adat untuk memulihkan fungsi asli tradisi sebagai jaring pengaman pendidikan.
Citizenship and Social Class: A Study of the Thoughts of Thomas Humprey Marshall and Tom Bottomore Ranita Eka Desti Rahmawati; Samsuri Samsuri; Maria Antoneta Karbeka; Ariani Songli
Jurnal Scientia Vol. 15 No. 01 (2026): Education and Sosial science 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/scientia.v15i01.3062

Abstract

This article examines T.H. Marshall's thoughts on citizenship and social class as reflected in his book Citizenship and Social Class. T.H. Marshall divides citizenship into three main elements: civil rights, political rights, and social rights. Social rights, which include education, health, and social welfare, are the focus in reducing social inequality in society. Although civil and political rights have developed, T.H. Marshall emphasises that social rights still face major challenges in achieving equality. This study also integrates Tom Bottomore's view, which highlights the limitations of the state in providing social rights amid a capitalist system that emphasises market efficiency. This research is relevant to the conditions in Indonesia, which still faces inequalities in access to education, health, and social protection, despite affirmative policies such as the Family Hope Programme (PKH) and National Health Insurance (JKN). By analysing the thoughts of T.H. Marshall and Tom Bottomore, this study provides a perspective in understanding the relationship between citizenship, social class, and social inequality, as well as the importance of more inclusive policies in creating equal citizenship in Indonesia.
PENDIDIKAN NILAI GOTONG ROYONG MELALUI KELUARGA: INTERNALISASI BUDAYA ESA TULU FALI ESA PADA REMAJA Meryana Micselen Doko; Itron Johanis Lette; Dorkas Y.A. Kale; Daud Yefkanius Nassa; Fadil Mas&#039;ud
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 5, No 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v5i6.1649

Abstract

The value of gotong royong as Indonesia’s cultural heritage is increasingly challenged by globalization and rapid technological development, which have fostered individualistic attitudes among adolescents. Consequently, the family plays a strategic role in strengthening character education based on local cultural values. This study aimed to analyze the role of families in internalizing gotong royong values rooted in the Esa Tulu Fali Esa culture among adolescents. A descriptive qualitative approach was employed using in-depth interviews, participant observation, and documentation involving parents, traditional leaders, community leaders, village officials, and adolescents in Pilasue Village, Rote Ndao Regency. The findings reveal that families function as educators, moral guides, and agents of habituation by providing role models, involving adolescents in socio-cultural activities, and reinforcing cultural and spiritual values. The main challenges include modernization, digital technology, and limited environmental support. The study concludes that stronger collaboration among families, schools, and communities is essential to sustain local culture-based character education and preserve the value of gotong royong among younger generations. ABSTRAKNilai gotong royong sebagai warisan budaya Indonesia menghadapi tantangan akibat globalisasi dan perkembangan teknologi yang mendorong tumbuhnya budaya individualistik di kalangan remaja, sehingga keluarga memiliki peran strategis dalam pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis peranan keluarga dalam menginternalisasikan nilai gotong royong berbasis budaya Esa Tulu Fali Esa pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap orang tua, tokoh adat, tokoh masyarakat, aparat desa, dan remaja di Desa Pilasue, Kabupaten Rote Ndao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berperan sebagai pendidik, pembimbing moral, dan agen pembiasaan melalui keteladanan, pelibatan remaja dalam aktivitas sosial budaya, serta pemberian nasihat berbasis nilai budaya dan spiritual. Kendala utama berasal dari modernisasi, teknologi digital, dan terbatasnya dukungan lingkungan. Disimpulkan bahwa sinergi keluarga, sekolah, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal.
Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berperspektif Masyarakat Perbatasan Bagi Guru di SDN Metamauk : Pengabdian Fadil Mas&#039;ud; Meryana Micselen Doko; Daud Yefkanius Nassa; Dorkas Yufice Ariyanti Kale
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7261

Abstract

Pendidikan di wilayah perbatasan berperan penting dalam menumbuhkan kesadaran kritis dan nasionalisme. Namun, keterbatasan kompetensi guru dan penggunaan perangkat ajar yang kurang kontekstual masih menjadi kendala di SDN Metamauk, Kabupaten Malaka. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru dalam menyusun modul ajar berbasis masyarakat perbatasan yang mengintegrasikan kearifan lokal dan nilai-nilai Pancasila. Program dilaksanakan melalui sosialisasi, lokakarya, dan pendampingan intensif secara luring dan daring. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan penilaian draf modul. Hasil menunjukkan peningkatan kompetensi 80% guru, sementara lebih dari 75% peserta berhasil menyusun modul kontekstual yang memuat budaya lokal dan isu perbatasan. Program juga meningkatkan kepercayaan diri guru dalam menerapkan pembelajaran yang lebih inovatif. Dengan demikian, kegiatan ini efektif memperkuat kemandirian guru dalam mengembangkan perangkat ajar yang mendukung pembentukan identitas kebangsaan generasi muda di wilayah perbatasan.
Peningkatan literasi keuangan anak melalui kegiatan edukasi dan simulasi menabung di SD Kristen 1 Tomra Louisa Sarah Kamanasa; Marsanda maulota; Herlina N. E. Lolkary; Jonathan Imkokmey; Bendisin Matena; Jean Tarisa Bakker; Alva Alvino suikeno; ary untajana kosaplawan; Asnat windi Tutupahar; Wastry Larwuy; Dorkas valeria lukmetiabla; Yanti Makuku; Feronika Leksair; matias agustinus tetiwar; Ayub Beltasar Leklora
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/6m3e8004

Abstract

Rendahnya literasi keuangan pada anak sekolah dasar masih menjadi tantangan di daerah 3T seperti Desa Tomra, Kecamatan Pulau Letti, Kabupaten Maluku Barat Daya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kebiasaan menabung siswa melalui pendekatan edukatif dan partisipatif di tiga sekolah dasar di Desa Tomra (SD Inpres Tomra, SD Kristen 1 Tomra, dan SD Kristen 2 Tomra). Metode pelaksanaan meliputi pengenalan konsep dasar keuangan, simulasi menabung, permainan edukatif, serta pencatatan sederhana menggunakan celengan pribadi dan tabel tabungan harian. Sebanyak 42 siswa kelas III–VI terlibat aktif dalam kegiatan ini selama tiga hari. Evaluasi dilakukan melalui wawancara dan pencatatan perkembangan tabungan siswa setiap hari. Hasil menunjukkan peningkatan minat menabung dari 71% pada hari pertama menjadi 92% pada hari ketiga, serta munculnya kesadaran baru tentang pentingnya pengelolaan uang dan pencatatan keuangan sederhana. Guru juga menilai kegiatan ini relevan untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran tematik di sekolah. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan literasi keuangan dapat diterapkan secara kontekstual, sederhana, dan menyenangkan di sekolah dasar di daerah 3T, serta berpotensi menjadi program berkelanjutan bagi pembentukan karakter finansial anak sejak dini
Co-Authors A. Bulu, Rosa A. Kadiwano, Ivony A. Resopijani Abas, Muhamad Agus Muliadi Alfrina Mewengkang Allen A. CH. Manongko Allen Ch. Manongko Manongko Aloysius Hardoko Alva Alvino Suikeno Alva Alvino suikeno Amrah Amrah Anif Istianah Anjulin Yonathan Kamlasi Ariani Songli Armansyah Armansyah Armansyah Armansyah Ary Untajana kosaplawan ary untajana kosaplawan Asnar Asnar Asnat Windi Tutupahar Asnat windi Tutupahar Ayub B. Leklora Ayub Beltasar Leklora Babang Loty Bastian, Barbalina Marta Bendisin Matena Bendisin Matena Cicilia Larasati Rembulan Cinde, Nensia Daud Yefkanius Nassa Destiyani, Gati Dewi, Clara Hosana Yessica Jelita Doke, Soni Doko, Meryana Micselen Dwi Septiwiharti Dyan Wulan Sari Hs Endang Uliyanti Ersa Lanang Sanjaya Erwin Styven Aditya Tari Fadil Mas’ud Feronika Leksair Feronika Leksair Ferry Slat Frans Sudirjo Freddy Semuel Kawatu Fredrik H. Kwasuna Harmoko Harmoko, Harmoko Herlina N. E. Lolkary Herlina N.E Lolkary I Gusti Agung Nyoman Dananjaya I Gusti Ayu, Rai I Made, Subrata Imran Imran Imran Imran Infianto Boimau Irawan, Angki Irham Wibowo Itron Johanis Lette Izhatullaili Jean Tarisa Bakker Jean Tarisa Bakker Jonathan Imkokmey Jonathan Imkokmey Judith Ratu Tandi Arrang K. Lere, Andreas Keilaikou, Julio Kevi Listiana Fransisca Taneo Khaidil Khaidil Kollo, Fredik Lambertus Kuncoro Dewi Rahmawati L. Anakoda, Getrida Lase, Delipiter Ledy Longina Badz Leonard Lobo Leonard Lobo Lerrick, Meilisa Everdina Livia Yuliawati Louisa Sarah Kamanasa M. Jamil Makarius Bria Makarius Bria Mardewi Maria Lufransiya Bribin Mariam Clarita Mauko Marsanda maulota Marsanda Maulotal Marsi Devid Setyawan Bani matias agustinus tetiwar Matias Tetiwar Megawati Melinda Ratu Radja Mika Ambarawati Momo, Lidia Lali Muga, Wilfridus Muh. Kadir Karim Ni Luh Gede Erni Sulindawati Nomensen Nomensen Nurul Farida Oktavianus Bulu Ngongo Pahlupiningtyas, Selenia Ediyani Palupiningtyas, Selenia Ediyani Permaha, Yakoba Petrus Ly Porsiana, Sin Algonda Prisca Eunike Purwonugroho, Daniel Pesah Raden Mohamad Herdian Bhakti Radja Kana, Jeremias Ratuhalano, Rita Marlin Resdianto, Andreas Rizal Syarief Romkeny, Hermelina Saalino, Valentina Saingo, Marlince Samsuri Samsuri Sigalingging, Berlian Novalita Silaban, Patri Simplexius Asa Sinaga, Masrida Siti Nur Asia Siti Rabiatul Adawiyah Siti Rabiatul Adawiyah, Siti Rabiatul Slat, Ferry Sofyan Soleman Uf Sugiono . Sugiyono . Suhadi Sulhan Sulhan Sulimaly, Petronela Syifa Khoirunnisa T. A. Laura, Oriyunus Takaredase, Agustinus Taufik Samsuri Thomas Kemil Masi Trisa Genia Chrisantiana Zega Umi Kalsum Venansius Gabur Viktor Siumarlata Vivi E. R. Husin Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Wahyudin Noe, Wahyudin Wastry Larwuy Wastry Larwuy Widiani, Esti Wijaya, Feilicya Aurellia Wilda Malo, Maria Yanti Makuku Yanti Makuku Yuliana Sua Sota Yustina Anaet Zaluchu, Sonny Eli